Jurnal Praktik Kerja Industri

  • View
    15

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Jurnal Prakerin SMK

Text of Jurnal Praktik Kerja Industri

JURNAL KEGIATAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

(PRAKERIN)

TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015

SMK NEGERI 5 SIJUNJUNG

Nama Industri/ Instansi:

Alamat

:

Nama Siswa

:

NIS

:

Kompetensi Keahlian:PEMERINTAH KABUPATEN SIJUNJUNG

DINAS PENDIDIKAN

SMK NEGERI 1 SIJUNJUNG

JL Lintas Sumatera Padang Sibusuk Kec. Kupitan Telp.(0755) 480753

Sijunjung Sumatera Barat

www.smkn5sijunjung.sch.id

LEMBAR PENGESAHANJurnal Kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Telah DisahkanPada :

Hari : ................................

Tanggal : ................................

Pembimbing,

.......................................Guru Pembimbing,

.......................................

NIP:

Pemimpin Perusahaan,

.......................................

Waka Humas,

OFIANTI, S.PdNIP. 19691009 199802 2 001

Kepala SMK Negeri 5 Sijunjung,

Drs. A S R I L, MM

NIP. 19650818 199003 1 006

DAFTAR IDENTITAS DIRI

SISWA

NAMA LENGKAP

:

KELAS/ JURUSAN

:

ALAMAT RUMAH

:

NO. TELP/HP

:

NAMA ORANGTUA

:

NO. TELP/HP ORANGTUA

:

GURU PEMBIMBING

NAMA

:

NIP

:

ALAMAT

:

NOMOR TELEPON/HP

:

INDUSTRI/ INSTANSI

INDUSTRI/ INSTANSI

:

ALAMAT LENGKAP

:

NOMOR TELEPON

:

PIMPINAN INDUSTRI/ INSTANSI

NAMA

:

NIP / NIK

:

JABATAN

:

ALAMAT

:

NOMOR TELEPON/HP

:

PEMBIMBING INDUSTRI/ INSTANSI

NAMA

:

NIP / NIK

:

JABATAN

:

ALAMAT

:

NOMOR TELEPON/HP

:

KATA PENGANTARPuji dan Syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat-Nya sehingga Jurnal Kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini dapat kami susun. Harapan kami semoga jurnal ini dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan Prakerin.

Prakerin merupakan salah satu sumber belajar bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan, yang merupakan implementasi program Link and Match (ketautan dan kesepadanan). Kegiatan ini menghendaki siswa bekerja dengan ulet, tangguh, berinisiatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada disekitarnya. Kerjasama dan peran aktif siswa dengan pihak DU/ DI amat berpengaruh terhadap suksesnya program ini. Agar pelaksanaan Prakerin lebih terarah dan terencana dengan baik, buku jurnal ini menjadi sangat penting. Oleh sebab itu kami mengharapkan buku ini dapat menjadi pegangan bagi siswa sekalian.

Akhirnya kami mengucapkan selamat melaksanakan Prakerin, dengan harapan semoga sukses.

Padang Sibusuk, Maret 2015

Ketua Pokja Prakerin,

Husnah Fikria, S.Si

NIP. 198501222010012022DAFTAR ISIKata Pengantar ........................................................................

Daftar Isi ...................................................................................

BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Prakerin....................................

B. Pengertian Prakerin...........................................

C. Landasan Prakerin.............................................

D. Tujuan Prakerin..........................................

BAB II: PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKERIN

A. Pengenalan DU/ DI.....................................

B. Tata Tertib Prakerin....................................

C. Petunjuk Pengisian Jurnal.................................

D. Pembuatan Program Pelatihan........................

E. Kegiatan Selama Prakerin.

F. Monitoring.

G. Evaluasi.

BAB III: PENILAIAN DAN SERTIFIKASI PRAKERIN

A. Tujuan Penilaian.....................................

B. Yang memberikan Penilaian............................

C. Bentuk Penilaian.............................................

D. Instrumen Penilaian...........................................

E. Standar Penilaian....

BAB IV: PENUTUP....

LAMPIRAN:

Surat Pernyataan Prakerin

Data Pribadi Siswa

Daftar Hadir Siswa

Agenda Harian Siswa

Model Sertifikat (depan dan belakang)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Prakerin

Pada era global dibutuhkan sesuatu yang bisa diunggulkan dalam menghadapi persaingan, karena tanpa produk unggulan suatu kegiatan akan tergilas oleh kemajuan. Dalam suatu Negara, faktor utama yang menentukan keunggulan adalah tenaga kerja yang memiliki keterampilan, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Agar dapat menghasilkan produk maupun jasa yang layak untuk di unggulkan pada persaingan pasar global. Artinya diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keahlian profesional sebagai andalan utama menentukan keunggulan, karena kadar keahlian profesional tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi akan menentukan mutu, biaya produksi, efesiensi waktu dan penampilan akhir produk industri yang menjadi faktor penentu kemampuan bersaing.

Sejalan dengan itu, pendidikan sebagai pranata utama pembangunan SDM harus jelas berperan membentuk peserta didik menjadi aset bangsa, yaitu SDM yang dengan keahlian professional dapat menjadi produktif dan berpenghasilan, serta mampu menciptakan produk unggulan industri Indonesia yang siap menghadapi persaingan pasar global.Keahlian profesional yang harus dikuasai pada dasarnya mengandung unsur ilmu pengetahuan, teknik dan kiat (arts). Unsur ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari di sekolah, sedangkan unsur kiat adalah suatu yang tidak dapat diajarkan. Tetapi dapat dikuasai melalui proses pembiasaan (habit forming) penentukeprofesionalan seseorang, hanya dapat dikuasai dengan langsung mengerjakan suatu pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri, karena itulah tumbuh suatu ukuran keahlian profesional berdasarkan jumlah pengalaman kerja.Diyakini bahwa pelajaran praktek kejuruan yang disajikan di lembaga pendidikan SMK biarpun ditunjang dengan peralatan yang lengkap dan modern, pada dasanya hanya mampu menyajikan dasar-dasar keterampilan dan situasi tiruan (simulasi). Karena itu diharapkan untuk dapat membentuk keahlian profesional pada diri siswa.PERBEDAAN SISTEM NILAI

DI SEKOLAH DAN INDUSTRI1. Pekerjaan Praktek bersifat simulasi

2. Mutu pekerjaan dinilai dengan angka 0 s.d 10 atau 10 s.d 100

3. Resiko kegagalan masih ditoleransi:

diberi nilai rendah

mengulang

4. Toleransi terhadap pemanfaatan waktu longgar

5. Kegagalan dan keterlambatan tidak selalu dihiting sebagai biaya

6. Semangat kerja siswa bergantung pada kemampuan guru

7. Sulit membentuk etos kerja, karena pengaruh iklim kerja yang umumnya masih santai

8. Lingkungan berbau kertas tulis

9. Lebih lamban mengikuti perkembangan IPTEK1. Pekerjaan nyata berorientasi pada pasar

2. Mutu hasil pekerjaan diukur dengan Accepted atau Rejected3. Resikokegagalanbisa fatal:

merugikan financial

merusak reputasi dan pasaran

4. Pemanfaatan waktu sangat ketat, melampaui delivery time berarti cost

5. Kegagalan dan keterlambatan dihitung sebagai kerugian

6. Iklim kerja memacu setiap orang untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas

7. Kondisi yang ada sangat kondusif untuk membentuk etos kerja

8. Lingkungan yang berbau industri

9. Lebih cepat mengikuti perkembangan IPTEK

Mengikuti garis kebijakan serta memperhatikan kondisi yang ada sekarang dan prinsip-prinsip penguasaan keahlian profesi, seharusnya dipikirkan suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang dapat memadukan secara dinamis program pengembangan keahlian di lapangan kerja. Pendekatan yang dimaksud harus menggambarkan adanya Sistem Ganda yang merupakan perpaduan saling mengisi dan melengkapi antara program pendidikan di lembaga pendidikan dan program pelatihan untuk meninggkatkan keahlian di lapangan kerja.

B. Pengertian Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

Prakerin merupakan implementasi dari pendidikan sistem ganda. Sedangkan pendidikan sistem ganda itu sendiri adalah suatu bentuk penyelengggaraan pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematik dan sinkron dengan program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja secara langsung di dunia kerja, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu.

C. Landasan Prakerin

Pelaksanaan Prakerin merupakan bagian dari pendidikan sistem ganda berdasarkan arahan GBHN 1993 dan ketentuan yang dituangkan dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang sitem pendidikan nasional serta peraturan pendukung, antara lainnya :

1. UU Sistem Pendidikan Nasionaln bab IV, pasal 10, Penyelenggaraan pendidikan dilkasanakan atas 2 jalur, yaitu pendidikan dalam sekolah dan pendidikan luar sekolah.

2. UU Sistem Pendidikan Nasional bab VIII, pasl 29, pengadaan dan pendayagunaan sumberdaya pendidikan dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, dan/atau keluarga peserta didik.

3. Kepmendikbud No.0490/U/1992 pasal 33, kerjasama SMK dengan dunia usaha terutama bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia kerja yang diusahakan saling menguntungkan.

4. Kepmendikbud No.080/U/1993 Bab IV, SMK dapat memilih penyelenggaran pengajaran sebagai berikut :a. Menggunakan unit produksi sekolah yang beroperasi secara profesional sebagai wahana pelatihan kejuruan

b. Melaksnakan sebagian kelompok mata pelajaran kejuruan di sekolah, sebagian lainnya di duni