Click here to load reader

DIABETES MILITUS Gestasional Dan Tipe Lain

  • View
    223

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of DIABETES MILITUS Gestasional Dan Tipe Lain

DIABETES MILITUS

DIABETES MILITUSTANIA AGUSTINI M.1310211 124FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTAJAKARTA2014

DIABETES GESTASIONALSuatu intoleransi glukosa yang terjadi atau pertama kali ditemukan pada iibu hamilEpidemiologipenyakit tipe ini meliputi 2-5% dari seluruh penyakit diabetes.B. EtiologiResistensi insulinGanguan sekresi sel beta pankereasAutoimunKelainan genetikResistensi insulin

Ada 2 subtipe diabetes gestasional (diabetes yang dimulai selama kehamilan):

Tipe A1: tes toleransi glukosa yang abnormal oral (TTGO) tetapi tingkat glukosa darah normal selama puasa dan 2 jam setelah makan, modifikasi diet memadai untuk mengontrol kadar glukosaTipe A2: TTGO yang abnormal diperparah oleh tingkat glukosa abnormal selama puasa dan / atau sesudah makan; terapi tambahan dengan insulin atau obat lain yang diperlukan

http://www.news-medical.net/

Faktor resikoUsia tuaEtinikObesitasMultiparitasRiwayat keluargaRiwayat penyakit gestasional terdahulu

Manifestasi klinisMemiliki manifestasi klinis yang tidak jauh dengan DM tipe II akibat resistensi insulin Gula dalam urin Polyuria ( banyak berkemih), polydipsia ( banyak minum), Penurunan berat badan, Polyphagia (banyak makan), Sentiasa rasa haus Sering buang air kecil Kelelahan Mual Sering infeksi kandung kemih, vagina dan kulit Penglihatan kabur

DiagnosisBerbeda dengan DM yang memiliki kriteria diagnosis, DM gestasional belum memiliki kesepakatan mengenai kriteria diagnosis yang digunakan

A. American diabetes association

Karena tipe DM ini belum memiliki karakteristik yang jelas maka untuk mengatahuinya digunakan metode skrining Tes tantangan glukosaibu hamil akan minum 50gr lalu 1jam kemudian darah diambil. Apa bila >140mg/dl maka tes tantangan +2. Tes toleransi glukosapemeriksaan sama dng pemeriksaan DM pada umumnya 126mg/dl (gula puasa), atau 200mg/dl (sewaktu)

B. WHOTes toleransi glukosa dengan memberikan larutan glukosa 75gr dg kriterian diagnosis 126mg/dl(2jam), dan 200mg/dl (3jam)

Yang harus disriningFaktor Resiko umumRiwayat keguguran beberapa kaliRiwaya melahirkan bayi meninggal tanpa sebab jelasRiwayat melahirkan bayi denga cacat bawaanRiwayat melahirkan bayi 4000grR. Preeklamisiapolihidraminion

Riwayat UmumUsia kehamilan > 30 thnR. DM pd keluargaR. DMG pd kelahiran sebelumnyaInfeksi sal kemih sebelumnya

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil laboratorium Penggunaan obat-obatan tertentu Stress (fisik, emosional), demam, infeksi, trauma, tirah baring, obesitas dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Aktifitas berlebihan dan muntah dapat menurunkan kadar glukosa darah. Obat hipoglikemik dapat menurunkan kadar glukosa darah. Usia. Orang lansia memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi. Sekresi insulin menurun karena proses penuaan.

TATALAKSANAPenatalaksanaan DMG sebaiknya dilaksanakan secara terpadu oleh spesialis PD, S. Optetric ginekologi, ahli gizi, spesialis anak. Dgn tujuan menurunkan angka kematian dan kesakita ibu dan anak.Obat hipoglikemia tidak disarankan untuk ibu hamil. Terapi obat pengendali glukosa darah oral pada diabetes gestasional tidak direkomendasikan , karena obat-obat tersebut dapat melalui plasenta, merangsang pancreas janin, dan menyebabkan hiperinsulinemia pada janin.

Terapi Nutrisi MEDISKomposisi Makanan :Karbohidrat 45- 65 % total asupan energiLemak 20 25 % Protein 10 20 %

Natrium= untuk masyarakat umum < 3000 mg=6-7 gr( 1 sendok garam dapur )/ hariHipertensi < 2400 mg /hari

Serat 25 gram / hari

Makanan sejumlah kalori terhitung dengan komposisi di bagi :3 Porsi besar :Makan Pagi : 20 %Makan Siang : 30 %Makan Sore : 25 %

Serta : 2 3 porsi makanan ringan 10 15 % DIANTARANNYA

OLAH RAGARegular (3-4 x/minggu)- 30 menit terdiri dari :pemanasan , latihan inti dan pendinginan.

Jalan kaki,lari,naik tangga,joging pagi,sepeda,sepeda statis, senam aerobik, berenang,menari,main tali dll

Untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan BB sebaiknya disesuaikan dengan umur

Tipe olah raga sepeda ergometer, senam erobik, dll dapat memicu kontraksi uterus.

Oleh karena itu para alhi menyarankan pada ibu hamil yang sedang berolah raga untuk meraba perut, agar dpt mendeteksi kontraksi subklinis

insulinInsulin yang dipakai adalah insulin humanInsulin analog tidak disarankan karena memiliki gugus amino yg berbeda dgn insulin human .Perbedaan struktur ini akan menimbulan perbedaan afinitas atara insulin analog dan insulin human terhadap reseptor insulin dan reseptor IGF-1Peningkatan kerja Human placental lactogen (HPL) melalui reseptor IGF-1 yang ditakutkan menggangu janin

DosisDosis tergantung pada keonsentrasi glukosa pada pasienAkan dimulai dengan dosis terkecil:0,5-1,5g/kg BB

KomplikasiIbuPreeklamsiInfeksi saluran kemihPersalinan sersia sarsiaTrauma persalinanBayiMakrosomiaHambatan pertumbuhan janinCacat bawaanHipoglikemiaHipokalsemia

Prognosisdubia at malamKehamilan kedua dalam waktu 1 tahun dari kehamilan sebelumnya yang mempunyai GDM memiliki tingkat kekambuhan tinggi. Wanita didiagnosa dengan GDM memiliki peningkatan risiko terkena diabetes melitus di masa depan. Wanita yang membutuhkan insulin pengobatan sewaktu kehamilan kerana didiagnosa dengan GDM mempunyai risiko tinggi untuk mendapat diabetes kerana telah mempunyai antibodi yang terkait dengan diabetes (seperti antibodi terhadap dekarboksilase glutamat, islet sel antibodi dan / atau antigen insulinoma-2), berbanding wanita dengan dua kehamilan sebelumnya dan pada wanita yang gemuk. Wanita membutuhkan insulin untuk mengelola gestational diabetes memiliki resiko 50% terkena diabetes dalam lima tahun ke depan.

DIABETES TIPE LAINDefek genetik fungsi sel beta yang ditandai mutasihepatocyte nuclear trascription factor (HNF) 4 alfaGlukokinaseHepatocyte nuclear transcriptin factor 1 alfaInsulin promoter factor

B. Defek genetik pada kerja insulin (misal resistensi insulin tipe A)C. Penyakit pada pancreas eksokrin: pankreatitis, pankreatektomi, neoplasia, fibrosis kistik, hemakromatosisD. Endokrinopati: sindrom cushing, akromegali, hipertiroidisme, glukagonomaE. Obat-obatan dan bahan kimia: glukokortikoid, kiazitF. Infeksi: rubela kongenitalG. Sindrom genetik: sindrom down dan sindrom klinefelter

INSULIN PADA DM

farmakokinetikUntuk memenuhi kebutuhan insulin basal dapat digunakan insulin kerja menengah kerja panjang memenuhi kebutuhan sementara insulin pradial.Dipasaran selain telah terjual insulin komposisi sendiri juga ada insulin dalam bentuk campuran antara insulin cepat dan insulin kerja menengah

InsulinUltra ShortActing (Rapid-Acting);digunakan bersamaan makan Onset : 15-30 menit Durasi : 3-5 jamEx : Novorapid, NovologInsulinEksogenKerjaCepat(Short-Acting);digunakanuntuk mencukupi kebutuhan insulin setelah makan 30 60 menit Onset : -1 jamPeak : 2-5 jamDurasi 2-8 jamEx : Actrapid, Velosulin, SemilenteInsulinEksogenKerjaSedang(Intermediate-Acting);digunakanuntuk mencukupi kebutuhan insulin selama hari/sepanjang malam.Biasa dikombinasi dengan jenis rapid acting/short acting.Onset : 1 jamPeak : 4-12 jamDurasi : 24 jamEx : Netral ProtamineHegedorn (NPH), Monotardo, InsultardoInsulin Eksogen Campur antara Kerja Cepat & Sedang (Premixed); digunakan 2x sehari sebelum makanOnset : jamPeak : 2-8 jamDurasi : 24 jamEx : Novomix, Mixtard 30/70

Waktu pemberian insulinPemberian insuin pd DM tipe 1= diberiakan setelah diagnosa ditegakkanDM T 2= setiap pusat pelayanan berbeda tentang kapan waktu pemberian insulinDM T 2 jika kadar glukosa sudah tidak terkontrol dgn baik(A1C > 6.5%) dlm jangka waktu 3 bulan dng kombinasi 2 obat,maka sudah dimulai terapi kombinasi oabat antidiabetik oral dan insulin

Pemberian insulin yang umum -semprit dan jarum, pen insulin, pompa insulin. Tp untuk pompa insulin di indonesia masih terbatasCARA PEMBERIAN

Manfaat terapi insulinHiperglikemia sangat berbahaya terhadap berbagai sel organ karena pengaruhnya terhadap sistem imun, dapat bertindak sebagai mediator inflamasi, mengakibatkan respon vaskululer dan respon otak. Pd hiperglikemia mudah terjadi infeksi karena terjadi disfungsi fagosit.

Insulin dapat memperbaiki status metabolik dengan cepat, trauma glukosa dan efek lainnya antara lain perbaikan inflamasi.Terapi insulin intensif dapat menurunkan angka kematian jantung dan stroke

Berbagai macam rijimen terapi insulin yang diberikan dengan suntikan multipen seperti dianjurkan oleh cheng dan zinman

Pada penderita DM tipe 2 tidak dianjurkan untuk melakukan terapi insulin karena sulit untuk mencapai glukosa darah dengan baik

Kombinasi obatTerapi insulin sering dikombinasikan dengan obat antidiabetik oral pd pasien DM T1,2 sangat baik.Con:Penggunaan metformin atau glitazon secara bersama dgn insulin memberi manfaat.Metformin dapat mengurangi BB yg sering di temukan pd pasien terapi insulin .Selaintu kombinasi ini dapat menyederhanakan jadwal pemberian insulin

Pemberian insulin pasien rawatInsulin infus intravenaInsulin subkutan

Insulin intravenaSasaran kadar glukosa darahkadar insulin yang diberikan bergantung pd kasus yang dihadapi

Insulin subkutanSatelah kadar glukosa dalam darah stabil dan pasien sudah mendapat makan, terapi insulin akan dialihkan ke subkutan, tp sebelum yg intravena dihentikan maka yg terapi subkutan harus sudah jalan.Dosis pemberian total harian insulin subkutan 80% dr dosis insulin intrafenaDosis insulin basanya 50% dr dosis harian total

Terapi insulin pada pasien perioperartifOperasi kecilpengguaan obat antidiabetik oral atau insulin dpt diteruskan bila kadar glukosa sudah terkendali.2. Operasi sedang(o. Laparatomi, bedah tumor kandungan, bedah tulang, bgh saraf)perlu dilakukan pencatatan untuk kepentingan pemantauan kadar g