Click here to load reader

PENGARUH DISIPLIN KERJA , KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGARUH DISIPLIN KERJA , KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN

MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Studi pada Perusahaan Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan Bantul,
Yogyakarta
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS EKONOMI
i
MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Studi pada Perusahaan Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan Bantul,
Yogyakarta
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS EKONOMI
iv
bergerak
Jangan menyerah
(Merry Riana)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih kepada Allah atas karunia dan rahmat-Nya,
sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Disiplin
Kerja, Komitmen Orgasnisasional Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan”. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Dalam penelitian ini, peneliti menyadari bahwa tanpa bantuan, dukungan,
bimbingan dari berbagai pihak skripsi ini tidak dapat terselesaikan dengan baik.
Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini, peneliti secara khusus menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A., Selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, SE., M.Si., selaku Ketua Program Studi
Manajemen Universitas Sanata Dharma.
3. Ibu Dr. Caecilia Wahyu Estining Rahayu, M.Si., selaku dosen
pembimbing I, yang telah sabar memberikan arahan, motivasi, perhatian,
dan waktu untuk bimbingan bagi peneliti dalam penyusunan skripsi ini.
4. Ibu Dra. Diah Utari Bertha Rivieda M.Si., selaku dosen pembimbing II,
yang telah meluangkan waktu untuk bimbingan dan memberikan arahan,
kritik dan saran sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan
dengan baik.
6. Kedua orangtuaku, bapak Sefrinus Muhyadin dan mama Maria Filomena
Yulita, adik Maria Adelina Mulyanti, Isidorus Apolonaris Muhyadin,
terima kasih atas doa, kasih sayang, perhatian, motivasi, dukungan moral
serta materi sehingga peneliti semangat dalam menyelesaikan skripsi ini
dengan baik untuk mendapat gelar Sarjana Ekonomi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ix
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ............................ v
LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI ....................................................... vi
A. Landasan Teori ..................................................................................... 6
B. Penelitian Sebelumnya ......................................................................... 22
C. Desain penelitian .................................................................................. 27
x
C. Waktu dan Lokasi ................................................................................ 31
D. Variabel Penelitian ............................................................................... 32
F. Populasi dan Sampel ............................................................................ 37
G. Teknik Pengambilan Sampel................................................................ 37
BAB IV GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN ............................. 47
A. Sejarah Perkembangan Perusahaan Bakpia Japon ............................... 47
B. Karyawan ............................................................................................. 49
C. Produksi ............................................................................................... 50
I. Sistem Penetapan Harga ....................................................................... 51
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ........................................ 53
A. Deskripsi data dan analisis ................................................................... 53
B. Hasil uji statistik dan pembahasan ....................................................... 60
BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN ....................... 76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xi
xii
III.2 Skala Data Disiplin Kerja, Komitmen Organisasional, Motivasi Kerja, Dan
Kinerja Karyawan ............................................................................... 41
V.1 Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan Variabel Disiplin Kerja .................. 54
V.2 Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan Variabel Komitmen Organisasional 54
V.3 Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan Variabel Motivasi Kerja ................. 55
V.4 Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan Variabel Kinerja Karyawan ............ 55
V.5 Hasil Uji Reliabilitas ................................................................................ 56
V.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia .............................................. 57
V.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .............................. 57
V.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan ........................ 58
V.9 Karakteristik Responden Berdasrkan Pendidikan Terakhir ...................... 59
V.10 Hasil Uji Normalitas ............................................................................... 60
V.11 Hasil Uji Multikolinieritas ..................................................................... 62
V.12 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ......................................................... 63
V.13 Hasil Uji T ............................................................................................... 64
V.14 Hasil Uji F ............................................................................................... 67
V.15 Koefisien Determinasi ............................................................................. 69
xiii
xiv
Surat Keterangan Penelitian ............................................................................. 84
Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan Variabel Disiplin Kerja ......................... 92
Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan Variabel Komitmen Organisasional ...... 93
Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan Variabel Motivasi Kerja ........................ 94
Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan Variabel Kinerja Karyawan .................. 95
Hasil Uji Reliabilitas ....................................................................................... 97
Lampiran Aktivitas Perusahaan ....................................................................... 100
xv
ABSTRAK
MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Studi pada Perusahaan Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan Bantul,
Yogyakarta
organisasional, dan motivasi kerja secara parsial dan simultan terhadap kinerja
karyawan.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30
responden.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.Teknik
pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling.Teknik analisis data
yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan disiplin kerja dan komitmen organisasional
secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Motivasi kerja secara
parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Disiplin kerja, komitmen
organisasional dan motivsai kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja
karyawan perusahaan bakpia Japon.
Kinerja Karyawan
xvi
ABSTRACT
PERFORMANCE
A case Study on Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan Bantul, Yogyakarta
Fererius Hetlan Muhyadin
Sanata Dharma University
Yogyakarta, 2019
This study aims to determine the influence of work discipline, organizational
commitment, and work motivation partially and simultaneously on employee
performance.The samples that are used in this are teken from 30 respondents. The
data collection is done using a questionnaire.The sampling technique used is non-
probability sampling.The data analysis technique used is multiple linear
regression analysis.
The results of this study indicate that work discipline and organizational
commitment partially does not affect employee performance.Work motivation
partially influences employee performance.Work discipline, organizational
commitment and work motivation simultaneously influence the performance of
the employees in Japon bakpia company.
KeyWord : Work Discipline, Organizational Commitment, Work
Motivation, Employee Performance
1
Perusahaan merupakan sebuah organisasi yang memproses perubahan
keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang dan /atau jasa yang
diperuntukkan bagi pemuasan kebutuhan para pembeli, serta memberikan laba
kepada para pemiliknya (Umar, 2003,3). Suatu organisasi/perusahaan dapat
berjalan efektif apabila fungsi-fungsi manajemen yang ada di dalamnya
berfungsi dengan baik, serta unsur-unsur penunjangnya tersedia dan memenuhi
persyaratan.Salah satu unsur terpenting yang dapat mendukung jalannya
perusahaan adalah sumberdaya manusia (karyawan).Tenaga kerja atau
sumberdaya manusia dapat diartikan sebagai mereka yang bekerja pada orang
lain dengan menjual jasa, waktu, tenaga dan gagasan/pikiran untuk perusahaan,
serta mendapat kompensasi dari perusahaan tempat mereka bekerja, Sodikin et
al (2017:2). Selanjutnya Sodikin et al(2017;2) menjelaskan bahwa untuk
sebuah perusahaan, SDM atau tenaga kerja dipandang sebagai mitra yang
terlibat dalam suatu perencanaan, penyisteman, pemprosesan, sehingga tujuan
perusahaan mudah dicapai. Manajemen sumberdaya manusia mempunyai
peran penting dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan.Menurut
Wirawan (2009:5), kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi
atau indikator-indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu
tertentu. Kinerja mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan perusahaan.
Hal itu dapat dilihat dengan capaian atas pekerjaan yang dilakukan, semakin
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
semakin mudah dicapai, begitu pula sebaliknya yang terjadi apabila kinerja
karyawan rendah atau tidak baik maka tujuan itu akan sulit dicapai dan juga
hasil yang diterima tidak akan sesuai keinginan yang telah ditargetkan
perusahaan.
Sinambela (2012:239) disiplin kerja adalah kemampuan kerja seseorang
untuk secara teratur, tekun terus menerus dan bekerja sesuai dengan aturan-
aturan berlaku dengan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah
ditetapkan.Disiplin kerja merupakan fungsi operatif dari manajemen sumber
daya manusia yang terpenting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan, karena
semakin baik disiplin karyawan, maka semakin baik pula kinerjanya. Tanpa
disiplin yang baik, sulit bagi suatu organisasi perusahaan mencapai hasil yang
optimal.
komitmen organisasional merupakan keyakinan yang menjadi pengikat
pegawai dengan organisasi tempatnya bekerja, yang ditujukan dengan adanya
loyalitas, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan
tujuan organisasi.Luthans (2006) dalam Priansa (2014: 234) menyatakan
bahwa sebagai suatu sikap, maka komitmen organisasi sering didefinisikan
sebagai: 1) Keinginan yang kuat untuk tetap menjadi bagian dari anggota
organisasi tertentu.2) Keinginan untuk beerusaha keras sesuai keinginan
organisasi.3) Keyakinan tertentu, dan penerimaan nilai dan tujuan
organisasi.Komitmen yang tinggi dari karyawan terhadap pekerjaannya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
otomatis kinerja yang akan ditunjukan sangat rendah pulah.
(Hasibuan, 2015:219) Menyatakan motivasi adalah pemberian daya
penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang,agar mereka mau
bekerja sama,bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk
mencapai kepuasan. Jika perilaku tersebut mengarah pada suatu obyek atau
sasarannya, maka dengan motivasi tersebut akan mencapai target atau sasaran
dengan keuntungan sebesar-besarnya dan dikerjakan dengan sebaik-baiknya,
sehingga efektivitas kerja dapat dicapai. Dengan adanya motivasi yang kuat
serta timbul dari diri setiap pribadi, maka keinginan untuk melakukan sesuatu
akan sangat tinggi pula. Seorang akan memberikan suatu hasil yang baik
terhadap pekerjaannya apabila motivasi dalam melakukan pekerjaan tersebut
timbul dari dalam dirinya. Sebaliknya apabila seorang tidak memiliki motivasi
dalam melakukan pekerjaannya biasanya akan merasa tidak nyaman dan
hasilnya terpengaruhi juga.
dengan judul “PENGARUH DISIPLIN KERJA, KOMITMEN
ORGANISASIONAL, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA
KARYAWAN Pada Perusahaan Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan
Bantul,Yogyakarta”
4
1. Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di perusahaan
bakpia Japon ?
perusahaan bakpia Japon?
perusahaan bakpia Japon?
4. Apakah disiplin kerja, komitmen organisasi, motivasi kerja secara simultan
berpengaruh terhadap kinerja karyawan di perusahaan bakpia Japon?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di
perusahaan bakpia Japon.
di perusahaan bakpia Japon.
perusahaan bakpia Japon.
Japon
5
Hasil penelitian ini harapkan menjadi masukan serta informasi bagi pihak
perusahaan bakpia Japon dan mengetahui pengaruh disiplin kerja, komitmen
organisasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
2. Bagi Universitas Sanata Dharma
Penelitian ini menjadi salah satu sumber referensi bagi penelitian
selanjutnya baik berkaitan dengan topik yang sama maupun topik yang
berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia.
3. Bagi peneliti
manusia yang khususnya berkaitan dengan disiplin kerja, komitmen
organisasional, motivasi kerja dan pengaruhnya terhadap kinerja.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
Manajemen sumber daya manusia merupakan seni tenaga kerja
dalam suatu organisasi, baik organisasi publik maupun swasta, Sodikin et
al (2017:2). Manajemen sumber daya manusisa sebagai sentral yang
menggerakan organisasi, sehingga suatu organisasi baik yang
berorientasi laba maupun organisasi nirlaba menjadi dinamis sesuai
dengan karakter manusianya. Manajemen sumber daya manusia berperan
dalan memastikan bahwa organisasi dapat mencapai kesuksesan melalui
orang lain. Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang
digunakan untuk menggerakan dan menyidergikan sumber daya lainnnya
untuk mencapai tujuan organisasi, Wirawan (2009:1). Tanpa adanya
sumber daya manusia, sumber daya yang lainnya menganggur (idle) dan
kurang bermanfaat dalam mencapai tujuan organisasi.
b. Kinerja
kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai
dalam melaksankan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan kepadanya. (Mangkuprawira dan Hubeis, 2007:153)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
secara terencana pada waktu dan tempat dari karyawan serta
organisasi bersangkutan. (Wirawan, 2009:5) kinerja adalah keluran
yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu
pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu tertentu. (Sodikin et al,
2017:130)kinerja merupakan hasil kerja secara total dan berkualitas
yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai
dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya ( Widodo 2015:131
) kinerja individu adalah bagian hasil dari kerja pegawai baik dari segi
kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah
ditentukan, sedangkan kinerja organisasi adalah gabungan dari kinerja
individu dan kinerja kelompok.
a) Menurut Sedarmayanti (2007) (dalam Widodo 2015:133)
mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja,
antara lain:
(1) Sikap dan mental (motivasi kerja, disiplin kerja dan etika
kerja).
8
kepemimpinan, sistem, tim, dan situasional. Uraian rinci dari
faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
(1) Faktor personal/individual, meliputi unsur pengetahuan,
keterampilan(skill), kemampuan, kepercayaan diri, motivasi,
dan komitmen yang dimiliki oleh tiap individu karyawan.
(2) Faktor kepemimpinan, meliputi aspek kualitas manajer dan
team leader dalam memberikan dorongan, semangat, arahan,
dan dukungan kerja karyawa.
diberikan oleh rekan dalam satu tim, kepercayaan terhadap
sesame anggota tim, kekompakan, dan keeratan tim.
(4) Faktor sistem, meliputi sistem kerja, fasilitas kerja atau
infrastruktur yang diberikan oleh organisasi, proses
organisasi, dan kultur kinerja dalam organisasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
perubahan lingkungan eksternal dan internal.
3) Sodikin et al(2017:141) menjelaskan ada dampak dari metode
penilaian kinerja yaitu:
a) Memperoleh umpan balik dari berbagai sumber, yang tentu akan
lebih objektif dibanding jika umpan baliknya hanya berasal dari
diri sendiri.
pribadi dalam penilaian kinerja.
mengingat bahwa mereka lebih cendrung bertanggung jawab
terhadap perilaku mereka satu sama lain ketika mengetahui
bahwa mereka harus saling menyampaikan masukan mengenai
kinerja rekan satu tim mereka itu.
d) Memahami kebutuhan pengembangan perseorangan maupun
organisasi.
dilakukan untuk meningkatkan karier.
kerja seseorang untuk secara teratur, tekun terus menerus dan bekerja
sesuai dengan aturan-aturan berlaku dengan tidak melanggar aturan-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
kerja adalah sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan
peraturan dari perusahan baik yang tertulis maupun tidak
tertulis.Wahjono (2015:184) disiplin merupakan perasaan taat dan
patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan
pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.Sastrohadiwiryo
(2005:291) disiplin kera merupakan suatu sikap menghormati,
menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang
berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup
menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-
sanksinya apabila melanggar tugas dan wewenang yang diberikan
kepadanya.Kedisiplin karyawan adalah sifat seorang karyawan yang
secara sadar mematuhi aturan dan peraturan organisasi tertentu
(Mangkuprawira dan Hubeis, 2007:122).
Menurut Wahjono (2015:184) disiplin merupakan perasaan taat dan
patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan
pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnyaIndikator
kedisiplinan kerja adalah sebagai berikut:
a) Besaran kompensasi
c) Aturan yang ditegakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
f) Perhatian yang tulus kepada karyawan
g) Membudayakan disiplin
291) adalah sebagai berikut:
a) Agar para tenaga kerja menepati segala peraturan dan kebijakan
ketenagakerjaan, maupun peraturan dan kebijakan perusahaan yang
berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis, serta melaksanakan
perintah manajemen.
bidang pekerjaan yang diberikan kepadanya.
c) Menggunakan dan memelihara prasarana dan sarana barang dan
jasa perusahaan dengan sebaik-baiknya.
berlaku pada perusahaan
dengan harapan perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun
dalam jangka panjang.
2007:123) sebagai berikut:
12
manajemen kinerja sumber daya manusia. Tujuannya memperbaiki
masalah kemerosotan kinerja karyawan.
peraturan/hukum ketenagakerjaan yang berlaku.
siapa saksinya, bagaimana diidentifikasikan dan dikomunikasikan
pada karyawan, serta langkah-langkah apa yang telah diambil.
d) Menggunakan pendekatan tekanan dan paksaan seminimum
mungkin, bregantung pada sikap dan bobot masalah karyawan.
e) Melibatkan karyawan bersangkutan, mulai dari identifikasi masalah
dan pendekatan solusi masalah kinerja yang rendah akibat faktor
kinerja yang rendah.
diharapkan dan menyembunyikan masalah ketidakdisiplinan.
Peningkatan disiplin menjadi bagian yang penting dalam manajemen
sumber daya manusia, sebagai faktor penting dalam peningkatan
produktvitas.Masalah yang muncul adalah bagaimana usaha yang
dilakukan untuk meningkatkan disiplin pegawai.
d. Komitmen Organisasional
komitmen organisasional merupakan suatu rasa identifikasi,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
organisasinya. Yulk (2006) (dalam Priansa 2014:233) menyatakan
komitmen oraganisaional merupakan persetujuan pegawai terhadap
keputusan atau permintaan organisasi dan melakukan usaha yang
serius untuk menjalankan permintaan atau menerapkan keputusan
tersebut sesuai dengan kepentingan organisasi.Colquitt et al (2009)
(dalam Prisna, 2014:233) menyatakan bahwa komitmen
organisasional mempengaruhi apakah seorang pegawai tetap bertahan
menjadi anggota organisasi atau meninggalkan organsisasi untuk
mengejar pekerjaan lain. Pegawai meninggalkan organisasi secara
sukarela terjadi ketika pegaawai memutuskan untuk berhenti dari
organisasi,sedangkan pegawai yang meninggalkan organisasi karena
terpaksa bisa terjadi ketika pegawai dipecat oleh organisasi karena
alasan tertentu. Luthans (2006) (dalam Priansa, 2014: 234)
menyatakan bahwa komitmen organisasi merupakan sikap yang
merefleksikan loyalitas pegawai pada organisasi dan proses
keberlanjutan dimana anggota organisasi mengekspresikan
perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta kemajuan
yang berkelanjutan. Dessler (2003) (dalam Priansa, 2015:234)
menyatakan bahwa komitmen organisasi merupakan identifikasi
terhadap persetujuan untuk mencapai misi unit atau misi
organisasi.Allen dan Mayer (1997) (dalam Priansa, 2015:234)
menyatakan bahwa komitmen organisasional merupakan keyakinan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.
2) Prinsip dan bentuk komitmen organisasional
Ada lima prinsip kunci dalam membangun komitmen organisasional
oleh pemimpin menurut Priansa (2015 :234), adalah:
a) Memelihara atau meningkatkan harga diri. Artinya harus pintar
menjaga agar harga diri pegawai tidak rusak.
b) Pemimpin Memberikan tanggapan dengan empati .
c) Meminta bantuan dan mendorong keterlibatan. Artinya pegawai
selain butuh dihargai juga ingin dilibatkan dalam pengambilan
keputusan.
e) Memberikan dukungan tanpa mengambil alih tanggung jawab.
Kelima prinsip diatas mencerminkan sifat pemimpin yang
menawarkan bantuan agar pegawai dapat melaksanakan tugas dengan
baik, sifat pemimpin jugamembantukaryawan , akan tetapi
tanggungjawab ada pada karyawan pegawai.
3) Komponen sikap dan kehendak dalam komitmen organisasional dalam
diri pegawai juga nampak dari beberapa hal berikut:
a) Penyesuaian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
menuruti perauran dan ketentuan yang berlaku di organisasi.
b) Meneladani
c) Mendukung secara aktif
misi organisasi;
kepentingan pribadi, pengorbanan dalam hal pilihan pribadi, serta
mendukkung keputusan yang menguntungkan organisasi
walaaupun keputusan tersebut tidak disenangi oleh pegawai
tersebut.
Priansa, 2014: 236) dapat ditinjau dari dua sudut yaitu:
a) Ditinjau dari sudut Organisasi
Pegawai yang berkomitmen rendah akan berdampak pada turnover,
tingginya absensi, meningkatnya kelambanan kerja dan kurang
intensitas untuk bertahan sebagai pegawai di organisasi tersebut,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
lebih jauh lagi yaitu menurunnya laba organisasi.
b) Ditinjau dari sudut pegawai
Komitmen pegawai yang tinggi akan berdampak pada peningkatan
karir pegawai tersebut.
Komitmen organisasional pegawai tidak terjadi begitu saja, namun
melalui proses yang cukuppanjang dan bertahap. Komitmen pegawai
juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini dapat
menunjang kinerja karyawan. tingkat komitmen yang tinggi dari
karyawan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. McShane
dan Glinow (2000) (dalam Priansa 2014:246) mengemukakan
beberapa faktor komitmen organisasional yang dapat mempengaruhi
kinerja karyawan, anatara lain sebagai berikut:
a) Keadilan dan kepuasan kerja
Hal yang paling mempengaruhi loyalitas pegawai adalah
pengalaman kerja yang positif dan adil.Komitmen pegawai sulit
untuk dicapai jika pegawai menghadapi beban kerja yang
meningkat namun justru keuntungan yang diperoleh organisasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
karena itu organisasi dapat membangun komitmen organisasi
dengan berbagi keuntungan yang diperoleh organisasi, tidak hanya
untuk pimpinan dan para manajer tingkat atas, namun juga pegawai
dalam level yang lebih teknis dan operasional.
b) Keamanan kerja
dengan organisasi. Keamanan kerja harus diperhatikan untuk
memelihara hubungan dimana pegawai percaya usaha mereka akan
dihargai oleh organisasi, pimpinan, maupun manajer organisasi.
Disisi lain, ketidakamanan kerja mengakibatkan hubungan kontrak
yang lebih formal tetapi dengan hubungan timbal balik yang
rendah. Tidak mengherankan jika ancaman PHK adalah salah satu
pukulan terbesar bagi loyalitas pegawai, bahkan diantara mereka
yang pekerjaannya tidak beresiko.
terhadap organisasi. Sikap ini akan menguat ketika pegawai
memiliki pemahaman yang kuat tentang organisasi. Pegawai harus
secara rutin harus diberikan informasi mengenai kegiatan
organisasi dan pengalaman pribadi dari bagian lain.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut
masa depan organisasi. Melalui partisipasi tersebut maka pegawai
mulai melihat organisasi sebagai refleksi dari keputusan mereka.
Keterlibatan pegawai juga membangun loyalitas karena dengan
melibatkan pegawai dalam pengambilan keputusan berarti
organisasi mempercayai pegawainya.
e) Kepercayaan pegawai
organisasi.Kepercayaan juga merupakan sebuah aktivitas timbal
balik. Untuk memperoleh kepercayaan, maka diantara kedua belah
pihak harus saling mempercayai. Kepercayaan penting bagi
komitmen organisasional karena menyentuh jantung dari hubungan
kerja.Pegawai merasa wajib bekerja untuk organisasi hanya ketika
mereka mempercayai pemimpin mereka.
merangsang seseorang untuk dapat bekerja dengan sepenuh hati segala
daya dan upaya dan seluruh kemampuan dan pengorbanan waktu
sehingga tujuan organisasi secara efisien dan efektif dapat tercapai
(Mangkunegara 2013:93 ). (Widodo, 2015:187) menyatakan motivasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
menghasilkan sesuatu sesuai dengan apa yang ia katakan, bukan
sekedar janji dan keinginan saja. (Rivai,2005:455) dalam Kadarisman
(2012:276) menyatakan motivasi merupakan serangkaian sikap dan
nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang
spesifik sesuai dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut
merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk
mendoronog individu untuk bertingkahlaku dalam mencapai
tujuan.(Syadam,2000) dalam Kadarisman (2012:275) menyatakan
motivasi adalah keseluruhan proses pemberian dorongan atau kepada
para karyawan sehingga mereka bersedia bekerja dengan rela tanpa
dipaksa. (Stokes,1966) dalam Kadarisman (2012:278) motivasi adalah
sebagai pendorong bagi seseorang untuk melakukan pekerjaannya
dengan lebih baik, juga merupakan faktor yang membuat perbedaan
antara sukses dan gagalnya dalam banyak hal dan merupakan tenaga
emosional yang sangat penting untuk sesuatu pekerjaan baru.
Hariandja (2002:321 ) motivasi merupakan faktor-faktor yang
mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk
melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang
keras atau lemah. Robbins (2006) (dalam priansa, 2014:201) motivasi
yaitu proses yang menunjukan intensitas individu, arah, dan ketekunan
dari upaya menuju pencapaian tujuan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
Kadarisman (2012:276) menyatakan motivasi merupakan penggerak
atau pendorong, dalam diri seseorang untuk mau berperilaku dan
bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban yang
telah diberikan kepadanya. Motivasi sebagai pendorong atau
penggerak perilaku ke arah pencapaian atau tujuan merupakan suatu
siklus yang terdiri dari tiga elemen, yaitu adanya kebutuhan, dorongan
untuk berbuat dan bertindak, dan tujuan yang diinginkan. Dorongan
tersebut komponennya berupa arah perilaku dan kekuatan perilaku,
motivasi dimulai dari adanya kebutuhan kemudian diikuti dengan
adanya dorongan dan adanya tujuan yang ingin dicapai. Kebutuhan
ini mengakibatkan munculnya dorongan untuk memenuhi kebutuhan
tertentu yang diinginkan.Kebutuahan adalah suatu keinginan yang
kurang dirasakan oleh seorang pegawai pada waktu tertentu.
a) Kebutuhan
sehingga mempengaruhi berperilaku, berbuat, dan bertindak.
Contohnya: gaji, jaminan hari tua, dan jaminan kesehatan
b) Pendorong
berperilaku, berbuat dan bertindak, contohnya yang dapat
mempengaruhi mendorong manusia, contohnya rasa aman dalam
bekerja, mengembangkan diri, mneggunakan cara baru dalam
bekerja
21
sehingga mempengaruhi manusia dalam berperilaku, berbuat, dan
bertindak; contohnya: kebijakan atasan, adil, adanya penghargaan
atas prestasi kerja.
3) Sumber motivasi
Ada dua sumber motivasi dari dalam diri atau motivasi intrinsik dan
motivasi dari luar atau ekstrinsik Priansa (2014:205)
a) Motivasi intrinsik
Motivasi ini muncul karena motiv yang timbul dari dalam diri
pegawai. Faktor individual yang mendorong pegawai untuk
melakukan sesuatu adalah:
sesuai dengan minatnya.
(2) Sikap positif
pekerjaan akan rela untuk ikut dan terlibat dalam kegiatan
tersebut, serta akan berupaya seoptimal mungkin untuk
menyelsaiakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan melaksanakan
serangkaian aktivitas atau kegiatan.
22
memadai untuk mendukung kinerjanya dalam bekerja
b) Motivasi ekstrinsik
Diantaranya adalah:
(1) Motivator
(2) Kesehatan kerja
organisasi yang baik, supervise teknisi yang memadai, gaji
yang memuaskan, kondisi kerja yang mendukung, serta
keselamatan kerja.
Terhadap Prestasi Kerja” oleh Irawati dan Mustakim, (2012)
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komitmen organisasional,
disiplin kerja dan motivasi kerja pegawai Balai Pelaksana Teknis Bina
Marga Wilayah Magelang.Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai
Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Magelang sejumlah 219
orang dari seluruh pangkat/golongan. Sampel yang digunakan sebanyak
141 orang (berdasarkan rumus Slovin) dengan teknik pengambilan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
berkaitan dengan variabel penelitian dikumpulkan menggunakan
kuesioner yang dibagikan kepada seluruh responden dan diisi sendiri oleh
responden berdasarkan persepsi responden.Berdasarkan uji instrumen
yang dilakukan terbukti bahwa seluruh butir pernyataan dalam kuesioner
terbukti valid dan reliabel.Teknik analisis yang digunakan untuk
membuktikan hipotesis adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) komitmen organisasional berpengaruh tetapi
tidak signifikan terhadap prestasi kerja pegawai, (2) disiplin kerja secara
positif dan signifikan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai, dan
(3) motivasi kerja secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap
prestasi kerja pegawai Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah
Magelang.Saran yang dapat diberikan adalah manajemen Balai Pelaksana
Teknis Bina Marga Wilayah Magelang adalah menegakkan kedisiplinan
pegawainya dengan cara menggalakkan daftar hadir di pagi hari bagi
seluruh pegawai dan memberikan hukuman tanpa pandang bulu sehingga
pegawai jera bertindak tidak disiplin. Manajemen Balai Pelaksana Teknis
Bina Marga Wilayah Magelang juga perlu meningkatkan
motivasieksternal (malalui pengawasan yang ketat) untuk meningkatkan
motivasi kerja pegawai yang masih rendah.
Perbedaan penelitian terdahulu dan penelitian yang dilakukan oleh
peneliti dalam penelitian ini bahwa peneliti menggunakan sampel
sebanyak 30 orang sedangkan penelitian terdahulu menggunakan sampel
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
penelitian ini dilakukan pada tahun 2018.
2. “Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasi
Terhadap Kinerja Pegawai” oleh Suwardi dan Utomo, (2011).
Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh variabel motivasi kerja
(X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) terhadap
kinerja pegawai (Y) dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati
yang mencakup 9 bagian, dimana menurut data terakhir jumlah populasi
sebanyak 312 orang. Sampel dilakukan secara Proporsional Random
Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan perbandingan.Peneliti
memproporsionalkan jumlah populasi berdasarkan jumlah pegawai yang
ada dimasing-masing bagian dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten
Pati.Berdasarkan perhitungan dengan rumus Slovin jumlah sampel
sebanyak 76 orang.Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa
hipotesis (H1) yang menyatakan bahwa motivasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja dan hipotesis (H2) yang menyatakan bahwa
kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta
hipotesis (H3) yang menyatakan komitmen organisasional berpengaruh
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
organisasional secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja, diterima. Hasil pengujian ini dapat dimaknai bahwa
pegawai yang memiliki motivasi dan kepuasan kerja yang tinggi, maka
akan cenderung mempunyai kinerja yang tinggi terhadap organisasi.
Untuk mencapai kinerja yang tinggi, maka motivasi dan kepuasan kerja
pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Pati harus ditingkatkan.
Perbedaan penelitian ini dan penelitian terdahulu terdapat pada
variabel.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah disiplin
kerja, komitmen organisasional, motivasi kerja dan kinerja sedangkan
pada penelitian terdahulu motivasi kerja, kepuasan kerja, dan komitmen
organisasi, kinerja. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini
menggunakan teknik sampling jenuh sedangkan pada penelitian
terdahulu menggunakan proporsional random sampling. Lokasi
penelitian pada penelitian ini yaitu pada perusahaan bakpia Japon,
sedangkan pada penelitian terdahulu pada sekertariat daerah kabupaten
Pati.Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 orang,
sedangkan pada penelitian terdahulu sebanyak 76 orang.Penelitian
terdahulu dilakukan pada tahun 2011 dan sedangkan penelitian ini
dilakukan pada tahun 2018.
Terhadap Kinerja Pegawai” oleh Sawitri, (2011).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
pegawai pada Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 75 responden. Metode sampling yang
digunakan adalah judgment sampling yang merupakan salah satu
jenis purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan
dengan kuesioner dan wawancara. Teknik pengujian data yang digunakan
dalam penelitian ini meliputi uji validitas dengan analisis faktor, uji
reliabilitas dengan Alpha Cronbach.Uji asumsi klasik, analisis regresi
linear berganda, uji t untuk menguji dan membuktikan hipotesis
penelitian. Data yang terkumpul diuji validitas dengan metode analisis
faktor dan diuji reliabilitas dengan koefisien alpha (Alpha Cronbach),
dimana hasilnya seluruh data dinyatakan valid dan reliabel. Hasil dari
analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa: (1) Motivasi berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, (2) Komitmen organisasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dan (3)
Budaya organisai berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap
kinerja pegawai.
yang digunakan.Variabel yang digunakan penelitian terdahulu yaitu
motivasi, komitmen organisasi, dan budaya organisasi, kinerja sedangkan
variabel yang gunakan pada penelitian ini yaitu disiplin kerja, komitmen
organisasional, motivasi kerja dan kinerja.Jumlah responden pada
penelitian terdahulu sebanyak 75 responden sedangkan pada peneliti
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah, sedangkan pada penelitian ini
lokasi peneliriannya pada perusahaan bakpia Japon.Teknik pengambilan
sampel pada penelitian terdahulu menggunakan teknik judgment
sampling sedangkan pada peneliti menggunakan teknik sampling jenuh.
C. Desain Penelitian
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai
masalah yang penting.
penelitian tersebut yang merupakan ringkasan kecil dari apa yang hendak
peneliti sampaikan. Kerangka pemikiran teoritis itu adalah sebagai berikut:
Keterangan :
= Parsial
= Simultan
28
penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk
kalimat pertanyaan.( Sugiyono 2016: 96 ).
Berdasarkan rumusan masalah dan ladasan teori maka penulis merumuskan
hipotesis sebagai berikut :
kerja merupakan pelaksanaan manajemen untuk memperteguh
pedomaan-pedomaan organisasi. Kedisiplinan sangat mempengaruhi
kinerja karyawan dan perusahaan. Hasil penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Irawati dan Mustakim pada tahun 2012, menunjukkan
bahwa disiplin kerja secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap
prestasi kerja pegawai berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai Balai
Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Magelang. Berdasarkan uraian
tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H1: Disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di
Perusahaan Bakpia Japon.
organisasional merupakan keyakinan yang menjadi pengikat pegawai
dengan organisasi tempatnya bekerja, yang ditunjukan dengan adanya
loyalitas, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-
nilai dan tujuan organisasi. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh Sawitri pada tahun 2011, menunjukkan bahwahasil dari analisis dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
positif dan signifikanterhadap kinerja pegawai perum perhutani Unit I
Jawa Tengah. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan
hipotesis sebagai berikut:
karyawan di Perusahaan Bakpia Japon.
3. Hariandja (2002:321 ) menyatakan motivasi merupakan faktor-faktor
yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang
untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha
yang keras atau lemah. Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Suwardi dan Utomo pada tahun 2011, hasil pengujian hipotesis
menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa motivasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan hasil pengujian
ini dapat dimaknai bahwa pegawai yang memiliki motivasi dan kepuasan
kerja yang tinggi, maka akan cenderung mempunyai kinerja yang tinggi
terhadap organisasi. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan
hipotesis sebagai berikut:
Perusahaan Bakpia Japon.
kerja merupakan pelaksanaan manajemen untuk memperteguh
pedomaan-pedomaan organisasi.Selain itu komitmen organisasional
meruakan keyakinan yang menjadi pengikat pegawai dengan organisasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
organisasi Allen dan Mayer (1997) (dalam Priansa, 2015:234). Kemudian
motivasi merupakan faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong
perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang
dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras atau lemah, Hariandja
(2002:321 ). Selanjutnya Mangkunegara (2013:67) mengemukakan
kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh
seorang pegawai dalam melaksankan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya.
berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel
tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan, ( Sugiyono, 2016 : 14 )
1. Subjek penelitian
2. Obyek penelitian
motivasi kerja dan kinerja karyawan.
C. Waktu dan Lokasi Penelitian
1. Waktu Penelitian
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Bakpia Japon yang beralamat di
Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
D. Variabel Penelitian
1. Identifikasi variabel
Variabel penelitian merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,
obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.( Sugiyono,
2016:61 )
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen
(Sugiyono, 2016 : 61). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu
disiplin kerja, komitmen organisasional, dan motivasi kerja.
b. Variabel Terikat (variabel dependen)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas.( Sugiyono, 2016:61). Variabel
terikat dalam penelitian ini yaitu kinerja karyawan.
2. Pengukuran variabel
yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya
interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila
digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Dengan
menggunakan skala pengukuran tersebut maka nilai variabel yang diukur
dengan instrumen tertentu dinyatakan dalam bentuk angka sehingga akan
lebih akurat, efisien, dan komunikatif
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap
potensi dan permasalahan suatu objek.Alat ukur yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kuesioner. Setiap butir pernyataan yang mewakili
setiap variabel penelitian diberikan 5 alternatif jawaban yaitu: SS, S, N,
TS, dan STS. Masing-masing alternatif jawaban tersebut sebagai berikut:
Sangat setuju (SS) : diberi skor 5
Setuju (S) : diberi skor 4
Cukup setuju (CS) : diberi skor 3
Tidak setuju (TS) : diberi skor 2
Sangat tidak setuju (STS) : diberi skor 1
E. Definisi Operasional dan Indikator Pengukuran variabel
Menurut Creswell (2012) (dalam Sugiyono, 2015:173),“operational definition
is the specification of how you will define and measure the variable in your
study” atau yang artinya definisi operasional merupakan spesifikasi bagaimana
suatu variabel yang akan diteliti didefinisikan dan diukur. Berikut definisi dari
variabel yang akan diteliti, yaitu meliputi:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
Variabel
kerja adalah kemampuan kerja
seseorang untuk secara teratur,
sesuai dengan aturan-aturan
organisasi.
35
upaya menuju pencapaian tujuan
a) Intensitas individu pada
36
Kinerja
kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh seorang pegawai
organisasi bersangkutan.
maupun kuantitas berdasarkan
37
Dalam penelitian ini populasi yang menjadi objek penelitian adalah seluruh
karyawan perusahaan Bakpia Japon sebanyak 30 orang.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut (Sugiyono, 2012:81).Dengan demikian sampel yang dipilih dalam
penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan Bakpia Japon, yaitu
sebanyak30 orang.
menggunakan teknik nonprobability sampling, khususnya adalah teknik
sampling jenuh. Menurut Sugiyono (2012:84), teknik nonprobability sampling
merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan
peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk
menjadi sampel. Sedangkan teknik sampling jenuh menurut Sugiyono
(2012:85), merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi
digunakan sebagai sampel.Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh
karyawan di perusahaan Bakpia Japon.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
H. Sumber data
Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sumber data primer
dan sumber data sekunder.
Menurut Sugiyono (2012: 225), sumber data primer merupakan sumber data
yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.
2. Sumber sekunder
I. Teknik pengumpulan data
kuesioner (angket). Menurut Sugiyono (2012:142), kuesioner merupakan
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (di
isi).Dengan kuesioner peneliti dapat memperoleh data yang terkait dengan
pemikiran, perasaan, sikap, kepercayaan, nilai, persepsi, kepribadian, dan
perilaku dari responden.
Prinsip dalam melakukan penelitian adalah melakukan pengukuran sehingga
harus ada alat ukur yang baik.Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan
instrumen penelitian.Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang
digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.
Fenomena tersebut secarah lebih spesifik disebut variabel penelitian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
syarat utuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Dengan
demikian, agar instrumen penelitian dikatakan valid dan reliabel maka
dilakukan cara sebagai berikut:
1. Uji Validitas
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapat data
(mengukur) itu valid. Valid artinya instrumen tersebut dapat digunakan
untuk mengukur apa yang hendak diukur (Sugiyono, 2012:121). Menurut
Siregar (2013: 75) validitas menunjukkan sejauh mana alat ukur mampu
mengukur apa yang ingin diukur (a valid measure successfully measure the
phenomenon). Rumus yang digunakan untuk menguji validitas
(Siregar,2013:75) yaitu:
√[(∑ 2) − (∑ )2][(∑ 2) − (∑ )2]
Keterangan:
Pengujian suatu instrument dikatakan valid jika rhitung > rtabel.
2. Uji Reliabilitas
Instrumen yang reliabel merupakan instrumen yang bila digunakan beberapa
kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
dengan Siregar (2013:87), realibilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua
kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat
pengukur yang sama pula. Rumus yang digunakan untuk menguji
reliabilitas dengan menggunakan teknik pengukuran reliabilitas Cronbach
Alpha (Siregar, 2013:90),yaitu:
∑ σ 2 = Varian total
reliabilitas (r11) >0,6.
Menurut Sugiyono (2015:254), statistik deskriptif merupakan statistik yang
digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud
membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
Kinerja Karyawan
Kelas Keterangan
suatu distribusi data (Sarjono dan Julianita, 2011:53).Penelitian ini untuk
menguji normalitas data menggunakan metode kolmogorov-smirnov yang
prinsip kerjanya membandingkan frekuensi kumulatif distribusi teoretik
dengan frekuensi kumulatif distribusi empirik. Metode tersebu dalam
pengujiannya membandingkan angka signifikasi uji Kolmogorov-
Smirnov (Sarjono dan Julianita, 2011:64), yaitu:
1) Jika Signifikasi > 0,05 menunjukan data berdistribusi normal.
2) Jika Signifikasi < 0,05 menunjukan data tidak berdistribusi normal.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
heteroskedatisitas menunjukkan bahwa varian variabel tidak sama untuk
semua pengamatan/observasi. Model regresi yang baik adalah terjadi
homoskedasitas, atau dengan kata lain tidak terjadi heteroskedatisitas.
Penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dengan
menggunakan uji scatterplot melalui grafik.Dengan grafik scatterplot,
apabila terlihat titik-titik yang menyebar secara acak dibagian atas atau
bawah angka nol dari sumbu Y atau vertikal maka dapat disimpulkan
bahwa tidak terjadi heterokedatisitas (Sarjono dan Julianita, 2011:70).
c. Uji Multikolinieritas
merupakan korelasi yang sangat tinggi atau sangat rendah yang terjadi
pada hubungan diantara variabel bebas. Uji multikolinieritas bertujuan
untuk mengetahui hubungan diantara variabel bebas memiliki gejala
multikolinieritas atau tidak. Salah satu cara untuk mendeteksi ada
tidaknya multikolinieritas adalah dilihat dari nilai VIF (variance-inflating
factor). Dasar yang digunakan dalam pengambilan keputusan pada uji
multikolinearitas (Sarjono dan Julianita,2011:74),yaitu:
1) Jika nilai VIF < 10 maka tidak terjadi gejala multikolinieritas diantara
variabel bebas.
2) Jika nilai VIF > 10 maka terjadi gejala multikolinieritas diantara
variabel bebas.
43
Analisis Regeresi Linear adalah suatu analisis yang digunakan untuk
mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat (Sarjono dan
Julianita 2011:91). Menurut Sugiyono (2014: 275), analisis regresi linear
berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya)
variabel dependen (kriterium), apabila dua variabel independen sebagai
faktor predikator dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Adapun rumus
Regresi Linear Berganda sebagai berikut
Y= a + b1X1+b2X2+b3X3
Keterangan:
digunakan untuk menguji parsial masing-masing variabel bebas terhadap
variabel terikat.
Julianita, 2011:112), adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan hipotesis
44
parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
HA = disiplin kerja, komitmen organisasional, dan motivasi kerja
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan
Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi (α) = 5%
3) Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan H0
H0 ditolak jika nilai probabilitas (sig) α
H0sditerima jika nilai probabilitas (sig) α
4) Mengambil keputusan
H0 diterima jika nilai probabilitas (sig) α, artinya disiplin kerja,
komitmen organisasional, dan motivasi kerja secara parsial tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
H0 ditolak jika nilai probabilitas (sig) α, artinya disiplin
kerja,komitmen organisasional, dan motivasi kerja secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
Uji F digunakan untuk menguji secara simultan variabel bebas terhadap
variabel terikat. Dasar yang digunakan untuk mengambil keputusan (
Sarjono dan Juanita, 2011:112),yaitu:
1) H0 = disiplin kerja, komitmen organisasional dan motivasi kerja secara
simultan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja
karyawan
secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja
karyawan
Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi (α) = 5%
3) Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan H0
H0 ditolak jika nilai probabilitas (sig) α
H0diterima jika nilai probabilitas (sig) α
4) Mengambil keputusan
H0 diterima jika nilai probabilitas (sig) α, artinya disiplin kerja,
komitmen organisasional dan motivasi kerja secara simultan tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan
H0 ditolak jika nilai probabilitas (sig) α, artinya disiplin kerja,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan
c. Koefisien determinasi
mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi
variabel bebas. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan
satu.Apabila nilai koefisien determinasi, mendekati nol (kecil) berarti
kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat sangat
terbatas.Sedangkan apabila nilai koefisien determinasi mendekati satu
berarti variabel bebas mampu memberikan hampir semua informasi yang
dibutuhkan untuk memprediksi variabel terikat.Setiap tambahan satu
variabel bebas, maka koefisien determinasi pasti meningkat tidak
memperdulikan apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan
terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Adjusted Required Square.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
A. Sejarah Perkembangan Perusahaan Bakpia Japon
Perusahaan bakpia Japon yang menjadi lokasi penelitian ini adalah salah satu
unit usaha kecil,unit usaha rumahan yang berkedukuhan di pedukuhan Lohpati,
Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah
Istimewah Yogyakarta (DIY). Perusahaan yang bergerak dalam pembuatan dan
pemasaran bakpia bermerk “Japon’’ ini merupakan usaha rumahan milik
perorang atas nama Bapak Harto Suwarno perusahan bakpia Japon ini didirikan
oleh Bapak Harto Suwarno selaku pemilik pada tahun 2004.
Pada awal-awal berdiri,kegiatan produksi di bakpia Japon lebih sering
menggunakan metode lama yaitu metode yang masih sangat mengandalkan
tenaga manusia untuk menjalankan proses produksi. Saat itu hampir semuah
jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pembuatan dan pemasaran bakpia
dominan dikerjakan oleh tenaga manusia, dan hampir tidak sama sekali
menggunakan mesin produksi. Walaupun demikian kualitas bakpia yang
dihasilkan tetap terjamin. Hal itu setidaknya tercermin dari tingginya peminat
konsumen akan bakpia tersebut, baik saat itu dan terbukti sampai sekarang.
Tahun 2006 bencana gempa bumi melanda daerah DIY, Jateng secara
umum, (khususnya daerah Bantul dan sekitarnya).Bencana gempa bumi ini
bukan hanya mengakibatkan banyak bangunan runtuh tetapi juga
melumpuhkan aktifitas ekonomi dunia usaha dan masyarakat.Tempat produksi
bakpia Japon juga termasuk yang rusak, tidak bisa digunakan.Namun bagi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
Bantul dan sekitarnya dilanda bencana sehingga menjadi pusat perhatian dunia
dan dibanjiri banyak relawan, justru menjadi kesempatan emas bagi perusahaan
untuk kembali memperkenalkan diri.Oleh karena itu beberapa hari setelah
bencana gempa bumi terjadi, kegiatan produksi perusahaan bakpia Japon
kembali beroperasi walaupun dengan peralatan dan perlengkapan yang
seadanya, bahkan mengingat bencana tersebut telah mengakibatkan tempat
produksi hancur, maka untuk sementara kegiatan produksi dilakukan diluar
bangunan, di alam terbuka. Kenekatan pemilik untuk beroperasi membuahkan
hasil yang positif.Bakpia Japon bukan saja semakin dikenal, dan jumlah
permintaan pun meningkat tajam.Itu tidak terlepas dari relawan yang berasal
dari berbagai wilayah nusantara banyak yang menjadikan bakpia ini sebagai
oleh-oleh khas Bantul, sehingga permintaan dari berbagai daerahpun
bedatangan.Banyak pesanan dan meningkatnya jumlah permintaan tidak
membuat perusahaan bertindak seenaknya.Perusahaan tetap menjaga kualitas
produk menggunakan peralatan dan perlengkapan seadanya yang tersisah pasca
gempa.Perusahaan bakpia ini merupakan milik perseorangan.Kemampuan
Bapak ini membaca peluang yang ada saat itu menjadikan perusahan ini dapat
bertahan sampai saat ini. Sebagai perusahaan perseorangan hal ini bukanlah hal
yang ringan,dia menghadapi banyak tantangan dan hambatan terutama dari segi
pembiayaan dan modal. Sejak awal berdiri perusahaan ini hanya
mengandalkan sang pemilik perusahaan itu sendiri. Sebagai perusahaan atau
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
industri rumahan seharusnya ada pihak tertentu yang harus ikut dalam
mendukung tumbuh kembangnya perusahaan, yaitu Pemerintah. Akan tetapi
sampai sejauh ini pemerintah hanya bisa memberikan janji demi janji kepada
pihak perusahaan, akan tetapi tidak pernah terealisasi sama sekali.
Kemandirian dari pemiliknyalah yang membuat perusahaan ini bertahan hingga
saat ini.
B. Karyawan
Jumlah karyawan bakpia Japon saat ini yaitu sebanyak 30 orang.Dari 30
karyawan tersebut terdiri dari karyawan tetap sebanyak 10 orang, dan tenaga
harian sebanyak 20 orang. Karyawan tetap dengan jumlah 10 orang memiliki
tugas masing-masing, 3 orang sebagai juru masak, 2 orang mengoperasikan
mesin, 2 orang melakukan penyortiran bahan, 2 orang melakukan pemasaran,
dan 1 orang pada bagian administrasi. Sedangkan 20 karyawan lainnya
merupakan tenaga serabutan atau dengan kata lain mereka akan bekerja sesuai
dengan perintah atasan mereka atau pemilik perusahaan tersebut.
Sesungguhnya jumlahnya fluktuatif sesuai kebutuhan.Bakpia Japon pernah
memiliki jumlah karyawan mencapai 108 orang.Itu terjadi pada awal-awal
perusahaan didirikan. Seiring berjalannya waktu jumlah karyawan mulai
berkurang, dan banyak dari mereka yang pindah karena mencari pekerjaan
lain. Tetapi banyak juga yang resign karena mengikuti keluarganya, hal ini
terutama pada karyawan perempuan yang biasanya mengikuti suami
kemanapun pegi. Berkurangnya jumlah karyawan juga disebabkan oleh adanya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
dilakukan oleh manusia sekarang bisa dikerjakan oleh mesin.
C. Produksi
proses produksinya sudah memanfaatkan mesin-mesin produksi. Kalau dulu
dilakukan secara manual, sekarang sudah diperingan dengan pemanfaatan
mesin-mesin produksi.
Bahan-bahan baku yang digunakan dalam pembuatan bakpia ini meliputi
kacang ijo, gula pasir, minyak goreng, dan gandum.Untuk kacang ijo pihak
bakpia japon biasanya mendatangkannya dari Purworejo, sedangkan gula pasir
biasanya dari Kota Gede.Kacang ijo tersebut biasanya langsung dihantar ke
gudang bagian produksi oleh pihak distributor.
E. Pemasaran
memanfaatkan sosial media untuk menawarkan produk mereka,
mempromosikan dari rumah ke rumah (door to door), dan sebagainya.
F. Penjualan
Sistem penjualan yang dilakukan oleh pihak bakpia Japon yaitu dengan
menitipkan di warung-warung, menjual ke pasar, dan juga menjual ditempat
atau outlet pribadi dari bakpia japon yang terletak di Jln.Srandakan,
(perempatan Bandungan)
51
G. Liburan
Selama proses produksi berjalan waktu liburan selama satu tahun yaitu pada
saat hari lebaran pertama saja. Pada hari yang ke dua kegiatan produksi sudah
mulai berjalan normal seperti biasa kembali, hal tersebut dikarenakan pada saat
itu banyak juga pesanan yang diterima oleh pihak perusahaan bakpia dari
orang-orang luar Yogyakarta yang datang berlibur.
H. Penggajian dan tunjangan yang lainnya
Sistem penggajian yang berlaku di perusahaan ini ada beberapa macam yaitu
1. Sistem bulanan
2. Sistem mingguan
3. Sistem harian
karyawan.sistem pemberian gaji harian ini biasanya diberikan kepada karywan
yang free lance ( dipanggil atau dipekerjakan apabila ada pesanan atau
lembur).
Sistem penetapan harga yang ditetapkan oleh perusahaan bakpia Japon yaitu
dengan membedakan bakpia yang dijual langsung dengan bakpiah yang
dipesan semisal ada yang buat acara.Apabila bakpiah dijual dipasar maka harga
yang ditetapkan untuk 1 bakpia yaitu rp.400/biji dan harga yang berlaku pada
saat ada pemesanan yaitu rp.700/biji.Untuk harga juga terkadang ditetapkan
berdasarkan pesanan dari konsumen, hal tersebut dikarenakan bahwa bakpia
yang dipesan itu berdasarkan jenis atau rasa yang diinginkan oleh konsumen.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
Penelitian ini dilakukan dengan menyebrkan kuesioner kepada 30 karyawan di
perusahaan bakpia Japon Lopati, Trimurti, Srandakan Bantul
Yogyakarta.Kuesioner dibagikan dan diisi karyawan sebagai responden antara
bulan Oktober sampai dengan November 2018. Pengisian kuesioner dilakukan
responden dengan memberikan tanda checklist (V) pada pernyataan yang sudah
disusun dari masing-masing butir pernyataan berisi lima pilihan jawaban yaitu
“Sangat setuju (SS), Setuju (S), Cukup setuju (CS),Tidak setuju (TS), dan
Sangat tidak setuju (STS), responden hanya perlu memilih salah satu jawaban
yang menurutnya sesuai dengan apa yang mereka alami dan rasakan.
A. Deskripsi Data dan Analisis
1. Pengujian Instrumen Penelitian
ini memenuhi kriteria valid dan reliabel, peneliti melakukan uji coba
kuesioner, untuk diukur validitas dan reliabilitasnya. Hasilnya dipaparkan
dalam bagian ini.
a. Uji Validitas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
valid bila rhitung lebih besar dari rtabel. Dalam rtabel (a, n-2), sehingga
rtabel(5%, 30-2) = 0,361. Selanjutnya untuk masing-masing variabel
diperoleh hasil validitas sebagaimana diperlihatkan pada tabel V.1
sampai dengan V.4.
Variabel Disiplin Kerja
Tabel V.2
VariabelKomitmen Organisasi
Butir 4 0, 651 0,361 VALID
Butir 5 0,608 0,361 VALID
Butir 6 0,618 0,361 VALID
Butir 7 0,693 0,361 VALID
Sumber : Data Primer diolah 2018
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
VariabelMotivasi Kerja
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2018
Tabel V.4
Variabel Kinerja Karyawan
Butir 1 0,752 0,361 VALID
Butir 2 0,768 0,361 VALID
Butir 3 0,742 0,361 VALID
Butir 4 0,815 0,361 VALID
Butir 5 0,774 0,361 VALID
Butir 6 0,760 0,361 VALID
Butir 7 0596 0,361 VALID
Sumber: Data Primer diolah 2018
Berdasarkan data pada tabel V.1, V.2, V.3 dan V.4 di atas dapat
dilihat bahwa untuk semua butir pernyataan diperoleh nilai r hitung lebih
besar dari r tabel. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa seluruh butir
pernyataan ini valid dan dapat digunakan untuk pengumpulan data.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil
pengukuran tetap konsisten, walaupun dilakukan pengukuran dua kali
atau lebih, asalkan terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang
sama pula (Siregar, 2013:87). Teknik pengukuran yang digunakan untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
uji reliabilitas dalam penelitian ini adalah Cronbach’s Alpha, dengan jika
koefisien Cronbach’s Alpha 0,6 maka reliabel. Sebaliknya jika 0,6
berarti tidak reliabel. Hasil uji reliabilitas memperlihatkan hasil sebagai
berikut:
Disiplin kerja 0,864 Reliabel
Hasil uji reliabilitas tersebut di atas menunjukan semua variabel
memiliki nilai koefisien Cronbach’s Alpha di atas 0,6 sehingga dapat
disimpulkan semua variabel reliabel.
kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrument penelitian.
2. Analisis Deskriptif Karakteristik Responden
Responden penelitian ini adalah semua karyawan-karyawati
perusahaan bakpia Japon yang berjumlah 30 orang. Berikut ini karakteristik
responden berdasarkan usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan tingkat
pendidikan terakhir.
a. Usia
dilihat pada tabel berikut:
57
Sumber : hasil data diolah 2018
Berdasarkan data pada tabel V.6 diatas diketahui bahwa dari segi usia ,
responden didominasi oleh 2 kelompok usia 17-24 tahun dan > 45
masing-masing sebanyak 8 orang (26,7%). Sisanya, berusia 25-34 tahun
dan 35-44 tahun masing-masing jumlah karyawan sama yaitu sebanyak 7
orang (23,3%).
diperlihat pada tabel berikut ini:
Tabel V.7
Jenis
kelamin
Berdasarkan data pada tabel V.7 diatas diketahui kalau mayoritas
responden adalah laki-laki yaitu sebanyak 19 orang (63,3%) sisanya
perempuan yaitu 11 orang (36,7%). Karyawan perusahaan bakpia Japon
didominasi oleh laki-laki, karena laki-laki memang tulang punggung
Usia Jumlah Persentase
17-24 8 26,7%
25-34 7 23,3%
35-44 7 23,3%
>45 8 26,7%
Total 30 100%
58
suami.Alasan lainnya, memang ada beberapa pekerjaan yang
mengharuskan dikerjakan oleh laki-laki.
c. Berdasarkan status perkawinan
pada tabel berikut
Status Jumlah Persentase
Kawin 22 73,3%
Tabel V.8 di atas memperlihatkan kebanyakan karyawan perusahaan
bakpia Japon berstatus kawin, yaitu 22 orang (73,3%), sisanya berstatus
belum kawin yaitu 8 orang (26,7%). Hal ini bisa dimaklumi, bahwa
mereka yang telah menikah lebih memiliki motivasi untuk bekerja
dibandingkan yang belum, karena harus menghidupi keluarganya.
Apalagi yang telah menikah biasanya memiliki tanggungan yang harus
dibiayai.
diperlihatkan pada tabel berikut:
59
Pendidikan terakhir Jumlah Persentase
Tabel V.9 memperlihatkan responden yang berpendidikan SMA
sebanyak 11 orang (36,7%). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
bakpia Japon dalam mempekerjakan karyawan tidak mempertimbangkan
tinggi rendahnya tingkat pendidikan karyawan yang bersangkutan,
melainkan tingkat ketrampilannya.Karyawan yang berpendidikan SMA
ataupun perguruan tinggi dipekerjakan dalam perusahaan ini bukan
karena tingkat pendidikannya melainkan tingkat
ketrampilannya.Banyaknya karyawan berpendidikan SMA bahkan
perguruan tinggi bekerja di bakpia Japon menunjukkan tingkat
ketrampilan mereka sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Selain itu, ini
menunjukkan bahwa semakin sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai
dengan tingkat pendidikan formal.Pekerjaan yang ada di bakpia Japon
bisa ditangani oleh orang yang berpendidikan rendah sekalipun asalkan
memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Namun
karena sulitnya mencari pekerjaan yang layak sesuai dengan tingkat
pendidikan mereka, pekerjaan inipun diperebutkan oleh karyawan yang
berpendidikan SMA bahkan perguruan tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
1. Uji Asumsi Klasik
Salah satu kriteria agar data yang ada dinilai memenuhi syarat untuk
dijadikan dasar pengambilan keputusan dan kesimpulan, data tersebut harus
memenuhi syarat atau asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji
heteroskedastisitas, dan uji multikolineritas.Berikut hasil uji asumsi klasik.
a. Uji Normalitas
berdistribusi normal.Uji normalitas pada prinsipnya dimaksudkan untuk
mengetahui apakah berdistribusi normal atau tidak.Dalam penelitian ini
uji normalitas menggunakan uji one sample kolmolograv-smirnov (1-
sample k-s). Kriterianya, data dinilai berdistribusi normal bila sig > 0,05.
Hasil uji normalitas sebagai berikut:
Tabel V.10
61
Data pada tabel V.10 memperlihatkan nilai sig = 0,200 > 0,05. Hal ini
menunjukan kalau data dalam penelitian ini berdistribusi normal.
b. Uji Heteroskedastisitas
heteroskedatisitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah varians
variabel tidak sama untuk semua observasi atau cendrung memusat.
Dalam penelitian ini, untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas
menggunakan uji scaterplot melalui grafik.Dengan ketentuan, apabila
titik-titik menyebar secara acak dibagian atas atau bawah angka nol maka
dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas.Sebaliknya kalau
menumpuk dibeberapa titik saja, berarti terjadi heteroskedasitisitas.
Berikut ini adalah hasil dari uji heteroskedastisitas:
Gambar V.1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
pada grafik scaterplot tidak membentuk pola tertentu, tidak memusat
disuatu titik tetapi menyebar secara acak.
c. Uji Multikolinieritas
diantara variabel bebas memiliki gejala multikolinieritas atau tidak.Ada
tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai VIF (variance-inflating
factor) (sarjono dan Julianita, 2011:74).Jika nilai VIF < 10 berarti tidak
terjadi multikolinieritas, sebaliknya jika nilai VIF > 10 berarti terjadi
gejala multikolinieritas antara variabel bebas. Berikut ini adalah hasil
dari uji multikolinieritas:
1 (Constant) 2.346 2.478 .947 .352
Disiplin Kerja -.090 .146 -.093 -.617 .543 .348 2.877
Komitmen Organisasi
Motivasi Kerja .771 .133 .806 5.782 .000 .409 2.442
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2018
a. Dependent Variable: Kinerja
Data pada tabel V.11 diatas memperlihatkan kalau nilai VIF dari
setiap variabel bebas yang ada < 10.Oleh karena itu dapat disimpulkan
bahwa tidak terjadi multikolinieritas diantara variabel bebas.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
menggunakan program spss 22. Hasilnya diperlihatkan pada tabel
berikut:
Coefficientsa
Model
1 (Constant) 2.346 2.478 .947 .352
Disiplin Kerja (X1) -.090 .146 -.617 .543
Komitmen Organisasi
Motivasi Kerja (X3) .771 .133 5.782 .000
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2018 a. Dependent Variable: Kinerja (Y)
Berdasarkan data pada tabel V.12 di atas, maka akan diperoleh
persamaan Regresi sebagai berikut:
Y =2,346-0,090X1 +0,248X2 +0,771X3
64
bebas terhadap variabel terikat. Dengan ketentuan apabila nilai
probabilitas (p value) lebih kecil daripada atau sama dengan nilai
∝(Pvalue ≤ 0,05), berarti variabel bebas berpengaruh terhadap variabel
terikat. Sebaliknya kalau p value 0,05, berarti variabel bebas tidak
berpengaruh terhadap variabel terikat. Berikut hasil uji t untuk
masing-masing variabel bebas:
Disiplin Kerja (X1) -.090 .146 -.093 -.617 .543
Komitmen Organisasi (X2) .248 .196 .197 1.265 .217
Motivasi Kerja (X3) .771 .133 .806 5.782 .000
Sumber: Data Hasil Pengolahan Data Primer 2018 1) Dependent Variable: Kinerja (Y)
Berdasarkan data pada tabel V.13, maka berikut hasil uji t untuk
masing-masing variabel bebas.
H0 : disiplin kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
HA : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
(2) Membandingkan antara nilai probabilitas (sig) dengan nilai ∝ .
Nilai probabilitas (0,00), dan nilai ∝ (0,05). Hasil pada tabel
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
sebesar 0,05 sehingga perbandingannya adalah 0,543 0,05
(3) Mengambil keputusan
nilai ∝(0,543 0,05) maka H0 diterima, yang artinya disiplin kerja
tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Artinya apabila
disiplin kerja tinggi maka kinerja karyawan juga meningkat bahkan
menurun.sebaliknya apabila disiplin kerja rendah maka kinerja
karyawan juga menurun bahkan meningkat.
b) Variabel komitmen organisasional
H0 : komitmen organisasional tidak berpengaruh terhadap kinerja
karyawan.
karyawan.
Nilai probabilitas (0,00), dan nilai ∝ (0,05). Hasil pada tabel
coefficients menunjukkan signifikasinya sebesar 0,217. Nilai ∝
sebesar 0,05 sehingga perbandingannya adalah 0,217 0,05
(3) Mengambil keputusan
besar dari nilai ∝(0,217 0,05) maka H0 diterima, yang artinya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
karyawan juga menurun bahkan meningkat.
c) Variabel motivasi kerja
H0 : motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja Karyawan.
HA : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
(2) Membandingkan antara nilai probabilitas (sig) dengan nilai ∝ .
Nilai probabilitas (0,00), dan nilai ∝ (0,05). Hasil pada tabel
coefficients menunjukkan signifikasinya sebesar 0,000. Nilai ∝
sebesar 0,05 sehingga perbandingannya adalah 0,000 0,05
(3) Mengambil keputusan
nilai ∝(0,000 0,05) maka H0 ditolak, yang artinya motivasi kerja
berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
Apabila motivasi kerja tinggi maka kinerja karyawan juga tinggi,
sebaliknya apabila motivasi kerja rendah maka kinerja karyawan
juga rendah.Pada penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja
tinggi, maka kinerja karyawan juga tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
terhadap variabel terikat. Dengan ketentuan apabila nilai probabilitas
lebih kecil atau sama dengan nilai ∝ (Pvalue ≤ 0,05), berarti variabel-
variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat.
Sebaliknya bila p value 0,05 berarti variabel bebas secara simultan
tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. Hasil uji F diperlihatkan
pada tabel V.14 berikut:
langkahnya
H0:disiplin kerja, komitmen organisasional, dan motivasi kerja
secara simultan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
HA:disiplin kerja, komitmen organisasional, dan motivasi kerja
secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan
ANOVAa
1 Regression 493.944 3 164.648 33.256 .000b
Residual 128.723 26 4.951
aDependent Variable: Kinerja (Y)
3) Predictors: (Constant), Motivasi Kerja (X3), Disiplin Kerja (X1), Komitmen
Organisasi (X2)
68
menunjukkan signifikasinya sebesar 0,000. Nilai ∝ sebesar 0,05
sehingga perbandingannya adalah 0,000 0,05
c) Mengambil keputusan
lebih kecil dari nilai ∝ (0,000 0,05), maka H0 ditolak artinya
disiplin kerja, komitmen organisasional, dan motivasi kerja secara
simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
3) Koefisien Determinasi
mengukur seberapa besar variabel bebas dapat menerangkan variasi
perubahan dari variabel terikat.Apabila nilai koefisien determinasi
(adjusted R square) mendekati nol (kecil) berarti kemampuan variabel
bebas dalam menjelaskan perubahan variabel terikat sangat terbatas.
Hasil dari analisis koefisien determinasi (adjusted R square) adalah
sebagai berikut :
69
nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,769. Artinya variasi
perubahan variabel kinerja disebabkan adanya pengaruh variabel
disiplin kerja, komitmen organisasional dan motivasi kerja secara
bersama-sama sebesar 76,9%. Sedangkan 23,1% dipengaruhi oleh
variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.
3. Pembahasan
a. Pengaruh disiplin kerja ( X1 ) terhadap kinerja karyawan ( Y ) Hasil uji
hipotesis secara parsial memperlihatkan jika nilai probabilitas (p-value)
untuk variabel disiplin kerja (X1) adalah sebesar 0,543 ( 0,05) hal ini
dapat artikan bahwa disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan pada perusahaan bakpia Japon, (H0 diterima).Artinya
apabila disiplin kerja tinggi maka kinerja karyawan juga meningkat
bahkan menurun.sebaliknya apabila disiplin kerja rendah maka kinerja
karyawan juga menurun bahkan meningkat.
Menurut Sastrohadiwiryo (2005:291), adanya disiplin kerja
memungkinkan karyawan akan menghormati, menghargai, patuh dan taat
Model Summary
1 .891a .793 .769 2.22506
Sumber: Data Primer Dolah 2018 a. Predictors: (Constant), Motivasi Kerja (X3), Disiplin Kerja (X1), Komitmen Organisasi (X2)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
tidak tertulis, dan biasanya sanggup dan mau menjalankannya, termasuk
juga karyawan tidak akan mengelak dalam menerima sanksi ketika
dinilai melanggar tugas dan wewenang yang diberikan. Apabila
karyawan berdisiplin, dia akan setia melaksanakan apa yang menjadi
tugas dan kewajibannya dengan baik dan bertanggungjawab. Itu berarti,
disiplin kerja pada dasarnya berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan yang bersangkutan.Namun yang terjadi di bakpia Japon
menunjukkan kondisi yang berbeda, yaitu disiplin kerja tidak
berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Hal ini terjadi karena mayoritas
karyawan bakpia Japon bukanlah karyawan tetap melainkan tenaga
upahan. Sebagai tenaga upahan, besar kecilnya upah mereka tergantung
berapa lama waktu yang digunakan karyawan berada diperusahaan pada
hari tersebut, sedangkan apa dan bagaimana karyawan itu bekerja sangat
tergantung arahan pemilik dan atau karyawan tetap yang dipercayakan.
Sangat mungkin terjadi ketika tidak diawasi, karyawan yang
bersangkutan akan bekerja asal-asalan bahkan tidak bekerja. karyawan
yang bersangkutan akan bekerja menunggu instruksi atau perintah
pemilik. Tanpa instruksi dan pengawasan yang bersangkutan tidak akan
bekerja. Apalagi upah yang diterima tidak bergantung pada kinerja
kerjanya melainkan berapa lama yang bersangkutan bekerja hari itu.Hal
inilah yang menyebabkan disiplin kerja karyawan rendah, sehingga tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Tambah lagi,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
tidak ada alternatif pekerjaan lainnya yang lebih baik.Kondisi
keterpaksaan itu menyebabkan yang bersangkutan bekerja tidak sepenuh
hati, tidak disiplin, bekerja menunggu instruksi atau perintah pemilik.
b. Pengaruh komitmen organisasional ( X2 ) terhadap kinerja karyawan ( Y )
Hasil uji hipotesis secara parsial memperlihatkan jika nilai probabilitas (p-
value) untuk variabel komitmen organisasional (X2) adalah sebesar 0,217 (
0,05).Artinya komitmen organisasional tidak berpengaruh signifikan
tehadap kinerja karyawan pada perusahaan bakpia Japon (H0
diterima).Artinya apabila komitmen organisasional tinggi maka kinerja
karyawan juga meningkat bahkan menurun.Sebaliknya apabila komitmen
organisasional menurun maka kinerja karyawan juga menurun bahkan
meningkat.
karyawan pada organisasi dan pada proses keberlanjutan dimana sebagai
anggota organisasi mengekspresikan perhatianya kepada organisasi dan
keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan. Kalau karyawan loyal
kepada perusahaan, menurut Luthans (2006, dalam Priansa, 2014:234)
karyawan yang bersangkutan tentu akan memberikan yang terbaik bagi
perusahaan, salah satunya dengan memperlihatkan kinerja yang terbaik
sebagai karyawan. Dengan kata lain kinerja yang baik merupakan
pencerminan dari loyalitas dan komitmen karyawan untuk berbuat yang
terbaik bagi perusahaan. Oleh karena itu komitmen organisasional dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
tinggi pula kinerjanya.
organisasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
diperusahaan bakpia Japon agak sulit diterima secara rasional.Namun hasil
yang seperti ini juga bisa dipahami bila memilik sistem kerja di perusahaan
bakpia Japon.Kedudukan karyawan di perusahaan bakpia Japon ini pada
dasarnya tidak lebih sebagai tenaga kerja upahan.Karyawan dalam hal ini
bekerja bukan karena ingin menjadikan perusahaan yang besar dan
diperhitungkan, melainkan demi mendapatkan upah atau penghasilan sesuai
kesepakatan.Namun rasa memiliki perusahaan dari karyawan hampir tidak
ada, kerjanya pun tergantung yang memerintah, tergantung instruksi pemilik
atau karyawan tetap yang sudah lama bekerja.Kondisi ini memperlihatkan
bahwa karyawaan tidak memiliki komitmen yang besar terhadap perusahaan
bakpia Japon, sehingga pekerjaan yang dilakukan pun mengikuti instruksi
saja bukan atas dasar komitmen atau rasa memiliki dari karyawan terhadap
perusahaan.Hal ini bisa dipahami bila rasa memiliki karyawan atas
perusahaan hampir tidak ada, mereka tidak berpikir bagaimana
membesarkan perusahaan.Tugas dan tanggungjawabnya karyawan hanya
sebagai pekerja, yang bekerja sesuai permintaan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
Hasil uji hipotesis secara parsial memperlihatkan jika nilai probabilitas (p-
value) untuk variabel disiplin kerja (X3) adalah sebesar 0,000 ( 0,05).
Oleh karena itu H0 ditolak, dan HAditerima.Artinya motivasi kerja
karyawan bepengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Pada
penelitian ini apabila motivasi kerja tinggi maka kinerja karyawan juga
tinggi, sebaliknya apabila motivasi kerja rendah maka kinerja karyawan
juga rendah.Hal tersebut menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh
positif terhadap kinerja karyawan.
Hal ini wajar, karena motivasi kerja akan menjadi penggerak dan
pendorong dalam diri karyawan untuk berperilaku dan bekerja dengan giat
sesuai dengan tugas dan kewajiban yang dibebankan kepadanya. Tinggi
atau rendahnya motivasi pada karyawan akan mendorong karyawan
bekerja secara optimal. Motivasi itu bisa berasal dari dalam diri karyawan
itu seperti keinginan untuk berprestasi, untuk memperlihatkan eksistensi
diri, maupun berasal dari luar seperti bonus khusus bagi karyawan yang
mampu melampaui target, mendapat pujian, dan sebagainya.Hal ini sejalan
dengan pandangan Kadarisman (2012:276) bahwa motivasi merupakan
pendorong perilaku karyawan kearah pencapaian tujuan organisasi atau
perusahaan. Motivasi dalam hal ini merupakan suatu siklus yang terdiri
atas tiga elemen yaitu; adanya kebutuhan, adanya dorongan untuk berbuat
atau berindak,dan tujuan yang diinginkan. Karyawan pada prinsipnya
bekerja karena adanya kebutuhan yang ingin dipenuhi, kebutuhan itu yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
untuk bekerja giat, bukan hanya tujuan organisasi atau perusahaan yang
dapat terpenuhi, tetapi juga kebutuhan karyawan akan terpenuhi. Artinya
motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
d. Pengaruh disiplin kerja (X1), komitmen organisasi (X2), dan Motivasi Kerja
(X3) secara simultan terhadap kinerja karyawan (Y)
Hasil uji hipotesis secara simultan memperlihatkan nilai probabiltas (p-
value) variabel disiplin kerja (X1) komitmen organisasional (X2) dan
motivasi kerja (X3) adalah sebesar 0,000 ( < 0,005). Oleh karena itu H0
ditolak dan HA diterima.Artinya disiplin kerja, komitmen organisasional,
dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan.
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan
bakpia Japon. Hal ini wajar karena kinerja karyawan sebagai hasil kerja
secara total dan berkualitas yang dicapai seorang karyawan dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan
kepadanya, sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor disiplin kerja,
komitmen organisasional, dan motivasi kerja merupakan beberapa faktor
yang ikut mempengaruhi kinerja karyawan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
tanggung jawabnya dengan baik. Demikian pula kalau karyawan memiliki
komitmen terhadap perusahaan, dia akan melaksanakan kewajibannya
dengan baik demi kemajuan dan keberhasilan perusahaan. Hal yang sama,
kalau karyawan memiliki motivasi kerja yang tinggi, dia akan melaksanakan
tugasnya dengan baik. Artinya baik faktor disiplin kerja, komitmen
organisasional, dan motivasi kerja, semuanya dapat mendorong karyawan
untuk melaksanakan tugas kewajiban dan tanggungjawabnya dengan baik.
Dalam hal ini karyawan akan memperlihatkan kinerja yang baik pula. Hal
ini menunjukkan disiplin kerja, komitmen organisasional, dan motivasi
kerja akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
e. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Hasil uji menunjukkan nilai Koefisien DeterminasiAdjusted R
Squaresebesar 0,769. Artinya variasi perubahan variabel kinerja karyawan
yang disebabkan oleh adanya pengaruh variabel disiplin kerja, komitmen
organisasional, dan motivasi kerja secara bersama-sama sebesar 76,9%.
Sisanya sebesar 23,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak
digunakan dalam penelitian ini.
76
A. Kesimpulan
bakpia Japon
diperusahaan bakpia Japon
perusahaan bakpia Japon
4. Disiplin kerja, komitmen organisasional, dan motivasi kerja secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyaawan diperusahaan bakpia
Japon
bahan pertimbangan pihak perusahaan dan bagi peneliti selanjutnya. Saran dari
peneliti adalah sebagai berikut:
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.Hal ini menunjukkan bahwa pihak perusahaan
harus tetap memberikan motivasi kepada karyawan agar semangat kerja
mereka semakin meningkat. Beberapa contoh yang bisa dilakukan adalah
perusahaan memberikan apresiasi kepada karyawan yang mau tetap
berusaha menjadi lebih baik dan memberi pengertian bahwa kegagalan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
bukan akhir dalam suatu proses, justru bisa menjadi bahan pembelajaran
untuk melangkah lebih baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara :
memberikan pelatihan bagaimana cara menyelsaikan suatu masalah,
pelatihan mengambil keputusan apabila ada suatu masalah, bahkan pihak
perusahaan memberikan suatu pekerjaan yang baru.
Pimpinan sebaiknya membantu menumbuhkan semangat kekeluargaan dan
perlunya memberi semangat kerja sebagai tim. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan cara mengadakan outbond, rekreasi bersama, praktek
team work.
Penelitian ini dilakukan di perusahaan dengan skala kecil, dengan jumlah
sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya 30 orang. Penelitian
selanjutnya diharapkan dapat memeperbanyak jumlah sampel yang akan
digunakan, serta mencari perusahaan yang skalanya lebih besar lagi.
C. Keterbatasan penelitian
jauh, sehingga akses menuju ke lokasi penelitian membutuhkan waktu yang
cukup lama juga, sehingga pada saat melakukan penelitian, peneliti terkadang
terlambat sampai lokasi penelitian. Terkadang peneliti tibah dilokasi penelitian
pada saat karyawan di perusahaan bakpia Japon sibuk bekerja, sehingga ketika
meminta kesediaan karyawan untuk mengisi kuesioner,peneliti harus
menungguh karyawan setelah selesai jam kerja karyawan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
DFTAR PUSTAKA
Ghozali, I. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Jakarta: PT Gramedia Widia sarana
Hasibuan, Malayu S.P.2015. Manajemen :Dasar, Pengertian,Dan Masalah.
Jakarta: Bumi Aksara
Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai
Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Magelang” Majalah
Ekonomi, 1 (4), 57-64
Raja Grafindo Persada
Perusahaan. Bandung: Remaja Rosda karya
Mangkuprawira, Sjafri dan Hubeis, Aida Vitalaya.2007. Manajemen Mutu
Sumber Daya Manusia. Bogor: Ghalia Indonesia
Nitisemito, Alex. S. 1982. Manajemen Personali. Ghalia Indonesia: Jakarta Timur
Priansa,Juni Doni. 2014.Perencanaan dan Pengembangan SDM. Bandung:
Alfabeta
Sarjono, H.dan Julianita, W. 2011. SPSS vs LISREL Sebuah Pengantar, Aplikasi