PRANATA SOSIAL (sosiologi)

  • Published on
    17-Jul-2015

  • View
    153

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • PRANATA SOSIAL

  • PRANATA SOSIALBeberapa Definisi. Menurut Robert MacIver dan C.H. Page. prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok.2. Menurut Soerjono Soekanto. himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

  • Menurut Koenjaraningrat (1979)pranata-pranata sosial adalah sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat untuk berinteraksi menurut pola-pola resmi suatu sistem tatakelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

  • Tujuan utama diciptakannya pranata sosialuntuk mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadai, untuk mengatur agar kehidupan sosial warga masyarakat bisa berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Contoh: pranata keluarga, misalnya, mengatur bagaimana keluarga harus memelihara anak. pranata pendidikan mengatur bagaimana sekolah harus mendidik anak-anak hingga menghasilkan lulusan yang handal.

  • TIMBULNYA PRANATA SOSIALTimbulnya pranata sosial melalui dua cara:1. Secara Tidak Terencana2. Secara Terencana

  • Fungsi-fungsi Pranata Sosial

    Sebagai pedoman anggota masyarakat untuk bertingkah laku atau bersikap di dalam usaha untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. ( berbagai aturan atau kaidah-kaidah sosial yang dapat harus dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup warga masyarakat).Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau disintegrasi masyarakat. karena sumber pemenuhan kebutuhan hidup yang tidak seimbang dengan jumlah manusia yang semakin bertambah norma-norma sosial yang terdapat di dalam pranata sosial akan berfugsi untuk mengatur pemenuhan kebutuhan hidup setiap warganya secara adil atau memadai, sehingga dapat terwujud kesatuan yang tertib.Sebagai pegangan/sistem pengendalian sosial (social control). Sanksi-sanksi atas pelanggaran norma-norma sosial merupakan sarana agar setiap warga masyarakat tetap konform dengan norma-norma sosial itu, sehingga tertib sosial dapat terwujud.

  • Karakteristik Pranata Pranata sosial terdiri dari seperangkat organisasi pemikiran-pemikiran dan pola-pola perikelakuan yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan. pranata sosial sebagai kumpulan norma-norma sosial dan peranan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Pranata sosial itu mempunyai daya tahan tertentu yang tidak lekas lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Pranata sosial itu terdiri dari norma-norma sosial, yang terbentuk melalui proses yang tidak mudah dan relatif lama. Pranata sosial mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dasarnya adalah pedoman serta arah yang ingin dicapai. Pranata sosial memiliki alat perlengkapan untuk mencapai tujuannya. Pranata sosial memiliki lambang yang merupakan spesifikasi suatu pranata sosial, juga sebagai pencerminan secara simbolis tujuan dan fungsi pranata yang bersangkutan. Pranata sosial itu mempunyai dokumen baik yang tertulis maupun tidak. Dokumen ini sebagai suatu landasan untuk mencapai tujuan serta melaksanakan fungsinya.

  • TIPE-TIPE PRANATA SOSIALMenurut John Lewis Gillin dan John PhilipGillin, pranata sosial dapat diklasifikasikan:Atas dasar kompleksitas penyebarannya, ada duaGeneral social institutions, Pranata sosial ini terdapat di setiap bentuk masyarakat, sehingga bersifat universal. Artinya bahwa pranata sosial ini mempunyai nilai yang tinggi dalam kehidupan masyarakat terutama untuk kelangsungan hidupnya. Pranata sosial yang demikian ini berarti dikenal, diakui dan diterima oleh sebagian besar atau bahkan oleh seluruh umat manusia sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Sebagai wahana atau tempat berbagai pranata sosial sejenis yang relatif lebih kecil, sifat dari pranata sosial netral, umum atau tidak memihak terhadap komponen atau unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Salah satu contoh dari pranata sosial yang bersifat universal adalah agama yang menghimpun dari berbagai agama tertentu, tanpa memihak terhadap salah satu agama tertentu tersebut.

  • Restricted social institutions.Pranata sosial ini mempunyai corak yang khas atau khusus dalam kehidupan masyarakat. karena kaidah-kaidah serta peranperan yang terdapat di dalam pranata itu mempunyai kekhususan maka pola penyebarannya relatif lebih terbatas dibanding dengan pranata yang umum. Hal ini terjadi karena relatif kecilnya kepentingan dan minat warga yang terbagi ke dalam pranata lain yang bersifat khusus. Daya jangkau pranata ini hanya terbatas pada kelompok, klas atau golongan tertentu saja. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang warga dapat melakukan perpindahan dari satu pranata sejenis yang khusus ini ke pranata yang lain. Contoh: pranata sosial yang bersifat umum adalah agama, sedang pranata sosial yang khusus adalah agama tertentu, yaitu: Islam, Kristen Katholik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan lain sebagainya.

  • 2. Atas dasar Orientasi Nilainya Basic Institution Pranata sosial ini harus ada dalam kehidupan masyarakat, terdiri dari kaidah sosial yang mempunyai nilai sangat pokok bagi kelangsungan hidup masyarakat Bila mendasarkan diri bahwa kelangsungan hidup manusia sangat dipengaruhi oleh pemenuhan tiga hajat hidup, maka pranata sosial yang harus ada atau primer setidak-tidaknya juga terdiri dari tiga pranata sosial. Seperti hajat untuk makan, harus ada pranata ekonomi dalam arti yang luas. Hajat untuk berkembang-biak dan hajat biologis, diperlukan kaidah yang terangkum di dalam Hajat untuk memperoleh perlindungan pranata politik/pemerintahan

  • Subsidiary InstitutionPranata sosial sekunder didukung kaidah sosial yang nilai-nilainya dianggap kurang penting untuk menunjang kelangsungan hidup manusia.Namun demikian tidaklah menutup kemungkinan bahwa ada masyarakat tertentu di suatu saat dan tempat tertentu, mempunyai anggapan terhadap pranata sosial sekunder itu sebagai pranata primer. Seperti untuk dapat memperoleh kesehatan, rasa keindahan, rasa seni dan pengembangan diri secara bertahap dikaitkan dengan kegiatan ekonomi. Suatu contoh yang paling mudah adalah bahwa kebutuhan pendidikan dalam kehidupan masyarakat kota, bukan sebagai kebutuhan yang bersifat sekunder, dengan memperoleh pendidikan, individu yang bersangkutan akan ditempatkan oleh masyarakat pada posisi sosial, ekonomi dan politis tertentu.

  • JENIS PRANATA SOSIAL 1. PRANATA KELUARGA Keluarga adalah lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Pranata Sosial Keluarga IntiBeberapa pranata sosial dasar yang berhubungan dengan keluarga inti (nuclear family) adalah sebagai berikut:Pranata kencan,Pranata peminangan,Pranata pertunangan, danPranata pekawinan.

  • Bentuk Perkawinan Monogamy merupakan perkawinan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan pada suatu saat tertentu. Poligami merupakan bentuk perkawinan jamak tunggal. Poligami ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 tipe yaituPoligini, perkawinan antara seorang laki-laki degan beberapa atau lebih dari satu wanita dalam waktu yang sama Poliandri, Poliandri banyak sekali dilakukan oleh suku-suku bangsa yang ada di daerah Tibet. Conogami. perkawinan dari dua atau lebih laki-laki dengan dua atau lebih perempuan dalam perkawinan kelompok. Faktor penyebab perkawinan ini tidak begitu jelas, tatapi bentuk ini masih ditemukan pada di kepulauan Pasifik di Marqueses.

  • Tipe KeluargaConjugal Familiy didasarkan atas ikatan perkawinan dan terdiri dari seorang suami, seorang isteri dan anak-anak mereka yang belum kawin. Consanguine Familiy tidak didasarkan pada pertalian kehidupan suami-istri, melainkan pada pertalian darah atau ikatan keturunan dari sejumlah orang kerabat.

  • Fungsi KeluargaFungsi pengaturan keturunan,Fungsi sosialisasi atau pendidikan,Fungsi ekonomi atau unit produksi,Fungsi pelindung atau proteksi,Fungsi penentuan status,Fungsi pemeliharan, danFungsi afeksi.

  • 2. PRANATA AGAMAAgamasecara mendasar dan umum, merupakan sebagai seperangkat peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib, khususnya dengan Tuhannya mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan mengatur hubungan manusia dengan lingkungannya.

  • Fungsi Agama Horton dan Hunt (1987: 327) :1. fungsi manifes (nyata) berkaitan dengan segi-segi doktrin, ritual, dan aturan tentang perilaku dalam agama. Tujuan atau fungsi agama adalah untuk mendorong manusia agar melaksanakan ritus agama, bersama-sama menerapkan ajaran agama, dan menjalankan kegiatan yang diperkenankan agama.

    2. fungsi latent. menawarkan kehangatan bergaul, meningkatkan mobilitas sosial, mendorong terciptakanna beberapa bentuk stratifikasi sosial, dan mengembangkan seperangkat nilai ekonomi.

  • Faktor-faktor yang menyebabkan manusia membutuhkan pranata agama Talcott Parsons: (1) ketidakmengertian dan ketidakmampuan manusia dalam menghadapi masalah tertentu seperti: kematian, bencana alam, kesakitan; dsb (2) kelangkaan akan hal-hal yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan

  • 3. PRANATA POLITIKPengertian Pranata Politik Dalam literatur sosiologi terdapat berbagai istilah yang digunakan untuk menyebut pranata politikMac Iver (1952) menyebutnya sebagai negara,James W Vander Zanden (1965) menyebutnya sebagai perilaku politik, Gillin (1954) dan Kingsley Davies (1949) menyebutnya sebagai institusi politik.

  • Karakteristik pranata politik

    Adanya suatu komunitas manusia yang secara sosial bersatu (hidup bersama) ata