Click here to load reader

Tugas pendidikan kesetaraan

  • View
    5.596

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Tugas pendidikan kesetaraan

  • 1. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa yang telah melimpahkan rahmat danridhonya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul PendidikanKesetaraan Makalah ini berisikan tentang Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan Cdengan makalah ini diharapkan para pembaca dapat mengerti tentang pendidikan Kesetaraanyang menjadi sebuah alternatif pendidikan formal. Dalam penyusunan makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namunsesempurna apapun kami tetap mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yangmembangun demi kesempurnaan pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapatbermanfaat bagi kami khususnya dan bagi semua pihak/pembaca.Bandung, 9-Januari-2013 Penulis 1

2. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR......1DAFTAR ISI.....2BAB I PENDAHULUAN....................3BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................................5A. Pengertian Pendidikan Kesetaraan...........5B. Fungsi dan Tujuan.........6C. Sasaran Pendidikan Kesetaraan.....6D. Acuan Standart Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan ...........7E. Karakteristik Pendidikan LuarSekolah ...........11F. Metode Pembelajaran...13G. Strategi Pembelajaran......15BAB III KESIMPULAN.................... 19DAFTAR PUSTAKA..20 2 3. BAB IPENDAHULUANMenurut UU No. 20 tahun 2003, tentang Sisdiknas, dinyatakan bahwa pendidikannasional diselenggarakan melalui tiga jalur, yaitu: pendidikan formal, nonformal, daninformal. Melalui jalur pendidikan nonformal, pemerintah melalui Dirjen Pendidikan LuarSekolah (PLS), yang kini berubah nama menjadi Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal(PNFI) menyelenggarakan berbagai program yang salah satu diantaranya adalah PendidikanKesetaraan, yang terdiri atas (1) Program Paket A setara SD, (2) Program Paket B setaraSMP, dan (3) Program Paket C setara SMA.Pendidikan kesetaraan merupakan salah satu contoh yang saat ini banyak dikenal olehmasyarakat sebagai program PLS yang berperan sebagai alternatif pengganti pendidikanformal adalah Kelompok Belajar (Kejar) Paket A sebagai pengganti SD/MI, Paket B sebagaipengganti SMP/MTS, dan Paket C sebagai pengganti Pendidikan Sekolah Menengah Atas.Lulusan Kejar Paket C sama dengan lulusan SLTA dan diterima untuk mengikuti SeleksiMasu Perguruan Tinggi. Fungsi PLS sebagai pengganti pendidikan formal disebut sebagaisubstitusi yang diimplementasikan menjadi bentuk program kesetaraan (Elih Sudiapermanadalam Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 2004)Pendidikan kesetaraan dalam PLS sampai saat ini masih setingkat pendidikan dasardan menengah, yaitu tingkat SD/MI, SMP/M.Ts, dan SMA/MA. Kelompok Belajar yangdisingkat Kejar yang berarti pula mengejar (karena ketinggalan) melaksanakan pembelajarandengan cara yang fleksibel (Oong Komar, 2004 : 219) sebagai berikut :(a) Belajar sendiri dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya sendiri.(b)Saling belajar antara warga belajar yang belum mengetahuan dengan yang sudahmengetahui.(c) Belajar bersama dengan tutor.(d) Kursus bidang pengetahuan dan ketrampilan.(e) Magang dengan cara ikut belajar, bekerja dan berusaha dibidang tertentu kepada orangyang sudah mahir dibidangnya. 3 4. Kelompok belajar paket A, B, dan C adalah kelompok belajar sebagai bentuk layananpendidikan umum oleh PLS. Kelompok belajar tersebut sudah cukup berkembang dimasyarakat sebagai bentuk layanan pendidikan kesetaraan. Program PLS adalah kegiatanpendidikan yang diselenggarakan oleh satuan PLS. Program PLS dapat diselenggarakan olehperorangan, maupun kelompok, dapat pula diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupunmasyarakat atau swasta.Setara artinya sederajat yakni sama derajatnya; kesetaraan berartikesederajatan yakni kesamaan derajatnya. Pendidikan kesetaraan adalah program PLS yangsederajat dengan program Pendidikan Sekolah. Program PLS dalam bidang pendidikankesetaraan adalah program pendidikan umum Kejar Paket A yang setara dengan SD/MI,Kejar Paket B yang setara dengan SMP/MTs, dan Kejar Paket C yang setara denganSMA/MA. Pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan oleh PLS sampai saat ini masih belummemenuhi makna hakiki dari pendidikan kesetaraan. Hal ini dapat diketahui dari pengakuanmasyarakat dan pemerintah terhadap lulusan Kelompok Belajar Paket A, B, dan C.Masyarakat masih menganggap bahwa Kejar Paket A, B, dan C adalah pendidikan kelas dua,yakni kelas dibawah pendidikan formal/ sekolah. Kejar Paket tersebut adalah pendidikanyang tidak bermutu dan ijazahnya tidak dapat dipergunakan untuk meneruskan studi dan atauuntuk mencari pekerjaan. Tidak jarang kita jumpai pendapat dari para petugas pemerintahanyang menganggap bahwa Kejar Paket tersebut merupakan pendidikan yang murahan dantidak memiliki kualitas yang memadai. Pada hakikatnya Pendidikan Kesetaraan mengandung makna bahwa lulusannyaadalah sederajat atau sama derajatnya. Artinya lulusan Kejar Paket memiliki kesamaanderajat dengan lulusan pendidikan sekolah. Lulusan Kejar Paket A sama derajatnya denganlulusan SD/MI, lulusan Kejar Paket B sama derajatnya dengan lulusan SMP/MTs, danlulusan Kejar Paket C sama derajatnya dengan lulusan SMA/MA. Berarti lulusan Kejar PaketA dapat diterima melanjutkan pendidikan di SMP/MTs. Begitu pula Kejar Paket B dan C dapat diterima melanjutkan pendidikan di SMA/MAdan di Perguruan Tinggi. Sebaliknya lulusan SD/MI dapat diterima pada program Kejar PaketB. Disamping itu para peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat pulaberpindah sesuai dengan kesetaraanya. Misalnya peserta didik pada Kejar Paket A seharusnyadapat berpindah ke SD/MI, peserta didik Kejar Paket B dapat berpindah ke SMP/MTs, danpeserta didik Kejar Paket C dapat berpindah ke SMA/MA.4 5. BAB IIPEMBAHASAN A. Pengertian Pendidikan Kesetaraan Pendidikan Kesetaraan merupakan pendidikan nonformal yang mencakup programPaket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs, dan Paket C setara SMA/MA denganpenekanan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan fungsional serta pengembangansikap dan kepribadian profesional peserta didik. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikanformal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk olehPemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (UUNo 20/2003 Sisdiknas Pasal 26 Ayat (6). Setiap peserta didik yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B atau PaketCmempunyai hak eligibilitas yang sama dan setara dengan pemegang ijazah SD/MI,SMP/MTs, dan SMA/MA untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi.Status kelulusan Paket C mempunyai hak eligibilitas yang sama dengan lulusan pendidikanformal dalam memasuki lapangan kerja. 1. Program Paket A. Program Paket A adalah program pendidikan dasar pada jalur pendidikan nonformalsetara SD/MI bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau berminat dan memilihpendidikan kesetaraan untuk ketuntasan pendidikan. Pemegang ijazah Program Paket Amemiliki hak eligibilitas yang sama dengan pemegang ijazah SD/MI. 2. Program Paket B Program Paket B adalah program pendidikan dasar pada jalur pendidikan nonformalsetara SMP/MTs bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau berminat danmemilih pendidikan kesetaraan untuk ketuntasan pendidikan dasar. Pemegang ijazah ProgramPaket B memiliki hak eligibilitas yang sama dengan pemegang ijazah SMP/MTs. 3. Program Paket C 5 6. Program Paket C adalah program pendidikan menengah pada jalur pendidikan nonformalsetara SMA/MA bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau berminat danmemilih pendidikan kesetaraan untuk ketuntasan pendidikan menengah. Pemegang ijazahProgram Paket C memiliki hak eligibilitas yang sama dengan pemegang ijazah SMA/MA. B. Fungsi dan TujuanPendidikan Kesetaraan berfungsi mengembangkan potensi diri peserta didik denganpenekanan pada penguasaan pengetahuan akademik dan keterampilan fungsional danpengembangan sikap dan kepribadian profesional. Tujuan pendidikan kesetaraan adalahuntuk:1. Menjamin penyelesaian pendidikan dasar yang bermutu bagi anak yang kurang beruntung:putus sekolah, putus lanjut, tidak pernah sekolah, minoritas etnik, dan anak yang bermukimdi desa terbelakang, miskin, bermasalah secara sosial, terpencil atau sulit dicapai karena letakgeografi s dan atau keterbatasan transportasi dalam rangka memberi kontribusi terhadappeningkatan APM dan APK pendidikan dasar minimal 2% 5% dalam mempercepatsusksesnya wajar sembilan tahun;2. Menjamin pemenuhan kebutuhan belajar bagi semua warga masyarakat usia produktifmelalui akses yang adil pada program-program belajar dan kecakapan hidup;3. Memberikan kontribusi terhadap peningkatan rata-rata lama pendidikan bagi masyarakatIndonesia minimal 9 tahun sehingga mampu meningkatkan Human Development Index(HDI) dan upaya menghapus ketidakadilan gender dalam pendidikan dasar dan menengah;4. Memberikan peluang kepada warga masyarakat yang ingin menuntaskan pendidikan setaraSD/MI dan SMP/MTs atau yang sederajat dengan mutu yang baik;5. Melayani peserta didik yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidupsecara fleksibel untuk mengaktualisasikan diri sekaligus meningkatkan mutu kehidupannya. C. Sasaran Pendidikan KesetaraanProgram pendidikan kesetaraan memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan denganpendidikan formal (SD, SMP, dan SMA), selain waktu dan tempatnya yang fleksibel,6 7. program pendidikan kesetaraan memiliki sasaran yang berbeda dengan pendidikan formal.Secara umum, sasaran dari program-program pendidikan nonformal adalah :1. Penduduk tiga tahun di atas usia SD/MI ( 13-15) Paket A dan tiga tahun di atas usiaSMP/MTS ( 16 -18 ) Paket B2. Penduduk usia sekolah yang tergabung dengan komunitas e-lerning,sekolahrumah,sekolahalternatif,komunitas berfotensi khusus seperti pemusik,atlet,pelukis dll3. Penduduk usia sekolah yang terkendala masuk jalur formal karena : a. Ekonomi terbatas b. Waktu terbatas c. Geografis ( etnik minoritas,suku terasing) d. Keyakinan seperti Pon

Search related