Click here to load reader

Depan.pdf · PDF file 2020. 6. 29. · Fraktur femur adalah Fraktur femur adalah terputus atau hilangnya kontinuitas tulang femur, kondisi fraktur femur ini secara klinis dapat berupa

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Depan.pdf · PDF file 2020. 6. 29. · Fraktur femur adalah Fraktur femur...

  • vi

    GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

    FRAKTUR FEMUR DENGAN NYERI AKUT

    DI RUANG BIMA RSUD SANJIWANI GIANYAR

    TAHUN 2020

    ABSTRAK

    Fraktur femur adalah hilangnya kontunuitas tulang femur. Nyeri akut adalah

    pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan aktual atau

    fungsional dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga

    berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk

    mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien fraktur femur dengan

    nyeri akut di Ruang Bima RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2020 dengan mencari

    data pada repository Poltekkes Denpasar. Dengan hasil kedua klien memiliki usia

    yang berbeda yaitu subjek pertama 76 tahun dan subjek kedua 60 tahun. Kedua

    klien ini memiliki data objektif yang sama yaitu mengeluh nyeri dan kesamaan

    pada diagnosa yaitu nyeri akut, pada intervensi dilakukan berdasarkan NIC dan

    NOC sedangkan peneliti menggunakan SIKI dan SLKI. Pada implementasi tidak

    semua didokumentasikan dan pada evaluasi menggunakan SOAP. Dengan hal

    tersebut diharapkan pihak rumah sakit Sanjiwani Gianyar khususnya pemberian

    asuhan keperawatan di Ruang Bima lebih memperhatikan ilmu asuhan

    keperawatan sesuai teori terbaru sehingga dalam memberikan asuhan keperawatan

    dapat dilakukan secara maksimal dan keseluruhan.

    Kata Kunci : Asuhan keperawatan, Nyeri akut, Fraktur femur

  • vii

    DESCRIPTION OF NURSING CARE IN PATIENTS

    FRACTURE OF THE FEMUR WITH ACUTE PAIN

    IN THE BIMA WARD RSUD SANJIWANI GIANYAR

    YEAR 2020

    ABSTRACT

    Fracture femur is lost of femur bone’s continuity. Acute pain is a sensory or

    emotional experience associated with actual or functional damage with a sudden

    or slow onset and mild to severe weight that lasts less than 3 months. This

    research aims to know the description of nursing care in patients preoperative

    femur fracture with acute pain in Bima ward RSUD Sanjiwani Gianyar Year 2020

    to searching data from repository Poltekkes Denpasar. With the results both

    clients have a different age that is the first subject of 76 years and the second

    subject 60 years. Both of these clients have the same objective data that the

    patient complained about pain and similarities to the diagnosis of acute pain. In

    the intervention is based on NIC and NOC while researchers use SIKI and SLKI.

    In the implementation is not all documented and in the evaluation using SOAP. It

    is hoped that the hospital Sanjiwani Gianyar especially the nursing care in the

    Bima ward more attention to nursing science in accordance with the latest theory

    so that in providing nursing care can be done Maximums and overall.

    Keywords: Nursing care, Acute pain, Femoral fracture

  • viii

    RINGKASAN PENELITIAN

    Gambaran Asuhan Keperawatan Pada Pasien

    Fraktur Femur Dengan Nyeri Akut

    di Ruang Bima RSUD Sanjiwani Gianyar

    Tahun 2020

    Oleh : Ni Luh Gede Ferlia Cintya Dewi

    Fraktur femur adalah Fraktur femur adalah terputus atau hilangnya kontinuitas

    tulang femur, kondisi fraktur femur ini secara klinis dapat berupa fraktur femur

    terbuka yang disertai dengan kerusakan jaringan lainnya (otot, saraf, kulit,

    pembuluh darah) dan fraktur femur tertutup yang dapat disebabkan oleh trauma

    pada paha secara langsung (Helmi, 2003). Fraktur biasanya disebabkan karena

    cedera/trauma/ruda paksa dimana penyebab utamanya adalah trauma langsung

    yang mengenai tulang seperti kecelakaan mobil, olah raga, jatuh/latihan berat.

    Selain itu fraktur juga bisa akiabt stress fatique (kecelakaan akibat tekanan

    berulang) dan proses penyakit patologis seperti penderita tumor (biasanya kanker)

    dimana telah tumbuh dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh,

    osteoporosis dan infeksi yang dapat terjadi pada beberapa tempat. Sebagian besar

    dari pasien yang fraktur femur mengalami nyeri akut. Nyeri akut merupakan

    pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan

    actual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas

    ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Tanda dan gejala nyeri

    akut yaitu klien mengeluh nyeri, tampak meringis, bersikap protektif (mis.

    waspada, posisi menghindari nyeri), gelisah, frekuensi nadi meningkat dan sulit

    tidur, tekanan darah meningkat, pola nafas berubah, nafsu makan berubah, proses

    berpikir terganggu, menarik diri, berfokus pada diri sendiri dan diaphoresis.

  • ix

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada

    pasien fraktur femur dengan nyeri akut yang meliputi pengkajian, diagnosa,

    intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan di Ruang Bima RSUD

    Sanjiwani Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif

    dengan rancangan studi kasus. Penelitian ini dilakukan dengan teknik

    pengumpulan data yang berupa studi dokumentasi pada rekam medik pasien.

    Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 dengan menggunakan subyek

    penelitian sebanyak dua orang pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan

    ekslusi. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah sebagai berikut : pengkajian

    subyek 1 dan subyek 2 menunjukkan tanda dan gejala mayor yaitu pasien

    mengeluh nyeri, pasien tampak meringis. Diagnosa keperawatan subyek 1 dan

    subyek2 ditegakkan oleh perawat diruangan berdasarkan acuan NANDA

    Internasional tahun 2015-2017 sedangkan peneliti telah memakai acuan

    berdasarkan buku SDKI 2016. Rencana asuhan keperawatan pada subyek 1 dan

    subyek 2 yang telah dirumuskan diruangan menggunakan acuan NIC-NOC

    sedangkan peneliti mengacu pada SIKI-SLKI. Implementasi keperawatan yang

    diberikan pada subyek 1 dan subyek 2 sudah diterapkan sesuai dengan rencana

    asuan keperawatan yang telah dibuat, namun dalam pelaksanaan implementasi

    perawat tidak mendokumentasikan semua karena implementasi yang digunakan

    dalam bentuk tabel yang digunakan untuk keseluruhan diagnosa keperawatan.

    Saat mendokumentasikan implementasi keperawatan perawat langsung memilih

    dan menuliskan waktu pelaksanaan sesuai dengan diagnosa keperawatan yang

    ditetapkan. Evaluasi keperawatan pada subyek 1 dan subyek 2 menggunakan

    format S (Subyektif), O (Obyektif), A (Assesment), P (Planning). Melihat

  • x

    terjadinya perbedaan tersebut, peneliti menyarankan kepada pihak rumah sakit

    RSUD Sanjiwani Gianyar, khususnya pemberian asuhan keperawatan di Ruang

    Bima lebih memperhatikan ilmu asuhan keperawatan sesuai teori terbaru sehingga

    dalam memberikan asuhan keperawatan dapat dilakukan secara maksimal dan

    secara keseluruhan. Kemudian untuk management diharapkan dapat dijadikan

    acuan bagi kepala ruangan dalam melakukan monitoring atau supervisi tentang

    pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien fraktur femur dengan nyeri akut.

    Kepada peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai data

    dasar untuk penalitian selanjutnya dan dapat dikembangkan dengan teori-teori

    terbaru beserta didukung oleh jurnal penelitian. Kepada pasien diharapkan

    penelitian ini mampu memberikan wawasan dan sumber informasi terkait

    pemahaman fraktur femur dengan nyeri akut.

  • xi

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur peneliti panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena

    atas berkatNya-lah peneliti dapat menyusun Karya Tulis Ilmiah dengan judul

    “Gambaran Asuhan Keperawatan Pasien Fraktur Femur Dengan Nyeri Akut di

    Ruang Bima RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2020” tepat pada waktunya.

    Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan bukanlah semata-mata usaha

    peneliti sendiri, melainkan berkat dorongan dan bantuan dari berbagai pihak.

    untuk itu melalui kesempatan ini peneliti mengucapkan banyak terima kasih

    kepada:

    1. Direktur Poltekkes Denpasar yang telah memberikan kesempatan menempuh

    program pendidikan D III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar.

    2. Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar, yang telah

    memberikan kesempatan dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

    3. Ibu I Made Wedri, A.Pen.Per.,S.Kep.,Ns.,M.Pd. selaku Sekretaris Jurusan

    Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar sekaligus selaku pembimbing

    utama, yang telah memberikan kesempatan, masukan, pengetahuan, dan

    bimbingan dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

    4. Bapak Ners. I Made Sukarja S.Kep., M.Kep selaku Ketua Program Studi DIII

    Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar sekaligus selaku pembimbing

    pendamping yang telah banyak memberikan masukan, pengetahuan dan

    bimbingan dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

    5. Kepala Ruangan yang telah memberikan izin dalam pengambilan data di

    Ruang Bima RSUD Sanjiwani Gianyar.

  • xii

    6. Seluruh dosen yang telah terlibat dalam pengajaran pengantar riset

    keperawatan yang telah memberikan ilmunya kepada kami, sehingga peneliti

    dapat menyusun Karya Tulis Ilmiah ini dengan baik.

    7. Mahasiswa angkatan