of 15 /15
UKKIE – UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS) 01/01/2015 STEP 1 Prench sign = pemeriksaanyang dilakukan untuk membedakan antara torsio testis dan epididymitis, dengan cara mngelevasi testis STEP 2 1. Mengapa pasien tampak nyeri dan bengkak pada skrotum kanan saat bangun tidur? 2. Mengapa nyeri dirasakan menjalar ke lipat paha kanan dan tidak berkurang dengan perubahan posisi? 3. Mengapa pasien juga mengeluh mual dan muntah? 4. Mengapa tidak ada riwayat benjolan di lipat paha dan tidak ada riwayat trauma? 5. Interpretasi PF? 6. DD? 7. Bagaimana dengan keadaan testis sebelah kirinya jika yang kanan membengkak? 8. Factor apa saja yang dapat menyebabkan penyakit ini? 9. Anatomi testis? 10. Terapi? 11. Manifestasi klinis? 12. Komplikasi? STEP 3 1. Anatomi testis? Testis dibungkus skrotum,dibawah skrotum ada kulit dan dilapisi = - Tunika dartos - Tunika vaginalis ada lamina parietal dan visceral - Tunika albuginea Lapisan cavum scroti dari luar ke dalam = - Kulit - Tunika dartos - Fascia spermatica eksterna - Fascia cremasterica MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK 1

Ukkie - Urogenital Lbm 5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sgd

Text of Ukkie - Urogenital Lbm 5

ukkie urogenital lbm 5 (torsio testis)

ukkie urogenital lbm 5 (torsio testis)01/01/2015

STEP 1Prench sign = pemeriksaanyang dilakukan untuk membedakan antara torsio testis dan epididymitis, dengan cara mngelevasi testis

STEP 21. Mengapa pasien tampak nyeri dan bengkak pada skrotum kanan saat bangun tidur?2. Mengapa nyeri dirasakan menjalar ke lipat paha kanan dan tidak berkurang dengan perubahan posisi?3. Mengapa pasien juga mengeluh mual dan muntah?4. Mengapa tidak ada riwayat benjolan di lipat paha dan tidak ada riwayat trauma?5. Interpretasi PF?6. DD?7. Bagaimana dengan keadaan testis sebelah kirinya jika yang kanan membengkak?8. Factor apa saja yang dapat menyebabkan penyakit ini?9. Anatomi testis?10. Terapi?11. Manifestasi klinis?12. Komplikasi?

STEP 31. Anatomi testis?Testis dibungkus skrotum,dibawah skrotum ada kulit dan dilapisi = Tunika dartos Tunika vaginalis ada lamina parietal dan visceral Tunika albugineaLapisan cavum scroti dari luar ke dalam = Kulit Tunika dartos Fascia spermatica eksterna Fascia cremasterica M. cremasterica (mengatur suhu testis dengan mendekatkan atau menjauhkan ke rongga abdomen) Fascia spermatica interna Tunika vaginalis propriaTestis dibagi oleh septula septula testis, ada bagian yang tidak tertutupi septula testis yaitu mediastinum testis. Antara tubulus seminiferi controti dan recti ada sel yg menghasilkan makanan untuk kehidupan sperma seperti sel leydig (penghasil testosterone), germ sel, sel sertoli (makanan sperma).TSC TSR ductus efferent ductus epididymis vas deferens ada anyaman yg diebut plexus venosus pampiniformis furniculus spermaticus (predileksi terpuntirnya testis)Innervasi = nyeri di 1/3 distal dijalarkan ke scrotum S2,3 n.genitofemoralis (rami genital : menginervasi pencetus reflek cremaster {motoric},rami femoralis : menginervasi dari dermatomnya misal pada skrotum atau daerah scrotum bagian medial,kalau pada perempuan di labia mayor {sensorik})2. Mengapa pasien tampak nyeri dan bengkak pada skrotum kanan saat bangun tidur?Bengkak bisa karena = Infeksi Masa tumor Cairan hydrocele InflamasiNormalnya di tunika vaginalis hanya menyelimuti bagian anterior,medial.torsio testis ada yg kongenitla dan didapat. Pada yg kongenital,saat bayi karena belum semua jaringan penyangga lengkap,oleh karena itu mudah berubah posisi torsio testis.Kalau yg didapat bisa karena kelainan dari system penyangga (m. cremaster) keadaan tunika vaginalis bukan bagian anterior dan lateralnya saja tapi juga semua testisnya jadi lebih mudah bergerak dan berubah posisi pemluntiran funiculus spermaticus aliran darah ke testistidak sampai lama kelamaan nekrosis.Kalau yang bayo,torsio testis disebut ekstravaginalis (diluar tunika vaginalis, tunika vaginalis ikut terpluntir) . Kalau yg didapat disebut intravaginalis (didalam tunika vaginalis, tunika vaginalisnya tidak ikut terpluntir. Disebabkan kurangnya lapisan penyangga).Tunika vaginalis ada yg parietal dan visceral.Bengkak dulu diantara parietal dan visceral ada cavitas serosa scrotii yang banyak terdapat bangunan peka nyeri testis edem karena pembendungan vaskularisasiTorsio sering terjadi ketika bangun tidur karena ada spasme otot cremasterKalau epididymitis akut dilihat dari prench sign,jika nyeri konstan brrti torsio testis. Kalau epididymitis pada pemeriksaan lab ditemukan leukosit, ultrasonografi druplet peredarahan darah lancer bahkan meningkat. Reflek cremaster (+) pada epididymitis akut.Mengapa yg terkena yg kanan bukan kiri?3. Bagaimana fisiologi pengaturan suhu pada testis?4. Mengapa nyeri dirasakan menjalar ke lipat paha kanan dan tidak berkurang dengan perubahan posisi?5. Bagaimana dengan keadaan testis sebelah kirinya jika yang kanan membengkak?6. Mengapa pasien juga mengeluh mual dan muntah?7. Mengapa tidak ada riwayat benjolan di lipat paha dan tidak ada riwayat trauma?8. Interpretasi PF?9. DD?10. Manifestasi klinis?11. Factor apa saja yang dapat menyebabkan penyakit ini?12. Terapi?13. Komplikasi?

STEP 71. Anatomi testis?Secara anatomi ,Testis adalah organ genitalia pria yang teletak di skrotum. Ukuran tetstis pada orang dewasa adalah 4 x 3 x 2.5 cm. dengan volume 15-25 ml berbentuk ovoid. Kedua buah testis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis. Di luar tunika albugine terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis, serta tunika dartos. Otot kremaster yang berada disekitar testis memungkinkan testis untuk dapat digerakkan mendekati rongga abdomen untuk mempertahankan temperature testis agar tetap stabil.Secara histopatologis, testis terdiri atas 250 lobuli dan tiap lobulus terdiri atas tubuli seminiferi. Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel-sel spermatogonia dan sel Sertoli, sedang di antara tubuli seminiferi terdapat sel-sel Leydig. Sel-sel spermatogonium pada proses spermatogenesis menjadi sel-sel spermatozoa. Sel-sel Sertoli berfungsi memberi makan pada bakal sperma, sedangkan sel-sel Leydig atau disebut sel-sel interstisial testis berfungsi dalam menghasilkan hormone testosterone.Sel-sel spermatozoa yang diproduksi di tubuli seminiferi testis disimpan dan mengalami pematangan/maturasi di epididimis. Setelah matur (dewasa) sel-sel spermatozoa bersama-sama dengan getah dari epididimis dan vas deferens disalurkan menuju ke ampula vas deferens. Sel-sel itu setelah bercampur dengan cairan-cairan dari epididimis, vas deferens dan vesikula seminalis, serta cairan prostate, membentuk cairan semen atau mani.Testis mendapat darah dari beberapa cabang arteri, yaitu arteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta, arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior, dan arteri kremasterika yang merupakan cabang arteri epigastrika. Pembuluh vena yang meninggalkan testis berkumpul meninggalkan testis berkumpul membentuk pleksus Pampiniformis. Pleksus ini pada beberapa orang mengalami dilatasi dan dikenal sebagai varikokel.

2. Mengapa pasien tampak nyeri dan bengkak pada skrotum kanan saat bangun tidur?3. Mengapa yg terkena yg kanan bukan kiri?Torsio testis terjadi bila testis dapat bergerak dengan sangat bebas. Pergerakan yang bebas tersebut ditemukan pada keadaan-keadaan sebagai berikut :1. Mesorchium yang panjang.2. Kecenderungan testis untuk berada pada posisi horizontal.3. Epididimis yang terletak pada salah satu kutub testis.

Scott, Roy, Deane, R.Fletcher. Urology Ilustrated. London and New York : Churchill Livingstone. 1975. 324-325.Selain gerak yang sangat bebas, pergerakan berlebihan pada testis juga dapat menyebabkan terjadinya torsio testis. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan pergerakan berlebihan itu antara lain ; perubahan suhu yang mendadak (seperti saat berenang), ketakutan, latihan yang berlebihan, batuk, celana yang terlalu ketat, defekasi atau trauma yang mengenai scrotum.Pada masa janin dan neonatus, lapisan yang menempel pada muskulus dartos masih belum banyak jaringan penyangganya sehingga testis, epididimis dan tunika vaginalis mudah sekali bergerak dan memungkinkan untuk terpeluntir pada sumbu funikulus spermatikus. Terpeluntirnya testis pada keadaan ini disebut torsio testisekstravaginal.

Terjadinya torsio testis pada masa remaja banyak dikaitkan dengan kelainan sistem penyangga testis. Tunika vaginalis yang seharusnya mengelilingi sebagian dari testis pada permukaan anterior dan lateral testis, pada keadaan ini tunika mengelilingi seluruh permukaan testis sehingga mencegah insersi epididimis ke dinding skrotum. Keadaan ini menyebabkan testis dan epididimis dengan mudahnya bergerak di kantung tunika vaginalis dan menggantung pada funikulus spermatikus. Keadaan ini dikenal sebagai anomalibell clapper. Keadaan ini menyebabkan testis mudah mengalami torsiointravaginal.

Purnomo, Basuki P. Dasar-dasar Urologi. Jakarta : Sagung Seto. 2003. 8,145-148.4. Bagaimana fisiologi pengaturan suhu pada testis?Tunica cremaster : terdapat muskulus cremaster lanjutan dari muskulus oblique internus abdominalis. Musculus cremaster dapat di uji kontraksinya dengan cara menggores kulit paha bagian dalam. Ini di uji untuk melihat Refleks Cremaster. Serabut aferen berjalan pada ramus femoralis nervus genitofemoralis sedangkan serabut eferen berjalan pada ramus genitalis nervus geniofemoralis. Muskulus scremaster berfungsi mengangkat testis pada suhu dingin.

Pearce, C, Evelyn, 2009. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis, Jakarta : Gramedia.

5. Mengapa nyeri dirasakan menjalar ke lipat paha kanan dan tidak berkurang dengan perubahan posisi?6. Bagaimana dengan keadaan testis sebelah kirinya jika yang kanan membengkak?7. Mengapa pasien juga mengeluh mual dan muntah?8. Mengapa tidak ada riwayat benjolan di lipat paha dan tidak ada riwayat trauma?9. Interpretasi PF?10. DD?1. Epididimitis akut. Penyakit ini secara umum sulit dibedakan dengan torsio testis. Nyeri scrotum akut biasanya disertai dengan kenaikan suhu, keluarnya nanah dari uretra, adanya riwayat coitus suspectus (dugaan melakukan senggama dengan selain isterinya), atau pernah menjalani kateterisasi uretra sebelumnya. Pada pemeriksaan, epididimitis dan torsio testis, dapat dibedakan dengan Prehns sign, yaitu jika testis yang terkena dinaikkan, pada epididmis akut terkadang nyeri akan berkurang (Prehns sign positif), sedangkan pada torsio testis nyeri tetap ada (Prehns sign negative). Pasien epididimitis akut biasanya berumur lebih dari 20 tahun dan pada pemeriksaan sedimen urin didapatkan adanya leukosituria dan bakteriuria.Scott, Roy, Deane, R.Fletcher. Urology Ilustrated. London and New York : Churchill Livingstone. 1975. 324-325.2. Hernia scrotalis incarserata. Pada anamnesis didapatkan riwayat benjolan yang dapat keluar masuk ke dalam scrotum.

3. Hidrokel

4. Tumor testis. Benjolan dirasakan tidak nyeri kecuali terjadi perdarahan di dalam testis5. Edema scrotum yang dapat disebabkan oleh hipoproteinemia, filariasis, adanya sumbatan saluran limfe inguinal, kelainan jantung, atau kelainan-kelainan yang tidak diketahui sebabnya (idiopatik).Perbedaan antara torsio testis, torsio appendix testis dan epididimitis dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Sjamsuhidajat R, Wim De Jong.Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2004. 799.11. Manifestasi klinis?Pasien-pasien dengan torsio testis dapat mengalami gejala sebagai berikut :1. Nyeri hebat yang mendadak pada salah satu testis, dengan atau tanpa faktor predisposisi2. Scrotum yang membengkak pada salah satu sisi3. Mual atau muntah4. Sakit kepala ringan

12. Factor apa saja yang dapat menyebabkan penyakit ini?13. Terapi?1. Non operatifPada beberapa kasus torsio testis, detorsi manual dari funikulus spermatikus dapat mengembalikan aliran darah.Detorsi manual adalah mengembalikan posisi testis ke asalnya, yaitu dengan jalan memutar testis ke arah berlawanan dengan arah torsio. Karena arah torsio biasanya ke medial, maka dianjurkan untuk memutar testis ke arah lateral terlebih dahulu, kemudian jika tidak ada perubahan, dicoba detorsi ke arah medial.Metode tersebut dikenal dengan metode open book (untuk testis kanan), Karena gerakannya seperti membuka buku. Bila berhasil, nyeri yang dirasakan dapat menghilang pada kebanyakan pasien. Detorsi manual merupakan cara terbaik untuk memperpanjang waktu menunggu tindakan pembedahan, tetapi tidak dapat menghindarkan dari prosedur pembedahan.Dalam pelaksanaannya, detorsi manual sulit dan jarang dilakukan. Di unit gawat darurat, pada anak dengan scrotum yang bengkak dan nyeri, tindakan ini sulit dilakukan tanpa anestesi. Selain itu, testis mungkin tidak sepenuhnya terdetorsi atau dapat kembali menjadi torsio tak lama setelah pasien pulang dari RS. Sebagai tambahan, mengetahui ke arah mana testis mengalami torsio adalah hampir tidak mungkin, yang menyebabkan tindakan detorsi manual akan memperburuk derajat torsio.2. Operatif

Torsio testis merupakan kasus emergensi, harus dilakukan segala upaya untuk mempercepat proses pembedahan. Hasil pembedahan tergantung dari lamanya iskemia, oleh karena itu, waktu sangat penting. Biasanya waktu terbuang untuk pemeriksaan pencitraan, laboratorium, atau prosedur diagnostik lain yang mengakibatkan testis tak dapat dipertahankan.Tujuan dilakukannya eksplorasi yaitu :1. Untuk memastikan diagnosis torsio testis2. Melakukan detorsi testis yang torsio3. Memeriksa apakah testis masih viable4. Membuang (jika testis sudah nonviable) atau memfiksasi jika testis masih viable5. Memfiksasi testis kontralateral

Perbedaan pendapat mengenai tindakan eksplorasi antara lain disebabkan oleh kecilnya kemungkinan testis masih viable jika torsio sudah berlangsung lama (>24-48 jam). Sebagian ahli masih mempertahankan pendapatnya untuk tetap melakukan eksplorasi dengan alasan medikolegal, yaitu eksplorasi dibutuhkan untuk membuktikan diagnosis, untuk menyelamatkan testis (jika masih mungkin), dan untuk melakukan orkidopeksi pada testis kontralateral.Saat pembedahan, dilakukan juga tindakan preventif pada testis kontralateral. Hal ini dilakukan karena testis kontralaeral memiliki kemungkinan torsio di lain waktu.

Jika testis masih viable, dilakukan orkidopeksi (fiksasi testis) pada tunika dartos kemudian disusul pada testis kontralateral. Orkidopeksi dilakukan dengan menggunakan benang yang tidak diserap pada tiga tempat untuk mencegah agar testis tidak terpuntir kembali. Sedangkan pada testis yang sudah mengalami nekrosis, dilakukan pengangkatan testis (orkidektomi) dan kemudian disusul orkidopeksi kontralateral. Testis yang telah mengalami nekrosis jika tetap berada di scrotum dapat merangsang terbentuknya antibodi antisperma sehingga mengurangi kemampuan fertilitas di kemudian hari.

Purnomo, Basuki P. Dasar-dasar Urologi. Jakarta : Sagung Seto. 2003. 8,145-148.

Sjamsuhidajat R, Wim De Jong.Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2004. 799.14. Komplikasi?1. Atropi testis2. Torsio rekuren3. Wound infectionSjamsuhidajat R, Wim De Jong.Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2004. 799.

Blandy, John. Lecture Notes on Urology. Third edition. Oxford : Blackwell Scietific Publication. 1982. 277.

mangbewok.tk - @simangbewok13