of 9 /9
Anatomi A. GINJAL Ginjal kanan lebih rendah dari kiri karena ada lobus hepar Ginjal kiri terletak pada T 11 -L 2 , ginjal Kanan pada T 11- 12 (ICS 11)-L 3 Selubung / pembungkus ginjal dari dalam ke luar yaitu: Capsula Fibrosa / simpai renal Capsula Adiposa / Lemak Perirenal Fascia Renalis Corpus Adiposum Pararenale / Lemak Pararenal Sinus renalis merupakan bagian pada hilus ginjal yang kosong/tidak diinervasi oleh a.v renalis, hanya diisi oleh jaringan lemak Bagian-Bagian Ginjal:

Ginjal - Anatomi

Embed Size (px)

DESCRIPTION

yjhgyhjg

Citation preview

Page 1: Ginjal - Anatomi

Anatomi

A. GINJAL

Ginjal kanan lebih rendah dari kiri karena ada lobus hepar

Ginjal kiri terletak pada T11-L2, ginjal Kanan pada T11-12 (ICS 11)-L3

Selubung / pembungkus ginjal dari dalam ke luar yaitu:

Capsula Fibrosa / simpai renal

Capsula Adiposa / Lemak Perirenal

Fascia Renalis

Corpus Adiposum Pararenale / Lemak Pararenal

Sinus renalis merupakan bagian pada hilus ginjal yang kosong/tidak diinervasi

oleh a.v renalis, hanya diisi oleh jaringan lemak

Bagian-Bagian Ginjal:

Page 2: Ginjal - Anatomi
Page 3: Ginjal - Anatomi

Perdarahan ginjal:

A.renalis berasal dari aorta setinggi L2→5 aa.segmentales (4 di

depan, 1 dibelakang pelvis) →aa. Lobares (masing-masing 1 untuk 1

piramides) →bercabang menjadi 2 atau 3 aa.interlobares →aa.arcuatae

→aa.interlobulares →Arteriolae aferen glomerolus

Vena renalis vena cava inferior

Pada ren kiri, vena renalis merupakan muara dari:

1. V. Ovarica/testicularis sinistra

2. V. Suprarenalis sinistra

3. V. Phrenica inferior sinistra

Aliran Limf Nodi Aortici Laterales di pangkal a. renalis

Hilus ginjal terletak setinggi Vertebra Lumbal I-II

Persyarafan:

Simpatis segmen T12-L1-2 lewat n.splanchnicus minor dan lumbal

membentuk plexus renalis

Parasimpatis n.vagus

Segmen-segmen ginjal:

segmentum superius

segmentum anterius superius

segmentum anterius inferius

segmentum inferius

segmentum posterius

Syntopi ginjal

Ginjal Anterior Posterior

Dextra Gln. Suprarenalis Dextra

Hepar (lobus dextra)

Diafragma

Recessus

Page 4: Ginjal - Anatomi

Duodenum pars

desendens

Flexura coli dextra

costodiafragmaticus

Costa XII

M. Psoas Major

M. Quadratus

Lumborum

M. Trans. Abdominis

N. Subcostalis (T12), n.

Iliohypogastricus, n.

Ilioinguinalis (L1)

Sinistra Gln. Suprarenalis

Sinistra

Gaster

Lien (splen)

Caput pakreas

Flexura coli sinistra

Jejunum

Diafragma

Recessus

costodiafragmaticus

Costa XI & XII

M. Psoas Major

M. Quadratus

Lumborum

M. Trans. Abdominis

N. Subcostalis (T12), n.

Iliohypogastricus, n.

Ilioinguinalis (L1)

Page 5: Ginjal - Anatomi

B. URETER

Panjang ureter ± 10 inch (25cm)

Urine didorong sepanjang ureter oleh kontraksi peristaltik tunica muscularis,

dibantu oleh tekanan filtrasi glomeruli

Tempat penyempitan ureter:

Uretero-pelvic junction: tempat pelvis renalis berhubungan dengan

ureter

PAP (Pintu Atas Panggul) flexura Marginalis (tempat ureter

melengkung waktu menyilang apertura pelvis superior)

Pintu masuk vesica urinaria (Ostium Ureteris pada VU)

Syntopi:

Ureter Anterior Posterior

Dextra Duodenum Ileum Pars Terminalis A.v colica dextra A.v ileocolica A.v testicularis / ovarica

dextra Radix mesenterii intestinum

tenue

M. Psoas major dextra

Bifurcatio arteria iliaca

communis

Sinistra Colon sigmoideum M. Psoas major sinistra

Page 6: Ginjal - Anatomi

Mesocolon sigmoideum

A.v colica sinistra

A.v testicularis/ovarica

sinistra

Bifurcatio arteria iliaca

communis

Pendarahan:

Arteriae:

Ujung atas oleh arteria renalis

Bagian tengah oleh arteria testicularis/ovarica

Didalam pelvis oleh arteria vesicalis superior

Vena sesuai dengan arterinya

Aliran Limfe : Nodi Aortici Laterales & nodi Iliaci

Persyarafan:

Plexus renalis, testicularis, plexus hypogastricus

Serabut-serabut aferen berjalan bersama saraf simpatis dan masuk

medula spinalis setinggi L1-2

C. VESIKA URINARIA

Terdiri atas:

Fundus

Apex mengarah ke depan dan terletak di belakang pinggir atas

simfisis pubis

Collum

4 fasies: superior, posterior, inferolateral kanan dan kiri

Page 7: Ginjal - Anatomi

4 ligamentum VU:

Lig. Umbilicale medianum merupakan sisa urachus yang

menghubungkan apex VU dengan umbilikus

Lig. Umbilicale laterale merupakan sisa a. Umbilicalis

(obliterasinya)

Lig. Puboprostaticum (pada laki-laki) / pubovesicale (pada wanita)

merupakan penebalan fascia pelvis

Lig. Rectovesicale (pada laki-laki)

Basis/ fasies posterior VU membentuk segitiga yang disebut Trigonum vesicae

Liutaudi yang terdiri dari:

sudut superolateralis : tempat muara ureter (orifisium ureteris dextra

dan sinistra)

sudut inferior: tempat asal urethra (osteum urethrae internum)

Tunica muscularis vesica urinaria m.detrusor vesicae

Pada collum vesicae, komponen sirkular lapisan otot menebal m.sphincter

vesicae

Page 8: Ginjal - Anatomi

Uvula vesicae tonjolan kecil dibelakang osteum urethrae, akibat adanya

lobus medius prostatae di bawahnya

Plica interureterica rigi muscular yang berjalan di atas Trigonum vesicae

Liutaudi dari 1 muara ereter ke muara lainnya

Pendarahan:

Arteriae:

A. Vesicalis superior & inferior, cabang a. Iliaca interna

Venae:

Plexus venosus vesicalis v. Iliaca interna

Aliran Limf : nodi Iliaci interni dan eksterni

Persyarafan:

Plexus hypogastricus inferior (simpatis)

N. Splanchnicus Pelvicus (parasimpatis) S2-4

Sumber : Snell, Ricard. 2012. Anatomi Klinis berdasarkan Sistem. Jakarta: EGC hal 749-765