Learning Issues Saras

  • View
    39

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tutorial

Text of Learning Issues Saras

Learning IssuesSaraswati Annisa04011381419196Gamma

Pemeriksaan Fisik1. Penilaian keadaan umumPenilaian keadaan umum dilakukan saat seorang dokter pertama kali bertemu dengan pasien. Secara umum pasien dapat dinilai kondisi sakitnya dalam kondisi sebagai berikut : Tidak nampak sakit, masih bisa beraktifitas biasa Sakit ringan, tampak mulai terganggu aktifitas harian Sakit sedang, memerlukan istirahat tetapi masih dapat melakukan aktifitas pribadi Sakit berat, terbaring di tempat tidur dan perlu bantuan untuk melakukan aktifitas pribadiKeadaan gizi dan habitus. Habitus : - Atletikus BB dan bentuk badan ideal - Astenikus pasien yang kurus - Piknikus pasien yang gemuk Keadaan gizi kurang, cukup atau berlebih. BB dan TB harus diukur sebelum pemeriksaan fisis dilanjutkan. Indeks Masa Tubuh (Body Mass Index) : BB (kg) / TB2 (m2)BB ideal = IMT 18,5 251. BB kurang = IMT < 18,51. BB lebih = IMT > 251. OBESITAS= IMT > 302. Penilaian status mental / tingkat kesadaran Merupakan penilaian tingkat kesadaran berupa : 1. Composmentis, sadar sepenuhnya, baik/sempurna 2. Apatis, perhatian berkurang, pasien tampak segan dan acuh tak acuh3. Somnolen, mudah tertidur walaupun sedang diajak bicara 4. Soporous, dengan rangsangan kuat masih memberi respon gerakan 5. Soporocomatous, hanya tinggal reflek cornea (sentuhan kapas pada kornea, akan menutup kelopak mata) 6. Koma, tidak memberi respon sama sekali 7. Penilaian kesadaran juga dapat dilakukan dengan menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS)

3. Penilaian Tekanan Darah Saat jantung berkontraksi dan relaksasi, sirkulasi darah menyebabkan tekanan pada dinding arteri. Tekanan darah arteri merupakan tekanan atau gaya lateral darah yang bekerja pada dinding pembuluh darah. Tekanan ini berubah-ubah sepanjang siklus jantung. Bila ventrikel berkontraksi, darah akan dipompakan ke seluruh tubuh, tekanan darah saat ini disebut tekanan sistolik. Bila ventrikel relaksasi, aliran darah dari atrium menuju ke ventrikel, tekanan darah saat ini disebut tekanan diastolik. Selisih antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan nadi. Ada 5 faktor yang menentukan tingginya tekanan darah, yaitu : curah jantung, tahanan pembuluh darah tepi, volume darah total, viskositas darah, dan kelenturan dinding arteri. Faktor lain yang menentukan tekanan darah adalah aktifitas fisik, stres emosi, nyeri, dan temperatur sekitar. Teknik Mengukur Tekanan Darah Alat pengukur tekanan darah disebut sfigmomanometer, ada 2 macam manometer yaitu : manometer air raksa/merkuri dan manometer aneroid (Gambar 1). Untuk mendapatkan pengukuran yang tepat lebar manset harus sesuai dengan ukuran lengan (Gambar 2). Pengukuran dapat dilakukan pada arteri apapun, yang dapat dilingkari manset di bagian 8 proksimal dan dapat diraba di bagian distal. Pengukuran pada arteri brakhialis paling sering dilakukan karena letaknya yang tepat. Agar dihasilkan pengukuran tekanan darah yang akurat terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan : Hindari merokok, minum caffein, olahraga 30 menit sebelum pemeriksaan. Ruang pemeriksaan tenang. Ukur setelah beristirahat selama 15 menit. Pemeriksaan dapat dilakukan dalam keadaan berbaring, duduk dengan lengan diatur sedemikian rupa sehingga A. brakialis terletak setinggi jantung. Lengan bebas dari baju, tidak ada arteriovenous fistula pada pasien yang dihemodialisis atau tanda-tanda lymphedema. Palpasi A. brakialis. Lengan pada posisi antekubiti, setinggi jantung dekat pertemuan ruang interkostal 4 dengan sternum. Bila pasien duduk, letakkan lengan pada meja; bila pasien berdiri, lengan pada posisi pertengahan dada.

Diukur dgn tensimeter (sfigmometer)Dengan stetoskop terdengar denyut nadi Korotkof : Korotkof I suara denyut mulai terdengar, tapi masih lemah dan akan mengeras setelah tekanan diturunkan 10-15 mmHg sesuai dg tekanan sistolik Korotkof II suara terdengar seperti bising jantung (murmur) selama 15-20 mmHg berikutnya Korotkof III suara menjadi kecil kualitasnya, lebih jelas dan keras selama 5-7 mmHg berikutnya Korotkof IV suara meredup sampai kemudian menghilang setelah 5-6 mmHg berikutnya Korotkof V titik dimana suara menghilang sesuai dengan tekanan diastolik.Cara mengukur tekanan darah :1.Persiapan Sebaiknya untuk mengukur tekanan darah pasien tidak merokokatau minum minuman berkafein selama kurang lebih 30 menitsebelum pengukuran dan istirahat sedikitnya 5 menit sebelum pengukuran. Lengan yang diperiksa tidak tertutup pakaian. Palpasi arteri brachialis Atur posisi lengan sedemikan sehingga arteri brachialis pada fosaantecubital terletak setinggi jantung (kira-kira sejajar denganintercosta 4). Letakkan manset di tengah arteri brachialis pada lengan kanan, sisi bawah manset kurang lebih 2,5 cm diatasfosa antecubital. Lingkarkan manset dengan tepat , posisikan lengan pasien sedikit flexi.2. Tentukan dahulu tekanan sistolik palpasi. Caranya, palpasi arteri radialis dekat pergelangan tangan dengan satu jari sambil pompa manset sampai denyut nadi arteri radialis menghilang. Baca berapa nilai tekanan ini pada manometer. Itulah tekanan sistolik palpasi. Lalu kempiskan manset.3.Sekarang ukur tekanan darah. Letakkan bel stetoskop di atas arteri brachialis. Kunci bagian pengeluaran udara. Pompa manset sampai kurang lebih 30mmhgdiatas tekanan sistolik palpasi. Kemudian kempiskan denganmembuka kunci pengeluaran udara perlahan-lahan dengan kecepatan kira-kira 2-3 mmhg/detik. Dengarkan bunyi ketukan pada stetoskop anda.

Yang disebut tekanan sistolik adalah bunyi ketukan pertama yang terdengar (Korotkoff I). Yang disebut tekanan diastolik adalah saat bunyi ketukan sama sekali hilang (korotkoff V)

4. Penilaian Denyut Nadi (Pulse) Denyut nadi merupakan pemeriksaan pada pembuluh nadi atau arteri. Diperiksa dengan cara palpasi (perabaan) pada Arteri radialis pada pergelangan tangan. Pada tempat lain dapat juga dilakukan, seperti : Arteri brakialis pada lengan atas, Arteri karotis pada leher, Arteri poplitea pada belakang lutut. Arteri femoralis pada lipat paha, Arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis posterior pada kaki. Pemeriksaan nadi umumnya dilakukan dgn palpasi Arteri radialis kanan dan kiri dekat pergelangan tangan. Lakukan palpasi dengan 2 atau 3 jari. Hitunglah frekuensi denyut nadi per menit. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setelah pasien istirahat 5 10 menit.

Sifat-sifat nadi yang dinilai : 1. Frekuensi (kecepatan) nadi Normal 80 x permenit. Bila > 100 x permenit takikardia. Bila < 60 x permenit bradikardia.2. Pengisian nadi (size) Ditentukan oleh pengisian saat sistole dan pengosongan saat diastole

Tekanan nadi sekitar 30-40 mmHg. Kontur nadi yang normal adalah halus dan bulat. (gambar 2). Kecil pulsus parvus (pada perdarahan, infark miokard, efusi perikardial, stenosis aorta. Besar pulsus magnus (demam, bekerja keras).3. Gelombang nadi (wave) Ditentukan oleh kecepatan pengisian dan pengosongan nadi. Gelombang nadi sangat erat hubungannya dengan pengisian nadi, makin besar pengisian maka makin besar gelombang nadi 4. Irama nadi Pada orang normal irama nadi teratur, disebut pulsus reguler. pulsus defisit frekuensi denyut nadi lebih kecil dari denyut jantung pulsus bigeminus 2 denyut nadi dipisahkan oleh interval yang panjang pulsus trigeminus 3 denyut nadi dipisahkan oleh interval yang panjang pulsus alternans denyut yg kuat dan lemah terjadi bergantian 5. Kualitas nadiBila tekanan nadi besar, pengisian dan pengosongan nadi berlangsung mendadak pulsus celer Bila tekanan nadi kecil, pengisian dan pengosongan nadi lambat pulsus tardus 6. Tekanan (tension)Cara : Dengan memberi tekanan pada A. radialis kanan. Jari ke-2 menekan A. radialis makin kuat sambil jari ke-3 dan ke-4 merasakan ada atau tidak denyut jantung. 7. Dinding pembuluh darah (kontur) Diraba pada A. brakialis. Arteri yang baik pada palpasi terasa dindingnya kenyal. 8. Pulsasi vena Pulsasi vena tidak dapat diraba seperti halnya arteri, hanya dapat dilihat (inspeksi) dan sebaiknya diperiksa pada vena jugularis eksterna.5. Penilaian pernapasan (respirasi) Terdiri dari inspirasi dan ekspirasi, frekuensi napas normal 16-24 kali permenita. Kecepatan pernapasan Adalah jumlah inspirasi permenit. Kecepatan pernapasan lebih rendah dan kurang teratur dibandingkan dengan denyut nadi, maka harus dihitung semenit untuk mengurangi kesalahan. Kecepatan meningkat pada keadaan : Emosional seperti ketakutan atau cemas Kelainan metabolik : - Diabetes melitus - Kelainan paru-paru (emfisema) Kelainan dinding torak yang menghalangi pelebaran dada, misalnya : miastenia gravis Kecepatan respirasi berkurang pada keadaan : depresi sistem saraf, misalnya kelebihan sedasi dan anestesi. Bila < 16 x/menit bradipneu. Bila > 24 x/menit takipneu b. Kedalaman pernapasan Kedalaman pernapasan pada umumnya menggambarkan tidal volume, jumlah udara yan diambil setiap pernapasan. Pada dewasa normal tidal volume antara 300-500 ml. Volume udara inspirasi sebenarnya hanya dapat ditentukan dengan spirometer. Untuk memperkirakan kedalaman pernapasan, observasi dada ketika naik dan turun, nilai usaha yang dibutuhkan untuk bernapas. Pernapasan hendaklah agak lambat. Tentukan apakah pernapasan dangkal (superfisial), sedang atau dalam. Napas yang dangkal menunjukkan kerusakan pada dada seperti tulang iga patah. Pernapasan dalam menunjukkan kelainan saraf, seperti cerebrovascular accident. 1. Pernapasan yg dalam hiperpneu 1. Pernapasan yg dangkal hipopneu 1. Kesulitan bernapas atau sesak napas dispneu 1. Sesak napas bila berbaring , nyaman bila dalam posisi tegak ortopneu 1. Sesak napas malam hari paroxysmal nocturnal dyspnoe c. Jenis pernapasan Thorakal Rongga toraks mengembang dan mengempis sesuai dengan irama inspirasi dan ekspirasi. Umumnya wanita mempunyai pernapasan torakal. Abdominal Inspirasi seirama dengan pengembangan perut dan ekspirasi dengan pengempisan perut. Umumnya pada laki-laki dan anak-anak. Thorakoabdominal Unsur torakal lebih do