Smart Book Pemberitaan RRI 2011 - Pemberitaan.pdfSmart Book Pemberitaan RRI 2011 - rribogor.co

  • View
    223

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

0

1

KATA PENGANTAR

Memasuki periode kedua sebagai lembaga penyiaran publik, RRI memperkuat basis pengetahuan, pengalaman dan standar profesional untuk para awak siaran khususnya pemberitaan.

Sebagai salah satu pilar siaran yang membentuk citra, reputasi, dan memberi pencerahan kepada publik, bidang pemberitaan RRI harus selalu melakukan inovasi, penguatan standar kinerja, keterbukaan untuk dinilai dan penguatan orientasi untuk pelayanan publik yang heterogen.

Terhitung sejak November 2010, berbagai pertemuan regional dan nasional, workshop, lokakarya, dan evaluasi nasional telah dilakukan untuk memotret manajemen pemberitaan RRI, selanjutnya menjadi referensi kebijakan untuk kemudian dibakukan dalam Smart Book ini.

Panduan ini memuat berbagai kebijakan dan sekaligus panduan operasional angkasawan pemberitaan LPP RRI yang harus diacu semua pihak terkait dan akan menjadi standar kinerja tahunan bagi setiap pimpinan pada satuan kerja.

Terima kasih disampaikan kepada Dewan Pengawas LPP RRI, Dewan Direksi, khususnya Direktur Utama, dan para pimpinan satuan kerja LPP RRI se-Indonesia yang berkontribusi besar bagi lahirnya panduan operasional ini.

Panduan ini secara relatif bisa dikatakan jauh lebih memadai dari panduan yang ada sebelumnya.

Jakarta, 11 April 2011

Masduki

Direktur Program dan Produksi LPP RRI

2

3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar 1

Penetapan Regulasi Pemberitaan 2

Daftar Isi 3

Sambutan Direktur Utama RRI 4

Tri Prasetya RRI 5 Logo RRI

6

I Latar Belakang 8

II

Visi, Misi, dan Kebijakan Penyiaran 10 III Struktur Organisasi Dewan Redaksi RRI 13

IV Kinerja Organisasi Dewan Redaksi RRI 17

V Mekanisme Rapat Dewan Redaksi RRI 25

VI Format Programa 3 RRI 31

VII Standar Operasional Kantor Berita Radio Nasional

33

VIII Pedoman Siaran Berjaringan Pro-3 43

IX Kebijakan Redaksional Voice of Indonesia 52 X Perwakilan RRI Luar Negeri 66

XI Kode Etik Jurnalistik (KEJ) 73

XII Kode Etik Angkasawan RRI 80

Lampiran

1 Pola Siaran Programa 3 RRI 86

2 Pola Siaran Voice of Indonesia 116

3 Reporter RRI Se-Indonesia 2011 130

4 Data Stasiun RRI Se-Indonesia 146

5 Layanan Keluhan Pendengar RRI 151

6 Struktur dan Formulir Agenda Setting 152

7 Lembar Pemantauan dan Laporan Kinerja 155

8 Kerja Sama RRI-LKBN ANTARA 159

4

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA RRI

Radio Republik Indonesia (RRI) memiliki tradisi yang panjang dalam mengelola penyiaran sebagai media publik. RRI adalah media massa yang menjalankan fungsi jurnalistik dan menganut prinsip-prinsip jurnalisme yang independen, netral, dan kredibel.

Inovasi dalam pelayanan publik merupakan konsekuensi dari keberadaan RRI sebagai media massa yang tumbuh dinamis, mengikuti dinamika khalayaknya.

Puji syukur, buku yang merupakan kompilasi berbagai regulasi baru bidang pemberitaan ini telah selesai dan siap diacu oleh seluruh insan RRI. Sebagai lembaga penyiaran yang menetapkan visi menjadi lembaga berkelas dunia, maka indikator kinerja, standar profesional, serta reward and punishment harus disampaikan terbuka dan dapat disupervisi oleh publik, tidak hanya kalangan internal RRI sendiri.

Buku besar bertajuk Smart Book Pemberitaan RRI 2011, ini merupakan terobosan penting Direktorat Program dan Produksi LPP RRI dan bagian dari agenda strategis Direksi periode 2010-1015. Panduan adalah lampu bagi angkasawan LPP RRI dalam menjalankan profesi. Panduan ini harus diikuti semua insan RRI di manapun di seluruh Indonesia.

Uraian panduan ini menganut pola manajemen redaksional: perencanaan: agenda setting, operasional tugas-tugas produksi pemberitaan, monitoring, dan evaluasi dalam bentuk indikator kinerja dan panduan pembuatan laporan. Kami menyambut baik. Selamat membaca dan melaksanakan.

Jakarta, 14 April 2011

Dra. R. Niken Widiastuti, M.Si

Direktur Utama LPP RRI

5

TRI PRASETYA RRI

Kita harus menyelamatkan segala alat siaran radio dari siapapun yang hendak menggunakan alat tersebut untuk

menghancurkan negara kita dan membela alat itu dengan segala jiwa raga, dalam keadaan bagaimanapun

dan akibat apapun.

Kita harus mengemudikan siaran RRI sebagai alat perjuangan dan alat revolusi seluruh bangsa Indonesia dengan jiwa kebangsaan yang murni, hati yang bersih

dan jujur, serta budi yang penuh kecintaan dan kesetiaan kepada tanah air dan bangsa.

Kita harus berdiri di atas segala aliran dan keyakinan, partai, atau golongan dengan mengutamakan persatuan bangsa dan keselamatan negara serta berpegang pada

jiwa proklamasi 17 Agustus 1945.

6

LOGO RRI

Bentuk Empat Persegi Panjang, Tanpa Sudut dan Garis Tepi Empat persegi panjang menggambarkan kekokohan dan solidaritas. Sudut-sudut yang membulat (tidak runcing)

melambangkan fleksibilitas RRI. Tidak adanya garis tepi/batas ataupun bingkai (frame)

menunjukkan independensi RRI, serta keterbukaan RRI untuk dapat bekerjasama dengan berbagai pihak.

Tulisan (font-type) RRI

Huruf tulisan ini dirancang khusus (tanpa padanan dengan pihak lain), menunjukkan RRI yang kokoh, tegas, dinamis, dan selalu

bergerak maju.

7

Gambar Pancaran Radio

Sebuah image yang menggambarkan kuatnya pancaran siaran radio RRI yang makin meluas, menembus batas, dan selalu

menuju ke atas. Tiga lapis pancaran yang terlihat pada logo juga melambangkan Tri Prasetya RRI.

Warna Biru, Biru Langit, dan Putih

Untuk mempertahankan tradisi, warna biru dipilih sebagai warna korporat/lembaga RRI. Warna biru langit ini melambangkan

universalitas RRI, sifat mengayomi, teduh, dan dapat dipercaya. Warna putih pada tulisan RRI melambangkan kejujuran/

kebenaran, keberimbangan, dan akurasi.

8

I LATAR BELAKANG

Transformasi RRI dari lembaga penyiaran milik pemerintah ke lembaga penyiaran publik sejak tahun 2002 mengalami proses dan dinamika tersendiri, mengingat lembaga ini lebih identik sebagai institusi birokratik ketimbang media massa. Patut diakui, masih terdapat dualisme antara posisi struktural sebagai pejabat negara di kalangan SDM RRI dengan praktisi media massa yang independen, berorientasi kepada publik.

Dengan kata lain, RRI adalah lembaga penyiaran yang memiliki kombinasi unik. Sebab, secara struktural RRI mengacu pada standar posisi dan TUPOKSI birokrasi kelembagaan negara yang lebih fokus kepada kinerja individu. Model karir dan pengembangan kompetensi yang berlaku di RRI berbasis government administrative service, bukan public broadcasting service. Selain itu, secara fungsional RRI bergerak ke model media massa, namun tanpa Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) yang baku. Meskipun, hasrat dan ambisi untuk berubah amat tinggi.

Secara mendasar RRI seharusnya adalah sebuah institusi media massa, yang menjalankan fungsi manajerial dan operasional menurut prinsip-prinsip manajemen media massa, khususnya media penyiaran publik. Pada faktanya, LPP RRI menghadapi sejumlah problem redaksional yang khas, yaitu struktur organisasi fungsional redaksi yang belum standar di pusat dan daerah, TUPOKSI yang belum jelas/dipahami, mekanisme kerja redaksional yang belum mengacu kepada prinsip sebagai redaksi media massa, serta standar kualifikasi dan jenjang karir pemberitaan berbasis struktur media yang belum ada/diterapkan.

Menghadapi problematika ini, RRI haruslah melakukan transformasi/perubahan agar bisa menjadi lembaga penyiaran publik yang lebih baik dan ideal. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan dengan prinsip-prinsip antara lain: orientasi kepada hasil

9

terbaik, bukan sekadar jumlah produksi/kuantitas kerja; pertaruhan merebut kredibilitas publik, bukan sekadar kepuasan individu/ lembaga; dan membentuk teamwork redaksi yang solid, setara, egaliter, dan menembus batas birokrasi.

Upaya adaptasi, integrasi, serta transformasi nilai-nilai media yang profesional, independen, dan mengedepankan integritas terus berlangsung, antara lain dengan membenahi kinerja redaksional (newsroom) RRI dan benchmarking ke berbagai negara seperti Swedia, Inggris, Amerika dan Australia yang memiliki pengalaman lebih baik dalam hal radio publik.

Hingga tahun 2011, RRI memiliki programa pemberitaan yang kredibel dan newsroom yang kental dengan pengambilan keputusan berita berdimensi kritis melalui Pro-3 berjaringan nasional. Namun, belum ada database SDM, standar kinerja dan panduan komprehensif tentang etika profesi, alur, mekanisme kerja, juga standar minimal kegiatan sebuah redaksional radio public yang seharusnya beroperasi.

Karena itu, pengembangan model redaksional LPP RRI di pusat dan daerah sungguh diperlukan. Hal ini agar RRI dapat memenuhi harapan publik dan tumbuh seirama dengan pertumbuhan kompetitif media. Maka, diperlukan struktur redaksional yang baik. Juga penjelasan mengenai apa saja tugas/fungsi masing-masing awak redaksi, kualifikasi ideal pemimpin redaksi, redaktur dan level di bawahnya, jenjang karir, reward dan punishment yang diberlakukan, dan sebagainya.

10

II VISI, MISI, DAN KEBIJAKAN PENYIARAN

Visi LPP RRI periode 2010-2015 adalah: Mewujudkan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia sebagai radio berjaringan terluas, pembangun karakter bangsa, berkelas dunia. Sedangkan misi LPP RRI adalah:

1. Memberikan pelayanan informasi terpercaya yang dapat menjadi acuan dan sarana kontrol sosial masyarakat dengan memperhatikan Kode Etik Jurnalistik/kode etik penyi