Click here to load reader

Perkecambahan Dan Dormansi

  • View
    89

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fistum

Text of Perkecambahan Dan Dormansi

PERKECAMBAHAN DAN DORMANSI

LAPORAN PRAKTIKUM

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan

Yang dibimbing oleh Drs.Sarwono M.Pd

Oleh :

Offering C/ Kelompok 4

1. Hanifa Fitria R.

(130341614781)

2. Herlizza Basyarotun A.(130341614782)

3. Kiki Elita S.

(130341614850)

4. Mayang Puspa Rena

(130341614833)

5. Sasty Alvionita

(130341614828)

6. Shinta Kumalasari

(130341614836)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

NOVEMBER 2014

A. TOPIK

: Perkecambahan dan DormansiB. TANGGAL : 1 Oktober 2014 29 Oktober 2014C. TUJUAN

: 1. Memahami bahwa tidak semua biji dapat langsung tumbuh apabila dikecambahkan.

2. Menduga kondisi dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik luar maupun dalam.

3. Dormansi dapat dipecahkan dengan beberapa perlakuan

D. DATA PENGAMATAN1. Biji Seladaa. Biji selada ( direndam dalam air )

Nama bijiHari keJumlah biji

Selada 129

237

337

439

539

640

740

Ulangan kedua

Nama bijiHari keJumlah biji

Selada 113

215

320

423

526

629

733

Ulangan ketiga

Nama bijiHari keJumlah biji

Selada 120

221

323

423

528

629

733

b. Biji selada ( direndam urea )Ulangan pertamaNama bijiHari keJumlah biji

Selada 10

244

350

Ulangan kedua

Nama bijiHari keJumlah biji

Selada 10

245

350

c. Biji Selada ( direndam 2,4 dinitrophenol )Ulangan pertama

Nama bijiHari keJumlah biji

Selada 11

24

39

412

520

635

750

Ulangan kedua

Nama bijiHari keJumlah biji

Selada 14

218

323

424

532

643

748

2. Biji Padi

a. Biji Padi ( direndam aquades )

TanggalN1N2N3

TumbuhTidak TumbuhBusukTumbuhTidak TumbuhBusukTumbuhTidak TumbuhBusuk

8 Oktober 20141139-1238-1535-

15 Oktober 20142426-2228-2723-

22 Oktober 20143416-3614-3218-

29 Oktober 201448-246-445-5

Persentase Pertumbuhan Kecambah Biji Padi

TanggalRata-Rata Biji yang TumbuhPersentase Biji yang Tumbuh

8 Oktober 20141325 %

15 Oktober 20142448 %

22 Oktober 20143468 %

29 Oktober 20144692 %

b. Biji Padi ( tanpa direndam aquades )

TanggalN1N2N3

TumbuhTidak TumbuhTumbuhTidak TumbuhTumbuhTidak Tumbuh

8 Oktober 2014------

15 Oktober 2014------

22 Oktober 2014------

29 Oktober 2014------

3. Umbi Kentang

a. Umbi Kentang dan Aquades

Kentang keJumlah Tunas Minggu ke 2Keterangan

12Tunas Kecil

23Tunas kecil

33Tunas Kecil

42Tunas Kecil

51Tunas Kecil

Kentang keJumlah Tunas Minggu ke 4Keterangan

14Tunas besar

24Tunas Besar

35Tunas besar

44Tunas sedang

53Tunas sedang

b. Umbi Kentang dan Larutan Thiourea 2%

Kentang keJumlah Tunas Minggu ke 2Keterangan

10Belum tumbuh Tunas

20Belum Tumbuh Tunas

30Belum Tumbuh Tunas

40Belum Tumbuh Tunas

53Tumbuh tunas kecil

Kentang keJumlah Tunas Minggu ke 4Keterangan

10Masih belum tumbuh tunas

21Tumbuh tunas kecil

31Tumbuh tunas kecil

40Masih belum tumbuh tunas

53Tunas tumbuh semakin membesar

c. Umbi Kentang dan Larutan 1% NAA

Kentang keJumlah Tunas Minggu ke 2Keterangan

18Tunas Kecil

24Tunas Besar

34Tunas Kecil

46Tunas Kecil

56Tunas Kecil

Kentang keJumlah Tunas Minggu ke 4Keterangan

18Tunas Kecil

24Tunas Besar

34Tunas Kecil

46Tunas Kecil

56Tunas Kecil

E. PEMBAHASAN 1. Biji SeladaPada percobaan pertama yaitu pengaruh perendaman biji selada (lactuca sativa. L) dalam aquades terhadap perkecambahan. Pada hari 1 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 29, pada ulangan kedua 13. Pada hari 2 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 37, ulangan kedua 15. Pada hari 3 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 37, ulangan kedua 20. Pada hari 4 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 39, ulangan kedua 23. Pada hari 5 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 39, pada ulangan kedua 26. Pada hari 6 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 40, ulangan kedua 29. Pada hari 7 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 40, ulangan kedua 33. Pada hari pertama hingga 7 mengalami peningkatan jumlah biji selada yang mengalami perkecambahan, hal ini disebabkan kerena aquades memiliki fungsi sebagai berikut :

1. melunakkan kulit biji, embrio dan endosperm mengembang sehingga kulit biji robek

2. memfasilitasi masuknya O2kedalam biji, air imbibisi pada dinding sel sehingga sel jadi permeabel terhadap gas. Gas masuk secara difusi sehingga suplai O2 pada sel hidup meningkat dan pernafasan aktif

3. mengencerkan protoplasma, aktivasi macam-macam fungsinya

4. alat transport larutan makanan dari endosperm/kotiledon ketitik tumbuh di embryonic axis : untuk membentuk protoplasma baru. Berdasarkan analisis terdapat korelasi positif antara air yang cukup dan perkecambahan biji , dimana tidak adanya air memicu dormansi (menghambat perkecambahan). Normalnya, biji yang matang mengalami desikasi (kekurangan air) dari yang asalnya 80-90 % menjadi hanya 5%. Desikasi ini diinisiasi oleh hormon asam absisat. Biji yang kekurangan air ini akan terus dorman sampai terdapat faktor-faktor yang memicu perkecambahan. Faktor yang memicu perkecambahan salah satunya adalah air yang cukup untuk mengisi kembali kekurangan air pada jaringan biji (Hopkins, 2008).

Proses rehidrasi jaringan dinamakan imbibisi. Tekanan imbibisi oleh biji yang berkecambah mengakibatkan kulit biji pecah, sehingga embrio (radikula) bisa keluar. Imbibisi diikuti oleh aktivasi metabolisme biji beberapa menit setelah air masuk (Hopkins, 2008). Jadi, adanya air dapat membuat radikula dapat keluar menembus kulit biji dan mengaktifkan metabolisme sehingga embrio dapat tumbuh. Tidak adanya air menyebabkan biji terus mengalami desikasi dan akan tetap mengalami dormansi.

Pada percobaan kedua yaitu pengaruh berbagai zat kimia terhadap perkecambahan biji selada (Letuca sativa. L). Perlakuan pertama adalah menggunakan 2,4 Dinitropenol, pada hari 1 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 1, pada ulangan kedua 4. Pada hari 2 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 4, ulangan kedua 18. Pada hari 3 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 9, ulangan kedua 23. Pada hari 4 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 12, ulangan kedua 24. Pada hari 5 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 20, pada ulangan kedua 32. Pada hari 6 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 35, ulangan kedua 43. Pada hari 7 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 50, ulangan kedua 48. Pada hari pertama hingga 7 mengalami peningkatan jumlah biji selada yang mengalami perkecambahan. Hal ini dikarenakan penambahan 2,4 Dinitrophenol merupakan salah satu hormon auksin sintetik yang berfungsi merangsang pertmubuhan akar ( Cistopher, 1992 ). 2,4 2,4- dinitrophenol ( 2,4- DNP ) adalah auksin sintetis, seperti halnya 2,4-dinitrofenol (2,4-D) sering digunakan secara meluas sebagai herbisida tumbuhan. Pada Monocotyledoneae, misalnya : jagung dan rumput lainnya dapat dengan cepat men ginaktifkan auksin sintetik ini, tetapi pada Dicotyledoneae tidak terjadi, bahkan tanamannya mati karena terlalu banyak dosis hormonalnya. Menyemprot beberapa tumbuhan serialia ataupun padang rumput dengan 2,4-D, akan mengeliminir gulma berdaun lebar seperti dandelion. Auksin akan menstimulasi pertumbuhan hanya pada kisaran konsentrasi tertentu; yaitu antara : 10-8 M sampai 10-4 M. Pada konsentrasi yang lebih tinggi; auksin akan menghambat perpanjangan sel, mungkin dengan menginduksi produksi etilen, yaitu suatu hormon yang pada umumnya berperan sebagai inhibitor pada perpanjangan sel (George, L.W. 1995).Auksin akan meningkatkan potensial membran (tekanan melewati membran) dan menurunkan pH di dalam dinding sel. Pengasaman dinding sel ini, akan mengaktifkan enzim yang disebut ekspansin; yang memecahkan ikatan hidrogen antara mikrofibril sellulose, dan melonggarkan struktur dinding sel. Ekspansin dapat melemahkan integritas kertas saring yang dibuat dari sellulose murni. Penambahan potensial membran, akan meningkatkan pengambilan ion ke dalam sel, yang menyebabkan pengambilan air secara osmosis. Pengambilan air, bersama dengan penambahan plastisitas dinding sel, memungkinkan sel untuk memanjang. Auksin juga mengubah ekspresi gen secara cepat, yang menyebabkan sel dalam daerah perpanjangan, memproduksi protein baru, dalam jangka waktu beberapa menit. Beberapa protein, merupakan faktor transkripsi yang secara menekan ataupun mengaktifkan ekspresi gen lainnya. Untuk pertumbuhan selanjutnya, setelah dorongan awal ini, sel akan membuat lagi sitoplasma dan bahan dinding sel. Auksin juga menstimulasi respon pertumbuhan selanjutnya (Anna Kasvaa. 2007).Perlakuan kedua yaitu menggunakan urea, pada hari 1 ulangan pertama biji selada tidak ada yang berkecambah, pada ulangan kedua juga tidak ada yang berkecambah. Pada hari 2 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 44, ulangan kedua 45. Pada hari 3 ulangan pertama biji selada yang mampu berkecambah ada 50 dan ulangan kedua 50. Pupuk urea men

Search related