of 12 /12
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP ANAK YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN OLEH ORANG TUASKRIPSI “Disusun Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum” OLEH DAMIANUS FEKA NIM : 51116008 PROGRAM STUDI HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA KUPANG 2020

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA …

  • Author
    others

  • View
    3

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA …

TERHADAP ANAK YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN OLEH ORANG TUA”
SKRIPSI
OLEH
Karya ini kupersembahkan kepada:
1. Allah Tri Tunggal Maha Kudus, Bunda Maria dan Santo Yosep serta semua orang kudus
di surga yang sudi memberikan pertolongan sehingga studi penulis berjalan dengan baik
hingga penulisan Skripsi ini.
2. Bai David Feka (Alm), Nenek Veronika Elu (Almh), Mama Martha Elu, Kakak Maximus
Feka serta semua rumpun keluargaku yang telah berpulang dari masa ke masa.
3. Orang tua tercinta Bpk. Ubaldus Feka dan Ibu Martha Elu (Almh), yang telah
melahirkan, membesarkan dan membimbing serta memberi motivasi dan semangat
kepada penulis dengan penuh kasih sayang serta penuh kesabaran hingga saat ini.
4. Saudara dan saudariku tersayang, kakak Herman Feka, Maximus Feka (Alm), Yosefina
Feka, adik Tiber Feka dan Veronika Feka, Maria Pian Koro, David C.R.Feka.
5. Kepada Bapa Fransiskus Feka, Mama Angelina Metan, Kaka Paulina Feka, Viktorius
Paskalis Feka, S.Pd.,M.Pd, Thobias Feka, dan Ade Maria Magdalena Feka
6. Bapa Antonius Feka, Mama Elisabeth Metan, Kaka Danila Feka, Oktovianus Feka,
Robertus Feka, Ade Maria Yosefat Feka, dan Rosa Venerial Feka.
7. Bapa Tinus Feka, Mama Elisabeth Tefa, Angelusia Feka, Redemtus Feka, Iven Feka.
8. Bapa Geradus Lelan dan Ibu Melania Kope, Ade Bergita Lelan, Dionisius Lelan, dan
Fridolin Lelan.
9. Bapa Mikhael Feka S.H.,M.H, Ibu Maria Goreti Elu, S.Sos, Ade Agustinus Primus Feka,
Philomena Seconda Feka, Tasya Feka, Maria Feka, dan Isko Feka.
10. Almamaterku Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
vi
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan
bimbingan-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “FAKTOR-FAKTOR
PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP ANAK
YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN OLEH ORANG TUA” dengan baik setelah
melewati proses yang panjang dan penuh dinamika. Sungguh merupakan suatu pekerjaan yang
melelahkan, menguras tenaga dan pikiran tetapi harus diakui bahwa pekerjaan ini pada akhirnya
akan melahirkan suatu nilai kebahagiaan tersendiri bagi penulis.
Penulis menyadari bahwa penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan pemikiran
dan dorongan dari berbagai pihak. Tiada sesuatu yang lebih indah yang dapat dipersembahkan
sebagai tanda terimakasih kepada berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, patutlah
penulis menyampaikan terimakasih dan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada:
1. Allah Tri Tunggal Maha Kudus, Bunda Maria dan Santo Yoseph serta semua orang kudus di
surga yang sudi memberikan pertolongan sehingga studi penulis berjalan dengan baik
hingga penulisan Skripsi ini.
2. Pater Dr Pilipus Tule, SVD, selaku Rektor Universitas Katolik Widya Mandira Kupang,
yang telah memberikan kesempatan yang sangat berharga kepada penulis untuk menimbah
ilmu di Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
3. Bpk. Dr. Yustinus Pedo, SH., M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Katolik
Widya Mandira Kupang dan sebagai Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Katolik
Widya Mandira Kupang sekaligus memberikan masukan, motivasi, kritikan dan saran pada
penulis selama menimbah ilmu dan menjadi Sekretaris Umum Senat Fakultas Hukum
periode 2019/2020.
4. Ibu Dwityas Witarti Rabawati, SH., M.H, selaku Ketua Program Studi Fakultas Hukum
Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan sebagai Pembimbing I yang dengan segala
ketulusan, kesabaran, kepakarannya telah berkenan membimbing penulis sehingga dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan baik..
vii
5. Bpk. Rudolfus Tallan, S.H.,M.H, selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk
membimbing dan membantu penulis dalam rangka penyempurnaan dari awal hingga akhir
penulisan skripsi ini.
6. Seluruh Dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang telah
memberikan ilmunya kepada penulis.
7. Bapak Jakobus Naben, S.H, Ibu Rere, dan Ibu Isti selaku Kepala dan Staf Administrasi
Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang telah membantu penulis
dengan caranya masing-masing.
8. Kepada teman-teman, Benedikta W. Li Pena, Maria Inggri Bagus, Susana So’o, Yohanes L.
Ngompat, Serilius Klau, Mario Sadipun, Maria Erlince Moruk, Sisilia Lotu Koi yang selalu
membantu dan memberikan masukan bagi penulis guna menyelesaikan skripsi ini.
9. Kakak Jerimias Bani, Kakak Maximus Fahik, dan Kakak Januarius Min Tabati yang selalu
membantu dan memberi dukungan kepada penulis guna menyelesaikan skripsi ini.
10. Sahabat-Sahabatku, Paulus Nae Ago, Apolonia Dewita Nirum, Margareth Koronka S.,
Victoria K. Silla, dan Dody Ristanto Padalani, yang selalu menemani dan memberi motivasi
penulis.
11. Orang-orang yang selalu ada bagi penulis, Hardy Tanan, Angela Merici Lolomsait, Theresia
Oktaviana Lim, Agustinus Dapaela, Jonita Pinto, Yopi Nahak, Yana Kause, Aty Nomleni,
Liska Claudia Tanesib, Fitri Rohi, Jakson Mallo, Katarina Benga Dey, Alma Paus yang
selalu setia mendengar keluh kesah penulis menimba Ilmu di Unwira.
12. Teman-teman angkatan 2016 Fakultas Hukum UNWIRA yang pernah sama-sama berjuang
dan pernah berjuang bersama di Fakultas Hukum Unwira.
viii
13. Teman-teman SENAT FH UNWIRA periode 2019/2020, Anselmus Tallo, Andre Nipu,
Viany Badu, Tin Liko, Vinsen Naga, Yuta Siki, Desy Uskono, Gema Gelgani Hika, Dela
Meni, Ines Talelu, Nastry Haning, Sindy Eno, Melan Fernandez, Cendy Tode, Domi Alves.
14. Organisasi Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonseia (PMKRI) St. Fransiskus
Xaverius Cabang Kupang dan Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Kupang
yang telah mengajarkan penulis cara berorganisasi dan sebagai wadah dalam menampung
aspirasi penulis.
15. OMK Sint Pedro Manulai II yang selalu mendorong penulis dalam mengikuti kegiatan-
kegiatan di Gereja Santo Petrus Manulai II.
Pada kesempatan ini pula, Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan kritik yang positif yang membangun sangat
penulis harapkan dari pembaca.
2.1. Landasan Teori ................................................................................... 6
2.1.2. Teori Krisis Ekonomi dan Kejahatan ....................................... 7
2.2. Landasan Konseptual ........................................................................ 8
2.2.2. Konsep Tentang Tindak Pidana ............................................... 13
2.2.3. Konsep Tentang Kekerasan ..................................................... 18
2.2.4. Konsep Tentang Anak.............................................................. 23
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 27
3.1. Jenis Penelitian ................................................................................ 27
3.3. Metode Pengumpulan Bahan Hukum.............................................. 27
3.5. Aspek Yang Diteliti ......................................................................... 28
3.6. Metode Analisis Bahan Hukum ...................................................... 29
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 30
4.1. Hasil Penelitian................................................................................ 30
Kekerasan Terhadap Anak Yang Mengakibatkan Kematian
Oleh Orang Tua ............................................................................... 51
Terhadap Anak Yang Mengakibatkan Kematian Oleh
Orang Tua........................................................................................................... 32
xii
ABSTRAK
Salah satu kejahatan yang sering terjadi dan sangat meresahkan dewasa ini adalah
kejahatan pembunuhan. Masalah kejahatan terhadap jiwa manusia semakin meningkat dan
seakan tidak dapat terbendung. bagaimana jika korban dari kejahatan itu adalah seorang anak dan
pelakunya adalah orangtua kandung dari anak itu sendiri. Sungguh memprihatinkan bahwa orang
tua tega melakukan kekerasan kepada anak kandungnya sendiri yang merupakan darah
dagingnya. Hal ini sangat menarik bahwa pada bulan September 2019 telah terjadi pembunuhan
anak kembar yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri. Permasalahan yang dibahas dalam
skripsi ini yaitu apakah yang menjadi faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan
terhadap anak yang mengakibatkan mati oleh orang tua. Tujuannya adalah untuk mengkaji
faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan
mati oleh orang tua.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hukum
normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan undang-undang.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, menunjukan bahwa terjadinya tindak
pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati oleh orang tua disebabkan oleh 2
(dua) faktor yakni: Pertama; faktor stress atau tertekan. Dalam putusan nomor
8/Pid.Sus/2020/PN Kpg, terdakwa melakukan pembunuhan terhadap kedua anak kembarnya
karena terdakwa stress dan tertekan oleh perlakuan dari keluarga suami terdakwa yang tidak mau
berbicara dengan terdakwa dan menganggap terdakwa bukan siapa-siapa, kemudian terdakwa
juga sakit hati dengan sikap suami terdakwa yang sering mendiamkan terdakwa. Dalam putusan
nomor 10/Pid.Sus/2015/PN Blb, bahwa terdakwa emosi dan marah terhadap istrinya yang ingin
menceraikan terdakwa. Dalam putusan nomor 76/Pid.B/2018/PN Gst, bahwa terdakwa emosi
dan kesal dengan ucapan sang istri bahwa habiskan makanmu dan seterusnya tidurlah, sudah
mabuk kamu. Dalam putusan nomor 128/Pid.B/2017/PN Smg, bahwa terdakwa emosi dengan
istri terdakwa yang pergi meninggalkan terdakwa dan kedua anak korban. Kedua; faktor
ekonomi. Dalam putusan nomor 8/Pid.Sus/2020/PN Kpg, bahwa terdakwa melakukan
pembunuhan terhadap kedua anak kembarnya karena berdasarkan keterangan terdakwa bahwa
uang yang diberikan oleh suami terdakwa setiap bulan sebesar Rp. 250.000 tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya serta kedua anak korban, sehingga terdakwa melakukan
pembunuhan kepada kedua anaknya.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil peneltian dan pembahasan, bahwa faktor-faktor penyebab
terjadinya tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati oleh orang tua yaitu faktor stress atau tertekan dan faktor ekonomi. Dari kesimpulan diatas, peneliti menyarankan:
Diharapkan kepada pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan masyarakat-masyarakat
dalam persoalan kekerasan dalam rumah tangga dengan cara memberi pendampingan, sosialisasi
berkaitan dengan keagamaan, sikap moral, dan kehidupan dalam rumah tangga serta membangun
sarana rekreasi.dan juga untuk lebih memperhatikan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran
dan memberikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.