BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 ... ... 41 BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Hasil Penelitian

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 ... ... 41 BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Hasil...

  • 41

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN

    4.1 Hasil Penelitian

    4.1.1 Gambaran SMK Bhineka Karya 04 Ampel

    SMK Bhineka Karya 4 Ampel berdiri pada

    tanggal 8 Maret 1993. Sekolah Menengah

    kejuruan ini terletak di Jalan Farming,

    Tukangan, Candi Ampel, Boyolali, dibawah

    naungan yayasan Bhineka Karya. Adapun status

    dari sekolah ini adalah “Terakreditasi B”.

    Sekolah ini memiliki tiga jurusan yaitu Teknik

    Kendaraan Ringan (TKR), dan Teknik

    Pemeliharaan Mekanik Industri (TPMI) dan pada

    tahun ajaran 2011/2012 dibuka satu jurusan

    baru Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sehingga

    total jurusan menjadi 3.

    Tenaga pengajar di SMK Bhineka Karya 4

    Ampel sebagian besar adalah lulusan dari

    berbagai Perguruan Tinggi yang sesuai dengan

    bidangnya. Saat ini jumlah tenaga edukatif di

    SMK Bhineka Karya 4 Ampel baru mendekati

    jumlah ideal yaitu 20 dengan Guru Tetap (GT) 13

    orang dan GuruTidak tetap 7 orang.

  • 42

    Visi SMK Bhineka Karya 4 Ampel yaitu:

    terwujudnya tamatan yang produktif, berkualitas,

    berkualitas, berakhlak mulia dan bertaqwa

    kepada Tuhan yang Maha Esa.

    Misi SMK Bhineka Karya 4 Ampel yaitu :

    1. Melaksanakan pembelajaran yang efektif

    dan efesien

    2. Melaksanakan sistem pembelajaran

    berbasis kompetensi dan berbasis produksi

    3. Menghasilkan tamatan yang berakhlak

    mulia dan bertaqwa, terampil dan mandiri

    4. Meningkatnya kualitas tamatan yang

    mampu bersaing dipasar kerja

    5. Membangun jiwa kewirausahaan yang

    handal

    6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas

    sarana prasarana pembelajaran

    7. Mengoptimalkan peran serta masyarakat

    dan Unit Produksi (UP) dalam

    pengembangan sekolah.

    8. Meningkatkan sarana prasarana yang

    mendukung pembelajaran

    9. Menjalin hubungan dengan Dunia Usaha

    dan Dunia Industri (DU/DI) untuk

    peningkatan kualitas keterampilan

  • 43

    SMK Bhineka Karya 4 Ampel memiliki

    sarana pembelajaran yang cukup lengkap.

    Memiliki 12 ruang teori, 3 ruang praktek untuk

    masing-masing kompetensi keahlian, selain itu

    juga dilengkapi dengan lab. Komputer, lab. IPA,

    ruang perpustakaan, beserta dengan

    mushola/tempat ibadah, sarana olahraga

    (lapangan basket), Ruang Kepala Sekolah, ruang

    guru, ruang TU, ruang OSIS, UKS, ruang BK,

    toilet guru dan peserta didik, tempat parkir.

    Disamping itu SMK Bhineka Karya 4 Ampel

    memiliki hubungan kerja sama dengan dunia

    usaha dan industri (DUDI) baik berskala mikro,

    menengah, maupun multinasional seperti PT.

    Damtex/ Timatek Salatiga, PT. Primayuda

    Boyolali, PT.Sadua Indo Salatiga, CV. Duta

    Teknik Salatiga, PT. Kubota Semarang, PT. Balai

    Yasa Yogyakarta, Agung Motor Salatiga, dll.

    Kerjasama ini dilakukan untuk untuk

    mendukung kualitas lulusan melalui program

    praktek kerja maupun penyerapan lulusan.

  • 44

    4.1.2 Penurunan peserta didik baru di SMK Bhineka

    Karya 04 Ampel

    Dari hasil observasi, wawancara dengan

    kepala sekolah, waka kesiswaan, serta FDG

    dengan guru dan peserta didik telah ditemukan

    bahwa faktor-faktor yang mejadi penyebab

    menurunnya jumlah peserta didik baru di SMK

    Bhineka Karya 4 Ampel terbagi dalam dua

    masalah yaitu masalah intern dan ektern

    sekolah.

    Untuk masalah intern terkait dengan mutu

    SMK Bhineka Karya 4 Ampel sendiri yaitu sarana

    dan prasarana yang masih kurang memadai,

    pendidikan kejuruan membutuhkan fasilitas

    belajar yang memadai. Karena untuk

    menciptakan kondisi belajar yang mencerminkan

    keadaan pada dunia kerja secara realiatis dan

    edukatif, diperlukan banyak pelengkapan,

    sarana, dan fasilitas penunjang sesuai dengan

    jurusan. Contohnya jurusan TKR & TPMI

    memerlukan mesin dan peralatan

    perbengkelan/mesin bubut untuk praktek serta

    laboratorium.

  • 45

    Selain itu dalam jurusan TKJ harus ada

    komputer untuk media pembelajaran yang cukup

    sesuai dengan jumlah siswa. Namun, pada

    kenyataannya sarana pembelajaran yang

    dibutuhkan belum memadai jumlah dan

    penggunaannya.

    ....belum ada pergantian fasilitas

    yang rusak secara keselurahan yang digunakan siswa untuk praktek dari sejak

    sekolah didirikan. Telah ada perbaikan

    untuk alat-alat yang rusak tapi belum

    semua dikarenakan dana yang belum mencukupi. Padahal, sarana dan prasarana

    merupakan kelengkapan utama dalam

    sekolah kejuruan yang wajib ada,

    seharusnya pengadaan alat praktek yang

    standar, laboratorium yang memadai dapat membuat ketertarikan kepada siswa yang

    akan dan sudah bersekolah di SMK

    Bhineka Karya 4 Ampel. Sehingga proses

    hingga output lulusan dari sekolah ini tidak hanya mengetahui teori saja namun

    dapat lebih interaktif dan kreatif

    menerapkan teori –teori yang didapatkan

    kedalam dunia kerja.”

    (FGD dengan guru, 12 Desember 2015)

    Promosi sekolah belum dilaksanakan

    secara maksimal. Promosi yang efektif dapat

    terlaksana jika didukung dengan sarana dan

    prasarana yang mendukung.

  • 46

    Sarana prasarana merupakan salah satu

    faktor keunggulan yang dapat ditonjolkan ketika

    melakukan promosi untuk mendapat siswa baru.

    SMK Bhineka Karya 4 Ampel ini belum dapat

    melakukan promosi secara maksimal

    dikarenakan fasilitas sekolah yang belum

    memadai.

    Hal ini yang menyebabkan SMK Bhineka

    Karya 4 Ampel belum berani turun lapangan

    untuk melakukan promosi yang lebih baik karena

    keterbatasan yang ada di sekolah. Program

    promosi sekolah telah dijalankan dengan 1)

    presentasi dan memanfaatkan pengurusan di

    desa-desa sekitar, 2) Presentasi PPDB ke

    SMP/MTs di kabupaten terutama kecamatan

    Ampel bahkan diluar kabupaten Boyolali seperti

    Tengaran dan Kaliwungu kabupaten Semarang,

    3) memanfaatkan pertemuan dengan

    orangtua/wali murid, 4) Memanfaatkan para

    peserta didik untuk mempromosikan PPDB

    keteman bermain atau adik kelas, 5) Memesang

    spanduk dan rontek di berbagai tempat yang

    strategis,

  • 47

    6) Membagikan brosur penerimaan peserta

    didik baru kepada calon peserta didik baru.

    Sebagai mana yang telah di sampaikan oleh

    kepala sekolah:

    Kami sudah melakukan promosi

    yang cukup maksimal antara lain promosi

    ke desa-desa sekitar, SMP/MTs dikabupaten Boyolali terutama di

    kecamatan Ampel bahkan keluar

    kabupaten Boyolali. memanfaatkan

    pertemuan dengan orangtua/wali murid,

    memanfaatkan para peserta didik untuk mempromosikan PPDB keteman bermain

    atau adik kelas demi memberi animo

    kepada masyarakat sekitar supaya

    mempercayakan untuk menyekolahkan anaknya bersekolah di SMK BK ini dengan

    siswa kelas 1 dan 2 mengajak 1 anak

    peserta didik baru, kami juga, memasang

    spanduk dan rontek di berbagai tempat

    yang strategis, membagikan brosur dan kalender penerimaan peserta didik baru

    kepada calon peserta didik baru, serta

    mempromosikan PPDB di buku Telkom.

    (Wawancara dengan kepala

    sekolah 7 Maret 2016)

  • 48

    Pendapat kepala sekolah ini senada dengan

    apa yang telah diungkapan oleh ketua PPDB:

    kami panitia selain promosi ke

    sekolah-sekolah SMP/MTs sekitar, kami juga melibatkan siswa untuk

    mempromosikan sekolah kepada

    tetangganya, teman bermainnya, serta adik

    kelas sampai sasaran tertarik dan mau mendaftar ke SMK BK ini, selain itu kami

    juga menyebarkan brosur dan memasang

    spanduk ditemapat yang mudah dilihat

    orang.

    (wawancara dengan Ketua PPDB, 7

    Maret 2016)

    Jarak/lokasi sekolah yang kurang strategis

    dan SMA/SMK yang letaknya strategis menjadi

    daya tarik bagi para calon siswa, dikarenakan

    kemudahan akses ke sekolah dan biaya

    transportasi yang lebih murah. Ini menjadi

    ancaman bagi SMK Bhineka Karya 4 Ampel

    karena bagi calon siswa yang tinggal di luar Desa

    Candi jika ingin bersekolah di sini, harus

    berjalan sekitar 500 meter dari jalan umum

    untuk bisa sampai ke sekolah. Sehingga orangtua

    ketika ingin mendaftarkan anaknya akan

    mempertimbangan kembali karena biaya

    transportasi yang dibutuhkan bisa lebih mahal

    dari sekolah negeri yang letaknya dekat dan

    strategis.

  • 49

    Belum adanya ketegasan dari pihak

    sekolah dalam sistem pembayaran SPP. Biaya

    Sekolah SMK swasta biasanya lebih mahal dan

    diatas rata-rata. Hal ini dikarenakan sekolah

    swasta memiliki visi dan misi tersendiri. Sekolah

    swasta memiliki standar pendidikan yang

    berbeda-beda bagi murid-muridnya. Hampir

    seluruh dana operasional di sekolah swasta

    dibebankan kepada para peserta didik.

    Sehingga wacana berkembang di

    ma