Click here to load reader

Otitis Media Akut

  • View
    250

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

OTITIS

Text of Otitis Media Akut

DAFTAR ISIKATA PENGANTARiiDAFTAR ISI

i1BAB I PENDAHULUAN

1A.Latar Belakang

2B.Rumusan Masalah

2C.Tujuan

3BAB II LAPORAN PENDAHULUAN

3A.Definisi

3B.Epidemiologi

3C.Etiologi

4D.Patofisiologi

4E.Stadium

5F.Pathway

6G.Gejala Klinis

6H.Diagnosis

6I.Pemeriksaan Fisik

7J.Pemeriksaan Diagnostik/penunjang

7K.Komplikasi

8L.Therapy

10BAB III ASUHAN KEPERAWATAN

101.Pengkajian

113.Intervensi

164.Implementasi

165.Evaluasi

17BAB IV PENUTUP

17A.Kesimpulan

18DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUANA. Latar Belakang

Otitis media atau infeksi telinga tengah banyak dijumpai dimasyarakat, penyakit ini sangat berkaitan erat dengan infeksi saluran pernapasan atas. Oleh karena itu otitis media banyak ditemukan pada bayi dan anak. Hal ini disebabkan karena pada kelompok usia tersebut sangat rentan terhadap infeksi saluran pernapasan atas, sehingga pertahanan tubuh terganggu dan merupakaan masalah kesehatan yang utama. Karena lebih sering ditemukan pada bayi dan anak-anak (Soepardi Efiaty Arsyad dan Nurbaiti Iskandar, 2001).

Otitis media akut (OMA) merupakan suatu infeksi akut pada mukosa telinga tengah yang diikuti dengan pembentukan nanah (mukopus). Otitis media akut paling banyak terjadi karena penyebaran infeksi lewat tuba Eustachius (rinogen), karena infeksi saluran pernafasan atas mukosa tuba Eustachius odem sehingga fungsinya terganggu. Keadaan inilah yang mempermudah masuknya kuman ke telinga tengah (Rukmini Sri, 2000).Menurut Lawrence Green (1980) dikutip dalam Bet Smart (1997), faktor yang dapat menyebabkan timbulnya OMA dibagi menjadi tiga yaitu Faktor predisposisi (predisposing factors) yakni dalam perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan), persepsi, faktor pendukung (enabling factors) dalam sosial ekonomi, ketersedian waktu dan faktor pendorong (reinforcing factors) terdiri dari sikap petugas, peran keluarga, emosi.Pada pasien OMA apabila tidak mendapat penanganan yang baik akan mengakibatkan komplikasi. Salah satu komplikasi yang paling berbahaya adalah penjalaran penyakit kearah intrakranial seperti meningitis, karena dapat menyebabkan kematian. Sedangkan gangguan pendengaran akibat OMA dapat memberikan kesulitan, misalnya sulit dalam mencari pekerjaan, kesulitan dalam berkomunikasi dan kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu penanganan penyakit yang dilakukan sedini mengkin akan dapat mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diharapkan (Rukmini Sri, 2000). Untuk mencegah terjadinya komplikasi di atas perlu mengenal tanda, gejala kekambuhan dan juga perilaku tentang kebersihan telinga supaya terhindar dari terjadinya komplikasi.B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah laporan pendahuluan pada pasien dengan Otitis Media Akut (OMA)?

2. Bagaimanakah asuhan keperawatan pada pasien dengan Otitis Media Akut (OMA)?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui laporan pendahuluan pada dengan Otitis Media Akut (OMA).

2. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan Otitis Media Akut (OMA).

BAB IILAPORAN PENDAHULUANA. Definisi

Otitis media akut (OMA) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteum telinga tengah (Kapita selekta kedokteran, 1999).OMA (Otitis Media Akut) adalah peradangan akut atau seluruh pericilium telinga tengah (Mansjoer, 2001).OMA adalah infeksi atau inflamasi (peradangan) di telinga tengah.B. Epidemiologi

Otitis Media Akut (OMA) pada anak-anak sering kali disertai infeksi pada saluran pernapasan atas. Pada penelitian Zackronik dkk di Arab Saudi tahun 2001 terhadap 112 pasien infeksi saluran pernapasanatas (ISPA) (6-35 bulan), didapatkan 30% mengalami otitis media akut dan 8% sinusitis. Epidemiologi seluruh dunia terjadinya Otitis Media berusia 1 tahun sekitar 62% sedangkan anak-anak berusia 3 tahun sekitar 83% (Zackzouk,2001). Di Amerika Serikat diperkirakan 75% anak mengalami minimal satu episode otitis media sebelum usia 3 tahun dan hampir setengah dari mereka mengalaminya tiga kali atau lebih. Di Inggris setidaknya 25% anak mengalami minimal satu episode sebelum usia 10 tahun. Insiden OMA tertinggi terjadi pada usia 2 tahun pertama kehidupan dan yang kedua pada waktu berusia 5 tahun bersamaan dengan anak masuk sekolah (Abidin,2008).Puncak usia anak mengalami OMA didapatkan pada pertengahan tahun pertama sekolah, di Swedia mendapatkan 16.611 anak penderita OMA dan didapatkan anak usia 7 tahun dengan prevalensi terbanyak. Resiko kekambuhan otitis media terjadi pada beberapa factor, antara lain usia