Matriks Penelaahan Materi Muatan Teknis

  • View
    253

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Matriks Penelaahan Materi Muatan Teknis

  • 7/25/2019 Matriks Penelaahan Materi Muatan Teknis

    1/85

    MATRIKS PENELAHAAN MATERI MUATAN TEKNIS RANCANGAN PERDA RDTR KOTA CIREBON

    1

    MATRIKS PENELAAHAN MATERI MUATAN TEKNIS

    RANCANGAN PERDA TENTANG RDTR KOTA CIREBON

    No.Muatan Rancangan Perda

    RRTRSWK

    Verifikasi Kesesuaian Terhadap RTRW Kabupaten/Kota Pedoman Rencana Rinci Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Verifikasi Kesesuaian Terhadap RTRW Kabupaten/Kota Pedoman Rencana Rinci Tata Ruangdan Peraturan Zonasi

    Catatan PenyempurnaanRaperda RRTR Materi Teknis RRTR Peta RRTR

    Perda No.8/2012RTRW Kota Cirebon

    Perda No.22/2010RTRWP Jabar

    PP. No. 26/2008RTRWN

    PeraturanLainnya

    1TUJUAN PENATAAN BAGIAN

    WILAYAH PERKOTAAN

    1. 1. Tujuan Penataan BWP

    SWK I Bagian Kedua

    TujuanPasal 3

    (1) Tujuan SWK I tercapainya ruang SWK Iyang aman,nyaman, produktif, dan

    berkelanjutan dengan fungsi utama

    sebagai kawasan pelabuhan,

    perikanan, dan pariwisata, gunamenunjang terwujudnya kehidupan

    yang sejahtera.

    Tercapainya ruang SWK I yang aman,nyaman,produktif, dan berkelanjutan dengan fungsi utama

    sebagai kawasan pelabuhan, perikanan, dan

    pariwisata, guna menunjang terwujudnya kehidupan

    yang sejahtera.

    Bagian Kesatu

    Tujuan Penataan Ruang dan Wilayah KotaPasal 2

    Penataan Ruang Wilayah Kota bertujuanmewujudkan Kota sebagai PKN dan pusat

    pelayanan regional berbasis perdagangan

    dan jasa didukung sektor pariwisata,

    pendidikan dan budaya yang berlandaskannilai-nilai religius.

    Paragraf 2

    Pengembangan WilayahPasal 11

    (1) Pembagian WP sebagaimanadimaksud pada Pasal 10, terdiri atas :

    a. WP Ciayumajakuning sebagai

    penjabaran dari Kawasan Andalan

    Ciayumajakuning yang antisipatifterhadap perkembangan

    pembangunan wilayah perbatasan,

    meliputi Kabupaten Cirebon, Kota

    Cirebon, Kabupaten Indramayu,Kabupaten Majalengka, Kabupaten

    Kuningan, dan sebagian wilayah diKabupaten Sumedang

    Paragraf 2Rencana Pengembangan Sistem

    PerkotaanPasal 18

    (1) Sistem perkotaan di Daerah terdiri atas

    :

    a. penetapan Kawasan P erkotaanBodebek, Kawasan PerkotaanBandung Raya, dan Cirebon

    sebagai PKN, dengan peranmenjadi pusat koleksi dan distribusi

    skala internasional, nasional atau

    beberapa provinsi;

    Kota Cirebon diarahkan sebagai kota inti

    dari PKN dengan sarana dan prasarana

    minimal PKN yang terintegrasi dengan

    wilayah pengaruhnya, serta menjadisimpul utama pelayanan jasa dan

    perdagangan, dan industri di Daerahbagian timur, serta untuk kegiatan wisata

    budaya dan religi;

    Sistem Perkotaan Nasional: Pusat

    Kegiatan Nasional Cirebon (I/C/1)dengan arahan pengembangan:

    - I: Revitalisasi dan PercepatanPengembangan Kota-Kota Pusat

    Pertumbuhan Nasional

    - C/1:Pengembangan/Peningkatan

    fungsi

    Termasuk kedalam Kawasan

    Andalan Darat

    Kawasan Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan (Ciayumaja

    Kuning) dan Sekitarnya(II/A/2), (II/D/2), (I/F/2), (I/C/2)

    IIV: Tahapan PengembanganA : Pengembangan dan

    Pengendalian KawasanAndalan untuk Sektor Pertanian

    A/2 : Pengembangan Kawasan

    Andalan untuk Pertanian

    C : Rehabilitasi dan PengembanganKawasan Andalan untuk sektorPertambangan

    C/2 : Pengembangan KawasanAndalan untuk Pertambangan

    D : Rehabilitasi dan Pengembangan

    Kawasan Andalan untuk industri

    pengolahanD/2 : Pengembangan Kawasan

    Andalan untuk Industri

    Pengolahan

    F : Rehabilitasi dan PengembanganKawasan Andalan untuk sektor

    PerikananF/2 : Pengembangan Kawasan

    Andalan untuk Perikanan

    Tujuan dalam Raperda RDTR SWK I

    sudah konsisten dengan Materi Teknisdan sudah spesifik sesuai dengan kondisi

    objektif kebutuhan Kota Cirebon yangdiinginkan 20 tahun yang akan datang.

    SWKII

    (2) Tujuan SWK II mewujudkan SWK II

    sebagai pusat pelayanan regional

    perdagangan dan jasa didukung sektorwisata, pendidikan dan budaya yang

    berlandaskan nilai-nilai religius.

    Mewujudkan SWK II sebagai pusat pelayanan regionalperdagangan dan jasa didukung sektor wisata,

    pendidikan dan budaya yang berlandaskan nilai-nilaireligius.

    Tujuan dalam Raperda RDTR SWK IIsudah konsisten dengan Materi Teknis

    dan sudah spesifik sesuai dengan kondisiobjektif kebutuhan Kota Cirebon yang

    diinginkan 20 tahun yang akan datang.

    SWKIII

    (3) Tujuan SWK III Mewujudkan SWK IIItata ruang yang aman, nyaman,

    produktif, efisien, dan berkelanjutandengan berorientasi kepada pelayanan

    perumahan dan pendidikan

    Tujuan penataan ruang SWK III Kota CirebonMewujudkan tata ruang yang aman, nyaman, produktif,

    efisien, dan berkelanjutan dengan berorientasi kepadapelayanan perumahan dan pendidikan

    Tujuan dalam Raperda RDTR SWK IIIsudah konsisten dengan Materi Teknis

    dan sudah spesifik sesuai dengan kondisiobjektif kebutuhan Kota Cirebon yang

    diinginkan 20 tahun yang akan datang.

    SWKIV

    (4) Tujuan SWK IV Mewujudkan SWK IVtata ruang yang aman, nyaman,

    produktif, efisien, dan berkelanjutan

    dengan berorientasi kepada pelayanan

    pertanian campuran dan pariwisata

    Tujuan penataan ruang SWK IV Kota CirebonMewujudkan tata ruang yang aman, nyaman, produktif,

    efisien, dan berkelanjutan dengan berorientasi kepada

    pelayanan pertanian campuran dan pariwisata

    Tujuan dalam Raperda RDTR SWK IVsudah konsisten dengan Materi Teknis

    dan sudah spesifik sesuai dengan kondisi

    objektif kebutuhan Kota Cirebon yang

    diinginkan 20 tahun yang akan datang.

    2 RENCANA POLA RUANG

    SWK I

    Pasal 8(1) Untuk mewujudkan sasaran penataan

    ruang SWK I sebagaimana dimaksuddalam Pasal 7, dilakukan pembagian:

    a. zona dan sub zona kawasan; dan

    b. blok dan sub blok kawasan.

    (2) Pembagian zona dan sub zona sertapembagian blok dan sub blok kawasan

    di SWK I sebagaimana dimaksud pada

    ayat (1), digambarkan dalam Peta

    Rencana Pola Ruang SWK I padaLampiran I dengan skala 1 : 5.000,

    yang merupakan bagian tidakterpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

    Tabel IV.2 Luas Rencana Pola Ruang berdasarkan

    Jenis Zona SWK I (Ha)

    Ke lur aha n J en is Zo naKodeZona

    Luas /Ha

    KelurahanKesenden

    IPAL KH3 3,23

    Perdagangan danJasaTunggal

    K1 6,85

    PermukimanKepadatanSedang

    R3 15,06

    RTH RTH 2,03

    SempadanPantai PS1 8,05

    Tambak PL4 26,24

    KelurahanKebonbaru

    Perdagangan danJasaTunggal

    K1 3,99

    PermukimanKepadatanSedang

    R3 12,85

    RTH RTH 6,20

    SempadanPantai PS1 2,82

    Tambak PL4 0,00

    KelurahanPegambiran

    FasilitasPedagangan

    K5 5,10

    Industri I4 3,63

    Pariwisata PL3 2,67

    Pelabuhan SPU2 6,19

    Perkantoran danPerdagangan Jasa

    L3 17,06

    PerkantoranPemerintahan

    KT1 2,55

    PermukimanKepadatanRendah

    R4 2,24

    PermukimanKepadatanSedang

    R3 27,27

    Pertanian PL1 14,93

    RTH RTH 5,18

    SempadanPantai PS1 19,54

    SempadanSungai PS2 1,48

    Tambak PL4 35,50

    Kelurahan IPAL KH3 3,29

    Terlampir dan

    tergambarkandalam

    LampiranRaperda,

    Materi Teknis,dan Album

    Peta

    BAB IV

    RENCANA POLA RUANGPasal 41

    (1) Rencana pola ruang wilayah kota

    meliputi :a. kawasan lindung; dan

    b. kawasan budidaya.(2) Rencana pola ruang wilayah kota

    digambarkan dalam peta

    sebagaimana tercantum dalamLampiran III yang merupakan bagian

    tidak terpisahkan dari PeraturanDaerah ini.

    Bagian Kedua

    Rencana Pola RuangParagraf 1

    UmumPasal 25

    (1) Rencana pola ruang wilayah provinsi,terdiri atas:

    a. kawasan lindung provinsi; danb. arahan pengembangan kawasan

    budidaya yang memiliki nilai

    strategis provinsi.(2) Rencana pola ruang wilayah provinsi

    digambarkan dalam peta sebagaimanatercantum dalam Lampiran V, yang

    merupakan bagian tidak terpisahkandari Peraturan Daerah ini.

    BAB IV

    RENCANA POLA RUANG WILAYAHNASIONAL

    Bagian KesatuUmum

    Pasal 50(1) Rencana pola ruang wilayah

    nasional terdiri atas:a. kawasan lindung nasional; dan

    b. kawasan budi daya yang

    memiliki nilai strategisnasional.

    Rencana Pola Ruang dalam RDTR

    sudah sesuai dengan arahan Permen PUNo. 20/2011 tentang Pedoman RDTR &

    PZ

  • 7/25/2019 Matriks Penelaahan Materi Muatan Teknis

    2/85

    MATRIKS PENELAHAAN MATERI MUATAN TEKNIS RANCANGAN PERDA RDTR KOTA CIREBON

    2

    No.Muatan Rancangan Perda

    RRTRSWK

    Verifikasi Kesesuaian Terhadap RTRW Kabupaten/Kota Pedoman Rencana Rinci Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Verifikasi Kesesuaian Terhadap RTRW Kabupaten/Kota Pedoman Rencana Rinci Tata Ruangdan Peraturan Zonasi

    Catatan PenyempurnaanRaperda RRTR Materi Teknis RRTR Peta RRTR

    Perda No.8/2012RTRW Kota Cirebon

    Perda No.22/2010RTRWP Jabar

    PP. No. 26/2008RTRWN

    PeraturanLainnya

    LemahWungkuk

    Perkantoran danPerdagangan Jasa

    L3 7,49

    PermukimanKepadatanSedang

    R3 12,17

    RTH RTH 2,28

    SempadanPantai PS1 6,76

    KelurahanPanjunan

    Fasilitas PelayananKesehatan

    SPU3 3,94

    Pelabuhan SPU2 41,25

    Perdagangan danJasaTunggal

    K1 1,19

    Pergudangan K4 6,03

    Perkantoran danPerdagangan Jasa

    L3 1,69

    PermukimanKepadatanSedang

    R3 13,00

    RTH RTH 3,02

    RTHLapangan Bola SPU4 4,57

    SempadanPantai PS1 3,03

    SempadanSungai PS2 1,28

    KelurahanKesepuhan

    Perkantoran danPerdagangan Jasa

    L3 3,98

    PermukimanKepadatanSedang

    R3 13,16

    RTH RTH 0,74

    SempadanPantai PS1 5,66

    SempadanSungai PS2 0,75