Click here to load reader

ANALISIS FULL COSTING DAN VARIABEL COSTING DALAM ... · PDF filePengertian Akuntansi Biaya Halim (1999 : 3) mengemukakan bahwa, akuntansi biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang

  • View
    228

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of ANALISIS FULL COSTING DAN VARIABEL COSTING DALAM ... · PDF filePengertian Akuntansi Biaya...

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2014, 2 (2) : 187-200 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip.unmul.ac .id Copyright 2014

ANALISIS FULL COSTING DAN VARIABEL COSTING DALAM

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA USAHA

MOULDING KARYA MUKTI SAMARINDA

Mochammad Anshar Hawari Rifqi1

Abstrak

Dalam penetapan harga pokok produksi pada produksi kusen, pintu, dan

jendela yang dilakukan oleh Moulding Karya Mukti Samarinda masih sederhana

yaitu hanya melihat dari harga bahan baku dan upah pekerja dibagi dengan

jumlah unit harga yang dihasilkan. Hal ini belum sesuai dengan teori akuntansi

biaya yang dikemukakan Mulyadi (2005 : 17) yaitu semua unsur biaya berupa

biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik harus

diperhitungkan secara benar. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui

harga pokok produksi, laba usaha, dan laba kotor dari Moulding Karya Mukti

Samarinda.

Dalam menentukan harga pokok produksi dan laba usaha ada dua

metode yang dapat digunakan yaitu metode full costing yang memperhitungkan

semua unsur biaya baik tetap maupun variabel dan variabel costing yang hanya

memperhitungkan unsur biaya variabel saja serta laba kotor dapat diketahui

dengan menggunakan kartu harga pokok pesanan.

Dengan menggunakan konsep metode full costing dapat diketahui total

harga pokok produksi persatuan sebesar Rp2.111.052 dan variabel costing

sebesar Rp1.805.301 serta harga pokok produksi persatuan terkecil terdapat

pada produksi pintu ukuran 70 x 2 m berdasarkan metode full costing Rp384.487

dan variabel costing Rp331.900. Dengan menggunakan laporan laba usaha

berdasarkan konsep metode full costing sebesar Rp47.980.100 dan variabel

costing sebesar Rp56.780.100 serta kontribusi laba yang tinggi diberikan pada

produksi persatuan pintu ukuran 70 x 2 m berdasarkan metode full costing

Rp415.513 dan variabel costing Rp468.100. Dengan menggunakan kartu harga

pokok pesanan dapat diketahui laba kotor sebesar Rp58.059.773.

Saran bagi Moulding Karya Mukti Samarinda hendaknya dapat

menggunakan konsep metode full costing dan variabel costing dalam

menentukan harga pokok produksi dan laba usaha serta menggunakan kartu

harga pokok pesanan untuk mengetahui laba kotor.

Kata Kunci : Metode Full Costing dan Variabel Costing

Pendahuluan

Salah satu tujuan utama perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang

optimal dengan cara mencapai target penjualan maka perlu dilakukan

perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari setiap aktivitas usaha. Oleh karena itu

1Mahasiswa Program S1 Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik, Universitas Mulawarman. Email:[email protected]

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 2, Nomor 2, 2014: 187-200

188

diperlukan pula keahlian manajemen perusahaan dalam membuat keputusan

untuk mengelola perusahaan agar dapat menekan biaya seefisien mungkin dan

menjual produknya dengan harga yang wajar, terutama dalam mengatur dan

mengawasi pengeluaran-pengeluaran biaya yang digunakan dalam memproduksi.

Dalam kegiatan akuntansi, masalah-masalah biaya yang dikeluarkan

dalam rangka memproduksi suatu barang tidak terlepas dari operasi suatu

perusahaan. Biaya-biaya tersebut dikumpulkan pada bagian-bagian produksi

selama periode tertentu. Biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan produksi

tersebut merupakan biaya produksi. Biaya-biaya produksi yang dikumpulkan

tersebut dijumlahkan perusahaan sehingga membentuk harga pokok produksi.

Penggunaan kayu saat ini telah banyak dimanfaatkan oleh perusahaan

dalam menghasilkan berbagai macam produk yang berguna bagi manusia.

Sehingga perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan produksi barang

dan jasa berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas produk yang

dihasilkan agar dapat bersaing dan memperoleh keuntungan yang merupakan

tujuan dari tiap-tiap badan usaha.

Moulding merupakan industri sekunder atau lanjutan dari kayu bulat

setelah dilakukan pemotongan atau pembelahan sehingga berbentuk balok dan

papan dengan ukuran-ukuran tertentu. Produk-produk moulding sudah banyak

dikenal masyarakat sebagai bahan untuk konstruksi gedung maupun rumah yang

berupa kusen, pintu, dan jendela.

Moulding Karya Mukti Samarinda merupakan salah satu perusahaan yang

bergerak dalam produksi moulding di samarinda. Produk yang dihasilkan yaitu

berupa kusen, pintu, dan jendela. Kegiatan produksi moulding adalah

memproduksi suatu produk dengan berdasarkan pesanan. Salah satu tujuan utama

perusahaan Moulding Karya Mukti Samarinda adalah untuk memperoleh laba

dengan cara mencapai target penjualan yang telah direncanakan.

Berdasarkan keterangan dari nara sumber dan data yang diperoleh

menerangkan bahwa penentuan harga jual pada masing-masing produk yang

ditetapkan oleh Moulding Karya Mukti Samarinda berdasarkan harga jual para

pesaingnya. Dimana dengan adanya prinsip perusahaan yaitu kepercayaan,

pelayanan cepat, dan kualitas bahan baku yang baik, perusahaan ini yakin bahwa

Moulding Karya Mukti Samarinda akan mampu bersaing dengan perusahaan-

perusahaan sejenis yang ada di sekitarnya.

Didalam menentukan harga jual suatu produk, maka perusahaan perlu

melakukan perhitungan terhadap harga pokok produksinya, pada kenyataannya

peneliti menemukan bahwa perusahaan Moulding Karya Mukti Samarinda dalam

menentukan harga pokok produksi dan harga jual masih sederhana, yang hanya

melihat dari harga bahan baku dan upah pekerja kemudian dibagi dengan unit

harga yang dihasilkan. Hal ini tentu belum sesuai dengan perhitungan harga

pokok produksi yang sebenarnya yaitu di dalam penentuan harga pokok produksi

itu sendiri terdiri dari tiga unsur biaya, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,

dan biaya overhead pabrik.

Harga Pokok Produksi Pada Usaha Moulding Karya Mukti Samarinda (Anshar)

189

Ada dua metode yang dapat digunakan dalam menentukan harga pokok

produksi berdasarkan kartu harga pokok pesanan, yaitu metode full costing yang

tidak membedakan antara biaya yang sifatnya variabel dengan bersifat tetap,

sehingga metode full costing disebut juga dengan absorption costing (biaya

serapan) dan variabel costing hanya menggunakan biaya variabel saja.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan

penelitian dengan judul : Analisis Full Costing dan Variabel Costing Dalam

Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Usaha Moulding Karya Mukti

Samarinda.

Kerangka Dasar Teori

Pengertian Akuntansi

Menurut Munawir (2000 : 5) mengatakan bahwa, akuntansi adalah seni

dari pada pencatatan, penggolongan, dan peringkasan dari pada peristiwa-

peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan

dengan cara yang setepat-tepatnya dan dengan petunjuk atau dinyatakan dalam

uang, sistem operasi serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul.

Menurut Suwarjono (1997 : 5) adalah seni pencatatan, penggolongan, dan

peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara berdaya

guna dalam bentuk satuan uang, dan menginterprestasikan hasil proses tersebut.

Pengertian Akuntansi Biaya

Halim (1999 : 3) mengemukakan bahwa, akuntansi biaya adalah akuntansi

yang membicarakan tentang penentuan harga pokok (cost) dari suatu produk yang

diproduksi (atau dijual dipasar) baik untuk memenuhi pesanan maupun untuk

menjadi persediaan barang dagangan yang akan dijual.

Menurut Supriyono (1999 : 18) bahwa akuntansi biaya memiliki tujuan

untuk menyajikan informasi biaya yang akan digunakan untuk berbagaitujuan,

dalam menggolongkan biaya harus disesuaikan dengan tujuan dari informasi

biaya yang akan disajikan.

Pengertian Biaya

Menurut Ardiyos biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur

oleh satuan uang yang telah teruji atau munkin terjadi dalam mencapai tujuan.

Menurut Mulyadi (2005 : 8) biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi,

yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi

untuk tujuan tertentu.

Penggolongan Biaya

Menurut Mulyadi (2009 : 13) ada lima cara penggolongan biaya antara lain :

1. Menurut objek pengeluaran dalam perusahaan Dalam penggolongan ini, nama obyek pengeluaran merupakan dasar

penggolongan biaya.

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 2, Nomor 2, 2014: 187-200

190

2. Menurut fungsi pokok dalam perusahaan Dimana dalam perusahaan manufaktur terdapat fungsi produksi, fungsi

pemasaran, dan fungsi administrasi dan umum.

3. Menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai a. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-

satunya karena adanya suatu yang dibiayai biaya produksi langsung terjadi

dari biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.

b. Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam

hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak

langsung atau biaya over

Search related