Makalah Sosiologi Penelitian Sosial

  • View
    5.859

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Makalah Sosiologi Penelitian Sosial

PENGARUH POLA TIDUR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA/I SMAK PENABURGADING SERPONG TAHUN AJARAN 2011/2012Karya Ilmiah

oleh : Citta Suni Devi Elfin Nadia Rini Nicholas Yanuardi Randy Rijono Yehezkiel XIIS1

SMAK Penabur Gading SerpongJl. Raya Kelapa Gading, Gading Serpong, Tangerang, Banten

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Hubungan pola tidur dengan prestasi siswa di sekolah tentunya hal yang tidak asing lagi yang pernah kita dengar, bahkan dapat dikatakan adalah suatu topik yang sangat menarik untuk kita kaji lebih lanjut lagi. Banyak sekali para pelajar yang tidak memperhatikan pola tidurnya saat ini, hal tersebut bisa kita lihat ketika pelajaran ada saja siswa yang tertidur ketika guru sedang menjelaskan pelajaran. Mungkin mereka menganggap bahwa hal ini adalah sepele, tetapi kalau dibiarkan, tentunya akan menjadi kebiasaan yang buruk. Sebenarnya, banyak faktor yang mempengaruhi pola tidur siswa menjadi berantakan dan menjadi tidak teratur. Salah satunya adalah kemajuan teknologi di era globalisasi ini, seperti game online yang sedang merajalela. Para siswa, lebih memilih game online dibandingkan dengan membaca buku atau belajar. Game tersebut membawa dampak yang sangat tidak baik bagi para siswa yang bermain, karena dapat menyebabkan ketagihan dan akan memiliki keinginan untuk selalu bermain tanpa menyadari keadaan dan waktu yang tanpa sengaja membuat pola tidur mereka menjadi tidak teratur. Contoh lainnya adalah kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informasi. Banyak pelajar yang terlalu sering lupa waktu ketika mengakses internet, terutama situs-situs jejaring sosial seperti Twitter, Facebook dan banyak jejaring sosial lainnya melalui telepon genggam mereka ataupun melalui komputer. Tanpa disadari kebiasaan-kebiasaan tersebut menyebabkan pola tidur siswa menjadi tidak teratur dan mempengaruhi prestasi siswa di sekolah. Tentunya hal tersebut akan membuat prestasi siswa menurun dibandingkan

dengan siswa lain yang memiliki pola tidur yang baik dan teratur. Karena dengan pola tidur yang baik dan teratur akan membuat siswa lebih konsentrasi dan apa yang dipelajari dapat diterima dengan lebih mudah dibandingkan dengan siswa yang memiliki pola tidur yang kurang baik. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika kita lebih memperhatikan pola tidur yang baik. Banyak juga siswa yang tidur larut dan tidur tidak cukup akibat mengerjakan tugas atau belajar untuk ulangan. Banyak siswa yang memilih untuk tidur larut malam dan mengerjakan tugas atau belajar untuk ulangan. Ada juga siswa yang memilih untuk tidur sampai jam tertentu lalu bangun pada subuh hari dan mengerjakan tugas ataupun belajar. Padahal, hal tersebut tidak baik karena jika manusia porsi tidurnya kurang maka ia akan kesulitan berkonsentrasi dan juga berpengaruh bagi kesehatan siswa. Karena pada jam-jam malam bagian-bagian tubuh tertentu akan bekerja selama tubuh kita tidur dan jika kita tidak tidur maka proses-proses yang terjadi di dalam tubuh tidak akan terjadi dan tentu saja siswa akan mengalami gangguan kesehatan. Daya tahan tubuh akan bekerja dengan baik dan

meningkat bila kita cukup tidur. Dan sebuah penelitian mengatakan bahwa tidur yang baik adalah ketika kita menggunakan waktu selama 8 jam untuk tidur. Karena tidur merupakan suatu kebutuhan yang harus diperhatikan oleh setiap orang khususnya bagi para siswa. Karena kegiatan dan aktifitas yang dilakukan oleh para siswa bukan hanya bersekolah. Diharapkan tindak hanya siswa yang dapat mengatur tetapi diperlukan juga peran orang-orang sekitar siswa untuk mengingatkan mereka untuk tidur dengan baik. Karena lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh bagi siswa. Banyak siswa yang tidur larut atau bahkan tidak tidur karena bergaul dan berkumpul bersama teman-temannya dan lupa waktu. Dan mereka juga tidak sadar akan akibat yang ditimbulkan oleh kebiasaan tidur tersebut.

1.2. Identifikasi Masalah 1.2.1. Apakah pola tidur mempengaruhi konsentrasi belajar siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong. 1.2.2. Alasan mengapa pola tidur dapat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong. 1.2.3. Faktor-faktor yang menyebabkan pola tidur menjadi tidak baik.

1.3. Pembatasan Masalah 1.3.1. Pengaruh pola tidur siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong terhadap konsentrasi belajar siswa di sekolah. 1.3.2. Penyebab/alasan siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong memiliki pola tidur yang tidak sehat atau kurang baik. 1.3.3. Dampak-dampak yang dirasakan siswa/i dari pola tidur yang kurang baik atau tidak sehat.

1.4. Perumusan Masalah 1.4.1. Apakah pola tidur siswa turut mempengaruhi konsentrasi belajarnya di sekolah? 1.4.2. Apa alasan/penyebab siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong memiliki pola tidur yang kurang baik? 1.4.3. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari pola tidur yang kurang baik yang dijalani oleh siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong?

1.5. Tujuan Penelitian 1.5.1. Menjawab persoalan ada atau tidaknya pengaruh pola tidur terhadap prestasi siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong. 1.5.2. Mengetahui pola tidur yang baik dan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

1.5.3. Mengetahui dampak negatif dari pola tidur yang kurang baik dari siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong. 1.5.4. Mengetahui dampak positif dari pola tidur yang baik dari siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong.

1.6. Manfaat Penelitian Penelitian ini bermanfaat bagi : 1.6.1. Masyarakat dan orang tua para siswa agar dapat mengetahui bagaimana pola tidur yang sehat dan dapat membantu anakanaknya dalam menerapkan pola tidur tersebut. 1.6.2. Siswa/i SMAK Penabur Gading Serpong supaya dapat mengetahui bagaimana pola tidur yang sehat dan dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II KAJIAN TEORI2.1 Tidur Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh semua orang. Untuk dapat berfungsi secara optimal, maka setiap orang memerlukan istirahat dan tidur yang cukup. Tidur adalah suatu hal yang dilakukan manusia untuk menghilangkan rasa letih dan lelah pada diri. Tidur berasal dari kata bahasa latin somnus yang berarti alami periode pemulihan, keadaan fisiologi dari istirahat untuk tubuh dan pikiran. Beberapa pengertian tidur yang lainnya adalah : Tidur merupakan keadaan hilangnya kesadaran secara normal dan periodik (Lanywati, 2001). Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar yang di alami seseorang, yang dapat dibangunkan kembali dengan indra atau rangsangan yang cukup (Guyton 1981 : 679). Jam biologis merupakan mekanisme pengaturan waktu internal dalam tubuh yang bekerja secara otomatis. Jam biologis manusia sudah terprogram secara genetik untuk menentukan waktu bangun dan tidur, setiap orang memiliki jam biologis yang berbeda- beda tergantung umur, pekerjaan dan temperamen. Melawan jam biologis akan berdampak buruk bagi kesehatan. Dr. Restak, seorang ahli saraf mengemukakan irama terjaga dan tidur yang biasa tampaknya menimbulkan pengaruh stabilisasi pada kesehatan psikologis dan fisik kita. Jam biologis yang berkurang akan memberikan efek buruk bagi jantung, hati, otak, dan berat badan. dr. Rini menambahkan. Kurang tidur membuat tekanan darah turun, mudah lelah dan pada akhirnya memicu penyakit jantung. Tidur malam atau terlalu siang merupakan

penyebab kerusakan hati. Ini terkait dengan pola pembuangan di tubuh kita yang terganggu akibat begadang. Saat tidur, organ-organ tubuh beristirahat sehingga menetralakan kerusak yang terjadi akibat kegiatan sehari-hari, membersihkan secara menyeluruh melaui aliran darah dan memulihkan keseimbangan kimiawi. Terkait dengan otak, kurang tidur menyebabkan otak berhenti memproduksi sel-sel baru. Penelitian yang dimuat dalam Proceeding of the Nation of Science menemukan bahwa kurang tidur pada tikus akan mempengaruhi hipopocampus, suatu wilayah di otak yang terlibat dalam pembentukan ingatan. Belum diketahui apakah efek kurang tidur pada tikus akan ini sama dengan manusia. Tapi faktanya manusia akan sulit berkonsentrasi akibat kurang tidur. dr. rini menyatakan bahwa kurang tidur juga bias mengakibatkan nafsu makan meningkat. Saat kurang tidur, terjadi penekanan hormone protein bernama leptin dan menimbulkan rasa lapar yang berakibat pada peningkatan berat badan. Jam biologis yang kacau tidak hanya disebabkan oleh kurang tidur atau begadang melainkan tetapi juga terlalu banyak tidur. dr Rini

mengungkapkan bahwa terlalu banyak tidur mengakibatkan sirkulasi darah tidak lancar, loyo dan lemah. Badan yang loyo dan lemah tersebut disebabkan oleh reabsorpsi limbah serta metabolisme tubuh. Mengubah jam biologis menjadi hal yang tidak dapat dihindari mengingat banyaknya kewajiban yang harus dilakukan. Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi. Gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia, yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 yang melibatkan 10.000 orang terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan mengalami depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang

tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat Anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi. Berikut adalah dampak-dampak negatif dari pola tidur yang tidak sehat : Berikut beberapa dampak negatif yang diakibatkan karena kurang tidur : 2.1.4. Konsentrasi menurun Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat memengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam menguatkan memori dalam piki