90
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user i PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG GEJALA ALAM PADA SISWA KELAS VI SDN GUWOREJO 2 KARANGMALANG SRAGEN TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh: SUKARNI NIM X7111535 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

  • Upload
    hacong

  • View
    230

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

i

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK

MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG GEJALA ALAM

PADA SISWA KELAS VI SDN GUWOREJO 2

KARANGMALANG SRAGEN

TAHUN AJARAN

2011/2012

SKRIPSI

Oleh:

SUKARNI NIM X7111535

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Page 2: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ii

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK

MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG GEJALA ALAM

PADA SISWA KELAS VI SDN GUWOREJO 2

KARANGMALANG SRAGEN

TAHUN AJARAN

2011/2012

Oleh:

SUKARNI NIM X7111535

SKRIPSI

Ditulis dan Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana

Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Jurusan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Page 3: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini

Nama : Sukarni

NIM : X7111535

Jurusan/Program Studi : IP/Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “PENERAPAN MODEL

KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

TENTANG GEJALA ALAM PADA SISWA KELAS VI SDN GUWOREJO

2 KARANGMALANG SRAGEN TAHUN AJARAN 2011/2012” ini benar-

benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang

dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam

daftar pustaka.

Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikaan skripsi ini hasil

jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Surakarta, Mei 2012

Yang membuat pernyataan

Sukarni X7111535

Page 4: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iv

PERSETUJUAN

Skripsi dengan judul :

Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Pemahaman

Tentang Gejala Alam Pada Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang

Sragen Tahun Ajaran 2011/2012

Oleh :

Nama : Sukarni

NIM : X7111535

Telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Pada hari :

Tanggal :

Persetujuan Pembimbing

Pembimbing I

Drs. Hadi Mulyono,M.Pd NIP. 19561009 198012 1 001

Pembimbing II

Usada, M.Pd NIP. 19510908 198003 1 002

Page 5: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

v

PENGESAHAN

Skripsi dengan judul :

Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Pemahaman

Tentang Gejala Alam Pada Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang

Sragen Tahun Ajaran 2011/2012

Oleh :

Nama : Sukarni

NIM : X7111535

Telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Pada hari :

Tanggal :

Tim Penguji Skripsi :

Nama Terang Tanda Tangan

Ketua : Drs. Kartono, M.Pd ............................

Sekretaris : Drs. Sukarno, M.Pd ............................

Anggota I : Drs. Hadi Mulyono,M.Pd ............................

Anggota II : Drs. Usada, M.Pd ............................

Disahkan oleh

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sebelas Maret Surakarta

a.n Dekan,

Pembantu Dekan I Prof. Dr. rer.nat Sajidan, M.Si

NIP 19660415 199103 1 002

Page 6: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vi

ABSTRAK

Sukarni. Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Pemahaman Gejala Alam pada Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2012.

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah Meningkatkan pemahaman tentang gejala alam pada siswa kelas VI SD Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012 melalui Model Kooperatif tipe STAD.

Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012 terdiri dari 14 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Bentuk tindakan yang diberikan adalah pembelajaran IPS materi gejala (peristiwa) alam menggunakan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division. Untuk mengetahui pemahaman siswa, diadakan tes awal sebelum tindakan dan tes pada setiap akhir pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interaktif. Validitas data yang digunakan adalah validitas isi.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil tes awal sebelum tindakan yaitu 58,57 dengan ketuntasan klasikal 35,71%. Pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata kelas mencapai 70 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 71,43%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 75 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 78,57%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen tahun ajaran 2011/2012.

Kata kunci: pemahaman gejala alam, model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division

Page 7: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vii

ABSTRACT

Sukarni. THE IMPROVEMENT OF THE SOCIAL SCIENCE LEARNING OUTCOME THROUGH COOPERATIVE LEARNING IN TYPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION OF THE 6th B GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL GUWOREJO 2 KARANGMALANG SRAGEN in THE ACADEMIC YEAR 2011/2012. Skripsi. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University of Surakarta. 2012.

The purposes of this Classroom Action Research are to improve the learning process, so the learning outcome on the social science can be increased through cooperative learning in type Student Teams Achievement Division on the 6th grade students of elementary school Guworejo 2 Karangmalang Sragen in the academic year 2011/2012.

The subject of this Classroom Action Research are student of 4th grade of the class in elementary school, Guworejo 2, Karangmalang, Sragen the academic year of 2011/2012 which consist of 14 students. There are two cycle in this research, each cycle consist of two sessions. Each of the cycle consists of planning stage, implementation stage, observation stage, and reflection stage. The action form that given is social science learning through cooperative learning in type Student Teams Achievement Division. To know the student’s learning outcome there were a pre test before the action and post test in the end of every session. Data collecting technique that used were interview, observation, test and documentation techniques. Data analizing technique that used was the interactive descriptive analysis. Validity of the data that used was triangulation method and triangulation data.

Based on results of the research, it was obtained that the average grade of the pre test before the action was 58,57, with the classical completeness was 35,71%. In the first cycle, it indicates that average grade was up to 70 and classical completeness was raising up to 71,43%. In the second cycle, average grade was up to 75 with classical completeness was raising up to 78,57%. Therefore, it can be concluded that social science learning through cooperative learning in type Student Teams Achievement Division can improve the study outcomet of the 6th grade students of elementary school Guworejo 2 Karangmalang Sragen in the academic year 2011/2012.

Keyword: the social science learning outcome, cooperative learning in type Student Teams Achievement Division

Page 8: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

viii

MOTTO

Sesungguhnya sesudah kesulitan akan dating kemudahan,

maka kerjakanlah urusanmu dengan sungguh-sungguh

dan hanya kepada Alloh SWT kamu berharap.

(QS. Al-Insyirah: 6-8)

Page 9: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ix

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya sederhana ini kepada :

- Suamiku tercinta yang selalu membantuku dalam kesulitan, menolongku saat

membutuhkan dan mendorongku untuk maju.

- Salam sayang wahai suamiku

Page 10: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini. Penulis menyadari banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan

dalam menyelesaikan skripsi ini, namun berkat rahmat-Nya akhirnya skripsi ini

dapat terselesaikan. Penulisan Skripsi ini disusun guna memenuhi sebagian

persyaratan dalam mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi telah melibatkan berbagai

pihak. Maka dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan ucapan terima

kasih. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada yang terhormat:

1. Prof Dr. H.M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Drs. Rusdiana Indianto, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Drs. Hadi Mulyono, M.Pd. selaku Dosen pembimbing I sekaligus Ketua

Program Studi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Sebelas Maret Surakarta.

4. Usada, M.Pd. selaku pembimbing II yang dengan sabar mengarahkan dan

membimbing selama penyelesaian penelitian ini.

5. Kepala SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen yang telah memberikan ijin

untuk penelitian ini.

6. Berbagai pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari masih ada kekurangan.

Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis

harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang

berkepentingan dan dunia pendidikan pada umumnya.

Surakarta, Mei 2012

Penulis

Page 11: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN .................................. iii

HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ iv

HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... v

ABSTRAK ...................................................................................................... vi

ABSTRACT .................................................................................................... vii

MOTTO ........................................................................................................ viii

PERSEMBAHAN ........................................................................................... ix

KATA PENGANTAR .................................................................................... x

DAFTAR ISI ................................................................................................... xi

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv

DAFTAR TABEL ........................................................................................... xv

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvi

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1

A. Latar Belakang ........................................................................ 1

B. Rumusan Masalah ................................................................... 3

C. Tujuan Penelitian .................................................................... 3

D. Manfaat Penelitian .................................................................. 3

BAB II KAJIAN TEORI ........................................................................... 5

A. Tinjauan Pustaka ..................................................................... 5

1. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD ........ 5

a. Model Pembelajaran ..................................................... 5

b. Model Pembelajran Kooperatif .................................... 6

c. Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD ................ 6

2. Hakekat Pemahaman tentang Gejala Alam ........................ 7

Page 12: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xii

a. Pengertian Pemahaman ......................................... 7

b. Materi Gejala (Peristiwa) Alam ............................. 8

c. Pemahaman tentang Gejala (Peristiwa) Alam ....... 8

d. Tinjauan tentang Pembelajaran IPS ....................... 9

B. Penelitian yang Relevan .......................................................... 15

C. Kerangka Berpikir ................................................................... 16

D. Hipotesis .................................................................................. 17

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................... 18

A. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................. 18

1. Tempat Penelitian ................................................................ 18

2. Waktu Penelitian .................................................................. 18

B. Subjek Penelitian .................................................................... 19

C. Sumber Data ........................................................................... 19

D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 20

1. Observasi .......................................................................... 20

2. Wawancara ....................................................................... 20

3. Tes ..................................................................................... 20

E. Validitas Data ......................................................................... 21

F. Teknik Analisis Data .............................................................. 21

G. Indikator Kerja ........................................................................ 22

H. Prosedur Penelitian ................................................................. 22

1. Rancangan Siklus 1 ........................................................... 23

2. Rancangan Siklus II .......................................................... 24

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 27

A. Hasil Penelitian ....................................................................... 27

1. Deskripsi Prasiklus ............................................................. 27

2. Siklus I .............................................................................. 29

Page 13: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiii

3. Siklus II ............................................................................. 38

B. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................. 47

1. Hasil Observasi Kegiatan Siswa Selama Proses

Pembelajaran............................................ ........................ 47

2. Hasil Nilai Pemahaman tentang Gejala

Alam................................................. ................................ 48

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN .................................... 51

A. Simpulan ................................................................................. 51

B. Implikasi .................................................................................. 51

1. Implikasi Teoritis ................................................................. 51

2. Implikasi Praktis ................................................................... 52

C. Saran ........................................................................................ 52

1. Bagi Siswa ........................................................................... 52

2. Bagi Guru............................................................................. 52

3. Bagi Sekolah ........................................................................ 53

4. Bagi Peneliti Lain ................................................................ 53

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 54

LAMPIRAN ..................................................................................................... 55

Page 14: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir ......................................................................... 17

Gamber 3.1 Model Analisis Interatif (Miles dan Huberman,2002:20) ............... 22

Gambar 3.2 Gambar 3.2 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Suharsimi

Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2006 : 74) ............................. 23

Gambar 4.1. Grafik Nilai Prasiklus Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

Karangmalang Sragen ................................................................. 28

Gambar 4.2. Grafik Nilai Siklus I Pemahaman tentang Gejala Alam Siswa

Kelas VI SDN Guworejo 2 .......................................................... 37

Gambar 4.3. Grafik Nilai Siklus II Pemahaman tentang Gejala Alam Siswa

Kelas VI SDN Guworejo 2 .......................................................... 46

Gambar 4.4. Grafik Frekuensi Peningkatan Nilai dari Prasiklus, Siklus I, dan

Siklus II Pemahaman tentang Gejala Alam ................................. 49

Page 15: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel. 3.1 Rincian Waktu Pelaksanaan Penelitian ........................................... 18

Tabel 4.1. Data Frekuensi Nilai Prasiklus Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

Karangmalang Sragen ........................................................................ 27

Tabel 4.2. Data Frekuensi Nilai Siklus I Pemahaman tentang Gejala Alam

Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 ..................................................... 37

Tabel 4.3. Data Frekuensi Nilai Siklus II Pemahaman Gejala Alam Siswa

Kelas VI SDN Guworejo 2 ................................................................ 45

Tabel 4.4. Frekuensi Peningkatan Nilai Pemahaman tenytang Gejala Alam

Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II ........................................................ 48

Page 16: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Panduan Wawancara untuk Guru Sebelum Diterapkan Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

Division ...................................................................................... 55

Lampiran 2 Panduan Wawancara untuk Guru Setelah Diterapkan Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

Division ...................................................................................... 57

Lampiran 3 Panduan Wawancara untuk Siswa Sebelum Diterapkan Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

Division ...................................................................................... 59

Lampiran 4 Panduan Wawancara untuk Siswa Setelah Diterapkan Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

Division ...................................................................................... 60

Lampiran 5 Nilai Hasil Evaluasi Tahap Prasiklus Mata Pelajaran : IPS

Materi Gejala (Peristiwa) Alam .................................................. 63

Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS I .................................................................................... 64

Lampiran 7 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS II ................................................................................... 70

Lampiran 8 INTRUMEN PENELIAIAN GURU SIKLUS I PERTEMUAN

1 ................................................................................................... 80

Lampiran 9 INSTRUMEN PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

SIKLUS I PERTEMUAN 1 ........................................................ 83

Page 17: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xvii

Lampiran 10 INTRUMEN PENELIAIAN GURU SIKLUS I PERTEMUAN

2 ................................................................................................... 91

Lampiran 11 INSTRUMEN PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

SIKLUS I PERTEMUAN 2 ........................................................ 94

Lampiran 12 INTRUMEN PENELIAIAN GURU SIKLUS II

PERTEMUAN 1 ......................................................................... 102

Lampiran 13 INSTRUMEN PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

SIKLUS II PERTEMUAN 1....................................................... 105

Lampiran 14 INTRUMEN PENELIAIAN GURU SIKLUS II

PERTEMUAN 2 ......................................................................... 113

Lampiran 15 INSTRUMEN PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

SIKLUS II PERTEMUAN 2....................................................... 116

Lampiran 16 Nilai Hasil Evaluasi Tahap Siklus I Mata Pelajaran : IPS

Materi Gejala (Peristiwa) Alam .................................................. 124

Lampiran 17 Nilai Hasil Evaluasi Tahap Siklus II Mata pelajaran : IPS

Materi Gejala (Peristiwa) Alam .................................................. 125

Lampiran 18 Foto Kegiatan Pembelajaran Siklus II ....................................... 126

Lampiran 19 Surat Keputusan Dekan ............................................................... 127

Lampiran 20 Surat Ijin Menulis Skripsi ........................................................... 128

Lampiran 21 Perijinan Penelitian ..................................................................... 129

Page 18: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xviii

Page 19: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan bagian Integral perkembangan. Proses pendidikan

tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Pembangunan

bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas .

Tujuan pendidikan dapat tercapai, salah satunya melalui pembelajaran

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) karena mata pelajaran IPS merupakan bagian

penting dari pendidikan. Kehadiran IPS sebagai ilmu pengetahuan masih

diperlukan sebab peranan IPS sangat strategi dalam meningkatkan kualitas

sumber daya manusia.

Pembelajaran dapat meningkat dengan baik apa bila disajikan dengan

baik pula. Dalam hal ini guru harus memperhatikan berbagai aspek yang ada

hubungannya dengan pembelajaran IPS. Materi pelajaran IPS dapat digali dari

kehidupan sehari–hari dan dihubungkan dengan pengalaman siswa. Oleh karena

itu guru perlu memperhatikan pengalaman siswa yang didapat dalam

kehidupannya.

Berdasarkan pengalaman sehari – hari dalam kegiatan pembelajaran,

sebagian besar kelas VI SDN egeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen, masih

rendah dalam pemahaman tentang gejala alam khususnya. Bahkan siswa

mendapat kesulitan dalam menyusun kliping tentang gejala (peristiwa) alam.

Dalam hal ini terbukti dari nilai yang diperoleh belum mencapai hasil yang sesuai

dengan Kreteria Ketuntasan Maksimal ( KKM ) yang ditetapkan sekolah yaitu

60. Dari penelitianyang dilakukan pada pra siklus ditemukan hal sebagai

berikut; Dari jumlah siswa sebanyak 14 anak, diperoleh hasil relevansi tes

formatif sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran terdapat 5 siswa atau 35,71%

yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 9 siswa atau 64,29% lainnya belum

mencapai ketuntasan. Nilai rata–rata dalam pembelajran hanya 5,9. (lampiran 5

halaman 63)

1

Page 20: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

2

Adapun kesulitan yang paling mendasar dalam pemahaman tentang

gejala (peristiwa) alam adalah siswa tidak terbiasa berkomunikasi dengan sesama

siswa, guru, atau orang lain. Hal tersebut merupakan masalah yang perlu

dipecahkan sebab tanpa komunikasi dengan orang lain, pemahaman tentang

gejala alam tidak akan tercapai dengan baik.

Kurang aktifitas dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran berpengaruh

terhadap kemampuan mengeluarkan pendapat atau gagasan yang dimilikinya.

Siswa tidak akan terbiasa untuk belajar mandiri dan tidak akan belajar apabila

tidak diberi penjelasan oleh guru. Hal tersebu merupakan masalah yang perlu

dicari solusinya, jika hal ini dibiarkan akan berdampak negatif terhadap prestasi

belajar siswa baik pada pembelajaran IPS maupun pembelajaran lainnya.

Rendahnya hasil belajar, motivasi, dan aktivitas belajar IPS dipengaruhi

oleh berbagai faktor. Faktor yang mendukung pelaksanaan pembelajaran pada

dasarnya sangat komplek dan dapat ditinjau dari berbagai aspek. Adapun aspek

yang paling mendasar dan menetukan terhadap keberhasilan pembelajaran di

antaranya sarana dan prasarana yang memadai, situasi dan kondisi yang kondutif,

faktor guru, termasuk pemilihan dan penggunaan model pembelajaran.

Di antara berbagai model pembelajaran, satu diantaranya adalah model

kooperatif. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara

bersama–sama atas gotong royong sehingga makna kebersamaan sangat dominan.

Selain itu, model ini dapat mengaktifkan siswa dalam belajar karena siswa

didorong untuk mengemukakan pendapat atau penyanggah berbagai masalah yang

diajukan oleh rekan sekelompoknya.

Banyak tipe model kooperatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran

IPS diantaranya adalah tipe STAD. Tipe STAD (Student Team Achievement

Division) yaitu salah satu model pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara

mengelompokan siswa menjadi beberapa kelompok , masing–masing kelompok

terdiri dari 4 atau 5 orang. Tiap kelompok memiliki anggota yang heterogen, baik

jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuan (tinggi, sedang, rendah) tiap

kelompok menggunakan lembar kerja akademik dan kemudian saling membantu

Page 21: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

3

untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama

anggota kelompok. Kelebihan tipe STAD dapat memberi kesempatan siswa untuk

bekerja sama dan mempunyai banyak kessempatan berkomonikasi. Adapun

kelemahannya adalah apabila kurang bimbingan dari guru dalam

mengelompokkan siswa, maka kegiatan diskusi kurang efektif.

Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

dengan judul “Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan

pemahaman tentang Gejala Alam pada Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalah

padapenelitian ini selanjutnya dirumuskan sebagai berikut :

Apakah penerapan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan

pemahaman tentang gejala alam pada kelas VI SD Negeri Guworejo 2

Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012?

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembelajarandiatas

adalah sebagai berikut

Meningkatkan pemahaman tentang gejala alam pada siswa kelas VI SD

Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011 / 2012 melalui

model Kooperatif tipe STAD.

D. Manfaat Penelitian

Dengan dilaksanakannya kegiatan penelitian ini diharapkan

dapatbermanfaat baik bagi siswa, bagi peneliti, bagi guru, serta bagi sekolah.

a. Bagi Siswa

Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa tentang gejala

alam melalui keterlibatan secara efektif dalam bertukar pikiran antar siswa.

Page 22: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

4

b. Bagi Guru.

Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai masukan Contoh model

pembelajaran yang dapat dikembangkan pada pokok bahasan yang lain.

c. Bagi Peneliti.

Dengan penelitian ini dapat memberikan wawasan dalam pembelajaran serta

pengalaman yang berharga.

d. Bagi Sekolah.

Hasil penelitian ini sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kinerja guru

dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga pendidik dan

pengajar yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan.

Page 23: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

5

BAB II

LANDASAN TEORI

A Kajian Pustaka

1. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

a. Model Pembelajaran

Winaputra dalam Sugiyanto (2008: 7) berpendapat bahwa yang

dimaksut model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang

melukiskan prosedur yang sistimatis dalam mengorganisasikan

pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu, dan berfungsi sebagai

pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam

perencanaan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.

Selain itu, menurut Joyce dan Weil dalam Mulyani Sumantri (2001:

25) menyatakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual

yang sistimatis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk

mencapai tujuan belajar tertentu dan sebagai pedoman bagi para perancang

pembelajaran dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar

mengajar.

Menurut Asep Jihad (2009:25) model pembelajaran dapat diartikan

sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun

kurikulum, mengatur materi peserta didik, dan memberi petunjuk kepada

pengajar di kelas dalam seting pengajaran atau seting lainnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah satu komponen utama dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM). Model pembelajaran yang menarik dan variatif yang dipakai guru untuk membantu memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran.

Page 24: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

6

b. Model Pembelajaran Kooperatif.

1) Pengertian model pembelajaran kooperatif

Manusia memiliki derajat potensi, latar belakang historis, serta

harapan masa depan yang berbeda – beda. Karena perbedaan itu, manusia

dapat saling asah, asih dan asuh (Saling mencerdaskan). Pembelajaran

kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih, dan asuh sehingga tercipta

masyarakat belajar. Siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari

sesama siswa. Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang

berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam

memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujua belajar.

Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang didalamnya

terdapat elemen – elemen yang saling terkait. Elemen – elemen pembelajaran

kooperatif manurut Lie (2004 ) adalah saling ketergantungan positif, interaksi

tatap muka , akuntabilitas individual, ketrampilan untuk mejalin hubungan

antar pribadi atau ketrampilan sosial yang secara sengaja diajarkan.

2) Macam – macam model pembelajaran kooperatif.

Dalam pembelajaran kooperatif, terdapat beberapa tehnik yang dapat

digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas al:

a) Metode STAD (Student Achievrment Division). Model STAD

dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan–kawan dari universitas John

Hopkins.

b) Metode Jigsaw. Metode ini dikembangkan oleh Ellit Aronson.

c) Metode GI ( Group investigation ). Dasar–dasar metode GI

c. Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar

dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. dalam

menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan

membantu memahami suatu bahan pembelajaran artinya belajar belum

5

Page 25: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

7

pembelajaran. Dan mempunyai ciri-ciri, manfaat, ketrampilan–ketrampilan serta

tipe-tipenya yaitu STAD, GTG, Jigsaw. STAD merupakan tipe pembelajaran

kooperatif yang paling sederhana dimana siswa ditempatkan dalam tim

(kelompok) belajar beranggotakan 4 atau 5 orang yang merupakan campuran

menurut tingkat kinerja, jenis kelamin dan suku. Guru mengajikan pelajaran

kemudian siswa bekerja dalam tim (kelompok) untuk memastikan bahwa seluruh

anggota kelompok telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa

dikenai kuis tentang materi itu dimana pada saat kuis mereka tidak boleh saling

membantu.

2) Hakekat Pemahaman Tentang Gejala Alam

a. Pengertian Pemahaman

Pemahaman yaitu memahami atau mengerti apa yang diajarkan,

mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan isinya

tanpa harus menghubungkannya dengan hal-hal lain (Daryanto, 2008:106).

Purwanto (2009: 51) menjelaskan bahwa kemampuan pemahaman

(comprehension) adalah kemampuan untuk melihat hubungan fakta dengan fakta.

Menghafal fakta tidak lagi cukup, karena pemahaman menuntut pengetahuan akan

fakta dan hubungannya.

Bloom dalam Purwanto (2010: 50) membagi taksonomi hasil belajar

menjadi tiga domain, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Taksonomi hasil

belajar kognitif terdiri atas enam tingkatan, yakni hafalan, pemahaman,

penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Taksonomi hasil belajar afektif dibagi

menjadi lima tingkatan, yaitu penerimaaan, partisipasi, penilaian, organisasi, dan

internalisasi. Taksonomi hasil belajar psokomotor diklasifikasikan menjadi enam,

yaitu persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks,

dan kreativitas.

Berdasarkan penjelasan diatas, pemahaman termasuk dalam salah satu

domain kognitif pada taksonomi Bloom. Pemahaman dapat dibedakan ke dalam

tiga kategori (Nana Sudjana, 2009: 24), yaitu:

Page 26: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

8

1) Pemahaman terjemahan, mulai dari terjemahan dalam arti sebenarnya.

2) Pemahaman penafsiran, menghubungkan bagian-bagian terdahulu dengan

yang diketahui berikutnya, membedakan yang pokok dan yang bukan

pokok.

3) Pemahaman ekstrapolasi, mampu melihat dibalik yang tertulis, membuat

ramalan tentang konsekuensi atau memperluas persepsi dalam arti waktu,

dimensi, kasus ataupun masalah.

Pengorganisasian bahan pemahaman tentang gejal alam di SD sumbernya

dari berbagai ilmu sosial yang diintegrasikan menjadi satu kedalam mata

pelajaran.

Dengan demikian pengajaran IPS di SD merupakan bagian integral dari

bidang studi. Namun ketika membicarakan suatu topik yang berkaitan dengan

pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam, bahan-bahan pengajaran bisa

dibicarakan secara lebih tajam. Ada dua bahan kajian IPS, yaitu bahan kajian

pengetahuan sosial mencakup lingkungan sosial, yang terdiri atas ilmu bumi,

ekonomi dan pemerintahan dan bahan kajian sejarah meliputi perkembangan

masyarakat Indonesia sejak lampau hingga masa kini.

b. Materi Gejala (Peristiwa) Alam

Gejala (Peristiwa) Alam merupakan salah satu pokok materi yang harus

dipelajari oleh peserta didik kelas VI semester II. Pokok materi ini terdapat dalam

standar kompetensi Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan

sekitarnya. Di dalam standar kompetensi ini terdapat dua kompetensi dasar yaitu

(1) Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara

tetangga. (2) Mengenal cara-cara menghadapi bencana alam.

c. Pemahaman tentang Gejala (Peristiwa) Alam

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari pemahaman tentang gejala

(peristiwa) alam adalah kemampuan seseorang atau peserta didik untuk mengerti

Page 27: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

9

sesuatu, menangkap suatu makna, memanfaatkan isi bahan, dan memecahkan

masalah yang berhubungan dengan materi gejala (peristiwa) alam.

d. Tinjauan tentang Pembelajaran IPS

Tujuan pembelajaran IPS adalah untuk mempersiapan siswa menjadi

warga negara yang baik dalam kehidupan di masyarakat, seperti yang telah

dikemukakan oleh Gros , to prepare students to bewell functioning citizens in a

democratic society. Selain itu, tujuan IPS adalah untuk mengembangkan

kemampuan mahasiswa menggekunakan penalaran dalam mengambil

keputusan pada setiap persoalan yang dihadapinya.

Dalam hal ini Benjamin S. Bloom. Membagi tujuan pembelajaran IPS.

Kedalam 3 bidang yang disebut Taksonomi Bloom. Yaitu :

1) Aspek kognitif

Aspek kognitif mencakup perilaku-perilaku yang menekankan pada

aspek intelektual. Pembelajaran IPS bertujuan untuk memperoleh pengetahuan

dan pengertian, mangasah intelegensi dan meningkatkan ketrampilan berpikir.

Tujuan kognitif ini berbagi kedalam 6 tingkatan, yakni:

a) Pengetahuan (knowledge)

Dalam tingkatan ini, tujuan kognitif pembelajaran IPS mencakup :

1. Pengenalan mengenai peristilahan, devenisi, fakta-fakta, gagasan,

pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb.

2. Pengetahuan mengenai terminologi (penggunaan kata) secara

umum

3. Pengetahuan mengenai fakta yang spesifik

4. Pengetahuan mengenai konsep dasar

Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dalam tujuan kognitif

pembelajaran IPS adalah mengasah kemampuan agar dapat mendenifisikan,

mengenal, mencocokan, mengingat, mengulang, membedakan,

mengidentifikasikan, menyebut, melabel, menghubungkan, mencatat sesuatu dan

mengungkap kembali suatu peristiwa. Sebagai contoh, seorang guru yang

menerangkan mengenai suatu ilmu yang belum pernah kita ketahui sebelumnya

Page 28: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

10

harus menjelaskan dengan baik akan konsep dasar ilmu tersebut agar siswanya

memiliki pembekalan awal yang cukup untuk lanjut menerima materi yang lebih

kompleks terkait dengan ilmu tersebut.

b) Pemahaman (comprehension)

Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat pemahaman yakni

1. Kemampuan membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram,

arahan, peraturan, dsb.

2. Kemampuan menafsirkan chart dan grafik.

3. Pemahaman mengenai fakta yang terjadi

4. Penyesuaian prosedur dengan metode yang di terapkan.

5. Kemampuan mempekirakan kebutuhan.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman dalam tujuan kognetif

pembelajaran IPS adalah menerjemahkan, mengubah, mengatur kembali,

mengekspresikan, memberi contoh, mengilustrasikan, menggeneralisasi dan

menyimpulkan suatu keadan.

Sebagai contoh, seseorang yang di mintai penjelasan mengnai suatu hal

oleh temannya dan ia belajar agar dirinya memiliki pengetahuan akan sesuatu hal,

maka orang tersebut paham mengenai pengetahuan yang telah ia pelajari sehingga

apabila pengetahuan tersebut di kembangkan lebih lanjut (misalnya dengan

mengelompokan materi menggunakan tabel), orang tersebut dapa menerangkan

dengan baik kepada temannya.

c) Aplikasi (Application)

Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat aplikasi, yakni :

1. Kemampuan dalam menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori,

dsb.

2. Aplikasi konsepdan prinsip – prinsip ke dalam situasi yang baru.

3. Pemecahan problim Ips. Penyusunan grafik dan chart.

4. Berpendapat didalam menggunakanmetode dan prosedur.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman dalam tujuan kognitif

pembelajaran IPS adalah mengaplikasikan, mengorganisasikan, merestrukturisasi,

Page 29: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

11

memecahkan, mentransfer, menggunakan, mengklasikasi, memilih,

mendramatisasi, membuat sket, mendemontrasikan mengelustrasikan ,

menangani, mengkalkulasi.

Sebagai contoh, ketika seorang siswa diberi soal matematika oleh gurunya

,maka siswa tersebut harus memiliki pengetahuan dan paham akan materi soal

yang diberikan, maka siswa siswa tersebut akan dapat mencari jawaban dari soal

matematika dengan pemahaman yang ia terima oleh gurunya.

d) Analisis ( Analysis )

Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat anlisis yakni :

1. Analisa informasi yang masuk dan menyusun informasi kedalam bagian

yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya.

2. Kemampuan mengenali dan membedakan faktor penyebab dan akibat dari

suatu keadaan yang rumit.

3. Kemampuan mengenal dan menggunakan logika berfikir untuk

menyampaikan suatu alasan

4. Mengevaluasi relevansi data.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat analisis dalam tujuan kognitif

pembelajaran IPS adalah dapat membedakan, memilih, membandingkan,

membedakan, membuat diagram, menjelaskan, menganalisis, mengkategorikan,

memeriksa, berdebat, menguji dan melakukan eksperimen.

(e) Sintesis ( Synthesis )

Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat sintesis, yakni :

1. Penjelasan mengenai strutur atau pola dari sebuah skenario yang

sebelumnya tidak terlihat.

2. Kemampuan mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk

menghasilkan solusi yang dibutuhkan.

3. Mengungkapkan suatu konsepsi yang terorganisasi secara baik.

4. Merumuskan sesuatu konsepsi baru.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat sintesis dalam tujuan kognitif

pembelajaran IPS adalah memadukan, mengkoposisikan, membangun,

Page 30: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

12

merencanakan, memodifikasi, memformulasi. Sebagai contoh, ditingkat ini

seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat

reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab

turunnya kualitas produk.

(f) Evaluasi : (Evaluation)

Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat evaluasi, yakni :

1. Memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dan

sebagainya dengan menggunakan kreteria yang cocok atau standart

yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya

2. Menyesuaikan nalai suatu pekerjaan

Dapat disimpulkan bahwa tingkat evaluasi dalam tujuan kognitif

pembelajaran IPS adalah menyimpulkan, menyesuaikan, merangking,

mendukung, menjelaskan, menilai, menyeleksi, mengapresiasi, membobot,

merevisi dan memperbaiki.

1) Aspek Afektif

Aspek afektif dalam pembelajaran IPS mencakup perilaku – perilaku yang

menekankan pada aspek perasaan dan emosi serta derajat penerimaan atau

penolakan siswa pada meteri pembelajaran IPS yang diberikan. Tujuan afektif ini

terbagi dalam 5 tingkatan, yakni :

a) Penerimaan (receiving)

Yakni adanya kesediaan untuk menyadari adanya suatu kenyataan

(Fenomena) maupun gejala yang ada di lingkungannya. Tujuan afektif

pembelajaran IPS pada tingkat penerimaan, yakni :

1. Dapat menerima

2. Dapat menghadiri

3. Sadar akan situasi kondisi yang sedang terjadi

Tujuan lain dalam tingkatan ini adalah menerima, memilih, menanyakan,

mendengar dan menyeleksi suatau kondisi.

Misalkan saja mengenai hubungan interpersonal antar guru dengan siswa. Apabila

guru tersebut menyenangkan dalam mengajar dan materi yang dibawakan mudah

Page 31: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

13

mengerti, maka siswa akan semakin mudah dalam menerima materi yang

diberikan guru

(a) Tanggapan (responding)

Yakni memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya.

Meliputi persetujuan, kesediaan dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.

Tujuan lainnya adalah untuk dapat aktif berpartisipasi seperti dalam hal mampu

membuktikan, memberitahukan, menolong, melakukan dengan suka rela serta

mengklaim terhadap sesuatu yang telah menjadi hak kita.

(b) Penghargaan (valuating)

Yakni berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu obyek,

fenomena atau tingkah laku.

Tujuan afektif pembelajaran IPS pada tingkat penghargaan, yakni :

1. Menerima nilai-nilai / norma

2. Taat kepada nilai-nilai / norma

3. Memegang teguh nilai/norma

Apabila perilaku seseorang telah mencerminkan perilaku tersebut, maka

seseorang itu patut diberi pengharga atas apa yang telah ia capai, misalnya saja

dengan pujian, dsb.

(c) Pengorganisasian (organinization)

Tujuan afektik pembelajaran IPS pada tingkat pengorganisasian, yakni :

1. Menghubungkan nilai/norma yang dianutnya

2. Mengintegrasikan nilai/norma kedalam kebiasaan hidup

Sehari-hari.

3. Memadukan nilai-nilai yang berbeda.

4. Menyelesaikan konplik di antaranya, dan membentuk suatu sistem

nilai yang konsisten.

(d) Karakterisasi berdasarkan nilai-nilai ( characterization by value)

Yakni internalisasi nilai/norma menjadi pola hidup seperti dalam

bertingkah laku.

Page 32: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

14

Dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran IPS secara khusus adalah

melakukan tindakan, mengajukan pertanyaan, menjelaskan, memilih, menjawab,

mengikuti dan menceritakan.

2) Aspek Psikomotorik

Aspek psikimotorik mencakup perilaku-perilaku yang menekankan pada

aspek ketrampilan motorik (gerakan)

Tujuan Psikomotorik ini terbagi dalam 5 tingkatan, yakni :

(a) Imitasi

Kemampuan menirukan gerakan yang telah diamati seperti mengamati,

menirukan (gerakan) sederhana.

(b) Memanipulasi

Menggunakan konsep untuk melakukan gerakan sesuai dengan

instruksi.

(c) Presisi

Melakukan gerakan dengan benar seperti dapat mengartikulasikan

gerakan apabila mengalami kesalahan dan melakukan sesuatu dengan

akurat.

(d) Artikulasi

Merangkaikan berbagai gerakan secara berkelanjutan dan terintegrasi

seperti mengkoordinasikan beberapa kemampuan.

(e) Naturalisasi

Melakukan gerakan secara wajar dan efisien serta telah menjadi bagian

dari kebiasaannya seperti melakukan sesuatu secara terbiasa

Dalam hal aspek psikomotorik, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan

adalah dengan praktek. Tujuan psikomotorik yang telah diuraikan diatas lebih

menekankan pada gerakan yang diberikan oleh seorang siswa di dalam kegiatan

belajar mengajar.

Bermula pada pemberian instruksi untuk melakukan gerakan tertentu

sampai pada gerakan-gerakan yang sudah menjadi kebiasaan sehingga apabila

Page 33: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

15

kebiasaan itu dapat memajukan kegiatan belajar mengajar maka akan lebih mudah

bagi pengajar untuk mengontrol siswanya.

B. Penelitian yang Relevan

Penelitian peningkatan keterampilan menulis menerapkan pendekatan

kontekstual pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Katelan Tangen ini tidak

terlepas atau mengacu dari penelitian sebelumnya. Penelitian yang relevan dengan

penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Fajar Yudi Prasetyo (2011)

dengan judul “Penerapan Metode STAD untuk Peningkatan Kemampuan

Penyelesaian Soal Cerita Matematika Siswa Kelas V SDN 02 Jaten Karanganyar

Tahun 2011.” Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa metode

STAD dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika.

Hal ini terbukti pada hasil kuis siklus I, siklus II dan siklus III sebagai berikut :

Pada siklus I dari 47 siswa sebanyak 30 siswa atau 63,83% mencapai nilai KKM,

Pada siklus II dari 47 siswa sebanyak 35 siswa atau 74,47% mencapai nilai KKM,

Pada siklus III dari 47 siswa sebanyak 42 siswa atau 89,36% mencapai KKM.

Penelitian Fajar Yudi Prasetyo di atas, relevan dengan penelitian ini.

Persamaannya yaitu terdapat pada model pembelajrannya yaitu menerapkan

STAD. Selain memiliki persamaan, penelitian tersebut juga memiliki perbedaan

dengan penelitian ini yaitu penelitian Fajar Yudi Prasetyo objek kajiannya dalam

meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita dan subjek penelitian yaitu

siswa kelas V, sedangkan penelitian ini objeknya pemahaman tentang gejala

(peristiwa) alam dan subjeknya siswa kela VI.

Yusrika Firda Isnaini (2010) dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Ips

Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement

Division Pada Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah Wonorejo Polokarto

Kabupaten Sukoharjo” Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil

tes awal sebelum tindakan yaitu 65,39, dengan ketuntasan klasikal 52,78%. Pada

siklus I menunjukkan nilai rata-rata kelas mencapai 71,83 dan ketuntasan klasikal

meningkat menjadi 72,22%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi

Page 34: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

16

79,39 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 86,11%. Dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS melalui model pembelajaran

kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan hasil

belajar siswa kelas IV B SD Muhammadiyah Wonorejo, Polokarto, Kabupaten

Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010.

Penelitian Yusrika Firda Isnaini di atas, relevan dengan penelitian ini.

Persamaan dengan penelitian ini yaitu penerapan model kooperatif tipe STAD dan

objek pada mata pelajaran IPS. Selain memiliki persamaan, kedua penelitian ini

juga memiliki perbedaan yaitu penelitian yang dilakukan Yusrika Firda Isnaini

subjeknya pada siswa kelas IV tahun ajaran 2009/2010, sedangkan penelitian ini

pada siswa kelas VI tahun ajaran 2011/2012.

C. Kerangka Berpikir

Dari hasil wawancara dengan guru kelas IV SDN Guworejo 2 diperoleh

permasalahan yang muncul dalam pembelajaran menulis (kondisi awal), yaitu

a) kurangnya minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran menulis.

Pembelajaran menulis kerap kali menjadi sesuatu hal yang dibenci dan

menakutkan bagi para siswa. Tidak jarang pula para siswa ketika diberi tahu

bahwa hari itu pelajaran menulis, mereka langsung mengeluarkan suara keluhan.

b) Sebagian besar siswa masih belum terbiasa dalam memanfaatkan media tulis

untuk mengungkapkan ide, gagasan mereka, dengan kata lain siswa belum

terbiasa melakukan kegiatan menulis dalam bentuk apapun. c) Guru belum

menggunakan model yang inovatif.

Bertolak dari permasalahan tersebut, diperlukan suatu tindakan

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat

meningkatkan pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa (tindakan).

Salah satu model yang dapat mengembangkan pemahaman siswa, yaitu dengan

model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Dengan

modelpembelajaran ini, pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa

diharapkan dapat meningkat.

Page 35: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

17

Pada kondisi akhir diharapkan terdapat peningkatan pemahaman tentang

gejala (peristiwa) alam menerapkan model kooperatif tipe STAD. Peningkatan

ini akan ditandai dengan target akhir sebanyak 75% dari jumlah siswa kelas VI

yang ada mendapatkan nilai di atas KKM.

Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat divisualisasikan pada

gambar 2.1 sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerang Berfikir

D. Rumusan Hipotesis

Berdasarkan latar belakang, kajian teori, kajian pustaka dan kerangka

berpikir, maka dapat diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut : Penerapan

model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman tentang Gejala

(peristiwa) alam di Kelas VI SD Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen.

Hasil pemahaman tentang gejala alam rendah

Siklus I

Siklus II

Belum diterapkan model Kooperatif.

Penerapan model Kooperatif.tipe STAD dalam pemahaman gejala alam

Penerapan model Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman tentang gejala alam

Kondisi Awal

Tindakan

Kondisi Akhir.

Page 36: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

18

BAB III

METODE PENELITIAN

A . Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas VI SD Negeri Guworejo 2

Karangmalang Sragen. Siswa Kelas VI bejumlah 14 siswa, 6 siswa laki–laki dan

9 siswa perempuan. Pertimbangan pemilihan lokasi ini adalah kemampuan

siswa–siswi khususnya kelas VI masih tergolong rendah sehingga perlu

diadakan penelitian tindakan kelas. Selain itu kepala SD Negeri Guworejo 2 juga

memberi ijin untuk dilaksanakan PTK. Sebagai upaya peningkatan mutu

pendidikan di SD Guworejo 2 Karangmalang Sragen.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan selama empat bulan, dengan jenis

kegiatan penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 3.1 Rincian Waktu Pelaksanaan Penelitian

No Waktu.

Jenis Kegt.

Bulan. ke-1 Bulan. Ke-

2

Bulan. Ke-

3

Bulan. Ke-4

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Pengajuan Judul x

2 Pengajuan proposal X

3 Pengajuan surat ijin x

4 Pelaksanaan

1. Siklus I x x

2. Siklus II x x

5 Analisis data. x x x

Page 37: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

19

6 Pembuatan

laporan.

x X x x

B. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian adalah adalah siswa kelas VI SD Negeri Guworejo 2

Karangmalang Sragen yang terdiri dari 14 siswa, 6 laki– laki dan 9 perempuan.

Masing-masing siswa memiliki pemahaman tentang gejala alam yang tergolong

masih rendah. Objek dalam penelitian ini yaitu tentang pemahaman gejala

(peristiwa) alam pada pembelajran IPS kelas VI.

C. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Tempat dan peristiwa (proses proses belajar mengajar pemahaman

tentang gejala alam) Data yang dikumpulkan yaitu data tentang

bagaimana proses pembelajaran pemahaman tentang gejala alam yang

berlangsung di kelas VI SD Negeri guworejo 2 Karangmalang Sragen.

2. Informasi, informasi dalam penelitihan ini terdiri dari :

a. Guru.

Data yang dikumpulkan yaitu data tentang pelaksanaan

pemahaman tentang gejala alam di kelas VI SD Negeri Guworejo 2

Karangmalang Sragen, data mengenai hambatan – hambatan yang

dihadapi guru, data tentang usaha–usaha yang ditempuh guru dalam

pemahaman tentang gejala alam.

b. Siswa kelas VI.

Sebagai subjek pemahaman tentang gejala alam di kelas VI SD Nergeri

Guworejo 2, Karangmalang Sragen untuk mendapatkan data mengenai

tempat dan peristiwa yang diteliti.

c. Dukumen.

18

Page 38: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

20

Dokumen berupa hasil pemahaman tentang gejala alam siswa, hasil tes

siswa, dan rencana pembelajaran.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data ini yang digunakan dalam penelitihan ini adalah

sebagai berikut

1. Observasi.

Observasi dilakuan untuk mengamati perkembangan pemahaman

tentang gejala alam yang dilakukan siswa dan guru sejak sebelum

pelaksanaan tindakan, saat pelaksanaan tindakan sampai akhir tindakan.

Observasi ini dilakukan dengancara peneliti bertindak sebagai

partisipasifyang mengamati jalannya pembelajarandi kelam yang dipimpin

oleh guru. Peneliti mengambil posisi ditempat duduk di paling belakang,

mengamati jalannya proses pembelajaran sambil mencatan segala sesuatu

yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung, dengan berada di

tempat duduk.

Hasil observasi peneliti didiskusikan dengan guru yang bersangkutan

untuk kemudian dianalisis bersama–sama untuk mengetahui berbagai

kelemahan yang ada dan untuk mencari solusi terhadap segala kelemahan

yang ada.Hasil diskusi yang berupa solusi untuk berbagai kelemahan

tersebut kemudian dilaksanakandalam siklus selanjutnya.Observasi

terhadap guru difokuskan pada kemampuan guru mengelola kelas dan

memancing keaktifan siswa saat pembelajaran berlangsung.Sedangkan

observasi terhadap siswa difokuskan pada keaktifan siswa dan minat

siswa pada saat pembelajaran berlangsung.

2. Wawancara, dilakukan terhadap siswa, guru dan informasi lain untuk

menggali data tentang minat siswa terhadap kegiatan pemahaman tentang

Page 39: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

21

gejala alam dan metode yang digunakan dalam kegiatan pemahaman

tentang gejala alam.

Analisa tes untuk mengetahui pemahaman tentang gejala alam.

3. Tes, dilakukan terhadap siswa untuk mengetahui pemahaman siswa

tentang gejala (peristiwa) alam pada pembelajaran IPS. Hasil tes ini

merupakan data primer yang digunakan peneliti.

E. Validasi Data

Validitas adalah keshihan data didalam suatu penelitian, hal ini data dicatat

dalam kegiatan penelitian, harus diusahakan kemantapan kebenarannya , oleh

karena setiap penelitian harus memilih dan menentukan cara-cara yang tepat

untuk mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Menurut Sarwiji

Suwandi (2009: 60) validitas isi merupakan jaminan kemantapan dan tafsir makna

penelitiannya berdasarkan isi dan intrumen penelitian.

Semua data yang dikumpulkan hendaknya mencerminkan apa yang

sebenarnya diukur atau diteliti. Agar data yang didapat valid maka pengujiannya

menggunakan validitas isi. Untuk instrumen yang berbentuk tes, pengujian

validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan.

Untuk data tentang penerapan model kooperatif tipe STAD menggunakan

validitas isi yaitu tes yang akan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman

tentang gejala (peristiwa) alam harus sesuai dengan indikator/tujuan

pembelajaran serta materi pembelajaran. Pengujian validitas isi juga

dibandingkan dengan tujuan pembelajaran khusus.

F. Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model

analisis kulitatif dengan model interaktif Miles & Huberman. Menurut Sugiyono

(2003:91) model analisis interaktif mempunyai tiga buah komponen pokok, yaitu

reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Aktivitasnya

Page 40: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

22

dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu

proses siklus.

1. Reduksi data yaitu proses menyeleksi data awal, memfokuskan,

menyederhanakan dan mengabstraksi data kasar yang ada dalam fieldnote.

Proses ini berlangsung terus sepanjang pelaksanaan penelitian. Data reduksi

adalah suatu bntuk analisis ang mempertegas, memperpendek, membuat fokus,

membuang hal-hal yang tidak penting, dan mengatur data sedemikian rupa

sehingga kesimpulan akhir dilakukan. Proses ini berakhir sampai laporan akhir

penelitian selesai ditulis.

2. Sajian data adalah suatu rangkaian organisasi informasi yang memungkinkan

penelitian dapat dilakukan. Dengan melihat penyajian data, maka akan

dimengerti apa yang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu

pada analisis ataupun tindakan lain berdasarkan pengertian tersebut, dalam hal

ini penyajian data meliputi berbagai jenis matriks, gambar, jaringan kerja dan

tabel.

Penarikan kesimpulan, apabila dalam tahapan ini ditemukan data yan

akurat, maka peneliti tidak segan-segan untuk melakukan penyimpulan ulang.

Peneliti dalam hal ni bersifat terbuka dan skeptis, namun demikian akan

meningkat secara eksplisit dan memiliki landasan yang kuat. Kesimpulan akhir

tidak akan terjadi sampai proses pengumpulan data berakhir. Untuk lebih

jelasnya, proses analisis interaktif dari gambar 3.1 berikut ini:

Gambar 3.1. Model Analisis Data Kualitatif Miles dan Huberman (2009: 20)

Pengumpulan data Sajian data

Penarikan simpulan

(verivikasi)

Reduksi

Page 41: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

23

Page 42: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

24

G. Indikator Keberhasilan

Indikator kinerja merupakan rumusan kinerja yang akan dijadikan acuan

dalam menentukan keberhasilan atau keefektifan penelitian. Dalam penelitian ini

yang menjadi indikator kinerja adalah: apabila 75% dari jumlah siswa kelas VI

mencapai nilai KKM, sedangkan nilai KKM untuk pemahaman tentang gejala

alam adalah 65,00.

H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian ini adalah suatu rangkaian tahap–tahap penelitian dari

awal sampai akhir. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh

peneliti. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas dapat dilihat pada gambar 3.2

berikut ini:

Siklus I

Siklus II

Gambar 3.2 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2006 : 74).

Permasalahan

Permasahan baru hasil refleksi

Apabila permasalahan belum selesai

Perencanaan

Pelaksanaan tindakan I

Refleksi Pengamatan pengumpulan data I

Perencanaan tindakan siklus II

Pelaksanaan tindakan II

Refleksi II

Dilanjutkan ke siklus berikutnya

Pengamatan pengumpulan data

Page 43: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

25

Keterangan:

1. Siklus I

a. Rencana Tindakan.

Berdasarkan hasil identifikasi dan penetapan masalah, peneliti kemudian

mengajukan alternatif pemecahan masalah, yaitu penggunaan model kooperatif

dalam pembelajaran pemahaman tentang gejala alam. Pada tahap ini peneliti

menyajikan data–data yang telah dikumpulkan kemudian bersama guru

menentukan solusi yang tepat masalah yang dihadapi.

b. Pelaksanaan Tindakan

Keseluruhan tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini bertujuan

untuk mengadakan perbaikan terhadap proses pembelajaran pemahaman tentang

gejala alam yang selama ini berjalan kurang efektif .Upaya yang yang dilakukan

dalam pelaksanaan tindakan ini adalah dengan penggunaan model kooperatif tipe

STAD. Penggunaan model kooperatif tipe STAD ini dimaksudkan untuk

menarik minat dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran pemahaman

tentang gejala alam di kelas sehingga kemampuan pemahaman tentang gejala

alam yang dimiliki dapat meningkat. Dalam setiap tindakan yang dilakukan selalu

diikuti dengan kegiatan pemantauan dan evaluasi serta analisis dan refleksi. Pada

tahap ini peneliti peneliti mengadakan pemantauan apakah tindakan yang telah

dilakukan dapat mengatasi masalah yang ada.Selain itu, pemantauan dilakukan

untuk mengumpulkan data-data yang nantinya diolah untuk menentukan tindakan

yang akan dilakukan selanjutnya.

c. Pemantauan dan Evaluasi Tindakan.

Pemantauan dilakukan untuk memonitor segala kegiatan yang terjadi

dalam kelas. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai partisipasif dimana peneliti

berada dalam lokasi penelitian namun tidak berperan aktif ( hanya mengamati dan

mencatat segala aktivitas dalam proses pembelajaran pemahaman tentang gejala

alam ) ketika proses pembelajaran berlangsung. Setelah itu peneliti mengolah

Page 44: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

26

data mengenai kelebihan dan kelemahan proses pembelajaran sehingga dapat

disajikan pada guru.

1. Analisis dan Refleksi Tindakan.

Pada tahap ini peneliti menganalisis /mengolah data yang telah dikumpulkan kemudian menyajikannya padaguru. Kemudian peneliti dan guru mengadakan diskusi untuk menentukan langkah–langkah perbaikan ( solusi pemecahan masalah ) dalam pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Setelah itu baru diambil kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan berhasil atau tidak berhasil sehingga dapat diketahui langkah selanjutnya.

2. Siklus II

a. Rencana Tindakan.

Berdasarkan hasil identifikasi dan penetapan masalah, peneliti kemudian

mengajukan alternatif pemecahan masalah, yaitu penggunaan model kooperatif

dalam pembelajaran pemahaman tentang gejala alam. Pada tahap ini peneliti

menyajikan data–data yang telah dikumpulkan kemudian bersama guru

menentukan solusi yang tepat masalah yang dihadapi.

b. Pelaksanaan Tindakan

Keseluruhan tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini bertujuan

untuk mengadakan perbaikan terhadap proses pembelajaran pemahaman tentang

gejala alam yang selama ini berjalan kurang efektif .Upaya yang yang dilakukan

dalam pelaksanaan tindakan ini adalah dengan penggunaan model kooperatif tipe

STAD. Penggunaan model kooperatif tipe STAD ini dimaksudkan untuk

menarik minat dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran pemahaman

tentang gejala alam di kelas sehingga kemampuan pemahaman tentang gejala

alam yang dimiliki dapat meningkat. Dalam setiap tindakan yang dilakukan selalu

diikuti dengan kegiatan pemantauan dan evaluasi serta analisis dan refleksi. Pada

tahap ini peneliti peneliti mengadakan pemantauan apakah tindakan yang telah

dilakukan dapat mengatasi masalah yang ada.Selain itu, pemantauan dilakukan

untuk mengumpulkan data-data yang nantinya diolah untuk menentukan tindakan

yang akan dilakukan selanjutnya.

c. Pemantauan dan Evaluasi Tindakan.

Page 45: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

27

Pemantauan dilakukan untuk memonitor segala kegiatan yang terjadi

dalam kelas. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai partisipasif dimana peneliti

berada dalam lokasi penelitian namun tidak berperan aktif ( hanya mengamati dan

mencatat segala aktivitas dalam proses pembelajaran pemahaman tentang gejala

alam ) ketika proses pembelajaran berlangsung. Setelah itu peneliti mengolah

data mengenai kelebihan dan kelemahan proses pembelajaran sehingga dapat

disajikan pada guru.

2. Analisis dan Refleksi Tindakan.

Pada tahap ini peneliti menganalisis /mengolah data yang telah dikumpulkan kemudian menyajikannya padaguru. Kemudian peneliti dan guru mengadakan diskusi untuk menentukan langkah–langkah perbaikan ( solusi pemecahan masalah ) dalam pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Setelah itu baru diambil kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan berhasil atau tidak berhasil sehingga dapat diketahui langkah selanjutnya

Page 46: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

28

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1. Kondisi Awal (Prasiklus)

Sebelum diadakan tindakan siklus, peneliti telah melakukan tidakan

prasiklus sebagai tes awal. Hasil tes awal digunakan untuk mengetahui hasil

belajar awal siswa kelas VI dalam mata pelajaran IPS materi tentang gejala alam

serta sebagai dasar tolok ukur hasil belajar setelah diadakan siklus I dan II. Selain

itu, nilai awal juga digunakan sebagai skor awal untuk menentukan perhitungan

skor perkembangan individu dan skor kelompok dalam model pembelajaran

kooperatif tipe Student Teams Achievement Division. Nilai hasil prasiklus siswa

kelas VI sebelum diadakan tindakan dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut ini:

Tabel 4.1. Data Frekuensi Nilai Prasiklus Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen

No Interval

Nilai Fi Xi Xi . Fi Persentase Keterangan 1 36-40 1 37,5 37,5 7,14% Tidak Tuntas 2 41-45 2 42,5 85 14,29% Tidak Tuntas 3 46-50 0 47,5 0 0,00% Tidak Tuntas 4 51-55 2 52,5 105 14,29% Tidak Tuntas 5 56-60 4 57,5 230 28,57% Tidak Tuntas 6 61-65 0 62,5 0 0,00% Tidak Tuntas 7 66-70 2 67,5 135 14,29% Tuntas 8 71-75 1 72,5 72,5 7,14% Tuntas 9 75-80 2 77,5 155 14,29% Tuntas

Jumlah 14 820 100,00% Rata- rata 58,57 Ketuntasan Klasikal 35,71%

Page 47: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

29

Berdasarkan tabel 4.1 di atas dapat, maka dapat disajikan dalam bentuk

grafik gambar 4.1 berikut ini:

Gambar 4.1. Grafik Nilai Prasiklus Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

Karangmalang Sragen

Nilai tentang materi gejala alam prasiklus siswa kelas VI SDN

Guworejo 2 pada tabel 4.1 dan gambar 4.1 di atas menunjukkan siswa yang

mendapat nilai dalam interval 36-40 sebanyak 1 siswa (7,14%), interval nilai

41-45 terdapat 2 siswa (14,29%), interval nilai 46-50 tidak ada, interval nilai

51-55 sejumlah 2 siswa (14,29%), interval nilai 56-60 sejumlah 4 siswa

(28,57%), interval nilai 61-65 tidak ada, interval nilai 66-70 sejumlah 2 siswa

(14,29%), interval nilai 71-75 sejumlah 1 siswa (7,14%), dan terdapat 2 siswa

(14,29%) mendapat nilai dalam interval 76-80. Nilai rata-rata kelas adalah

58,57 dengan ketuntasan klasikal sebanyak 5 siswa (35,71%) dari 14 siswa.

Hasil ini menunjukkan hasil nilai pada kondisi awal masih rendah sehingga

perlu diupayakan peningkatan.

Berdasarkan kondisi awal tersebut, selanjutnya guru dan peneliti

melakukan diskusi untuk mencari solusi permasalahan yang terdapat dalam

pelaksanaan pembelajaran tentang gejala alam, sehingga dicapailah

kesepakatan bahwa peneliti akan melakukan penelitian tindakan kelas dengan

judul ”Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan

Pemahaman tentang Gejala (Peristiwa) Alam pada Siswa Kelas VI SDN

27

Page 48: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

30

Guworejo 2 Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012”. Penerapan

tindakan ini difokuskan pada hasil nilai pembelajaran IPS tentang gejala

(peristiwa) alam dan jumlah ketuntasan belajar siswa dengan menggunakan

model kooperatif tipe STAD harus mencapai 75% dari jumlah siswa.

2. Siklus I

Tindakan siklus I dilaksanakan dua 2 pertemuan, yaitu pada tanggal 10

Februari 2012 dan 17 Februari 2012. Alokasi waktu pada masing-masing

pertemuan adalah 2 x 35 menit. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus 1

adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

Kegiatan perencanaan siklus I dimulai dengan kegiatan pengamatan

terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Berdasarkan

pengamatan pada mata pelajaran IPS materi gejala (peristiwa) alam dari

keseluruhan siswa yang berjumlah 14 terdapat 5 siswa atau 35,71% sudah

mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥ 65. Setelah dilaksanakan

pemeriksaan, sebagian besar siswa belum dapat memahami dan memaknai

materi gejala (peristiwa) alam yang diajarkan oleh guru. Dari hasil

pengamatan tersebut, diadakan diskusi sekaligus konsultasi dengan guru kelas

VI untuk mencari alternatif pemecahan agar dapat meningkatkan hasil belajar

IPS pada siswa kelas VI. Dari diskusi tersebut diperoleh kesepakatan bahwa

pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan dalam 2 pertemuan dengan alokasi

waktu tiap pertemuan 2 x 35 menit yaitu pada hari Rabu tanggal 12 Mei 2012

dan hari Sabtu tanggal 15 April 2012. Salah satu alternatif pemecahan yang

dapat dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran dengan mengaktifkan

siswa, yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

Achievement Division.

Dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD

2006 Kelas VI, peneliti melakukan langkah-langkah perencanaan

Page 49: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

31

pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division sebagai berikut:

1) Memilih Kompetensi Dasar atau yang sesuai dengan pokok bahasan

koperasi. Alasan memilih Kompetensi Dasar atau indikator tersebut

adalah :

a) Kompetensi dasar koperasi tersebut nantinya dapat diterapkan dalam

kehidupan sehari-hari siswa.

b) Pemilihan kompetensi dasar koperasi didasarkan pada kurikulum yang

berlaku dan sesuai dengan harapan masyarakat terhadap hasil belajar

siswa.

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pembelajaran disusun 2 kali pertemuan masing-masing

pertemuan 2 jam pelajaran atau 2 x 35 menit yang dilaksanakan pada

tanggal 10 dan 17 Februari 2012. Perencanaan RPP mencakup penentuan:

Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, indikator, media, metode, sumber

pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan sistem penilaian.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlampir.

3) Mempersiapkan Fasilitas dan Sarana Pendukung

Fasilitas dan sarana pendukung yang perlu disiapkan untuk pelaksanaan

pembelajaran adalah:

a) Ruang belajar

Ruang belajar yang digunakan adalah ruang kelas yang biasa

digunakan setiap hari. Kursi diatur sedemikian rupa, bisa per individu atau

bisa dibuat kelompok, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman.

b) Buku sumber belajar

Buku mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang digunakan sebagai

buku acuan belajar adalah Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI kelas 6.

b. Pelaksanaan Tindakan

Dalam tahapan ini guru melaksanakan pembelajaran dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement

Page 50: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

32

Division dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun

sebelumnya. Siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan.

1) Pertemuan I

Pertemuan ke I dilaksanakan hari Jum’at tanggal 10 Februari 2012.

Pembelajaran direncanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Team Achievement Division. Pada pertemuan ini materi yang

dipelajari adalah macam-macam gejala alam dan dampak gejala (peristiwa)

alam.

Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin

berdoa, lalu guru melanjutkan dengan kegiatan presensi. Guru memberikan

apersepsi dengan menanyakan pelajaran yang telah diketahui siswa yaitu

tentang bencana alam. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan

dicapai secara sederhana kepada siswa. Tujuan pembelajaran pada pertemuan

ini adalah menyebutkan gejala alam, mendeskripsikan akibat geala alam, dan

meyebutkan contoh-contoh gejala alam yang pernah terjadi di Indonesia. Guru

mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan pengetahuan yang telah

dimiliki siswa melalui tanya jawab. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan

dari guru. Guru membagi 14 siswa menjadi 3 kelompok secara heterogen

(campuran menurut tinggi rendah prestasi siswa dan jenis kelamin), jadi setiap

kelompok beranggotakan 4-5 siswa.

Pada kegiatan inti terdapat 3 tahapan dalam pembelajaran kooperatif

tipe Student Teams Achievement Division yaitu tahap penyajian materi, tahap

kerja kelompok, dan tahap tes individu. Pada tahap penyajian materi dilakukan

guru secara klasikal, kegiatannya adalah: siswa menyimak penjelasan guru

tentang gejala alam, melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai macam-

macam gejala alam, salah satu siswa disuruh maju untuk mendeskripsikan

gejala alam melalui gambar, serta guru memberi orientasi tugas yang akan

dikerjakan setiap kelompok dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division. Tahap kerja kelompok kegiatannya

Page 51: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

adalah setiap kelompok Student Teams Achievement Division diberi lembar

tugas sebagai bahan yang dipelajari lalu semua anggota kelompok saling

berdiskusi mengenai macam-macam gejala alam dan dampaknya. Dalam kerja

kelompok, setiap siswa saling berbagi tugas dan membantu memberikan

penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memehami materi yang

dibahas. Hasil diskusi ditulis pada lembar hasil diskusi atau lembar kerja

siswa. Lembar hasil diskusi dikumpulkan pada guru sebagai hasil kelompok.

Pada tahap ini peran guru yaitu memantau, mengarahkan, dan membimbing

siswa selama diskusi berlangsung. Tahap selanjutnya yaitu tahap tes individu.

Guru membagikan soal tes individu mengenai materi yang telah dibahas pada

pertemuan ini. Siswa mengerjakan soal tes dengan kemampuan masing-

masing. Tahap perhitungan skor individu dan kelompok pada hasil tes ini

dilakukan guru setelah proses pembelajaran dan tahap pemberian penghargaan

kelompok akan diumumkan pada pertemuan berikutnya.

Kegiatan akhir pembelajaran diisi dengan pembahasan soal tes

individu, tanya jawab untuk mengulas kembali materi pembelajaran pada

pertemuan ini, penarikan kesimpulan dan guru memberikan refleksi materi

dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tindak lanjut guru

memberikan pekerjaan rumah untuk siswa. Setelah itu, guru menutup

pembelajaran IPS.

2) Pertemuan II

Pertemuan ke II dilaksanakan hari Jum’at tanggal 17 Februari 2012.

Pembelajaran direncanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Team Achievement Division. Pada pertemuan ini materi yang

dipelajari adalah macam-macam gejala alam.

Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin

berdoa, lalu guru melanjutkan dengan kegiatan presensi. Guru melakukan

tanya jawab berkaitan tentang materi pembelajaran pada pertemuan

sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

secara sederhana kepada siswa. Tujuan pembelajaran pada pertemuan ini

Page 52: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

34

adalah menyebutkan macam-macam gejala alam. Guru mengaitkan materi

yang akan dipelajari dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Guru

mengatur posisi tempat duduk kelompok, dan siswa duduk dengan anggota

kelompoknya masing-masing.

Pada kegiatan inti terdapat 3 tahapan dalam pembelajaran kooperatif

tipe Student Teams Achievement Division yaitu tahap penyajian materi, tahap

kerja kelompok, dan tahap tes individu. Pada tahap penyajian materi dilakukan

guru secara klasikal, kegiatannya adalah: guru memberi penjelasan singkat

mengenai manfaat koperasi dan guru memberi orientasi tugas yang akan

dikerjakan setiap kelompok dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division. Tahap kerja kelompok kegiatannya

adalah setiap kelompok STAD diberi lembar tugas sebagai bahan yang

dipelajari lalu semua anggota kelompok saling berdiskusi mengenai tujuan

dan asas koperasi. Dalam kerja kelompok, setiap siswa saling berbagi tugas

dan membantu memberikan penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat

memehami materi yang dibahas. Hasil diskusi ditulis pada lembar hasil

diskusi atau lembar kerja siswa. Lembar hasil diskusi dikumpulkan pada guru

sebagai hasil kelompok. Pada tahap ini guru berperan sebagai motivator dan

fasilitator dalam membimbing siswa selama diskusi berlangsung. Tahap

selanjutnya yaitu tahap tes individu. Guru membagikan soal tes individu

mengenai materi yang telah dibahas. Siswa mengerjakan soal tes dengan

kemampuan masing-masing. Tahap perhitungan skor individu dan kelompok

pada hasil tes ini dilakukan guru setelah proses pembelajaran.

Kegiatan akhir pembelajaran diisi dengan pembahasan soal tes

individu, penarikan kesimpulan materi, guru memberikan refleksi materi

dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari, dan tahap pemberian

penghargaan kelompok pada pertemuan I. Sebagai tindak lanjut guru memberi

pesan-pesan agar selalu rajin belajar dan memberikan pekerjaan rumah. Guru

menutup pembelajaran IPS.

c. Observasi

Page 53: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35

Pada tahap observasi dilaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division dilaksanakan dengan menggunakan

lembar observasi. Lembar observasi diarahkan pada poin-poin dalam pedoman

yang telah dirumuskan oleh peneliti dengan guru kelas. Observasi ini

dilakukan untuk memperoleh data mengenai kesesuaian pelaksanaan

pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dengan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun serta untuk

mengetahui seberapa besar pembelajaran dengan model kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division dapat menghasilkan perubahan pada

hasil belajar IPS tentang materi gejala alam siswa kelas VI SDN Guworejo 2

Karangmalang Sragen. Uraian observasi tiap pertemuan pada siklus I sebagai

berikut :

Pertemuan I

1) Kegiatan Siswa

a) Kedisiplinan siswa dalam kriteria sangat baik, b) keaktifan siswa

dalam kriteria kurang, c) kemampuan siswa melakukan diskusi dalam kriteria

kurang, d) keterampilan kooperatif siswa dalam kriteria kurang, e)

kenampakan sifat kooperatif pada saat melakukan diskusi dalam kriteria baik,

f) kemampuan siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi dalam kriteria baik,

g) keadaan siswa dengan lingkungan belajarnya dalam kriteria sangat baik, h)

kemampuan siswa dalam mengerjakan evaluasi dalam kriteria baik.

2) Proses Pembelajaran Oleh Guru

a) Persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dalam kriteria

baik, b) kegiatan apersepsi dalam kriteria kurang, c) pengelolaan kelas dalam

kriteria baik, d) pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran dalam kriteria

kurang, e) kegiatan penyampaian materi melalui pembelajaran kooperatif tipe

STAD dalam kriteria baik, f) kegiatan tanya jawab dalam kriteria kurang, g)

diskusi dan penjelasan konsep dalam kriteria kurang, h) perhatian guru

Page 54: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

36

terhadap siswa dalam kriteria baik, i) pengembangan aplikasi dalam kriteria

baik, j) kemampuan menutup pelajaran dalam kriteria sangat baik.

Rata-rata hasil observasi proses pembelajaran oleh guru pada siklus I

pertemuan I adalah 2,93. Tabel hasil observasi proses pembelajaran oleh guru

dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 80.

Pertemuan II

1) Kegiatan Siswa

a) Kedisiplinan siswa dalam kriteria sangat baik, b) keaktifan siswa

dalam kriteria baik, c) kemampuan siswa melakukan diskusi dalam kriteria

baik, d) keterampilan kooperatif siswa dalam kriteria kurang, e) kenampakan

sifat kooperatif pada saat melakukan diskusi dalam kriteria baik, f)

kemampuan siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi dalam kriteria baik, g)

keadaan siswa dengan lingkungan belajarnya dalam kriteria sangat baik, h)

kemampuan siswa dalam mengerjakan evaluasi dalam kriteria baik.

2) Proses Pembelajaran Oleh Guru

a) Persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dalam kriteria

baik, b) kegiatan apersepsi dalam kriteria kurang, c) pengelolaan kelas dalam

kriteria baik, d) pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran dalam kriteria

baik, e) kegiatan penyampaian materi melalui pembelajaran kooperatif tipe

STAD dalam kriteria baik, f) kegiatan tanya jawab dalam kriteria kurang, g)

diskusi dan penjelasan konsep dalam kriteria baik, h) perhatian guru terhadap

siswa dalam kriteria baik, i) pengembangan aplikasi dalam kriteria baik, j)

kemampuan menutup pelajaran dalam kriteria sangat baik.

Rata-rata hasil observasi proses pembelajaran oleh guru pada siklus I

pertemuan II adalah 3,12. Tabel hasil observasi proses pembelajaran oleh guru

dapat dilihat pada lampiran 10 halaman 91.

Hasil pengamatan terhadap siswa pada siklus I menunjukkan adanya

peningkatan pada keaktifan siswa dan kemampuan siswa melakukan diskusi.

Itu berarti peran dan keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran semakin

Page 55: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas siswa dalam proses pembelajaran

diharapkan siswa lebih memahami materi sehingga dapat berpengaruh

terhadap hasil belajar siswa.

Dari pengamatan yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pembelajaran

IPS yang dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif

tipe Student Teams Achievement Division pada siklus I dapat ditarik simpulan

keaktifan siswa sudah ada peningkatan namun belum maksimal, meskipun

sudah ada perubahan dari pertemuan I ke pertemuan II. Tetapi hasil yang

diharapkan belum dapat dicapai dengan baik.

d. Refleksi

Setelah melaksanakan observasi, data-data yang diperoleh melalui

observasi dikumpulkan untuk dianalisis. Tujuan dari refleksi adalah untuk

mengetahui kendala sekaligus solusi pelaksanaan pada siklus berikutnya.

Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan selama proses pelaksanaan

tindakan pada pertemuan I belum menunjukkan perubahan yang berarti, baik

pada keaktifan siswa selama belajar maupun pada pencapaian hasil belajar.

Sedangkan untuk pertemuan II telah menunjukkan perubahan yang cukup.

Berikut ini adalah uraian hasil refleksi pada siklus I :

Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran

menunjukkan sikap kerjasama kelompok sesuai teori model kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division belum sepenuhnya tampak. Meskipun

sudah dalam kelompok, tetapi masih ada siswa yang belum ikut bekerjasama

dalam mempelajari materi tentang gejala (peristiwa) alam sehingga

keterampilan kooperatif masih kurang terlihat. Hal ini mengakibatkan siswa

belum sepenuhnya memahami tentang materi gejala alam dengan baik,

sehingga nilai yang diperoleh siswa pada pertemuan ke I belum menunjukkan

perubahan yang cukup berarti dengan nilai rata-rata kelas mencapai 70. Siswa

yang memperoleh nilai ≥ 65 (KKM) yaitu 10 siswa atau 71,43%. Data nilai

pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa kelas VI pada siklus I

selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini:

Page 56: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

38

Tabel 4.2. Data Frekuensi Nilai Siklus I Pemahaman tentang Gejala Alam Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

No Interval

Nilai Fi Xi Xi . Fi Persentase Keterangan 1 36-40 0 37,5 0 0% Tidak Tuntas 2 41-45 0 42,5 0 0% Tidak Tuntas 3 46-50 1 47,5 47,5 7,14% Tidak Tuntas 4 51-55 3 52,5 157,5 21,43% Tidak Tuntas 5 56-60 0 57,5 0 0% Tidak Tuntas 6 61-65 0 62,5 0 0% Tidak Tuntas 7 66-70 5 67,5 337,5 35,71% Tuntas 8 71-75 1 72,5 72,5 7,14% Tuntas 9 76-80 2 77,5 155 14,29% Tuntas 10 81-85 1 82,5 82,5 7,14% Tuntas 11 86-90 0 87,5 0 0% Tuntas 12 91-95 1 92,5 92,5 7,14% Tuntas

Jumlah 14 945 100% Rata- rata 67,50 Ketuntasan Klasikal 71,43%

Dari tabel 4.2 yang telah diuraikan di atas, dapat divisualisasikan ke

dalam grafik pada Gambar 4.2 berikut ini:

Gambar 4.2. Grafik Nilai Siklus I Pemahaman tentang Gejala Alam Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

Page 57: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

39

Nilai tentang materi gejala alam siklus I siswa kelas VI SDN

Guworejo 2 pada tabel 4.2 dan gambar 4.2 di atas menunjukkan siswa yang

mendapat nilai dalam interval nilai 46-50 sejumlah 1 siswa (7,14%), interval

nilai 51-55 sejumlah 3 siswa (21,43%), interval nilai 56-60 tidak ada, interval

nilai 61-65 tidak ada, interval nilai 66-70 sejumlah 5 siswa (35,71%), interval

nilai 71-75 sejumlah 1 siswa (7,14%), interval nilai 76-80 sejumlah 2 siswa

(14,29%), interval nilai 81-85 tidak ada, interval nilai 86-90 tidak ada, dan

terdapat 1 siswa (7,14%) mendapat nilai dalam interval 91-95. Nilai rata-rata

kelas adalah 58,57 dengan ketuntasan klasikal sebanyak 5 siswa (35,71%) dari

14 siswa. Pada siklus I terdapat peningkatan nilai rata-rata yang sebelumnya

58,57 menjadi 70 dan adanya peningkatan pemahaman tentang gejala alam

siswa ditunjukkan dengan jumlah siswa yang mendapat nilai ≥ 65 (KKM) yang

sebelumnya 5 siswa menjadi 10 siswa.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa ketuntasan pemahaman

tentang gejala alam siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 (KKM) belum

mencapai 75%, sehingga pembelajaran akan dilanjutkan untuk siklus II.

3. Siklus II

Tindakan siklus II dilaksanakan dua 2 pertemuan, yaitu hari Jum’at 24

Februari 2012 dan hari Jum’at 2 Maret 2012 dengan waktu pada masing-masing

pertemuan adalah 2 x 35 menit. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus II

adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

Berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan tindakan siklus I diketahui

bahwa sudah menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang gejala

(peristiwa) alam pada siswa kelas VI SDN Guworejo 2 tetapi belum berhasil

dengan maksimal. Hal ini ditunjukkan masih ada 5 siswa yang belum tuntas

dalam pembelajaran IPS. Dari hasil tindakan siklus I, diadakan diskusi

sekaligus konsultasi dengan guru kelas VI untuk mencari alternatif pemecahan

agar dapat meningkatkan pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam pada

Page 58: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

40

siswa kelas VI SDN Guworejo 2. Dari diskusi tersebut diperoleh kesepakatan

bahwa pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dalam 2 pertemuan dengan

alokasi waktu tiap pertemuan 2 x 35 menit yaitu pada hari Juma’at tanggal 24

Februari 2012 dan hari Jum’at tanggal 2 Maret 2012. Hal yang perlu

diperbaiki guru dalam pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam melalui

model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division

sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan yang ada yaitu menggunakan

lembar kerja siswa yang lebih menarik.

Dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD

2006 Kelas IV, peneliti melakukan langkah-langkah perencanaan

pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division sebagai berikut:

1) Memilih indikator yang sesuai dengan materi gejala (peristiwa) alam.

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pembelajaran disusun 2 kali pertemuan masing-masing

pertemuan 2 jam pelajaran atau 2 x 35 menit yang dilaksanakan pada

tanggal 24 Februari dan 2 Maret 2012. Perencanaan RPP mencakup

penentuan: Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, indikator, media,

metode, sumber pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan sistem

penilaian. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlampir.

3) Mempersiapkan Fasilitas dan Sarana Pendukung

Fasilitas dan sarana pendukung yang perlu disiapkan untuk pelaksanaan

pembelajaran adalah:

a) Ruang belajar

Ruang belajar yang digunakan adalah ruang belajar yang biasa

digunakan setiap hari. Kursi diatur sedemikian rupa, bisa per individu ayau

bisa dibuat kelompok, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman.

b) Buku sumber belajar

Buku mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang digunakan sebagai

buku acuan belajar.

Page 59: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

41

b. Pelaksanaan Tindakan

Dalam tahapan ini guru melaksanakan pembelajaran dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

Division dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun

sebelumnya. Siklus II dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Perbedaan siklus

II dari siklus I adalah selain pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai juga

pada Lembar Kerja Siswa yang akan digunakan dalam diskusi dalam

kelompok dibuat sedemikian rupa lebih menarik sehingga membuat siswa

lebih termotivasi untuk berdiskusi dalam mempelajari materi.

1) Pertemuan I

Pertemuan ke I dilaksanakan hari Rabu tanggal 19 Mei 2010.

Pembelajaran direncanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division. Pada pertemuan ini materi yang

dipelajari adalah macam-macam gejala alam dan dampaknya.

Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin

berdoa, lalu guru melanjutkan dengan kegiatan presensi. Guru memberikan

apersepsi dengan tanya jawab tentang materi pada pertemuan sebelumnya.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai secara sederhana

kepada siswa. Tujuan pembelajaran pada pertemuan ini adalah menyebutkan

macam-macam gejala alam dan mendeskripsikan akibat gejala (peristiwa)

alam. Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan pengetahuan yang

telah dimiliki siswa. Guru mengatur posisi tempat duduk kelompok, dan siswa

duduk dengan anggota kelompoknya masing-masing.

Pada kegiatan inti terdapat 3 tahapan dalam pembelajaran kooperatif

tipe Student Teams Achievement Division yaitu tahap penyajian materi, tahap

kerja kelompok, dan tahap tes individu. Pada tahap penyajian materi dilakukan

guru secara klasikal, kegiatannya adalah: melakukan tanya jawab singkat

dengan siswa mengenai jenis-jenis koperasi dan guru memberi orientasi tugas

yang akan dikerjakan setiap kelompok dengan model pembelajaran kooperatif

tipe Student Teams Achievement Division. Tahap kerja kelompok kegiatannya

Page 60: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

42

adalah setiap kelompok Student Teams Achievement Division diberi lembar

tugas sebagai bahan yang dipelajari lalu semua anggota kelompok saling

berdiskusi tentang gejala (peristiwa) alam dan dampaknya. Dalam kerja

kelompok, setiap siswa saling berbagi tugas dan membantu memberikan

penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi yang

dibahas. Hasil diskusi ditulis pada lembar hasil diskusi atau lembar kerja

siswa. Lembar kerja hasil diskusi dikumpulkan pada guru sebagai hasil

kelompok. Pada tahap ini peran guru sebagai pembimbing, pengarah,

pemantau siswa selama berdiskusi. Tahap selanjutnya yaitu tahap tes individu.

Guru membagikan soal tes individu mengenai materi yang telah dibahas.

Siswa mengerjakan soal tes dengan kemampuan sendiri. Tahap perhitungan

skor individu dan kelompok pada hasil tes ini dilakukan guru setelah proses

pembelajaran.

Kegiatan akhir pembelajaran diisi dengan pembahasan soal tes

individu, tanya jawab untuk mengulas kembali materi pembelajaran pada

pertemuan ini, penarikan kesimpulan dan guru memberikan refleksi materi

dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu guru memberikan

penghargaan kelompok pada hasil diskusi siklus I pertemuan II. Sebagai

tindak lanjut guru memberi pesan-pesan agar selalu rajin belajar dan

memberikan pekerjaan rumah untuk siswa. Guru menutup pembelajaran IPS.

2) Pertemuan II

Pertemuan ke II dilaksanakan hari Jum’at tanggal 2 Maret 2012.

Pembelajaran direncanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division. Pada pertemuan ini materi yang

dipelajari adalah macam-macam gejala alam dan dampaknya.

Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin

berdoa, lalu guru melanjutkan dengan kegiatan presensi. Guru melakukan

tanya jawab sederhana gejala alam yang terjadi disekitar. Guru menyampaikan

tujuan pembelajaran yang akan dicapai secara sederhana kepada siswa. Tujuan

pembelajaran pada pertemuan ini adalah menyebutkan dampak gejala alam

Page 61: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

43

bagi kehidupan. Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan

pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Guru mengatur posisi tempat duduk

kelompok, dan siswa duduk dengan anggota kelompoknya masing-masing.

Pada kegiatan inti terdapat 3 tahapan dalam pembelajaran kooperatif

tipe Student Teams Achievement Division yaitu tahap penyajian materi, tahap

kerja kelompok, dan tahap tes individu. Pada tahap penyajian materi dilakukan

guru secara klasikal, kegiatannya adalah: guru memberi penjelasan singkat

mengenai koperasi sekolah dan guru memberi orientasi tugas yang akan

dikerjakan setiap kelompok dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division. Tahap kerja kelompok kegiatannya

adalah setiap kelompok Student Teams Achievement Division diberi lembar

tugas sebagai bahan yang dipelajari lalu semua anggota kelompok saling

berdiskusi mengenai dampak gejala alam bagi kehidupan. Dalam kerja

kelompok, setiap siswa saling berbagi tugas dan membantu memberikan

penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memehami materi yang

dibahas. Hasil diskusi ditulis pada lembar hasil diskusi atau lembar kerja

siswa. Lembar hasil diskusi dikumpulkan pada guru sebagai hasil kelompok.

Pada tahap ini peran guru sebagai fasilitator, pembimbing, pengarah, dan

pemantau dalam kegiatan diskusi siswa. Tahap selanjutnya yaitu tahap tes

individu. Guru membagikan soal tes individu mengenai materi yang telah

dibahas. Siswa mengerjakan soal tes dengan kemampuan sendiri. Tahap

perhitungan skor individu dan kelompok pada hasil tes ini dilakukan guru

setelah proses pembelajaran.

Kegiatan akhir pembelajaran diisi dengan pembahasan soal tes

individu, penarikan kesimpulan materi, guru memberikan refleksi materi

dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari, dan tahap pemberian

penghargaan kelompok terhadap hasil siklus II pertemuan I. Sebagai tindak

lanjut guru memberi pesan-pesan agar selalu rajin belajar dan memberikan

pekerjaan rumah. Guru menutup pembelajaran IPS.

c. Observasi

Page 62: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

44

Pada tahap observasi dilaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement Division dilaksanakan dengan menggunakan

lembar observasi. Lembar observasi diarahkan pada poin-poin dalam pedoman

yang telah dirumuskan oleh peneliti dengan guru kelas. Observasi ini

dilakukan untuk memperoleh data mengenai kesesuaian pelaksanaan

pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dengan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun serta untuk

mengetahui hasil pembelajaran pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam

dengan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division siswa

kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen.

Pertemuan I

1) Kegiatan Siswa

a) Kedisiplinan siswa dalam kriteria sangat baik, b) keaktifan siswa

dalam kriteria sangat baik, c) kemampuan siswa melakukan diskusi dalam

kriteria baik, d) keterampilan kooperatif siswa dalam kriteria baik, e)

kenampakan sifat kooperatif pada saat melakukan diskusi dalam kriteria

sangat baik, f) kemampuan siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi dalam

kriteria baik, g) keadaan siswa dengan lingkungan belajarnya dalam kriteria

sangat baik, h) kemampuan siswa dalam mengerjakan evaluasi dalam kriteria

baik.

2) Proses Pembelajaran Oleh Guru

a) Persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dalam kriteria

sangat baik, b) kegiatan apersepsi dalam kriteria baik, c) pengelolaan kelas

dalam kriteria baik, d) pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran dalam

kriteria baik, e) kegiatan penyampaian materi melalui pembelajaran kooperatif

tipe STAD dalam kriteria sangat baik, f) kegiatan tanya jawab dalam kriteria

baik, g) diskusi dan penjelasan konsep dalam kriteria sangat baik, h) perhatian

guru terhadap siswa dalam kriteria sangat baik, i) pengembangan aplikasi

Page 63: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

45

dalam kriteria baik, j) kemampuan menutup pelajaran dalam kriteria sangat

baik.

Rata-rata hasil observasi proses pembelajaran oleh guru pada siklus II

pertemuan I adalah 3,34. Tabel hasil observasi proses pembelajaran oleh guru

dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 102.

Pertemuan II

1) Kegiatan Siswa

a) Kedisiplinan siswa dalam kriteria sangat baik, b) keaktifan siswa

dalam kriteria sangat baik, c) kemampuan siswa melakukan diskusi dalam

kriteria baik, d) keterampilan kooperatif siswa dalam kriteria sangat baik, e)

kenampakan sifat kooperatif pada saat melakukan diskusi dalam kriteria

sangat baik, f) kemampuan siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi dalam

kriteria baik, g) keadaan siswa dengan lingkungan belajarnya dalam kriteria

sangat baik, h) kemampuan siswa dalam mengerjakan evaluasi dalam kriteria

baik.

Rata-rata hasil observasi kegiatan siswa pada siklus II pertemuan II

adalah 3,75. Tabel hasil observasi kegiatan siswa dapat dilihat pada lampiran

12b halaman 149.

2) Proses Pembelajaran Oleh Guru

a) Persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dalam kriteria

sangat baik, b) kegiatan apersepsi dalam kriteria baik, c) pengelolaan kelas

dalam kriteria sangat baik, d) pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran

dalam kriteria baik, e) kegiatan penyampaian materi melalui pembelajaran

kooperatif tipe STAD dalam kriteria sangat baik, f) kegiatan tanya jawab

dalam kriteria baik, g) diskusi dan penjelasan konsep dalam kriteria sangat

baik, h) perhatian guru terhadap siswa dalam kriteria sangat baik, i)

pengembangan aplikasi dalam kriteria sangat baik, j) kemampuan menutup

pelajaran dalam kriteria sangat baik.

Page 64: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

46

Rata-rata hasil observasi proses pembelajaran oleh guru pada siklus II

pertemuan II adalah 3,53. Tabel hasil observasi proses pembelajaran oleh guru

dapat dilihat pada lampiran 14 halaman 113.

Dari pengamatan yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pembelajaran

IPS yang dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif

tipe Student Teams Achievement Division, pada siklus II dapat ditarik

simpulan aktifitas siswa sudah baik, sehingga hasil yang diharapkan dapat

dicapai dengan baik.

d. Refleksi

Setelah melaksanakan observasi, data-data yang diperoleh melalui

observasi dikumpulkan untuk dianalisis. Berdasarkan hasil pengamatan

selama proses pembelajaran menunjukkan sikap kerjasama kelompok sesuai

teori model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division sudah

sepenuhnya tampak. Siswa yang dulu bekerja secara individual menjadi lebih

memperhatikan kerjasama dalam satu kelompoknya. Hal ini mengakibatkan

siswa telah memahami tentang materi dasar koperasi dengan baik, sehingga

nilai yang diperoleh siswa pada siklus II sudah menunjukkan perubahan yang

cukup berarti dengan nilai rata-rata kelas mencapai 75. Siswa yang

memperoleh nilai < 65 (KKM) ada 3 siswa atau 21,43% dan siswa yang

memperoleh nilai ≥ 67 (KKM) yaitu 12 siswa atau 78,57%. Data nilai

pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam pada siswa kelas VI siklus II

selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini:

Page 65: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

47

Tabel 4.3. Data Frekuensi Nilai Siklus II Pemahaman Gejala Alam Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

No Interval

Nilai Fi Xi Xi . Fi Persentase Keterangan 1 36-40 0 37,5 0 0,00% Tidak Tuntas 2 41-45 0 42,5 0 0,00% Tidak Tuntas 3 46-50 0 47,5 0 0,00% Tidak Tuntas 4 51-55 2 52,5 105 14,29% Tidak Tuntas 5 56-60 1 57,5 57,5 7,14% Tidak Tuntas 6 61-65 0 62,5 0 0,00% Tidak Tuntas 7 66-70 2 67,5 135 14,29% Tuntas 8 71-75 2 72,5 145 14,29% Tuntas 9 75-80 2 77,5 155 14,29% Tuntas 10 81-85 1 82,5 82,5 7,14% Tuntas 11 86-90 0 87,5 0 0,00% Tuntas 12 91-95 3 92,5 277,5 21,43% Tuntas 13 96-100 1 92,5 92,5 7,14% Tuntas

Jumlah 14 1050 100,00% Rata- rata 75,00 Ketuntasan Klasikal 78,57%

Dari Tabel 4.3 dapat divisualisasikan ke dalam bentuk grafik pada Gambar

4.3 berikut ini:

Gambar 4.3. Grafik Nilai Siklus II Pemahaman tentang Gejala Alam Siswa Kelas

VI SDN Guworejo 2

Page 66: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

48

Berdasarkan tabel 4.3 dan gamabar 4.3 di atas menunjukkan siswa

yang mendapat nilai dalam interval nilai 51-55 sejumlah 2 siswa (21,43%),

interval nilai 56-60 1 tidak ada, interval nilai 61-65 tidak ada, interval nilai 66-

70 sejumlah 2 siswa (35,71%), interval nilai 71-75 sejumlah 2 siswa (7,14%),

interval nilai 76-80 sejumlah 2 siswa (14,29%), interval nilai 81-85 1 tidak ada,

interval nilai 86-90 tidak ada, interval nilai 91-95 sejumlah 3 siswa (21,43%)

dan terdapat 1 siswa (7,14%) mendapat nilai dalam interval 96-100. Nilai rata-

rata kelas adalah 75 dengan ketuntasan klasikal sebanyak 11 siswa (78,57%)

dari 14 siswa. Pada siklus II terdapat peningkatan nilai rata-rata yang

sebelumnya 70 menjadi 75 dan adanya peningkatan pemahaman tentang gejala

alam siswa ditunjukkan dengan jumlah siswa yang mendapat nilai ≥ 65 (KKM)

yang sebelumnya 10 siswa menjadi 11 siswa. Dengan demikian, dapat

diketahui bahwa ketuntasan pemahaman tentang gejala alam siswa yang

memperoleh nilai ≥ 65 (KKM) telah mencapai 75%, sehingga pembelajaran

dapat diberhentikan.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Hasil Observasi Kegiatan Siswa Selama Proses Pembelajaran

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data yang telah diperoleh,

dapat dilihat adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan

peningkatan pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa kelas VI SDN

Guworejo 2 melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

Achievement Division. Peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran

antara lain:

a. Kesiapan siswa sebelum menerima pelajaran lebih tinggi dari pembelajaran

sebelum tindakan dilaksanakan

b. Siswa lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran

c. Siswa dapat berdiskusi dengan kelompoknya dalam memecahkan masalah

atau mempelajari materi

d. Kerjasama dengan temannya semakin meningkat

Page 67: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

49

e. Siswa menunjukkan sikap toleransi dan menghormati sesama anggota

kelompok dan dalam kelas

f. Siswa lebih aktif menjawab pertanyaan guru

g. Rasa ingin tahu dan keberanian siswa untuk bertanya semakin meningkat

h. Siswa lebih aktif mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru

i. Kemampuan siswa dalam mengerjakan tes lebih meningkat, karena pada saat

berdiskusi dalam kelompok siswa belajar bersama dalam memahami materi

koperasi.

Berdasarkan hasil analisis observasi di atas dapat dilihat hasil kegiatan

siswa dalam pembelajaran pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam melalui

model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division secara

individual dan kelompok, dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami

peningkatan kegiatan yang sangat baik. Peningkatan kegiatan siswa ini

mengakibatkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan.

2. Hasil Nilai Pemahaman tentang Gejala Alam

Dengan meningkatnya keaktifan siswa pada proses pembelajaran melalui

model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division maka nilai

pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa kelas VI SDN Guworejo 2 juga

meningkat. Peningkatan terlihat dari sebelum diadakan tindakan dan setelah

tindakan siklus I dan tindakan siklus II yang masing-masing siklus terdiri atas dua

pertemuan. Peningkatan hasil belajar tersebut disajikan dalam bentuk tabel

perbandingan nilai dari pra siklus, siklus I, siklus II, dan tabel rata-rata nilai

ketuntasan belajar yang masing-masing disertai dengan grafiknya.

Page 68: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

50

Tabel 4.4. Frekuensi Peningkatan Nilai Pemahaman tenytang Gejala Alam Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II

No Interval Nilai

Frekuensi Persentase Keterangan Pra

siklus Sikus

I Siklus

II Pra

siklus Sikus I Siklus

II

1 36-40 1 0 0 7,14% 0% 0% Tidak Tuntas

2 41-45 2 0 0 14,29% 0% 0% Tidak Tuntas

3 46-50 0 1 0 0% 7,14% 0% Tidak Tuntas

4 51-55 2 3 2 14,29% 21,43% 14,29% Tidak Tuntas

5 56-60 4 0 1 28,57% 0% 7,14% Tidak Tuntas

6 61-65 0 0 0 0% 0% 0% Tidak Tuntas

7 66-70 2 5 2 14,29% 35,71% 14,29% Tuntas 8 71-75 1 1 2 7,14% 7,14% 14,29% Tuntas 9 75-80 2 2 2 14,29% 14,29% 14,29% Tuntas 10 81-85 0 1 1 0,00% 7,14% 7,14% Tuntas 11 86-90 0 0 0 0% 0% 0% Tuntas 12 91-95 0 1 3 0% 7,14% 21,43% Tuntas 13 96-100 0 0 1 0% 0% 7,14% Tuntas

Jumlah 14 14 14 100% 100% 100% Rata- rata 58,57 70 75 Ketuntasan Klasikal 35,71% 71,43% 78,57%

Tabel 4.4 di atas menunjukkan adanya peningkatan nilai pemahaman

tentang gejala (peristiwa) alam siswa dari prasiklus sampai siklus II. Presentase

ketuntasan klasikal meningkat dari prasiklus sebesar 35,71% menjadi 71,43%

pada siklus I dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 78,57%. Pada akhir

siklus masih terdapat tiga siswa yang belum tuntas KKM dalam pemahaman

tentang gejala alam.

Perbandingan nilai rata-rata kelas dari tiap siklus terjadi peningkatan.

Pada prasiklus nilai rata-rata siswa sebesar 58,57, pada siklus I nilai rata-rata

kelas meningkat menjadi 70. Selanjutnya nilai rata-rata kelas keterampilan

Page 69: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

51

berbicara mengalami peningkatan signifikan pada siklus II menjadi 75.

Peningkatan tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif

student team achievement division (STAD) tepat untuk membantu meningkatkan

pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam pada pelajaran IPS kelas VI.

Dari tabel 4.4 perbandingan perolehan nilai pemahaman gejala alam

melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division

di atas dapat dibuat grafik 4.4 sebagai berikut:

Gambar 4.4. Grafik Frekuensi Peningkatan Nilai dari Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II Pemahaman tentang Gejala Alam

Dari gambar 4.4 tersebut terlihat bahwa prasiklus (merah) lebih

mendominasi pada interval nilai rendah, siklus I (kuning) mendominasi interval

nilai sedang, dan siklus II (biru) dominasi pada interval nilai tinggi. Dengan

demikian nilai dari mulai prasiklus, siklus I, hingga siklus II mengalami

peningkatan.

Berdasarkan uraian di atas dapat diajukan suatu kesimpulan bahwa

model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat

meningkatkan pemahaman tentang gejala alam pada siswa kelas VI SDN

Guworejo 2 Karangmalang Sragen.

Page 70: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

52

BAB V

SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN

A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan

oleh guru dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penerapan model kooperatif

tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam

pada Sd Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen. Hal ini terbukti pada

prasiklus nilai rata–rata kelas 58,57 dengan ketuntasan klasikal hanya mencapai

35,71% (5 siswa) memiliki nilai di atas KKM 65. Kondisi tersebut mengalami

peningkatan, pada siklus I nilai rata–rata kelas menjadi 67,50 dengan ketuntasan

klasikal 71,43% (10 siswa ) yang memiliki nilai di atas KKM 65. Pada siklus II

nilai rata – rata kelas meningkat menjadi 75,00 dengan ketuntasan klasikal

78,57% (11 siswa) memiliki nilai di atas KKM 65. Dengan demikian, penerapan

model kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) dapat

meningkatkan pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam di kelas VI SDN

Guworejo 2 Karangmalang Sragen.

B. IMPLIKASI

Berdasarkan hasil penelitian di atas terbukti model kooperatif tipe

student teams achievement division (STAD) dapat meningkatkan pemahaman

tentang gejala (peristiwa) alam. Sehubungan dengan penelitian ini maka dapat

dikemukakan implikasi hasil penelitian sebagai berikut:

1. Implikasi Teoritis

Penelitian ini berimplikasi pada terbukanya wawasan dan khazanah

ilmu pengetahuan tentang manfaat media dalam pembelajaran. Berdasarkan

temuan membuktikan keberhasilan model kooperatif tipe student teams

51

Page 71: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

53

achievement division (STAD) dalam meningkatkan pemahaman tentang gejala

(peristiwa) alam siswa baik dari segi proses maupun hasil. Penelitian ini dapat

sebagai pertimbangan bagi guru lain yang ingin menggunakan model sejenis

sebagai model pembelajaran.

2. Implikasi Praktis

Setelah dilaksanakan penelitian menerapkan model kooperatif tipe

student teams achievement division (STAD) dalam meningkatkan pemahaman

tentang gejala (peristiwa) alam, terlihat dengan jelas bahwa keberhasilan proses

pembelajaran dan peningkatan hasil pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa

hal. Dilihat dari sisi guru yaitu: keterampilan mengelola kelas, kemampuan

guru dalam membangkitkan keaktifan, perhatian, dan ketertarikan siswa

terhadap pembelajaran, serta metode, teknik atau media yang digunakan guru

dalam proses belajar mengajar. Pedoman penilaian pemahaman gejala

(peristiwa) alam yang tepat juga harus diterapkan guru disesuaikan dengan

kompetensi yang akan dicapai. Sementara itu, dari sisi siswa, minat, motivasi

dan lingkungan yang kondusif sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil

pembelajaran. Penelitian ini dapat sebagai pertimbangan bagi guru lain yang

ingin menggunakan model sejenis sebagai model pembelajaran.

C. SARAN

Diakhir pembahasan ini penulis mencoba memberanikan diri untuk

menyampaikan saran- saran yang mungkin dapat bermanfaat dalam usaha

kita untuk meningkatkan mutu pendidikan

1. Bagi Siswa

a. Siswa harus dapat bekerja sama dengan baik dalam diskusi dengan

menggunakan model kooperatif tipe STAD.

b. Jadikan kegiatan belajar menjadi suatu kegiatan yang menynangkan,

seperti menyenangi ketrampilan menggambar bentuk,Inovatif. Kreatif

untuk mendorong siswa lebih maju.

Page 72: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

54

2. Bagi Guru

Dalam kegiatan belajar mengajar guru hendaknya mampu menerapkan

model pembelajaran kooperatif tipe STAD. agar dapat mendukung

tercapainya tujuan pembelajaran.

3. Bagi Sekolah

Dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat

meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

4. Bagi Peneliti Lain

Saran bagi peneliti lain yaitu agar menindaklanjuti penelitian kembali

dengan menerapkan model kooperatif tipe student teams achievement

division (STAD) dalam meningkatkan pemahaman tentang gejala

(peristiwa) alam. Hal ini dikarenakan penelitian ini belum sepenuhnya

siswa mencapai ketuntasan.

Page 73: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

55

DAFTAR PUSTAKA

Anita Lie. 2008. Cooperative Laerning. Jakarta: Grasindo.

Asep Jihad.2009.. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Daryanto. 2008. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Fajar Yudi Prasetyo. 2011. Penerapan Metode STAD untuk Peningkatan Kemampuan Penyelesaian Soal Cerita Matematika Siswa Kelas V SDN 02 Jaten Karanganyar Tahun 2011. Skripsi. Surakarta : PGSD FKIP UNS Surakarta

Miles, Matthew. B dan A. Michael Huberman. 2009. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)

Mulyani Sumantri. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Maulana

Nana Sudjana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Sarwiji Suwandi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta : Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 13 Surakarta

Sugiyanto. 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta : Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 Surakarta.

Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : CV Alfabeta

Yusrika Firda Isnaini. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division Pada Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah Wonorejo Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Skripsi. Surakarta : PGSD FKIP UNS Surakarta

Page 74: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

56

Lampiran 1

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU

SEBELUM DITERAPKAN MODEL STAD

(STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION)

Nama Sekolah : SD Negeri Guworwjo 2 Karangmalan Sragen

Nama Guru :

Waktu Wawancara :

No Pertanyaan Ringkasan Jawaban

1. Bagaimanakah pembelajaran IPS

pada materi gejala (peristiwa)

alam selama ini?

2. Apakah dengan pembelajaran

tersebut siswa sudah dapat

memahami materi dengan baik?

3. Apakah dalam pelaksanaan

pembelajaran IPS pada materi

gejala (peristiwa) alam yang

Anda terapkan selama ini sudah

ada interaksi multiarah antara

siswa dengan guru dan siswa

dengan siswa?

4. Bagaimanakah nilai yang

diperoleh siswa dengan

pembelajaran tersebut?

Refleksi hasil wawancara:

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

Page 75: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

57

………………………………………………………………………………………

Guworejo,

Pewawancara

Sukarni

Page 76: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

58

Lampiran 2

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU

SEBELUM DITERAPKAN MODEL STAD

(STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION)

Nama Sekolah : SD Negeri Guworwjo 2 Karangmalan Sragen

Nama Guru : Sukarni

Waktu Wawancara : 12 Februari 2012

No Pertanyaan Ringkasan Jawaban

1. Bagaimanakah pembelajaran IPS

pada materi gejala (peristiwa)

alam selama ini?

Pembelajaran IPS pada materi gejala

alam masih sederhana dan masih

menggunakan metode ceramah.

Pembelajaran juga kurang menjadikan

siswa aktif.

2. Apakah dengan pembelajaran

tersebut siswa sudah dapat

memahami materi dengan baik?

Ada yang sudah paham, tetapi sebagian

besar siswa kurang paham.

3. Apakah dalam pelaksanaan

pembelajaran IPS pada materi

gejala (peristiwa) alam yang

Anda terapkan selama ini sudah

ada interaksi multiarah antara

siswa dengan guru dan siswa

dengan siswa?

Belum begitu ada interaksi multiarah.

Hanya terpusat pada guru. Siswa

cenderung mendengarkan saja.

4. Bagaimanakah nilai yang

diperoleh siswa dengan

pembelajaran tersebut?

Nilai siswa masih tergolong rendah.

Hanya sebagian kecil yang tuntas.

Refleksi hasil wawancara:

Page 77: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

59

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa pembelajaran guru

kelas VI pada materi gejala (peristiwa) alam masih kurang. Nilai siswa juga

rendah. Maka dari itu diperlukan perbaikan. Dalam hal ini guru belum

menggunakan model pembelajaran yang inovatif.

Guworejo, 12 februari 2012

Pewawancara

Sukarni

Page 78: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

60

Lampiran 3

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU

SETELAH DITERAPKAN MODEL STAD

(STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION)

Nama Sekolah : SD Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen

Nama Guru :

Waktu Wawancara:

No Pertanyaan Ringkasan Jawaban

1. Bagaimanakah pendapat Anda,

setelah pembelajaran IPS pada

materi gejala (peristiwa) alam

diterapkan metode STAD (Student

Team Achievement Division)?

2. Menurut Anda, apakah

pembelajaran IPS pada materi gejala

(peristiwa) alam dengan model

STAD (Student Team Achievement

Division) dapat meningkatkan

kemampuan siswa?

3. Adakah kendala-kendala dalam

pelaksanaan pembelajaran dengan

model STAD (Student Team

Achievement Division)?

4. Bagaimanakah kesan Anda dengan

diterapkannya model STAD

(Student Team Achievement

Division) dalam pembelajaran IPS

pada materi gejala (peristiwa) alam?

5. Bagaimanakah nilai yang diperoleh

Page 79: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

61

siswa setelah diterapkan

pembelajaran IPS pada materi gejala

(peristiwa) alam melalui model

STAD (Student Team Achievement

Division)?

Refleksi hasil wawancara:

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

Guworejo,

Pewawancara

Sukarni

Page 80: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

62

Lampiran 4

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU

SETELAH DITERAPKAN MODEL STAD

(STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION)

Nama Sekolah : SD Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen

Nama Guru : Sukarni

Waktu Wawancara: 15 Maret 2012

No Pertanyaan Ringkasan Jawaban

1. Bagaimanakah pendapat Anda,

setelah pembelajaran IPS pada

materi gejala (peristiwa) alam

diterapkan metode STAD (Student

Team Achievement Division)?

Setelah diadakan pembelajaran dengan

menggunakan model STAD siswa

menjadi lebih aktif. Pembelajran juga

menjadikan siswa mudah memahami

materi gejala (peristiwaa) alam.

2. Menurut Anda, apakah

pembelajaran IPS pada materi gejala

(peristiwa) alam dengan model

STAD (Student Team Achievement

Division) dapat meningkatkan

kemampuan siswa?

Iya, dapat meningkatkan kemampuan

siswa. Hal ini terbukti dengan adanya

peningkatan keaktifan siswa dan juga

peningkatan nilai siswa pada materi

gejala (peristiwa) alam.

3. Adakah kendala-kendala dalam

pelaksanaan pembelajaran dengan

model STAD (Student Team

Achievement Division)?

Kendala-kendalanya siswa belum

terbiasa menggunakan model STAD,

sehingga perlu adanya pemahaman

lebih dalam menerapkan model STAD.

4. Bagaimanakah kesan Anda dengan

diterapkannya model STAD

(Student Team Achievement

Division) dalam pembelajaran IPS

pada materi gejala (peristiwa) alam?

Kesannya sangat bagus, dan ini perlu

diterapkan dalam pembelajaran IPS

materi gejala (peristiwa) alam untuk ke

depannya.

5. Bagaimanakah nilai yang diperoleh Nilai rata-rata siswa meningkat dari

Page 81: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

63

siswa setelah diterapkan

pembelajaran IPS pada materi gejala

(peristiwa) alam melalui model

STAD (Student Team Achievement

Division)?

sebelum diadakan pembelajaran

dengan model STAD.

Refleksi hasil wawancara:

Berdasarkan hasil wawancara setelah tindakan di atas, menunjukkan penerapan

model STAD dapat meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan nilai siswa.

Dengan demikian model STAD cocok diterapkan pada materi gejala (peristiwa)

alam kelas VI.

Guworejo, 2 Maret 2012

Pewawancara

Sukarni

Page 82: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

64

Lampiran 5

Nilai Hasil Evaluasi Tahap Prasiklus

Mata Pelajaran : IPS Materi Gejala (Peristiwa) Alam

No urut Siswa Nilai Keterangan

1 58 Belum Tuntas

2 78 Tuntas

3 70 Tuntas

4 54 Belum Tuntas

5 58 Belum Tuntas

6 45 Belum Tuntas

7 76 Tuntas

8 58 Belum Tuntas

9 69 Tuntas

10 75 Tuntas

11 44 Belum Tuntas

12 55 Belum Tuntas

13 58 Belum Tuntas

14 38 Belum Tuntas

827 TT = 9

59 T = 5

35,7 %

Page 83: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

65

Lampiran 6

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. ( RPP ) SIKLUS I

Satuan Pendidikan : SD Negeri Guworejo 2.

Mata Pelajaran. : I P S.

Kelas / Semester. : VI / 2

Alokasi Waktu. : 2 X 35 menit

Hari/Tanggal : Jum’at 10 Februari 2012 dan

: Jum’at 17 Februari 2012.

A. Standart Kompetensi

1. Memahami gejala ( peristiwa ) alam yang terjadi di Indonesia dan

sekitarnya.

B. Kompetensi Dasar

1.2. Mendiskripsikan gejala ( peristiwa ) alam yang terjadi di Indonesia

dan negara tetangga.

C Idikator

a.Aspek Kognitif.

1. Menyebutkan macam – macam gejala ( peristiwa ) alam .

2. Mendiskripsikan akibat gejala (peristiwa) alam.

b. Aspek Afektif.

3. Menunjukkan gambar-gambar gejala (peristiwa) alam.

4.Mengklasifikasikan gejala (peristiwa) yang terjadi di Indonesia

c. Aspek psikomotor.

5.Mengidentifikasikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi di

Indonesia

6. Membuat kliping tentang gejala ( peristiwa ) alam.

D.Tujuan Pembelajaran

a. Kognitif

1. Melalui ceramah dan tanya jawab siswa dapat menyebutkan

macam-macam gejala (peristiwa) alam.

Page 84: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

66

2. Melalui penjelasan guru siswa dapat mendiskripsikan akibat gejala

(peristiwa) alam

b. Afektif

3. Melalui penugasan siswa dapat menunjukkan gambar-gambar gejala

(peristiwa) alam

4. Melalui penjelasan guru siswa dapat mengklasifikasikan gejala

(peristiwa) yangtze terjadi di Indonesia. .

c.Psikomotor

5 .Melalui penugasan siswa dapat mengidentifikasikan gejala

(peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia..

6. Melalui penugasan siswa dapat membuat kliping tentang bermacam

– macam gejala ( peristiwa) alam.

E . Materi Pembelajaran

Gejala (peristiwa) alam.

F. Model/Pendekatan/Metode.

Model : Kooperati tipe STAD.

Metode Pembelajaran.: Ceramah, tanya jawab, diskusi,

penugasan.

G. Media /alat peraga : Macam-macam gambar gejala alam.

H. Kegiatan Pembelajaran.

No Kegiatan Pembelajaran Waktu Metode

1

Pertemuan ke : 1

Kegiatan Awal

a. Salam pembuka diteruskan berdoa

bersama

b. Guru mengkondisikan kelas untuk

persiapan pembelajaran presensi.

c. Apersepsi: menanyakan materi

10 menit

Ceramah

Tanya jawab

Page 85: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

67

2

pelajaran yang telah dipelajari.

d. Menyampaikan tujuan

pembelajaran.

Kegiatan Inti

1 .Eksplorasi

a. Siswa menyimak penjelasan guru

tentang gambar gejala (peristiwa)

alam

b. Siswa dengan bimbingan guru

menyebutkan macam-macam

contoh bencana alam atau gejala

alam

c. Menunjuk salah satu siswa maju

kedepan kelas untuk mendiskripsikan

gejala (peristiwa ) alam

2 Elaborasi.

a. Siswa dibentuk kelompok, setiap

kelompok terdiri dari 4 - 5 orang.

b. Setiap kelompok mengerjakan LKS.

membahas macam – macam gejala

alam dan dampaknya.

c. Guru mengawasi jalannya diskusi.

d. Perwakilan kelompok

mempresentasikan hasil diskusinya.

3 Komfirmasi.

a. Masing – masing kelompok

mempresentasikan hasil diskusi

kelompok.

b. Guru memberi kesempatan kepada

siswa yang belum faham.untuk

45 menit

Ceramah, tanya

jawab,diskusi,

penugasan

Page 86: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

68

3

1.

2.

bertanya.

c. Guru memberi hadiah bagi siswa

yang mendapat nilai bagus.

Kegiatan Akhir.

a. Siswa mengerjakan evaluasi.

b. Membahas hasil evaluasi.

c. Tindak lanjut ( memberi PR )

d. Salam penutup

Pertemuan ke : 2.

Kegiatan Awal

a. Salam pembukaan diteruskan berdoa

bersama

b. Guru mengkondisikan kelas untuk

persiapan pembelajaran

c. Apersepsi dengan mengadakan tanya

jawab tentang materi yang lalu

d. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

.Kegiatan Inti

1.Eksplorasi

a. Guru menjelaskan materi tentang

gejala (peristiwa) alam yang terjadi

di Indonesia

b. Menunjuk salah satu siswa maju ke

depan kelas untuk mendeskripsikan

tentang gejala (peristiwa) alamos

c. Siswa menyebutkan macam-macam

gejala (peristiwa) alam yang terjadi

di Indonesia

15 menit

10 menit

45 menit

Ceramah, tanya

jawab.

Ceramah,tanya

jawab

Ceramah,tanya

jawab,diskusi,

Penugasan

Page 87: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

69

3

2.Elaborasi

a. Siswa dibentuk kelompok tiap

kelompok terdiri dari 4 atau 5 anak

b. Setiap kelompok mengerjakan LKS

tentang gejala alam yang disediakan

oleh guru.

c. Guru membimbing jalannya diskusi

siswa.

3.Konfirmasi.

a. Masing-masing kelompok

mempresentasikan hasil diskusinya.

b. Guru memberi kesempatan kepada

siswa yang belum jelas untuk

bertanya.

c. Guru memberi pujian atau hadiah

kepada kelompok yang mendapat

nilai baik

Kegiatan Akhir.

a. Siswa mengerjakan evaluasi.

b. Membahas hasil evaluasi secara

klasikal

c. Tindak lanjut dengan memberi PR

padat siswa.

d. Salam penutup.

15 menit

Ceramah,tanya

jawab

I.Sumber Pelajaran.

1. Buku IPS Kelas VI Diknas Mulyadi dkk. Jakarta 2008.

2. Buku IPS Kelas VI terpadu penerbit Erlangga.

3. Buku IPS Kelas VI penerbit Tiga Serangkai.

Page 88: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

70

J. Penilaian

1. Prosedur : pos tes.

2. Jenis. : tes tertulis.

3. Bentuk. : uraian.

4. Alat. : soal tes.

5. Intrumen. : terlampir.

Mengetahui.

Sepala Sekolah Peneliti

Sukinah A.Ma Pd. Sukarni

NIP: 19530327 197501 2 004 NIM: X7111535

Page 89: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

71

Lampiran 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS II

Satuan Pendidikan : SD Negeri Guworejo 2

Mata Pelajaran. : I P S.

Kelas / Semester. : VI/2

Alokasi Waktu. : 2 X 35 menit.

Hari/Tanggal. : Jum’at, 2 Maret 2012

C. Standart Kompetensi.

2. Memahami gejala ( peristiwa ) alam yang terjadi di Indonesia dan

sekitarnya.

D. Kompetensi Dasar.

2.2. Mendiskripsikan gejala ( peristiwa ) alam yang terjadi di Indonesia

dan negara tetangga.

C Indikator.

a.Aspek Kognitif.

1. Menyebutkan macam – macam gejala ( peristiwa ) alam .

2. Mendiskripsikan akibat gejala (peristiwa) alam.

b. Aspek Afektif.

3. Menunjukkan gambar-gambar gejala (peristiwa) alam.

c. Aspek psikomotor.

4. Membuat kliping tentang gejala ( peristiwa ) alam.

D.Tujuan Pembelajaran

a. Kognitif.

1. Melalui ceramah dan tanya jawab siswa dapat menyebutkan

macam-macam gejala (peristiwa) alam.

2. Melalui penjelasan guru siswa dapat mendiskripsikan akibat gejala

(peristiwa) alam.

Page 90: PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

72

b. Afektif.

3. Melalui penugasan siswa dapat menunjukkan gambar-gambar

gejala (peristiwa) alam .

c.Psikomotor.

4.Melalui penugasan siswa dapat membuat kliping tentang bermacam

– macam gejala ( peristiwa alam.

E . Materi Pembelajaran

Gejala ( peristiwa ) alam.

F. Pendekatan /Metode.

Model Pembelajaran. : Kooperatif tipe STAD.

Metode Pembelajaran.: Ceramah, tanya jawab, diskusi,

penugasan.

G. Media /alat peraga : Macam-macam gambar gejala alam.

H. Kegiatan Pembelajaran.

No Kegiatan Pembelajaran Waktu Metode

1

2

Kegiatan Awal

a. Salam pembuka diteruskan berdoa

bersama

b. Guru mengkondisikan kelas untuk

persiapan pembelajaran presensi.

c. Apersepsi: menanyakan materi

pelajaran yang telah dipelajari.

d. Menyampaikan tujuan

pembelajaran.

Kegiatan Inti

1 .Eksplorasi

a. Siswa menyimak penjelasan guru

tentang gambar gejala (peristiwa)

alam

b. Siswa dengan bimbingan guru

10 menit

45 menit

Ceramah

Tanya jawab

Ceramah,

tanya

jawab,diskusi,

penugasan