of 2 /2
--- Pikiran Rakyat • Senin o Se/asa o Rabu o Kamis o Jumat o Sabtu o Minggu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 @ 29 30 31 OJan OPeb • Mar OApr OMei OJun OJu/ OAgs OSep OOkt ONov ODes ". '."" ••. L"';'" ~ "In Memoriam" Kusnaka Adimih rdja Oleh DEDE MARIANA "CAPE De, hayang is- tirahat", itulah kata terakhir yang saya dengar dari Pak Kus, biasa ka- mi memanggil Prof. Kusnaka Adimihardja saat mene- ngoknya, Selasa, 22 Maret 2011, pukul ro.oo WIB, di Ru- , ang 403 Paviliun Parahyangan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Saya katakan itu kata terakhir dari almarhum karena pada 23 Maret 2011, pukul t.ig WIB, melalui telefon seluler, masuk pesan singkat dari Bu Atik Kusnaka, "De,Pak Kusna- ka, tospupus". Sejenak saya tak percaya, benarkah? Saya lang- sung menuju RSHS untuk meyakinkan berita tersebut. Temyata benar saat saya berpa- pasan dengan ambulans yang membawa jenazah Mahaguru Antropologi Universitas Pa- djadjaran keluar parkir RSHS menuju rumah kediarnan be- liau sekaligus menjadi rumah duka bagi keluarga besar Prof. Kusnaka dan keluarga besar civitas academica Unpad. Prof. Kusnaka meninggalkan istri, Atik Atikah Alimudin dan tiga anak, Arif Pramana Adimihar- dja, S.E., Ekawidyani Adirni- hardja, S.E.,dan Tri Darmawan Adimihardja, S.Sos. Prof. Kusnaka Adimihardja lahir di Kampung Ciembe, De- sa Panawangan, Ciamis 1& Juni 1940 sebagai anak keenam dari tujuh bersaudara dari pasangan R. Toyib Adimihardja asal Su- bang dengan R. Hj. Ratna Su- haemi asal Sumedang. la me- nyelesaikan sekolah dasar kelas l-Ill di Sumedang, kelas IV-V di SD Cipaganti Bandung, dan Kelas VI di SD Banjarsari. Sekolah menengah pertama ditempuh di dua SMP yakni ke- las I di SMP Negeri 7 dan kelas 11dan III di SMP Kristen Jalan Bahureksa Bandung. Masa SMA diselesaikan beliau di SMA PGII Jalan Panatayuda. Kusnaka masuk Unpad pada 1961, tetapi barn efektifbelajar sebagai mahasiswa Fakultas Sastra, Jurusan Antropologi pa- da 1962. Sebelumnya ia sempat belajar di Fakultas Publisistik Unpad dan Fakultas Sosial Politik Universitas Pasundan. Kusnaka beranggapan, menja- di mahasiswa saat itu dengan belajar di beberapa fakultas dan/atau program studi adalah hal biasa, bahkan dianggap se- bagai "gaya seorang idealis" yang tak mudah sekali jadi menentukan pilihan program studi, sebagaimana layaknya mahasiswa di era sekarang, yang sejak awal dipatok secara pasti menempuh program stu- di tertentu. Kusnaka merasa Kllping Humas Onpad 2011 1-

PikiranRakyat - pustaka.unpad.ac.idpustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2011/03/pikiranrakyat...AtikAtikah Alimudin dan tiga anak, ArifPramana Adimihar-dja, S.E., Ekawidyani Adirni-hardja,

  • Author
    hatram

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PikiranRakyat -...

--- Pikiran Rakyat Senin o Se/asa o Rabu o Kamis o Jumat o Sabtu o Minggu

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1517 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 @ 29 30 31OJan OPeb Mar OApr OMei OJun OJu/ OAgs OSep OOkt ONov ODes

". '."" . L"';'" ~

"In Memoriam" Kusnaka Adimih rdja

Oleh DEDE MARIANA

"CAPE De, hayang is-tirahat", itulah kataterakhir yang saya

dengar dari Pak Kus, biasa ka-mi memanggil Prof. KusnakaAdimihardja saat mene-ngoknya, Selasa, 22 Maret2011, pukul ro.oo WIB, di Ru- ,ang 403 Paviliun ParahyanganRumah Sakit Hasan Sadikin(RSHS). Saya katakan itu kataterakhir dari almarhum karenapada 23 Maret 2011, pukul t.igWIB, melalui telefon seluler,masuk pesan singkat dari BuAtik Kusnaka, "De,Pak Kusna-ka, tos pupus". Sejenak saya takpercaya, benarkah? Saya lang-sung menuju RSHS untukmeyakinkan berita tersebut.Temyata benar saat saya berpa-pasan dengan ambulans yangmembawa jenazah MahaguruAntropologi Universitas Pa-djadjaran keluar parkir RSHSmenuju rumah kediarnan be-liau sekaligus menjadi rumahduka bagi keluarga besar Prof.Kusnaka dan keluarga besarcivitas academica Unpad. Prof.Kusnaka meninggalkan istri,Atik Atikah Alimudin dan tigaanak, Arif Pramana Adimihar-dja, S.E., Ekawidyani Adirni-hardja, S.E.,dan Tri DarmawanAdimihardja, S.Sos.

Prof. Kusnaka Adimihardjalahir di Kampung Ciembe, De-sa Panawangan, Ciamis 1& Juni1940 sebagai anak keenam daritujuh bersaudara dari pasanganR. Toyib Adimihardja asal Su-bang dengan R. Hj. Ratna Su-haemi asal Sumedang. la me-nyelesaikan sekolah dasar kelasl-Ill di Sumedang, kelas IV-V

di SD Cipaganti Bandung, danKelas VI di SD Banjarsari.Sekolah menengah pertamaditempuh di dua SMPyakni ke-las I di SMP Negeri 7 dan kelas11dan III di SMP Kristen JalanBahureksa Bandung. MasaSMA diselesaikan beliau diSMA PGII Jalan Panatayuda.Kusnaka masuk Unpad pada1961, tetapi barn efektifbelajarsebagai mahasiswa FakultasSastra, Jurusan Antropologi pa-da 1962. Sebelumnya ia sempatbelajar di Fakultas PublisistikUnpad dan Fakultas SosialPolitik Universitas Pasundan.Kusnaka beranggapan, menja-di mahasiswa saat itu denganbelajar di beberapa fakultasdan/atau program studi adalahhal biasa, bahkan dianggap se-bagai "gaya seorang idealis"yang tak mudah sekali jadimenentukan pilihan programstudi, sebagaimana layaknyamahasiswa di era sekarang,yang sejak awal dipatok secarapasti menempuh program stu-di tertentu. Kusnaka merasa

Kllping Humas Onpad 2011

1-

cocok belajar antropologi.Akhirnya ia menjadi salah seo-rang antropolog andal yangdimiliki Unpad.Kusnaka adalah pribadi yang

masagi, ungkapan dalam ba-hasa Sunda yang berarti ser-babisa dan serbalengkap, tentubukan berarti dia tidak punyafokus perhatian atau sagala di-- cabak. Kusnaka pernah aktif diorganisasi kepan-duan, organ-isasi Pelajar Islam Indonesia,Ikatan Pemuda Pelajar Indone-sia, Ikatan Pers Mahasiswa In-donesia, Kesatuan Aksi Maha-siswa Indonesia, dan di DewanMahasiswa Indonesia. la sem-pat menjadi anggota DPR RI(1971-1977)mewakili Sekretari-at Bersama Golongan Karya.Kusnaka menyelesaikan pen-

didikan magister dari Aus-tralian National University(AND) dan menyelesaikan pro-gram doktor pada bidangEkologiManusia dari Universi-ti Kebangsaan Malaysia. Me-ngapa sekolah ke luar negeri?Jelas, saya mencari pendidikanyang bermutu, pergaulan inter-nasional, membina hubungankerja, networking seprofesidengan kawan-kawan berbagaibangsa, sambil memahami soalmanagemen universitas, men-cari pengalamanlah, begituKusnaka berargumen ihwal pi-lihannya belajar ke luar negeri.Prof. Harsojo dan Prof. Fox,dua mahaguru yang dianggappaling berjasa di dalam mewar-nai pilihan karier sebagaiantropolog dan sebagai dosendi jurusan antropologi. Kusna-ka sempat menjadi PembantuDekan Bidang Kemahasiswaandi Fakultas Sastra Unpad,Dekan FISIP Unpad, dan Ketua

Lembaga Pengabdian KepadaMasyarakat (LPPM) Unpad.Mengajar di berbagai lembagapendidikan tinggi termasuk diSeskoad, Sespim Polri, Ses-koau, Sesko TNI. Pernah me-raih Menristek Award sebagai"pionir"dalam mengembang-kan Sistem Pengetahuan danTeknologi Lokal di Indonesia(2002). Bersama-sama Prof.Selo Soemardjan dan Prof.Haryono Soeyono mendirikanIkatan SosiologiIndonesia (ISnsebagai organisasi profesi bagipara sosiolog, di samping aktifdi organisasi profesi lkatanAntropologi Indonesia (IAI).Dimata Prof. DedyMulyana,

Dekan Fikom Unpad, sosokPak Kusnaka mengingatkannyakepada para profesor di Ameri-ka dan Australia yang demok-ratis, egaliter, rendah hati, te-tapi punya intelektualitas ting-gi. Beberapa penghargaan yangpernah diraihnya antara lainMedal of International Leader-ship of Academic for Interna-tional Leadership (Fili-pina),Setya Lencana Penegak(KSAD), Piagam dan MedaliAngkatan 45, SatyalericanaDwida Sistha (Seskoad), Satya-lencana Karya Satya XXX, Pi-agam Penghargaan dari Guber-nur Jawa Barat, InternationalProfessional of the Year 2003dari International AchievrnentFoundation, penghargaan dariASEAN Moslem Award, danpenghargaan Menteri Agamaserta Majelis Ulama Indonesia."Rencana kecil saya setelah

pensiun dari jabatan struktural,tentu kalau Allah swr me-ngizinkan, ingin memfokuskan Penulis, Guru Besar Ilmudiri mengajar dan menulis Petnerintahan Universitaslebih banyak lagi. Dengan~car~a~_R_a_djadJ,-,,a,-r.:..;.a-,-n.,-__

itu, saya belajar terus-menerus,berlatih berpikir, agar sayatidak cepat pikun, juga agartidak ada gap antara pemikiranorang tua dengan kalangangenerasi muda", Inilah kiat be-liau menyiasati kemungkinanpostpower syndrome.Rencanatersebuttampaknya

sudah direalisasikannya, antaralain dittrn.jukkanoleh lebih daridua puluh buku dan ratusanmakalah serta artikel lepasyang beliau tulis dan presen-tasikan di dalam berbagai ke-sempatan seminar di dalamdan luar negeri, dijurnal ilmi-ah, maupun di media massacetak. Prof. Kusnaka bersamaProf. Judistira K. Garna danProf. LiliRasjidi adalah peletakdasar dan perintis SimposiumKebudayaan IndonesiaMalaysia (SKIM) yang hinggakini dilanjutkan oleh generasiberikutnya di Unpad dan UKM.Pak Kusnaka pun mening-galkan lembaga Inrik (Indone-sian Resource Center for In-digenous Knowledge) yangbermitra dengan lembaga yangsama dari berbagai negara dibelahan lima benua. Tentu je-jak sang guru besar antropologiUnpad ini harus menjadi pi-contoeun bagi civitas academi-ca Unpad generasi berikutnya.Selamat jalan Pak Kusnaka, se-moga amal baik yang ditanamselama ini mendapat balasanAllah SW!'.Amin. (Sumber: Di~di Turmudzi, dkk., Berkarya diBelantara Budaya; Gunawan 'Undang dan Wawan Gunawan,Memilih Harmom).***