RPJMN 2010-2014, Buku II (Bab 3): Ekonomi

  • View
    1.171

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

BUKU II: MEMPERKUAT SINERGI ANTAR BIDANG PEMBANGUNAN, BAB III: EKONOMI.

Text of RPJMN 2010-2014, Buku II (Bab 3): Ekonomi

DAFTARISI.........................................................................................................................................i BABIIIEKONOMI...........................................................................................................................II.31 3.1KondisiUmum................................................................................................................II.31 3.1.1Investasi..................................................................................................................II.33 3.1.2Ekspor......................................................................................................................II.36 3.1.3Pariwisata...............................................................................................................II.38 . 3.1.4KonsumsiMasyarakat.......................................................................................II.310 3.1.5KeuanganNegara................................................................................................II.311 3.1.6Moneter...................................................................................................................II.316 3.1.7SektorKeuangan.................................................................................................II.320 3.1.8Industri....................................................................................................................II.326 3.1.9Ketenagakerjaan.................................................................................................II.330 . 3.1.10KoperasidanUsahaMikro,KecildanMenengah(UMKM).............II.334 3.1.11JaminanSosial.....................................................................................................II.335 3.2PermasalahandanSasaranPembangunan..........................................................II.337 3.2.1Investasi...................................................................................................................II.338 3.2.2Ekspor.......................................................................................................................II.340 3.2.3Pariwisata...............................................................................................................II.343 . 3.2.4PeningkatanDayaBeliMasyarakat..............................................................II.345 3.2.5KeuanganNegara.................................................................................................II.347 3.2.6Moneter....................................................................................................................II.351 3.2.7SektorKeuangan..................................................................................................II.353 3.2.8Indusri......................................................................................................................II.355 . 3.2.9Ketenagakerjaan...................................................................................................II.358 3.2.10KoperasidanUMKM........................................................................................II.364 3.2.11JaminanSosial.....................................................................................................II.366 3.3StrategidanArahKebijakanPembangunan.......................................................II.367 . 3.3.1PeningkatanInvestasi........................................................................................II.374 3.3.2PeningkatanEkspor............................................................................................II.376 3.3.3PeningkatanDayaSaingPariwisata............................................................II.378 . 3.3.4PeningkaanDayaBeliMasyarakat...............................................................II.380 3.3.5KeuanganNegara.................................................................................................II.381 3.3.6StabilitasMoneter................................................................................................II.385 3.3.7StabilitasSektorKeuangan..............................................................................II.386 i

DAFTARISI

3.3.8RevitalisasiIndustri............................................................................................II.387 3.3.9DayaSaingKetenagakerjaan...........................................................................II.389 3.3.10PemberdayaanKoperasidanUMKM........................................................II.393 3.3.11JaminanSosial.....................................................................................................II.395

ii

BAB III EKONOMI

Pembangunan di bidang ekonomi ditujukan untuk menjawab berbagai permasalahan dan tantangan dengan tujuan akhir adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat memerlukan terciptanya kondisikondisi dasar yaitu: (1) pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan; (2) penciptaan sektor ekonomi yang kokoh serta; (3) pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan memberikan kesempatan peningkatan dan perluasan kegiatan ekonomi yang berarti memberikan kesempatan peningkatan pendapatan masyarakat. Namun peningkatan kegiatan ekonomi tidak akan dapat berjalan apabila stabilitas ekonomi tidak tercipta. Di samping itu, stabilitas ekonomi juga melindungi agar peningkatan pendapatan masyarakat tidak tergerus oleh kenaikan harga. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi merupakan kunci utama peningkatan kesejahteraan rakyat. Meskipun demikian, keberhasilan hal tersebut di atas tidak secara otomatis menjamin terciptanya peningkatan kesejahteraan yang dinikmati oleh masyarakat luas. Penguatan kesejahteraan rakyat yang adil dan merata memerlukan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. 3.1 Kondisi Umum

Perkembangan perekonomian nasional tidak terlepas dari perkembangan ekonomi dunia yang sedang mengalami krisis ekonomi yang dipicu oleh kasus subprime mortgage di Amerika Serikat. Krisis ini telah menyebabkan perekonomian Amerika mengalami resesi yang dalam yang telah menjalar ke negara maju lainnya sehingga berimbas pula ke berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Selama kurun waktu 2004-2008 perekonomian Indonesia cenderung membaik. Hal ini ditunjukkan dengan naiknya pertumbuhan ekonomi dari 5,0 persen pada tahun 2004 kemudian meningkat menjadi 6,3 persen pada tahun 2007 merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi yang untuk pertama kalinya di atas 6,0 persen sejak krisis ekonomi tahun 1998. Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2008 mencapai 6,1 persen. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008, terutama, didorong oleh investasi berupa Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) dan ekspor barang dan jasa yang masing-masing tumbuh sebesar 11,7 persen dan 9,5 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008, terutama, didorong II.3-1

oleh sektor pertanian yang tumbuh 4,8 persen. Sementara itu, pertumbuhan industri nonmigas hanya tumbuh sebesar 4,0 persen. Dari sektor tersier, penyumbang terbesar untuk pertumbuhan adalah sektor pengangkutan dan telekomunikasi; listrik, gas, dan air bersih; serta konstruksi yang masing-masing tumbuh sebesar 16,7 persen; 10,9 persen; dan 7,3 persen (Tabel 3.1). Dampak krisis global mulai dirasakan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sejak triwulan IV tahun 2008. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2008 menurun minus 3,6 persen jika dibandingkan dengan triwulan III tahun 2008 (q-t-q). Sementara itu, pada triwulan sebelumnya ekonomi tumbuh positif, yaitu 6,2 persen pada triwulan I; 6,4 persen pada triwulan II; dan 6,4 persen pada triwulan III. Krisis global-yang berdampak pada turunnya permintaan dunia, menurunnya harga minyak dan komoditas-menyebabkan ekspor barang dan jasa tumbuh negatif 5,5 persen pada triwulan IV 2008 jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Dampak global juga mendorong pembalikan aliran modal dari Indonesia ke luar negeri sehingga investasi/Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) hanya tumbuh 0,8 persen pada triwulan IV jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Penurunan pertumbuhan ekonomi berlanjut sampai dengan triwulan II tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2009 adalah 4,4 persen dan pada triwulan II laju pertumbuhan menurun menjadi 4,0 persen. Pada triwulan III tahun 2009 laju pertumbuhan ekonomi meningkat kembali menjadi 4,2 persen yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional sejalan dengan membaiknya ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi sampai dengan triwulan III tahun 2009 tumbuh 4,2 persen (y-o-y). Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh pengeluaran pemerintah dan pengeluaran masyarakat yang masing-masing tumbuh 15,1 persen dan 5,2 persen. Sementara itu ekspor masih tumbuh negatif, yaitu -14,1 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh sektor pertanian yang meningkat sebesar 3,4 persen; dan sektor tersier, yaitu sektor listrik, gas, dan air; serta pengangkutan dan telekomunikasi yang masing masing tumbuh 13,9 persen dan 17,6 persen. Sementara itu, industri pengolahan nonmigas hanya tumbuh 1,9 persen. Pada tahun 2009 untuk mempercepat pemulihan ekonomi, berbagai upaya untuk mengurangi kemerosotan ekspor dan lambatnya pertumbuhan investasi perlu ditingkatkan. Di samping itu, konsumsi masyarakat diupayakan untuk tetap dijaga dengan memelihara daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi ketersediaan pasokan komoditas terutama, kebutuhan pokok dan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan bantuan sosial. Efektivitas pengeluaran pemerintah juga ditingkatkan dengan program stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat dan peningkatan investasi. Dengan memperhatikan pengaruh eksternal dan berbagai kebijakan yang diambil, pertumbuhan ekonomi tahun 2009 diperkirakan sebesar 4,3 persen.

II