AKULTURASI BUDAYA DALAM PEMBERIAN NAMA ANAK PADA

  • View
    236

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of AKULTURASI BUDAYA DALAM PEMBERIAN NAMA ANAK PADA

  • AKULTURASI BUDAYA DALAM PEMBERIAN NAMA ANAK

    PADA KELUARGA PERKAWINAN CAMPUR ANTARA SUKU

    BALI DAN NON-BALI DI DESA KALIBUKBUK DAN

    DESA GEROKGAK KABUPATEN BULELENG

    TESIS

    Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

    Mencapai Derajat Sarjana Strata 2

    Magister Linguistik

    Zulfiana Amaliana MZ

    13020213410008

    FAKULTAS ILMU BUDAYA

    UNIVERSITAS DIPONEGORO

    SEMARANG

    2016

  • ii

  • iii

    TESIS

    AKULTURASI BUDAYA DALAM PEMBERIAN NAMA ANAK PADA

    KELUARGA PERKAWINAN CAMPUR ANTARA SUKU BALI DAN NON-

    BALI DI DESA KALIBUKBUK DAN DESA GEROKGAK KABUPATEN

    BULELENG

    Disusun oleh

    Zulfiana Amaliana MZ

    13020213410008

    Telah disetujui oleh Pembimbing

    Penulisan Tesis pada tanggal 19Agustus 2016

  • iv

    TESIS

    AKULTURASI BUDAYA DALAM PEMBERIAN NAMA ANAK PADA

    KELUARGA PERKAWINAN CAMPUR ANTARA SUKU BALI DAN NON-

    BALI DI DESA KALIBUKBUK DAN DESA GEROKGAK KABUPATEN

    BULELENG

    Disusun oleh

    Zulfiana Amaliana MZ

    13020213410008

    Telah Dipertahankan di Hadapan Tim Penguji Tesis

    Pada tanggal 19 September 2016

    dan Dinyatakan Diterima

    Ketua Penguji

    Dr. Nurhayati, M.Hum _______________________

    Penguji I

    Dr. M. Suryadi, M.Hum _______________________

    Penguji II

    Dr. Suharno, M.Ed _______________________

    Penguji III

    J. Herudjati Purwoko, M.Sc., Ph.D _______________________

  • v

    PERNYATAAN

    Dengan ini Saya menyatakan bahwa tesis ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri

    dan di dalamnya tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh

    gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya.

    Pengetahuan yang diperoleh dari hasil penerbitan maupun yang belum/ tidak

    diterbitkan, sumbernya disebutkan dan dijelaskan di dalam teks dan daftar

    pustaka.

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,

    karena atas berkat dan limpahan rahmat-Nya, maka saya dapat menyelesaikan

    tesis dengan judul Akulturasi Budaya dalam Pemberian Nama Anak pada

    Keluarga Perkawinan Campur antara Suku Bali dan Non-Balidi Desa Kalibukbuk

    dan Desa Gerokgak Kabupaten Buleleng.

    Penulisan tesis ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh

    derajat sarjana Strata 2 pada program studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu

    Budaya Universitas Diponegoro.

    Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar

    pada penulisan tesis ini. Oleh karena itu, Saya mengharapkan kritik dan saran

    yang bersifat membangun untuk kelanjutan penelitian dengan tema yang sejenis.

    Selanjutnya, dalam penulisan tesis ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, dan

    dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis

    dengan senang hati menyampaikan terima kasih kepada Yang terhormat:

    1. Dr. Deli Nirmala, M.Hum selaku ketua jurusan Program Studi

    Magister Linguistik yang telah mengesahkan secara resmi judul

    penelitian ini.

    2. Dr. Nurhayati, M.Hum selaku dosen pembimbing yang telah

    memberikan saran, kritik, bantuan, arahan, dan masukan selama Saya

    menyusun dan menyeleseikan tesis ini.

    3. Dr. Suharno, M.Ed, Dr. M. Suryadi, M.Hum, J. Herudjati Purwoko,

    M.Sc., Ph.D, selaku dosen penguji tesis yang telah memberikan

    banyak masukan yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki

    penulisan tesis ini.

    4. Dr. Agus Subiyanto, M.A selaku dosen program studi Magister

    Linguistik yang telah memberikan informasi mengenai data dan tulisan

    yangberkaitan dengan nama diri orang Bali.

  • vii

    5. Keluarga besar M. Zaki MZ dan Hasyim Asyari yang selalu

    memberikan dukungan dan mengiringi tiap tahapan penyelesaian tesis

    ini dengan doa.

    6. Suamiku, Putut Ary Nurmansyah, yang telah membantu terlaksananya

    proses wawancara dengan masyarakat Desa Gerokgak dan Desa

    Kalibukbuk.

    7. Kepala Desa Gerokgak dan Kepala Desa Kalibukbuk beserta staf

    pegawai desa yang telah mempermudah pengambilan data penelitian,

    dan memberikan banyak informasi mengenai hal-hal yang berkaitan

    dengan data penelitian.

    8. Kepala dusun masing-masing Banjar Dinas yang ada di Desa

    Gerokgak dan Desa Kalibukbuk, dan para responden yang telah

    mengijinkan Saya untuk memperkaya informasi mengenai nama diri

    anak pada keluarga perkawinan campur antara suku Bali dan non-Bali.

    Terima kasih, dan semoga pemaparan objek penelitian dalam tesis ini

    mampu memberikan sumbangsih positif bagi kita semua.

    Semarang, 19 September 2016

    Penulis,

  • viii

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL I

    HALAMAN BEBAS PLAGIARISME II

    HALAMAN PERSETUJUAN III

    HALAMAN PENGESAHAN IV

    HALAMAN PERNYATAAN V

    KATA PENGANTAR VI

    DAFTAR ISI VIII

    DAFTAR TABEL XI

    DAFTAR GAMBAR XIII

    DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG XIV

    PEDOMAN TRANSLITERASI XVI

    ABSTRAK XVII

    BAB I PENDAHULUAN 1

    1.1 Latar Belakang 1

    1.2 Rumusan Masalah 3

    1.3 Tujuan Penelitian 4

    1.4 Manfaat Penelitian 4

    1.5 Ruang Lingkup 5

    1.6 Sistematika Penulisan 7

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Penelitian Terdahulu 9

    2.2 Konsep 18

    2.2.1 Sistem Perkawinan Orang Bali 18

    2.2.2 Upacara Adat Masyarakat Bali dalam

    Proses Pemberian Nama 21

    2.2.3 Formulasi Nama Orang Bali 24

  • ix

    2.2.3.1 Nama untuk Penanda Gender 27

    2.2.3.2 Nama untuk Penanda Wangsa 28

    2.2.3.3 Nama untuk Penanda Genetik 33

    2.2.3.4 Nama untuk Penanda Urutan

    Kelahiran 33

    2.3 Landasan Teori 35

    2.3.1 Teori Kebermarkahan 36

    2.3.1.1 Kriteria Perilaku 37

    2.3.1.2 Kriteria Struktur 40

    2.3.1.3 Kriteria Frekuensi 41

    2.3.2 Teori Semantik 41

    2.3.3 Teori Antropologi Linguistik 44

    BAB III METODE PENELITIAN

    3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 47

    3.1.1 Desa Gerokgak 49

    3.1.2 Desa Kalibukbuk 50

    3.2 Sumber Data dan Penentuan Informan 51

    3.3 Jenis Penelitian 53

    3.4 Metode Penyediaan Data 54

    3.4.1 Penyediaan Data dengan Teknik

    Dokumentasi 56

    3.4.2 Penyediaan Data dengan Teknik

    Wawancara 57

    3.4.3 Pengambilan Sampel Data 58

    3.5 Metode Analisis Data 60

    3.6 Penyajian Hasil Analisis Data 62

    BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN 64

    4.1 Variasi Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan

    Campur Antara Ayah Suku Bali dan Ibu Suku

    non-Bali 68

    4.1.1 Wangsa Brahmana 68

  • x

    4.1.2 Wangsa Ksatria 84

    4.1.3 Wangsa Wesia 89

    4.1.4 Wangsa Sudra 100

    4.2 Variasi Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan

    Campur Antara Ayah Suku non-Bali dan Ibu

    Suku Bali 132

    4.2.1 Perkawinan Campur antara Laki-Laki

    Suku Non-Bali dengan Perempuan Bali

    dari Wangsa Wesia 133

    4.2.2 Perkawinan Campur antara Laki-Laki

    Suku Non-Bali dengan Perempuan Bali

    dari Wangsa Sudra 136

    4.3 Frekuensi Kemunculan Struktur Nama Diri

    Anak Hasil Perkawinan Campur 149

    4.4 Pengalihan Fungsi Unsur Nama Diri Berdasar

    Formulasi Nama Diri Orang Bali 152

    4.4.1 Penanda Gender pada Nama Depan 153

    4.4.2 Penanda Gender pada Fonem Akhir

    Nama Tengah 154

    4.4.3 Unsur Nama Penanda Gender bagi

    Kaum Triwangsa 155

    4.4.4 Pengalihan Fungsi Unsur Nama

    Pembentuk Konten Nama Depan 156

    BAB V PENUTUP 158

    5.1 Simpulan 158

    5.2 Saran 159

    DAFTARA PUSTAKA 161

    LAMPIRAN

  • xi

    DAFTAR TABEL

    Tabel Halaman

    1. Contoh hasil analisis nama diri bahasa Serbia 11

    2. Tata nama orang Bali berdasarkan urutan kelahiran 26

    3. Struktur nama diri hasil perkawinan campur antara

    laki-laki suku Bali dari wangsa Brahmana dan

    perempuan suku non-Bali 61

    4. Bentuk Formulasi Nama Diri Anak Hasil Perkawinan

    Campur Antara Laki-laki Suku Bali dari Wangsa Brahmana

    dengan Perempuan Suku Jawa 75

    5. Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan Campur antara

    Suku Bali Wangsa Ksatria dan Suku Non-Bali 76

    6. Bentuk Formulasi Nama Diri Anak Hasil Perkawinan

    Campur Antara Laki-laki Suku Bali dari Wangsa Ksatria

    dengan Perempuan Suku Jawa 80

    7. Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan Campur antara

    Suku Bali Wangsa Wesia dan Suku Non-Bali 81

    8. Bentuk Formulasi Nama Diri Anak Hasil Perkawinan

    Campur Antara Laki-laki Suku Bali dari Wangsa Wesia

    dengan Perempuan Suku non-Bali 90

    9. Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan Campur antara

    Ayah Suku Bali Wangsa Sudra dan Ibu Suku Non-

    Bali yang Dibentuk oleh Satu Unsur Nama KT 92

    10. Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan Campur antara

    Ayah Suku Bali Wangsa Sudra dan Ibu Suku Non-

    Bali yang Berjumlah Tiga Unsur Nama 95

    11. Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan Campur antara

    Ayah Suku Bali Wangsa Sudra dan Ibu Suku Non-

    Bali yang Berjumlah Empat Unsur Nama 105

  • xii

    12. Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan Campur antara

    Ayah Suku Bali Wangsa Sudra dan Ibu Suku Non-

    Bali yang Berjumlah Lima Unsur Nama 116

    13. Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan Campur antara

    Ayah Suku Bali Wangsa Sudra dan Ibu Suku Non-

    Bali yang Berjumlah Lima Unsur Nama Pembangun

    KT 118

    14. Struktur Nama Diri Hasil Perkawinan