Daily Report - Valbury Indonesia Rp249,51 miliar. Total penggunaan sebesar Rp208,28 miliar diantaranya

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Daily Report - Valbury Indonesia Rp249,51 miliar. Total penggunaan sebesar Rp208,28 miliar...

  • 1

    Research Department - email : valburyriset@bloomberg.net

    NEWS HEADLINES JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

    \

    Koreksi IHSG yang beruntun terjadi hampir dua pekan terakhir, memberikan sinyal potensi koreksi cenderung terbatas. Hal tersebut terkonfirmasikan dari indikator Stochastic yang mengisyaratkan IHSG dalam ruang jenuh jual. Selain itu, peluang up reversal juga terindikasi dari MACD, kendati dari lagging indikator sinyal terkonfirmasi nagatif.

    JAKARTA INDICES STATISTICS CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

    IHSG 6238.153 -6.890 11117.412 6098.190 LQ-45 1022.678 +0.665 994.756 3427.871

    MARKET REVIEW MARKET VIEW Bursa saham Asia Timur ditutup di zona merah pada perdagangan

    Selasa (21/01). Sentimen penurunan indeks utama Asia setelah adanya isu kesehatan yakni penyebaran virus Korona di Cina, mengingatkan buruknya isu flue burung beberapa tahun lalu. Penyebaran penyakit tersebut dikhawatirkan akan dengan cepat terjadi mengingat Cina akan menghadapi tahun baru pada akhir pekan ini, merespon hal ini bursa Shanghai turun 1,41%. Kendati demikian, kami menilai sentimen penyebaran penyakit ini dapat berlangsung sementara. Di sisi lain, peringkat kredit Hong Kong kembali dipangkas menjadi Aa2 oleh Moody’s, melihat situasi politik Hong Kong belum menujukkan kemajuan berarti, merespon kabat ini Hang Seng Index hjatuh 2,81%. Kemudian, kami melihat bahwa investor saat ini juga cenderung profit taking, karena saham yang telah terapresiasi cukup tinggi bulan ini, setelah penandatangan perdamaian dagang fase pertama Cina-AS. Kemudian, Bank Sentral Jepang (BoJ) tidak mengubah suku bunga tetap -0,1% dalam rapat dewan gubernur hari ini. Namun, BoJ menaikkan projeksi pertumbuhan ekonomi Jepang dari 0,7% menjadi 0,9% YoY. Meskipun demikian, Nikkei 225 tetap terkoreksi 0,91% demikian juga Kospi yang jatuh 1,01%.

    Mengikuti bursa Asia, IHSG juga ditutup terkoreksi tipis 0,11%. Dengan adanya koreksi tersebut IHSG tercatat -0,78% dalam sebulan terakhir. Adapun, net sell asing di pasar regular mencapai Rp442,84 miliar , kendati demikian secara year-to-date investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp531,1 miliar. Di sisi lain, saham- saham yang mencatatkan net sell asing yakni BBCA, BBNI, WSKT dan UNVR. Sementara itu, rupiah bergerak melemah namun relatif stabil pada Rp13,600-an. Namun, jika secara year-to-date cenderung mengalami penguatan yang didorong setelah adanya pengumuman kesepakatan dagang fase pertama antara AS-Cina. Tetapi, adanya pemangkasan pertumbuhan ekonomi global oleh IMF membawa pasar kearah negatif. IMF baru saja memangkas pertumbuhan ekonomi global dari 3,4% YoY pada 2020 menjadi hanya 3,3% YoY. Pemangkasan proyeksi tersebut hanya berjarak tiga bulan yang diperburuk oleh pelemahan ekonomi India yang kembali dipotong menjadi 5,8% YoY untuk tahun ini akibat tekanan di sektor keuangan dan pelemahan permintaan domestik. Saat ini, mesin pendorong ekonomi global adalah negara-negara berkembang seperti Cina dan India.

    Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan bahwa kondisi keuangan Indonesia saat ini berada dalam tingkat yang stabil. Kondisi Indonesia saat ini telah jauh berbeda dengan ketika krisis keuangan pada 1998 karena ketika itu penyebabnya adalah sangat mudah untuk membentuk bank tanpa aturan yang jelas dan latar belakang yang memadai. Demikian dengan Inflasi terus stabil dan terjaga di 3% sampai 2019, kemiskinan juga turun terendah dalam sejarah pada 2018 di bawah dua digit, dan angka pengangguran terus menurun hingga sekarang hanya mencapai 5,28%.

    Indonesia (BI) akan melangsungkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 22 Januari - 23 Januari 2020. Pasar perkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan karena dapat memberikan waktu bagi perbankan untuk merespon penurunan suku bunga acuan hingga 100 basis poin di tahun 2019, Apalagi dengan melihat penurunan suku bunga kredit yang masih cenderung lambat. Tetapi, sisi lainnya ada ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75% untuk tujuan mendukung ekspansi ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Dan didukung pula oleh inflasi yang relatif rendah dan terkendali serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih dalam tren penguatan pada bulan Januari 2020.

    Dari AS, Presiden Donald Trump kembali mengkritik Federal Reserve. Menurutnya The Fed menaikkan suku bunga terlalu cepat dan menurunkannya terlalu lambat. Dalam pernyataan lain Trump menggembar-gemborkan prestasi pemerintahannya meskipun pendekatannya tidak lazim. Menurutnya, AS juga berada di posisi ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya.

    Kabar lainya, berkenaan dengan pemakzulan Trump, pihak Trump mendesak senat AS untuk menolak pemakzulan atas dirinya. Hal ini disampaikan pengacaranya karena kasus pemakzulan ini merupakan produk dari proses kecurangan Fraksi Demokrat dan harus ditolak di persidangan Senat yang berlangsung pada Selasa. Senat harus secepatnya menolak pasal-pasal pemakzulan yang lemah ini dan membebaskan Trump. Bahkan tuduhan tersebut sebagai penghinaan terhadap konstitusi dan lembaga demokrasi.

    Pasar akan menantikan keputusan hasil dari rapat dewan gubernur BI yang tengah berlangsung, jika suku bunga turun dan atau ditahan diperkirakan akan terdampak. Namun, sentimen positif domestik ini bisa tereliminirkan oleh faktor eksternal yang masih dibayangi ketidakpastian. Apalagi saham AS pada Selasa ditutup melemah. Sentimen eksternal ini kembali akan memberatkan bagi IHSG untuk bisa melaju ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini.

    Daily Report 22 January 2020

     INTP siapkan Rp1,3 triliun untuk ekspansi

     WSKT memperoleh tambahan kas sebesar Rp 21,5 triliun

     Kontrak baru PTPP meleset dari target

     Wika Realty siapkan belanja modal Rp7,6 triliun

     Pefindo tetapkan kembali peringkat idAA untuk JSMR

     Global bond TBIG mengalami kelebihan permintaan

     PGAS akan fokus untuk perbaiki kinerja Saka Energi

     Pefindo berikan peringkat A+ untuk obligasi MEDC

     BSDE bukukan marketing sales 2019 Rp6,5 triliun

     POSA masih miliki sisa dana IPO Rp41,2 miliar

     FITT realisasi seluruh dana IPO

     BJBR akan terbitkan subdebt Rp1 triliun

     ADMF raih pinjaman US$300 juta

     SMMA lepas seluruh saham di LPPS

     TPIA peroleh tax holiday

     Diamond Food Indonesia listing dengan kode DMND

    Support Level 6224/6209/6192 Resistance Level 6255/6273/6287 Major Trend Down Minor Trend Up

  • Daily News 22 January 2020

    2

    Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) telah menyiapkan capex senilai Rp1,3 triliun untuk ekspansi yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek fasilitas penerimaan refuse derived fuel (RDF) di pabrik Citeureup, Jawa Barat, instalasi listrik dan revitalisasi turbin di pabrik Tarjun, Kalimantan Selatan. Selain itu, capex juga untuk penyelesaian proyek tambang batu di Pamoyanan, Bogor dan juga untuk instalasi bag filter di beberapa pabrik yang dimiliki perseroan. Sementara capex pada tahun 2019 lalu di antaranya digunakan untuk pembukaan tambang batu di Jawa Barat yang akan menyuplai kebutuhan bisnis semen beton dan pengembangan RDF. Perseroan menaikkan anggaran belanja modal tahun ini untuk mengantisipasi kenaikan permintaan semen pada 2020. Secara industri, diperkirakan serapan dalam negeri tumbuh 3%-4% dibandingkan dengan realisasi sepanjang 2019 ditopang proyek infrastruktur telah mulai menggeliat kembali sejak kuartal akhir 2019. Walaupun permintaan dalam negeri pada 2020 diperkirakan mengalami perbaikan, INTP menilai persaingan masih akan ketat terlebih adanya penambahan kapasitas baru dari 3 pabrikan semen sehingga pasar berpotensi akan menghadapi kelebihan pasokan. Untuk itu INTP tidak memiliki rencana untuk menambah kapasitasnya. Saat ini, kapasitas terpasang perseroan sebesar 24,5 juta ton per tahun dengan tingkat utilisasi sekitar 70%.

    Waskita Karya (WSKT) selama Desember 2019 berhasil memperoleh tambahan kas sebesar Rp 21,5 triliun. Dengan adanya tambahan kas masuk pada Desember 2019 tersebut, WSKT berhasil mendapat dana segar sekitar Rp 44 triliun selama tahun 2019. Arus kas masuk tersebut berasal dari pembayaran beberapa proyek turnkey seperti Tol Trans Sumatra milik Hutama Karya dan Tol Batang - Semarang dan proyek konstruksi lainnya sebesar Rp 19,4 triliun. Pada Desember 2019 perseroan juga mendapatkan pengembalian atas piutang dana talangan tanah dari Lembaga Aset Manajemen Negara (LMAN) sebesar Rp 2,05 triliun. Pada Desember 2019 perseroan juga telah melakukan novasi atas pinjaman modal kerja untuk proyek Transmisi 500 KV Sumatra sebesar Rp 4 triliun dan pengembalian dana talangan tanah.

    Kontrak baru Pembangunan Perumahan (PTPP) sepanjang 2019 meleset dari target yang ditetapkan pada awal tahun. Realisasi kontrak baru tahun lalu tercatat sebesar Rp33,5 triliun, lebih rendah dari ekspektasi sebesar Rp42-43 triliun dan dari target yang telah direvisi sebesar Rp45 triliun. Hal ini dikarenakan banyaknya proyek yang mundur seperti bendungan, EPC, dan lainnya. Sementara tahun ini, perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp40,5 triliun, lebih tinggi 20,89% dari realisasi 2019. Adapun pada Januari 2020 perseroan telah mendapatkan kontrak EPC sekitar Rp3 triliun.

    Wika Realty, anak usaha Wijaya Karya (WIKA), menyiapkan belanja modal sebesar Rp7,6 triliun untuk pengembangan proyek pada 2020. Capex tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek-proyek yang sedang berjalan serta untuk akuisisi aset, terutama untuk memperkuat portofolio recurring. Dana tersebut berasal dari cash flow internal yaitu dari hasil penjualan, pinjaman, dan rencana IPO. Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp2,3 triliun pada 2020 atau naik kurang lebih 18%.

    Pefindo t