LP Fraktur Femur Jadi

  • View
    251

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of LP Fraktur Femur Jadi

  • 7/22/2019 LP Fraktur Femur Jadi

    1/37

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    Fraktur femur mempunyai angka kejadian yang cukup tinggi dibanding

    dengan patah tulang jenis berbeda umumnya fraktur terjadi pada 1/3 tengah. Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau

    tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, 2000).

    Sedangkan Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang terbesar

    dan terkuat pada tubuh (Brooker, 2001).

    Fraktur dapat dibagi menjadi 2, yaitu: Fraktur tertutup (closed) adalah

    hilangnya atau terputusnya kontinuitas jaringan tulang dimana tidak terdapat

    hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar. Atau bila jaringan kulit yang

    berada diatasnya/ sekitar patah tulang masih utuh, sedangkan fraktur terbuka

    (open / compound) adalah hilangnya atau terputusnya jaringan tulang dimana

    fragmen-fragmen tulang pernah / sedang berhubungan dengan dunia luar.

  • 7/22/2019 LP Fraktur Femur Jadi

    2/37

    BAB 2

    TINJAUAN TEORI

    2.1 Konsep Teori

    2.1.1 Pengertian

    Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan

    atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, 2000).

    Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis

    dan luasnya (Smeltzer & Bare, 2001). Sedangkan Fraktur femur adalah

    terputusnya kontinuitas jaringan tulang terbesar dan terkuat pada tubuh (Brooker,

    2001).

    Fraktur dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

    1. Fraktur tertutup (closed) adalah hilangnya atau terputusnya kontinuitas jaringantulang dimana tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia

    luar. Atau bila jaringan kulit yang berada diatasnya/ sekitar patah tulang masih

    utuh.

    2. Fraktur berbuka (open / compound) adalah hilangnya atau terputusnya jaringantulang dimana fragmen-fragmen tulang pernah / sedang berhubungan dengan

    dunia luar.

    2.1.2Anatomi FisiologiTulang paha / femur terdiri dari ujung atas, corpus dan ujung bawah, ujung

    atas terdiri dari

    1. Kaput adalah masa yang membuat dan mengarah ke dalam dan ke atastulang tersebut halus dan dilapisi dengan kartilago kembali fovea, lubang

    kecil tempat melekatnya ligamen pendek yang menghubungkan kaput ke

    area yang besar pada asetabulum os coxal.

    2. Trochanten mayor sebelah lateral dan trochanter minor sebelah medial,merupakan melekatnya otot-otot.

    Carpus adalah tulang panjang agak mendatar ke arah medial, sebagian besar

    permukaannya halus dan tempat melekatnya otot-otot. Pada bagian posterior linea

  • 7/22/2019 LP Fraktur Femur Jadi

    3/37

    aspera adalah tulang yang berbentuk hubungan ganda, membentang ke bawah dari

    trochanter atas dan melebar keluar bawah untuk menutup area yang halus. Ujung

    bawah terdiri dari kondik medial dan lateral yang besar dan suatu area tulang

    diantaranya kondile mempunyai permukaan artikulur untuk fibia dibawah dan

    patela di depan.

    Fraktur collum dan kaput merupakan fraktur femur yang umum, fraktur

    tersebut lebih mudah terjadi pada orang tua sebagai akibat karena jatuh. Fraktur

    tidak dapat segera sembuh karena pada fraktur tersebut memotong banyak suplay

    darah ke kaput femoris. Untuk membantu menyembuhkan dan memudahkan

    pergerakan pasien secepat mungkin. Fraktur ini biasanya ditangani dengan

    memasang pembaja melalui trochanter mayor ke dalam kaput femuris. Dengan

    demikian pasien mampu untuk turun dari tempat tidur dan mulai untuk berjalan.

    2.1.3KlasifikasiAda 2 type dari fraktur femur, yaitu :

    1. Fraktur Intrakapsuler femur yang terjadi di dalam tulang sendi, panggul danmelalui kepala femur (capital fraktur)

    1)Hanya di bawah kepala femur2)Melalui leher dari femur

    2. Fraktur Ekstrakapsuler;1)Terjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter femur yang lebih

    besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter.

    2)Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2 inci dibawah trokhanter kecil.

  • 7/22/2019 LP Fraktur Femur Jadi

    4/37

    2.1.4EtiologiMenurut Sachdeva dalam Jitowiyono dkk (2010), penyebab fraktur dapat

    dibagi menjadi tiga yaitu :

    1. Cedera traumatikCedera traumatik pada tulang dapat disebabkan oleh :

    1) Cedera langsung berarti pukulan/kekerasan langsung terhadap tulangsehingga tulang patah secara spontan ditempat itu. Pemukulan biasanya

    menyebabkan fraktur melintang dan kerusakan pada kulit diatasnya.

    2) Cedera tidak langsung berarti pukulan langsung berada jauh dari lokasibenturan, misalnya jatuh dengan tangan berjulur dan menyebabkan fraktur

    klavikula.

    3) Fraktur yang disebabkan kontraksi keras yang mendadak dari otot yangkuat.

    2. Fraktur patologikDalam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit dimana dengan trauma

    minor dapat mengakibatkan fraktur, dapat juga terjadi pada berbagai keadaan

    berikut :

    1) Tumor tulang (jinak atau ganas), pertumbuhan jaringan baru yang tidakterkendali dan progresif.

    2) Infeksi seperti osteomielitis, dapat terjadi sebagai akibat infeksi akut ataudapat timbul sebagai salah satu proses yang progresif, lambat dan sakit

    nyeri.

    3) Rakhitis, suatu penyakit tulang yang disebabkan oleh difisiensi vitamin Dyang mempengaruhi semua jaringan skelet lain, biasanya disebabkan oleh

    defisiensi diet, tetapi kadang-kadang dapat disebabkan kegagalan absorbsi

    vitamin D atau oleh karena asupan kalsium atau fosfat yang rendah.

    3. Secara spontanDisebabkan oleh stress tulang yang terus menerus misalnya pada penyakit

    polio dan orang yang bertugas di kemiliteran.

  • 7/22/2019 LP Fraktur Femur Jadi

    5/37

    2.1.5PatofisiologiFraktur terjadi bila interupsi dari kontinuitas tulang, biasanya fraktur disertai

    cidera jaringan disekitar ligament, otot, tendon, pembuluh darah dan persyarafan.

    Tulang yang rusak mengakibatkan periosteum pembuluh darah pada korteks dan

    sumsum tulang serta jaringan lemak sekitarnya rusak. Keadaan tersebut

    menimbulkan perdarahan dan terbentuknya hematom dan jaringan nekrotik.

    Jerjadinya jaringan nekrotik pada jaringan sekitar fraktur tulang merangsang

    respon inflamasi berupa vasodilatasi, eksudasi plasma dan leukosit. Ketika terjadi

    kerusakan tulang, tubuh mulai melakukan proses penyembuhan untuk

    memperbaiki cidera. Tahap ini merupakan tahap awal pembentukan tulang.

    Berbeda dengan jaringan lain, tulang dapat mengalami regenerasi tanpa

    menimbulkan bekas luka.

    2.1.6Manifestasi KlinisMenurut Smeltzer & Bare (2002), manifestasi klinis fraktur adalah nyeri,

    hilangnya fungsi, deformitas, pemendekan ekstremitas, krepitasi, pembengkakan

    lokal dan perubahan warna.

    1.Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulangdiimobilisasi. Spasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidai

    alamiah yang dirancang untuk meminimalkan gerakan antar fragmen tulang.

    2. Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tak dapat digunakan dan cenderungbergerak secara tidak alamiah. Pergeseran fragmen pada fraktur lengan atau

    tungkai menyebabkan deformitas ekstremitas, yang bisa diketahui dengan

    membandingkan dengan ekstremitas yang normal. Ektremitas tak dapat

    berfungsi dengan baik karena fungsi normal otot bergantung pada integritas

    tulang tempat melekatnya otot.

    3. Pada fraktur panjang terjadi pemendekan tulang, yang sebenarnya karenakontraksi otot yang melekat diatas dan dibawah tempat fraktur.

    4. Saat ekstremitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derik tulang yangdinamakan krepitasi yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan

  • 7/22/2019 LP Fraktur Femur Jadi

    6/37

    yang lainnya. ( uji kripitasi dapat membuat kerusakan jaringan lunak lebih

    berat).

    5. Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit terjadi sebagai akibattrauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. Tanda ini bisa baru terjadi

    setelah bebebrapa jam atau hari setelah cedera.

    2.1.7Penatalaksanaan (Smeltzer & Bare, 2002)1. Penatalaksanaan kedaruratan

    Segera setelah cedera, pasien berada dalam keadaan bingung, tidak

    menyadari adanya fraktur, dan berusaha berjalan dengan tungkai yang patah.

    Maka bila dicurigai adanya fraktur, penting untuk mengimobilisasi bagian

    tubuh segera sebelum pasien dipindahkan. Bila pasien yang mengalami cedera

    harus dipindahkan dari kendaraan sebelum dapat dilakukan pembidaian,

    ektremitas harus disangga diatas dan dibawah tempat patah untuk mencegah

    gerakan rotasi dan angulasi. Gerakan angulasi patahan tulang dapat

    menyebabkan nyeri, kerusakan jaringan lunak, dan perdarahan lebih lanjut.

    Daerah yang cedera diimobilisasi dengan memasang bidai sementara

    dengan bantalan yang memadai, yang kemudian dibebat dengan kencang. Pada

    cedera ekstremitas atas lengan dapat dibebat dengan dada, atau lengan yang

    cedera dibebat dengan sling.

    Pada fraktur terbuka, luka ditutup dengan pembalut bersih (steril) untuk

    mencegah kontaminasi jaringan yang lebih dalam.

    2. Prinsip penanganan frakturPrinsip penanganan fraktur meliputi reduksi, imobilisasi, dan

    pengambilan fungsi dan kekuatan normal dengan rehabilitasi.

    1)Reduksi frakturReduksi fraktur (setting tulang) berarti mengembalikan fragmen tulang pada

    kesejajarannya dan rotasi anatomis

    (1) Reduksi tertutup : pada kebanyakan kasus, reduksi tertutup dilakukandengan mengembalikan fragmen tulang keposisinya ( ujung-ujungnya

    saling berhubungan ) dengan manipulasin atau traksi manual.

  • 7/22/2019 LP Fraktur Femur Jadi

    7/37

    (2