Click here to load reader

UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

MELALUI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI
DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
Guna Memperoleh Gelar
Kepulauan Selayar
Stambuk/NIM : 451601009
Mengetahui dan Mengesahkan:
Sarjana Ekonomi Universitas Bosowa Makassar
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ketua Program Studi
Universitas Bosowa Ekonomi Pembangunan
Tanggal Pengesahan . . . . . . . . . .
Nama : Andi Fithriyah Iskandar
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa penulisan skripsi ini berdasarkan
hasil penelitian, pemikiran, dan pemaparan asli dari saya adalah karma ilmiah
saya sendiri dan sepanjang pengetahuan saya di dalam naskah skripsi ini tidak
pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu
perguruan tinggi dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau
diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan
disebutkan dalam sumber kutipan daftar pustaka .
Demikian pernyataan saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan
sama sekali.
MELALUI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI
DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
Universitas Bosowa
Asli Daerah (PAD) Melalui Pengembangan Objek Wisata Pantai di Kabupaten
Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan dibimbing oleh Drs. Palipada
Palisuri, M.Si dan Rafiuddin, SE.,M.Si.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh
pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mengembangkan objek
wisata pantai di Kabupaten Kepulauan Selayar dan untuk mengetahui faktor-
faktor yang mendorong dan menghambat dalam pengembangan potensi obyek
wisata pantai di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian
ini adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Kepulauan Selayar
dalam mengembangkan objek wisata pantai dan faktor-faktor yang mendorong
dan menghambat dalam pengembangan potensi objek wisata pantai. Sumber data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah informan dan dokumen di lingkungan
Dinas Kepariwisataan tentang objek wisata pantai di Kabupaten Kepulauan
Selayar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah bahwa upaya yang dilakukan oleh Dinas Kepariwisataan
Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mengembangkan objek wisata pantai ialah
dengan melakukan pelatihan atau penyuluhan sadar wisata kepada masyarakat
desa agar mereka peduli terhadap objek wisata serta melakukan promosi melalui
media sosial, event, majalah, brosur dan tv nasional serta mendatangkan
influencer yang dapat membantu percepatan dalam promosi pariwisata.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang
mendorong pengembangan obyek wisata pantai adalah adanya daya tarik yang
beragam yang dimiliki oleh masing-masing pantai dan wisata budaya yang ada
Sedangkan faktor yang penghambatnya adalah adanya faktor internal, seperti
sarana dan prasarana yang belum memadai, kualitas dan kuantitas sumber daya
manusia masih kurang, kurangnya kesadaran dari para pengusaha usaha jasa
v
kurangnya pedagang di sekitar objek wisata. Saran pada penelitian ini:
Bagi Dinas Kepariwisataan: objek wisata yang telah dikelola harusnya
dijaga dengan baik, harus tetap bersinergi dengan pihak desa ataupun
kelurahan/kecamatan objek wisata tersebut agar pengelolaanya semakin baik dan
melengkapi sarana dan prasarana pada objek wisata pantai agar objek yang
dikelola tidak terbengkalai. Sebaiknya juga Dinas Kepariwisataan melakukan
kerja sama antar kabupaten, dalam hal ini ialah pemerintah Kabupaten Bulukumba
agar wisatawan yang datang di Kabupaten Bulukumba juga bisa diarahkan untuk
berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Selayar karena jarak tempuh antar
kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Kepuluan Selayar hanya memakan waktu
kurang lebih tiga jam via transportasi laut yaitu kapal fery yang tiap hari
beroperasi.
harus tetap terjaga, seperti dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan
sehingga dapat meningkatkan kualitas potensi daya tarik wisata.
Bagi Wisatawan: jika mengunjungi objek wisata pantai, tetap patuhi aturan
dan himbauan yang berlaku, serta tetap menjaga kebersihan pada sekitar objek
wisata.
vi
MELALUI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI
DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
Universitas Bosowa
Andi Fithriyah Iskandar. 2020. Thesis. Efforts to Increase Regional
Original Income (PAD) through the Development of Coastal Tourism Objects in
the Selayar Islands Regency, South Sulawesi Province, guided by Drs. Palipada
Palisuri, M.Si and Rafiuddin, SE., M.Si.
The research objective is to determine the efforts made by the regional
government of Selayar Islands Regency in developing coastal tourism objects in
Selayar Islands Regency and to determine the factors that encourage and hinder
the development of potential coastal tourism objects in Selayar Islands Regency.
This research uses a qualitative approach. The focus of this research is
the efforts made by the Regional Government of Selayar Islands Regency in
developing coastal tourism objects and the factors that encourage and hinder the
development of potential coastal tourism objects. Sources of data used in this
study are informants and documents in the Tourism Office of coastal tourism
objects in Selayar Islands Regency.
The results showed that the results obtained in this study were that the
efforts made by the Tourism Office of Selayar Islands Regency in developing
coastal tourism objects was by conducting training or counseling on tourism
awareness to village communities so that they care about tourist objects and
promote through social media. events, magazines, brochures and national TV as
well as bringing in influencers who can help in tourism promotion.
Based on the results of the study, it can be concluded that the factors that
encourage the development of coastal tourism objects are the various attractions
that each beach and cultural tourism has. While the inhibiting factors are internal
factors, such as inadequate facilities and infrastructure, quality and the quantity of
human resources is still lacking, the lack of awareness of tourism service business
entrepreneurs and the community potential land that is not used and the lack of
traders around tourist objects. Suggestions for this research.
For the Tourism Office: tourism objects that have been managed should
be well maintained, must continue to work in synergy with the village or sub-
vii
district / sub-district of the tourist attraction so that its management is better and
completes the facilities and infrastructure for coastal tourism objects so that the
managed objects are not neglected. It is also advisable for the Tourism Office to
collaborate between districts, in this case the Bulukumba Regency government so
that tourists who come to Bulukumba Regency can also be directed to visit the
Selayar Islands Regency because the distance between Bulukumba and Selayar
Kepuluan districts only takes approximately three hours via sea transportation,
namely the ferry which operates every day.
For private managers: professionalism in managing must be maintained,
such as in providing services to tourists so as to improve the quality of potential
tourist attractions.
For tourists: if you visit a beach attraction, still obey the applicable rules
and advice, and maintain cleanliness around the tourist attraction.
Keywords: Local Revenue, Coastal Tourism Objects
viii
Segala puji serta dengan penuh rasa syukur yang dalam, penulis
memanjatkan doa yang tiada henti-hentinya kepada Allah SWT, pencipta langit
dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, pemilik kesempurnaan, meliputi
segala ilmu pengetahuan serta kuasa yang tiada batas, telah memberikan rahmat,
pengetahuan, kesabaran, keimanan dan taqwa kepada penulis, serta sholawat dan
salam selalu senantiasa tercurahkan dari hati yang paling dalam kepada Nabiullah
Muhammad SAW sebagai pembawa cahaya serta petunjuk kepada seluruh umat
manusia hingga akhir zaman.
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi (S.E) pada Program Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Bosowa. Sebagai seorang manusia yang memiliki kemampuan
terbatas, penulis menyadari bahwa tidak sedikit kendala yang dialami dalam
menyusun skripsi ini. Akan tetapi, berkat pertolongan dariNya dan bantuan dari
berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung kendala tersebut dapat
diatasi. Oleh karenanya, melalui karya ini, penulis mengucapkan terimah kasih
dan penulis mendedikasikan skripsi ini untuk Almarhum ayahanda Drs. Andi
Iskandar, MM dan Ibunda Andi Mulyati Rajab, S.Pd yang selalu memberikan
dukungan serta iringan doa siang dan malam yang tiada henti-hentinya selalu
terucap, terima kasih atas didikannya selama ini, sehingga menjadi satu-satunya
alasan utama skripsi ini bisa terselesaikan. Kepada kelima adik-adikku A.M Salim
ix
Iskandar, A.M Farid Iskandar, A.M Afif Iskandar, A.M Rifqi Iskandar dan
Andi Najla Mutia Iskandar yang tidak pernah putus memberikan keceriaan dan
doa
Terima kasih kepada Opu Bakka Intang, patta Tombong, kak Darma, ,
patta Eppe, kak Fida dan beserta seluruh keluarga besar yang penulis tidak sempat
sebutkan satu persatu, Terima kasih atas dorongan, motivasi, perhatian, dukungan,
dan doanya kala susah dan senang kepada penulis selama ini.
Sehubungan dengan selesainya penulisan skripsi ini, penulis menyadari
tanpa bimbingan, arahan serta dukungan yang sangat berharga dari berbagai pihak
sulit rasanya untuk dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu melalui
penulisan skripsi ini penulis mengucapkan terima kasih serta memberikan
penghargaan yang setingi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah
mengarahkan dan mensupport penulis antara lain kepada:
1. Rektor Universitas Bosowa Bapak Prof. Dr. Ir. Saleh Pallu, M.Eng.
2. Bapak Dr. H. Andi Arifuddin Mane, SE.,M.Si.,SH.,MH selaku Dekan
Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa.
sekaligus Pembimbing II untuk senantiasa memberikan segala dorongan,
motivasi, pengetahuan, dan bimbingan untuk senantiasa tegar dalam
memberikan arahan, terima kasih atas segala keramahannya baik selama
kuliah maupun dalam penyelesaian penulisan tugas akhir ini. Hanya doa yang
dapat penulis persembahkan agar senantiasa mendapatkan curahan Rahmat
dunia dan akhirat.
x
4. Bapak Drs. Palipada Palisuri, SE.,M.Si selaku pembimbing I yang telah
membantu demi kelancaran penyelesaian skripsi.
5. Seluruh Dosen Universitas Bosowa yang telah memberikan ilmu dan
mendidik penulis sehingga wawasan penulis bisa bertambah. Beserta seluruh
staf Fakuktas Ekonomi Universitas Bosowa, terima kasih atas bantuannya
dalam pengurusan Administrasi.
Kabupaten Kepulauan Selayar beserta stafnya, atas pemberian izin kepada
peneliti untuk melakukan penelitian di kantor Dinas Kepariwisataan.
7. Insan OJK KR 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua yang telah menerima penulis
untuk melakukan magang,
8. Nur Fadila dan Nur Aisyah DS yang selalu memberi support dalam
pengerjaan skripsi.
9. Retno Wahyuningsih, Jihan Sapriani, dan Nur Fajriati yang selalu
mendukung dan menghibur penulis saat penulisan skripsi.
10. Teman-teman KKN Gelombang 47 Universitas Bosowa khususnya Posko
Desa Mario: Winda, Irma, Ainun, Wati, Nurul, Ayu, Asriadi, Ade, dan Stebit
terima kasih atas kerja sama, kebersamaan waktu dan kenangan terindah
dengan mengenal kalian selama KKN.
11. Kepada rekan-rekan, senior-senior dan adik-adik di HIMEKPA yang tak
dapat penulis sebut satu per satu, atas didikan, arahan, ilmu, kepercayaan,
motivasinya, menjadi pedoman mengarungi perjalan panjang sebagai
mahasiswa di Universitas Bosowa.
xi
12. Kartel 2016 Fakultas Ekonomi dan teman kelas prodi Ekonomi Pembangunan
yang tidak bisa disebutkan satu per satu.
13. Kepada seluruh teman-teman selama penulis menempuh pendidikan dari SD
Dasar sampai SMA yang telah menjadi teman berbagi cerita sekaligus
memberikan dukungan selama ini terima kasih.
14. Semua pihak yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
Serta kepada semua insan yang tercipta dan pernah bersentuhan dengan
jalan hidup penulis. Kata maaf dan ucapan terima kasih yang tidak terkira atas
semuanya. Sekecil apapun perkenalan itu dalam garis penulis, sungguh suatu hal
yang amat sangat luar biasa bagi penulis diatas segalanya, kepada Allah SWT
yang telah menganugerahkan mereka dalam kehidupan saya.
Makassar, Oktober 2020
Andi Fithriyah Iskandar
2.2 Obyek Wisata ..................................................................................... 18
2.4 Kerangka Pikir.................................................................................... 29
3.3 Jenis dan Sumber Data ....................................................................... 32
3.4 Metode Analisis.................................................................................. 34
4.1. Gambaran Umum Lokasi dan Objek Penelitian ................................. 37
4.2. Deskripsi Data .................................................................................... 45
4.3. Analisis Data ...................................................................................... 68
Tabel 1.2 Jenis Objek Wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar ......................... 3
Tabel 4.1 Nama dan Lokasi Destinasi Pariwisata Kabupaten Kepulauan
Selayar .................................................................................................. 45
Nusantara .............................................................................................. 63
xv
Gambar 2.1 Struktur Organisasi ........................................................................... 43
1
integral dari pembangunan nasional yang diarahkan untuk mengembangkan
daerah dan menserasikan laju pertumbuhan antar daerah di Indonesia. Dalam
pengembangan daerah sudah tentu dibutuhkan peningkatan pendayagunaan
dan potensi daerah secara optimal.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka pembangunan yang
dilaksanakan oleh bangsa Indonesia adalah pembangunan di segala bidang
kehidupan. Pemberlakuan UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan
daerah secara riil merupakan titik tolak yang sangat strategis bagi daerah
untuk dapat menggali, mengembangkan dan mengelola aset-aset yang dimiliki
serta memberdayakannya bagi pembangunan perekonomian daerah setempat.
Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 157 UU. No. 32 Tahun 2004 yang
mengatur sumber-sumber pendapatan daerah yaitu:
a. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
1) Hasil pajak daerah
2) Hasil retribusi daerah
b. Dana Perimbangan
2
PAD merupakan gambaran potensi keuangan daerah, umumnya
mengandalkan unsur pajak daerah dan retribusi daerah. Berkaitan dengan
pendapatan asli daerah dari sektor retribusi, maka daerah dapat menggali
potensi sumber daya alam yang berupa objek wisata. Untunglah di Indonesia,
khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar mempunyai potensi alam yang
cukup besar yang dapat dimanfaatkan oleh daerah untuk meningkatkan
pendapatan asli daerah. Berikut PAD Kabupten Kepulauan Selayar:
TABEL 1.1
PAD KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR No. Uraian APBD-P Realisasi 2019 % Realisasi 2018
1 Pendapatan Pajak
2 Pendapatan
3 Pendapatan Hasil
Jumlah 78.245.400.000,00 73.170.334.484,84 93,51 63.941.473.428,57
Sumber:Badan Pengelolaan Keuangan,Pendapatan dan Asset Daerah
Kabupaten Kepulauan Selayar
kegiatan yang mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menunjang
pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini menjadi salah satu sumber
penghasil devisa negara dan mendorong perkembangan investasi. Dalam
mengembangkan sektor ini, pemerintah berusaha keras membuat rencana dan
berbagai kebijakan untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata.
3
Pariwisata adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan untuk sementara
waktu dari tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan alasan bukan untuk
menetap atau mencari nafkah melainkan hanya untuk bersenang-senang,
memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang atau waktu libur
serta tujuan-tujuan lainnya (Koen Meyers: 2009). Dari pengertian tersebut
dapat diartikan bahwa pariwisata adalah perjalanan untuk memenuhi hasrat
dan keingintahuan akan kepentingan yang berhubungan dengan kesenangan.
Pembangunan kepariwisataan dilakukan secara menyeluruh dan terpadu
dengan sektor-sektor pembangunan lainnya serta antara berbagai usaha
kepariwisataan yang kecil, menengah dan besar agar saling menunjang.
Kabupaten Kepulauan Selayar terletak di ujung selatan pulau Sulawesi
yang memiliki berbagai potensi objek wisata seperti wisata sejarah, wisata
budaya, wisata alam, dan wisata bahari. Salah satu yang terkenal ialah Taman
Nasional Taka Bonerate yang memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia,
sehingga menjadi primadona bagi para wisatawan, khususnya wisatawan
mancanegara. Adapun beberapa obyek wisata lainnya yang terdapat di
Kabupaten Kepulauan Selayar seperti di tabel berikut ini:
TABEL 1.2 JENIS OBJEK WISATA DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
Obyek Wisata Lokasi Obyek Wisata
Wisata Alam/Bahari
Takabonerate
c. Pantai Pa’badilang Kecamatan Bontomatene
d. Pulau Bahuluang Kecamatan Bontosikuyu
e. Kawasan Pasi Gusung (Liang Kareta, Balo
Jaha, Bone Malea)
Tamamelong Resort)
Kecamatan Bontosikuyu
j. Pantai Karang Indah Kecamatan Buki
k. Air Terjun Ohe Gonggong Kecamatan Bontosikuyu
l. Air Terjun Patikore Kecamatan Bontosikuyu
Wisata Budaya/Sejarah
b. Jangkar Raksasa Kecamatan Bontoharu
c. Gong Nekara Kecamatan Bontoharu
d. Makam We Tenri Dio Kecamatan Bontoharu
e. Masjid Tua Gantarang Kecamatan Bontomanai
f. Kuburan Tua Silolo Kecamatan Buki
Wisata Buatan
b. Pusat Wisata Kuliner Kecamatan Benteng
c. Hutan Mangrove Matalalang Kecamatan Bontoharu
d. Puncak Tanadoang Kecamatan Bontomanai
Sumber: www.wikiwand.com
melalui penataan dan pengembangan berbagai objek pariwisata secara gradual
dan sistematis, dengan melengkapi segala fasilitas pendukungnya. Harus
diakui bahwa fasilitas penunjang dan daya tarik berbagai objek wisata di
Kabupaten Kepulauan Selayar belum seluruhnya dalam kondisi baik,
khususnya aksesibilitas menuju ke berbagai objek wisata yang ada, sebagian
besar dalam kondisi yang kurang baik. Selain itu terbatasnya sarana
transportasi, baik kualitas maupun kuantitas dapat menghambat mobilitas
wisatawan menuju objek wisata, serta masih kurangnya informasi tentang
konstelasi objek wisata yang ada. Selain itu belum meratanya pembenahan
sarana dan prasarana disetiap objek wisata yang dapat menarik minat
wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut. Hal itu disebabkan
karena pemerintah daerah masih berfokus pada obyek wisata yang
diunggulkan saja.
5
Dari uraian diatas, perlu disadari oleh pemerintah daerah dalam hal ini
Dinas Kepariwisataan Kabupaten Kepulauan Selayar sangat berperan penting
dalam mengembangkan suatu objek wisata mengingat bahwa objek wisata di
Kabupaten Kepulauan Selayar mempunyai potensi yang sangat besar dalam
menumbuhkan perekonomian dan pendapatan daerah.
Dengan melihat latar belakang diatas maka penulis perlu melakukan suatu
penelitian dengan judul “Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Melalui Pengembangan Objek Wisata Pantai di Kabupaten Kepulauan
Selayar”.
pantai guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)?
b. Faktor-faktor apa saja yang mendorong dan menghambat dalam
pengembangan potensi objek wisata pantai di Kabupaten Kepulauan
Selayar?
a. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah
Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mengembangkan objek wisata pantai
di Kabupaten Kepulauan Selayar
pengembangan potensi obyek wisata pantai di Kabupaten Kepulauan
Selayar
wisata
wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar
1.4.2 Manfaat Praktis
pertimbangan kepada pemerintah daerah upaya peningkatan
Pendapatan Daerah (PAD) melalui pengembangan potensi obyek
wisata.
7
Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang tertuang
dalam pasal 1 butir 15 UU No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara,
pendapatan asli daerah adalah hak pemerintah daerah yang di akui sebagai
penambah nilai kekayaan bersih.
penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, laba perusahaan daerah, dan lain-
lain yang sah.
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan asli daerah
adalah semua penerimaan keuangan suatu daerah, dimana penerimaan
keuangan itu bersumber dari potensi-potensi yang ada di daerah tersebut
misalnya pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain, serta penerimaan
keuangan tersebut diatur oleh peraturan daerah.
Dari ketentuan pasal tersebut di atas, maka pendapatan daerah dapat
dibedakan dalam dua jenis yaitu :
1. Pendapatan Asli Daerah
Sampai saat ini yang termasuk Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan
yang berasal dari daerah itu sendiri dan didapat melalui pajak daerah, retribusi
daerah, BUMD, dan hasil kerjasama dengan pihak ketiga..
8
maksudnya adalah untuk membiayai pengeluaran pemerintah
(Suandy:2008). Pajak daerah merupakan iuran wajib yang dilakukan
oleh orang pribadi atau badan kepala daerah tanpa imbalan langsung
yang seimbang, yang dapat dilaksanakan berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku digunakan untuk membayari
penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah
(Suandy:2011). Pajak daerah sebagai pungutan yang dilakukan
pemerintah daerah yang hasilnya dugunakan untuk pengeluaran umum
yang balas jasang tidak langsung diberikan sedang pelaksanaannya
bisa dapat dipaksakan.
Pasal 2 UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah, jenis pajak kabupaten atau kota terdiri dari:
a. Pajak Hotel
b. Pajak Restoran
c. Pajak Hiburan
d. Pajak Reklame
g. Pajak Parkir
j. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
k. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
Jenis Pajak tersebut dapat tidak dipungut apabila potensinya
kurang memadai dan/atau disesuaikan dengan kebijakan Daerah yang
ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
sebagai berikut:
jasa penginapan yang disediakan sebuah badan usaha tertentu yang
jumlah ruang/kamarnya lebih dari 10. Pajak tersebut dikenakan
atas fasilitas yang disediakan oleh hotel tersebut. Tarif pajak hotel
dikenakan sebesar 10% dari jumlah yang harus dibayarkan kepada
hotel dan masa pajak hotel adalah 1 bulan.
b. Pajak Restoran
yang disediakan oleh restoran. Tarif pajak restoran sebesar 10%
dari biaya pelayanan yang ada diberikan sebuah restoran.
c. Pajak Hiburan
10
menikmati hiburan tersebut. Kisaran tarif untuk pajak hiburan ini
adalah 0%-35% tergantung dari jenis hiburan yang dinikmati.
d. Pajak Reklame
benda, alat, perbuatan, atau media yang bentuk dan coraknya
dirancang untuk tujuan komersial agar menarik perhatian umum.
Biasanya reklame ini meliputi papan, bilboard, reklame kain, dan
lain sebagainya.
Namun, ada pengecualian pemungutan pajak untuk reklame seperti
reklame dari pemerintah, reklame melalui internet, televisi, koran,
dan lain sebagainya. Tarif untuk pajak reklame ini adalah 25% dari
nilai sewa reklame yang bersangkutan.
e. Pajak Penerangan Jalan
Objek dari pajak ini adalah penggunaan tenaga listrik, baik yang
dihasilkan sendiri maupun yang diperoleh dari sumber lain.
Besaran pajak paling tinggi sebesar 10% dari nilai jual tenaga
listrik. Untuk penggunaan tenaga listrik dari sumber lain oleh
industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam, tarif ditetapkan
paling tinggi sebesar 3%. Sedangkan untuk penggunaan tenaga
listrik yang dihasilkan sendiri, tarif ditetapkan paling tinggi sebesar
1,5%.
11
Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan merupakan pajak yang
dikenakan atas pengambilan mineral yang bukan logam seperti
asbes, batu kapur, batu apung, granit, dan lain sebagainya. Namun,
pajak tidak akan berlaku jika dilakukan secara komersial.
Tarif untuk mineral bukan logam sebesar 25%, sedangkan tarif
untuk batuan sebesar 20%.
tempat parkir di luar badan jalan, baik yang berkaitan dengan
pokok usaha atau sebagai sebuah usaha/penitipan kendaraan.
Lahan parkir yang dikenakan pajak adalah lahan yang kapasitasnya
bisa menampung lebih dari 10 kendaraan roda 4 atau lebih dari 20
kendaraan roda 2. Tarif pajak yang dikenakan sebesar 20%.
h. Pajak Air Tanah
Pajak Air Tanah adalah pajak yang dikenakan atas penggunaan air
tanah untuk tujuan komersil. Besar tarif Pajak Air tanah adalah
20%.
Pajak Sarang Burung Walet merupakan pajak yang dikenakan atas
pengambilan sarang burung walet. Tarif pajak sarang burung walet
sebesar 10%.
pajak yang dikenakan atas bumi atau bangunan yang dimiliki,
dikuasi, atau dimanfaatkan.
1. Pajak untuk pajak bumi dan bangunan perdesaan dan
perkotaan yang bernilai kurang dari 1 miliar sebesar 0,1%.
2. Pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan yang
bernilai lebih dari 1…