JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI .JURUSAN TEKNIK INDUSTRI. FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

  • View
    236

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI .JURUSAN TEKNIK INDUSTRI. FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

  • JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

    2014

  • Latar Belakang

    -Hsiao (2009)- Daya tarik akan belanja secara offline tidak dapat dengan mudah digantikan oleh e-shopping.

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • OBYEK AMATAN Sebagai Produsen

    Pelanggan

    Reseller dan Retailer

    OBYEK AMATAN Sebagai Produsen dan Supplier

    Pelanggan

    Direct Channel

    (Online dan offline)

    Awal Berdiri Sekarang

    Direct Channel (Online)

    Latar Belakang (lanjutan)

    Goal Produsen

    Harga online = Harga offline intuisi owner

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Pemetaan Shopping Experiences End Customers

    Kekhawatiran produsen (yang menerapkan dual

    channel) apabila diterapkan harga online

    yang lebih murah

    Praktek showrooming customers (melakukan pengecekan fisik, lalu melakukan pembelian di saluran penjualan yang menawarkan harga lebih murah, yaitu online channel ) risiko produsen pada praktek dual channel

    Sumber: (Ipsos OTX/Google 2012 Holiday Shopping Intentions Survey)

  • Apakah strategi pricing sama besar antara channel online dan offline yang sekarang diterapkan oleh obyek amatan (prevalent pricing) memiliki performansi finansial yang lebih baik dibanding strategi pricing lainnya, seperti equal pricing ataupun different pricing strategy, dimana harga online cenderung lebih murah dibanding harga offline?

    Apakah strategi pricing sama besar yang sekarang diterapkan bisa dikembangkan menjadi strategi pricing online lebih mahal daripada offline, dengan mempertimbangkan preferensi customer terhadap channel online yang relatif cukup besar sebagaimana diidentifikasi ditahap pengumpulan data awal?

    Rumusan Masalah 1. 2.

    Sebagai catatan, semua tinjauan pertanyaan nomor 1 dan 2 di atas dilakukan dalam perspektif keuntungan channel secara individu dan

    keuntungan total DCSC.

  • Tujuan Penelitian Mendapatkan model analitis untuk profit individu tiap channel dan profit DCSC secara keseluruhan bagi obyek amatan. Mengetahui strategi pricing yang paling menguntungkan berdasarkan kriteria performansi finansial yang dipilih, yakni profit tiap channel dan profit DCSC secara keseluruhan bagi obyek amatan. Memberikan pertimbangan tentang perlu tidaknya perubahan strategi pricing yang diterapkan.

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Manfaat Penelitian Obyek amatan dapat membuat kebijakan

    preventive berdasarkan analisis kuantitatif yang cukup komprehensif untuk mengantisipasi

    kemungkinan terjadinya kerugian pada satu sisi kepentingan eselon dalam suatu DCSC melalui

    rekomendasi pricing strategy yang sesuai dengan obyek amatan.

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Batasan Penelitian

    Pengamatan terbatas pada satu online channel dan satu offline channel yang dimiliki obyek amatan.

    Data penjualan yang dipakai hanya untuk satu item produk dengan penjualan terbaik.

    Tidak ada aktivitas inventory pada obyek amatan.

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Asumsi Penelitian

    Harga produk yang relatif tetap untuk demand yang fluktuatif.

    Harga pada saluran penjualan online memiliki pengaruh yang dominan terhadap profitabilitas perusahaan.

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Tinjauan Pustaka

  • Strategi Pricing (Skenario yang Digunakan)

    menganalisa beberapa alasan adanya pertimbangan untuk membedakan antara harga pada kedua channel.

    menemukan fakta bahwa pihak manufaktur bisa saja melakukan kebijakan harga yang sama antara kedua channel, tetapi pihak manufaktur menuntut untuk tidak melakukannya karena faktor dampak negatif bagi profitabilitas usahanya.

    Fruchter & Tapiero (2005)

    Chun & Kim (2005)

    Equal pricing strategy dapat mengurangi konflik yang terjadi pada channel dengan menaikkan profit bagi retailer.

    Wen (2013) Equal Pricing Strategy

    Prevalent Pricing Strategy

    Different Pricing Strategy

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Metodologi Penelitian

  • Kesimpulan dan Saran

    Percobaan Numerik dan Analisis Optimasi Analisis output Analisis sensitivitas

    Verifikasi dan Validasi Model

    Pengumpulan dan Pengolahan Data Pengumpulan data Penyusunan kerangka model Identifikasi parameter model

    Identifikasi Awal Survei awal identifikasi

    problem

    Studi pustaka

    Identifikasi sifat produk yang dipertimbangkan sebagai obyek

    amatan

    Identifikasi variabel harga untuk pricing produk obyek

    amatan

    Identifikasi target obyek amatan dalam hal

    profitabilitas usaha

    Perumusan Masalah Strategi pricing mana yang optimum Apakah harga online bisa lebih mahal daripada offline

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Penyusunan Model

  • untuk

    untuk

    Model Dasar

    Model dasar demand offline (sebelum dipengaruhi DCSC)

    Model dasar demand offline dan online (setelah dipengaruhi DCSC; belum ada pengaruh nilai elastisitas demand terhadap perubahan harga)

    Sumber: (Widodo, et al., 2011)

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

    Sumber: (Chen&Simchi-Levi, 2004)

  • Model Penelitian

    Model dasar demand offline dan online (setelah dipengaruhi DCSC; sudah ada pengaruh nilai elastisitas demand terhadap perubahan harga)

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Model Penelitian (lanjutan) Terdapat 3 decision variable yang akan dioptimasi, antara lain: harga jual online (Po), harga jual offline (Ps), harga kulak retailer (Pr).

    Parameter model penelitian: Cu : Unit cost (HPP)

    : Jumlah demand maksimum pada offline channel (setelah dual channel)

    : Elastisitas demand terhadap harga jual,

    : Rasio penerimaan konsumen terhadap produk online dibandingkan

    dengan produk pada conventional store (offline)

    : Batas bawah prosentase offline demand terhadap online demand

    : Batas atas prosentase offline demand terhadap online demand

    : Profit margin terhadap HPP

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Profit = Demand * Profit Margin

    Model Penelitian (lanjutan)

    : Profit yang didapat dari penjualan online channel kepada end customer

    : Profit yang didapat dari penjualan offline channel kepada end customer

    : Profit penjualan produsen kepada retailer

    : Profit penjualan keseluruhan saluran penjualan dalam sistem DCSC

    Keterangan:

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Nilai decision variable lebih harus lebih besar dari unit cost (Cu):

    Apabila maka harga offline lebih besar dari online:

    Harga jual online (Po) harus lebih besar atau sama dengan harga pada retailer (Pr):

    Harga jual offline (Ps) harus lebih besar atau sama dengan harga pada retailer (Pr):

    Untuk menyeimbangkan permintaan di kedua channel, jumlah offline demand (Ds) harus lebih besar sama dengan nol:

    Marjin berdasarkan nilai HPP (harga pokok produksi) yang didapat produsen dari penjualan online harus lebih besar dari marjin yang didapat retailer:

    Pengondisian aktivitas showrooming:

    Margin profit yang diberikan produsen kepada offline channel ( 30%):

    Model Penelitian (lanjutan) Fungsi Pembatas

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Parameter Pendekatan untuk Mendapatkan Nilai Parameter

    Cu (HPP) Perhitungan biaya pengeluaran yang dibutuhkan untuk membuat satu produk

    dmax Modus dari rentang angka penjualan rata-rata

    (elastisitas demand)

    Menggunakan turunan dari fungsi demand

    (acceptance number)

    Hasil rata-rata jawaban respoden pada kuisioner

    (batas atas jumlah

    demand off terhadap on)

    Pengolahan data perbandingan prosentase offline demand terhadap online demand

    (batas atas jumlah

    demand off terhadap on)

    Pengolahan data perbandingan prosentase offline demand terhadap online demand

    (profit margin) Hasil wawancara dengan obyek amatan

    Pengumpulan Data Parameter

    ANALISIS PREVALENT, EQUAL, DAN DIFFERENT PRICING STRATEGIES PADA DUAL CHANNEL SUPPLY CHAIN OLEH ENGGA DWI ZENIA (25101000062)

  • Percobaan Numerik

  • Verifikasi dan Validasi

    Hasil Matlab (Perhitungan Software) Selisih

    Ps-Po Po Ps Pr ExitFlag PoptVal

    0,989 391.100 397.040 389.560 1 (3.034.399) 5.940

    Ketika bernilai mendek