of /
PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI Studi Kasus pada Siswa Kelas XI IPS SMA Santa Maria, Yogyakarta SKRIPSI DiajukanUntukMemenuhi Salah SatuSyarat MemperolehGelarSarjanaPendidikan Program StudiPendidikanAkuntansi DisusunOleh: Agnes Amarielliana Satya Dharma NIM : 051334023 PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW · PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI Studi Kasus pada Siswa Kelas

  • Author
    others

  • View
    18

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW · PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK...

  • PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW

    UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

    DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI

    Studi Kasus pada Siswa Kelas XI IPS SMA Santa Maria, Yogyakarta

    SKRIPSI

    DiajukanUntukMemenuhi Salah SatuSyarat

    MemperolehGelarSarjanaPendidikan

    Program StudiPendidikanAkuntansi

    DisusunOleh:

    Agnes Amarielliana Satya Dharma

    NIM : 051334023

    PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

    JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2011

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • i

    PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW

    UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

    DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI

    Studi Kasus pada Siswa Kelas XI IPS SMA Santa Maria, Yogyakarta

    SKRIPSI

    DiajukanUntukMemenuhi Salah SatuSyarat

    MemperolehGelarSarjanaPendidikan

    Program StudiPendidikanAkuntansi

    DisusunOleh:

    Agnes Amarielliana Satya Dharma

    NIM : 051334023

    PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

    JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2011

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iv

    PERSEMBAHAN

    Kupersembahkan karyaku ini kepada

    Tuhan Yesus Kristus yang selalu membimbing, menerangi setiap langkahku, dan pegangan hidupku

    Bunda Maria cahaya hidupku dan selalu melindungiku

    My lovely parents n My lovely sister “mb.Lia” atas cinta dukungan dan doa yang dicurahkan untukku

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • v

    MOTTO

    Pengalaman adalah guru yang tegas, karena ia menguji dahulu, baru mengajarkan.

    -Aturan Vernon Saunders-

    Orang yang mencoba melakukan sesuatu dan gagal jauh lebih baik ketimbang

    mereka yang nggak berbuat apa-apa, tapi sukses.

    -Ron Herron-

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vi

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

    Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

    memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

    kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

    Yogyakarta, 19 Mei 2011

    Penulis

    Agnes Amarilelliana Satya Dharma

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • viii

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan

    Maha Kasih atas segala limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat

    menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Penerapan Metode Kooperatif

    Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dalam Pembelajaran

    Ekonomi”. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat

    memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi.

    Penulisan Skripsi ini terwujud berkat bantuan dan kerjasama dari berbagai

    pihak yang telah berkenan membimbing, membantu, dan memotivasi penulis.

    Untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih

    kepada :

    1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu melimpahkan berkat-Nya sehingga skripsi

    ini dapat terselesaikan dengan lancar.

    2. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan

    Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    3. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan

    Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    4. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi

    Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    5. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si. selaku dosen pembimbing yang

    dengan penuh pengertian hati memberikan bimbingan, kritik, saran serta

    motivasi dalam penulisan skripsi ini.

    6. Bapak Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si. selaku dosen penguji yang telah

    memberikan masukan, bimbingan dan saran dalam merevisi skripsi ini.

    7. Bapak Agustinus Heri Nugroho, S.Pd., M.Si. selakudosen penguji yang

    telah memberikan masukan, bimbingan dan saran dalam merevisi skripsi

    ini.

    8. Dosen-dosenku yang baik : ”Pak Wid, Pak Heri, Pak Ruby, Bu Cornel, Bu

    Catur, Bu Prem, Bu Indah” terimakasih atas ilmu dan didikan yang telah

    diberikan pada saya selama ini.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ix

    9. Staff sekretariat Pendidikan Akuntansi : Mbak Aris dan Bapak Wawiek atas

    bantuan dalam mengurusi kepentingan-kepentingan mahasiswa.

    10. Bapak YB. Subagyo S.Pd. selaku guru partner yang telah bersedia

    bekerjasama dalam melakukan penelitian

    11. Bapak dan ibuku yang telah berjuang selama ini sehingga penulis dapat

    menyelesaikan kuliah, serta atas cinta, kasih sayang, semangat, doa dan

    dukungan yang tiada henti. “Love You”

    12. Mbakku satu-satunya “mb.amel”, walaupun sering berselisih paham tetapi

    tetap baik hati membelikan laptop untuk memperlancar skripsi, selalu

    memberikan dukungan, doa dan kasih sayang yang tiada henti. “Love you

    Sist, you are the best in my life”

    13. Buat semua saudara-saudaraku : mbak dewi, mbak maya, mbak ryan mbak

    kiki, mbak bela buat doanya dan dukungannya.

    14. Buat melon, tami, mbak angga yang selalu ngasih dukungan meski dah gag

    ketemu.

    15. Villa dan Arnon “pasangan aneh” yang sudah membantu banyak dalam

    membuat video dan power point.

    16. Tyas pranoto terima kasih buat semua bantuan yang sudah diberikan dari

    awal penelitian hingga akhir “maaf dek dah membuat repot dirimu, thanks a

    lot”

    17. Copy piun yang membantu mengambil gambar saat penelitian, yansen yang

    nemenin di kampus.

    18. Tetangga baruku yang terima kasih untuk pinjaman motornya.

    19. Sahabat-sahabatku: terima kasih atas dukungan, semangat, canda tawa yang

    selalu menghiburku dikala mengalami kepenatan dalam menyusun skripsi

    ini dan atas sumbang saran dan bantuannya sehingga aku dapat

    menyelesaikan skirpsi ini.

    20. Rekan-rekan seperjuanganku angkatan 2005 Program Studi Pendidikan

    Akuntansiatas bantuan, dukungan kerjasama serta semangat yang telah

    diberikan dalam proses penyempurnaan skripsi ini dan atas semua

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xi

    ABSTRAK

    PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK

    MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM

    PEMBELAJARAN EKONOMI

    Studi Kasus Pada Siswa Kelas XI IPS I SMA Santa Maria Yogyakarta

    Agnes Amarielliana Satya Dharma

    Universitas Sanata Dharma

    2011

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model

    pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi belajar siswa

    dalam pembelajaran ekonomi. Penerapan model pembelajaran ini dilakukan pada

    pokok bahasan perdagangan internasional. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa

    kelas XI di SMA Santa Maria Yogyakarta. Waktu penelitian tanggal 29 Januari

    2011.

    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian

    tindakan kelas ini terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi,

    dan refleksi. Adapun instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah

    lembar observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan

    dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi kegiatan

    siswa, lembar observasi kegiatan kelas, lembar observasi kegiatan guru dalam

    proses pembelajaran, instrumen pengamatan kelas, lembar observasi kegiatan

    belajar siswa dalam kelompok, dan instrumen refleksi. Analisis hasil penelitian

    dilakukan dengan berdasarkan analisis deskriptif.

    Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model

    pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mampu meningkatkan motivasi belajar siswa

    dalam pembelajaran ekonomi. Kondisi motivasi siswa setelah penelitian adalah

    sebagai berikut: 4 siswa (19,05%) mempunyai motivasi yang sangat tinggi, 16

    siswa (76,19%) mempunyai motivasi tinggi dan 1 siswa (4,76%) mempunyai

    motivasi cukup. Sementara penelitian kondisi motivasi belajar siswa sebelum

    penelitian ini adalah sebagai berikut: 11 siswa (52,38%) mempunyai motivasi

    tinggi, 9 siswa (42,86) mempunyai motivasi cukup dan 1 siswa (4,76%)

    mempunyai motivasi rendah.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xii

    ABSTRACT

    THE APPLICATION OF COOPERATIVE METHODS TYPE JIGSAW

    IN INCREASING THE STUDENTS MOTIVATION

    IN LEARNING ECONOMICS

    A Case Study on The Students of the 11th

    Grade of 1st Social Class

    at Santa Maria Senior High School Yogyakarta

    Agnes Amarielliana Satya Dharma

    Sanata Dharma University

    2011

    The objective of this research is to find out the application of cooperative

    methods type jigsaw in increasing the students’ motivation in learning the

    economics. The application of learning model was implemented on the students of

    International Commerce Subjects and it was held on January 29th

    , 2011 to the

    students of the 11th Grade of 1st Social Class at Santa Maria Senior High School

    Yogyakarta.

    This research is a class action research. The implementation of research

    consists of four stages, they are: planning, action, observation, and reflection. The

    instruments of the study in this research are observation sheets, questionnaire, and

    documentation. The data collected from the sheet of teacher’s activity

    observation, the sheet of students’ activity observation, the class activity

    observation, the sheet of teacher’s observation during the learning process, the

    instruments of class observation, the sheet of students’ learning activity in group,

    and reflection instrument. The result of research analysis is done through the

    descriptive analysis.

    The conclusion of the result is that the application of cooperative learning

    model type JIGSAW is able to increase the students’ learning motivation in

    economics. The condition of students’ motivation after research are: 4 students

    (19,05%) have very high motivation, 16 students (76,19%) have high motivation

    and 1 student (4,76%) has enough motivation. Meanwhile, the condition before

    research is: 11 students (52,38%) have high motivation, 9 students (42,86%) have

    enough motivation and 1 student (4,76) has low motivation.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

    HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ ii

    HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv

    MOTTO ......................................................................................................... v

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... vi

    PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ......................................... vii

    KATA PENGANTAR ................................................................................... viii

    ABSTRAK ..................................................................................................... xi

    ABSTRACT .................................................................................................... xii

    DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii

    BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1

    A. LatarBelakangMasalah ........................................................... 1

    B. IdentifikasiMasalah ................................................................ 4

    C. RumusanMasalah ................................................................... 4

    D. TujuanPenelitian .................................................................... 4

    E. ManfaatPenelitian .................................................................. 5

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................. 6

    A. PengertianPenelitianTindakanKelas (PTK) ........................... 6

    B. Ruang Lingkup Pembelajaran Kooperatif .............................. 10

    C. PembelajaranKooperatifTipeJigsaw ...................................... 19

    D. Motivasi Belajar Siswa .......................................................... 25

    E. Kerangka Berfikir................................................................... 27

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................ 30

    A. JenisPenelitian ........................................................................ 30

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiv

    B. LokasidanWaktuPenelitian .................................................... 30

    C. SubjekdanObjekPenelitian ..................................................... 31

    D. ProsedurPenelitian.................................................................. 31

    E. InstrumenPenelitian................................................................ 35

    1. Perencanaan ...................................................................... 35

    2. Tindakan ........................................................................... 36

    3. Observasi .......................................................................... 37

    F. PengumpulandanAnalisis Data ............................................... 38

    1. Analisis deskriptif ............................................................. 38

    2. Analisistingkatmotivasibelajarsiswa ................................. 39

    BABIV GAMBARAN UMUM SEKOLAH ............................................ 40

    A. Sejarah Sekolah ...................................................................... 40

    B. Tujuan, VisidanMisi SMA Santa Maria Yogyakarta .............. 41

    1. Tujuan SMA Santa Maria Yogyakarta ............................. 41

    2. Visi SMA Santa Maria Yogyakarta .................................. 43

    3. Misi SMA Santa Maria Yogyakarta ................................. 44

    C. SistemPendidikan di SMA Santa Maria Yogyakarta .............. 45

    D. Kurikulum SMA Santa Maria Yogyakarta.............................. 46

    E. Organisasi SMA Santa Maria Yogyakarta .............................. 47

    F. SumberDayaManusia SMA Santa Maria Yogyakarta ............ 49

    G. Siswa SMA Santa Maria Yogyakarta...................................... 49

    H. KondisiFisik, lingkunganSekolahdanFasilitas

    SMA Santa Maria Yogyakarta ................................................ 50

    I. Proses BelajarMengajar SMA Santa Maria Yogyakarta ......... 52

    J. FasilitasPendidikandanLatihan

    SMA Santa Maria Yogyakarta ................................................ 53

    K. KomiteSekolah SMA Santa Maria .......................................... 55

    L. HubunganAntara SMA Santa Maria Yogyakarta dengan

    Instansi lain ............................................................................. 56

    M. Usaha- Usaha PeningkatanKualitasKelulusan ........................ 57

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xv

    1. Matrikulasi ........................................................................ 57

    2. Conversation .................................................................... 57

    3. Tourist Hunting ................................................................. 58

    4. In Group ............................................................................ 58

    5. Retret ................................................................................. 58

    BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN ........................... 59

    A. Deskripsi Penelitian................................................................. 59

    1. Observasi Pra Penelitian .................................................... 59

    2. Pelaksanaan Penelitian ...................................................... 68

    B. AnalisisMotivasiSiswaSebagaiDampakPenerapan

    MetodeKoopertaifTipeJigsaw Pada

    Mata PelajaranEkonomi .......................................................... 86

    BAB VI KESIMPULAN. KETERBATASAN PENELITIAN,

    DAN SARAN

    A. Kesimpulan.............................................................................. 90

    B. Keterbatasan Penelitian .......................................................... 90

    C. Saran ........................................................................................ 91

    DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 92

    LAMPIRAN ................................................................................................... 93

    Lampiran 1. Lembar Observasi Kegiatan Guru ......................................... 94

    Lampiran 1a. Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru ............................ 98

    Lampiran 1b. Lembar Observasi Kegiatan Guru ......................................... 101

    Lampiran 2. Lembar Observasi Kegiatan Siswa ....................................... 103

    Lampiran 2a. Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Siswa ........................... 105

    Lampiran 2b. Lembar Observasi Kegiatan Siswa ....................................... 106

    Lampiran 3. Lembar Observasi Kegiatan Kelas ......................................... 108

    Lampiran 3a. Kondisi Kelas Selama Proses Pembelajaran .......................... 110

    Lampiran 3b. Lembar Observasi Kegiatan Kelas ........................................ 111

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xvi

    Lampiran 4. RencanaPelaksanaanPembelajaran ........................................ 115

    Lampiran 5. Lembar Materi Bahan Ajar ................................................... 127

    Lampiran 6. Lembar Soal Bahan Ajar ....................................................... 140

    Lampiran 7. Aktivitas Guru Pada Siklus I .................................................. 145

    Lampiran 7a. Aktivitas Guru Pada Siklus I .................................................. 146

    Lampiran 8. Instrumen Pengamatan Kelas ................................................ 147

    Lampiran 8a. Instrumen Pengamatan Kelas ................................................ 148

    Lampiran 9. Instrumen Observasi Keaktifan Siswa dalam

    Proses Pembelajaran Siklus I ................................................. 149

    Lampiran 9a. Instrumen Observasi Keaktifan Siswa dalam

    Proses Pembelajaran Siklus I ................................................. 150

    Lampiran 10. InstrumenRefleksiKesan Guru Mitra Terhadap

    Perangkat Pembelajaran dan Model Pembelajaran

    Kooperatif Tipe Jigsaw .......................................................... 152

    Lampiran 11. Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Model

    Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw ................................... 153

    Lampiran 11a. Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Model

    Pembelajaran Kooperatif Tipe JigsawSiklus I ...................... 156

    Lampiran 12. Kuesioner Motivasi Belajar ................................................... 157

    Lampiran 12a. Motivasi Pra Penelitian ......................................................... 161

    Lampiran 12b. Motivasi Pra Penelitian ......................................................... 162

    Lampiran 13. Instrumen Tindakan Pengamatan Terhadap Siswa ............... 163

    Lampiran 13a. Instrumen Pengamatan Siswa ............................................... 165

    Lampiran 14. Daftar Nama kelompok ......................................................... 166

    Lampiran 15. Daftar Nilai Kuis ................................................................... 167

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Dalam kehidupan, pendidikan memang berperan penting karena

    pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan

    kualitas sumber daya manusia. Sejalan dengan perkembangan dunia

    pendidikan yang semakin pesat, lembaga pendidikan dituntut untuk lebih dapat

    menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak perhatian

    khusus diarahkan kepada perkembangan dan kemajuan pendidikan guna

    meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Salah satu cara yang dilakukan

    untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan pembaharuan sistem

    pendidikan.

    Menurut Nurhadi (2001:1), ada tiga komponen yang perlu disoroti dalam

    pembaharuan pendidikan yaitu pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas

    pembelajaran dan keefektifan metode pembelajaran. Kurikulum harus

    komprehensif dan responsif terhadap dinamika sosial, relevan, tidak overload,

    dan mampu mengakomodasi keberagaman keperluan dan kemajuan teknologi.

    Kualitas pembelajaran juga harus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas

    hasil pendidikan.

    Pada kenyataannya, meski kurikulum yang berlaku di Indonesia terus

    mengalami perbaikan untuk mewujudkan pendidikan yang baik, metode yang

    dipakai guru cenderung tetap yakni metode ceramah. Hal ini membuat siswa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 2 �

    merasa bosan, dan kesulitan dalam proses belajar. Berdasarkan hasil

    pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti pada siswa kelas XI SMA

    Santa Maria, Yogyakarta menunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah

    menyebabkan :

    1. Siswa tidak terlibat secara aktif

    Dari pengamatan peneliti, pada saat guru menjelaskan materi hanya

    ada 2-3 siswa yang terlibat aktif dalam mengikuti pelajaran, bahkan ada

    1 siswa yang asyik dengan handphone miliknya, 3-4 siswa bercerita dengan

    teman sebangkunya dan beberapa siswa lainnya hanya terdiam ataupun

    melamun.

    2. Siswa kurang berani dalam mengajukan pendapat ataupun pertanyaan pada

    saat pelajaran.

    Dalam metode ini, guru menggunakan metode ceramah dan tanya

    jawab. Sehingga pembelajaran yang berlangsung berpusat pada guru

    (teacher center) sehingga siswa hanya dapat duduk mendengarkan dan

    mencatat. Dan disini siswa menjadi kurang berani dalam mengajukan

    pendapat atau bertanya.

    3. Siswa kurang termotivasi dalam pelajaran ekonomi.

    Sebagian besar siswa mengambil jurusan IPS bukan karena benar-

    benar berminat dengan jurusan IPS, hal ini dikarenakan jurusan IPA dirasa

    lebih sulit.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 3 �

    Berdasarkan kenyataan di atas, peneliti berpendapat bahwa

    keterlambatan siswa dalam mengikuti pelajaran Ekonomi sangatlah kurang.

    Siswa juga merasa bosan dengan pembelajaran yang monoton. Kondisi

    demikian berdampak pada kualitas belajar yang meliputi kualitas proses dan

    kualitas hasil belajar yang kurang memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari nilai

    rata-rata hasil ujian tengah semester kelas XI tahun ajaran 2009/ 2010:

    Tabel 1.1

    Nilai Rata-rata Ujian Tengah Semester TA 2009/ 2010

    N0 Kelas Rata-rata Nilai Ekonomi Semester 1

    1 XI IPS 1 19,39

    2 XI IPS 2 20,34

    3 XI IPS 3 19,30

    Sumber: Data Sekunder Nilai Ekonomi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta

    Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, peneliti tertarik untuk

    mengadakan penelitian dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif

    khususnya tipe jigsaw pada mata pelajaran ekonomi. Metode jigsaw

    merupakan metode yang dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dan siswa

    memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran.

    Tujuan metode jigsaw ini mengembangkan kerja tim, keterampilan

    belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak

    mungkin diperoleh apabila siswa mempelajari materi itu sendiri, dan siswa

    dituntut untuk mempertahankan tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi.

    Sehingga gagasan penelitian tersebut selanjutnya dituangkan dalam judul yaitu:

    “PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 4 �

    MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN

    EKONOMI”. Penelitian ini merupakan studi kasus di SMA Santa Maria

    Yogyakarta kelas XI IPS 1.

    B. Identifikasi Masalah

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi penerapan

    pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe

    jigsaw dan melihat pengaruh metode ini pada motivasi siwa di dalam kelas

    pada mata pelajaran ekonomi.

    C. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis dapat merumuskan

    masalah: Bagaimana penerapan metode kooperatif tipe jigsaw ini dapat

    meningkatkan motivasi siswa di kelas khususnya dalam pelajaran ekonomi

    pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Santa Maria Yogyakarta?

    D. Tujuan Penelitian

    Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui

    penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan

    motivasi siswa khususnya dalam pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI IPS 1

    SMA Santa Maria Yogyakarta.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 5 �

    E. MANFAAT PENELITIAN

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

    1. Bagi Guru dan peneliti

    Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan variasi bagi

    guru dalam memilih metode pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran

    dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa.

    2. Bagi Sekolah SMA Santa Maria Yogyakarta

    Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan

    proses pembelajaran siswa di SMA Santa Maria Yogyakarta.

    3. Bagi Universitas Sanata Dharma

    Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan

    tambahan pengetahuan ataupun sebagai tambahan referensi bagi pembaca

    yang akan melakukan penelitian yang serupa.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 6

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Penelitian Tindakan Kelas

    1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

    Ada banyak persoalan yang dihadapi oleh guru pada waktu berdiri di

    depan kelas. Untuk mengatasi permasalah yang dihadapi, guru dapat

    menggunakan penelitian kelas. Pengertian penelitian tindakan kelas, untuk

    mengidentifikasi penelitian kelas, adalah penelitian yang

    mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, dalam

    suatu tindakan yang dilakukan dengan disiplin inkuiri, atau suatu usaha

    seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlibat dalam

    sebuah proses perbaikan dan perubahan (Hopkins, 1993:4 dalam

    Wiriaatmadja, 2006:11). Pengertian penelitian tindakan kelas menurut

    Arikunto, (2007:2-3) dan Aqib, (2006:12-13)adalah sebagai berikut:

    a. Penelitian. Menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek

    dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk

    memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan

    mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

    b. Tindakan. Menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan

    dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus

    kegiatan untuk siswa.

    c. Kelas. Dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi

    dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal

    dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang dimaksud dengan kelas

    adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima

    pelajaran yang sama dari guru yang sama.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 7 �

    Dengan menggabungkan batasan pengertian tiga kata inti, yaitu

    penelitian, tindakan, dan kelas, segera dapat disimpulkan bahwa penelitian

    tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar

    berupa tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas

    secara bersamaan (Arikunto, 2007:3).

    2. Ciri-ciri Penelitian Tindakan Kelas.

    Untuk lebih mengenal apa yang dimaksud dengan Penelitian Tindakan

    Kelas kita perlu mengetahui ciri-ciri atau karakteristiknya. Adapun

    karakteristik yang bersifat umum antara lain sebagai berikutEbbut, 1985

    (Suyanto, K. E dkk, 2006:8):

    a. Berangkat dari permasalahan faktual yang timbul dalam kegiatan

    pembelajaran sehari-hari.

    b. Adanya tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki

    proses belajar mengajar di kelas tersebut.

    c. Adanya proses pelaksanaan penelitian sebagai suatu rangkaian siklus

    yang berkelanjutan. Di dalam dan diantara siklus-siklus itu ada informasi

    yang merupakan balikan dari apa yang telah dilakukan oleh peneliti.

    3. Proses Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

    Proses pelaksanaan penelitian tindakan kelas merupakan suatu proses

    yang dinamis dimana ada empat (Gambar 2.1)(Susilo, 2006:9-12)yaitu:

    a. perencanaan tindakan

    b. pelaksanaan atau implementasi tindakan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 8 �

    c. observasi dan interpretasi, dilanjutkan dengan analisa dan evaluasi

    d. refleksi

    Gambar 2.1

    Spiral Kemmis dan Taggart 1988

    (Wiriaatmadja, 2006:66)

    Keterangan Gambar 2.1 (Susilo, 2006:9-12):

    1. Perencanaan tindakan

    Perencanaan tindakan hendaknya memanfaatkan secara optimal teori-

    teori yang relevan dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh dari

    masa lalu dalam kegiatan pembelajaran ataupenelitian yang sebidang.

    Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan pembelajaran kooperatif

    tipe Jigsaw untuk diterapkan di dalam kelas.

    2. Pelaksanaan tindakan

    Jika perencanaan telah selesai dilakukan, maka skenario tindakan

    dapat dilaksanakan dalam situasi pembelajaran yang aktual menggunakan

    metode Jigsaw sesuai dengan rencana yang telah disusun. Untuk menjamin

    mutu kegiatan pembelajaran, guru atau tim peneliti dapat memodifikasi

    ��������

    �����

    ACT

    OB

    SE

    RV

    �����

    ACT

    OB

    SE

    RV

    E

    ��������

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 9 �

    tindakan walaupun implementasi sedang dalam proses, tetapi jika tidak

    terlalu mendesak perubahan dapat dilakukan setelah satu siklus selesai.

    3. Observasi

    Pada saat pelaksanaan tindakan, kegiatan observasi dilakukan secara

    bersamaan. Secara umum, kegiatan observasi dilakukan untuk merekam

    proses yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Mengingat observasi

    menyatu dalam pelaksanaan tindakan, maka perlu dikembangkan sistem dan

    prosedur observasi yang mudah dilakukan.

    4. Refleksi

    Pada dasarnya refleksi merupakan kegiatan analisis-sintesis,

    interpretasi, dan eksplanasi (penjelasan) terhadap semua informasi yang

    diperoleh dari pelaksanaan tindakan. Refleksi merupakan bagian yang amat

    penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil

    (perubahan) yang terjadi sebagai akibat adanya tindakan (intervensi) yang

    dilakukan. Komponen-komponen refleksi dapat digambarkan pada Gambar

    3.2.Bila hasil perbaikan yang diharapkan belum tercapai pada Siklus 1,

    maka tindakan perlu dilanjutkan pada siklus 2.Pada siklus kedua ini perlu

    dilakukannya perencanaan kembali.Siklus ini merupakan kesatuan dari

    kesatuan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan

    interpretasi, analisis dan evaluasi, serta refleksi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 10 �

    B. Ruang Lingkup Pembelajaran Kooperatif

    1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif didefinisikan sebagai sekumpulan strategi

    mengajar yang digunakan guru agar siswa saling membantu dalam

    mempelajari sesuatu.Oleh karena itu belajar kooperatif ini juga dinamakan

    “belajar teman sebaya” (Eggen dan Kauchak, 1993:310).Slavin (1997)

    menyatakan pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran

    dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan

    heterogen. Hal ini juga hampir sama dengan apa yang diungkap oleh Nur

    dan Wikandari (2000:25) yang menyatakan bahwa model pembelajaran

    kooperatif atau cooperative learning mengacu pada metode pengajaran

    siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam

    belajar. Pada model pembelajaran kooperatif ini setiap anggota kelompok

    satu sama lain dituntut untuk saling tergantung yaitu setiap siswa

    bergantung pada siswa lain dalam pencapaian tujuan pembelajaran,

    sehingga semua siswa mempunyai tanggung jawab terhadap keberhasilan

    anggota dan dirinya sendiri. Seluruh siswa pada kegiatan belajar ini harus

    berpartisipasi aktif, dan perbedaan individual yang ada diantara siswa dapat

    diminimalkan pada saat mereka mempelajari materi.

    Dengan adanya pembelajaran kooperatif ini siswa dapat bertanggung

    jawab atas dirinya sendiri dan juga pada kelompoknya, sehingga dalam diri

    siswa timbul sikap ketergantungan yang positif yang nantinya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 11 �

    akanmenjadikan kerja kelompok yang optimal. Dan juga siswa saling

    bekerjasama untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.

    2. Unsur- Unsur Pembelajaran Kooperatif

    Menurut Anita Lie dalam bukunya “Cooperative Learning”, bahwa

    model pembelajaran Cooperative Learning tidak sama dengan sekedar

    belajar kelompok, tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya

    dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Roger dan David

    Johnson (dalam Lie, 2002:30-34) mengatakan bahwa tidak semua kerja

    kelompok bisa dianggap Cooperative Learning, untuk itu harus diterapkan

    lima unsur model pembelajaran gotong royong yaitu:

    a. Saling ketergantungan positif

    Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap

    anggotanya. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar

    perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota

    kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat

    mencapai tujuan mereka.

    b. Tanggung jawab perseorangan

    Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model

    pembelajaran Cooperative Learning, setiap siswa akan merasa

    bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Pengajar yang efektif

    dalam model pembelajaran Cooperative Learning membuat persiapan

    dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota

    kelompok harus melaksanakan tanggungjawabnya sendiri agar tugas

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 12 �

    selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan.

    c. Tatap muka

    Dalam pembelajaran Cooperative Learning setiap kelompok harus

    diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan

    interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi

    yang menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi ini adalah

    menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi

    kekurangan.

    d. Komunikasi antar anggota

    Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan

    berbagai keterampilan berkomunikasi, karena keberhasilan suatu

    kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling

    mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat

    mereka. Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok juga merupakan

    proses panjang. Namun, proses ini merupakan proses yang sangat

    bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar

    dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa.

    e. Evaluasi proses kelompok

    Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk

    mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar

    selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.

    Dengan memperhatikan unsur-unsur pembelajaran kooperatif tersebut,

    peneliti berpendapat bahwa dalam pembelajaran kooperatif setiap siswa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 13 �

    yang tergabung dalam kelompok harus betul-betul dapat menjalin

    kekompakan.Selain itu, tanggung jawab bukan saja terdapat dalam

    kelompok, tetapi juga dituntut tanggung jawab individu.

    4. Ciri- Ciri Pembelajaran Kooperatif

    Pendekatan pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa ciri tertentu

    diantaranya ialah (http://www.geocities.com/gardner02_8/ilmiah1.html):

    a. Matlamat kumpulan

    Matlamat kumpulan ialah kejayaan kumpulan dalam mencapai

    kecemerlangan dalam menguasai sesuatu konsep yang diajar.Matlamat

    ini dicapai melalui usaha bersama semua ahli didalam kumpulan.Dalam

    kumpulan ini setiap ahli kumpulan mempunyai peran tertentu dan jelas

    dalam usaha kumpulan mencapai matlamat yang ditetapkan.

    b. Interaksi sosial ditekankan

    Setiap ahli kumpulan akan berinteraksi secara bersemuka dalam

    kumpulan. Interaksi yang serentak berlangsung pada masa yang sama

    untuk setiap kumpulan melalui perbincangan yang akan menyebabkan

    lebih ramai individu yang turut serta mengambil bagian. Setiap ahli

    kumpulan perlu berhubungan rapat, saling memenuhi dan bantu

    membantu.

    c. Pelajar perlu saling bergantungan positif untuk mencapai objektif gerak

    kerja

    Kejayaan kumpulan bergantung kepada pembelajaran individu yang

    ahli.Setiap ahli mempunyai tanggung jawab ke atas.Prinsip ini dikenali

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 14 �

    sebagai saling bergantungan secara positif.Untuk mencapai kesuksesan

    dalam prinsip ini tugas perlu diberikan kepada semua ahli kumpulan

    untuk menyumbang jawaban atau pendapat. Tanggung jawab individu

    disini sangatlah penting dalam pengerjaan tugas yang telah diberikan

    yang nantinya akan disumbangkan kedalam kelompok. Disini semua

    pelajar mempunyai peluang yang sama untuk ambil bagian dan

    menyumbangkan ide secara bersama.

    5. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa

    dalam tugas-tugas akademik.Pembelajaran kooperatif dapat memberi

    keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang

    bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas

    akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, jadi memperoleh bantuan

    khusus dari teman sebaya, yang mempunyai orientasi dan bahasa yang

    sama. Dalam proses tutorial ini, siswa kelompok atas meningkatkan

    kemampuan akademiknya karena memberi pelayanan sebagai tutor

    membutuhkan pemikiran lebih mendalam tentang hubungan ide-ide yang

    terdapat di dalam materi tertentu

    (http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/ pembelajaran-

    kooperatif-tujuan.html).

    Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai

    setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yang dirangkum oleh

    Ibrahim, et al. (2000), yaitu:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 15 �

    a. Hasil belajar akademik

    Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial,

    juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting

    lainnya.Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam

    membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang

    model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan

    kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik

    dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Disamping

    mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran

    kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah

    maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas

    akademik.

    b. Penerimaan terhadap perbedaan individu

    Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara

    luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial,

    kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi

    peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk

    bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui

    struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu

    sama lain.

    c. Pengembangan keterampilan sosial

    Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan

    kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 16 �

    keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak

    anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.

    6. Tipe Pembelajaran Kooperatif

    Salvin (1995: 71-144) memperkenalkan empat tipe pembelajaran

    kooperatif sebagai berikut:

    a. Student Team Learning (STL)

    Student Team Learning (STL) adalah metode yang dikembangkan dan

    dipelajari di Universitas John Hopkins. Semua metode pembelajaran

    kooperatif memberikan ide bahwa siswa belajar bekerja bersama dan

    bertanggung jawab atas keberhasilan tim mereka. Tiga konsep inti dari

    metode STL adalah “hadiah tim” (team reward), “akuntabilitas individu”

    (indivudual accountability), dan “peluang bersama untuk berhasil (equal

    opportunity for success). Pada prinsip ada empat metode STL yang

    secara luas dikembangkan dan diteliti, yaitu:

    1) STAD (Student Teams Achievement Division)

    STAD adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dengan

    sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5 orang), diskusikan

    bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif, sajian-presentasi

    kelompok sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor

    perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan

    individual dan berikan reward.

    2) TGT (Teams Games Tournament)

    Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 17 �

    tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh

    tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual

    dan diskusi. Usahakan dinamika kelompok kohesif dan kompak serta

    tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskusi nyaman dan

    menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan

    cara guru bersikap terbuka, ramah, lembut, santun, dan ada sajian

    bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok

    sehingga terjadi diskusi kelas.

    3) TAI (Team Assisted Individualy)

    Dalam TAI ada kombinasi antara pembelajaran kooperatif dengan

    pembelajaran individual. Siswa bekerja dalam tim tetapi anggota tiap

    tim bekerja pada unit yang berbeda. Anggota tim biasanya mengecek

    pekerjaan teman membantu teman yang mengalami kesulitan atau

    masalah. Saat ujian, masing-masing anggota timbekerja tanpa dibantu

    oleh angota tim lainnya. Hasil kerja tim, hasil tes akhir, poin ekstra

    dan tugas-tugas rumah kemudian dikumpulkan dan tim yang

    memperoleh skor tertinggi diberikan hadiah. TAI didesain untuk

    pengajaran matematika bagi siswa kelas tiga sampai kelas enam.

    4) CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)

    CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara

    koperatif-kelompok. Sintaksnya adalah membentuk kelompok

    heterogen 4 orang, guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai

    dengan materi bahan ajar, siswa bekerja sama (membaca bergantian,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 18 �

    menemukan kata kunci, memberikan tanggapan) terhadap wacana

    kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, presentasi hasil kelompok,

    refleksi.

    5) Tipe Jigsaw

    Tipe Jigsaw adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dimana

    pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa yang bekerja

    sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan

    pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal,

    baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Pada

    pembelajaran tipe Jigsaw ini setiap siswa menjadi anggota dari 2

    kelompok, yaitu anggota kelompok asal dan anggota kelompok

    ahli.Anggota kelompok asal terdiri dari 3-5 siswa yang setiap

    anggotanya diberi nomor kepala 1-5. Nomor kepala yang sama pada

    kelompok asal berkumpul pada suatu kelompok yang disebut

    kelompok ahli.

    6) Learning Together

    Peserta didik melakukan presentasi materi pelajaran.Setelah itu

    mereka dalam kelompok heterogen terdiri dari 4 sampai 5 orang

    mengerjakan satu lembar kerja.Guru menilai hasil kerja

    kelompok.Peserta didik kemudian secara individual mengerjakan kuis

    yang dinilai oleh guru sebagai hasil kerja individual.

    7) Group Investigation

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 19 �

    Group Investigation merupakan pembelajaran kooperatif yang paling

    komplek dan paling sulit untuk diterapkan, dimana siswa terlibat

    dalam perencanaan pemilihan topik yang dipelajari dan melakukan

    penelitian tindakan kelas yang mendalam atas topik yang dipilihnya,

    selanjutnya menyiapkan dan mempresentasikan laporannya kepada

    seluruh kelas.

    C. Kooperatif Tipe Jigsaw

    1. Pengertian Kooperatif Tipe Jigsaw

    Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot

    Aronson dan teman-teman di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi

    oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins (Arends,

    2001).Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al. sebagai

    metode Cooperative Learning. Teknik ini dapat digunakan dalam

    pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara.Dalam

    teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman

    siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran

    menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama

    siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan

    untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

    Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran

    kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang

    bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 20 �

    mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya

    (Arends, 1997). Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw merupakan

    model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil

    yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling

    ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian

    materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut

    kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 1997).

    Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa

    terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa

    tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus

    siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota

    kelompoknya yang lain. Dengan demikian, “siswa saling tergantung satu

    dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk

    mempelajari materi yang ditugaskan” (Lie,1994).

    Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan topik yang sama

    bertemu untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lain tentang

    topik pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa

    itu kembali pada tim atau kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota

    kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya

    pada pertemuan tim ahli. Pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw,

    terdapat kelompok asal dan kelompok ahli.Kelompok asal yaitu kelompok

    induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar

    belakang keluarga yang beragam.Kelompok asal merupakan gabungan dari

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 21 �

    beberapa ahli.Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota

    kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan

    mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan

    dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.

    2. Kelebihan dan kekurangan Kooperatif jigsaw

    Menurut Ibrahim (2000) menyatakan bahwa kelebihan belajar metode

    kooperatif tipe jigsaw dapat meingkatkan tingkah laku kooperatif dan

    hubungan yang baik antar siswa, dan dapat mengembangkan kemampuan

    akademis siswa. Ratumanan (2000) menyatakan bahwa interaksi yang

    terjadi dalam belajar kooperatif tipe jigsaw dapat memacu terbentuknya ide

    baru dan memperkaya perkembangan intelektual siswa.

    Sedangkan untuk kelemahan metode belajar kooperatif tipe jigsaw menurut

    (roy killen,1996) yaitu :

    a)Prinsip pola pembelajaran ini adalah “peer teaching”. Belajar untuk

    teman sendiri, ini akan menjadi kendala karena perbedaan persepsi

    dalam memahami konsep yang akan didiskusikan bersama siswa lain.

    Dalam hal ini pengawasan guru menjadi hal mutlak diperlukan, agar

    jangan sampai terjadi “missconception”

    b)Dirasa sulit meyakinkan siswa untuk mampu berdiskusi menyampaikan

    materi kepada teman, jika siswa tidak punya rasa percaya diri.

    c)Rekod siswa tentang nilai, kepribadian, perhatian siswa harus sudah

    dimiliki oleh pendidik dan ini biasanya membutuhkan waktu yang

    cukup lama mengenali tipe-tipe siswa dalam kelas tersebut.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 22 �

    d)Awal penggunaan metode ini biasanya sulit dikendalikan, biasanya utuh

    waktu yang cukup dan matang sebelum pembelajaran ini berjalan

    dengan baik.

    3. Persiapan Dalam Pembelajaran Kooperatif Jigsaw

    a. Pembentukan Kelompok Belajar

    Pada pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa dibagi menjadi dua

    anggota kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli yang dapat

    diuraikan sebagai berikut:

    1) Kelompok kooperatif awal (kelompok asal).

    Siswa dibagi atas beberapa kelompok yang terdiri dari 3-5

    anggota.Setiap anggota diberi nomor kepala, kelompok harus

    heterogen terutama di kemampuan akademik.

    2) Kelompok ahli

    Kelompok ahli anggotanya adalah nomor kepala yang sama pada

    kelompok asal.Disini guru menegaskan siswa belajar bersama untuk

    menjadi ahli sesuai dengan materi yang telah menjadi tanggung jawab

    siswa.

    b. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

    Pembelajaran kooperatiftipe Jigsaw ini berbeda dengan kelompok

    kooperatif lainnya, karena setiap siswa bekerja sama pada dua kelompok

    secara bergantian, dengan langkah- langkah pembelajaran sebagai

    berikut:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 23 �

    a) Siswa dibagi dalam kelompok kecil yang disebut kelompok asal,

    berangotakan 3-5 orang. Setiap siswa diberi nomor kepala misalnya

    A,B,C,D.

    b) Membagi wacana atau tugas sesuai dengan materi yang diajarkan.

    Masing-masing siswa mendapat wacana atau tugas yang berbeda,

    nomor kepala yang sama mendapat tugas yang sama pada masing-

    masing kelompok.

    c) Kumpulkan masing-masing siswa yang memiliki wacana atautugas

    yang sama dalam satu kelompok sehingga jumlah kelompok ahli sama

    dengan jumlah wacana atautugas yang telah dipersiapkan oleh guru.

    d) Dalam kelompok ahli ini tugaskan agar siswa belajar bersama untuk

    menjadi ahli sesuai dengan wacana atautugas yang menjadi tanggung

    jawabnya.

    e) Tugas bagi semua anggota kelompok ahli untuk memahami dan dapat

    menyampaikan informasi tentang hasil wacana atautugas yang telah

    dipahami kepada kelompok kooperatif (kelompok asal). Poin c,d dan e

    dilakukan dalam waktu 30 menit.

    f) Apabila tugas telah selesai dikerjakan dalam kelompok ahli masing-

    masing siswa kembali ke kelompok asal.

    g) Beri kesempatan secara bergilir masing-masing siswa untuk

    menyampaikan hasil dari tugas di kelompok ahli. Poin f dan g

    dilakukan dalam waktu 20 menit.

    h) Bila kelompok sudah menyelesaikan tugasnya secara keseluruhan,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 24 �

    masing-masing kelompok menyampaikan hasilnya dan guru

    memberikan klarifikasi 10 menit.

    Langkah-langkah di atas sama seperti pendapat Stahl dan Aronson, Elliot

    dalam (Wirta:2003) yang membagi menjadi 3 fase, yaitu:

    Fase I. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

    Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin

    dicapai pada pembelajaran tersebut. Dan memotivasi siswa

    untuk belajar.

    Fase II. Menyajikan informasi

    Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jelas

    menyuguhkan berbagai fakta, pengalaman, fenomena fisis yang

    berkaitan lagsung dengan materi.

    Fase III. Kelompok Dasar (Asal) atau Base Group

    Siswa dikelompokkan menjadi kelompok asal (dasar) dengan

    anggotanya 5 sampai 6 orang dengan kemampuan akademik

    yang heterogen. Setiap anggota kelompok diberikan sub pokok

    bahasan atautopik yang berbeda untuk mereka pelajari.

    Fase IV. Kelompok Ahli atau Expert Group

    Siswa yang mendapat topik yang sama berdiskusi dalam

    kelompok ahli.

    Fase V. Tim Ahli kembali kekelompok dasar

    Siswa kembali kekelompok dasar (asal) untuk menjelaskan apa

    yang mereka dapatkan dalam kelompok ahli.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 25 �

    Fase VI. Evaluasi

    Semua siswa diberikan tes meliputi semua topik.

    Fase VII. Memberikan Penghargaan

    Guru memberikan penghargaan baik secara individual maupun

    kelompok.

    D. Motivasi Belajar Siswa

    Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:80), motivasi adalah dorongan

    terhadap kekuatan mental yang terjadi pada diri siswa.Sedangkan motivasi

    belajar adalah kekuatan mental yang mendorong terjadinya belajar.Dalam hal

    ini motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan

    mengarahkan perilaku manusia termasuk perilaku belajar.Dalam motivasi

    terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan

    dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.

    Guru mencoba memberikan dan mengembangkan berbagai upaya yang

    perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.Maka dari itu

    peran guru sangat membantu untuk meningkatkan belajar siswa. Menurut

    Dimyati dan Mudjiono (1999:101) upaya-upaya tersebut antara lain: (1)

    optimalisasi penerapan prinsip belajar; (2) optimalisasi unsur dinamis belajar

    dan pembelajaran; dan (3) optimalisasi pemanfaatan pengalaman dan

    kemampuan siswa.

    Upaya pengoptimalisasian yang terkait dalam penerapan prinsip belajar

    antara lain (a) belajar menjadi bermakna, bila siswa memahami tujuan belajar

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 26 �

    maka dari guru itu perlu menjelaskan tujuan belajar secara hierarkis, (b) belajar

    menjadi lebih bermakna, bila siswa dihadapkan pada pemecahan masalah yang

    menentangnya, (c) belajar menjadi lebih bermakna, bila guru mampu

    memusatkan segala kemampuan mental siswa dalam program kegiatan

    tertentu, dan (d) sesuai dengan perkembangan jiwa siswa maka kebutuhan

    bahan-bahan belajar siswa semakin bertambah (Dimyati dan Mudjiono,

    1999:102).

    Upaya pengoptimalisasian yang terkait dalam unsur dinamis belajar dan

    pembelajaran pada diri siswa dan lingkungannya antara lain (a) memberikan

    kesempatan pada siswa, untuk mengungkap hambatan belajar yang di

    alaminya, (b) memelihara minat, kemauan dan semangat belajar sehingga

    terwujud tindakan belajar, (c) meminta kesempatan pada orang tua siswa

    atauwali, agar memberi kesempatan pada siswa untuk beraktualisasi diri dalam

    belajar, (d) memanfaatkan unsur-unsur lingkungan yang mendorong belajar,

    dan (f) guru merangsang siswa dengan penguatan, dan memberikan rasa

    percaya diri bahwa ia dapat mengatasi segala hambatan dan pasti berhasil

    (Dimyati dan Mudjiono, 1999:103-104).

    Upaya pengoptimalisasian pemanfaatan pengalaman dan kemampuan

    siswa, antara lain: (a) siswa ditugasi membaca bahan belajar sebelumnya, (b)

    guru mempelajari hal-hal yang sukar bagi siswa, (c) guru memecahkan hal-hal

    yang sukar dengan mencari cara memecahkan masalah, (d) guru mengajarkan

    cara mememcahkan masalah, mendidik keberanian mengatasi kesukaran

    ataumasalah, (e) guru mengajak serta siswa mengalami dan mengatasi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 27 �

    kesukaran, (g) guru memberi penguatan kepada siswa yang berhasil mengatasi

    kesukaran belajarnya sendiri, dan (h) guru menghargai pengalaman dan

    kemampuan siswa agar belajar secara mandiri (Dimyati dan Mudjiono,

    1999:105-106)

    Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:97-98), unsur-unsur yang

    mempengaruhi motivasi belajar antara lain: (a) cita-cita atau aspirasi siswa

    akan memperkuat motivasi belajar intrinsik maupun ekstrinsik, (b) kemampuan

    siswa akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas

    perkembangan, (c) kondisi siswa, meliputi kondisi jasmani dan kondisi rohani,

    dan (d) kondisi lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan

    tempat tinggal, pergaulan sebaya dan kehidupan kemasyarakatan.

    E. Kerangka Berpikir

    Dalam meningkatkan mutu pendidikan, diperlukan sesuatu strategi atau

    pola pendidikan yang tepat, sehingga apa yang menjadi tujuan dapat tercapai.

    Upaya dalam mengembangkan strategi yang tepat itu tercermin pada salah satu

    indikatornya, yaitu bagaimana cara untuk meningkatkan motivasi belajar

    peserta didik yang akhirnya menjadikan hasil belajar yang diperoleh peserta

    didik dapat meningkat. Motivasi memegang peranan penting dalam proses

    pembelajaran, karena pada hakekatnya proses pembelajaran adalah segala

    upaya yang dilakukan untuk dapat membelajarkan peserta didik dan dapat

    mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 28 �

    Dari hasil pengamatan pendahuluan di lapangan menunjukkan bahwa

    motivasi belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik masih rendah.Salah satu

    penyebab rendahnya motivasi belajar pada mata pelajaran ekonomi adalah

    kecendurangan menerapkan metode pembelajaran yang tidak variatif.Usaha

    meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran ekonomi perlu melibatkan peran

    aktif dari peserta didik.Hal ini dapat dilakukan dengan cara menerapkan

    metode pembelajaran kooperatif model jigsaw yang melibatkan peserta didik

    sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung mengembangkan sikap

    sosial.

    Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh SMA Negeri 9 Malang,

    dapat diketahui bahwa pengajaran oleh guru selalu dilakukan dengan cara

    ceramah dan tanya jawab. Cara ini belum memberikan hasil belajar yang

    memuaskan pada siswa.Oleh karena itu, peneliti melakukan metode

    pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil

    belajar kelas 10-3 SMA Negeri 9 Malang (Suharno,Slamet.2009.Penerapan

    Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw dalam meningkatkan motivasi dan

    Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi siswa Kelas 10-3 SMA 9

    Malang.Jurusan Ekonomi Pembangunan.Fakultas Ekonomi Negeri Malang-

    http://karya -ilmiah.um.ac.id)

    Hasil penelitian menunjukkan adanya prosentasi ketercapaian guru

    dengan melaksanakan metode jigsaw.Dari siklus pertama ke siklus kedua

    sebesar 7%.Sedangkan, dari observasi kegiatan siswa pada siklus pertama ke

    siklus kedua tampak adanya peningkatan sebesar 12,50%.Motivasi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 29 �

    pembelajaran peserta didik berdasarkan lembar penilaian motivasi siklus

    pertama dan kedua mengalami peningkatan sebesar 5,2%.Sedangkan

    berdasarkan angket motivasi belajar peserta didik, siklus pertama dan siklus

    kedua mengalami peningkatan sebesar 0,17 %.

    Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, maka dapat dikatakan

    bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif metode jigsaw dapat meningkatkan

    motivasi pembelajaran siswa sebesar 5,2% berdasarkan lembar penilaian

    motivasi, sedangkan pada angket motivasi belajar mengalami peningkatan skor

    sebesar 0,17. Dalam proses belajar mengajar siswa menjadi lebih tertarik

    karena adanya variasi tindakan pembelajaran oleh guru. Sehingga, siswa tidak

    lagi merasa bosan.Selain itu, dalam proses pembelajaran siswa lebih berperan

    aktif.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 30

    BAB III

    METODOLOGI PENELITIAN

    A. Jenis penelitian

    Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu suatu

    kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti berupa penelitian yang

    dilakukan di kelas dalam arti luas.Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi

    masalah- masalah yang adadalam proses pembelajaran dan diterapkan untuk

    memperbaiki proses pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

    Penelitian ini merupakan salah satu strategi pemecahan masalah yang

    memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan dalam mendeteksi

    dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya, pihak-pihak yang telibat saling

    mendukung, dilengkapi fakta-fakta, dan mengembangkan kemampuan analisis.

    B. Lokasi dan Waktu Penelitian

    1. Lokasi Penelitian

    Dalam hal ini penulis memilih lokasi di SMA Santa Maria Yogyakarta.

    2. Waktu Penelitian

    Penelitian akan dilakukan bulan Januari sampai dengan bulan Februari

    2011.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 31 �

    C. Subyek dan Obyek Penelitian

    1. Subyek penelitian

    Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Santa Maria

    Yogyakarta.

    2. Obyek penelitian

    Obyek penelitian ini adalah pemahaman belajar siswa melalui penerapan

    model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran ekonomi

    adalah pelaksanaan pembelajaran ekonomi.

    D. Prosedur Penelitian

    Penelitian ini direncanakan berlangsung dalam satu siklus. Masing-

    masing siklus terdiri dari empat langkah:

    1. Perencanaan, merumuskan masalah, menentukan tujuan dan metode

    penelitian serta membuat rencana tindakan yang akan dilakukan untuk

    meningkatkan motivasi belajar siswa.

    2. Tindakan, yaitu pelaksanaan rencana tindakan sebagai upaya meningkatkan

    motivasi belajar siswa.

    3. Observasi, yaitu pengamatan atas hasil atau dampak pelaksanaan tindakan

    4. Refleksi, yaitu analisis, pemaknaan dan penyimpulan hasil observasi

    terhadap kegiatan belajar mengajar dalam upaya meningkatkan motivasi

    belajar siswa.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 32 �

    Secara operasional penelitian tindakan kelas yang diterapkan dalam

    penelitian ini diuraikan sebagai berikut:

    1. Siklus pertama

    Kegiatan yang dilakukan dalam siklus pertama meliputi:

    a. Perencanaan:

    Pada tahap ini, dilakukan penyusunan rencana tindakan berupa

    penyiapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, yaitu:

    1) Peneliti dan guru menggali data awal karakteristik siswa untuk

    memetakan para siswa berdasarkan kemampuannya dan membagi

    siswa secara heterogen. Kelompok ini biasanya terdiri dari 4-5 siswa

    yang heterogen dilihat dari prestasi akademik, ras, atau etnik.

    Beberapa perangkat yang disiapkan dalam tahap ini adalah rencana

    pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw,

    materi, lembar soal kuis, lembar jawab siswa, lembar observasi dan

    instrumen refleksi.

    2) Peneliti menyusun instrumen pengumpulan data, meliputi:

    a) kriteria keberhasilan penerapan proses pembelajaran kooperatif tipe

    jigsaw terhadap peningkatan motivasi belajar siswa berdasarkan

    pelaksanaan tindakan. Apabila peningkatan yang diharapkan dalam

    hal ini motivasi belajar siswa tercapai misalnya minimal 75%,

    maka pencapaian itu dapat dikatakan memenuhi kriteria.

    b) instrumen untuk mengobservasi kegiatan guru di kelas

    c) instrumen untuk mengobservasi kegiatan siswa di kelas

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 33 �

    d) Lembar untuk mengobservasi keterlibatan siswa dalam presentasi.

    b. Tindakan

    Pada tahap ini, dilaksanakan implementasi pembelajaran kooperatif tipe

    jigsaw sesuai dengan rencana tindakan, dengan langkah-langkah sebagai

    berikut:

    1) Membagi siswa dalam kelompok

    Siswa dibagi dalam 5 kelompok.Masing-masing kelompok terdiri dari

    4-5 orang yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik,

    jenis kelamin, ras atau etnik. Dalam 1 kelompok, masing-masing

    siswa diberi nama orang pertama, orang kedua sampai orang kelima.

    Kemudian orang pertama dari masing-masing kelompok berkumpul

    dan membentuk kelompok yang diberi nama “Kelompok para ahli I”.

    Hal yang sama juga dilakukan oleh orang kedua sampai orang kelima.

    Selanjutnya, guru membagikan materi kepada masing-masing

    kelompok para ahli.Fungsi kelompok adalah untuk mendalami materi

    bersama teman kelompoknya.

    2) Pembahasan

    Guru bersama siswa melakukan pembahasan materi dengan metode

    tanya jawab.

    3) Kuis

    Guru memberi soal kuis (secara lisan atau tertulis) dan siswa

    mengerjakannya secara individual.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 34 �

    c. Observasi

    Tahap ini dilaksanakan bersamaan waktunya dengan tahap tindakan.

    Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan atas hasil atau dampak

    pelaksanaan tindakan, yaitu meliputi: partisipasi serta interaksi siswa

    dalam diskusi kelompok kooperatif. Partisipasi siswa dalam diskusi dapat

    dilihat dari keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

    Motivasi siswa dapat dilihat dengan melihat kemauan siswa untuk

    mengikuti proses pembelajaran (kuesioner). Pengamatan juga dilakukan

    menggunakan perekaman dengan video camcorder.

    d. Refleksi

    Pada tahap ini, dilaksanakan analisis, pemaknaan, dan penyimpulan hasil

    observasi terhadap motivasibelajar siswa. Ada dua macam refleksi yang

    dilakukan, yaitu:

    1) Refleksi segera setelah suatu pertemuan berakhir, digunakan untuk

    mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran dan

    pemecahannya untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya

    (penyesuaian rencana pembelajaran atau instrumen yang perlu

    disempurnakan).

    2) Refleksi pada akhir siklus pertama, digunakan untuk mengetahui

    apakah target yang ditetapkan sesuai indikator keberhasilan tindakan

    telah tercapai. Secara teknis peneliti melakukan self-reflection dahulu

    terkait dengan keterampilan kooperatif siswa dalam kegiatan masing-

    masing fase, kemudian dilakukan refleksi dan diskusi bersama guru.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 35 �

    2. Siklus kedua

    Tahap-tahap dan kegiatan-kegiatan pada siklus kedua pada dasarnya

    sama dengan siklus pertama, hanya tindakannya yang berbeda. Tindakan

    pada siklus kedua ini ditentukan berdasarkan hasil refleksi siklus pertama.

    E. Instrumen Penelitian

    Beberapa instrumen yang diperlukan dalam penelitian ini adalah:

    1. Perencanaan

    Dalam tahap perencanaan dilakukan penyusunan rencana tindakan

    berupa persiapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan menggunakan

    instrumen:

    a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

    Dalam RPP ini guru menetapkan langkah-langkah apa saja yang akan

    dilakukan guru dalam pembelajaran, serta kegiatan-kegiatan apa saja

    yang harus dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan

    perbaikan yang direncanakan. Dan juga guru membagi siswa ke dalam

    kelompok, dimana jumlah kelompok ditentukan berdasarkan materi.

    Yang mana pada kelompok ahli tersebut masing-masing siswa akan

    memperdalam materi yang didapat, sehingga setelah kembali pada

    kelompok semula dapat menjelaskan pada teman sekelompoknya

    b. Grouping

    Dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini, siswa

    dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 36 �

    2. Tindakan

    Tindakan ini merupakan implementasi pembelajaran kooperatif tipe

    jigsawyang telah direncanakan. Instrumen yang diperlukan meliputi:

    Motivasi Belajar

    Pengukuran motivasi belajar siswa dilakukan dengan menggunakan

    angket.Instrumen ini memuat tentang keinginan ataukemauan belajar, hasrat

    berprestasi, hasrat mengerjakan tugas, ganjaran sebagai akibat akhir belajar,

    hasrat mengikuti pelajaran, hasrat mendapat simpati dan hasrat untuk

    menang. Angket diisi oleh siswa setelah keseluruhan proses pembelajaran

    selesai yakni setelah kuis.

    3. Observasi

    Instrumen yang diperlukan dalam penelitian ini mengacu pada

    Bergerman, 1992 dalam Tantra (2006:15) yang mengacu pada 3 kelompok,

    yaitu: instrumen untuk mengobservasi guru (observing teacher), instrumen

    untuk mengobservasi kelas (observing classroom), dan instrumen untuk

    mengobservasi perilaku siswa (observing student).

    a. Instrumen untuk mengobservasi guru (observing teacher)

    Observasi merupakan alat yang efektif untuk mempelajari tentang

    metode dan strategi yang diimplementasikan di dalam kelas.Bentuk

    observasi kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi

    anekdotal (anecdotal record) dalam bentuk naratif dan dalam bentuk

    tabel.Observasi anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang

    terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 37 �

    pembelajaran. Suatu observasi anekdotal yang baik mempunyai ciri-ciri

    sebagai berikut:

    1) Pengamatan harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang

    terjadi di dalam kelas.

    2) Tujuan, batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas.

    3) Hasil pengamatan dicatat dengan lengkap dan hati-hati.

    4) Pengamatan harus dilakukan secara obyektif

    b. Pengamatan terhadap kelas (observing classroom).

    Pengamatananekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan

    pengamatanterhadap segala kejadian yang terjadi di kelas.Observasi

    kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas, tata letaknya dan

    manajemen kelas.

    c. Pengamatan perilaku siswa (observing student).

    Observasi anekdotal terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan

    berbagai hal menarik.Masing-masing individu siswa dapat diamati secara

    individual atau berkelompok sebelum, saat berlangsung, dan sesuai

    pembelajaran.Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati, dalam

    kurun waktu tertentu, mulai dari sebelum dilakukan tindakan, saat

    diimplementasikan, dan sesuai tindakan.Pengamatan perilaku siswa juga

    dilakukan dengan observasi dalam bentuk tabel.

    d. Refleksi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 38 �

    Dalam tahap ini, dilaksanakan analisis, pemaknaan dan pembuatan

    kesimpulan hasil observasi.Instrumen yang digunakan adalah lembar

    refleksi guru, lembar refleksi siswa.

    F. Pengumpulan dan Analisis Data

    Pengumpulan data untuk penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan

    berbagai cara dan terus berkembang. Menurut Creswell (1998:142), pada

    dasarnya ada empat cara yang mendasar untuk mengumpulkan informasi, yaitu

    observasi, wawancara, dokumen dan materi audio-visual. Teknik observasi

    digunakan untuk merekam kualitas proses dan hasil belajar siswa berdasarkan

    instrumen observasi dan penggunaan alat perekam video camorder. Teknik

    wawancara digunakan untuk mengetahui situasi tertentu didalam kelas dilihat

    dari sudut pandang yang lain (Hopkins, 1993:125).Teknik dokumentasi

    digunakan untuk menilai kemampuan siswa merangkum dari hasil diskusi

    kelompok.Sedangkan audio visual digunakan untuk mendukung tiga teknik

    terdahulu dan penguat hasil penelitian.Selain itu, peneliti juga menggunakan

    teknik tes untuk mengukur daya serap siswa, yaitu melalui kuis tertulis.

    1. Analisis deskriptif

    Data hasil observasi dianalisis dengan menggunakan analisis

    deskriptif yaitu dengan pemaparan (deskripsi) data atauinformasi tentang

    suatu gejala yang diamati dalam proses pembelajaran, dan tingkat

    keberhasilan dari metode kooperatif tipe jigsaw sebagaimana adanya dalam

    bentuk paparan naratif maupun tabel.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 39 �

    2. Analisis tingkat motivasi belajar siswa

    Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui motivasi

    siswa, yang meliputi: a) keterlibatan siswa dalam diskusi kelas (sesi

    pembahasan); b) motivasi siswa. Peningkatan motivasi dan hasil belajar

    siswa dengan membandingkan tingkat motivasi siswa pada siklus pertama,

    dan siklus kedua.

    Proses pengumpulan data, analisis data dan pembagian tugas disajikan

    dalam Tabel 3.1.

    Tabel 3.1

    Proses Pengumpulan Data, Analisis Data, dan Pembagian Tugas

    No Kegiatan Output Petugas

    1 Penyusunan perangkat

    pembelajaran

    Rencana pembelajaran (RP)

    dengan model pembelajaran

    kooperatif tipe jigsaw

    Peneliti

    & Guru

    2 Pemetaan kemampuan

    siswa

    Kelompok-kelompok heterogen

    beranggotakan 4-5 siswa

    Guru

    3 Penyusunan instrumen

    pengumpulan data

    Instrumen observasi Peneliti

    4 Pelajaran ekonomi

    dengan model

    pembelajaran kooperatif

    tipe jigsaw

    Kegiatan membaca, diskusi

    kelompok, pembahasan dan kuis

    Guru

    5 Observasi kegiatan

    belajar mengajar

    Interaksi siswa dalam kelompok Peneliti

    7 Analisis data Motivasi belajar Peneliti

    8 Refleksi data Dampak tindakan pada motivasi

    belajar siswa

    Peneliti

    9 Implementasi siklus

    kedua

    Tindakan perbaikan dan

    dampaknya padamotivasi belajar

    siswa

    Peneliti

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 40

    BAB IV

    GAMBARAN UMUM

    A. Sejarah Sekolah

    Saat ini sekolah SMA Santa Maria Yogyakarta terletak di Jalan Ireda No.

    19A Kelurahan Prawiroderjan Kecamatan Gondomanan Yogyakarta. SMA

    Santa Maria Yogyakarta berdiri sejak 44 tahun lamanya. Atas prakarsa Sr. M

    Theresia bersama dengan Bapak Slamet, Bapak Netyardi dan Bapak Sunaryo

    yang semuanya merupakan guru SMP Maria Immaculata Yogyakarta yang

    menandatangani Surat Keputusan berdirinya SMA Santa Maria Yogyakarta.

    Secara resmi SMA Santa Maria Yogyakarta didirikan atau dimulai pada

    tahun 1967 yang berstatus swasta penuh, berlokasi di Jalan Brigjen Katamso.

    Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan siang hari di Gedung SMP Maria

    Immaculata Yogyakarta dengan jumlah siswa 60 orang, dan sebagai kepala

    sekolah adalah Bapak H. Y. Sunaryo. Pada tahun 1971 SMA Santa Maria

    Yogyakarta menerima piagam pengakuan dari Dinas SMA dengan nomor

    86/1011/1971. Dengan diterimanya piagam pengakuan tersebut maka SMA

    Santa Maria Yogyakarta harus lebih meningkatkan kualitasnya.

    Dari tahun 1971 sampai dengan tahun 1986, SMA Santa

    MariaYogyakarta yang masih menempati gedung dikompleks Jalan Brigjen

    Katamso No. 2 Yogyakarta, menunjukkan perbaikan di berbagai bidang

    meskipun merayap tapi pasti. Berkat usaha peningkatan yang tekun dari pihak

    yayasan dengan kerjasama yang baik antara guru dan karyawan, SMA Santa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 41 �

    Maria Yogyakarta mendapat piagam nomor data sekolah sebagai tanda tercatat

    di Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada tanggal 23 Februari 1983

    nomor 018/C/Kep/83 tentang sejarah dan tata cara pendirian sekolah swasta.

    Sedangkan jenjang Akreditasi diakui pada tanggal 17 Januari 1985 dengan

    nomor 007/C/Kep/I/85.

    Sejak 5 januari 1987 SMA Santa Maria Yogyakarta berpindah lokasi dari

    Jalan Brigjen Katamso ke Jalan Ireda No. 19 A Yogyakarta. Dimana gedung

    SMA Santa Maria Yogyakarta terletak di Kampung Prawirodirjan dengan luas

    bangunan kurang lebih 900 ��. SMA Santa Maria Yogyakarta memiliki 3

    lantai, mulai tanggal 16 Juli 2007 SMA Santa Maria Yogyakarta dipimpin oleh

    Sr. M. Cornelia OSF, S.Ag. Di SMA Santa Maria untuk penjurusan kelas

    dibagi menjadi tiga jurusan, yaitu IPA, IPS, dan Bahasa.

    B. Tujuan, Visi dan Misi SMA Santa Maria Yogyakarta

    1. Tujuan SMA Santa Maria Yogyakarta

    Tujuan SMA Santa Maria Yogyakarta meliputi sebagai berikut:

    a. Melaksanakan kurikulum nasional, lokal, dan pilihan (pendidikan

    kemarsudirinian),

    b. Memenuhi tuntutan pendidikan yang efektif, kreatif, bermutu, dan

    menyenangkan sehingga dapat mengembangkan diri secara optimal,

    c. Memenuhi tuntutan masyarakat (perguruan tinggi dan dunia kerja) untuk

    menghasilkan lulusan yang kompetitif,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 42 �

    d. Memiliki peserta didik yang berkualitas dalam prestasi di bidang

    akademik dan non akademik,

    e. Memenuhi kualifikasi dan kompetensi standar nasional tenaga pendidik

    dan tenaga kependidikan,

    f. Memfasilitasi kegiatan akademik, karya ilmiah, seni dan olah raga

    sehingga terampil dalam berbagai lomba,

    g. Memenuhi sarana prasarana yang diperlukan bagi proses belajar

    mengajar yang optimal,

    h. Membentuk peserta didik menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan

    berkualitas sehingga mampu memilih nilai-nilai hidup yang sesuai

    dengan hati nurani,

    i. Tercipta suatu lingkungan belajar yang harmonis dam kondusif,

    j. Memfasilitasi kegiatan kerohanian dan pembinaan kepribadian sehingga

    terbentuknya pribadi yang utuh,

    k. Membekali peserta didik dengan ketrampilan-ketrampilan yang mampu

    dikembangkan untuk masa depannya,

    l. Menyediakan sarana prasarana yang mendukung kegiatan keterampilan,

    m. Mendampingi peserta didik yang pada waktnya mampu menjadi wanita

    mandiri, berkarier yang cakap, berdedikasi tinggi bagi kemajuan bangsa,

    negara, gereja berdasarkan visi dan nilai-nilai Kristiani,

    n. Memiliki sumber pendanaan yang mampu menjaga kelangsungan

    pendidikan,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 43 �

    o. Melaksanakan managemen mutu dan sistem administrasi sesuai

    standarnasional.

    2. Visi SMA Santa Maria Yogyakarta

    SMA Santa Maria Yogyakarta sebagian dari Yayasan Marsudirini

    mempunyai visi terselenggaranya pendidikan yang memadukan intelektual,

    humaniora dan keterampilan berdasarkan nilai-nilai Kristiani untuk siap

    bersaing dalam era globalisasi.

    Indikator:

    a. Intelektual

    Ditinjau dari segi intelektual, SMA Santa Maria Yogyakarta

    mempunyai visi yaitu:

    1) Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

    2) Mengembangkan sikap ilmiah (kritis, analitis, kreatif, dan inovatif).

    3) Meningkatkan kecakapan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan

    teknologi.

    b. Humaniora

    Ditinjau dari segi humaniora, SMA Santa Maria Yogyakarta

    mempunyai visi yaitu:

    1) Menanamkan nilai- nilai kristianitas dan nilai- nilai kepribadian.

    2) Mengembangkan sikap disiplin, bertanggung jawab, tangguh, tanggap,

    dan tenggang rasa.

    3) Membudayakan nilai- nilai kepribadian dalam hidup sehari- hari.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 44 �

    c. Keterampilan

    Ditinjau dari segi keterampilan, SMA Santa Maria yogyakarta

    mempunyai visi yaitu:

    1) Menguasai dasar-dasar keterampilan (tata boga, komputer, bahasa

    Inggris, tata rias).

    2) Menerapkan keteramapilan yang dimiliki.

    3) Mengembangkan keteramapilan yang dimiliki untuk bekal masa

    depan.

    3. Misi SMA Santa Maria Yogyakarta

    SMA Santa Maria Yogyakarta mempunyai misi-misi sebagai berikut:

    a. Menumbuhkembangkan penghayatan nilai-nilai Kristiani.

    b. Melaksanakan pembelajaran, bimbingan dan pelatihan yang efektif,

    kreatif, bermutu, dan menyenangkan sehingga dapat berkembang secara

    optimal.

    c. Mewujudkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi

    yang siap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

    d. Menumbuhkembangkan kepekaan sosial terhadap sesama dan

    lingkungan demi terwujudnya semangat kekeluargaan dan persaudaraan.

    e. Melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk menggali bakat dan minat di

    bidang keterampilan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 45 �

    C. Sistem Pendidikan di SMA Santa Maria Yogyakarta

    Layaknya SMA/SMK/MA lainnya, sistem pendidikan di SMA Santa

    Maria Yogyakarta dirancang untuk diselesaikan dalam waktu tiga tahun, yaitu

    kelas X, XI, dan XII. Saat menginjak kelas XI, para siswa diberikan

    kesempatan untuk memilih penjurusan bidang studi yang sesuai dengan bakat

    dan minat mereka. Penjurusan bidang studi yang ditawarkan di SMA Santa

    Maria Yogyakarta adalah jurusan ilmu alam (IPA), ilmu sosial (IPS), dan

    bahasa (BHS). Jurusan yang dipilih pada kelas XI ini kemudian dilanjutkan

    saat siswa naik kelas XII.

    D. Kurikulum SMA Santa Maria Yogyakarta

    Kurikulum yang digiinakan oleh SMA Santa Maria Yogyakarta adalah

    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan sejak tahun

    2006/2007 untuk menggantikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

    KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan

    muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

    Penerapan KTSP dalam program reguler SMA Santa Maria Yog