38
Makalah Anatomi Kanker Ginjal (Kidney Cancer) Disusun oleh : Erlinda Metta Dewi (080917004) Prodi Teknobiomedik - Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga - Surabaya 1

Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Makalah Anatomi

Kanker Ginjal (Kidney Cancer)

Disusun oleh :

Erlinda Metta Dewi (080917004)

Prodi Teknobiomedik - Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Airlangga - Surabaya

2010

1

Page 2: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

BAB 1 : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang vital fungsinya

bagi keseluruhan sistem tubuh manusia. Ginjal adalah organ utama sistem

ekskresi manusia, yang mengatur pembuangan zat-zat sisa yang sudah tidak

berguna lagi bagi tubuh. Selain itu, ginjal juga berperan dalam menjaga

homeostasis cairan dalam tubuh.

Seperti organ tubuh lainnya, ginjal juga bisa mengalami kanker. Jenis

kanker ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal

(adenokarsinoma renalis, hipernefroma, renal cell carcinoma), yang berasal dari

sel-sel yang melapisi tubulus renalis ginjal. Bahayanya, kanker ginjal ini biasanya

ditemukan pada saat kanker ini telah mengalami metastasis dan sudah menyebar

ke organ tubuh lainnya, karena pada stadium dini kanker ini jarang sekali

menunjukkan gejalanya. Gejalanya baru mulai terasa pada stadium lanjut, yaitu

terjadi hematuria (terdapat darah pada air seni). Penyakit kanker ginjal merupakan

salah satu penyakit yang ditakuti oleh beberapa orang karena tidak menunjukkan

gejalanya. Sehingga ketika terdeteksi ternyata sudah menyebar ke organ yang lain

dan sulit untuk disembuhkan. Angka kejadian kanker ginjal cenderung meningkat

belakangan ini.

Gambar 1.1 Kanker (tumor) pada ginjal.

2

Page 3: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

1.2 Epidemiologi

Setiap tahunnya, sekitar 208.500 kasus kanker ginjal didiagnosa di seluruh

dunia, yang meliputi jumlah 2% dari seluruh kasus kanker. Angka tertinggi kasus

kanker ginjal ini tercatat di Amerika Utara, sedang wilayah Asia dan Afrika,

angkanya tergolong kecil. Di Amerika Serikat sendiri pada tahun 2008 tercatat

terdapat 54.390 kasus kanker ginjal dan 13.010 kematian. Sedangkan di Benua

Eropa, kasus kanker ginjal mencapai 3% dari total kasus kanker. Di Inggris, kasus

kanker ginjal yang dialami pria mengalami peningkatan hingga 85% dalam kurun

tahun 1975-2005. Sedangkan untuk kasus kanker ginjal yang dialami wanita

mencapai peningkatan hingga 50%.

3

Page 4: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Fisiologi Ginjal

Makroskopis.

Ginjal terletak di bagian belakang abdomen atas, di belakang peritonium, d

idepan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar (transversus abdominis,

kuadratus lumborum, dan iliopsoas mayor). Ginjal pada orang dewasa

penjangnya sampai 13 cm, lebarnya 6 cm dan berat kedua ginjal kurang dari

1% berat seluruh tubuh atau sekitar 120-150 gram. Bentuknya seperti biji

kacang, jumlahnya ada 2 buah di kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari

ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal

wanita. Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang

tebal. Potongan longitudinal ginjal memperlihatkan dua daerah yang berbeda

yaitu korteks dan medulla. Medulla terbagi menjadi baji segitiga yang disebut

piramid. Piramid-piramid tersebut dikelilingi oleh bagian korteks dan tersusun

dari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron. Papila atau apeks

dari tiap piramid membentuk duktus papilaris bellini yang terbentuk dari

kesatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul.

Mikroskopis.

Tiap tubulus ginjal dan glomerulusnya membentuk satu kesatuan (nefron).

Nefron adalah unit fungsional ginjal. Dalam setiap ginjal terdapat sekitar satu

juta nefron. Setiap nefron terdiri dari kapsula bowman, tumbai kapiler

glomerulus, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan tubulus

kontortus distal, yang mengosongkan diri ke duktus pengumpul.

Fisiologi ginjal.

Fungsi ginjal yaitu mengeluarkan zat-zat toksik atau racun;

mempertahankan keseimbangan cairan; mempertahankan keseimbangan kadar

asam dan basa dari cairan tubuh; mempertahankan keseimbangan garam-

garam dan zat-zat lain dalam tubuh; mengeluarkan sisa metabolisme hasil

akhir sari protein ureum, kreatinin dan amoniak.

4

Page 5: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Tiga tahap pembentukan urine :

1) Filtrasi glomerular.

Pembentukan kemih dimulai dengan filtrasi plasma pada

glomerulus, seperti kapiler tubuh lainnya, kapiler glomerulus secara

relatif bersifat impermiabel terhadap protein plasma yang besar dan

cukup permeabel terhadap air dan larutan yang lebih kecil seperti

elektrolit, asam amino, glukosa, dan sisa nitrogen. Aliran darah ginjal

(RBF = Renal Blood Flow) adalah sekitar 25% dari curah jantung atau

sekitar 1200 ml/menit. Sekitar seperlima dari plasma atau sekitar 125

ml/menit dialirkan melalui glomerulus ke kapsula bowman. Ini dikenal

dengan laju filtrasi glomerulus (GFR = Glomerular Filtration Rate).

Gerakan masuk ke kapsula bowman’s disebut filtrat. Tekanan filtrasi

berasal dari perbedaan tekanan yang terdapat antara kapiler glomerulus

dan kapsula bowman’s, tekanan hidrostatik darah dalam kapiler

glomerulus mempermudah filtrasi dan kekuatan ini dilawan oleh

tekanan hidrostatik filtrat dalam kapsula bowman’s serta tekanan

osmotik koloid darah. Filtrasi glomerulus tidak hanya dipengaruhi oleh

tekanan-tekanan koloid diatas namun juga oleh permeabilitas dinding

kapiler.

2) Reabsorpsi.

Zat-zat yang difiltrasi ginjal dibagi dalam 3 bagian yaitu : non

elektrolit, elektrolit, dan air. Setelah filtrasi langkah kedua adalah

reabsorpsi selektif zat-zat tersebut kembali lagi zat-zat yang sudah

difiltrasi.

3) Sekresi.

Sekresi tubular melibatkan transpor aktif molekul-molekul dari

aliran darah melalui tubulus ke dalam filtrat. Banyak substansi yang

disekresi tidak terjadi secara alamiah dalam tubuh (misalnya penisilin).

Substansi yang secara alamiah terjadi dalam tubuh termasuk asam urat

dan kalium serta ion-ion hidrogen. Pada tubulus distalis, transpor aktif

natrium sistem carier yang juga telibat dalam sekresi hidrogen dan ion-

ion kalium tubular. Dalam hubungan ini, tiap kali carier membawa

5

Page 6: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

natrium keluar dari cairan tubular, cariernya bisa hidrogen atau ion

kalium kedalam cairan tubular “perjalanannya kembali” jadi, untuk

setiap ion natrium yang diabsorpsi, hidrogen atau kalium harus

disekresi dan sebaliknya.

Fungsi lain ginjal :

1. Menjaga keseimbangan cairan tubuh.

2. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah.

3. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah

merah.

4. Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.

2.2 Mengenal Kanker

Secara normal, sel-sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel

baru ketika tubuh memerlukan mereka. Ketika sel-sel tumbuh menua, mereka

mati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka. Adakalanya proses yang teratur

ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka,

dan sel-sel tua tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Sel-sel ekstra ini dapat

membentuk suatu massa dari jaringan yang disebut suatu pertumbuhan atau

tumor. Tumor-tumor dapat bersifat jinak atau ganas.

Tumor-tumor jinak adalah bukan kanker:

o Tumor-tumor jinak jarang mengancam nyawa.

o Biasanya, tumor-tumor jinak dapat diangkat atau dikeluarkan dan

mereka jarang tumbuh kembali.

o Sel-sel dari tumor-tumor jinak tidak menyerang jaringan-jaringan

di sekitar mereka atau menyebar ke bagian-bagian lain tubuh.

Tumor-tumor ganas adalah kanker:

o Tumor-tumor ganas umumnya lebih serius daripada tumor-tumor

jinak dan mungkin mengancam nyawa.

6

Page 7: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

o Tumor-tumor ganas seringkali dapat diangkat atau dikeluarkan,

namun mereka dapat tumbuh kembali.

o Sel-sel dari tumor-tumor ganas dapat menyerang dan merusak

jaringan-jaringan dan organ-organ yang berdekatan, sel-sel kanker

juga dapat menyebar dari suatu tumor ganas dan memasuki aliran

darah atau sistem lymphatic (getah bening). Sehingga, sel-sel

kanker menyebar dari kanker asal (tumor primer) untuk

membentuk tumor-tumor baru pada organ-organ lain. Penyebaran

dari kanker disebut metastasis.

Ketika kanker menyebar (metastasis) dari tempat asalnya ke bagian lain

dari tubuh, tumor baru mempunyai jenis yang sama dari sel-sel abnormal dan

nama yang sama seperti tumor primer. Contohnya, jika kanker ginjal menyebar ke

paru-paru, sel-sel kanker di paru-paru sebenarnya adalah sel-sel kanker ginjal.

Penyakitnya adalah kanker ginjal yang metastatis, bukan kanker paru. Ia dirawat

sebagai kanker ginjal, bukan kanker paru. Dokter-dokter adakalanya menyebut

tumor baru sebagai penyakit metastatis atau penyakit "jauh".

2.3 Kanker Ginjal ( Kidney Cancer)

2.3.1 Penyebab Kanker Ginjal

Kanker ginjal berkembang paling sering pada orang-orang yang

berumur 40 tahun keatas, namun tidak seorang pun mengetahui penyebab-

penyebab yang pasti dari penyakit ini. Dokter-dokter jarang dapat

menerangkan mengapa kanker ginjal dapat berkembang pada seseorang

dan yang lainnya tidak. Penelitian telah menunjukan bahwa terdapat

orang-orang dengan faktor-faktor risiko tertentu yang lebih mungkin

menderita kanker ginjal. Faktor risiko adalah apa saja yang meningkatkan

kesempatan seseorang menderita suatu penyakit.

7

Page 8: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Beberapa studi telah menemukan faktor-faktor risiko untuk kanker

ginjal, antara lain :

Merokok: Merokok adalah suatu faktor risiko utama. Perokok

memiliki dua kali lebih kemungkinan untuk menderita kanker ginjal

daripada bukan perokok.

Kegemukan: Orang-orang yang kegemukan juga mempunyai faktor

risiko terhadap kanker ginjal.

Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko

kanker ginjal.

Dialisis jangka panjang: Dialisis merupakan suatu perawatan untuk

orang-orang yang ginjalnya tidak mampu bekerja dengan baik untuk

mengeluarkan pembuangan dari darah.

Transplantasi ginjal: Ginjal yang ditransplantasikan memiliki risiko

kanker.

Von Hippel-Lindau (VHL) syndrome: VHL adalah suatu penyakit

yang jarang yang terjadi dan disebabkan oleh perubahan-perubahan

dalam gen VHL. Suatu gen VHL yang abnormal meningkatkan risiko

kanker ginjal.

Pekerjaan: Beberapa orang memiliki risiko yang tinggi terhadap

kanker ginjal karena terus-menerus terpapar bahan-bahan kimia, asbes,

dan kadmium.

Jenis kelamin: Rasio pria menderita kanker ginjal dibanding

perempuan adalah sebesar 2,04 : 1.

Konsumsi analgesik yang mengandung phenacetin dalam jumlah yang

besar.

2.3.2 Gejala Kanker Ginjal

Pada stadium dini, kanker ginjal jarang menunjukkan gejalanya.

Pada stadium lanjut, kanker ginjal baru mulai menampakkan gejala seperti

hematuria (terdapat darah pada air seni).

8

Page 9: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Gejala yang umumnya terjadi,

o Hematuria (40%)

o Sakit pinggang (40%)

o Sakit pada punggung (25%)

Tanda atau gejala yang lain,

o Berkurangnya berat badan (33%)

o Demam (20%)

o Hipertensi (20%)

o Hiperkalsemia (5%)

o Mudah berkeringat

o Malaise

2.3.3 Diagnosis Kanker Ginjal

Diagnosis dapat dilakukan dengan satu atau lebih dari prosedur-

prosedur berikut:

Pemeriksaan fisik: Dokter memeriksa tanda-tanda kesehatan umum

dan menguji untuk demam dan tekanan darah tinggi. Dokter juga

merasakan (meraba) perut dan pinggang untuk memeriksa tumor.

Tes urin: Urin diperiksa untuk tanda-tanda lain dari penyakit.

Tes darah: Darah diperiksa di Laboraturium untuk memeriksa kerja

ginjal, contohnya pemeriksaan senyawa kreatinin. Kadar kreatinin

yang tinggi dapat menandakan ginjal tidak berfungsi dengan baik.

Intravenous pyelogram (IVP): Dokter menyuntikan zat warna (dye) ke

vena di lengan. Zat warna akan berjalan dan mengumpul di ginjal. Zat

warna membuat ginjal terlihat pada X-rays dan dapat menunjukkan

adanya suatu tumor pada ginjal ataupun gangguan lainnya.

CT scan (CAT scan): Pasien juga disuntikkan zat warna sehingga

ginjal dapat terlihat pada gambar-gambar CT scan sehingga dapat

menunjukkan adanya suatu tumor ginjal.

9

Page 10: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Tes Ultrasound: Alat ultrasound menggunakan gelombang-gelombang

suara ultrasonik. Gelombang memantul balik dari ginjal dan sebuah

komputer menggunakan gema-gema untuk menciptakan suatu gambar

yang disebut sonogram. Suatu tumor atau kista akan nampak pada

sonogram.

Biopsi: Biopsi adalah pengangkatan sebagian jaringan untuk mencari

sel-sel kanker. Dokter memasukkan jarum yang tipis melalui kulit ke

dalam ginjal untuk mengangkat sejumlah kecil jaringan, dengan

menggunakan ultrasound atau X-rays sebagai pemandu jarum.

Kemudian, seorang ahli patologi akan mencari sel-sel kanker dalam

jaringan menggunakan sebuah mikroskop.

Operasi: Pada kebanyakan kasus, berdasarkan pada hasil dari CT scan,

ultrasound, dan X-rays, dokter akan mempunyai cukup informasi

untuk merekomendasikan operasi untuk mengangkat sebagian atau

seluruh dari ginjal. Seorang ahli patologi akan membuat diagnosis

akhir dengan memeriksa jaringan tersebut dengan mikroskop.

2.3.4 Penggolongan Stadium Kanker Ginjal

Stadium didasarkan pada ukuran tumor, apakah kanker telah

menyebar dan, jika ya, ke bagian-bagian mana dari tubuh. Penggolongan

stadium mungkin melibatkan tes-tes pencitraan (imaging) seperti

ultrasound scan, CT scan, atau MRI.

Kanker ginjal digolongkan dalam stadium-stadium berikut:

Stadium I : Stadium awal dari kanker ginjal. Tumor berukuran

sampai 2,75 inchi (7cm), tidak lebih besar dari sebuah bola tenis.

Sel-sel kanker ditemukan hanya di ginjal.

Stadium II : Juga merupakan stadium awal dari kanker ginjal,

namun tumor berukuran lebih dari 2,75 inchi dan sel-sel kankernya

masih ditemukan hanya di ginjal.

Stadium III : Tumor tidak meluas di luar ginjal, namun sel-sel

kanker telah menyebar melalui sistem getah bening ke simpul

10

Page 11: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

getah bening yang berdekatan, atau tumor telah menyerang

kelenjar adrenal atau lapisan-lapisan dari lemak dan jaringan yang

berserabut yang mengelilingi ginjal, namun sel-sel kanker masih

belum menyebar di luar jaringan berserabut. Sel-sel kanker

mungkin ditemukan pada satu simpul getah bening yang

berdekatan atau sel-sel kanker telah menyebar dari ginjal ke suatu

pembuluh darah besar yang berdekatan.

Stadium IV : Tumor meluas di luar jaringan berserabut yang

mengelilingi ginjal, atau sel-sel kanker ditemukan pada lebih dari

satu simpul getah bening yang berdekatan, atau kanker telah

menyebar ke tempat-tempat lain di dalam tubuh seperti paru-paru.

Kanker yang kambuh : Kanker yang kembali (kambuh) setelah

perawatan. Sel-sel kanker mungkin kembali di ginjal atau di bagian

tubuh yang lain.

Gambar 2.1 Perkembangan kanker ginjal pada tiap stadium.

11

Page 12: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

2.3.5 Treatment bagi Pasien Kanker Ginjal

Treatment atau perawatan bagi pasien kanker ginjal, antara lain

meliputi operasi, arterial embolization, terapi radiasi, terapi biologi, atau

kemoterapi. Pasien juga mungkin memerlukan kombinasi dari treatment-

treatment di atas.

o Operasi

Operasi adalah perawatan yang paling umum untuk kanker ginjal

dan merupakan terapi lokal. Suatu operasi untuk mengangkat ginjal

disebut nephrectomy. Ada beberapa tipe dari nephrectomy, tergantung

pada stadium kanker :

Radical nephrectomy: Ahli bedah mengangkat seluruh ginjal

bersama dengan kelenjar adrenal dan beberapa jaringan sekitar

ginjal. Beberapa simpul-simpul getah bening di area itu juga

mungkin diangkat.

Simple nephrectomy: Ahli bedah hanya mengangkat ginjal.

Operasi ini biasanya dilakukan pada pasien dengan kanker

ginjal stadium I.

Partial nephrectomy: Ahli bedah hanya mengangkat bagian dari

ginjal yang mengandung tumor. Operasi ini mungkin dilakukan

pada pasien yang hanya mempunyai satu ginjal atau bila kanker

menyerang kedua ginjal. Atau, pada pasien dengan tumor ginjal

yang kecil (kurang dari 4cm).

o Arterial embolization

Arterial embolization adalah suatu tipe terapi lokal yang dapat

menyusutkan tumor. Adakalanya dilakukan sebelum operasi agar lebih

mudah. Ketika pada kondisi tertentu operasi tidak mungkin dilakukan,

arterial embolization mungkin dilakukan untuk membantu menghilangkan

gejala-gejala dari kanker ginjal.

12

Page 13: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Dokter memasukkan suatu tabung yang sempit (kateter) ke dalam

pembuluh darah di kaki. Tabung dilewatkan ke atas sampai pada

pembuluh besar utama (arteri ginjal) yang menyediakan darah pada ginjal.

Dokter menyuntikan suatu senyawa ke dalam pembuluh darah untuk

menghalangi aliran darah ke dalam ginjal. Halangan ini mencegah tumor

mendapatkan oksigen atau senyawa-senyawa lain yang diperlukan untuk

tumbuh.

Efek samping yang sering dialami antara lain, nyeri punggung,

demam, mual, dan muntah-muntah.

o Terapi Radiasi

Terapi radiasi (juga disebut radioterapi) adalah tipe yang lain untuk

terapi lokal. Terapi ini menggunakan sinar-sinar bertenaga tinggi untuk

membunuh sel-sel kanker. Terapi ini akan menyerang sel-sel kanker hanya

pada area yang diradiasi. Pada beberapa kasus, pasien juga harus diterapi

radiasi sebelum operasi untuk menyusutkan tumornya. Pada beberapa

kasus lainnya, terapi radiasi juga diberikan setelah operasi untuk

membunuh sel-sel kanker yang mungkin tertinggal di area itu. Pasien-

pasien yang tidak dapat dioperasi mungkin akan diberikan terapi radiasi

untuk menghilangkan nyeri atau masalah lain yang disebabkan oleh

kanker.

Efek samping yang mungkin muncul antara lain, mual, muntah,

diare, kulit pada area yang diradiasi menjadi merah, kering, dan peka.

Selain itu dapat menimbulkan pengurangan jumlah sel darah putih sehat,

sehingga tubuh lebih rentan infeksi.

o Terapi Biologi

Terapi biologi adalah suatu tipe dari terapi sistemik. Terapi ini

menggunakan senyawa-senyawa yang melalui aliran darah, mencapai, dan

menyerang sel-sel kanker di seluruh tubuh. Terapi biologi menggunakan

13

Page 14: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

kemampuan alamiah tubuh (sistem imun) untuk melawan kanker. Untuk

pasien-pasien dengan kanker ginjal yang metastatis, dokter mungkin

menyarankan interferon alpha atau interleukin-2 (juga disebut IL-2 atau

aldesleukin). Tubuh manusia secara normal menghasilkan senyawa-

senyawa ini dalam jumlah yang kecil untuk merespon infeksi atau

penyakit lain. Untuk perawatan kanker, senyawa-senyawa tersebut dibuat

di laboratorium dalam jumlah yang besar.

Efek samping yang mungkin muncul antara lain, gejala-gejala

seperti flu, kedinginan, demam, nyeri-nyeri otot, kelelahan, kehilangan

nafsu makan, mual, muntah, dan diare. Mungkin juga timbul ruam kulit

(skin rash).

o Kemoterapi

Kemoterapi juga merupakan salah satu terapi sistemik. Obat-obat

antikanker memasuki aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh. Ada

penemuan terbaru dalam teknik kemoterapi. Teknik ini menunjukkan

harapan besar dalam memperpanjang usia pasien pengidap kanker stadium

lanjut. Namun, terapi ini juga bisa sangat merugikan mengingat efek racun

yang ditimbulkannya. Dalam temuan terbaru mengenai kanker ginjal, ahli

University of California Davis, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi

suatu cara untuk menghambat mekanisme pemulihan sendiri oleh gen pada

sel-sel kanker. Hal ini diharapkan memperbesar keberhasilan kemoterapi

kanker ginjal dan menjadikannya lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi.

Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara

cepat menciptakan salinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir

berhasil memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderung

menyembuhkan dan mungkin memiliki efek samping. Pengobatan terbaru

bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di tingkat DNA, yang

mengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para peneliti, yang

mengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam memulihkan

DNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat pengobatan kanker,

14

Page 15: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut.

Tim itu menguji ribuan zat dan 12 di antaranya ditemukan dapat mengikat

protein rekombinan p21. Uji coba tambahan menemukan tiga bahan yang

mampu menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan sel

kanker ginjal untuk memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif

terhadap pengobatan yang merusak DNA. Untuk kajian masa depan, tim

peneliti akan memusatkan perhatian pada tiga calon zat tersebut untuk

memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin membuatnya tetap

efektif dan untuk lebih mengoptimalkan kandungan antikankernya.

Efek samping dari kemoterapi bergantung terutama pada obat-obat

spesifik dan jumlah yang diterima oleh pasien. Pada umumnya, obat-obat

antikanker mempengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama:

Sel-sel darah: Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah untuk

membeku, dan membawa oksigen ke seluruh bagian-bagian tubuh.

Ketika obat-obat mempengaruhi sel-sel darah, pasien lebih rentan

terhadap infeksi, mudah memar atau berdarah, dan akan merasa sangat

lemah dan lelah.

Sel-sel di akar rambut: Kemoterapi dapat menyebabkan kerontokan

rambut. Rambut dapat tumbuh kembali, namun rambut yang baru

sedikit banyak akan berbeda dalam warna dan tekstur.

Sel-sel yang melapisi saluran pencernaan: Kemoterapi dapat

menyebabkan nafsu makan yang buruk, mual, muntah, diare, timbul

luka-luka di mulut dan bibir.

15

Page 16: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

BAB 3 : PEMBAHASAN

Ginjal merupakan organ tubuh manusia yang cukup vital peranannya

dalam sistem tubuh manusia. Dilihat dari fungsinya, fungsi utama ginjal adalah

sebagai organ utama sistem ekskresi yang membuang sisa-sisa metabolisme dan

bahan-bahan lain yang tidak diperlukan oleh tubuh melalui mekanisme

pembentukan urine. Selain fungsi utama ini, ginjal juga berfungsi dalam menjaga

homeostasis cairan tubuh dan produksi hormon yang berguna bagi tubuh.

Ginjal, seperti organ tubuh lainnya, juga dapat mengalami gangguan.

Salah satunya, ginjal juga dapat terserang tumor yang dapat pula berujung pada

kanker ginjal. Dilihat dari epidemiologi-nya, kasus kanker ginjal ini ternyata

cukup sering terjadi. Dalam setahun, angkanya bisa mencapai 210.000 di seluruh

dunia, yang mencakup 2% dari jumlah seluruh kasus kanker yang terjadi di dunia.

Berdasarkan data-data, seorang pria ternyata memiliki peluang yang lebih besar

terhadap kanker ginjal. Rasio rata-rata kasus kanker ginjal pada pria dibanding

pada wanita mencapai 2,04 : 1.

Kanker ginjal termasuk kanker yang cukup berbahaya, karena kebanyakan

pasien didiagnosa menderita kanker ginjal pada saat kanker telah memasuki

stadium lanjut dan sel-sel kanker kebanyakan telah ber-metastasis ke bagian tubuh

yang lain. Pada stadium dini, kanker ginjal tidak menampakkan gejalanya,

sehingga kanker ginjal seringkali tidak terdeteksi pada stadium ini. Barulah saat

menginjak stadium lanjut, kanker ginjal biasanya baru menampakkan gejala yang

khas seperti hematuria (terdapat darah pada urine) dan sakit pinggang atau sakit

punggung. Beberapa gejala lainnya seperti, berkurangnya berat badan, hipertensi,

hiperkalsemia, demam, dan mudah berkeringat.

Berkembangnya suatu sel kanker memang tidak diketahui dengan pasti

penyebabnya, sama halnya seperti pada kanker ginjal. Tidak ada sebab pasti

mengapa kanker ginjal memiliki potensi lebih tinggi untuk berkembang pada

16

Page 17: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

seseorang dibandingkan dengan orang lainnya. Namun, pada beberapa penelitian

yang telah dilakukan menunjukan bahwa terdapat orang-orang dengan faktor-

faktor risiko tertentu yang lebih mungkin menderita kanker ginjal. Faktor risiko

adalah apa saja yang meningkatkan kesempatan seseorang menderita suatu

penyakit. Faktor-faktor risiko tersebut antara lain:

o Perokok

o Orang yang mengalami obesitas

o Orang yang memiliki tekanan darah tinggi

o Orang yang menjalani dialisis dalam jangka waktu yang panjang

o Orang yang pernah menjalani transplantasi ginjal

o Orang dengan pekerjaan yang sering terpapar bahan kimia seperti

asbes atau kadmium

o Jenis kelamin (seorang pria memiliki rasio lebih besar terhadap kaker

ginjal dibanding seorang wanita, rasionya mencapai 2,04:1)

Untuk melakukan diagnosa pada seorang pasien yang dicurigai mengidap

kanker ginjal, metode pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain dengan

pemeriksaan fisik (meraba daerah perut dan pinggang), tes urin, tes darah, CT

Scan, MRI, Intravenous Pyelogram (IVP), tes ultrasound. CT Scan, MRI, IVP,

dan tes ultrasound akan memberikan gambaran (imaging) apakah terdapat tumor

atau kista pada daerah ginjal. Setelah diketahui terdapat tumor, metode

pemeriksaan yang mungkin dilakukan selanjutnya adalah biopsi yang bertujuan

untuk mengetahui apakah tumor tersebut merupakan kanker atau bukan. Biopsi

adalah pengangkatan sebagian jaringan untuk mencari sel-sel kanker. Dokter

memasukkan jarum yang tipis melalui kulit ke dalam ginjal untuk mengangkat

sejumlah kecil jaringan, dengan menggunakan ultrasound atau X-rays sebagai

pemandu jarum. Kemudian, seorang ahli patologi akan mencari sel-sel kanker

dalam jaringan menggunakan sebuah mikroskop.

Kanker ginjal digolongkan pada beberapa stadium sesuai dengan tingkat

perkembangan sel-sel kankernya. Penggolongan stadiumnya adalah seperti

berikut:

17

Page 18: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Stadium I : Sel-sel kanker ditemukan hanya di ginjal, dengan

ukuran tidak lebih dari 7cm.

Stadium II : Sel-sel kankernya masih ditemukan hanya di ginjal,

namun ukurannya sudah lebih dari 7cm.

Stadium III : Tumor tidak meluas di luar ginjal, namun sel-sel

kanker telah menyebar melalui sistem getah bening ke simpul

getah bening yang berdekatan, atau tumor telah menyerang

kelenjar adrenal, atau menyerang lapisan-lapisan dari lemak dan

jaringan yang berserabut yang mengelilingi ginjal, atau sel-sel

kanker telah menyebar ke suatu pembuluh darah besar yang

berdekatan dengan ginjal.

Stadium IV : Tumor meluas di luar jaringan berserabut yang

mengelilingi ginjal, atau sel-sel kanker ditemukan pada lebih dari

satu simpul getah bening yang berdekatan, atau kanker telah

menyebar ke tempat-tempat lain di dalam tubuh seperti paru-paru.

Kanker yang kambuh : Kanker yang kembali (kambuh) setelah

perawatan. Sel-sel kanker mungkin kembali di ginjal atau di bagian

tubuh yang lain.

Gambar 3.1 Gambaran perkembangan kanker ginjal pada berbagai stadium.

18

Page 19: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Pasien kanker ginjal harus mendapatkan treatment atau perawatan yang

baik, benar, dan tepat agar sel-sel kankernya tidak ber-metastasis pada organ

tubuh yang lain dan sel-sel kankernya bisa dimusnahkan, agar pasien dapat benar-

benar sembuh. Treatment yang diberikan pada seorang pasien yang menderita

kanker ginjal disesuaikan dengan berbagai kondisi dari pasien, meliputi stadium

kankernya, riwayat penyakit lain yang pernah diderita atau yang berpotensi untuk

diderita pasien, kondisi fisik dan mental pasien, dan lain sebagainya. Tidak mudah

untuk menentukan jenis treatment yang diperlukan pasien dan menentukan apakah

treatment tersebut dapat diterima oleh pasien tersebut. Oleh karena itu, dokter

memiliki banyak pertimbangan untuk menentukan jenis treatment yang tepat bagi

seorang pasien. Berbagai jenis treatment yang mungkin dilakukan pada seorang

pasien penderita kanker ginjal antara lain:

o Operasi

Suatu operasi untuk mengangkat ginjal disebut nephrectomy. Ada

beberapa tipe dari nephrectomy, tergantung pada stadium kanker :

Radical nephrectomy: Ahli bedah mengangkat seluruh ginjal

bersama dengan kelenjar adrenal dan beberapa jaringan sekitar

ginjal, juga beberapa simpul-simpul getah bening di area itu

juga mungkin diangkat.

Simple nephrectomy: Ahli bedah hanya mengangkat ginjal,

biasanya dilakukan pada pasien dengan kanker ginjal stadium I.

Partial nephrectomy: Ahli bedah hanya mengangkat bagian dari

ginjal yang mengandung tumor, biasanya dilakukan pada

pasien dengan tumor ginjal yang kecil (kurang dari 4cm).

o Arterial embolization

Arterial embolization dilakukan untuk menyusutkan tumor,

biasanya dilakukan juga sebelum operasi dilakukan. Suatu tabung yang

sempit (kateter) dimasukkan ke dalam pembuluh darah di kaki. Tabung

19

Page 20: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

dilewatkan ke atas sampai pada pembuluh besar utama (arteri ginjal) yang

menyediakan darah pada ginjal. Suatu senyawa disuntikkan ke dalam

pembuluh darah untuk menghalangi aliran darah ke dalam ginjal.

Halangan ini mencegah tumor mendapatkan oksigen atau senyawa-

senyawa lain yang diperlukan untuk tumbuh. Efek samping yang sering

dialami antara lain, nyeri punggung, demam, mual, dan muntah-muntah.

o Terapi Radiasi

Terapi radiasi (juga disebut radioterapi) menggunakan sinar-sinar

bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini akan

menyerang sel-sel kanker hanya pada area yang diradiasi. Pada beberapa

kasus, pasien juga harus diterapi radiasi sebelum operasi untuk

menyusutkan tumornya. Pada beberapa kasus lainnya, terapi radiasi juga

diberikan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin

tertinggal di area itu. Efek samping yang mungkin muncul antara lain,

mual, muntah, diare, kulit pada area yang diradiasi menjadi merah, kering,

dan peka. Selain itu dapat menimbulkan pengurangan jumlah sel darah

putih sehat, sehingga tubuh lebih rentan infeksi.

o Terapi Biologi

Terapi biologi adalah suatu terapi sistemik. Terapi ini

menggunakan senyawa-senyawa yang melalui aliran darah untuk

mencapai dan menyerang sel-sel kanker di seluruh tubuh. Terapi biologi

menggunakan kemampuan alamiah tubuh (sistem imun) untuk melawan

kanker. Senyawa yang biasa dipakai adalah interferon alpha atau

interleukin-2 (juga disebut IL-2 atau aldesleukin). Tubuh manusia secara

normal menghasilkan senyawa-senyawa ini dalam jumlah yang kecil untuk

merespon infeksi atau penyakit lain. Untuk perawatan kanker, senyawa-

senyawa tersebut dibuat di laboratorium dalam jumlah yang besar. Efek

samping yang mungkin muncul antara lain, gejala-gejala seperti flu,

20

Page 21: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

kedinginan, demam, nyeri-nyeri otot, kelelahan, kehilangan nafsu makan,

mual, muntah, dan diare. Mungkin juga timbul ruam kulit (skin rash).

o Kemoterapi

Kemoterapi juga merupakan salah satu terapi sistemik. Obat-obat

antikanker memasuki aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh. Ada

penemuan terbaru dalam teknik kemoterapi. Dalam temuan terbaru

mengenai kanker ginjal, ahli University of California Davis, Amerika

Serikat, berhasil mengidentifikasi suatu cara untuk menghambat

mekanisme pemulihan sendiri oleh gen pada sel-sel kanker. Sel kanker

sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara cepat menciptakan

salinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir berhasil

memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderung

menyembuhkan dan mungkin memiliki efek samping. Pengobatan terbaru

bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di tingkat DNA, yang

mengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para peneliti, yang

mengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam memulihkan

DNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat pengobatan kanker,

berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut.

Tim itu menguji ribuan zat dan 12 di antaranya ditemukan dapat mengikat

protein rekombinan p21. Uji coba tambahan menemukan tiga bahan yang

mampu menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan sel

kanker ginjal untuk memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif

terhadap pengobatan yang merusak DNA. Untuk kajian masa depan, tim

peneliti akan memusatkan perhatian pada tiga calon zat tersebut untuk

memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin membuatnya tetap

efektif dan untuk lebih mengoptimalkan kandungan antikankernya.

Efek samping dari kemoterapi bergantung terutama pada obat-obat

spesifik dan jumlah yang diterima oleh pasien. Pada umumnya, obat-obat

antikanker mempengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama:

21

Page 22: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Sel-sel darah: Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah untuk

membeku, dan membawa oksigen ke seluruh bagian-bagian tubuh.

Ketika obat-obat mempengaruhi sel-sel darah, pasien lebih rentan

terhadap infeksi, mudah memar atau berdarah, dan akan merasa sangat

lemah dan lelah.

Sel-sel di akar rambut: Kemoterapi dapat menyebabkan kerontokan

rambut. Rambut dapat tumbuh kembali, namun rambut yang baru

sedikit banyak akan berbeda dalam warna dan tekstur.

Sel-sel yang melapisi saluran pencernaan: Kemoterapi dapat

menyebabkan nafsu makan yang buruk, mual, muntah, diare, timbul

luka-luka di mulut dan bibir.

Perawatan follow-up (lanjutan) setelah perawatan untuk kanker ginjal juga

penting untuk dilakukan. Bahkan ketika kanker tampaknya telah diangkat atau

dihancurkan secara penuh, penyakit adakalanya kembali karena sel-sel kanker

dapat tinggal di dalam tubuh setelah perawatan. Dokter akan memonitor

kesembuhan pasien yang dirawat untuk kanker ginjal dan menguji kekambuhan

kankernya. Check-up (kontrol rutin) akan membantu memastikan bahwa segala

perubahan-perubahan dalam kesehatan tercatat, seperti tes laboraturium, x-rays,

CT scan atau tes-tes lainnya.

Hidup dengan suatu penyakit serius seperti kanker ginjal adalah tidak

mudah. Orang-orang dengan kanker ginjal mungkin khawatir tentang bagaimana

ia harus tetap melayani keluarga mereka, atau mempertahankan pekerjaan mereka,

atau meneruskan aktivitas-aktivitas hariannya. Kekhawatiran tentang perawatan-

perawatan yang harus dilakukan, mengendalikan efek-efek samping yang

mungkin ditimbulkan, opname di rumah sakit, atau tagihan-tagihan obat dan biaya

yang harus dikeluarkan juga seringkali menjadi beban pikiran seseorang dengan

kanker ginjal. Karena itu, dukungan dari keluarga, teman dan sahabat, juga para

dokter dan perawat sangat dibutuhkan untuk membangun kondisi mental yang

kuat bagi seorang pasien. Kondisi mental yang sehat dan kuat turut membantu

keberhasilan perawatan yang dijalankan oleh seorang pasien dengan kanker ginjal.

22

Page 23: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Upaya preventif yang dapat dilakukan seseorang untuk menurunkan risiko

kanker ginjal antara lain:

Lakukan diet dengan variasi sayur-sayuran dan buah-buahan, terutama

yang banyak mengandung antioksidan.

Seringlah berlatih fisik dan berolahraga.

Menjaga berat badan yang ideal.

Pilihlah makanan yang tidak banyak mengandung garam-garaman dan

rendah lemak.

Hindari minuman-minuman beralkohol.

Hindari merokok.

Orang-orang dengan faktor risiko yang tinggi, seperti yang telah

disebutkan di atas, disarankan melakukan check-up atau pemeriksaan CT

scan secara rutin dan berkala.

23

Page 24: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

BAB 4 : PENUTUP

Kesimpulan

Pada stadium dini, kanker ginjal seringkali tidak menampakkan gejalanya,

sehingga kanker ginjal seringkali tidak terdeteksi. Barulah saat menginjak

stadium lanjut, kanker ginjal biasanya baru menampakkan gejala yang khas

seperti hematuria (terdapat darah pada urine) dan sakit pinggang atau sakit

punggung. Beberapa gejala lainnya seperti, berkurangnya berat badan,

hipertensi, hiperkalsemia, demam, dan mudah berkeringat.

Faktor risiko adalah apa saja yang meningkatkan kesempatan seseorang

menderita suatu penyakit. Faktor-faktor risiko kanker ginjal antara lain,

perokok, orang yang mengalami obesitas, orang yang memiliki tekanan darah

tinggi, orang yang menjalani dialisis dalam jangka waktu yang panjang, orang

yang pernah menjalani transplantasi ginjal, orang dengan pekerjaan yang

sering terpapar bahan kimia seperti asbes atau kadmium, selain itu jenis

kelamin juga merupakan salah satu faktor risiko, seorang pria memiliki rasio

lebih besar terhadap kaker ginjal dibanding seorang wanita, rasionya mencapai

2,04:1.

Metode diagnosa untuk pasien kanker ginjal, antara lain:

o Pemeriksaan fisik

o Tes urin atau tes darah

o CT Scan atau MRI

o Tes ultrasound

o Intravenous Pyelogram (IVP)

24

Page 25: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

o Biopsi

Metode treatment atau perawatan untuk pasien kanker ginjal, antara lain:

o Operasi pengangkatan ginjal (bisa seluruhnya atau hanya sebagian

kecil ginjal yang terdapat tumor)

o Arterial embolization

o Terapi radiasi (radioterapi)

o Terapi biologi (menstimulus sistem imun)

o Kemoterapi

Upaya preventif yang dapat dilakukan seseorang untuk menurunkan risiko

kanker ginjal antara lain:

o Lakukan diet dengan variasi sayur-sayuran dan buah-buahan, terutama

yang banyak mengandung antioksidan.

o Seringlah berlatih fisik dan berolahraga.

o Menjaga berat badan yang ideal.

o Pilihlah makanan yang tidak banyak mengandung garam-garaman dan

rendah lemak.

o Hindari minuman-minuman beralkohol.

o Hindari merokok.

o Orang-orang dengan faktor risiko yang tinggi, seperti yang telah

disebutkan sebelumnya, disarankan melakukan check-up atau

pemeriksaan CT scan secara rutin dan berkala.

25

Page 26: Makalah Anatomi - Kanker Ginjal

Daftar Pustaka

Sumber Jurnal

Kush Sachdeva, MD, Renal Cell Carcinoma, Journal from Southern Oncology

and Hematology Associates, South Jersey Healthcare, Fox Chase Cancer Center

Partner.

Cleveland Clinic, Kidney Cancer, Journal from Taussig Cancer Institute, The

Cleveland Clinic, Cleveland, Ohio.

Mayo Clinic, Kidney Cancer Prevention, Journal from Mayo Foundation for

Medical Education and Research, Mayo Clinic, California.

26