Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

Embed Size (px)

Text of Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    1/28

    PERENCANAAN AUDIT, STRATEGI AUDIT, DAN MATERIALITAS

    BAB IPENDAHULUAN

    Orang bijak berkata “ketika Anda tidak mempunyai rencana itu sama artinya Andamerencanakan kegagalan”. Perencanaan merupakan salah satu instrumen penting

    dalam semua proses bisnis aktivitas manusia, perencanaan yang matang akan

    memberikan peluang lebih besar atas tercapainya keberhasilan pada setiap aktivitas

    manusia, begitu pun dalam proses audit.

    Perencanaan dalam rangkaian proses audit merupakan salah satu instrumen penting

    yang mutlak harus dilakukan. Tanpa perencanaan hampir mustahil proses audit akan

    menghasilkan ouput yang baik. Tanpa perencanaan proses audit akan berjalan tidak

    efisien dan tidak efektif, arah audit akan tidak jelas, auditor akan kesulitan menentukan

    titik fokus apa yang akan dilakukan.

    alah satu langkah yang harus ditempuh dalam perencanaan audit adalah

    menentukan strategi audit dan menentukan meterialitas audit, kedua proses bisnis

    tersebut akan memberikan petunjuk dan arahan yang jelas bagi para auditor atas apa

    yang harus dan tidak harus dilakukan agar proses audit berjalan efisien dan efektif 

    yang akhirnya merujuk pada laporan hasil audit yang berkualitas.

    !alam kesempatan kali ini, kami akan menguraikan Perencanaan Audit, trategi Audit,

    dan "aterialitas yang kami himpun dari berbagai sumber. emoga tulisan ini dapat

    membantu pembaca dalam memahami apa itu Perencanaan Audit, trategi Audit, dan

    "aterialitas.

    1

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    2/28

    BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Perencanaan Audit

    1. Pengertian Perencanaan Audit

    Perencanaan audit #audit planning $ melibatkan pengembangan suatu strategi

    menyeluruh untuk pelaksanaan dan penentuan lingkup audit yang diharapkan.

    Perencanaan audit merupakan suatu tahapan yang sangat penting sebagaimana

    penjelasan menurut beberapa sumber sebagai berikut%

    &$ "enurut ukrisno Agoes dalam bukunya “Auditing”, menerangkan bah'a%

    “Perencanaan dan supervisi berlangsung terus(menerus selama audit, auditor 

    sebagai penanggung ja'ab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian

    fungsi perencanaan dan supervisi auditnya dalam kantor akuntannya #asisten$”.

    )$ "enurut tandar Auditing *&+ dalam tandar Profesional Akuntan Publik #katan

     Akuntan ndonesia, )--&$ mensyaratkan agar “audit dirancang untuk memberikan

    keyakinan memadai atas pendeteksian salah saji yang material dalam laporan

    keuangan”.

    *$ "enurut tandar Auditing eksi *)+ #PA o. -/$, Paragraf Audit o. )-

    menyatakan bah'a%

    “Auditor pada hakikatnya harus dirumuskan dalam jangka 'aktu dan biaya yang

    'ajar”.

     Adapun alasan auditor dalam melakukan perencanaan audit adalah untuk

    memperoleh bukti kompeten yang cukup, menetapkan biaya audit yang layak,

    menghindari salah pengertian dengan klien, menjaga hubungan baik dengan klien,

    dan untuk memudahkan pelaksanaan kerja yang bermutu dengan biaya yang 'ajar.

     Agar manfaat dari perencanaan audit dapat diperoleh, maka auditor harus

    mempertimbangkan %

    &$ "asalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat

    usaha entitas tersebut

    )$ 0ebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut

    *$ "etode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi

    akuntansi yang signifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk

    mengolah informasi akuntansi perusahaan

    1$ Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan

    2$ Pertimbangan a'al tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit

    2

    http://fatih-io.biz/pengertian-laporan-keuangan.htmlhttp://fatih-io.biz/pengertian-laporan-keuangan.htmlhttp://fatih-io.biz/pengertian-laporan-keuangan.htmlhttp://fatih-io.biz/pengertian-laporan-keuangan.html

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    3/28

    +$ Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian

    /$ 0ondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit

    sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan.

    2. Proedur Perencanaan Audit

    Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervisi

    biasanya mencakup reviu terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan satuan

    usaha dan diskusi dengan staf lain dalam kantor akuntan dan pega'ai satuan usaha

    tersebut. 3ontoh prosedur tersebut meliputi %

    &$ "ereviu arsip korespondensi, kertas kerja, arsip permanen, laporan keuangan,

    dan laporan audit tahun lalu.

    )$ "embahas masalah(masalah yang berdampak terhadap audit dengan staf kantor akuntan yang bertanggung ja'ab atas jasa non audit bagi satuan usaha.

    *$ "engajukan pertanyaan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak

    terhadap satuan usaha.

    1$ "embaca laporan keuangan interim tahun berjalan.

    2$ "embicarakan tipe, luas, dan 'aktu audit dengan manajemen, de'an komisaris,

    atau komite audit.

    +$ "empertimbangkan dampak diterapkannya pernyataan standar akuntansi dan

    standar auditing yang ditetapkan katan Akuntan ndonesia, terutama yang baru.

    /$ "engkoordinasikan bantuan dari pega'ai satuan usaha dalam penyiapan data.

    4$ "enentukan luasnya keterlibatan jika ada, konsultan, spesialis, dan auditor intern.

    5$ "embuat jad'al pekerjaan audit #time schedule$.

    &-$ "enentukan dan mengkoordinasikan kebutuhan staf audit.

    &&$ "elaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan

    informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat

    mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal(hal yang berkaitan yang

    dipandang perlu.

    3. Ii dan Ca!u"an dari Perencanaan Audit

    &$ 6al(hal mengenai klien

    Pengetahuan tentang bisnis klien dimana membantu auditor dalam mendapatkan

    informasi mengenai%

    a. 7idang usaha klien, alamat, dan informasi sejenis lainnya

    b. tatus hukum klien, misalnya nama pemilik dan jumlah modal.c. 0ebijakan akuntansi.

    3

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    4/28

    d. 8kuran besar kecilnya perusahaan.

    e. Persoalan(persoalan yang dihadapi #accounting problem, tax problem  dan

    auditing problem$.

    )$ 6al9hal yang mempengaruhi klien

    nformasi berupa opini menurut pandangan dari luar ini bisa didapat dari majalah9

    majalah ekonomi:surat kabar.

    *$ ;encana kerja auditor, yang memuat hal(hal sebagai berikut%

    #&$ Staffing 

    a. ama partner 

    b. ama manajer 

    c. ama supervisor 

    d. ama senior 

    e. ama asisten.

    #)$

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    5/28

    Pertama, memahami aturan(aturan akuntansi yang khas dari industri

    tersebut untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien sesuai dengan

    prinsip akuntansi yang berlaku umum.

    0edua, mengidentifikasi risiko dalam industri yang akan mempengaruhi

    risiko audit yang dapat diterima.

    0etiga, mengidentifikasi risiko ba'aan.

    Pengetahuan mengenai industri klien dapat diperoleh dengan berbagai cara,

    seperti% diskusi dengan auditor yang mengaudit di tahun(tahun sebelumnya

    dan dengan auditor yang sedang melakukan penugasan serupa, serta bisa

     juga dilakukan dengan mengadakan pertemuan(pertemuan bersama

    pega'ai klien. nfromasi lainnya dapat diperoleh dari pedoman audit

    industri, teks pelajaran dan majalah(majalah yang memuat informasi

    mengenai industri klien.

    #)$ "eninjau pabrik dan kantor 

    Peninjauan atas fasilitas klien sangat bermanfaat untuk memperoleh

    pemahaman yang lebih baik mengenai bidang usaha dan operasi klien

    karena akan diperoleh kesempatan untuk menemui pega'ai kunci dan

    mengamati operasi dari tangan pertama. !iskusi dengan pega'ai di luar 

    bidang akuntansi selama proses peninjauan audit berguna dalam

    mendapatkan perspektif yang lebih luas. Peninjauan langsung atas fasilitas

    fisik akan membantu auditor dalam memahami pengamanan fisik aktiva dan

    menginterpretasikan data akuntansi dengan memberikan kerangka acuan

    dalam visualisasi aktiva.

    #*$ "enelaah kebijakan perusahaan

    7erguna untuk menetapkan apakah manajemen memperoleh 'e'enang

    dari de'an komisaris untuk membuat keputusan tertentu dan untuk

    meyakinkan bah'a keputusan manajemen telah tercermin dalam laporan

    keuangan. Pendekatan yang digunakan kantor akuntan publik dalammenelaah kebijakan perusahaan adalah dengan memasukkan catatan

    dalam berkas permanen mengenai kebijakan penting yang dijalankan oleh

    klien dan nama orang atau kelompok yang ber'enang unutk mengubah

    kebijakan tersebut. 7erkas permanen auditor seringkali memuat sejarah

    perusahaan, daftar jalur usaha utama, dan catatan kebijakan akuntansi yang

    paling penting dari tahun ke tahun .

    #1$ "engidentifikasi pihak(pihak yang memiliki hubungan istime'a

    6ubungan istime'a dalam PA *1 #A **1$ diidentifikasikan sebagai

    5

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    6/28

    perusahaan afiliasi, pemilik utama perusahaan klien, atau pihak lainnya

    yang berhubungan dengan klien dimana salah satu pihak dapat

    mempengaruhi manajemen atau kebijakan operasi pihak lainnya. Transaksi

    hubungan istime'a adalah transaksi antara klien dengan pihak yang

    mempunyai hubungan istime'a, misalnya% transaksi penjualan dan

    pembelian antara perusahaan induk dengan perusahaan anak, pertukaran

    peralatan antara dua perusahaan yang dimiliki oleh orang yang sama, dan

    pinjaman kepda pega'ai.

    0arena transaksi hubungan istime'a harus diungkapkan, penting artinya

    bah'a seluruh pihak yang mempunyai hubungan istime'a diidentifikasi dan

    dimasukkan dalam berkas permanen pada a'al penugasan auditor. 3ara

    umum untuk mengidentifikasi pihak yang memiliki hubungan istime'a

    adalah dengan bertanya kepada manajemen, menelaah arsip modal, dan

    memeriksa daftar pemegang saham untuk mengidentifikasi pemegang

    saham utama.

    #2$ "engevaluasi kebutuhan akan spesialis dari luar 

     Auditor harus memiliki pemahaman yang memadai mengenai industri klien

    untuk menentukan apakah diperlukan seorang spesialis. PA *5 #A**+$

    menetapkan aturan untuk memilih spesialis dan menelaah pekerjaannya.

    3ontohnya adalah penggunaaan seorang spesialis berlian untuk menilai

    biaya penggantian berlian, atau seorang spesialis aktuaris untuk

    menetapkan kelayakan nilai yang tertulis dari cadangan kerugian asuransi.

    Perencanaan yang baik diperlukan untuk meyakinkan bah'a seorang ahli

    siap jika diperlukan dan ba'ah ahli itu benar(benar kompeten dan jika

    mungkin independen terhadap klien.

    )$ "emperoleh nformasi "engenai 0e'ajiban 6ukum 0lien

    Tiga dokumen hukum dan catatan yang berkaitan erat dengan klien yang harus

    diperiksa pada a'al penugasan%

    #&$ Akte pendirian dan anggaran dasar perusahaan

     Akte pendirian perusahaan diterbitkan oleh negara di mana perusahaan

    didirikan dan merupakan dokumen hukum yang penting untuk mengakui

    suatu perusahaan sebagai suatu usaha yang berdiri sendiri. Termasuk di

    dalamnya adalah nama perseroan, tanggal pendirian, jenis dan jumlah

    modal saham yang disahkan unutk ditempatkan dan jenis kegiatan usaha

    yang boleh dilakukan oleh perseroan.

     Anggaran dasar mencakup peraturan dan prosedur yang ditetapkan oleh

    6

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    7/28

    para pemegang saham perseroan. !i dalamnya diuraikan hal(hal seperti

    tahun fiskal perseroan, frekuensi rapat pemegang saham, metode pemilihan

    para direktur, dan ke'ajiban serta 'e'enang dari pada pengurus

    perusahaan.

     Auditor harus memahami persyaratan akte pendirian dan anggaran dasar 

    perusahaan agar dapat menetapkan apakah laporan keuangan disajikan

    secara pantas.

    #)$ otulen rapat

    otulen rapat adalah catatan resmi rapat de'an direksi dan pemegang

    saham. Termasuk di dalamnya adalah ikhtisar masalah terpenting yang

    didiskusikan dalam rapat dan keputusan yang dibuat oleh direksi dan

    pemegang saham. =ika auditor tidak memeriksa notulen, dia tidak akan

    menyadari adanya informasi yang penting untuk menetapkan apakah

    laporan keuangan telah dibuat dengan benar.

    #*$ 0ontrak

    0ontrak adalah perjanjian kerjasama klien dengan pihak lain. Pada

    umumnya kontrak sangat diperlukan dalam setiap bagian audit untuk

    memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai perusahaan dan untuk

    membiasakan diri pada bagian yang mungkin akan menimbulkan masalah.

    !alam memeriksa kontrak, perhatian utama dipusatkan pada segi

    kesepakatan hukum yang mempengaruhi pengungkapan keuangan.

    *$ Pelaksanaan Prosedur Analitis Pendahuluan

    Prosedur analitis adalah evaluasi informasi keuangan yang dilakukan dengan

    mempelajari hubungan logis antara data keuangan dan non keuangan yang

    meliputi perbandingan jumlah(jumlah yang tercatat dengan ekspektasi dari

    auditor.

    Tujuan prosedur analisis dalam perencanaan audit adalah membantu

    perencanaan sifat, saat, dan luas prosedur audit yang akan digunakan untuk

    memperoleh bukti tentang saldo akun atau jenis transaksi tertentu.

    Tujuan pelaksanaan prosedur analitis pendahuluan%

    ( "emahami bidang usaha klien

    ( Penetapan kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan

    hidupnya

    ( ndikasi adanya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan

    ( "engurangi pengujian audit yang terinci

    Tahap(tahap dalam prosedur analisis%

    7

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    8/28

    ( "engidentifikasi perhitungan:perbandingan yang harus dibuat

    ( "engembangkan harapan

    ( "elaksanakan perhitungan:perbandingan

    ( "enganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan

    ( "enyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi

    perbedaan tersebut.

    ( "enentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit.

    1$ "enentukan "aterialitas, "enetapkan ;isiko Audit dan ;isiko 7a'aan

    #&$ "empertimbangkan tingkat materialitas a'al

    "aterialitas merupakam satu diantara berbagai faktor yang mempengaruhi

    pertimbangan auditor tentang kecukupan #kuantitas$ bukti audit. !alam

    membuat generalisasi hubungan antara materialitas dengan bukti audit,perbedaan istilah materialitas dan salah akun material harus tetap

    diperhatikan. emakin rendah tingkat materialitas, semakin besar jumlah

    bukti yang diperlukan #hubungan terbalik$. emakin besar atau semakin

    signifikan suatu saldo akun, semakin banyak jumlah bukti yang diperlukan

    #hubungan langsung$.

    "aterialitas a'al dapat ditentukan melalui dua tahap, yaitu dengan tingkat

    laporan keuangan dan tingkat saldo akun.

    #)$ "empertimbangkan risiko audit dan risiko ba'aan

    ;isiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor tidak memodifikasi

    pendapatnya sebagainya mestinya atas suatu laporan keuangan yang

    mengandung salah saji material. emakin pasti auditor dalam menyatakan

    pendapatnya semakin rendah risiko audit yang auditor bersedia untuk

    menanggungnya.

    2$ "emahami truktur Pengendalian ntern dan "enetapkan ;isiko Pengendalian

    truktur pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan

    untuk memperoleh keyakinan yang memadai bah'a tujuan satuan usaha yang

    spesifik akan dapat dicapai. truktur Pengendalian intern satuan usaha terdiri

    dari tiga unsur% &$ >ingkungan pengendalian, )$ istem akuntansi, *$ Prosedur 

    pengendalian.

    =ika struktur pengendalian intern suatu satuan usaha lemah, maka kemungkinan

    terjadinya kesalahan, ketidakakuratan ataupun kecurangan dalam perusahaan

    sangat besar. 7agi akuntan publik, hal tersebut menimbulkan risiko yang besar,

    dalam arti risiko untuk memberikan opini yang tidak sesuai dengan kenyataan,

     jika auditor kurang hati(hati dalam melakukan pemeriksaan dan tidak cukup

    8

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    9/28

    banyak mengumpulkan bukti(bukti yang mendukung opini yang diberikannya.

    >angkah pertama dalam memahami pengendalian intern klien adalah dengan

    mempelajari unsur(unsur pengendalian intern yang berlaku. >angkah berikutnya

    adalah melakukan penilaian terhadap efektivitas pengendalian intern dengan

    menentukan kekuatan dan kelemahan pengendalian intern tersebut. =ika auditor 

    telah mengetahui bah'a pengendalian intern klien di bidang tertentu adalah

    kuat, maka ia akan mempercayai informasi keuangan yang dihasilkan. Oleh

    karena itu ia akan mengurangi jumlah bukti yang dikumpulkan dalam audit yang

    bersangkutan dengan bidang tersebut. 8ntuk mendukung keyakinannya atas

    efektivitas pengendalian intern tersebut, auditor melakukan pengujian

    pengendalian #test of control $.

    +$ "engembangkan ;encana Audit dan Program Audit!alam perencanaan audit terhadap asersi individual atau golongan transaksi,

    auditor dapat memilih strategi audit a'al Primarily subtantive approach.  Pada

    strategi ini, auditor lebih mengutamakan pengujian substantif daripada pengujian

    pengendalian. Auditor relatif lebih sedikit melakukan prosedur untuk memperoleh

    pemahaman struktur pengedalian intern klien. trategi ini lebih banyak dipakai

    dalam audit yang pertama kali daripada atas klien lama.

    trategi ini digunakan apabila auditor, atas dasar pengalaman maupun tahap

    perencanaan sebelumnya, menemukan kondisi sebagai berikut%

    ( Pengendalian yang terkait dengan suatu asersi, tidak efektif. Oleh karena itu,

    salah saji tidak akan dapat dicegah atau dideteksi oleh struktur pengendalian

    intern klien. Auditor kemudian menguji apakah salah saji yang tak terdeteksi

    oleh struktur pengendalian intern klien tersebut, dapat dideteksi oleh prosedur 

    audit. !engan demikian, auditor akan lebih banyak melakukan pengujian

    substantif.

    ( 7iaya untuk melaksanakan% &$ Prosedur tambahan untuk menghimpun

    pemahaman struktur pengendalian intern, )$ est of control  untuk mendukung

    lo!er assessed level of control ris"  melebihi biaya untuk melaksanakan test

    substantif yang lebih ekstensif.

    =ika kita bandingkan dengan "ulyadi #)--)$, maka tahapan perencanaan audit

    terbagi menjadi / elemen, sebagai berikut%

    &$ "emahami 7isnis 0lien

    )$ "elaksanakan Prosedur analitik

    *$ "empertimbangkan tingkat materialitas a'al

    9

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    10/28

    1$ "empertimbangkan risiko ba'aaan

    2$ "empertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo a'al, jika

    perikatan dengan klien berupa audit tahun pertama

    +$ "engembangkan strategi audit a'al terhadap assersi signifikan

    /$ "emahami pengendalian intern.

    !ari elemen(elemen diatas dapat diuraikan sebagai berikut%

    &$ "emahami 7isnis dan ndutri 0lien

    ebelum auditor melakukan verifikasi dan analisis transaksi atau akun(akun

    tertentu, ia perlu mengenal lebih baik industri tempat klien berusaha serta

    kekhususan bisnis klien. Pemahaman atas bisnis klien memberikan panduan

    tentang sumber informasi bagi auditor untuk memahami bisnis dan industri klien%

    #&$ Pengalaman sebelumnya tentang entitas dan industtri

    #)$ !iskusi dengan orang dalam entitas

    #*$ !iskusi dengan personel dari fungsi audit intern dan reviu terhadap laporan

    auditor intern.

    #1$ !iskusi dengan auditor lain dan dengan penasihat hukum atau penasihat

    lain yang telah memberikan jasa kepada entitas atau dalam industri.

    #2$ !iskusi dengan orang yang berpengetahuan diluar entitas.

    #+$ Publikasi yang berkaitan dengan indutri.

    #/$ Perundangan dan peraturan yang secara signifikan berdampak terhadap

    entitas.

    #4$ !okumen yang dihasilkan oleh entitas

    )$ "elaksanakan Prosedur Analitik

    #&$ 0onsep prosedur analitik

    Prosedur analitik meliputi perbandingan jumlah(jumlah yang dicatat atau

    rasio yang dihitung dari jumlah(jumlah yang tercatat, dibandingkan dengan

    harapan yang dikembangkan oleh auditor.

    #)$ Tujuan prosedur analitik dalam perencanaan analitik

    Tujuan prosedur analitik dalam perencanaan audit adalah untuk membantu

    perencanaan sifat, saat, dan luas prosedur audit yang akan digunakan

    untuk memperoleh bukti tentang saldo akun atau jenis transaksi tertentu.

    8ntuk maksud ini, prosedur analitik dalam perencanaan audit harus

    ditujukan untuk%

    ( "eningkatkan pemahaman auditor atas usaha klien dan transaksi atau

    peristi'a yang terjadi sejak tanggal audit terakhir,dan

    10

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    11/28

    ( "engidentifikasi bidang yang kemungkinan mencerminkan risiko tertentu

    yang bersangkutan dengan audit

    Prosedur analitik dapat mengungkapkan%

    ( Peristi'a atau transaksi yang tidak biasa

    ( Perubahan akuntansi

    ( Perubahan usaha

    ( ?luktuasi acak

    ( alah saji

    #*$ Tahap(tahap prosedur analitik

    ( "engidentifikasi perhitungan : perbandingan yang harus dibuat

    ( "engembangkan harapan

    ( "elaksanakan perhitungan:perbandingan

    ( "enganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan

    ( "enyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi

    perbedaan tersebut

    ( "enentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan

    audit

    3) "empertimbangkan Tingkat "aterialitas A'al

    Pada tahap perencanaan audit, auditor perlu mempertimbangkan materialitas

    a'al pada tingkat berikut ini%

    ( Tingkat laporan keuangan

    ( Tingkat saldo akun

    1$ "empertimbangkan ;isiko 7a'aan

    !alam keseluruhan proses audit, auditor mempertimbangkan berbagai risiko,

    sesuai dengan tahap(tahap proses auditnya. Pada tahap perencanaan audit

    auditor harus mempertimbangkan risiko ba'aan yaitu suatu risiko salah saji

    yang melekat dalam saldo akun atau asersi tentang saldo akun.

    5) "empertimbangkan 7eberapa ?aktor yang 7erpengaruh terhadap aldo A'al,

     jika Perikatan dengan klien berupa audit tahun pertama.

    >aporan keuangan tidak hanya menyajikan posisi keuangan dan hasil usaha

    tahun berjalan, namun juga mencerminkan dampak%

    ( Transaksi yang dimasukkan dalam saldo yang diba'a ke tahun berikutnya

    dari tahun(tahun sebelumnya

    ( 0ebijakan akuntansi yang diterapkan dalam tahun(tahun berikutnya

    0edua hal tersebut diatas berdampak pada saldo a'al,dalam suatu perikatan

    11

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    12/28

    audit tahun pertama, sebelumnya auditor tidak memperoleh bukti audit yang

    mendukung saldo a'al tersebut

     Auditor harus memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk meyakini

    bah'a%

    ( aldo a'al tidak mengandung salah saji yang mempunyai dampak material

    terhadap laporan keuangan tahun berjalan

    ( aldo penutup tahun sebelumnya telah ditransfer dengan benar ke tahun

    berjalan atau telah dinyatakan kembali

    ( 0ebijakan akuntansi yang semestinya telah diterapkan secara konsisten.

    ifat dan lingkup bukti audit yang harus diperoleh auditor berkenaan dengan

    saldo a'al tergantung pada %

    ( 0ebijakan akuntansi yang dipakai oleh entitas yang bersangkutan

    ( Apakah laporan keuangan entitas tahun sebelumnya telah diaudit, dan jika

    demikian apakah pendapat auditor atas laporan keuangan tersebut berupa

    pendapat selain pendapat 'ajar tanpa pengecualian

    ( ifat akun dan risiko salah saji dalam laporan keuangan tahun berjalan

    +$ "engembangkan trategi Audit A'al terhadap Asersi ignifikan

     Ada dua strategi audit a'al yang dapat dipilih oleh auditor%

    #$% Primarily substantive approach

    #&% Lo!er assessed level of control ris" approach

    /$ "emahami Pengendalian ntern 0lien

    alah satu tipe bukti yang di kumpulkan oleh auditor adalah pengendalian intern.

    =ika auditor yakin bah'a klien telah memiliki pengendalian intern yang baik,

    yang meliputi pengendalian terhadap penyediaan data yang dapat dipercaya dan

    penjagaan kekayaan serta catatan akuntansi, jumlah bukti audit yang harus

    dikumpulkan oleh auditor akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan jika

    keadaan pengendalian internnya jelek. >angkah pertama dalam memahami

    pengendalian intern klien adalah dengan mempelajari unsur(unsur pengendalian

    intern yang berlaku. >angkah berikutnya dengan adalah melakukan penilaian

    terhadap efektivitas pengendalian intern dengan menentukan kekuatan dan

    kelemahan pengendalian intern tersebut.

    =ika auditor telah mengetahui bah'a pengendalian intern klien dibidang tertentu

    adalah kuat, maka ia akan mempercayai informasi keuangan yang dihasilkan.

    Oleh karena itu, ia akan mengurangi jumlah bukti yang dikumpulkan dalam audit

    12

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    13/28

    yang bersangkutan dengan bidang tersebut. 8ntuk mendukung keyakinannya

    atas efektivitas pengendalian intern tersebut, auditor melakukan pengujian

    pengendalian #test of control $.

    B. Strategi Audit

    "enyusun rencana dan strategi audit adalah bagian dari tahap pertama dalam proses

    audit, yakni tahap penilaian risiko.

    ISA $%% menyebutkan strategi audit adalah sebagai berkut%

     Alinea /

     Auditor 'ajib menyusun strategi audit secara menyeluruh berisi lingkup, pengaturan

    'aktu dan arahan audit, yang menjadi petunjuk pengembangan rencana audit.

     Alinea 4

    !alam menyusun strategi audit secara menyeluruh, auditor 'ajib%

    a$ "engidentifikasi ciri(ciri penugasan yang menjadi acuan bagi lingkup auditnyab$ "emastikan tujuan pelaporan dalam penugasan ini untuk merencanakan

    pengaturan 'aktu audit dan sifat komunikasi yang harus dilakukanc$ "emperhitungkan faktor(faktor yang dalam kearifan profesionalnya, penting untuk

    mengarahkan upaya(upaya [email protected]$ "emperhitungkan hasil(hasil dari kegiatan pra(penugasan ini, termasuk

    menentukan apakah pemahaman yang diperoleh partner penugasan dari

    penugasan lain memang relevan bagi entitas [email protected] dane$ "emastikan sifat, 'aktu, dan luasnya sumber daya yang diperlukan untuk

    melaksanakan penugasan ini.

    Perencanaan dilakukan pada dua tingkat. Tingkat pertama adalah straregi audit secara

    menyeluruh #overall audit strategy$, tingkat kedua adalah rencana audit terinci #detailed

    audit plan$

    Penyusunan strategi audit secara menyeluruh dimulai pada a'al penugasan, kemudian

    diselesaikan dan dimutakhirkan sesuai informasi yang diperoleh dari%

    a$ Pengalaman di masa lalu dengan entitas tersebutb$ 0egiatan pendahuluan dalam tahapan pra(penugasanc$ Pembicaraan dengan kliend$ Penugasan lainya yang dilakukan pada klien tersebut pada periode yang samae$ Pembahasan dan pertemuan dengan anggota tim auditf$ umber(sumber eksternal lainya seperti artikel, koran dllg$ nformasi baru, prosedur audit yang gagal

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    14/28

    komposisi dan ukuran tim audit, pengalaman di masa lalu dengan entitas itu, dan situasi

    yang dihadapi dalam melaksanakan audit.

    &. Men'uun Strategi Audit Men'e(uru#

    trategi Audit "enyeluruh mendokumentasikan keputusan kunci yang dianggap

    penting dalam merencanakan audit dan mengkomunikasikan hal(hal penting kepada

    anggota tim dengan baik. trategi audit menyeluruh juga mendokumentasikan

    keputusan yang berasal dari langkah(langkah perencanaan. 7erikut langkah(langkah

    yang harus ditempuh dalam menyusun strategi audit%

    LANGKAH-LANGKAHDASAR

    PENJELASAN

    Cara memulainya   • Lakukan kegiatan pra-penugasan

    • Kumpulkan informasi yang relevan tentang entitas seperti hasil

    usaha tahun berjalan, hasil audit tahun lalu, dan perubahan penting

    tahun ini

    • Tunjuk staf, pengendali mutu, dan ahli yang diperlukan

    • Menjadwalkan pertemuan tim audit dan partner membahas

    kemungkinan salah saji yang material

    • Tentukan tanggal penting dimana hal-hal penting dalam proses

    audit harus dilakukan (stock opname persedian, konfiramsi dengan

    pihak eksternal, dll

    Menilai resiko dan

    memberikan tanggapan

    • Tentukan matrealitas untuk laporan keuangan se!ara keseluruhan,

    dan performance matreality 

    • Tentukan sifat dan luasnya prosedur penilaian resiko yang harus

    dilakukan dan siapa yang melaksanakannya

    • "esudah resiko dinilai pada tingkat laporan keuangan, buat

    tanggapan yang tepat dan masukan juga dampak terhadap

    prosedur audit selanjutnya yang harus dilaksanakan

    • Komunikasikan garis besar lingkup dan waktu yang diren!anakan

    untuk audit itu kepada TC#$ (Those Charged With Governance

    Mutakhirtkan dan ubah strategi audit dan ren!ana audit jika adaperubahan situasi

    Pada saat risiko salah saji yang material telah diidentifikasi dan dinilai, strategi audit

    menyeluruh #termasuk penerapan 'aktu, staf yang akan digunakan, dan

    supervisinya$ dapat difinalkan, dan rencana audit terinci dapat disusun.

    2. Do!u)entai Strategi Audit

    !okumentasi mengenai strategi audit menyeluruh memuat hal(hal penting yang bias

    dilihat dalam tabel berikut%

    14

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    15/28

    Dokumen Penjelasan

    Ciri-!iri penugasan   • %&% yang akan digunakan

    • Laporan tambahan yang diminta seperti laporan yang disyaratkan

    oleh regulator

    • 'ukti yang diperlukan dari organisasi penyedia jasa di luar entitas

    • enggunaan bukti yang diperoleh dalam audit yang lalu• Tersedianya pegawai dan data klien

    Tujuan pelaporan   • )adwal pelaporan yang harus diikuti oleh entitas

    • )adwal pertemuan dengan manajemen * TC#$ untuk membahas+

    a "ifat, waktu dan luasnya pekerjaan auditb "tatus pekerjaan audit selama penugasan! Laporan auditor dan komunikasi lainnya

    • )adwal pertemuankomunikasi antar anggota tim audit untuk

    membahas+a %aktor risikob "ifat, waktu dan luasnya pekerjaan audit

    ! &eviu atas pekerjaan yang sudah dilaksanakand Komunikasi lain dengan pihak ketiga

    %aktor-faktor penting   • Materialitas

    • enilaian awal pada tingkat laporan keuangan se!ara keseluruhan

    dan dampaknya terhadap audit

    • dentifikasi awal mengenai+

    a )enis transaksi, saldo akun, dan pengugkapan yang penting dan

    material

    b .rea dimana ada risiko salah saji yang material yang lebih besar• 'agaimana mengingatkan anggota tim untuk senantiasa

    melaksanakan skeptisisme profesional dalam mengumpulkan dan

    megevaluasi bukti audit

    • /asil audit lalu yang relevan termasuk kelemahan dalam

    pengendalian intern dan tanggapan atau tindak lanjut manajemen

    • embahasan dengan stafpartner K. yang memberikan jasa lainnya

    kepada entitas

    • 'ukti mengenai sikap manajemen terhadap pengendalian intern, dan

    tekanan mengenai pentingnya pengendalian intern dalam entitas itu

    • 0olume transaksi, yang mungkin akan menentukan apakah lebih

    efisien bagi auditor untuk per!aya pada pengendalian intern

    erubahan *

    perkembangan penting

    • erkembangan bisnis yang penting yang mempengaruhi entitas,

    termasuk perubahan

    • T, perubahan dalam manajemen kun!i, dan merger, akuisisi, dan

    divestasi

    • erkembangan industri yang penting

    • erubahan penting dalam %&%

    • erkembangan penting yang lain seperti perubahan dalam

    lingkungan hukum, dll

    15

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    16/28

    "ifat, waktu, dan luasnya

    sumber daya yang

    diperlukan

    • Tim audit

    • embagian tugas di antara staf, termasuk pertimbangan pengalaman

    dan keahlian jika dinilai ada risiko salah saji yang lebih tinggi

    • .nggaran untuk penugasan, termasuk anggaran waktu yang !ukup

    untuk area yang berisiko salah saji yang lebih tinggi

    $. Strategi audit "enda#u(uan

    trategi audit pendahuluan dapat didefinisikan sebagai proses penyusunan petunjuk

    audit dan penyamaan persepsi dalam tim audit dengan fokus kegiatan audit yang

    akan dilakukan.

    !alam menyusun strategi audit pendahuluan terdapat dua pendekatan yang dapat

    digunakan yaitu Primarily Substantive Approach  dan Lo!er Level of 'ontrol (is" 

     Approach.&$ Pendekatan Tertutama ubstantif #Primarily Substantive Approach%

    !alam strategi audit ini, auditor mengumpulkan semua atau hampir semua bukti

    audit dengan menggunakan pengujian substantif dan auditor sedikit meletakkan

    kepercayaan atau tidak mempercayai pengendalian intern. Pendekatan ini

    biasanya mengakibatkan penaksiran risiko pengendalian pada tingkat atau

    mendekati maksimum. Pada dasarnya ada tiga alasan mengapa auditor 

    menggunkan pendekatan ini%

    • 6anya terdapat sedikit #jika ada$ kebijakan dan prosedur pengendalian intern

    yang relevan dengan perikatan audit atas laporan keuangan, sebagai contoh

    auditor akan menjumpai sedikit kebijakan dan prosedur pengendalian intern

    dalam audit atas laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan kecil

    yang dioperasikan sendiri oleh pemiliknya. !alam situasi ini, auditor akan

    mencurahkan usaha sedikit terhadap pengendalian, dan akan

    menitikberatkan pengumpulan bukti auditnya terutama dari pengujian

    substantif.

    • 0ebijakan dan prosedur pengendalian intern yang berkaitan dengan asersi

    untuk akun dan golongan transaksi signifikan tidak efektif. ebagai contoh,

    pengendalian atas transaksi pembelian dan pengeluaran kas yang lemah,

    sehingga auditor merencanakan jauh sebelumnya untuk melakukan

    pengujian substantif secara luas terhadap asersi kelengkapan utang usaha.

    • Peletakan kepercayaan besar terhadap pengujian substantif lebh efisien

    untuk asersi tertentu. "isalnya dalam audit atas aktiva tetap, auditor 

    menggunakan pengujian substantif terhadap penambahan, penghentian

    pemakaian. Penjagaan fisik aktiva tetap untuk membuktikan asersi

    16

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    17/28

    keberadaan aktiva tetap tersebut. Auditor tidak melakukan pengujian

    pengendalian atas transaksi penambahan, penghentian pemakaian,

    penjagaan fisik aktiva tetap, jika hanya terdapat sedikit transaksi yang

    berkaitan dengan aktiva tetap. Pengumpulan bukti audit melalui pengujian

    substantif lebih efisien dibandingkan dengan pengujian pengendalian.

    )$ Pendekatan ;isiko Pengendalian ;endah

    !alam pendekatan ini, auditor meletakkan kepercayann moderat atau pada

    tingkat kepercayaan penuh terhadap pengendalian, dan sebagai akibatnya

    auditor hanya melaksanakan sedikit pengujian substantif.

    Perbandingan kedua pendekatan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut%

    Primarily Substantive Approa! Lo"er Level o# $ontrol Risk Approa!

    Tingkat risiko pengendalian yang diren!anakanditetapkan maksimum

    Tingkat risiko pengendalian yang diren!anakanditetapkan moderatrendah

    emahaman " minimum emahaman " mendalam

    engujian pengendalian sedikit engujian pengendalian ekstensif

    engujian substantif ekstensif Membatasi pengujian substantif

    C. Materia(ita

    1. Pengertian Materia(ita7erdasarkan ?A7 #?ederal Accounting tandard 7oard$ pengertian materialitas

    adalah )he magnitude of an omission or misstatemen of accounting information

    that, in the light surronding cicumstances ma"es it probable that the *udgment of a

    reasonable person relying on the information !ould have been cahnged or 

    influenced by the omission or misstatement+  jika diartikan maka materialitas adalah hilangnya informasi keuangan atau salah saji

    yang mungkin dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.

    2. Materia(ita da(a) Audit La"oran *euangan

    tandar Audit mensyaratkan auditor untuk memutuskan berapa besar toleransi salah

    saji yang dianggap material. Penentuan batas materialitas teresebut harus

    terdokumentasikan dan menjadi panduan #guideline$ saat melaksanakan penugasan

    audit. emakin rendah batas materialitas yang ditetapkan maka semakin banyak

    bukti audit yang harus di audit. Penetapan besarnya batas materialitas tidak memiliki

    panduan yang baku, hanya semata(mata  professional *udgment , proses bisnis

    rekanan, faktor kualitatif lainnya.

    17

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    18/28

    7atas materialitas tersebut bersifat relatif dan tidak sama untuk setiap penugasan

    audit. ebagai contoh, salah saji kas sebesar ;p&-.---.---,(mungkin saja material

    untuk 8"0" tetapi salah saji kas sebesar ;p&-.---.---,( tidak menjadi material

    untuk perusahaan terbuka yang sudah go public . 0arena materialitas bersifat relatif 

    maka dianjurkan untuk menetapkan acuan dari materialitas. 7iasanya acuan yang

    digunakan untuk menetapkan materialitas adalah persentase dari net income, net 

    sales, atau total asset .

    $. Lang!a# Peneta"an Materia(ita

    !alam menetapkan batas materialitas tidak terdapat peraturan yang baku tentang

    cara menetapakan batasan tersebut akan tetapi secara umum ada lima langkah

    untuk menetapkan batas materliatas tersebut%

    >angkah *(2 biasanya dapat dijadikan satu langkah menjadi "engestimasi salah saji

    di setiap bagian dan membandingkan total salah saji dengan panduan pentepan

    materialitas dengan langkah(langkah sebagai berikut%

    18

    Sumber: Arens, Auditing and AssuranceServices

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    19/28

    &$ "entapkan panduan #guideline$ dalam menetapkan materilitasPanduan #guideline$ dalam materilitas umumnya ditetapkan oleh auditor senior pada

    firma kantor akuntan publik tersebut. Panduan tersebut dituangkan sebagai surat

    atau peraturan yang akan menjadi dokumen audit.3ontoh panduan materialitas%

    )$ "embagi materialitas tersebut ke dalam bagian(bagian

    etelah panduan materialitas ditetapkan oleh auditor senior dalam kantor 

    akuntan publik tersebut, selanjutnya tim audit akan membagi batas

    materilitas tersbut ke bagian(bagian di laporan keuangan. saat

    mengalokasi materialitas tersebut tim audit mempertibangkan tiga faktor 

    yaitu%

    19

    Sumber: Arens, Auditing and AssuranceServices

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    20/28

    #&$ !ugaan akun yang memiliki risiko salah saji yang paling besar #)$ 0emungkinan adanya lebih saji dan kurang saji#*$ 7iaya dan efektivitas pengujian terhadap pemeriksaan suatu akun

    3ontoh alokasi materialitas dan pertimbangannya%

    *$ "engestimasi salah saji di setiap bagian dan membandingkan total salah saji

    dengan panduan penetepan materialitassetelah alokasi ditetapkan untuk setiap akun, maka pelaksanaan audit dapat

    dilakukan dan mencari salah saji di setiap posnya dengan prosedur audit

    yang telah ditetapkan dalam perencanaan audit. salah saji yang berhasil

    ditemukan selanjutnya dihitung dan dibandingka dengan panduan

    materialitas yang telah ditetapkan sebelumnya.

    20

    Sumber: Arens, Auditing and AssuranceServices

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    21/28

    7iasanya pertimbangan materialitas mencakup pertimbangan kuantitatif dan kualitatif 

    berkaitan dengan hubungan salah saji dengan jumlah kunci tertentu dalam laporan

    keuangan. Pertimbangan kualitatif berkaitan dengan penyebab salah saji. uatu

    salah saji yang secara kuantitatif tidak material dapat secara kualitatif material,

    karena penyebab yang menimbulkan salah saji tersebut.3ontoh pertimbangan factor kuantitatif adalah sebagai berikut%

    • 6ubungan salah saji dengan jumlah kunci tertentu dalam laporan seperti%

    • >aba bersih sebelum pajak dalam laporan keuangan

    • Total aktiva dan ekiutas pemegang saham dalam neraca

    ?aktor kualitatif seperti%

    • 0emungkinan terjadinya pembayaran yang melanggar hukum dan kecurangan

    • yarat yang tercantum dalam perjanjian penarikan kredit dari bank yang

    mengharuskan klien untuk mempertahankan beberapa ratio keuangan pada

    tingkat minimum tertentu.

    •  Adanya gangguan dalam trend laba

    • ikap manajemen terhadap integritas laporan keuangan

    +. E)"at !one" )ateria(ita

    1) "aterialitas untuk >aporan keuangan secara menyeluruh #overall materiality$"aterialitas untuk >aporan keuangan secara menyeluruh #overall materiality$

    didasarkan atas persepsi auditor mengenai kebutuhan informasi keuangan dari

    pemakai laporan keuangan ini #umumnya dan seharusnya$ ditetapkan sebesar 

    angka materialitas yang digunakan pembuat laporan keuangan.

    21

    Sumber: Arens, Auditing and AssuranceServices

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    22/28

    ekali ditetapkan, angka overall materiality  menjadi salah satu faktor yang pada

    akhirnya menjadi ukuran yang dipakai untuk menilai sukses atau gagalnya audit.

    "isalnya overall materiality ditetapkan sebesar ;p )- juta. =ika sesudah

    melaksanakan prosedur audit%

    • Tidak ada salah saji yang ditemukan, sehingga auditor memberikan pendapat

    •  Ada salah saji yang tidak dikoreksi melampaui angka materialitas #;p )- juta$

    di dalam laporan keuangan tetapi tidak ditemukan auditor( auditor secara

    keliru memberikan pendapat

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    23/28

    pelaporan keuangan   • &elated-party transa!tion (transaksi istimewa

    • Ketidakpatuhan terhadap perjanjian pinjaman,perikatan

    lainnya, ketentuan perundangan, dan kewajiban

    pelaporan statuter atau yang ditetapkan regulator

    • engeluaan tertentu seperti illegal payments (suap,

    gratifikasi atau biaya eksekutif

    engungkapan utama dalam

    industri yang bersangkutan

    • 'esarnya !adangan dan biaya eksplorasi dala

    perusahaan tambang

    • 'esarnya biaya penelitian dan pengembangan dalam

    perusahaan farmasi

    engungkapan peristiwa

    penting, perubahan penting

    dalam operasi

    • 'isnis yang baru diakusisi atau perluasan perusahaan

    • Kegiatan usaha yang diberikan

    • eristiwa luar biasa atau !ontingen!ies (seperti tuntutan

    hukum

    • erkenalan produk atau jasa baru

    1$ pecific Performance "aterialitypecific Performance "ateriality ditetapkan lebih rendah dari angka pecific

    materiality, untuk memastikan pekerjaan audit yang cukup, dilaksanakan untuk

    mengurangi ke tingkat rendah yang tepat, probabilitas salah saji yang tidak

    dikoreksi dan yang tidak terdeteksi melebihi pecific materiality.

    . Mendo!u)entai!an Materia(ita

    0arena angka materialitas ditentukan berdasarkan kearifan profesional, sangatlahpenting faktor(faktor dan angka(angka yang digunakan dalam materialitas pada

    berbagai tingkat, didokumentasikan dengan baik. !okumentasi ini terjadi selama%&$ Tahao perencanaan, ketika keputusan dibuat mengenai luasnya pekerjaan audit

    yang harus dilaksanakan)$ Audit, jika berdasarkan temuan audit, diperlukan revisi atas overall materiality

    atau performance materiality untuk jenis transaksi, saldo akun atau disclosures

    tertentu.

    D. SAMPLING Audit sampling #sampling$ menurut tujuan nternational tandards on Auditing #A$

    merupakan penerapan prosedur audit dengan item di ba'ah &--B dari populasi yang

    mempunyai relevansi audit, sedemikian rupa sehingga semua samping units

    mempunyai peluang untuk dipilih, agar auditor dengan dasar yang layak dapat menarik

    kesimpulan mengenai seluruh populasi.

    7ukti audit yang cukup dan tepat dapat diperoleh dengan memilih dan memeriksa

    dengan cara sebagai berikut%

    &$ emua item, dilakukan apabila%• Populasi terdiri atas sedikit items yang masing(masingnya bernilai tinggi

    23

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    24/28

    •  Ada risiko signifikan dan cara(cara lain tidak memberikan bukti audit yang cukup

    dan tepat,

    • 3AATs #3omputer Assisted Audit TechniCues atau teknik audit berbantuan

    komputer$ dapat diterapkan dalam populasi yang besar secara elektronik.

    )$ tems yang spesifik, dilakukan apabila%• tems yang spesifik itu bernilai tinggi atau merupakan item utama yang secara

    individu bisa berdampak salah saji yang material

    • emua items di atas nilai tertentu yang ditetapkan secara khusus

    • emua items yang tidak biasa atau sensitif termasuk disclosure mengenai hal(hal

    yang tidak biasa atau sensitif 

    • emua items yang sangat rentan terhadap salah saji

    • emua items yang dapat memberikan informasi tentang hal(hal seperti nature

    atau sifat khas entitas, nature dari suatu transaksi, dan pegendalian internal

    • emua items untuk menguji berfungsinya kegiatan pengendalian tertentu

    *$ tems yang me'akili populasi, dilakukan apabila%• 0esimpulan yang valid dapat ditarik

    • 6asilnya dapat digabungkan dengna hasil dari pengujian lainnya

    • Pemeriksaan seluruh data tidak adakn memberikan kepastian mutlak

    • Penghematan biaya

    Te!ni! a)"(ing

    !alam menentukan banyaknya sampel, auditor menentukan tingkat salah saji yang

    dapat diterima atau tingkat penyimpangan yang dapat diterima. "akin tinggi tingkat

    salah saji yang yang dapat diterima, maka makin sedikit sampel siDe. edangkanapabila tingkat penyimpangan yang dapat diterima ditetapkan sangat rendah berarti

    tidak boleh ada penyimpangan atau dibatasi pada satu penyimpangan saja.

    =enis sampling yang sering digunakan dalam auditing adalah statistical sampling dan

    non statistical sampling #judgemental sampling:judgement sampling$.

    3iri(ciri atau atribut dari statistical sampling%

    - ampel dipilih secara acak- 6asilnya dapat diproyeksikan secara matematis

    edangkan pendekatan yang tidak menggunakan ciri(ciri diatas adalah non(statistical

    sampling

    0etika merencanakan penggunaan statistical sampling, auditor memperhatikan

    tolerable misstatement atau tolerable deviation rate. Tolerable misstatement digunakan

    dalam sampling untuk uji rincian dalam menangani #a$ risiko bah'a gabungan dari

    semua salah saji yang tidak material mengakibatkan laporan keuangan disalahsajikan

    secara material, dan #b$ memberikan margin bagi salah saji yang meungkin tidak

    terdeteksi. edangkan tolerable rate of deviation digunakan dalam uji pengendalian

    24

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    25/28

    dimana auditor menetapkan tingkat penyimpangan dari prosedur pengendalian internal

    yang dirancang untuk memperoleh tingkat asurans yang tepat.

    Menentu!an a)"(e i-e dengan MUS

    !engan metode monetary(unit sampling #"8$, probabilitas terpilihnya suatu item

    adalah proporsial dengan nilai moneter item itu. eperti saldo piutang seorang

    pelanggan, maka piutang bersaldo ;p+- juta mempunyai peluang terpilih sebagai

    sampel tiga kali dibandingkan dengan piutang sebesar ;p)- juta.

    Pe)i(i#an Conidence /actor 

    "akin tinggi confidence factor, makin banyak sampel yang diambil dan makin tinggi

    tingkat pengurangan risiko yang diperoleh.

    Penurunan Risiko $on#i&ene Level $on#i&ene 'ator

    Tinggi 234 5,6

    "edang 76-264 8,9 : ;,5

    &endah 93-

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    26/28

    ampling untuk pengiriman surat konfirmasi piutang dagang

    Pertanyaan (an%%apan

    Tujuan engujian Memastikan eksistensi piutang dengan memilih

    sampel untuk mengirim surat konfirmasi

    &isiko salah saji material .sersi eksistensi piutang, risiko tinggi

    opulasi yang akan diuji "aldo piutang pada akhir tahun>ilai uang dari populasi &p8

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    27/28

    E. C0NT0H *ASUS

    Kasus :

    Tesco P>3 adalah sebuah perusahaan retailer multi nasional yang berasal dari nggris.

    Tesco P>3 diduga melakukan salah saji atas laba bersih sebesar )+* juta poundsterling

    pada laporan keuangan tahun )-&1. alah saji tersebut diduga sengaja dilakukan oleh

    Tesco untuk mendongkrak harga saham di bursa saham. P'3 #Price'aterhouse3ooper$

    merupakan kantor akuntan publik berskala internasional yang ditunjuk untuk melakukan

    audit laporan keuangan Tesco P>3. P'3 dan Tesco P>3 telah melakukan kerjasama

    selama lebih dari *- tahun. Pada laporan keuangan Tahun )-&1, P'3 memberikan opini

    laporan keuangan “unCualified opinion”. Opini laporan 0euangan yang diberikan kepada

    Tesco P>3 menjadi dipertanyakan karena diduga ada salah saji laba bersih sebesar )+* juta

    poundsterling. aat ini, The ?inancial ;eporting 3ouncil #?;3$ sedang melakukan

    investigasi atas skandal tersebut. nvestigasi tersebut dilakukan ?;3 bersama dengan

    kantor akuntan publik !eloitte. 6asil investigasi sementara menduga adanya kesalahan

    pengakuan pendapatan. nvestigasi sampai saat ini masih berlangsung.

    Ana(ii !au1

    &. Pengakuan Pendapatan dan beban

    Tesco P>3 diduga melakukan pengakuan pendapatan yang seharusnya belum diakui

    sebagai pendapatan dimana pendapatan tersebut seharusnya baru bisa diakui pada

    periode tahun yang akan datang. elain itu, Tesco P>3 juga belum mengakui beban yang

    seharusnya sudah dapat diakui. 0esalahan atas pengakuan pendapatan dan beban

    berdampak besar pada salah saji laba bersih hingga mencapai )+* juta poundsterling.

    ). "aterialitas

    P'3 memberikan kebijakan materialitas audit yang dihitung dari besarnya laba bersih.

    0ebijakan P'3 untuk menghitung materialitas dari laba bersih merupakan kebijakan yang

    27

  • 8/19/2019 Perencanaan Audit, Strategi Audit dan Materialitas

    28/28

    salah karena laba bersih yang dilaporkan oleh Tesco P>3 merupakan laba bersih yang

    terdapat salah saji sebesar )+* juta pounsterling. eharusnya P'3 menetapakan acuan

    materilitas dari jumlah aset Tesco P>3 yang relatif bebas salah saji sehingga dapat

    menetapkan batas materialitas yang 'ajar.

    *. ndependensi Auditor P'3 dan Tesco P>3 telah melakukan kerjasama selama lebih dari *- tahun.

    0ebersamaan selama lebih dari *- tahun ini diduga dapat menyebabkan tidak

    indepennya lagi P'3 terhadap Tesco P>3. The ?inancial ;eporting 3ouncil #?;3$

    nggris merekomendasikan untuk mengganti rekanan audit setiap &- tahun. !alam

    praktek ini, Tesco P>3 sudah sangat menyimpang dari rekomendasi The ?inancial

    ;eporting 3ouncil #?;3$ nggris.

    DA/TAR PUSTA*A

     Arens, lder, 7easley. )-&).  Auditing and Assurance Services. e' =ersey % Pearson

    Prentice 6all

    7oynton dkk. )--). "odern Auditing. =akarta % rlangga

    "ulyadi. )--). Auditing, 7uku &. =akarta% alemba mpat.

    ;ahayu, iti 0urnia dan uhayati, ly. )--5. Auditing % 0onsep !asar dan Pedoman

    Pemeriksaan Akuntan Publik. 7andung % Graha lmu

    Tuanakotta, Theodorus ". )-&2. Audit 0ontemporer. =akarta% alemba mpat