Akulturasi Budaya

  • View
    49

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

akulturasi budaya

Text of Akulturasi Budaya

PERAN ORGANISASI SOSIAL BERBASIS LOKAL GENIUS: STRATEGI OPTIMALISASI AKULTURASI KEBUDAYAAN TIONGHOA TERHADAP KEBUDAYAAN LOKAL DI ERA GLOBAL

KARYA TULIS ILMIAH REMAJA

BIDANG PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN TIONGHOADISUSUN OLEH:

FATIH AZZAHRANIS: 00205

SITI SHOFIYAH AISYAHNIS: 00238

SMA AR-RISALAH LIRBOYO

KOTA KEDIRI

JAWA TIMUR

2010

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul: Peran Organisasi Sosial Berbasis

Lokal Genius: Strategi Optimalisasi

Akulturasi Kebudayaan Tionghoa

Terhadap Kebudayaan Lokal Di Era Global

2. Pelaksana Kegiatan

Nama Lengkap: Fatih Azzahra

NIS: 00205Sekolah: SMA Ar-Risalah KediriAlamat: Jl. Aula Muktamar 2, KediriNo. Telepon: 0354-770077

Email: zaphyre_luph@yahoo.comNama Lengkap: Siti Shofiyah Aisyah

NIS: 00238Sekolah: SMA Ar-Risalah Kediri

Alamat: Jl. Aula Muktamar 2, KediriNo. Telepon: 0354-770077

Email: 3. Guru Pembimbing

Nama lengkap: Agus Muji Santoso

NIP: -Instansi: SMA Ar-Risalah Kediri

Nomor Telepon/email: 085 856 259 188/

agusmujisantoso@rocketmail.comMenyetujui:

Guru Pembimbing,AGUS MUJI SANTOSO,S.Pd.

Kediri, 10 Januari 2010 Pelaksana Kegiatan,FATIH AZZAHRA

Mengetahui:

Kepala SMA Ar-Risalah Kediri,

MUHAMMAD IKHSAN, S.Pd.I.

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, ungkapan rasa tauhid dan tasyakur kepada Allah Swt atas nikmat-nikmat-Nya karena kami masih diberi kekuatan dan kesempatan untuk menyusun sekaligus menyelesaikan karya tulis yang berjudul Peran Organisasi Sosial Berbasis Lokal Genius : Strategi Optimalisasi Akulturasi Kebudayaan Tionghoa Terhadap Kebudayaan Lokal di Era Global sesuai dengan yang ditargetkan.

Selanjutnya, di dalam karya tulis ini akan mendeskripsikan hasil temuan dilapangan terkait perkembangan dan akulturasi buday aTionghoa pad amasyarakat dan budaya setempat. Di samping itu juga, memaparkan strataegi optimalisasi akulturasi kebudayaan Tionghoa terhadap kebudayaan lokal di era global. Disadari sepenuhnya bahwa hasil yang diperoleh hingga terwujudnya karya tulis ini tidak lepas dari pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya. Dalam kesempatan strategis ini kami sampaikan terima kasih kepada:

1. Muhammad Ikhsan, S.Pd.I, selaku Kepala Sekolah SMA Ar-Risalah Kediri.2. Agus Muji Santoso, S.Pd., selaku Guru Pembimbing Penelitian, terima kasih atas arahan, bimbingan, dan motivasinya untuk terus berkarya,

3. Serta pihak-pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sedemikian rupa sehingga studi ini dapat terlaksana.

Masukan berupa saran dan kritik yang proporsional dan kontruktif dari pembaca pada umunya dan dari kalangan civitas akademika yang berkompeten dibidangnya sangat diharapkan guna memenuhi pencapaian tujuan penyusunan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini dapat memberikan referensi teoritis dan praktis terkait pengembangan budaya asing dalam budaya lokal di Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Kediri, 10 Januari 2010Penyusun

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Fatih AzzahraNIS: 00205Tempat, tanggal lahir: Temanggung, 05 Juni 1994beserta,Nama: Siti Shofiyah AisyahNIS: 00238Tempat, tanggal lahir: Lumajang, 19 Desember 1994Sekolah : SMAAr-Risalah -Kediri

menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya tulis yang kami susun ini benar-benar merupakan hasil karya kami sendiri dan bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain, kecuali yang secara sengaja dan tertulis diacu dalam naskah ini serta yang disebutkan dalam daftar pustaka.

Pembuat pernyataan I ,

FATIH AZZAHRA

NIS: 00205

Kediri, 10 Januari 2010

Pembuat pernyataan II ,

SITI SHOFIYAH AISYAH

NIS: 00238

DAFTAR ISI

Halaman Sampul

Halaman Pengesahan

Kata Pengantar

Pernyataan Keaslian Tulisan

Daftar Isi Ringkasan PENDAHULUANBAB IV HASIL DAN PEMBAHASANBAB V PENUTUPDaftar Pustaka

Lampiran 1: Kerangka Berpikir

Lampiran 2: Format Angket

Lampiran 3: Hasil Pengisian Angket

Lampiran 4: Daftar Responden

Lampiran 5: Gambar Bentuk Akulturasi BudayaI. PENDAHULUAN

II. METODE PENELITIAN

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. SIMPULAN

RINGKASAN

Fatih Azzahra, Siti Shofiyah Aisyah. 2010. Peran Organisasi Sosial Berbasis Lokal Genius: Strategi Optimalisasi Akulturasi Kebudayaan Tionghoa Terhadap Kebudayaan Lokal Di Era Global. Karya Tulis Ilmiah Remaja, SMA Ar-Risalah Kediri. Pembimbing: Agus Muji Santoso.Kata kunci : lokal genius, akulturasi, budaya Tionghoa, budaya lokalBAB IPEDAHULUAN Kebudayaan Indonesia pada hakikatnya dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran Hindu-Budha yang dalam era kini telah berkembang menjadi ajaran keislaman bersifat kejawen dengan pola dasar klasik (kuno). Meskipun begitu, masih terdapat beberapa ajaran religius lain yang mendominasi terhadap aktivitas masyarakat sehar-hari. Khususnya terhadap masyarakat Jawa yang mempercayai tentang hal-hal bersifat mistis dan masih adanya kepercayaan kuno terhadap nenek moyang masing-masing (mantifact). Sehingga tak heran, jika masih dapat ditemukannya budaya-budaya klasik seperti Grebeg Mulud, Kenduri, Sekaten dan lain sebagainya yang dijadikan sebagai aktivitas adat masyarakat setempat. Dengan adanya kebudayaan Jawa yang seperti ini, menyebabkan kebudayaan Indonesia bersifat fleksibel dan selektif dalam menerima dan mengadopsi pengaruh kebudayaan luar.

Perjalanan sejarah menunjukkan bahwa komunikasi dan interaksi antara kebudayaan Indonesia dan budaya-budaya luar seperti Cina dan Eropa, telah menciptakan suatu kreativitas dan inovatif baru dalam mengembangkan budaya-budaya Jawa, khususnya dalam bidang kesenian dan tata moral. Terlebih adanya budaya Cina yang memberikan corak khas terhadap pernak-pernik budaya Jawa, baik dalam seni rupa, pertunjukkan, maupun adat-istiadat. Adanya proses akulturasi tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan di Indonesia bersifat fleksibel dan selektif sehingga tetap mampu bertahan dalam menjaga kemurnian kebudayaan Indonesia itu sendiri. Jika kita lihat saksama, kebudayaan tersebut ternyata juga teraplikasi dalam susunan sistem sosial yang berada di Pulau Jawa. Terbukti dengan gambaran, banyaknya adat tradisi Cina yang masuk di tengah-tengah kebudayaan Jawa tanpa menghilangkan adat-tradisi asli dari budaya-budaya Jawa itu sendiri, yakni berupa kebudayaan tradisional yang mash tetap eksis bertahan sampai modern kini, khususnya di bidang kesenian.

Disamping itu, kebudayaan Jawa juga menyimpan nilai-nilai dasar yang dominan seperti nilai religius, nilai estetika dan nilai solidaritas. Nilai-nilai tersebut diperkirakan mampu bertahan menghadapi berbagai pengaruh globalisasi yang beranekaragam. Namun demikian, perlu kiranya dipahami bahwa ketahanan kebudayaan Jawa memiliki kelemahan ditinjau dari segi melemahnya fungsi bahasa, aksara dan sastra Jawa sebagai unsur dan media kebudayaan dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal.

METODE PENELITIAN

Oleh karena keterbatasan yang dimiliki, penelitian ini berjenis penelitian deskriptif eksploratif (Arikunto, 2007). Maksudnya, memaparkan data yang diperoleh (Suriatmaja, 2008) kemudian mengeksporasi data untuk dipetakan sesuai dengan kerangka berpikir penelitian. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitattif, data berupa non angka dan lebih pada deskripsi data (Sugiono, 2008).

Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan matrik berikut,

No.KegiatanHari keTempat*)

1.Perumusan masalah 1, 2, 3A

2.Studi Pendahuluan2, 3, 4, 5A,B

3.Pengumpulan data2, 3, 4, 5, 6A,B

4.Penyusunan karya tulis4, 5, 6, 7, 8A

5.Pemuktahiran sistesis dan analisis data deskripstif6, 7, 8A

6.Penarikan simpulan 7, 8A

Keterangan*):

A: SMA Ar-Risalah Kediri

B: Komunitas dan tempat ibadah Tri Darma Kediri

Adapun teknik pengumpulan data, baik data primer maupun sekunder dengan menggunakan 3P dari Arikunto, 2008. Meliputi: paper (dengan mengumpulkan informasi berupa media cetak, kajian sebelumnya, jurnal, enklopedia, dan sejenisnya), person (dengan menggunakan angket tertutup) pada 20 responden dengan metode cluster sample, dan place (dengan melaksanakan observasi ke lapangan sesuai dengan kebutuhan). Mengingat studi yang dilakukan berjenis deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif, maka model strategi optimalisasi akulturasi dan simpulan diperoleh dengan cara berpikir deduktif dan induktif (Sugiono, 2008), dan kombinasi keduanya (Wiriatmaja, 2008) sesuai dengan kerangka berpikir penelitian (Nazir, 2006), sehingga diperoleh sintesis model strategi optimalisasi akulturasi kebudayaan Tionghoa dengan kebudayaan lokal sesuai yang diharapkan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR PUSTAKALampiran 1: Kerangka Berpikir

Lampiran 2: Format Angket

Lampiran 3: Hasil Pengisian Angket

Lampiran 4: Daftar Responden

Lampiran 5: Gambar Bentuk Akulturasi Budaya

BAB I

PENDAHULUANA. Latar Belakang PenelitianKebudayaan Indonesia pada hakikatnya dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran Hindu-Budha yang dalam era kini telah berkembang menjadi ajaran keislaman bersifat kejawen dengan pola dasar klasik (kuno). Meskipun begitu, masih terdapat beberapa ajaran religius lain yang mendominasi terhadap aktivitas masyarakat sehar-hari. Khususnya terhadap masyarakat Jawa yang mempercayai tentang hal-hal bersifat mistis dan masih adanya kepercayaan kuno terhadap nenek moyang ma