akulturasi perkembangan budaya islam

  • View
    2.420

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of akulturasi perkembangan budaya islam

Akulturasi Perkembangan Budaya Islam

Seni BangunanMakam Masjid Masjid I.Bentuk Bangunan

Masjid biasanya berbentuk seperti pendopo yang berbentuk bujur sangkar. Selain itu bentuk atap masjid bukan berbentuk kubah melainkan berbentuk tumpang, yaitu atap yang tersusun semakin ke atas semakin kecil. Tingkatan paling atas berbentuk limas. Jumlah tumpang selalu ganjil (gansal) yaitu 1, 3 atau 5. Puncak atap masjid atau surau biasanya diberi hiasan tambahan kemuncak untuk memberi tekanan akankeruncingannya kemuncak tersebut disebut dengan Mustaka.

5Akulturasi Perkembangan Budaya IslamSeni BangunanSeni Rupa 3Atap Tumpang Masjid Tua Palopo

Atap Tumpang Masjid Banten

Masjid II.Menara

Menara berfungsi sebagai tempat untuk menyerukan azan. Meskipun menara bukan bagian masjid yang harus ada, namun dalam seni bangunan Islam selalu merupakan bagian tambahan yang memberi keindahan. Seperti halnya menara pada masjid Kudus dan masjid Banten. Menara masjid Kudus terbuat dari terakota yang tersusun seperti candi serta diberi atap tumpang sedangkan menara masjid Banten lebih menyerupai mercusuar seperti pada bangunan-bangunan yang terdapat di Eropa.

Menara Masjid Kudus Menara Masjid BantenMasjid III.Letak Masjid

Penempatan masjid di Indonesia terutama masjid jami letaknya sesuai dengan tata letak macapat, yaitu masjid diletakkan disebelah barat alun-alun dekat dengan istana (keraton) yang merupakan simbol tempat bersatunya rakyat dengan rajanya. Misalnya, masjid agung gedhe kauman yang terletak disebelah barat alun-alun dekat dengan keraton Yogyakarta. Ada pula masjid yang dipandang keramat dan dibangun di atas bukit atau di dekat makam. Misalnya, makam sunan giri yang dibangun di dekat masjid Sunan Girikembali

Masjid Gedhe KaumanMasjid Sunan Giri

Makam Kyai Tumenggung SoeronegoroMakam Sunan Sendang DuwurMakam II.Letak Makam

Makam yang berlokasi di dataran dekat masjid agung atau bekas pusat kota kerajaan atau kesultanan biasanya makam-makam sultan atau raja yang pernah berkuasa disana. Misalnya, makam sultan-sultan Demak di samping masjid agung demak. Sedangkan makam yang berlokasi di dataran lain biasanya makam Sunan dan tokoh masyarakat lainnya. Misalnya, makam Sunan Gunung Jati.

Makam Sultan-Sultan DemakMakam Sunan Gunung JatikembaliI.Batu Nisan

Nisan yaitu bangunan dari batu yang menandai adanya sebuah makam. Nisan bercorak Islam biasanya dipahatkan tulisan Arab kadang juga dihiasi kaligrafi.Contoh batu nisan bercorak Islam :- Nisan makam Sultan Malik As-Saleh - Nisan makam Fatimah binti Maemun- Nisan makam Sultan NahrisyahSeni Rupa

Nisan Sultan Malik As-SalehMakam Sultan Nahrisyah

Seni Rupa II.Kaligrafi

Kaligrafi adalah seni melukis indah dengan huruf Arab yang biasanya merupakan rangkaian ayat-ayat suci Al-Quran. Kaligrafi biasanya digunakan untuk menghias ukiran pada pintu atau tiang pada bangunan keraton dan masjid, pada gapura atau pintu gerbang, hiasan pada batu nisan, hiasan pada motif batik, hiasan pada keris dan hiasan pada dinding rumah.Kaligrafi ada pula yang di bentuk menyerupai wayang, binatang atau tumbuh-tumbuhan.Ukiran pada Tiang Keraton Ukiran pada Keris

Kaligrafi Arab menyerupai TumbuhanKaligrafi Arab menyerupai hewan

YuniLisda Mujizat Yustika Astriani Yosua Fitri Hasby Penambahan MateriAnindya : Apa yang di maksud terakotaFerry : mengapa melukis mahluk hidup secara nyata tidak di perbolehkanHanny : proses akulturasi antara budaya dahulu dengan budaya islam

Kedua Bella : adakah dampak negatif dari proses akulturasi islamRini : asal mula kebudayaan batu nisanPuspita : mengapa munculnya mesjid mesjid bernuansa hindu budhaPertanyaan Berkembangnya Kebudayaan Islam di Kepulauan Indonesia telah menambah khasanah budaya nasional Indonesia, serta ikut memberikan dan menentukan corak kebudayaan bangsa Indonesia. Akan tetapi karena kebudayaan yang berkembang di Indonesia sudah begitu kuat di lingkungan masyarakat maka berkembangannya kebudayaan Islam tidak menggantikan atau memusnahkan kebudayaan yang sudah ada. Dengan demikian terjadi akulturasi antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada.Perwujudan kebudayaan hasil akulturasi inilah yang harus kita jaga dan kita lestarikan agar tetap dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi-generasi mendatang.Kesimpulan Sekian,Terima kasih