of 90 /90
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user i PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG GEJALA ALAM PADA SISWA KELAS VI SDN GUWOREJO 2 KARANGMALANG SRAGEN TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh: SUKARNI NIM X7111535 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

  • Author
    hacong

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK …/Penerapan...perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id...

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    i

    PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK

    MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG GEJALA ALAM

    PADA SISWA KELAS VI SDN GUWOREJO 2

    KARANGMALANG SRAGEN

    TAHUN AJARAN

    2011/2012

    SKRIPSI

    Oleh:

    SUKARNI NIM X7111535

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2012

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ii

    PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK

    MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG GEJALA ALAM

    PADA SISWA KELAS VI SDN GUWOREJO 2

    KARANGMALANG SRAGEN

    TAHUN AJARAN

    2011/2012

    Oleh:

    SUKARNI NIM X7111535

    SKRIPSI

    Ditulis dan Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana

    Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

    Jurusan Ilmu Pendidikan

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2012

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iii

    PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

    Saya yang bertanda tangan di bawah ini

    Nama : Sukarni

    NIM : X7111535

    Jurusan/Program Studi : IP/Pendidikan Guru Sekolah Dasar

    Menyatakan bahwa skripsi saya berjudul PENERAPAN MODEL

    KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

    TENTANG GEJALA ALAM PADA SISWA KELAS VI SDN GUWOREJO

    2 KARANGMALANG SRAGEN TAHUN AJARAN 2011/2012 ini benar-

    benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang

    dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam

    daftar pustaka.

    Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikaan skripsi ini hasil

    jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

    Surakarta, Mei 2012

    Yang membuat pernyataan

    Sukarni X7111535

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iv

    PERSETUJUAN

    Skripsi dengan judul :

    Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Pemahaman

    Tentang Gejala Alam Pada Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang

    Sragen Tahun Ajaran 2011/2012

    Oleh :

    Nama : Sukarni

    NIM : X7111535

    Telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    Pada hari :

    Tanggal :

    Persetujuan Pembimbing

    Pembimbing I

    Drs. Hadi Mulyono,M.Pd NIP. 19561009 198012 1 001

    Pembimbing II

    Usada, M.Pd NIP. 19510908 198003 1 002

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    v

    PENGESAHAN

    Skripsi dengan judul :

    Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Pemahaman

    Tentang Gejala Alam Pada Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang

    Sragen Tahun Ajaran 2011/2012

    Oleh :

    Nama : Sukarni

    NIM : X7111535

    Telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    Pada hari :

    Tanggal :

    Tim Penguji Skripsi :

    Nama Terang Tanda Tangan

    Ketua : Drs. Kartono, M.Pd ............................

    Sekretaris : Drs. Sukarno, M.Pd ............................

    Anggota I : Drs. Hadi Mulyono,M.Pd ............................

    Anggota II : Drs. Usada, M.Pd ............................

    Disahkan oleh

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Universitas Sebelas Maret Surakarta

    a.n Dekan,

    Pembantu Dekan I Prof. Dr. rer.nat Sajidan, M.Si

    NIP 19660415 199103 1 002

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vi

    ABSTRAK

    Sukarni. Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Pemahaman Gejala Alam pada Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2012.

    Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah Meningkatkan pemahaman tentang gejala alam pada siswa kelas VI SD Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012 melalui Model Kooperatif tipe STAD.

    Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012 terdiri dari 14 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Bentuk tindakan yang diberikan adalah pembelajaran IPS materi gejala (peristiwa) alam menggunakan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division. Untuk mengetahui pemahaman siswa, diadakan tes awal sebelum tindakan dan tes pada setiap akhir pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interaktif. Validitas data yang digunakan adalah validitas isi.

    Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil tes awal sebelum tindakan yaitu 58,57 dengan ketuntasan klasikal 35,71%. Pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata kelas mencapai 70 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 71,43%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 75 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 78,57%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen tahun ajaran 2011/2012.

    Kata kunci: pemahaman gejala alam, model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vii

    ABSTRACT

    Sukarni. THE IMPROVEMENT OF THE SOCIAL SCIENCE LEARNING OUTCOME THROUGH COOPERATIVE LEARNING IN TYPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION OF THE 6th B GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL GUWOREJO 2 KARANGMALANG SRAGEN in THE ACADEMIC YEAR 2011/2012. Skripsi. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University of Surakarta. 2012.

    The purposes of this Classroom Action Research are to improve the learning process, so the learning outcome on the social science can be increased through cooperative learning in type Student Teams Achievement Division on the 6th grade students of elementary school Guworejo 2 Karangmalang Sragen in the academic year 2011/2012.

    The subject of this Classroom Action Research are student of 4th grade of the class in elementary school, Guworejo 2, Karangmalang, Sragen the academic year of 2011/2012 which consist of 14 students. There are two cycle in this research, each cycle consist of two sessions. Each of the cycle consists of planning stage, implementation stage, observation stage, and reflection stage. The action form that given is social science learning through cooperative learning in type Student Teams Achievement Division. To know the students learning outcome there were a pre test before the action and post test in the end of every session. Data collecting technique that used were interview, observation, test and documentation techniques. Data analizing technique that used was the interactive descriptive analysis. Validity of the data that used was triangulation method and triangulation data.

    Based on results of the research, it was obtained that the average grade of the pre test before the action was 58,57, with the classical completeness was 35,71%. In the first cycle, it indicates that average grade was up to 70 and classical completeness was raising up to 71,43%. In the second cycle, average grade was up to 75 with classical completeness was raising up to 78,57%. Therefore, it can be concluded that social science learning through cooperative learning in type Student Teams Achievement Division can improve the study outcomet of the 6th grade students of elementary school Guworejo 2 Karangmalang Sragen in the academic year 2011/2012.

    Keyword: the social science learning outcome, cooperative learning in type Student Teams Achievement Division

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    viii

    MOTTO

    Sesungguhnya sesudah kesulitan akan dating kemudahan,

    maka kerjakanlah urusanmu dengan sungguh-sungguh

    dan hanya kepada Alloh SWT kamu berharap.

    (QS. Al-Insyirah: 6-8)

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ix

    PERSEMBAHAN

    Kupersembahkan karya sederhana ini kepada :

    - Suamiku tercinta yang selalu membantuku dalam kesulitan, menolongku saat

    membutuhkan dan mendorongku untuk maju.

    - Salam sayang wahai suamiku

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    x

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah

    melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

    skripsi ini. Penulis menyadari banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan

    dalam menyelesaikan skripsi ini, namun berkat rahmat-Nya akhirnya skripsi ini

    dapat terselesaikan. Penulisan Skripsi ini disusun guna memenuhi sebagian

    persyaratan dalam mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

    Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi telah melibatkan berbagai

    pihak. Maka dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan ucapan terima

    kasih. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada yang terhormat:

    1. Prof Dr. H.M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Keguruan

    dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    2. Drs. Rusdiana Indianto, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    3. Drs. Hadi Mulyono, M.Pd. selaku Dosen pembimbing I sekaligus Ketua

    Program Studi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

    Sebelas Maret Surakarta.

    4. Usada, M.Pd. selaku pembimbing II yang dengan sabar mengarahkan dan

    membimbing selama penyelesaian penelitian ini.

    5. Kepala SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen yang telah memberikan ijin

    untuk penelitian ini.

    6. Berbagai pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini.

    Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari masih ada kekurangan.

    Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis

    harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang

    berkepentingan dan dunia pendidikan pada umumnya.

    Surakarta, Mei 2012

    Penulis

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xi

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL........................................................................................ i

    HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN .................................. iii

    HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ iv

    HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... v

    ABSTRAK ...................................................................................................... vi

    ABSTRACT .................................................................................................... vii

    MOTTO ........................................................................................................ viii

    PERSEMBAHAN ........................................................................................... ix

    KATA PENGANTAR .................................................................................... x

    DAFTAR ISI ................................................................................................... xi

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv

    DAFTAR TABEL ........................................................................................... xv

    DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvi

    BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1

    A. Latar Belakang ........................................................................ 1

    B. Rumusan Masalah ................................................................... 3

    C. Tujuan Penelitian .................................................................... 3

    D. Manfaat Penelitian .................................................................. 3

    BAB II KAJIAN TEORI ........................................................................... 5

    A. Tinjauan Pustaka ..................................................................... 5

    1. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD ........ 5

    a. Model Pembelajaran ..................................................... 5

    b. Model Pembelajran Kooperatif .................................... 6

    c. Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD ................ 6

    2. Hakekat Pemahaman tentang Gejala Alam ........................ 7

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xii

    a. Pengertian Pemahaman ......................................... 7

    b. Materi Gejala (Peristiwa) Alam ............................. 8

    c. Pemahaman tentang Gejala (Peristiwa) Alam ....... 8

    d. Tinjauan tentang Pembelajaran IPS ....................... 9

    B. Penelitian yang Relevan .......................................................... 15

    C. Kerangka Berpikir ................................................................... 16

    D. Hipotesis .................................................................................. 17

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................... 18

    A. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................. 18

    1. Tempat Penelitian ................................................................ 18

    2. Waktu Penelitian .................................................................. 18

    B. Subjek Penelitian .................................................................... 19

    C. Sumber Data ........................................................................... 19

    D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 20

    1. Observasi .......................................................................... 20

    2. Wawancara ....................................................................... 20

    3. Tes ..................................................................................... 20

    E. Validitas Data ......................................................................... 21

    F. Teknik Analisis Data .............................................................. 21

    G. Indikator Kerja ........................................................................ 22

    H. Prosedur Penelitian ................................................................. 22

    1. Rancangan Siklus 1 ........................................................... 23

    2. Rancangan Siklus II .......................................................... 24

    BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 27

    A. Hasil Penelitian ....................................................................... 27

    1. Deskripsi Prasiklus ............................................................. 27

    2. Siklus I .............................................................................. 29

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xiii

    3. Siklus II ............................................................................. 38

    B. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................. 47

    1. Hasil Observasi Kegiatan Siswa Selama Proses

    Pembelajaran............................................ ........................ 47

    2. Hasil Nilai Pemahaman tentang Gejala

    Alam................................................. ................................ 48

    BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN .................................... 51

    A. Simpulan ................................................................................. 51

    B. Implikasi .................................................................................. 51

    1. Implikasi Teoritis ................................................................. 51

    2. Implikasi Praktis ................................................................... 52

    C. Saran ........................................................................................ 52

    1. Bagi Siswa ........................................................................... 52

    2. Bagi Guru............................................................................. 52

    3. Bagi Sekolah ........................................................................ 53

    4. Bagi Peneliti Lain ................................................................ 53

    DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 54

    LAMPIRAN ..................................................................................................... 55

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xiv

    DAFTAR GAMBAR

    Halaman

    Gambar 2.1. Kerangka Berpikir ......................................................................... 17

    Gamber 3.1 Model Analisis Interatif (Miles dan Huberman,2002:20) ............... 22

    Gambar 3.2 Gambar 3.2 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Suharsimi

    Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2006 : 74) ............................. 23

    Gambar 4.1. Grafik Nilai Prasiklus Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

    Karangmalang Sragen ................................................................. 28

    Gambar 4.2. Grafik Nilai Siklus I Pemahaman tentang Gejala Alam Siswa

    Kelas VI SDN Guworejo 2 .......................................................... 37

    Gambar 4.3. Grafik Nilai Siklus II Pemahaman tentang Gejala Alam Siswa

    Kelas VI SDN Guworejo 2 .......................................................... 46

    Gambar 4.4. Grafik Frekuensi Peningkatan Nilai dari Prasiklus, Siklus I, dan

    Siklus II Pemahaman tentang Gejala Alam ................................. 49

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xv

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    Tabel. 3.1 Rincian Waktu Pelaksanaan Penelitian ........................................... 18

    Tabel 4.1. Data Frekuensi Nilai Prasiklus Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

    Karangmalang Sragen ........................................................................ 27

    Tabel 4.2. Data Frekuensi Nilai Siklus I Pemahaman tentang Gejala Alam

    Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 ..................................................... 37

    Tabel 4.3. Data Frekuensi Nilai Siklus II Pemahaman Gejala Alam Siswa

    Kelas VI SDN Guworejo 2 ................................................................ 45

    Tabel 4.4. Frekuensi Peningkatan Nilai Pemahaman tenytang Gejala Alam

    Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II ........................................................ 48

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xvi

    DAFTAR LAMPIRAN

    Halaman

    Lampiran 1 Panduan Wawancara untuk Guru Sebelum Diterapkan Model

    Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

    Division ...................................................................................... 55

    Lampiran 2 Panduan Wawancara untuk Guru Setelah Diterapkan Model

    Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

    Division ...................................................................................... 57

    Lampiran 3 Panduan Wawancara untuk Siswa Sebelum Diterapkan Model

    Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

    Division ...................................................................................... 59

    Lampiran 4 Panduan Wawancara untuk Siswa Setelah Diterapkan Model

    Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

    Division ...................................................................................... 60

    Lampiran 5 Nilai Hasil Evaluasi Tahap Prasiklus Mata Pelajaran : IPS

    Materi Gejala (Peristiwa) Alam .................................................. 63

    Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

    SIKLUS I .................................................................................... 64

    Lampiran 7 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

    SIKLUS II ................................................................................... 70

    Lampiran 8 INTRUMEN PENELIAIAN GURU SIKLUS I PERTEMUAN

    1 ................................................................................................... 80

    Lampiran 9 INSTRUMEN PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

    SIKLUS I PERTEMUAN 1 ........................................................ 83

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xvii

    Lampiran 10 INTRUMEN PENELIAIAN GURU SIKLUS I PERTEMUAN

    2 ................................................................................................... 91

    Lampiran 11 INSTRUMEN PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

    SIKLUS I PERTEMUAN 2 ........................................................ 94

    Lampiran 12 INTRUMEN PENELIAIAN GURU SIKLUS II

    PERTEMUAN 1 ......................................................................... 102

    Lampiran 13 INSTRUMEN PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

    SIKLUS II PERTEMUAN 1....................................................... 105

    Lampiran 14 INTRUMEN PENELIAIAN GURU SIKLUS II

    PERTEMUAN 2 ......................................................................... 113

    Lampiran 15 INSTRUMEN PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

    SIKLUS II PERTEMUAN 2....................................................... 116

    Lampiran 16 Nilai Hasil Evaluasi Tahap Siklus I Mata Pelajaran : IPS

    Materi Gejala (Peristiwa) Alam .................................................. 124

    Lampiran 17 Nilai Hasil Evaluasi Tahap Siklus II Mata pelajaran : IPS

    Materi Gejala (Peristiwa) Alam .................................................. 125

    Lampiran 18 Foto Kegiatan Pembelajaran Siklus II ....................................... 126

    Lampiran 19 Surat Keputusan Dekan ............................................................... 127

    Lampiran 20 Surat Ijin Menulis Skripsi ........................................................... 128

    Lampiran 21 Perijinan Penelitian ..................................................................... 129

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xviii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Pendidikan merupakan bagian Integral perkembangan. Proses pendidikan

    tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Pembangunan

    bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas .

    Tujuan pendidikan dapat tercapai, salah satunya melalui pembelajaran

    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) karena mata pelajaran IPS merupakan bagian

    penting dari pendidikan. Kehadiran IPS sebagai ilmu pengetahuan masih

    diperlukan sebab peranan IPS sangat strategi dalam meningkatkan kualitas

    sumber daya manusia.

    Pembelajaran dapat meningkat dengan baik apa bila disajikan dengan

    baik pula. Dalam hal ini guru harus memperhatikan berbagai aspek yang ada

    hubungannya dengan pembelajaran IPS. Materi pelajaran IPS dapat digali dari

    kehidupan seharihari dan dihubungkan dengan pengalaman siswa. Oleh karena

    itu guru perlu memperhatikan pengalaman siswa yang didapat dalam

    kehidupannya.

    Berdasarkan pengalaman sehari hari dalam kegiatan pembelajaran,

    sebagian besar kelas VI SDN egeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen, masih

    rendah dalam pemahaman tentang gejala alam khususnya. Bahkan siswa

    mendapat kesulitan dalam menyusun kliping tentang gejala (peristiwa) alam.

    Dalam hal ini terbukti dari nilai yang diperoleh belum mencapai hasil yang sesuai

    dengan Kreteria Ketuntasan Maksimal ( KKM ) yang ditetapkan sekolah yaitu

    60. Dari penelitianyang dilakukan pada pra siklus ditemukan hal sebagai

    berikut; Dari jumlah siswa sebanyak 14 anak, diperoleh hasil relevansi tes

    formatif sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran terdapat 5 siswa atau 35,71%

    yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 9 siswa atau 64,29% lainnya belum

    mencapai ketuntasan. Nilai ratarata dalam pembelajran hanya 5,9. (lampiran 5

    halaman 63)

    1

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2

    Adapun kesulitan yang paling mendasar dalam pemahaman tentang

    gejala (peristiwa) alam adalah siswa tidak terbiasa berkomunikasi dengan sesama

    siswa, guru, atau orang lain. Hal tersebut merupakan masalah yang perlu

    dipecahkan sebab tanpa komunikasi dengan orang lain, pemahaman tentang

    gejala alam tidak akan tercapai dengan baik.

    Kurang aktifitas dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran berpengaruh

    terhadap kemampuan mengeluarkan pendapat atau gagasan yang dimilikinya.

    Siswa tidak akan terbiasa untuk belajar mandiri dan tidak akan belajar apabila

    tidak diberi penjelasan oleh guru. Hal tersebu merupakan masalah yang perlu

    dicari solusinya, jika hal ini dibiarkan akan berdampak negatif terhadap prestasi

    belajar siswa baik pada pembelajaran IPS maupun pembelajaran lainnya.

    Rendahnya hasil belajar, motivasi, dan aktivitas belajar IPS dipengaruhi

    oleh berbagai faktor. Faktor yang mendukung pelaksanaan pembelajaran pada

    dasarnya sangat komplek dan dapat ditinjau dari berbagai aspek. Adapun aspek

    yang paling mendasar dan menetukan terhadap keberhasilan pembelajaran di

    antaranya sarana dan prasarana yang memadai, situasi dan kondisi yang kondutif,

    faktor guru, termasuk pemilihan dan penggunaan model pembelajaran.

    Di antara berbagai model pembelajaran, satu diantaranya adalah model

    kooperatif. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara

    bersamasama atas gotong royong sehingga makna kebersamaan sangat dominan.

    Selain itu, model ini dapat mengaktifkan siswa dalam belajar karena siswa

    didorong untuk mengemukakan pendapat atau penyanggah berbagai masalah yang

    diajukan oleh rekan sekelompoknya.

    Banyak tipe model kooperatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran

    IPS diantaranya adalah tipe STAD. Tipe STAD (Student Team Achievement

    Division) yaitu salah satu model pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara

    mengelompokan siswa menjadi beberapa kelompok , masingmasing kelompok

    terdiri dari 4 atau 5 orang. Tiap kelompok memiliki anggota yang heterogen, baik

    jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuan (tinggi, sedang, rendah) tiap

    kelompok menggunakan lembar kerja akademik dan kemudian saling membantu

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    3

    untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama

    anggota kelompok. Kelebihan tipe STAD dapat memberi kesempatan siswa untuk

    bekerja sama dan mempunyai banyak kessempatan berkomonikasi. Adapun

    kelemahannya adalah apabila kurang bimbingan dari guru dalam

    mengelompokkan siswa, maka kegiatan diskusi kurang efektif.

    Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

    dengan judul Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan

    pemahaman tentang Gejala Alam pada Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

    Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalah

    padapenelitian ini selanjutnya dirumuskan sebagai berikut :

    Apakah penerapan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan

    pemahaman tentang gejala alam pada kelas VI SD Negeri Guworejo 2

    Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012?

    C. Tujuan Penelitian

    Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembelajarandiatas

    adalah sebagai berikut

    Meningkatkan pemahaman tentang gejala alam pada siswa kelas VI SD

    Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011 / 2012 melalui

    model Kooperatif tipe STAD.

    D. Manfaat Penelitian

    Dengan dilaksanakannya kegiatan penelitian ini diharapkan

    dapatbermanfaat baik bagi siswa, bagi peneliti, bagi guru, serta bagi sekolah.

    a. Bagi Siswa

    Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa tentang gejala

    alam melalui keterlibatan secara efektif dalam bertukar pikiran antar siswa.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    4

    b. Bagi Guru.

    Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai masukan Contoh model

    pembelajaran yang dapat dikembangkan pada pokok bahasan yang lain.

    c. Bagi Peneliti.

    Dengan penelitian ini dapat memberikan wawasan dalam pembelajaran serta

    pengalaman yang berharga.

    d. Bagi Sekolah.

    Hasil penelitian ini sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kinerja guru

    dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga pendidik dan

    pengajar yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    5

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A Kajian Pustaka

    1. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

    a. Model Pembelajaran

    Winaputra dalam Sugiyanto (2008: 7) berpendapat bahwa yang

    dimaksut model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang

    melukiskan prosedur yang sistimatis dalam mengorganisasikan

    pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu, dan berfungsi sebagai

    pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam

    perencanaan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.

    Selain itu, menurut Joyce dan Weil dalam Mulyani Sumantri (2001:

    25) menyatakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual

    yang sistimatis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk

    mencapai tujuan belajar tertentu dan sebagai pedoman bagi para perancang

    pembelajaran dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar

    mengajar.

    Menurut Asep Jihad (2009:25) model pembelajaran dapat diartikan

    sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun

    kurikulum, mengatur materi peserta didik, dan memberi petunjuk kepada

    pengajar di kelas dalam seting pengajaran atau seting lainnya.

    Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah satu komponen utama dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM). Model pembelajaran yang menarik dan variatif yang dipakai guru untuk membantu memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    6

    b. Model Pembelajaran Kooperatif.

    1) Pengertian model pembelajaran kooperatif

    Manusia memiliki derajat potensi, latar belakang historis, serta

    harapan masa depan yang berbeda beda. Karena perbedaan itu, manusia

    dapat saling asah, asih dan asuh (Saling mencerdaskan). Pembelajaran

    kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih, dan asuh sehingga tercipta

    masyarakat belajar. Siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari

    sesama siswa. Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang

    berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam

    memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujua belajar.

    Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang didalamnya

    terdapat elemen elemen yang saling terkait. Elemen elemen pembelajaran

    kooperatif manurut Lie (2004 ) adalah saling ketergantungan positif, interaksi

    tatap muka , akuntabilitas individual, ketrampilan untuk mejalin hubungan

    antar pribadi atau ketrampilan sosial yang secara sengaja diajarkan.

    2) Macam macam model pembelajaran kooperatif.

    Dalam pembelajaran kooperatif, terdapat beberapa tehnik yang dapat

    digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas al:

    a) Metode STAD (Student Achievrment Division). Model STAD

    dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawankawan dari universitas John

    Hopkins.

    b) Metode Jigsaw. Metode ini dikembangkan oleh Ellit Aronson.

    c) Metode GI ( Group investigation ). Dasardasar metode GI

    c. Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

    Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar

    dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. dalam

    menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan

    membantu memahami suatu bahan pembelajaran artinya belajar belum

    5

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    7

    pembelajaran. Dan mempunyai ciri-ciri, manfaat, ketrampilanketrampilan serta

    tipe-tipenya yaitu STAD, GTG, Jigsaw. STAD merupakan tipe pembelajaran

    kooperatif yang paling sederhana dimana siswa ditempatkan dalam tim

    (kelompok) belajar beranggotakan 4 atau 5 orang yang merupakan campuran

    menurut tingkat kinerja, jenis kelamin dan suku. Guru mengajikan pelajaran

    kemudian siswa bekerja dalam tim (kelompok) untuk memastikan bahwa seluruh

    anggota kelompok telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa

    dikenai kuis tentang materi itu dimana pada saat kuis mereka tidak boleh saling

    membantu.

    2) Hakekat Pemahaman Tentang Gejala Alam

    a. Pengertian Pemahaman

    Pemahaman yaitu memahami atau mengerti apa yang diajarkan,

    mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan isinya

    tanpa harus menghubungkannya dengan hal-hal lain (Daryanto, 2008:106).

    Purwanto (2009: 51) menjelaskan bahwa kemampuan pemahaman

    (comprehension) adalah kemampuan untuk melihat hubungan fakta dengan fakta.

    Menghafal fakta tidak lagi cukup, karena pemahaman menuntut pengetahuan akan

    fakta dan hubungannya.

    Bloom dalam Purwanto (2010: 50) membagi taksonomi hasil belajar

    menjadi tiga domain, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Taksonomi hasil

    belajar kognitif terdiri atas enam tingkatan, yakni hafalan, pemahaman,

    penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Taksonomi hasil belajar afektif dibagi

    menjadi lima tingkatan, yaitu penerimaaan, partisipasi, penilaian, organisasi, dan

    internalisasi. Taksonomi hasil belajar psokomotor diklasifikasikan menjadi enam,

    yaitu persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks,

    dan kreativitas.

    Berdasarkan penjelasan diatas, pemahaman termasuk dalam salah satu

    domain kognitif pada taksonomi Bloom. Pemahaman dapat dibedakan ke dalam

    tiga kategori (Nana Sudjana, 2009: 24), yaitu:

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    8

    1) Pemahaman terjemahan, mulai dari terjemahan dalam arti sebenarnya.

    2) Pemahaman penafsiran, menghubungkan bagian-bagian terdahulu dengan

    yang diketahui berikutnya, membedakan yang pokok dan yang bukan

    pokok.

    3) Pemahaman ekstrapolasi, mampu melihat dibalik yang tertulis, membuat

    ramalan tentang konsekuensi atau memperluas persepsi dalam arti waktu,

    dimensi, kasus ataupun masalah.

    Pengorganisasian bahan pemahaman tentang gejal alam di SD sumbernya

    dari berbagai ilmu sosial yang diintegrasikan menjadi satu kedalam mata

    pelajaran.

    Dengan demikian pengajaran IPS di SD merupakan bagian integral dari

    bidang studi. Namun ketika membicarakan suatu topik yang berkaitan dengan

    pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam, bahan-bahan pengajaran bisa

    dibicarakan secara lebih tajam. Ada dua bahan kajian IPS, yaitu bahan kajian

    pengetahuan sosial mencakup lingkungan sosial, yang terdiri atas ilmu bumi,

    ekonomi dan pemerintahan dan bahan kajian sejarah meliputi perkembangan

    masyarakat Indonesia sejak lampau hingga masa kini.

    b. Materi Gejala (Peristiwa) Alam

    Gejala (Peristiwa) Alam merupakan salah satu pokok materi yang harus

    dipelajari oleh peserta didik kelas VI semester II. Pokok materi ini terdapat dalam

    standar kompetensi Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan

    sekitarnya. Di dalam standar kompetensi ini terdapat dua kompetensi dasar yaitu

    (1) Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara

    tetangga. (2) Mengenal cara-cara menghadapi bencana alam.

    c. Pemahaman tentang Gejala (Peristiwa) Alam

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari pemahaman tentang gejala

    (peristiwa) alam adalah kemampuan seseorang atau peserta didik untuk mengerti

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    9

    sesuatu, menangkap suatu makna, memanfaatkan isi bahan, dan memecahkan

    masalah yang berhubungan dengan materi gejala (peristiwa) alam.

    d. Tinjauan tentang Pembelajaran IPS

    Tujuan pembelajaran IPS adalah untuk mempersiapan siswa menjadi

    warga negara yang baik dalam kehidupan di masyarakat, seperti yang telah

    dikemukakan oleh Gros , to prepare students to bewell functioning citizens in a

    democratic society. Selain itu, tujuan IPS adalah untuk mengembangkan

    kemampuan mahasiswa menggekunakan penalaran dalam mengambil

    keputusan pada setiap persoalan yang dihadapinya.

    Dalam hal ini Benjamin S. Bloom. Membagi tujuan pembelajaran IPS.

    Kedalam 3 bidang yang disebut Taksonomi Bloom. Yaitu :

    1) Aspek kognitif

    Aspek kognitif mencakup perilaku-perilaku yang menekankan pada

    aspek intelektual. Pembelajaran IPS bertujuan untuk memperoleh pengetahuan

    dan pengertian, mangasah intelegensi dan meningkatkan ketrampilan berpikir.

    Tujuan kognitif ini berbagi kedalam 6 tingkatan, yakni:

    a) Pengetahuan (knowledge)

    Dalam tingkatan ini, tujuan kognitif pembelajaran IPS mencakup :

    1. Pengenalan mengenai peristilahan, devenisi, fakta-fakta, gagasan,

    pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb.

    2. Pengetahuan mengenai terminologi (penggunaan kata) secara

    umum

    3. Pengetahuan mengenai fakta yang spesifik

    4. Pengetahuan mengenai konsep dasar

    Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dalam tujuan kognitif

    pembelajaran IPS adalah mengasah kemampuan agar dapat mendenifisikan,

    mengenal, mencocokan, mengingat, mengulang, membedakan,

    mengidentifikasikan, menyebut, melabel, menghubungkan, mencatat sesuatu dan

    mengungkap kembali suatu peristiwa. Sebagai contoh, seorang guru yang

    menerangkan mengenai suatu ilmu yang belum pernah kita ketahui sebelumnya

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    10

    harus menjelaskan dengan baik akan konsep dasar ilmu tersebut agar siswanya

    memiliki pembekalan awal yang cukup untuk lanjut menerima materi yang lebih

    kompleks terkait dengan ilmu tersebut.

    b) Pemahaman (comprehension)

    Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat pemahaman yakni

    1. Kemampuan membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram,

    arahan, peraturan, dsb.

    2. Kemampuan menafsirkan chart dan grafik.

    3. Pemahaman mengenai fakta yang terjadi

    4. Penyesuaian prosedur dengan metode yang di terapkan.

    5. Kemampuan mempekirakan kebutuhan.

    Dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman dalam tujuan kognetif

    pembelajaran IPS adalah menerjemahkan, mengubah, mengatur kembali,

    mengekspresikan, memberi contoh, mengilustrasikan, menggeneralisasi dan

    menyimpulkan suatu keadan.

    Sebagai contoh, seseorang yang di mintai penjelasan mengnai suatu hal

    oleh temannya dan ia belajar agar dirinya memiliki pengetahuan akan sesuatu hal,

    maka orang tersebut paham mengenai pengetahuan yang telah ia pelajari sehingga

    apabila pengetahuan tersebut di kembangkan lebih lanjut (misalnya dengan

    mengelompokan materi menggunakan tabel), orang tersebut dapa menerangkan

    dengan baik kepada temannya.

    c) Aplikasi (Application)

    Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat aplikasi, yakni :

    1. Kemampuan dalam menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori,

    dsb.

    2. Aplikasi konsepdan prinsip prinsip ke dalam situasi yang baru.

    3. Pemecahan problim Ips. Penyusunan grafik dan chart.

    4. Berpendapat didalam menggunakanmetode dan prosedur.

    Dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman dalam tujuan kognitif

    pembelajaran IPS adalah mengaplikasikan, mengorganisasikan, merestrukturisasi,

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    11

    memecahkan, mentransfer, menggunakan, mengklasikasi, memilih,

    mendramatisasi, membuat sket, mendemontrasikan mengelustrasikan ,

    menangani, mengkalkulasi.

    Sebagai contoh, ketika seorang siswa diberi soal matematika oleh gurunya

    ,maka siswa tersebut harus memiliki pengetahuan dan paham akan materi soal

    yang diberikan, maka siswa siswa tersebut akan dapat mencari jawaban dari soal

    matematika dengan pemahaman yang ia terima oleh gurunya.

    d) Analisis ( Analysis )

    Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat anlisis yakni :

    1. Analisa informasi yang masuk dan menyusun informasi kedalam bagian

    yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya.

    2. Kemampuan mengenali dan membedakan faktor penyebab dan akibat dari

    suatu keadaan yang rumit.

    3. Kemampuan mengenal dan menggunakan logika berfikir untuk

    menyampaikan suatu alasan

    4. Mengevaluasi relevansi data.

    Dapat disimpulkan bahwa tingkat analisis dalam tujuan kognitif

    pembelajaran IPS adalah dapat membedakan, memilih, membandingkan,

    membedakan, membuat diagram, menjelaskan, menganalisis, mengkategorikan,

    memeriksa, berdebat, menguji dan melakukan eksperimen.

    (e) Sintesis ( Synthesis )

    Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat sintesis, yakni :

    1. Penjelasan mengenai strutur atau pola dari sebuah skenario yang

    sebelumnya tidak terlihat.

    2. Kemampuan mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk

    menghasilkan solusi yang dibutuhkan.

    3. Mengungkapkan suatu konsepsi yang terorganisasi secara baik.

    4. Merumuskan sesuatu konsepsi baru.

    Dapat disimpulkan bahwa tingkat sintesis dalam tujuan kognitif

    pembelajaran IPS adalah memadukan, mengkoposisikan, membangun,

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    12

    merencanakan, memodifikasi, memformulasi. Sebagai contoh, ditingkat ini

    seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat

    reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab

    turunnya kualitas produk.

    (f) Evaluasi : (Evaluation)

    Tujuan kognitif pembelajaran IPS pada tingkat evaluasi, yakni :

    1. Memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dan

    sebagainya dengan menggunakan kreteria yang cocok atau standart

    yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya

    2. Menyesuaikan nalai suatu pekerjaan

    Dapat disimpulkan bahwa tingkat evaluasi dalam tujuan kognitif

    pembelajaran IPS adalah menyimpulkan, menyesuaikan, merangking,

    mendukung, menjelaskan, menilai, menyeleksi, mengapresiasi, membobot,

    merevisi dan memperbaiki.

    1) Aspek Afektif

    Aspek afektif dalam pembelajaran IPS mencakup perilaku perilaku yang

    menekankan pada aspek perasaan dan emosi serta derajat penerimaan atau

    penolakan siswa pada meteri pembelajaran IPS yang diberikan. Tujuan afektif ini

    terbagi dalam 5 tingkatan, yakni :

    a) Penerimaan (receiving)

    Yakni adanya kesediaan untuk menyadari adanya suatu kenyataan

    (Fenomena) maupun gejala yang ada di lingkungannya. Tujuan afektif

    pembelajaran IPS pada tingkat penerimaan, yakni :

    1. Dapat menerima

    2. Dapat menghadiri

    3. Sadar akan situasi kondisi yang sedang terjadi

    Tujuan lain dalam tingkatan ini adalah menerima, memilih, menanyakan,

    mendengar dan menyeleksi suatau kondisi.

    Misalkan saja mengenai hubungan interpersonal antar guru dengan siswa. Apabila

    guru tersebut menyenangkan dalam mengajar dan materi yang dibawakan mudah

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    13

    mengerti, maka siswa akan semakin mudah dalam menerima materi yang

    diberikan guru

    (a) Tanggapan (responding)

    Yakni memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya.

    Meliputi persetujuan, kesediaan dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.

    Tujuan lainnya adalah untuk dapat aktif berpartisipasi seperti dalam hal mampu

    membuktikan, memberitahukan, menolong, melakukan dengan suka rela serta

    mengklaim terhadap sesuatu yang telah menjadi hak kita.

    (b) Penghargaan (valuating)

    Yakni berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu obyek,

    fenomena atau tingkah laku.

    Tujuan afektif pembelajaran IPS pada tingkat penghargaan, yakni :

    1. Menerima nilai-nilai / norma

    2. Taat kepada nilai-nilai / norma

    3. Memegang teguh nilai/norma

    Apabila perilaku seseorang telah mencerminkan perilaku tersebut, maka

    seseorang itu patut diberi pengharga atas apa yang telah ia capai, misalnya saja

    dengan pujian, dsb.

    (c) Pengorganisasian (organinization)

    Tujuan afektik pembelajaran IPS pada tingkat pengorganisasian, yakni :

    1. Menghubungkan nilai/norma yang dianutnya

    2. Mengintegrasikan nilai/norma kedalam kebiasaan hidup

    Sehari-hari.

    3. Memadukan nilai-nilai yang berbeda.

    4. Menyelesaikan konplik di antaranya, dan membentuk suatu sistem

    nilai yang konsisten.

    (d) Karakterisasi berdasarkan nilai-nilai ( characterization by value)

    Yakni internalisasi nilai/norma menjadi pola hidup seperti dalam

    bertingkah laku.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    14

    Dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran IPS secara khusus adalah

    melakukan tindakan, mengajukan pertanyaan, menjelaskan, memilih, menjawab,

    mengikuti dan menceritakan.

    2) Aspek Psikomotorik

    Aspek psikimotorik mencakup perilaku-perilaku yang menekankan pada

    aspek ketrampilan motorik (gerakan)

    Tujuan Psikomotorik ini terbagi dalam 5 tingkatan, yakni :

    (a) Imitasi

    Kemampuan menirukan gerakan yang telah diamati seperti mengamati,

    menirukan (gerakan) sederhana.

    (b) Memanipulasi

    Menggunakan konsep untuk melakukan gerakan sesuai dengan

    instruksi.

    (c) Presisi

    Melakukan gerakan dengan benar seperti dapat mengartikulasikan

    gerakan apabila mengalami kesalahan dan melakukan sesuatu dengan

    akurat.

    (d) Artikulasi

    Merangkaikan berbagai gerakan secara berkelanjutan dan terintegrasi

    seperti mengkoordinasikan beberapa kemampuan.

    (e) Naturalisasi

    Melakukan gerakan secara wajar dan efisien serta telah menjadi bagian

    dari kebiasaannya seperti melakukan sesuatu secara terbiasa

    Dalam hal aspek psikomotorik, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan

    adalah dengan praktek. Tujuan psikomotorik yang telah diuraikan diatas lebih

    menekankan pada gerakan yang diberikan oleh seorang siswa di dalam kegiatan

    belajar mengajar.

    Bermula pada pemberian instruksi untuk melakukan gerakan tertentu

    sampai pada gerakan-gerakan yang sudah menjadi kebiasaan sehingga apabila

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    15

    kebiasaan itu dapat memajukan kegiatan belajar mengajar maka akan lebih mudah

    bagi pengajar untuk mengontrol siswanya.

    B. Penelitian yang Relevan

    Penelitian peningkatan keterampilan menulis menerapkan pendekatan

    kontekstual pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Katelan Tangen ini tidak

    terlepas atau mengacu dari penelitian sebelumnya. Penelitian yang relevan dengan

    penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Fajar Yudi Prasetyo (2011)

    dengan judul Penerapan Metode STAD untuk Peningkatan Kemampuan

    Penyelesaian Soal Cerita Matematika Siswa Kelas V SDN 02 Jaten Karanganyar

    Tahun 2011. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa metode

    STAD dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika.

    Hal ini terbukti pada hasil kuis siklus I, siklus II dan siklus III sebagai berikut :

    Pada siklus I dari 47 siswa sebanyak 30 siswa atau 63,83% mencapai nilai KKM,

    Pada siklus II dari 47 siswa sebanyak 35 siswa atau 74,47% mencapai nilai KKM,

    Pada siklus III dari 47 siswa sebanyak 42 siswa atau 89,36% mencapai KKM.

    Penelitian Fajar Yudi Prasetyo di atas, relevan dengan penelitian ini.

    Persamaannya yaitu terdapat pada model pembelajrannya yaitu menerapkan

    STAD. Selain memiliki persamaan, penelitian tersebut juga memiliki perbedaan

    dengan penelitian ini yaitu penelitian Fajar Yudi Prasetyo objek kajiannya dalam

    meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita dan subjek penelitian yaitu

    siswa kelas V, sedangkan penelitian ini objeknya pemahaman tentang gejala

    (peristiwa) alam dan subjeknya siswa kela VI.

    Yusrika Firda Isnaini (2010) dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Ips

    Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement

    Division Pada Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah Wonorejo Polokarto

    Kabupaten Sukoharjo Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil

    tes awal sebelum tindakan yaitu 65,39, dengan ketuntasan klasikal 52,78%. Pada

    siklus I menunjukkan nilai rata-rata kelas mencapai 71,83 dan ketuntasan klasikal

    meningkat menjadi 72,22%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    16

    79,39 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 86,11%. Dengan demikian

    dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS melalui model pembelajaran

    kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan hasil

    belajar siswa kelas IV B SD Muhammadiyah Wonorejo, Polokarto, Kabupaten

    Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010.

    Penelitian Yusrika Firda Isnaini di atas, relevan dengan penelitian ini.

    Persamaan dengan penelitian ini yaitu penerapan model kooperatif tipe STAD dan

    objek pada mata pelajaran IPS. Selain memiliki persamaan, kedua penelitian ini

    juga memiliki perbedaan yaitu penelitian yang dilakukan Yusrika Firda Isnaini

    subjeknya pada siswa kelas IV tahun ajaran 2009/2010, sedangkan penelitian ini

    pada siswa kelas VI tahun ajaran 2011/2012.

    C. Kerangka Berpikir

    Dari hasil wawancara dengan guru kelas IV SDN Guworejo 2 diperoleh

    permasalahan yang muncul dalam pembelajaran menulis (kondisi awal), yaitu

    a) kurangnya minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran menulis.

    Pembelajaran menulis kerap kali menjadi sesuatu hal yang dibenci dan

    menakutkan bagi para siswa. Tidak jarang pula para siswa ketika diberi tahu

    bahwa hari itu pelajaran menulis, mereka langsung mengeluarkan suara keluhan.

    b) Sebagian besar siswa masih belum terbiasa dalam memanfaatkan media tulis

    untuk mengungkapkan ide, gagasan mereka, dengan kata lain siswa belum

    terbiasa melakukan kegiatan menulis dalam bentuk apapun. c) Guru belum

    menggunakan model yang inovatif.

    Bertolak dari permasalahan tersebut, diperlukan suatu tindakan

    pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat

    meningkatkan pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa (tindakan).

    Salah satu model yang dapat mengembangkan pemahaman siswa, yaitu dengan

    model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Dengan

    modelpembelajaran ini, pemahaman tentang gejala (peristiwa) alam siswa

    diharapkan dapat meningkat.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    17

    Pada kondisi akhir diharapkan terdapat peningkatan pemahaman tentang

    gejala (peristiwa) alam menerapkan model kooperatif tipe STAD. Peningkatan

    ini akan ditandai dengan target akhir sebanyak 75% dari jumlah siswa kelas VI

    yang ada mendapatkan nilai di atas KKM.

    Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat divisualisasikan pada

    gambar 2.1 sebagai berikut:

    Gambar 2.1 Kerang Berfikir

    D. Rumusan Hipotesis

    Berdasarkan latar belakang, kajian teori, kajian pustaka dan kerangka

    berpikir, maka dapat diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut : Penerapan

    model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman tentang Gejala

    (peristiwa) alam di Kelas VI SD Negeri Guworejo 2 Karangmalang Sragen.

    Hasil pemahaman tentang gejala alam rendah

    Siklus I

    Siklus II

    Belum diterapkan model Kooperatif.

    Penerapan model Kooperatif.tipe STAD dalam pemahaman gejala alam

    Penerapan model Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman tentang gejala alam

    Kondisi Awal

    Tindakan

    Kondisi Akhir.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    18

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A . Tempat dan Waktu Penelitian

    1. Tempat Penelitian

    Penelitian ini dilaksanakan di kelas VI SD Negeri Guworejo 2

    Karangmalang Sragen. Siswa Kelas VI bejumlah 14 siswa, 6 siswa lakilaki dan

    9 siswa perempuan. Pertimbangan pemilihan lokasi ini adalah kemampuan

    siswasiswi khususnya kelas VI masih tergolong rendah sehingga perlu

    diadakan penelitian tindakan kelas. Selain itu kepala SD Negeri Guworejo 2 juga

    memberi ijin untuk dilaksanakan PTK. Sebagai upaya peningkatan mutu

    pendidikan di SD Guworejo 2 Karangmalang Sragen.

    2. Waktu Penelitian

    Penelitian ini akan dilaksanakan selama empat bulan, dengan jenis

    kegiatan penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

    Tabel. 3.1 Rincian Waktu Pelaksanaan Penelitian

    No Waktu.

    Jenis Kegt.

    Bulan. ke-1 Bulan. Ke-

    2

    Bulan. Ke-

    3

    Bulan. Ke-4

    1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

    1 Pengajuan Judul x

    2 Pengajuan proposal X

    3 Pengajuan surat ijin x

    4 Pelaksanaan

    1. Siklus I x x

    2. Siklus II x x

    5 Analisis data. x x x

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    19

    6 Pembuatan

    laporan.

    x X x x

    B. Subjek dan Objek Penelitian

    Subjek penelitian adalah adalah siswa kelas VI SD Negeri Guworejo 2

    Karangmalang Sragen yang terdiri dari 14 siswa, 6 laki laki dan 9 perempuan.

    Masing-masing siswa memiliki pemahaman tentang gejala alam yang tergolong

    masih rendah. Objek dalam penelitian ini yaitu tentang pemahaman gejala

    (peristiwa) alam pada pembelajran IPS kelas VI.

    C. Sumber Data

    Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

    1. Tempat dan peristiwa (proses proses belajar mengajar pemahaman

    tentang gejala alam) Data yang dikumpulkan yaitu data tentang

    bagaimana proses pembelajaran pemahaman tentang gejala alam yang

    berlangsung di kelas VI SD Negeri guworejo 2 Karangmalang Sragen.

    2. Informasi, informasi dalam penelitihan ini terdiri dari :

    a. Guru.

    Data yang dikumpulkan yaitu data tentang pelaksanaan

    pemahaman tentang gejala alam di kelas VI SD Negeri Guworejo 2

    Karangmalang Sragen, data mengenai hambatan hambatan yang

    dihadapi guru, data tentang usahausaha yang ditempuh guru dalam

    pemahaman tentang gejala alam.

    b. Siswa kelas VI.

    Sebagai subjek pemahaman tentang gejala alam di kelas VI SD Nergeri

    Guworejo 2, Karangmalang Sragen untuk mendapatkan data mengenai

    tempat dan peristiwa yang diteliti.

    c. Dukumen.

    18

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    20

    Dokumen berupa hasil pemahaman tentang gejala alam siswa, hasil tes

    siswa, dan rencana pembelajaran.

    D. Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data ini yang digunakan dalam penelitihan ini adalah

    sebagai berikut

    1. Observasi.

    Observasi dilakuan untuk mengamati perkembangan pemahaman

    tentang gejala alam yang dilakukan siswa dan guru sejak sebelum

    pelaksanaan tindakan, saat pelaksanaan tindakan sampai akhir tindakan.

    Observasi ini dilakukan dengancara peneliti bertindak sebagai

    partisipasifyang mengamati jalannya pembelajarandi kelam yang dipimpin

    oleh guru. Peneliti mengambil posisi ditempat duduk di paling belakang,

    mengamati jalannya proses pembelajaran sambil mencatan segala sesuatu

    yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung, dengan berada di

    tempat duduk.

    Hasil observasi peneliti didiskusikan dengan guru yang bersangkutan

    untuk kemudian dianalisis bersamasama untuk mengetahui berbagai

    kelemahan yang ada dan untuk mencari solusi terhadap segala kelemahan

    yang ada.Hasil diskusi yang berupa solusi untuk berbagai kelemahan

    tersebut kemudian dilaksanakandalam siklus selanjutnya.Observasi

    terhadap guru difokuskan pada kemampuan guru mengelola kelas dan

    memancing keaktifan siswa saat pembelajaran berlangsung.Sedangkan

    observasi terhadap siswa difokuskan pada keaktifan siswa dan minat

    siswa pada saat pembelajaran berlangsung.

    2. Wawancara, dilakukan terhadap siswa, guru dan informasi lain untuk

    menggali data tentang minat siswa terhadap kegiatan pemahaman tentang

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    21

    gejala alam dan metode yang digunakan dalam kegiatan pemahaman

    tentang gejala alam.

    Analisa tes untuk mengetahui pemahaman tentang gejala alam.

    3. Tes, dilakukan terhadap siswa untuk mengetahui pemahaman siswa

    tentang gejala (peristiwa) alam pada pembelajaran IPS. Hasil tes ini

    merupakan data primer yang digunakan peneliti.

    E. Validasi Data

    Validitas adalah keshihan data didalam suatu penelitian, hal ini data dicatat

    dalam kegiatan penelitian, harus diusahakan kemantapan kebenarannya , oleh

    karena setiap penelitian harus memilih dan menentukan cara-cara yang tepat

    untuk mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Menurut Sarwiji

    Suwandi (2009: 60) validitas isi merupakan jaminan kemantapan dan tafsir makna

    penelitiannya berdasarkan isi dan intrumen penelitian.

    Semua data yang dikumpulkan hendaknya mencerminkan apa yang

    sebenarnya diukur atau diteliti. Agar data yang didapat valid maka pengujiannya

    menggunakan validitas isi. Untuk instrumen yang berbentuk tes, pengujian

    validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan.

    Untuk data tentang penerapan model kooperatif tipe STAD menggunakan

    validitas isi yaitu tes yang akan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman

    tentang gejala (peristiwa) alam harus sesuai dengan indikator/tujuan

    pembelajaran serta materi pembelajaran. Pengujian validitas isi juga

    dibandingkan dengan tujuan pembelajaran khusus.

    F. Analisis Data

    Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model

    analisis kulitatif dengan model interaktif Miles & Huberman. Menurut Sugiyono

    (2003:91) model analisis interaktif mempunyai tiga buah komponen pokok, yaitu

    reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Aktivitasnya

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    22

    dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu

    proses siklus.

    1. Reduksi data yaitu proses menyeleksi data awal, memfokuskan,

    menyederhanakan dan mengabstraksi data kasar yang ada dalam fieldnote.

    Proses ini berlangsung terus sepanjang pelaksanaan penelitian. Data reduksi

    adalah suatu bntuk analisis ang mempertegas, memperpendek, membuat fokus,

    membuang hal-hal yang tidak penting, dan mengatur data sedemikian rupa

    sehingga kesimpulan akhir dilakukan. Proses ini berakhir sampai laporan akhir

    penelitian selesai ditulis.

    2. Sajian data adalah suatu rangkaian organisasi informasi yang memungkinkan

    penelitian dapat dilakukan. Dengan melihat penyajian data, maka akan

    dimengerti apa yang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu

    pada analisis ataupun tindakan lain berdasarkan pengertian tersebut, dalam hal

    ini penyajian data meliputi berbagai jenis matriks, gambar, jaringan kerja dan

    tabel.

    Penarikan kesimpulan, apabila dalam tahapan ini ditemukan data yan

    akurat, maka peneliti tidak segan-segan untuk melakukan penyimpulan ulang.

    Peneliti dalam hal ni bersifat terbuka dan skeptis, namun demikian akan

    meningkat secara eksplisit dan memiliki landasan yang kuat. Kesimpulan akhir

    tidak akan terjadi sampai proses pengumpulan data berakhir. Untuk lebih

    jelasnya, proses analisis interaktif dari gambar 3.1 berikut ini:

    Gambar 3.1. Model Analisis Data Kualitatif Miles dan Huberman (2009: 20)

    Pengumpulan data Sajian data

    Penarikan simpulan

    (verivikasi)

    Reduksi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    23

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    24

    G. Indikator Keberhasilan

    Indikator kinerja merupakan rumusan kinerja yang akan dijadikan acuan

    dalam menentukan keberhasilan atau keefektifan penelitian. Dalam penelitian ini

    yang menjadi indikator kinerja adalah: apabila 75% dari jumlah siswa kelas VI

    mencapai nilai KKM, sedangkan nilai KKM untuk pemahaman tentang gejala

    alam adalah 65,00.

    H. Prosedur Penelitian

    Prosedur penelitian ini adalah suatu rangkaian tahaptahap penelitian dari

    awal sampai akhir. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh

    peneliti. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas dapat dilihat pada gambar 3.2

    berikut ini:

    Siklus I

    Siklus II

    Gambar 3.2 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2006 : 74).

    Permasalahan

    Permasahan baru hasil refleksi

    Apabila permasalahan belum selesai

    Perencanaan

    Pelaksanaan tindakan I

    Refleksi Pengamatan pengumpulan data I

    Perencanaan tindakan siklus II

    Pelaksanaan tindakan II

    Refleksi II

    Dilanjutkan ke siklus berikutnya

    Pengamatan pengumpulan data

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    25

    Keterangan:

    1. Siklus I

    a. Rencana Tindakan.

    Berdasarkan hasil identifikasi dan penetapan masalah, peneliti kemudian

    mengajukan alternatif pemecahan masalah, yaitu penggunaan model kooperatif

    dalam pembelajaran pemahaman tentang gejala alam. Pada tahap ini peneliti

    menyajikan datadata yang telah dikumpulkan kemudian bersama guru

    menentukan solusi yang tepat masalah yang dihadapi.

    b. Pelaksanaan Tindakan

    Keseluruhan tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini bertujuan

    untuk mengadakan perbaikan terhadap proses pembelajaran pemahaman tentang

    gejala alam yang selama ini berjalan kurang efektif .Upaya yang yang dilakukan

    dalam pelaksanaan tindakan ini adalah dengan penggunaan model kooperatif tipe

    STAD. Penggunaan model kooperatif tipe STAD ini dimaksudkan untuk

    menarik minat dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran pemahaman

    tentang gejala alam di kelas sehingga kemampuan pemahaman tentang gejala

    alam yang dimiliki dapat meningkat. Dalam setiap tindakan yang dilakukan selalu

    diikuti dengan kegiatan pemantauan dan evaluasi serta analisis dan refleksi. Pada

    tahap ini peneliti peneliti mengadakan pemantauan apakah tindakan yang telah

    dilakukan dapat mengatasi masalah yang ada.Selain itu, pemantauan dilakukan

    untuk mengumpulkan data-data yang nantinya diolah untuk menentukan tindakan

    yang akan dilakukan selanjutnya.

    c. Pemantauan dan Evaluasi Tindakan.

    Pemantauan dilakukan untuk memonitor segala kegiatan yang terjadi

    dalam kelas. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai partisipasif dimana peneliti

    berada dalam lokasi penelitian namun tidak berperan aktif ( hanya mengamati dan

    mencatat segala aktivitas dalam proses pembelajaran pemahaman tentang gejala

    alam ) ketika proses pembelajaran berlangsung. Setelah itu peneliti mengolah

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    26

    data mengenai kelebihan dan kelemahan proses pembelajaran sehingga dapat

    disajikan pada guru.

    1. Analisis dan Refleksi Tindakan.

    Pada tahap ini peneliti menganalisis /mengolah data yang telah dikumpulkan kemudian menyajikannya padaguru. Kemudian peneliti dan guru mengadakan diskusi untuk menentukan langkahlangkah perbaikan ( solusi pemecahan masalah ) dalam pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Setelah itu baru diambil kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan berhasil atau tidak berhasil sehingga dapat diketahui langkah selanjutnya.

    2. Siklus II

    a. Rencana Tindakan.

    Berdasarkan hasil identifikasi dan penetapan masalah, peneliti kemudian

    mengajukan alternatif pemecahan masalah, yaitu penggunaan model kooperatif

    dalam pembelajaran pemahaman tentang gejala alam. Pada tahap ini peneliti

    menyajikan datadata yang telah dikumpulkan kemudian bersama guru

    menentukan solusi yang tepat masalah yang dihadapi.

    b. Pelaksanaan Tindakan

    Keseluruhan tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini bertujuan

    untuk mengadakan perbaikan terhadap proses pembelajaran pemahaman tentang

    gejala alam yang selama ini berjalan kurang efektif .Upaya yang yang dilakukan

    dalam pelaksanaan tindakan ini adalah dengan penggunaan model kooperatif tipe

    STAD. Penggunaan model kooperatif tipe STAD ini dimaksudkan untuk

    menarik minat dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran pemahaman

    tentang gejala alam di kelas sehingga kemampuan pemahaman tentang gejala

    alam yang dimiliki dapat meningkat. Dalam setiap tindakan yang dilakukan selalu

    diikuti dengan kegiatan pemantauan dan evaluasi serta analisis dan refleksi. Pada

    tahap ini peneliti peneliti mengadakan pemantauan apakah tindakan yang telah

    dilakukan dapat mengatasi masalah yang ada.Selain itu, pemantauan dilakukan

    untuk mengumpulkan data-data yang nantinya diolah untuk menentukan tindakan

    yang akan dilakukan selanjutnya.

    c. Pemantauan dan Evaluasi Tindakan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    27

    Pemantauan dilakukan untuk memonitor segala kegiatan yang terjadi

    dalam kelas. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai partisipasif dimana peneliti

    berada dalam lokasi penelitian namun tidak berperan aktif ( hanya mengamati dan

    mencatat segala aktivitas dalam proses pembelajaran pemahaman tentang gejala

    alam ) ketika proses pembelajaran berlangsung. Setelah itu peneliti mengolah

    data mengenai kelebihan dan kelemahan proses pembelajaran sehingga dapat

    disajikan pada guru.

    2. Analisis dan Refleksi Tindakan.

    Pada tahap ini peneliti menganalisis /mengolah data yang telah dikumpulkan kemudian menyajikannya padaguru. Kemudian peneliti dan guru mengadakan diskusi untuk menentukan langkahlangkah perbaikan ( solusi pemecahan masalah ) dalam pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Setelah itu baru diambil kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan berhasil atau tidak berhasil sehingga dapat diketahui langkah selanjutnya

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    28

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    A. HASIL PENELITIAN

    1. Kondisi Awal (Prasiklus)

    Sebelum diadakan tindakan siklus, peneliti telah melakukan tidakan

    prasiklus sebagai tes awal. Hasil tes awal digunakan untuk mengetahui hasil

    belajar awal siswa kelas VI dalam mata pelajaran IPS materi tentang gejala alam

    serta sebagai dasar tolok ukur hasil belajar setelah diadakan siklus I dan II. Selain

    itu, nilai awal juga digunakan sebagai skor awal untuk menentukan perhitungan

    skor perkembangan individu dan skor kelompok dalam model pembelajaran

    kooperatif tipe Student Teams Achievement Division. Nilai hasil prasiklus siswa

    kelas VI sebelum diadakan tindakan dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut ini:

    Tabel 4.1. Data Frekuensi Nilai Prasiklus Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2 Karangmalang Sragen

    No Interval

    Nilai Fi Xi Xi . Fi Persentase Keterangan 1 36-40 1 37,5 37,5 7,14% Tidak Tuntas 2 41-45 2 42,5 85 14,29% Tidak Tuntas 3 46-50 0 47,5 0 0,00% Tidak Tuntas 4 51-55 2 52,5 105 14,29% Tidak Tuntas 5 56-60 4 57,5 230 28,57% Tidak Tuntas 6 61-65 0 62,5 0 0,00% Tidak Tuntas 7 66-70 2 67,5 135 14,29% Tuntas 8 71-75 1 72,5 72,5 7,14% Tuntas 9 75-80 2 77,5 155 14,29% Tuntas

    Jumlah 14 820 100,00% Rata- rata 58,57 Ketuntasan Klasikal 35,71%

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    29

    Berdasarkan tabel 4.1 di atas dapat, maka dapat disajikan dalam bentuk

    grafik gambar 4.1 berikut ini:

    Gambar 4.1. Grafik Nilai Prasiklus Siswa Kelas VI SDN Guworejo 2

    Karangmalang Sragen

    Nilai tentang materi gejala alam prasiklus siswa kelas VI SDN

    Guworejo 2 pada tabel 4.1 dan gambar 4.1 di atas menunjukkan siswa yang

    mendapat nilai dalam interval 36-40 sebanyak 1 siswa (7,14%), interval nilai

    41-45 terdapat 2 siswa (14,29%), interval nilai 46-50 tidak ada, interval nilai

    51-55 sejumlah 2 siswa (14,29%), interval nilai 56-60 sejumlah 4 siswa

    (28,57%), interval nilai 61-65 tidak ada, interval nilai 66-70 sejumlah 2 siswa

    (14,29%), interval nilai 71-75 sejumlah 1 siswa (7,14%), dan terdapat 2 siswa

    (14,29%) mendapat nilai dalam interval 76-80. Nilai rata-rata kelas adalah

    58,57 dengan ketuntasan klasikal sebanyak 5 siswa (35,71%) dari 14 siswa.

    Hasil ini menunjukkan hasil nilai pada kondisi awal masih rendah sehingga

    perlu diupayakan peningkatan.

    Berdasarkan kondisi awal tersebut, selanjutnya guru dan peneliti

    melakukan diskusi untuk mencari solusi permasalahan yang terdapat dalam

    pelaksanaan pembelajaran tentang gejala alam, sehingga dicapailah

    kesepakatan bahwa peneliti akan melakukan penelitian tindakan kelas dengan

    judul Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan

    Pemahaman tentang Gejala (Peristiwa) Alam pada Siswa Kelas VI SDN

    27

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    30

    Guworejo 2 Karangmalang Sragen Tahun Ajaran 2011/2012. Penerapan

    tindakan ini difokuskan pada hasil nilai pembelajaran IPS tentang gejala

    (peristiwa) alam dan jumlah ketuntasan belajar siswa dengan menggunakan

    model kooperatif tipe STAD harus mencapai 75% dari jumlah siswa.

    2. Siklus I

    Tindakan siklus I dilaksanakan dua 2 pertemuan, yaitu pada tanggal 10

    Februari 2012 dan 17 Februari 2012. Alokasi waktu pada masing-masing

    pertemuan adalah 2 x 35 menit. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus 1

    adalah sebagai berikut:

    a. Perencanaan

    Kegiatan perencanaan siklus I dimulai dengan kegiatan pengamatan

    terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Berdasarkan

    pengamatan pada mata pelajaran IPS materi gejala (peristiwa) alam dari

    keseluruhan siswa yang berjumlah 14 terdapat 5 siswa atau 35,71% sudah

    mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 65. Setelah dilaksanakan

    pemeriksaan, sebagian besar siswa belum dapat memahami dan memaknai

    materi gejala (peristiwa) alam yang diajarkan oleh guru. Dari hasil

    pengamatan tersebut, diadakan diskusi sekaligus konsultasi dengan guru kelas

    VI untuk mencari alternatif pemecahan agar dapat meningkatkan hasil belajar

    IPS pada siswa kelas VI. Dari diskusi tersebut diperoleh kesepakatan bahwa

    pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan dalam 2 pertemuan dengan alokasi

    waktu tiap pertemuan 2 x 35 menit yaitu pada hari Rabu tanggal 12 Mei 2012

    dan hari Sabtu tanggal 15 April 2012. Salah satu alternatif pemecahan yang

    dapat dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran dengan mengaktifkan

    siswa, yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

    Achievement Division.

    Dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD

    2006 Kelas VI, peneliti melakukan langkah-langkah perencanaan

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    31

    pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe

    Student Teams Achievement Division sebagai berikut:

    1) Memilih Kompetensi Dasar atau yang sesuai dengan pokok bahasan

    koperasi. Alasan memilih Kompetensi Dasar atau indikator tersebut

    adalah :

    a) Kompetensi dasar koperasi tersebut nantinya dapat diterapkan dalam

    kehidupan sehari-hari siswa.

    b) Pemilihan kompetensi dasar koperasi didasarkan pada kurikulum yang

    berlaku dan sesuai dengan harapan masyarakat terhadap hasil belajar

    siswa.

    2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

    Rencana Pembelajaran disusun 2 kali pertemuan masing-masing

    pertemuan 2 jam pelajaran atau 2 x 35 menit yang dilaksanakan pada

    tanggal 10 dan 17 Februari 2012. Perencanaan RPP mencakup penentuan:

    Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, indikator, media, metode, sumber

    pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan sistem penilaian.

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlampir.

    3) Mempersiapkan Fasilitas dan Sarana Pendukung

    Fasilitas dan sarana pendukung yang perlu disiapkan untuk pelaksanaan

    pembelajaran adalah:

    a) Ruang belajar

    Ruang belajar yang digunakan adalah ruang kelas yang biasa

    digunakan setiap hari. Kursi diatur sedemikian rupa, bisa per individu atau

    bisa dibuat kelompok, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman.

    b) Buku sumber belajar

    Buku mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang digunakan sebagai

    buku acuan belajar adalah Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI kelas 6.

    b. Pelaksanaan Tindakan

    Dalam tahapan ini guru melaksanakan pembelajaran dengan

    menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    32

    Division dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun

    sebelumnya. Siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan.

    1) Pertemuan I

    Pertemuan ke I dilaksanakan hari Jumat tanggal 10 Februari 2012.

    Pembelajaran direncanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe

    Student Team Achievement Division. Pada pertemuan ini materi yang

    dipelajari adalah macam-macam gejala alam dan dampak gejala (peristiwa)

    alam.

    Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin

    berdoa, lalu guru melanjutkan dengan kegiatan presensi. Guru memberikan

    apersepsi dengan menanyakan pelajaran yang telah diketahui siswa yaitu

    tentang bencana alam. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan

    dicapai secara sederhana kepada siswa. Tujuan pembelajaran pada pertemuan

    ini adalah menyebutkan gejala alam, mendeskripsikan akibat geala alam, dan

    meyebutkan contoh-contoh gejala alam yang pernah terjadi di Indonesia. Guru

    mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan pengetahuan yang telah

    dimiliki siswa melalui tanya jawab. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan

    dari guru. Guru membagi 14 siswa menjadi 3 kelompok secara heterogen

    (campuran menurut tinggi rendah prestasi siswa dan jenis kelamin), jadi setiap

    kelompok beranggotakan 4-5 siswa.

    Pada kegiatan inti terdapat 3 tahapan dalam pembelajaran kooperatif

    tipe Student Teams Achievement Division yaitu tahap penyajian materi, tahap

    kerja kelompok, dan tahap tes individu. Pada tahap penyajian materi dilakukan

    guru secara klasikal, kegiatannya adalah: siswa menyimak penjelasan guru

    tentang gejala alam, melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai macam-

    macam gejala alam, salah satu siswa disuruh maju untuk mendeskripsikan

    gejala alam melalui gambar, serta guru memberi orientasi tugas yang akan

    dikerjakan setiap kelompok dengan model pembelajaran kooperatif tipe

    Student Teams Achievement Division. Tahap kerja kelompok kegiatannya

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    33

    adalah setiap kelompok Student Teams Achievement Division diberi lembar

    tugas sebagai bahan yang dipelajari lalu semua anggota kelompok saling

    berdiskusi mengenai macam-macam gejala alam dan dampaknya. Dalam kerja

    kelompok, setiap siswa saling berbagi tugas dan membantu memberikan

    penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memehami materi yang

    dibahas. Hasil diskusi ditulis pada lembar hasil diskusi atau lembar kerja

    siswa. Lembar hasil diskusi dikumpulkan pada guru sebagai hasil kelompok.

    Pada tahap ini peran guru yaitu memantau, mengarahkan, dan membimbing

    siswa selama diskusi berlangsung. Tahap selanjutnya yaitu tahap tes individu.

    Guru membagikan soal tes individu mengenai materi yang telah dibahas pada

    pertemuan ini. Siswa mengerjakan soal tes dengan kemampuan masing-

    masing. Tahap perhitungan skor individu dan kelompok pada hasil tes ini

    dilakukan guru setelah proses pembelajaran dan tahap pemberian penghargaan

    kelompok akan diumumkan pada pertemuan berikutnya.

    Kegiatan akhir pembelajaran diisi dengan pembahasan soal tes

    individu, tanya jawab untuk mengulas kembali materi pembelajaran pada

    pertemuan ini, penarikan kesimpulan dan guru memberikan refleksi materi

    dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tindak lanjut guru

    memberikan pekerjaan rumah untuk siswa. Setelah itu, guru menutup

    pembelajaran IPS.

    2) Pertemuan II

    Pertemuan ke II dilaksanakan hari Jumat tanggal 17 Februari 2012.

    Pembelajaran direncanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe

    Student Team Achievement Division. Pada pertemuan ini materi yang

    dipelajari adalah macam-macam gejala alam.

    Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin

    berdoa, lalu guru melanjutkan dengan kegiatan presensi. Guru melakukan

    tanya jawab berkaitan tentang materi pembelajaran pada pertemuan

    sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

    secara sederhana kepada siswa. Tujuan pembelajaran pada pertemuan ini

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    34

    adalah menyebutkan macam-macam gejala alam. Guru mengaitkan materi

    yang akan dipelajari dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Guru

    mengatur posisi tempat duduk kelompok, dan siswa duduk dengan anggota

    kelompoknya masing-masing.

    Pada kegiatan inti terdapat 3 tahapan dalam pembelajaran kooperatif

    tipe Student Teams Achievement Division yaitu tahap penyajian materi, tahap

    kerja kelompok, dan tahap tes individu. Pada tahap penyajian materi dilakukan

    guru secara klasikal, kegiatannya adalah: guru memberi penjelasan singkat

    mengenai manfaat koperasi dan guru memberi orientasi tugas yang akan

    dikerjakan setiap kelompok dengan model pembelajaran kooperatif tipe

    Student Teams Achievement Division. Tahap kerja kelompok kegiatannya

    adalah setiap kelompok STAD diberi lembar tugas sebagai bahan yang

    dipelajari lalu semua anggota kelompok saling berdiskusi mengenai tujuan

    dan asas koperasi. Dalam kerja kelompok, setiap siswa saling berbagi tugas

    dan membantu memberikan penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat

    memehami materi yang dibahas. Hasil diskusi ditulis pada lembar hasil

    diskusi atau lembar kerja siswa. Lembar hasil diskusi dikumpulkan pada guru

    sebagai hasil kelompok. Pada tahap ini guru berperan sebagai motivator dan

    fasilitator dalam membimbing siswa selama diskusi berlangsung. Tahap

    selanjutnya yaitu tahap tes individu. Guru membagikan soal tes individu

    mengenai materi yang telah dibahas. Siswa mengerjakan soal tes dengan

    kemampuan masing-masing. Tahap perhitungan skor individu dan kelompok

    pada hasil tes ini dilakukan guru setelah proses pembelajaran.

    Kegiatan akhir pembelajaran diisi dengan pembahasan soal tes

    individu, penarikan kesimpulan materi, guru memberikan refleksi materi

    dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari, dan tahap pemberian

    penghargaan kelompok pada pertemuan I. Sebagai tindak lanjut guru memberi

    pesan-pesan agar selalu rajin belajar dan memberikan pekerjaan rumah. Guru

    menutup pembelajaran IPS.

    c. Observasi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    35

    Pada tahap observasi dilaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan

    pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

    Student Teams Achievement Division dilaksanakan dengan menggunakan

    lembar observasi. Lembar observasi diarahkan pada poin-poin dalam pedoman

    yang telah dirumuskan oleh peneliti dengan guru kelas. Observasi ini

    dilakukan untuk memperoleh data mengenai kesesuaian pelaksanaan

    pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dengan

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun serta untuk

    mengetahui seberapa besar pembelajaran dengan model kooperatif tipe

    Student Teams Achievement Division dapat menghasilkan perubahan pada

    hasil belajar IPS tentang materi gejala alam siswa kelas VI SDN Guworejo 2

    Karangmalang Sragen. Uraian observasi tiap pertemuan pada siklus I sebagai

    berikut :

    Pertemuan I

    1) Kegiatan Siswa

    a) Kedisiplinan siswa dalam kriteria sangat baik, b) keaktifan siswa

    dalam kriteria kurang, c) kemampuan siswa melakukan diskusi dalam kriteria

    kurang, d) keterampilan kooperatif siswa dalam kriteria kurang, e)

    kenampakan sifat kooperatif pada saat melakukan diskusi dalam kriteria baik,

    f) kemampuan siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi dalam kriteria baik,

    g) keadaan siswa dengan lingkungan belajarnya dalam kriteria sangat baik, h)

    kemampuan siswa dalam mengerjakan evaluasi dalam kriteria baik.

    2) Proses Pembelajaran Oleh Guru

    a) Persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dalam kriteria

    baik, b) kegiatan apersepsi dalam kriteria kurang, c) pengelolaan kelas dalam

    kriteria baik, d) pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran dalam kriteria

    kurang, e) kegiatan penyampaian materi melalui pembelajaran kooperatif tipe

    STAD dalam kriteria baik, f) kegiatan tanya jawab dalam kriteria kurang, g)

    diskusi dan penjelasan konsep dalam kriteria kurang, h) perhatian guru

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    36

    terhadap siswa dalam kriteria baik, i) pengembangan aplikasi dalam kriteria

    baik, j) kemampuan menutup pelajaran dalam kriteria sangat baik.

    Rata-rata hasil observasi proses pembelajaran oleh guru pada siklus I

    pertemuan I adalah 2,93. Tabel hasil observasi proses pembelajaran oleh guru

    dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 80.

    Pertemuan II

    1) Kegiatan Siswa

    a) Kedisiplinan siswa dalam kriteria sangat baik, b) keaktifan siswa

    dalam kriteria baik, c) kemampuan siswa melakukan diskusi dalam kriteria

    baik, d) keterampilan kooperatif siswa dalam kriteria kurang, e) kenampakan

    sifat kooperatif pada saat melakukan diskusi dalam kriteria baik, f)

    kemampuan siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi dalam kriteria baik, g)

    keadaan siswa dengan lingkungan belajarnya dalam kriteria sangat baik, h)

    kemampuan siswa dalam mengerjakan evaluasi dalam kriteria baik.

    2) Proses Pembelajaran Oleh Guru

    a) Persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dalam kriteria

    baik, b) kegiatan apersepsi dalam kriteria kurang, c) pengelolaan kelas dalam

    kriteria baik, d) pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran dalam kriteria

    baik, e) kegiatan penyampaian materi melalui pembelajaran kooperatif tipe

    STAD dalam kriteria baik, f) kegiatan tanya jawab dalam kriteria kurang, g)

    diskusi dan penjelasan konsep dalam kriteria baik, h) perhatian guru terhadap

    siswa dalam kriteria baik, i) pengembangan aplikasi dalam kriteria baik, j)

    kemampuan menutup pelajaran dalam kriteria sangat baik.

    Rata-rata hasil observasi proses pembelajaran oleh guru pada siklus I

    pertemuan II adalah 3,12. Tabel hasil observasi proses pembelajaran oleh guru

    dapat dilihat pada lampiran 10 halaman 91.

    Hasil pengamatan terhadap siswa pada siklus I menunjukkan adanya

    peningkatan pada keaktifan siswa dan kemampuan siswa melakukan diskusi.

    Itu berarti peran dan