Etika & Estetika Budaya - Ilmu Seni Budaya Dasar

  • View
    5.891

  • Download
    36

Embed Size (px)

Text of Etika & Estetika Budaya - Ilmu Seni Budaya Dasar

  • 1. Latar Belakang Budaya atau kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Manusia dalam kegiatan berbudaya perlu mengetahui nilai etika yang ada dalam masyarakat sekitar karena etika memiliki nilai dan norma yang sudah menjadi ciri kepercayaan. Keindahan atau estetika dalam berbudaya perlu diciptakan karena dengan adanya keindahan maka suatu budaya tesebut akan memiliki nilai daya tarik tersendiri. Hal tersebut perlu dibahas, tentang bagaimana etika dan estetika berbudaya itu dilakukan, supaya tidak melanggar nilai-nilai yang sudah ada dalam masyarakat sekitar.

2. Rumusan Masalah Apa pengertian Etika dan Estetika? Mengapa dalam berbudaya diperlukan estetika? Bagaimana studi kasus dari etika dan estetika budaya dalam masyarakat? Bagaimana etika berbudaya yang baik? 3. Pengertian Etika Secara etimologis Etika adalah ajaran tentang baik buruk, yang diterima umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Etika biasa disamakan artinya dengan moral (mores dalam bahasa latin), akhlak, atau kesusilaan. Etika berkaitan dengan masalah nilai, karena etika pada pokoknya membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan predikat nilai susila, atau tidak susila, baik dan buruk. Dalam hal ini, etika termasuk dalam kawasan nilai, sedangkan nilai etika itu sendiri berkaitan dengan baik buruk perbuatan manusia. 4. Etika menurut Bertens 1. Etika dalam arti nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok orang dalam mengatur tingkah laku. 2. Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral (yang dimaksud disini adalah kode etik). 3. Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang yang baik dan yang buruk. Disini etika sama artinya dengan filsafat moral. 5. Estetika dapat dikatakan sebagai teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan nilai indah-jelek (tidak indah). Nilai estetika berarti nilai tentang keindahan. Keindahan dapat diberi makna secara luas, secara sempit, dan estetik murni. 6. Secara Luas Keindahan mengandung ide kebaikan. Segala sesuatu yang baik, termasuk yang abstrak maupun nyata yang mengandung ide kebaikan adalah indah. Indah dalam arti luas mencakup hampir seluruh yang ada, apakah merupakan hasil seni, alam, moral, maupun intelektual. Secara sempit Indah yang terbatas pada lingkup persepsi penglihatan (bentuk dan warna). Secara estetik murni Menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diresapinya melalui penglihatan, pendengaran, perabaan dan perasan, yang semuanya dapat menimbulkan persepsi (anggapan) indah. 7. Norma etik berhubungan dengan manusia sebagai individu karena menyangkut kehidupan pribadi. Pendukung norma etik adalah nurani individu dan bukan manusia sebagai makhuk sosial atau sebagai anggota masyarakat yang terorganisir. Norma ini dapat melengkapi ketidakseimbangan hidup pribadi dan mencegah kegelisahan diri sendiri. Asal atau sumber norma etik adalah dari manusia sendiri yang bersifat otonom dan tidak ditujukan kepada sikap lahir, tetapi ditujukan pada sikap batin manusia. Batinnya sedirilah yang mengancam perbuatan yang melanggar norma kesusilaan dengan sanksi. Tidak ada kekuasaan diluar dirinya yang memaksakan sanksi itu. Kalau terjadi pelanggaran norma etik, misalnya pencurian atau penipuan, maka akan timbullah dalam hati nurani si pelanggar itu rasa penyesalan, rasa malu, takut, dan merasa bersalah. 8. Norma etik atau norma moral menjadi acuan manusia dalam berperilaku. Dengan norma etik, manusia bisa membedakan mana perilaku baik dan mana perilaku yang buruk. Norma etik menjadi semacam das sollen untuk berperilaku baik. Manusia yang beretika berarti perilaku manusia itu baik sesuai dengan norma etik. Budaya atau kebudayaan adalah hasil cipta, rasa, karsa manusia. Manusia yang beretika akan menghasilkan budaya yang memiliki nilai-nilai etik pula. Etika berbudaya mengandung tuntutan/keharusan bahwa budaya yang diciptakan manusia mengandung nilai-nilai etik yang kurang lebih bersifat universal atau diterima sebagian besar orang. Budaya yang memiliki nilai-nilai etik adalah budaya yang mampu menjaga, mempertahankan, bahkan mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia itu sendiri. Sebaliknya, budaya yang tidak beretika adalah kebudayaan yang akan merendahkan atau bahkan menghancurkan martabat kemanusiaan. 9. Jika estetika dihubungkan dengan etika, maka etika berkaitan dengan nilai tentang baik-buruk, sedangkan estetika berkaitan dengan hal yang indah-jelek. Sesuatu yang estetik berarti memenuhi unsur keindahan (secara estetik murni maupun secara sempit, baik dalam bentuk, warna, garis, kata, ataupun nada). Budaya yang estetik berarti budaya itu memiliki unsur keindahan. Budaya sebagai hasil karya manusia sesungguhnya diupayakan untuk memenuhi unsur keindahan. Manusia sendiri memang suka akan keindahan. Disinilah manusia berusaha berestetika dalam berbudaya. Semua kebudayaan pastilah dipandang memiliki nilai-nilai estetik bagi masyarakat pendukung budaya tersebut. Hal-hal yang indah dan kesukaannya pada keindahan diwujudkan dengan menciptakan aneka ragam budaya. Namun, suatu produk budaya yang dipandang indah oleh masyarakat pemiliknya belum tentu indah bagi masyarakat budaya lain. 10. Oleh karena itu, estetika berbudaya tidak semata- mata dalam berbudaya harus memenuhi nilai-nilai keindahan. Lebih dari itu, estetika berbudaya menyiratkan perlunya manusia (individu atau masyarakat) untuk menghargai keindahan budaya yang dihasilkan manusia lainnya. Keindahan adalah subjektif, tetapi kita dapat melepas subjektifitas kita untuk melihat adanya estetika dari budaya lain. Estetika berbudaya yang demikian akan mampu memecah sekat-sekat kebekuan, ketidakpercayaan, kecurigaan, dan rasa inferioritas antar budaya. 11. Kata tato berasal dari kata Tahitian atau Tatu, yang memilki arti menandakan sesuatu. Tato atau rajah yang dalam bahasa Inggris disebut tattoo adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar atau lukisan pada bagian atau anggota tubuh. Menurut para ahli sejarah tato mulai dikenal sejak 12.000 tahun lalu. Dalam istilah teknis, rajah adalah implantasi pigmen mikro. Rajah dapat dibuat terhadap kulit manusia atau hewan. Rajah pada manusia adalah suatu bentuk modifikasi tubuh, sementara rajah pada hewan umumnya digunakan sebagai identifikasi. 12. Tato merupakan praktik yang ditemukan hampir di semua tempat dengan fungsi sesuai dengan adat setempat. Tato dahulu sering dipakai oleh kalangan suku-suku terasing disuatu wilayah di dunia sebagai penandaan wilayah, derajat, pangkat, bahkan menandakan kesehatan seseorang. Tato digunakan secara luas oleh orang-orang Filipina, Kalimantan, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Jepang, Kamboja, serta Tiongkok. Walaupun pada beberapa kalangan rajah dianggap tabu, seni rajah tetap menjadi sesuatu yang populer di dunia. 13. Hal tersebut jangan dilakukan karena dilarang oleh agama. Ibu Rumah Tangga, 40 tahun Dari segi estetika, penggunaan tato sangat tidak indah karena norak. Kalau dari segi etika ya biasa saja, mau bertato atau tidak itu hak individu karena menilai orang tidak hanya dari penampilan saja. Pelajar SMA, 17 tahun Tato itu seni melukis tubuh yang benar-benar dipikirkan matang- matang untuk membuatnya, karena tato itu dibawa untuk seumur hidup. Tidak semua orang bisa melihat dimana keindahan dari tato tersebut. Sebaiknya tato di bagian tertutup oleh pakaian agar tidak terlihat arogan. Mahasiswa Teknik, 18 tahun Mungkin jika dilihat oleh sebagian besar orang tua dianggap masih tabu atau tidak sopan karena tato dianggap kotor atau kriminal. Jika dilihat dari anak muda, orang yang mengerti tentang tato, sopan-sopan saja karena itu memang seni. Mahasiswi Ekonomi, 18 tahun (komunitas band) Kalau dari sudut pandang orangtua pasti itu dianggap kotor, kriminal karena dulu identik dengan itu, sekarang hal tersebut sudah hilang, sekarang sudah menjadi karya seni yang bisa dinikmati orang yang benar-benar mengerti seni. Jadi menurutku sopan-sopan saja asal tahu tempat. Seniman, 19 tahun (bertato) 14. Etika adalah ajaran tentang baik buruk, yang diterima umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagianya. 1 Estetika adalah teori tentang keindahan atau seni.2 Etika dalam masyarakat yang baik yaitu mematuhi norma-norma yang ada dalam masyarakat. 3 Dalam masyarakat diperlukan estetika untuk memecah sekat-sekat kebekuan, ketidakpercayaan, kecurigaan, dan rasa inferioritas antar budaya. 4 Tato kurang disetujui oleh masyarakat karena mereka berpandangan kalau orang yang bertato itu cenderug terlihat tidak sopan, arogan dan kriminal. Selain itu, para pengguna tato juga dipandang kurang baik di kalangan masyarakat. Namun jika dilihat dari segi estetika atau keindahan, tato merupakan suatu seni melukis tubuh yang tidak semua orang bisa melihat keindahan itu. 5 15. Herimanto dan Winarno.2008. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. http://nurulfaizah13.blogspot.com diakses pada tanggal26 Februari 2014 pukul 15.03. Daftar Pustaka 16. Thank you..

Search related