Click here to load reader

Biaya Standar (COSTING)

  • View
    1.530

  • Download
    54

Embed Size (px)

Text of Biaya Standar (COSTING)

BIAYA STANDAR (STANDAR COSTING)

MODUL 11

SISTEM HARGA POKOK STANDAR (STANDAR COSTING)

1. Pengertian Sistem Harga Pokok Standar

Sistem Harga Pokok Standar ialah salah satu sistem harga pokok yang ditentukan di muka untuk mengolah produk atau jasa tertentu dengan cara menentukan besarnya biaya produksi standar untuk mengolah satu satuan produk atau jasa tertentu. Biaya standar harus ditentukan dengan teliti dan ilmiah melalui :

A. penelitian teknis, penilaian prestasi, B. penelitian laboratorium, C. penelitian gerak & waktu, D. penentuan standar kuantitas dan kualitas, E. penelitian tingkat harga sehingga biaya standar dapat ditentukan dengan teliti, terpercaya dan disepakati sebagai norma untuk mengukur pelaksanaan.Biaya Standard merupakan sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau jasa tertentu yang ditentukan dimuka dengan cara menentukan besarnya biaya standar dari Material, Direct Labor & FOH untuk mengolah satu satuan produk/jasa tertentu

Biaya standar berkaitan dengan biaya per unit dan pada hakekatnya sama tujuannya dengan suatu anggaran, namun pada skala yang lebih kecil, karena suatu anggaran dikaitkan dengan jumlah biaya secara keseluruhan dan bukannya jumlah biaya per unit

3 aktivitas dalam sistem harga pokok standar :

1. Penentuan standar

2. Pengumpulan biaya sesungguhnya terjadi

3. Analisa varian biaya standar dengan biaya sesungguhnya.

2. Hubungan Anggaran Dengan Harga Pokok Standar

Anggaran dan harga pokok standar keduanya merupakan penentuan biaya yang dilakukan di muka sebelum suatu kegiatan dilaksanakan.

Beberapa perbedaan antara anggaran dengan HP. Standar antara lain sebagai berikut :

a. tidak semua anggaran disusun atas dasar biaya standar

b. anggaran merupakan biaya yang diharapkan (expected), sedangkan biaya standar adalah biaya yang seharusnya dicapai oleh pelaksana.

c. Anggaran cenderung merupakan batas yang tidak boleh dilampaui, sedangkan biaya standar mengutamakan tingkatan biaya yang harus bisa ditekan (dikurangi) agar kinerja dinilai baik.

d. Anggaran umumnya disusun untuk setiap bagian di dalam perusahaan (pemasaran, produksi, atau administrasi & umum ) sedangkan biaya standar umumnya hanya untuk biaya produksi saja.

e. Selisih biaya yang timbul dari biaya standar akan diinvestigasi (diperiksa) penyebabnya dengan teliti, sedankan anggaran yang tidak didasarkan atas bi. Standar hanya menekankan penghematan biaya dibanding anggaran, selisih umumnya tidak diperiksa lebih lanjut.

3. Manfaat Harga Pokok Standar

Memberikan sistem harga pokok standar memberikan manfaat kepada perusahaan untuk :

a. Perencanaan

b. Koordinasi

c. Pengambilan keputusan

d. Pengendalian biaya

e. Memungkinkan diterapkannya prinsip pengecualian (Exception Principle)

f. Penentuan insentif kepada personal

g. Mengurangi biaya administrasi.

4. Jenis-jenis Standar.a. Standar kapasitas teoritis (theoritical capacity standard)

Standar ini mendasarkan kepada kemampuan produksi suatu departemen atau pabrik pada kecepatan penuh tanpa berhenti. Tidak diperhitungkan adanya hambatan atau penghentian proses produksi yang tidak dapat dihindari baik karena faktor internal maupun eksternal. Seringkali disebut sebagai standar pada kapasitas penuh atau 100%. Standar ini jarang dipakai karena tidak mungkin dicapai.b. Standar Kapasitas Praktis (practical capacity standard)

Standar ini merupakan salah satu konsep pendekatan jangka panjang, yang didasarkan kepada tingkatan produksi teoritis dikurangi dengan hambatan-hambatan yang tidak bisa dihindari karena faktor internal.

c. Standar kapasitas normal (normal capacity standard)

Juga merupakan konsep pendekatan jangka panjang, dimana standar kegiatan produksi dihitung dari standar kegiatan teoritis dikurangi hambatan-hambatan internal dan eksternal.

d. Standar kapasitas yang diharapkan ( expected capacity standard)

Menggunakan pendekatan jangka pendek. Besarnya tingkat produksi yng diharapkan dipengaruhi oleh ramalan penjualan pada periode akuntansi yang akan datang dan perubahan persediaan produk yang dikehendaki.

Jadi Jenis standar adalah sebagai berikut :

1. Standar teoritis (std ideal), standar yang ditetapkan untuk tingkat operasi yang paling efisien

2. Rata-rata biaya waktu yang lalu, standar ini ditetapkan berdasarkan rata-rata periode yang lalu, baik itu efisien atau tidak.

3. Standar normal, std ini didasarkan atas biaya taksiran biaya dimasa yad, dengan asumsi kondisi ekonomi normal

4. Pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai, std ini didasarkan pada tingkat pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai

Penentuan Harga Pokok Standar.Penyusunan biaya standar

1. Standar BBB :

Harga bahan per unit x unit bahan yang digunakan untuk membuat 1 unit produk jadi.

Contoh : untuk membuat 1 unit produk X dibutuhkan 5 kg bahan dengan harga std per kg Rp100, maka : standar bahan baku : 5 kg x Rp 100 = Rp 500

2. Standar BTKL

Tarif upah per jam x jam yang dibutuhkan untuk membuat 1 unit produk jadi

Contoh : untuk membuat 1 unit dibutuhkan waktu 3 jam dengan tarif std per jam Rp300, maka standar upah per unit : Rp 3 x Rp300 = Rp900

3. Standar FOH

Jam mesin/jam kerja x tarif std FOH

Contoh : untuk menghasilkan 1 unit produk dibutuhkan jam kerja 3 jam dengan tariff Rp 250, maka FOH standar adalah : 3 x Rp250 = Rp 750

Maka standard HP produksi/ unit adalah Rp 2.150

Analisis Varian

Varian : perbedaan yang timbul dengan membandingkan antara biaya aktual atau kapasitas dengan biaya standar bahan baku, upah dan FOH.Varian tidak menguntungkan (Unfavorable), apabila biaya aktual melebihi biaya standarVarian menguntungkan (Favorable), apabila biaya standar melebihi biaya aktual

Jenis Varian :

1. Varian BBB

2. Varian BTKL

3. Varian FOH

1. Varian BB

Varian harga, merupakan selisih antara biaya standar dan biaya aktual yang dikeluarkan. Hal ini disebabkan olrh kekuatan luar. Manajemen tidak dapat mengendalikan penyimpangan semacam ini, karena diakibatkan oleh perubahan harga barang-barang yang dibeli. Varian harga dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

( H std- H ssg) x Q ssg

Varian Quantitas, merupakan selisih antara input standar yang dibenarkan dengan input aktual. Penyimpangan ini dapat dikendalikan oleh manajemen. Persamaannya adalah :

( Qstd Q ssg) x H std

Contoh :

Biaya standar per unit untuk bahan sebesar Rp 8.000, jumlah pembelian 6000 unit @ Rp 8.200, digunakan dalam proses produksi 4.000 unit, sedangkan standar input yang dibenarkan 4.100 unit.

Hitunglah varian harga dan varian kuantitas !

Jawab :

Varian harga :

Saat dibeli : (Rp8.200 Rp8.000) x 6.000 = Rp1.200.000 (UF)

Saat dipakai : (Rp8.200- Rp8.000) x 4.000 = Rp 800.000 (UF)

Varian Kuantitas :

(4.000 4.100) x Rp 8.000 = Rp 800.000 (F)2. Varian BTKL

Varian efisiensi upah, adalah selisih antara jam kerja standar yang dibenarkan dengan input jam kerja aktual. Penyimpangan ini dapat dikendalikan oleh manajemen. Persamaannya sbb :

(JK std-JK ssg) x T std

Varian Tarif upah, yaitu selisih antara tarif standar dengan tarif upah aktual yang dibayar. Penyimpangan ini disebabkan oleh pengaruh ekstern (misalnya serikat buruh) yang tidak dapat dikendalikan oleh manajemen, persamaannya sbb:

(Tstd Tssg) x JK ssg

Contoh : Tersedia data sebagai berikut, jam aktual 5.000 jam dengan tari upah aktual Rp 4.100 dan tarif upah standar Rp 4.200, jam kerja standar 5.200 jam. Tentukan varian tarif dan efisiensi upah !

Varian Tarif : (Rp 4.100 Rp 4.200) 5.000 = Rp500.000 (F)

Varian efisiensi upah : (5.000- 5.200) Rp 4.200 = Rp840.00 (F)

3. Varian FOH

Penyimpangan overhead dapat ditimbulkan oleh tiga hal :

Output melebihi atau kurang dari kapasitas normal

Biaya overhead aktual melebihi atau kurang dari biaya overhead yang dianggarkan

Jam kerja aktual berbeda dengan jumlah jam kerja standar yang dibenarkan untuk jumlah produksi yang dicapai

Tarif yang telah ditentukan digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik, umumnya didasarkan pada jam kerja standar (jam kerja yang dianggarkan berdasarkan pada jumlah unit yang diproduksi). Penyimpangan akan timbul bilamana jam kerja aktual (jumlah jam kerja yang dipakai selama periode tertentu) berbeda dari jumlah jam kerja standar, atau apabila biaya yang dikeluarkan lebih besar atau kurang dari yang dianggarkan.

a. Varian overhead bersih atau menyeluruh dihitung sebagai berikut :

FOH aktual (K std x T FOH)

b. Varian overhead dengan dua selisih :

V. Terkendali :

FOH Aktual - ((KN x TT) + (Kstd x TV)( V. Volume :

(KN - Kstd) x TT

Contoh :

Jam Kerja Langsung (JKL) aktual 5.000 jam

JKL Standar 5.200 jam

Kapasitas Normal 6.000 jam

Tarif tetap FOH pada Kapasitas Normal Rp 3.000

Tarif Variabel FOH Rp 2.000

FOH aktual Rp 29.500.000

Maka :

1. Varian overhead bersih :

Rp 29.500.000 (5.200 jam x Rp 5000) = Rp 3.500.000 (UF)

2. Varian overhead dua selisih

- Varian terkendali :

Rp29.500.000 [(6.000x3.000)+(5.200x2.000)] = Rp1.100.000 (UF)

- Varian Kapasitas :

(6.000 5.200) Rp3.000 = Rp 2.400.000 (UF)

Contoh perhitungan harga pokok standar

Standard cost per unit untuk produk X pada Kapasitas Normal 10.000 JamKerja Langsung sbb :

DM

: 3kg @ Rp400

Rp 1.200

DL

: 0,5 jam @ Rp 1.100

550