Click here to load reader

Ilmu Budaya Dasar- Kegelisahan

  • View
    63

  • Download
    17

Embed Size (px)

Text of Ilmu Budaya Dasar- Kegelisahan

Diapositiva 1

Kegelisahan yang Dialami Manusia Karena Kemiskinan Ilmu Budaya DasarKELOMPOK 7 :

Neman270110130019Yuni Faizah270110130027David Tri Atmaja270110130051Aldi Rangga Putra270110130099Kelas C

Fakultas Taknik Geologi Jurusan Teknik Geologi2013BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangManusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan dan kegelisahan.Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun. Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini muncul.Pada hakikatnya, kegelisah disebabkan karena rasa takut pada hak-haknya. Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia bangsa maupun negara yang sering terjadi disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya yaitu kemiskinan.Kemiskinan merupakan masalah global. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.B. Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :Apa pengertian dari kegelisahan?Apa faktor yang menyebabkan kegelisahan?Apa makna dari kemiskinan?Bagaimana kaitan antara kegelisahan dengan kemiskinan?

BAB II PENDEKATAN KONSEPSIONAL

A. Pengertian KegelisahanKegelisahan berasal dari kata gelisah. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya.Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik.

Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut.Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan ini, apabila cukup lama hinggap pada manusia, akan menyebabkan suatu gagguan penyakit. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.Kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. Mereka sendiri sering tidak tahu mengapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti.Orang yang tidak mempunyai dasar dalam menjalankan tugas (hidup), sering ditimpa kegelisahan. Kegelisahan yang demikian sifatnya abstrak sehingga disebut kegelisahan murni, yaitu kegelisahan murni tanpa mengetahui apa penyebabnya.

Tentang perasaan cemas ini, Sigmund Freud membedakannya menjadi tiga macam beserta faktor penyebabnya, yaitu :Kecemasan obyektif (kenyataan), kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan dan kegelisahan ini timbul akibat adanya pengaruh dari luar atau lingkungan sekitar.Kecemasan neurotik. Kecemasan ini timbul akibat pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan moral, tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain : iri, benci, dendam, dengki, marah, takut, gelisah, cinta, rasa kurang (inferiot).B. Sebab Sebab Orang GelisahKegelisahanitu disebabkanantaralain:Kesulitanekonomi,Takutkehilanganharta,jabatandanpopularitas,Penyakityangbertahun-tahun,Kesulitanmendapatkanpasanganhidupyangideal,Takutkehilanganpasanganhidup,Khawatirgagaldalamberkarier, danLainnya.

C. Defenisi KemiskinanKemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup .Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak negara-negara berkembang (LDCs), tidak terkecuali di Indonesia.

Jenis-Jenis Kemiskinan Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut.Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalamdistribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimanakebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.Faktor-Faktor Penyebab KemiskinanTingkat dan laju pertumbuhanPengeluaranTingkat upah netoDistribusi pendapatan Kesempatan kerjaTingkat inflasiPajak dan subsidi

InvestasiAlokasi serta kualitas SDAKetersediaan fasilitas umumPenggunaan teknologiTingkat dan jenis pendidikanKondisi fisik dan alamPolitik

Kebijakan Antikemiskinan Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya tinggi.Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni:Pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan,Pemerintahan yang baik (good governance),Pembangunan sosial

Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi pemerintah yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut waktu yaitu :Intervensi jangka pendek, terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan,Intervensi jangka menengah dan panjang meliputi: Pembangunan sektor swasta, Kerjasama regional, APBN dan administrasi, Desentralisasi, Pendidikan dan Kesehatan.

BAB IIIStudi KasusKegelisahan Dalam Menghadapi KemiskinanAmerika Serikat sebagai negara maju pernah menghadapi masalah kemiskinan, terutama pada masa resesi ekonomi tahun 1930-an. Bahkan tahun 1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia. Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan, Amerika Serikat juga telah banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau 1/6 dari jumlah penduduknya tergolong miskin.

Bank dunia(World Bank) mengidentifikasikan penyebab kemiskinan dari perspektif akses dari individu terhadap sejumlah aset yang penting dalam menunjang kehidupan, yakniaset dasar kehidupan (misalnya kesehatan dan ketrampilan/pengetahuan), aset alam (misalnya tanah pertanian atau lahan olahan), aset fisik (misalnya modal, sarana produksi dan infrastruktur), aset keuangan (misalnya kredit bank dan pinjaman lainnya) dan aset sosial (misalnya jaminan sosial dan hak-hak politik). Ketiadaan akses dari satu atau lebih dari aset-aset diatas adalah penyebab seseorang jatuh terjerembab kedalam kemiskinan dan menyebabkan suatu kegelisahan.BAB IVAnalisis KasusDalam contoh kasus tersebut, kemiskinanlah yang menyebabkan seseorang menjadi gelisah, khawatir, cemas, atau takut. Kemiskinan atau kesulitan ekonomi yang terjadi akan menimbulkan kegelisahan bagi penduduk Amerika Serikat. Amerika serikat merupakan negara maju, namun pada tahun 1930an Amerika Serikat mengalami masalah kemiskinan, yang menyebabkan kegelisahan bagi Amerika Serikat. Penyebab permasalahan ini dikarenakan dari prespektip akses dari individu masyarakat Amerika Serikat terhadap aset yang penting dalam kehidupan, mulai dari aset dasar kehidupan sampai dengan aset sosial.

Dari perspektiflapangan kerja, gambaran umum solusi untuk mengatasi kegelisahan dalam menghadapi kemiskinan dengan membuka akses bagi individu pada seluruh sumberdaya. Misalnya, dengan memberikan akses bagi individu miskin pada ketersediaanlahan olahan ditambah dengan skema pinjaman yang menarik dan ketersediaaninfrastruktur yang diperlukan.Namunselain membuka akses tersebut, masih diperlukan satu langkah penting lainnya untuk menghadapi kegelisahan kemiskinan, memberikan jaminan sosial kepada individu tertentu yang berhadapan dengan segenap keterbatasan misalnya orang-orang cacat dan lanjut usia.

KesimpulanKegelisahan berasal dari kata gelisah yang artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut, dan jijik.Manusia mengalami kegelisahan yang dapat disebabkan, seperti kesulitan ekonomi; takut kehilangan harta, jabatan, dan popularitas; penyakit menahun; kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal; takut kehilangan pasangan hidup; khawatir gagal dalam berkarier; dll.

Kemiskinan adalah salah satu contoh dari kegelisahan. Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan akan menyebabkan seseorang menjadi gelisah, khawatir, cemas, atau takut.

Daftar PustakaSulaeman, M. Munandar. 2012. Ilmu Budaya Dasar Pengantar ke Arah Ilmu SosialBudaya Dasar/ISBD/Social Culture. Bandung: PT Refika Aditamahttp

Search related