Alfred Adler n Horney

  • View
    54

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Alfred Adler n Horney

ALFRED ADLER(Psikologi Individual)

I. PENGERTIAN TEORI KEPRIBADIAN MENURUT ALFRED ADLER

a. Biografi singkat Alfred AdlerAlfred Adler lahir di Wina pada tahun 1870 dari keluarga kelas menengah dan meninggal di Aberden, Skotlandia pada tahun 1937 pada saat itu ia mengadakan perjalanan keliling untuk melakukan ceramah. Ia meraih gelar dokter pada tahun 1895 dari Universitas Wina. Awalnya ia mengambil spesialisasi di bidang ophthalmologi, kemudian setelah menjalani praktik dokter umum ia menjadi seorang psikiater. Ia menjadi anggota kemudian ketua masyarakat psikoanalisis Wina. Akan tetapi, Adler segera mengembangkan ide yang menyimpang dari ide Freud dan anggota lain di masyarakat Wina itu, dan ketika perbedaan menjadi tajam, ia diminta untuk menyajikan pandangannya di hadapan masyarakat itu. Ini terjadi pada tahun 1911 dan sebagai akibat dari kritik dan celaan terhadap pendirian Adler oleh anggota lain dari masyarakat itu, Adler mengundurkan diri dari jabatan ketua dan memutuskan hubungan dengan psikoanalisis Freudian.Ia lalu membentuk kelompoknya sendiri, yang lalu dikenal sebagai psikologi individual, yang menarik pengikut dari seluruh dunia. Selama perang dunia 1, ia bekerja sebagai dokter pada lascar tentara Austria dan setelah perang ia tertarik pada bimbingan anak dan memberikan klinik bimbingan pertama yang berhubungan dengan system aliran Wina. Ia juga mendorong munculnya aliran eksperimental di Wina yang menerapkan teori di bidang pendidikan (Furtmuller dalam Calvin dan Gardner, 1993).

b. Teori kepribadian menurut Alfred AdlerBerbeda dengan pandangan pokok Freud bahwa tingkah laku manusia didorong oleh insting yang dibawa sejak lahir sedangkan dengan aksioma pokok Jung yang mengatakan bahwa tingkah laku manusia dikuasai archetype yang dibawa sejak lahir. Adler berpendapat bahwa manusia awalnya dimotivasikan oleh dorongan sosial mereka menghubungkan dirinya dengan orang lain, ikut dalam kegiatan kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan sosial diatas kepentingan diri sendiri, dan mengembangkan gaya hidup yang mengembangkan orientasi sosial. Adler tidak berkata bahwa manusia disosialisasikan hanya dengan melibatkan diri pada proses sosial. Dorongan sosial adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, meskipun tipe khusus hubungan dengan orang dan pranata sosial yang berkembang ditentukan oleh corak masyarakat tempat orang itu dilahirkan. Ketiganya berpendapat bahwa seseorang mempunyai kodrat inherent yang membentuk kepribadiannya. Frued menekankan seks, Jung menekankan pola pemikirian primordial, dan Adler menekankan minat sosial. Faktor-faktor sosial tingkah laku merupakan sumbangan paling besar Adler bagi teori psikologi.Adler memilih menggunakan istilah Individual Psychology bagi teori yang ia kembangkan. Adler tidak bermaksud menyiratkan bahwa manusia merupakan makhluk egois yang hanya termotivasi untuk memuaskan dorongan biologisnya semata. Namun, dalam hal ini Adler lebih menekankan bahwa walaupun manusia merupakan kumpulan individu yang unik, mereka tetap dibentuk oleh harmoni dan dorongan untuk bekerja sama dengan manusia lainnya. Bagi Adler, manusia itu lahir dalam keadaan tubuh yang lemah dan tak berdaya. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan perasaa inferioritas dan ketergantungan pada orang lain. Individual Psychology memandang individu sebagai makhluk yang saling tergantung secara sosial. Teori Adler juga sangat terkait dengan humanisme karena memusatkan perhatian pada hubungan positif antarmanusia dan makna keberadaan manusia. Adler percaya bahwa keberadaan manusia terkait dengan orientasi masa depan, kebebasan menentukan nasib sendiri, dan pencarian mengenai makna kehidupan. Pada akhirnya, Adler menyatakan bahwa manusia pada dasarnya termotivasi untuk mengatasi perasaaan inferiornya dengan berusaha menjadi sosok yang superior. Adler berpendapat bahwa superioritas adalah bagian dari hidup yang membawa individu ke tahap-tahap perkembangan yang berkelanjutan.

c. Perbedaan pandangan Adler dan Freud Freud mementingkan seks sedangkan Adler mementingkan minat sosial. Freud memandang kepribadian sebagai proses biologik-mekanistik sedangkan Adler termasuk pelopor ego kreatif. Adler menekankan adanya keunikan pribadi. Adler memandang kesadaran sebagai pusat kepribadian bukan ketidaksadaran. Adler keras berpendapat bahwa semua kehidupan selalu bergerak. Dia memilih tidak berfikir dalam kerangka struktur dan perkembangannya karena konsep semacam itu dianggap cenderung membuat konkret sesuatu yang abstrak.

d. Rincian pokok-pokok teori Adler Satu-satunya kekuatan dinamik yang melatarbelakangi aktifitas manusia adalah perjuangan untuk sukses atau menjadi superior (striving for superiority). Persepsi subjektif (subjective perception) individu membentuk tingkah laku dan kepribadian. Semua fenomena psikologis disatukan (unity of personality) di dalam diri individu dalam bentuk self. Manfaat dari aktivitas manusia harus dilihat dari sudut pandang interest sosial (social interest). Semua potensi manusia dikembangkan sesuai dengan gaya hidup (life of style) dari self. Gaya hidup dikembangkan melalui kekuatan kreatif (creative power) individu.

II. STRUKTUR, DINAMIKA DAN PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN MENURUT ALFRED ADLERTeori-teori yang dikembangkan Adler disebut juga sebagai struktur kepribadian (Agus Sujanto, dkk.). Adapun teori-teori tersebut dijabarkan sebagai berikut.a. Perjuangan menjadi sukses atau superioritaAdler yakin bahwa individu memulai hidup dengan kelemahan fisik yang mengaktifkan perasaan inferior, perasaan yang menggerakkan orang untuk berjuang menjadi superiorita atau untuk menjadi sukses. Perjuangan bisa jadi mempunyai motivasi yang berbeda, tetapi semuanya diarahkan menuju tujuan final (final goal). Fictional Final GoalsMenurut Adler, untuk membimbing tingkah laku, setiap orang menciptakan tujuan final yan semu (fictional final goals), memakai bahan yang diperoleh dari keturunan dan lingkungan. Tujuan ini semu karena mereka tidak harus didasarkan pada kenyataan tetapi tujuan itu lebih menggambarkan pikiran orang itu mengenai bagaimana seharusnya kenyataan itu, didasarkan pada interpretasi subjektifnya mengenai dunia. Tujuan final adalah hasil kekuatan kreatif indvidu: kemampuan untuk membentuk tingkah laku diri dan menciptakan kepribadian diri.

Mengatasi inferioritas dan menjadi superiorita: dorongan majuBagi Adler, kehidupan manusia dimotivasi oleh satu dorongan utama yaitu dorongan mengatasi perasaan inferior dan menjadi superior. Inferior bagi Adler berarti perasaan lemah dan tidak terampil dalam menghadapi tugas yang harus diselesaikan. Adapun superiorita bukan berarti lebih baik dari orang lain atau mengalahkan orang lain, tetapi berjuang menuju superiorita berarti terus menerus berusaha menjadi lebih baik dan menjadi semakin dekat dengan tujuan final. Adalah perasaan inferiorita yang melahirakan perjuangan superiorita, dan bersama-sama keduanya menjadi dorongan maju yang sangat besar yang mendorong orang terus bergerak ke arah yang lebih baik. Menurut Adler dorongan ini dibawa sejak lahir dan menjadi tenaga semua dorongan lainnya.

b. Pengamatan subjektif (subjective perspective)Tujuan final yang fiktif bersifat subjektif, artinya orang menetapkan tujuan-tujuan untuk diperjuangkan berdasarkan interpretasinya tentang fakta, bukan berdasarkan fakta itu sendiri. Kepribadian manusia dibangun bukan oleh realita, teteapi oleh keyakinan subjektif orang itu mengenai masa depannya. Pandangan subjektif yang terpenting adalah tujuan menjadi superiorita atau tujuan menjadi sukses, tujuan yang diciptakan pada awal kehidupan, yang hanya terpahami secara kabur. Tujuan final fiktif itu membimbing gaya hidup manusia.

c. Kesatuan (unity) kepribadianAdler memilih menggunakan istilah Psikologi Individu (Individual Psychology) dengan harapan dapat menekankan keyakinan bahwa setiap individu itu unik dan tidak dapat dipecah-pecah. Psikologi Individu menekankan pentingnya unitas kepribadian. Pikiran, perasaan, dan semua kegiatan diarahkan ke satu tujuan tunggal dan mengejar satu tujuan. Logat organ (organ dialect)Kesatuan kepribadian bukan hanya kesatuan aspek-aspek kejiwaan sepeti motivasi, perasaan, dan pikiran, tetapi juga kesatuan meliputi seluruh organ tubuh. Gejala-gejala fisik seperti kelemahan organ tertentu bukan suatu peristiwa yang terpisah, tetapi mungkin kelemahan itu berbicara tentang tujuan individu, yang oleh Adler dinamakan logat organ (organ dialect) atau bahasa organ (organ jargon). Kesadaran dan tak sadarUnitas kepribadian juga terjadi antara kesadaran dan tak sadar. Menurut Adler, tingkah laku tak sadar adalah bagian dari tujuan final yang belum diformulasikan dan belum dipahami secara jelas. Adler menolak dikotomi antara sadar dan tak sadar yang dianggapnya sebagai bagian yang bekerja sama dalam sistem yang unifi.

d. Minat sosial (social interest)Minat sosial adalah sikap keterikatan diri dengan kemanusiaan secara umum, serta empati kepada setiap anggota orang perorang. Menurut Adler, minat sosial adalah bagian dari hakekat manusia dan dalam besaran yang berbeda muncul pada tingkah laku setiap orang. Minat sosiallah yang kemudian membuat seseorang mampu berjuang mengejar superiorita dengan cara yang sehat. Perkembangan minat sosialWalaupun minat sosial itu dilahirkan, menurut Adler terlalu lemah atau terlalu kecil untuk dapat berkembang sendiri. Oleh karena itu, menjadi tugas ibu mengembangkan potensi innate bayinya. Adapun ayah merupakan orang penting kedua dalam lingkungan sosial anak. Menurut Adler, ayah yang ideal bekerja sama dengan istrinya dalam mengasuh anak. Dampak hubungan sosial awal merupakan hal sangat penting, hubungan anak dengan ibu dan ayahnya akan melemahkan peran hereditas. Dorongan adalah kunci konsep untuk membantu orang tua dalam meningkatkan hubungan keluarganya. Dorongan positif dari orang tua dapat berpengaruh pada perkembangan tanggung jawab, kemandirian anak, dan membentuk

Search related