Click here to load reader

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep dasar masa intranatal dapat terjadi tenaga untuk mengedan lemah, perdarahan intranatal, shock, dan masa pascanatal dapat terjadi subinvolusi. Sedangkan

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep dasar masa intranatal dapat terjadi tenaga untuk mengedan lemah,...

  • BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Konsep dasar pengetahuan

    Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang

    terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan

    sebagainya). Dengan sendirinya, pada waktu penginderaan sampai menghasilkan

    pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi intensitas perhatian dan persepsi

    terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera

    pendengaran (telinga), dan indera penglihatan (mata) (Notoatmodjo, 2011).

    Pengetahuan seseorang tentang suatu objek mengandung dua aspek, yaitu

    aspek positif dan negatif. Kedua aspek ini yang akan menentukan sikap seseorang

    semakin banyak aspek positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan

    sikap makin positif terhadap objek tertentu dan begitupula aspek sebaliknya

    (Dewi & Wawan, 2010).

    1. Tingkat Pengetahuan

    Pengetahuan yang tercakup didalam domain kognitif dan mempunyai 6

    tingkatan (Bloom, 1956) yaitu :

    a. Tahu (Know)

    Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah pelajari

    sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat

    kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau

  • rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu tahu ini merupakan tingkat

    pengetahuan yang paling rendah.

    b. Memahami (Comprehention)

    Kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang

    diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.

    c. Aplikasi (Application)

    Kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi

    atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi

    atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam

    konteks atau situasi yang lain.

    d. Analisis (Analysis)

    Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke

    dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan

    masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari

    penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan),

    membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya.

    e. Sintesis (Synthesis)

    Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau

    menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

    Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi

    baru dari formulasi-formulasi yang ada.

    f. Evaluasi (Evaluation)

  • Berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian

    terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu didasarkan pada suatu

    kreteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah

    ada.

    (Bloom, 1956)

    Gambar 2.1 Gambar aspek koginitif

    2.2 Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan :

    Pengetahuan dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor internal dan

    eksternal. Adapun faktor internal terdiri dari pendidikan, minat, pengalaman, dan

    usia. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari ekonomi, kebudayaan, dan

    kebudayaan (Notoatmodjo, 2011).

    a. Pendidikan

    Pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses pembelajaran untuk

    meningkatkan kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri

    sendiri atau sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan

    potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai

    yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan (Fuad, 2005).

  • pada umumnya makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah

    menerima informasi. Pendidikan itu sendiri adalah bimbingan yang diberikan oleh

    seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu pengetahuan

    (Notoatmodjo, 2011).

    proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang

    dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan agar

    manusia menjadi lebih baik dan berkembang lagi (Fransiska, 2010).

    b. Pekerjaan

    Manfaat analisis pekerjaan akan memberikan informasi tentang aktivitas

    pekerjaan, standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan personalia, perilaku

    manusia dan alat alat yang dipergunakan (Hasibuan, 2011).

    pekerjaan adalah kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk

    menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarga. Pada umumnya bekerja akan

    mempunyai pengaruh terhadap kehidupan dan menyita waktu (Notoatmodjo,

    2011).

    c. Usia

    Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai

    berulang tahun. Tingkat kematangan berfikir akan bertambah seiring dengan

    bertambahnya usia (Notoatmodjo, 2011). satuan waktu yang mengukur waktu

    keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati.

    Semisal, umur manusia dikatakan lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga

    waktu umur itu dihitung. Oleh yang demikian, umur itu diukur dari sejak lahir

    sehingga masa kini (Depkes, 2013).

  • d. lingkungan

    Lingkungan memiliki pengaruh cukup besar. Lingkungan sangat

    bervariasi, umumnya digolongkan menjadi tiga kategori dalam aspek-aspek yang

    dibutuhkan, yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik, biologi dan sosial (Endra

    Febri, 2015). lingkungan merupakan suatu kondisi yang ada disekitar manusia dan

    pengaruhnya yang dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau

    kelompok (Notoatdmojo, 2011).

    Didalam bidang perilaku kesehatan, terdapat beberapa teori yang menjadi

    acuan didalam penelitian mengenai kesehatan di masyarakat yakni teori dari

    WHO dan Snehandu B. Karr.

    WHO membagi 4 determinan mengapa seseorang berperilaku yakni :

    1. Pemikiran dan perasaan.

    Hasil pemikiran dan perasaan seseorang atau dapat disebut pula

    pertimbangan pribadi terhadap obyek kesehatan merupakan langkah awal

    seseorang untuk berperilaku. Pemikiran dan perasaan dapat dipengaruhi oleh

    beberapa hal seperti pengetahuan, kepercayaan, dan sikap.

    2. Adanya acuan atau referensi dari seseorang yang dipercayai.

    Perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh orang yang dianggap penting

    oleh dirinya seperti tokoh masyarakat. Apabila seseorang itu dipercaya, maka apa

    yang dilakukan atau dikatakannya akan cenderung untuk diikuti.

    3. Sumber daya yang tersedia.

  • Adanya sumber daya seperti fasilitas, uang, waktu, tenaga kerja akan

    mempengaruhi terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat. Pengaruh ini dapat

    bersifat positif maupun negatif.

    4. Kebudayaan, kebiasaan, nilai, maupun tradisi yang ada di masyarakat.

    Teori kedua adalah menurut Snehandu B. Karr dimana terdapat lima

    determinan perilaku yang dapat mempengaruhi antara pengertahuan individu

    dengan perilaku yang diperbuat yakni:

    i. Niat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau

    perawatan kesehatannya.

    ii. Dukungan sosial dari masyarakat sekitarnya. Didalam kehidupan

    bermasyarakat, perilaku seseorang cenderung memerlukan dukungan dari

    masyarakat sekitarnya. Apabila suatu perilaku tidak didukung oleh

    masyarakat sekitar, maka orang tersebut akan merasa tidak nyaman

    terhadap perilakunya tersebut.

    iii. Ada atau tidaknya informasi tentang kesehatan atau fasilitas kesehatan.

    Seseorang akan cenderung mengikuti suatu tindakan apabila ia

    mempunyai penjelasan yang lengkap tentang tindakan yang akan

    dilakukannya tersebut.

    iv. Otonomi pribadi, yang bersangkutan dalam hal ini mengambil tindakan

    atau keputusan.

    v. Situasi yang memungkinkan untuk bertindak atau tidak bertindak. Hal ini

    disebabkan untuk melakukan suatu tindakan apapun, diperlukan suatu

    kondisi dan situasi yang tepat. Kondisi dan situasi mempunyai pengertian

    yang luas, baik fasilitas yang tersedia maupun kemampuan yang ada.

  • 2.3 Konsep Dasar Anemia Dalam Kehamilan

    Anemia pada ibu hamil adalah keadaan dimana seorang ibu hamil

    mengalami defisiensi zat besi dalam darahnya. Anemia atau sering disebut kurang

    darah adalah keadaan di mana darah merah kurang dari normal, dan biasanya

    yang digunakan sebagai dasar adalah kadar Hemoglobin (Hb). WHO menetapkan

    kejadian anemia defisiensi besi pada ibu hamil berkisar antara 20% sampai 89%

    dengan menentukan Hb 11 gr% sebagai dasarnya (Depkes RI, 2009).

    Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi,

    menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20% sampai dengan 89%

    dengan menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasarnya. Hb 9–10 gr % disebut anemia

    ringan. Hb 7–8 gr % disebut anemia sedang. Hb

  • khususnya anemia kekurangan besi. Suplementasi besi merupakan cara efektif

    karena kandungan besinya yang dilengkapi asam folat yang sekaligus dapat

    mencegah anemia karena kekurangan asam folat (Depkes, 2009).

    2.4 Epidemiologi

    Dari hasil survey di Indonesia maka di ketahui angka kematian ibu (AKI)

Search related