lembaga sosial - sosiologi

  • Published on
    21-Jun-2015

  • View
    4.061

  • Download
    9

Embed Size (px)

Transcript

  • 1. Kelompok 2 Annisa Raudya Tuzzahra Farhah Kamilah Kartika Dwi Rachmawati Nadia Bella Salsabila Shofiyah Salsabila

2. Pengertian lembaga sosial Lembaga sosial menurut para ahli: Horton dan Hunt, lembaga sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting Koentjoroningrat memberi batasan yang dimaksud dengan pranata sosial adalah sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu untuk berinteraksi menurut pola resmi atau suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan kompleks khusus dalam kehidupan manusia 3. Proses pertumbuhan lembaga 1.2.3.berdasarkan kekuatan pengikatnya terbentuk melalui cara(usage), kebiasaan (folkways), tata kelakuan (mores) dan adat (custom) berdasarkan proses norma-norma dalam pembentukannya sebagai lembaga yaitu proses pelembagaan (institutionalization) , yaitu dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam kehidupan serta norma-norma yang internalized yaitu norma telah meresap dalam jiwa anggota masyarakat Unsur penting lembaga sosial yaitu berkaitan dengan kebutuhan pokok merupakan seperangkat aturan merupakan cara bertindak yang mengikat 4. Ciri-ciri lembaga 1.2.3. 4.5. 6.Merupakan suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatandan hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan dan kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung dan tidak tergabung dalam suatu unit yang fungsional Mempunyai tingkat kekekalan tertentu sehingga orang menganggapnya sebagai himpunan norma yang sudah sewajarnya harus dipertahankan Mempunyai suatu atau beberapa tujuan tertentu Mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan Mempunyai lambang atau simbol yang menggambarkan tujuan dan fungsinya Mempunyai tradisi tertulis ataupun tidak tertulis yang merupakan dasar dari pranata yang bersangkuat dalam menjalankan fungsinya 5. Unsur penting Lembaga Sosial a. Pranata sosial mencakup kebutuhan dasar (basic need) b. Merupakan seperangkat aturan dan perilaku yang relatif tetap, tersusun dan terstruktur c. Merupakan cara bertindak yang mengikatCara Mempelajari Lembaga Sosial a. Analisis secara historis, bertujuan meneliti sejarah timbul dan berkembangnya b. Analisis komparatif, bertujuan menelaah suatu lembaga tertentu dalam berbagai masyarakat berlainan atau berbagai lapisan sosial masyarakat c. Analisis fungsional, yaitu menganalisis hubungan antara lembaga-lembaga dalam masyarakat 6. Tipe-tipe lembaga Menurut Gillin dan Gililin tipe lembaga sosial dapat ditinjau dari berbagai sudut antara lain 1. Dari Sudut Perkembangannya a. crescive institutions : tidak sengaja dibentuk dari adat istiadat masyarakat. Contoh : institusi agama, pernikahan b. enacted institutions : sengaja dibentuk dari adat istiadat masyarakat. Contoh : institusi pendidikan2. Dari Sudut Sistem Nilai yang Diterima oleh Masyarakat a. basic institutions : penting untuk memelihara tata tertib di masyarakat. Contoh : keluarga, sekolah, negara b. subsidiary institutions: dianggap kurang penting untuk memelihara tata tertib di masyarakat. Contoh : rekreasi 7. 3. Dari Sudut Penerimaan Masyarakat a. approved atau social sanctional institutions : diterima oleh masyarakat. Contoh: sekolah dan perusahaan dagang b. unsanctioned institutions : ditolak oleh masyarakat, walau masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh : penjahat, pencoleng 4. Dari Sudut Penyebarannya a. general institutions : diterima oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contoh: pranata agama b. resstricted institutions : dikenal oleh masyarakat tertentu saja. Contoh : pranata agama Islam, Kristen, Katholik, budha dan Hindu 5. Dari Sudut Fungsinya a. operative institutions : berfungsi menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat yang bersangkutan, misal, masyarakat industri b. regulative institutions : bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang ada dalam masyarakat, misalnya pranata hukum seperti kejaksaan dan pengadilan 8. Beberapa lembaga yang penting di masyarakat 1. Lembaga Keluarga a. Karakteristik Keluarga Menurut Mac Iver dan Charlen Horton: 1) merupakan hubungan perkawinan 2) bentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan hubungan perkawinan yang dibentuk atau dipelihara 3) mempunyai suatu sistem tata nama (nomeclatur) termasuk perhitungan garis keturunan 4) mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggotanya 5) merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga b. Fungsi dan Peran Lembaga Keluarga Menurut Horton dan Hunt : 1. pengaturan hubungan biologis 2. reproduksi 3. sosialisasi 4. afeksi 5. definisi status 6. perlindungan dan ekonomi 9. 2. Lembaga Pendidikan Lingkungan pendidikan dibedakan menjadi 3, keluarga (informal), sekolah (formal) dan masyarakat (non formal), misalnya kursus dan bimbingan belajar. fungsi yang tampak dan dapat dirasakan manfaat nya secara langsung oleh masyarakat 1) membantu orang untuk sanggup mencari nafkah 2) menolong orang untuk mengembangkan potensinya demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan pembangunan masyarakat Fungsi Laten Pendidikan 1. Menciptakan ketidakdewasaan atau memperpanjang masa remaja 2. Mengurangi pengendalian orang tua 3. Menyediakan sarana untuk pembangkangan 4. Mempertahankan sistem kelas sosial 5. Alat mobilitas sosial 10. 3. Lembaga Ekonomi Lembaga ekonomi merupakan lembaga yang menangani masalah kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang diperlukan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat Ada beberapa tipe sistem ekonomi di dunia yaitu: b. Tipe ekonomi campuran yaitu gabungan antara sistem kapitalis dan sosialis c. Tipe ekonomi Komunis yaitu dipimpin oleh partai tunggal d. Sistem ekonomi masyarakat fasis yaitu masyarakat yang dipimpin oleh suatu partai diktaktor yang diorganisir oleh seorang pimpinan yang kharismatik e. Sistem ekonomi Indonesia bertumpu pada pasal 33 UUD 1945 Fungsi Lembaga Ekonomi Dalam hal ini mengacu pada fungsi pasar yaitu: 1) mengatur kehidupan sosial dan ekonomi 2) tempat pertukaran bebas 3) mengubah struktur sosial budaya 11. 4. Lembaga Politik Kornblum mendefinisikan institusi politik sebagai seperangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang. Terbentukanya suatu lembaga politik dalam arti terbentuknya suatu nation (bangsa) dalam suatu negara adalah sebagai berikut: 1) mengadakan kegiatan dan proyek yang dapat menjawab keinginan warga masyarakat 2) menekan adanya persamaan nilai, norma atau sejarah melalui pengajaran di sekolah , media massa 3) pembentukan tentara nasional dari suatu negara merdeka dengan partisipasi semua golongan yang ada dalam masyarakat 4) mengadakan upacara pada kesempatan tertentu Lembaga politik mempunyai fungsi umum sebagai berikut: 1) Menghubungkan antara kekuasaan dengan warga masyarakat sehingga keteraturan tertib sosial terpelihara 2) Menangani masalah administrasi dan tata tertib umum demi terciptanya keamanan dan ketentraman masyarakat Adapun yang ditertibkan adalah kepentingan-kepentingan dari warga masyarakat itu sendiri sehingga tidak terjadi benturan antara kepentingan antar individu maupun kelompok. Untuk melaksanakan suatu kebijakan suatu lembaga memerlukan kekuasaan dan kewenangan dengan demikian kehidupan politik tidak lepas dari sistem penagturan pembagian kekuasaan dan kewenangan. Pembagian kekuasaan dan kewenangan di negara Indonesia dibagi menjadi kekuasaan legislatif, kekuasaan yudikatif dan kekuasaan eksekutif. 12. 5. Lembaga Agama Unsur Agama 1. Kepercayaan 2. Praktek keagamaan/ Ritual 3. Simbol agama 4. Umat 5. Pengalaman Adapun fungsi agama secara umum adalah : 1. sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok 2. mengatur hubungan antarmanusia dan manusia dengan Tuhannya 3. merupakan tuntunan prinsip benar dan salah 4. pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan 5. pedoman perasaan keyakinan (belief) 6. mengungkapkan keindahan (estetika) 7. pedoman jiwa dalam mencari ketenangan dan kesegaran jiwa 8. memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama