of 15 /15
Dwi Hana Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Citation preview

Page 1: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi Hana

Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Page 2: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

• Konsep Materialitas

Financial Accounting Standards Board mendefinisikan materialitas sebagai : “Besarnya suatu pengabaian atau salah saji informasi akuntansi yang diluar keadaan disekitarnya, memungkinkan bahwa pertimbangan seseorang yang bergantung pada informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh pengabaian atau salah saji tersebut.”

Definisi tersebut mensyaratkan auditor untuk mempertimbangkan baik: situasi yang berkenaan dengan entitas, dan informasi yang dibutuhkan oleh mereka yang akan bergantung pada laporan keuangan yang diaudit. Oleh karena itu, auditor dapat menyimpulkan bahwa tingkat materialitas untuk akun modal kerja seharusnya lebih rendah untuk suatu perusahaan yang berada diambang kebangkrutan daripada pada suatu perusahaan yang memiliki rasio lancar.

Materialitas

Page 3: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

Pertimbangan Pendahuluan Mengenai MaterialitasPenilaian ini, seringkali disebut materialitas perencanaan (planning materiality) mungkin

berbeda dari tingkat materialitas yang digunakan pada penyelesaiaan audit dalam mengevaluasi temuan audit karena : situsi yang ada disekitarnya mungkin akan berubah, dan informasi tambahan mengenai klien akan diperoleh selama pelaksanaan audit.Dalam merencanakan suatu audit, auditor harus menilai materialitas pada dua tingkat berikut :1. Tingkat laporan keuangan 2. Tingkat saldo akun

Materialitas Pada Tingkat Laporan KeuanganAdalah salah saji agregat minimum dalam suatu laporan keuangan yang cukup

penting untuk mencegah laporan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum. Untuk tujuan perencanaan, auditor harus menggunakan “tingkat agregat terkecil dari salah saji yang dipertimbangkan sebagai material untuk setiap laporan keuangan.” peratutan keputusan ini tepat karena : laporan keuangan saling berkaitan, dan banyak prosedur audit berkaitan dengan lebih dari satu laporan keuangan. Pertimbangan materialitas melibatkan pertimbangan kuantitatif dan kualitatif.

Page 4: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

• Materialitas Pada Tingkat Saldo Akun

Adalah salah saji minimum yang dapat muncul dalam suatu saldo akun hingga dianggap mengandung salah saji material. Konsep materialitas pada tingkat saldo akun tidak boleh dikacaukan dengan istila saldo akun material. Saldo yang tercatat dari suatu akun secara umum menyajikan batas atas jumlah dimana suatu akun dapat disajikan lebih. Oleh karena itu, akun dengan saldo yang lebih rendah dari materialitas kadangkala disebut tidak material berkenaan dengan risiko salah saji.

Dalam membuat pertimbangan mengenai materialitas pada tingkat saldo akun, auditor harus mempertimbangkan hubungan antara materialitas pada tingkat saldo akun dan materialitas pada tingkat laporan keuangan.

Page 5: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

Hubungan Antara Materialitas dan Bukti Audit

Secara umum adalah benar mengatakan bahwa semakin rendah tingkat materialitas, semakin besar jumlah bukti yang diperlukan (hubungan terbalik). Secara umum juga benar untuk mengatakan bahwa semakin besar atau semakin signifikan suatu saldu akun, maka semakin besar jumlah bukti yang diperlukan (hubungan langsung).

Mengalokasikan Materialitas Laporan Keuangan Pada Akun – akun

Ketika pertimbangan pendahuluan auditor mengenai materialitas laporan keuangan dikuantifikasi, suatu estimasi pendahuluan mengenai materialitas setiap akun dapat diperoleh dengan mengalokasikan materialitas laporan keuangan pada akun – akun individual.

Dalam membuat alokasi, auditor harus mempertimbangkan: kemungkinan salah saji dalam akun , dan biaya yang mungkin untuk menguji akun.

21

Page 6: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Risiko Audit

Risiko audit adalah risiko bahwa auditor mungkin tanpa sengaja telah gagal untuk memodifikasi pendapat secara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Konsep risiko audit, penting sebagai dasar untuk mengekspresikan konsep keyakinan yang memedai. Mengenai keseluruhan pada konsep risiko audit merupakan kebalikan dari konsep keyakinan yang memadai. Semakin tinggi kepastian yang ingin diperoleh auditor dalam menyatakan pendapat yang benar, semakin rendah risiko audit yang akan ia terima.

Dwi&Hanna

Page 7: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Model Risiko Audit

Tiga komponen risiko audit sebagai: risiko bawaan, pengendalian, dan deteksi. Untuk tingkat risiko audit tertentu, terdapat hubungan terbalik antara tingkat risiko bawaan dan pengendalian yang dinilai atas suatu asersi dan tingkat risiko deteksi yang dapat diterima oleh auditor untuk asersi tersebut. Oleh karena itu, semakin rendah penilaian risiko bawaan dan risiko pengendalian, semakin tinggi tingkat yang dapat diterima untuk risiko deteksi. Dengan menghubungkan komponen – komponen risiko audit, auditor dapat mengekspresikan setiap komponen dalam istilah kuantitatif, atau dalam istilah non – kuantitatif. Mengenai hubungan yang diekspresikan dalam model risiko audit adl penting ketika menentukan tingkat risiko deteksi yang direncanakan dapat diterima.

Dwi&Hanna

Page 8: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

Mengilustrasikan Model Risiko Audit

AR = IR x CR x DR

AR = IR x CR x AP x TD

Dimana: AR = risiko auditIR = risiko bawaanCR = risiko pengendalianAP = risiko prosedur analitisDR = risiko deteksiTD = risiko pengujian terinci

Page 9: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

Studi mengenai matriks ini menunjukkan bahwa hal tersebut konsisten dengan model risiko audit, yaitu bahwa tingkat risiko deteksi yang dapat diterima berhubungan secara terbalik dengan penilaian risiko bawaan, pengendalian, dan prosedur analitis. Matriks tersebut mengasumsikan bahwa risiko audit dibatasi pada suatu tingkat yang rendah. Jika risiko bawaan dinilai berada pada tingkat maksimum, risiko pengendalian pada tingkat sedang, dan risiko prosedur analitis pada tingkat sedang, maka tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk pengujian terinci adalah rendah. Jika risiko bawaan dinilai pada tingkat yang tinggi, risiko pengendalian pada tingkat rendah, dan risiko prosedur analitis pada tingkat rendah, maka pengujian substantif yang lain mungkin tidak diperlukan.

Matriks Komponen Risiko

Page 10: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

Auditor secara normal mampu untuk mengevaluasi faktor – faktor risiko bawaan dengan memahami siklus bisnis klien, termasuk :

a. Manajemen, tujuan manajemen, dan sumberdaya – sumberdaya perusahaan.b. Produk, jasa, pasar, pelanggan, dan persaingan entitas.c. Proses inti dan siklus operasi.d. Hasil dari proses inti.e. Keputusan pembiayaan dan investasi.

Auditor tidak dapat mengubah tingkat aktual dari risiko pengendalian untuk suatu asersi. Akan tetapi, auditor dapat memvariasikan tingkat risiko pengendalian yang dinilainya dengan memodifikasi: Prosedur – prosedur untuk memperoleh suatu pemahaman tentang struktur pengendalian, dan prosedur untuk melaksanakan pengujian pengendalian.

Risiko bahwa auditor tidak akan mendeteksi salah saji material yang ada dalam suatu asersi. Merupakan kombinasi dari risiko prosedur analitis dan risiko pengujian terinci dimana tingkat aktualnya dapat dirubah dengan memvariasi sifat, waktu, efektifitas pengujian atau penempatan staf audit. Dalam tahap perencanaan audit, tingkat risiko deteksi yang direncanakan dapat diterima untuk prosedur analitis dan pengujian terinci ditentukan untuk setiap asersi yang signifikan menggunakan model risiko audit.

Menilai Komponen Risiko Audit

. Risiko Bawaan.

Risiko Deteksi.

Risiko Pengendalian.

Page 11: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

• Auditor disyaratkan untuk menilai risiko salah saji material akibat kecurangan tanpa peduli apakah auditor akan merencanakan untuk menilai risiko bawaan/ risiko pengendalian pada tingkat maksimum.

Dua jenis salah saji• Pelaporan laporan keuangan yang curang, seperti:

Manipulasi, pemalsuan, atau perubahan catatan akuntansi/ dokumen - dokumen pendukung yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan

Interpretasi yang salah dalam, atau penghilangan yang disengaja dari kejadian – kejadian, transaksi, atau informasi signifikan lainnya dalam laporan keuangan.

Penerapan yang salah secara sengaja dari prinsip – prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah, klasifikasi, cara penyajian, atau pengungkapan.

• Penyalahgunaan aktiva termasuk pencurian aktiva entitas yang menyebabkan laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan PABU.

Risiko Bawaan, Risiko Pengendalian, dan Risiko Kecurangan

Page 12: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

Risiko Audit pada Tingkat Laporan Keuangan dan Tingkat Saldo Akun

Auditor menentukan tingkat risiko audit secara keseluruhan yang akan dicapai untuk laporan keuangan secara keseluruhan. Tingkat yag sama diterapkan pada setiap saldo akun dan semua asersi yang berkaitan.

Hubungan Antara Risiko Audit dan Bukti Audit

Semakin rendah tingkat risiko audit yang ingin dicapai, semakin besar jumlah bukti yang diperlukan. Semakin rendah tingkat yang dapat diterima dari risiko prosedur analitis atau risiko pengujian terinci yang ditentukan oleh auditor, maka semakin besar kecukupan dan kompetensi pengujian substansial yang diperlukan untuk membatasi risiko deteksi keseluruhan pada tingkat tersebut.

Hubungan Timbal Balik antara Materialitas, Risiko Audit, dan Bukti Audit

1. Menaikan tingkat materialitas sementara menahan bukti audit konstan

2. Menaikan bukti audit sementara menahan tingkat materialitas konstan

3. Membuat kenaikan yang lebih kecil untuk jumlah bukti audit dan tingkat materialitas. Peringatan akan adanya Risiko Audit

Tujuan peringatan akan adanya risiko audit adalah memberikan suatu tinjauan mengenai perkembangan ekonomi baru ini kepada auditor, perkembangan profesional dan perkembangan peraturan yang mungkin akan mempengaruhi audit untuk klien dalam banyak industri

Page 13: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Dwi&Hanna

• Komponen Strategi Audit Pendahuluan• Tingkat risiko bawaan yang dinilai• Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan untuk dinilai dg

mempertimbangkan: Luas pemahaman mengenai pengendalian intern yg diperoleh. Pengujian pengendalian yg dilaksanakan dalam mengukur risiko pengendalian.

• Tingkat risiko prosedur analitis yang direncanakan untuk dinilai dg mempertimbangkan: Luas pemahaman tentang bisnis dan industri yg diperoleh. Prosedur analitis yg akan dilaksanakan yg menyediakan bukti mengenai

penyajian wajar dari suatu asersi.• Tingkat pengujian rincian yg dirancanakan, apabila dikombinasikan dg prosedur

lain, mengurangi risiko audit hingga tingkat rendah yg sesuai.

Standar Audit Pendahuluan

Page 14: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

• Empat Strategi Audit Pendahuluan Umum

(1) Pendekatan

substantif utama yg menekankan

pengujian terinci

Pengujian pengendalian

Prosedur analitis

Pengujian terinci atas transaksi dan

saldo

(2) Tingkat risiko

pengendalian yg dinilai lebih

rendah

Pengujian pengendalian

Prosedur analitis

Pengujian terinci atas transaksi dan

saldo

(3) Pendekatan

substantif utama yg menekankan

prosedur analitis

Pengujian pengendalian

Prosedur analitis

Pengujian terinci atas transaksi dan

saldo

(4) Penekanan pada

risiko bawaan dan prosedur

analitis

Risiko bawaan

Pengujian pengendalian

Prosedur analitis

Pengujian terinci atas transaksi dan

saldo

Strategi untuk memperoleh keyakinan

Risiko audit residual

Dwi&Hanna

Page 15: Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Pendahuluan

Hubungan antara Strategi dan Siklus Transaksi

Golongan Transaksi Utama

Siklus

Pendapatan

Pengeluaran

Jasa personel

Produksi

Investasi

Pembiayaan

Penjualan, penerimaan kas, penyesuaian penjualan

Pembelian, pengeluaran kas

Penggajian

Memproses persediaan

Investasi dalam jangka panjang/ investasi moneter dari kelebihan kas

Pembiayaan dari hutang lancar dan hutang jangka panjang, serta modal saham

Dwi&Hanna