of 36 /36
STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) TUGAS MANDIRI DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS PADA MATA KULIAH : STRATEGI DAN METODOLOGI PEMBELAJARAN DOSEN PENGAMPU : Dr.AGUS PAHRUDIN, M.Pd Nama : Erita Tri Yustianingsih NPM : 1422010041 Kelas : F PROGRAM PASCASARJANA (S2) IAIN RADEN INTAN LAMPUNG 0

Strategi pembelajaran kooperatif pak agus copy

Embed Size (px)

Text of Strategi pembelajaran kooperatif pak agus copy

1. 0 STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) TUGAS MANDIRI DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS PADA MATA KULIAH : STRATEGI DAN METODOLOGI PEMBELAJARAN DOSEN PENGAMPU : Dr.AGUS PAHRUDIN, M.Pd Nama : Erita Tri Yustianingsih NPM : 1422010041 Kelas : F PROGRAM PASCASARJANA (S2) IAIN RADEN INTAN LAMPUNG 2014/2015 2. 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan merupakan proses yang amat penting bagi kehidupan individu dan masyarakat. Pemahaman terhadap hakekanya memerlukan pemahaman terhadap dimensinya. Sebagaian ahli pendidikan berpendapat bahwa sekolah merupakan satu-satunya pusat pendidikan, karena sekolah merupakan satu- satunya lembaga yang diperuntukkan khusus bagi pendidikan. Pada kenyataannya terdapat banyak pusat pendidikan seperti keluarga, tetangga, kampung halaman, lingkungan dan sekolah. Disamping masjid, tempat-tempat pertemuan, media masa (seperti : surat kabar, TV, radio) dan lain-lain yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap pendidikan dan pembentukan kepribadian individu.1 Untuk mengembangkan kompetensi pendidikan yang mampu menjawab tantangan dunia global, maka pemerintah harus melakukan berbagai kebijakan, dan selama ini kita selalu mencontoh kepada kebijakan pendidikan dunia maju. Satu hal yang perlu kita lakukan segera mungkin adalah mengangkat mutu sumber daya lulusan pendidikan.2 Tidak hanya itu kreatifitas dan kompetensi para guru dilembaga pendidikan harus ditingkatkan. Karena peran guru disekolah sangat berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik. Pendidikan agama Islam (PAI) hingga saat ini masih berhadapan dengan kritik-kritik internal. Dikatakan bahwa PAI kurang mempunyai relevansi terhadap perubahan social yang terjadi dimasyarakat atau kurang ilustrasi konteks sosial budaya, bersifat statis akontekstual dan lepas dari sejarah sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai hidup dalam keseharian. 3 Hal tersebut sangat disayangkan karena Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk membanguun moral dan akhlaq para siswa guna meningkatkan keimanan kepada Allah swt dan 3. 2 meneladani sifat nabi Muhammad saw serta menjadi bekal hidup dikehidupan sehari-hari. Akan tetapi apabila sejak usia remaja para siswa pelaajr kurang berminat dalam pelajaran PAI disekolah, maka dampak negatif yang akan terjadi sudah sering ditemukan dan kita ketahui bersama, diantaranya ; maraknya kenakalan-kenakalan remaja, tawuran, seks bebas, narkoba dan lain-lain. Oleh karena itu perlu adanya konsep dalam merencanakanserta menerapkan metode dan strategi apa saja yang harus diterapkan agar suasana kelas menjadi focus dan menarik bagi para peserta didik. Salah satu strategi pembelajaran yang efektif digunaka dalam suatu pembelajaran yaitu strategi pembelajaran kooperatif. B. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, maka ada beberapa hal yang ingin penulis uraikan berkaitan dengan strategi pembelajarann kooperatif,yaitu : 1. Apa pengertian dari strategi pembelajaran kooperatif? 2. Apa saja tujuan strategi pembelajaran kooperatif? 3. Bagaimana aplikasi strategi pembelajaran kooperatif? 4. Apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan dalam strategi pembelajaran kooperatif? 5. Bagaiman desain strategi pembelajaran kooperatif? 1. Noer Ali dan Munzier S., Watak Pendidikan Islam (Jakarta:Friska Agung Insani, 2008), hal.197 2Isjoni, Saatnya Pendidikan Kita Bangkit, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007). Hal. 78 3Muhaimin, RekonsiliasiPendidikan Islam (Jakarta: Rajawali Pers,2009) hal 59 4. 3 BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF Strategi pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Jadi hakekat social dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif.4 Pada dasarnya strategi pembelajaran kooperatif mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau prilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesam dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Cooperative Learning juga dapat diartikan sebagai suatu struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan diantara sesame anggota kelompok.5 Berikut ini pendapat beberapa tokoh tentang pengertian strategi pembelajaran kooperatif : 1. Effandi Zakaria (2001), pembelajaran kooperatif dirangka bagi tujuan melibatkan pelajar secara aktif dalam proses pembelajaran menerusi perbincangan dengan rekan-rekan dalam kumpulan kecil. Ia memerlukan pelajar berkongsi pendapat, memberi maklum balas serta mewujudkann dan membina proses penyelesaian kepada seluruh masalah. Kajian eksperimental dan deskriptif yang dijalankan menyokong pendapat yang menyatakan pembelajaran kooperatif boleh memberikan hasil yang positif kepada pelajar-pelajar.6 2. Slavin (1995) menyebutkan, cooperative learning merupakan model pembelajaran yang dikenal sejak lama, dimana pada saat itu guru 5. 4 mendorong para siswa untuk melakukan kerjasama dalam kegiatan- kegiatan tertentu seperti diskusi atau pengajaran oleh teman sebaya (peer teaching). Dalamm melakukan proses belajar mengajar guru tidak lagi mendominasi seperti lazimnya pada saat ini, sehingga siswa dituntut berbagi informasi dengan siswa yang lainnya dan saling belajar mengajar sesame mereka.7 Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara bersama-sama atau kelompok antara siswa dengan siswa lainnya saling membantu dalam memecahkan suatu permasalahan atas materi yang telah disajikan oleh guru agar mencapai ketuntasan dalam memahami pelajaran. B. TUJUAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkann siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan pembelajaran kooperatif berbeda dengan kelompok tradisional yang menerapkan sistem kompetisi, di mana keberhasilan individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak- tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu: 1. Hasil belajar akademik Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang 6. 5 berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik. 2. Penerimaan terhadap perbedaan individu Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain. 3.Pengembangan keterampilan sosial Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial. 8 C. Aplikasi Strategi Pembelajar Kooperatif Dalam PAI Adapun cara atau langkah aplikasi pembelajaran kooperatif terhadap pendidikan Islam bisa dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Pembentukan kelompok 2. Penjelasan 3. Pembagian tugas kelompok 4. Penyelesaian tugas kelompok 5. Diskusi kelompok. 6. Pembuatan laporan kelompok 7. Persentasi kelompok 8. Penilaian kelompok 9. Penghargaan kelompok (rekognesi tim)9 7. 6 D. Langkah-Langkah Strategi Pembelajaran kooperatif Langkah-langkah dalam strategi pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa fase sebagai berikut : Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi pembelajar Pembelajar menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi pebelajar belajar Fase 2 : Menyajikan informasi Pembelajar menyajikan informasi kepada pebelajar baik dengan peragaan atau teks Fase 3 : Mengorganisasikan pebelajar ke dalam kelompok-kelompok belajar Pembelajar menjelaskan kepada pebelajar bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan perubahan yang efisien Fase 4 : Membantu kerja kelompok dalam belajar Pembelajar membimbing kelompok- kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas. Fase 5 : Mengetes materi Pembelajar memberi tes materi pelajaran, atau kelompok menyajikan hasil-hasil pekerjaan mereka Fase 6 : Memberikan penghargaan Pembelajar memberikan cara-cara untuk menghargai baik penghargaan atas tingginya upaya kerjasama dalam proses belajar kelompok, maupun hasil belajar individu dan kelompok. 10 E. Desain Strategi Pembelajaran Kooperatif Pada Mata Pelajaran PAI Untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan memecahkan masalah dapat menggunakan model cooperative learning. Model ini dikembangakan salah satunya oleh Robert E. Slavin (Johnson, 1990). Model ini membagi siswa dalam kelompok-kelompok diskusi, di mana satu kelompok terdiridari 4 atau 5 orang, masing-masing kelompok bertugas menyelesaikan/memecahkan suatu permasalahan yang dipilih. 8. 7 Beberapa karakteristik pendekatan cooperative learning, antara lain: 1) Individual Accountability, yaitu; bahwa setiap individu di dalam kelompok Smempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok, sehingga keberhasilan kelompok sangat ditentu-kan oleh tanggung jawab setiap anggota. 2) Social Skills, meliputi seluruh hidup sosial, kepekaan sosial dan mendidik siswa untuk menumbuhkan pengekangan diri dan pengarahan diri demi kepentingan kelompok. Keterampilan ini mengajarkan siswa untuk belajar memberi dan menerima, mengambil dan menerima tanggung jawab, menghor- mati hak orang lain dan membentuk kesadaran sosial. 3) Positive Interdependence, adalah sifat yang menunjukkan saling keter- gantungan satu terhadap yang lain di dalam kelompok secara positif. Keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh peran serta anggota kelompok, karena siswa berkolaborasi bukan berkompetensi. 4) Group Processing, proses perolehan jawaban permasalahan dikerjakan oleh kelompok secara bersama-sama. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1) Guru merancang pembelajaran, mempertimbangkan dan menetapkan target pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran. 2) Dalam aplikasi pembelajaran di kelas, guru merancang lembar observasi kegiatan dalam belajar secara bersama-sama dalam kelompok kecil. 3) Dalam melakukan observasi kegiatan siswa, guru mengarahkan dan membimbing siswa baik secara individual maupun kelompok, dalam pemahaman materi maupun mengenai sikap dan perilaku siswa selama kegiatan belajar. 4) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerjanya. 11 4.Trianto, Model Pembelajaran Inovatif Beroorientasi Konstruksi (Jakarta: Prestasi Pustaka,2007) hal 41 9. 8 5.Eti Solihatin dan Raharjo, Kooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS (Jakarta: Bumi Aksara, 2007) hal 4 6. Isjoni dkk, pembelajaran Visioner, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2007), hal 30 7. Isjoni, Kooperative Learning, Bandung, Alphabeta, 2010) hal 17 8Robert E. Slavin, Cooperative Learning Teori, Riset Dan Praktik (Bandung: Nusa Media,2009), hal. 20 9M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT. Rosdakarya, 1990), hlm. 72. 10Lie, Anita. Cooperative Learning, Memperaktekkan Cooperative Learning Di Ruang Kelas. Jakarta : Grasindo. 2002 11 Robert E. Slavin (Johnson, 1990). 10. 9 BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A.Kesimpulan : a. Pada dasarnya strategi pembelajaran kooperatif mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau prilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesam dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. b. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak- tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu: 1) Hasil belajar akademik 2) Penerimaan terhadap perbedaan individu 3) Pengembangan keterampilan sosial B. Rekomendasi : a. Dalam membuat strategi pembelajaran hendaknya guru memperhatikan variasi metode pembelajaran yang baik agar suasana pembelajaran dikelas menjadi nyaman dan disenangi siswa, demikian pembelajaran pun menjadi efektif. Salah satu strategi yang tepat digunakan dalam pembelajarann yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif. b. Kepada pihak sekolah agar dapat menanggulangi hambatan- hambatan yang ada dari segi sarana tempat belajar, agar tiap ruang kelas yang ada dapat dipergunakan secara fleksibel untuk kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif. 11. 10 DAFTAR PUSTAKA Eti Solihatin dan Raharjo, Kooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS (Jakarta: Bumi Aksara, 2007) hal 4 Isjoni, Kooperative Learning, Bandung, Alphabeta, 2010) hal 17 Isjoni dkk, pembelajaran Visioner, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2007), hal 30 Isjoni, Saatnya Pendidikan Kita Bangkit, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007). Hal 78 Lie, Anita. Cooperative Learning, Memperaktekkan Cooperative Learning Di Ruang Kelas. Jakarta : Grasindo. 2002 M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT. Rosdakarya, 1990), hlm. 72. Muhaimin, RekonsiliasiPendidikan Islam (Jakarta: Rajawali Pers,2009) hal 59 Noer Ali dan Munzier S., Watak Pendidikan Islam (Jakarta:Friska Agung Insani, 2008), hal.197 Robert E. Slavin (Johnson, 1990). Robert E. Slavin, Cooperative Learning Teori, Riset Dan Praktik (Bandung: Nusa Media,2009), hal. 20 Trianto, Model Pembelajaran Inovatif Beroorientasi Konstruksi (Jakarta: Prestasi Pustaka,2007) hal 41 12. 11 LAMPIRAN : Contoh RPP yang menggunakan strategi pembelajaran kooperatif : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : MTsN 1 Pringsewu Matapelajaran : QURAN HADIST Kelas/Semester :V11 / 1 MateriPokok : Al quran dan hadist sebagai pedoman hidup AlokasiWaktu : 6 X 40 Menit A. KompetensiInti (KI) KI 1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya KI 2: Menghargai dan menghayati prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( toleransi, gotong Royong ) santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial danAlam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. KI 3: memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural ) berdasarkan rasa ingin tahuan tentang ilmu pengetahuan, tehnologi, seni, budaya terkai fenomena dan kejadian tampak mata KI 4: Merncoba mengolah, dan menyaji dalam ranah kongrit ( menggunakan, mengurai, merangkai, Memodifikasi dan membuat ) dan ranah abstrak ( menulis membaca, menghitung, menggambar dan mengarang ) sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori. B. Kompetensi Dasar dan Indikator a. Kompetensi Dasar : 1. Meyakini Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup. 2. Memiliki prilaku mencintai Al Quran dan Hadist dalam kehidupan. 3. Memahami kedudukan AL Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup umat manusia. 13. 12 b. Indikator: 1. menjelaskan pengertian Al Quran. 2. menyebutkan fungsi Al Quran. 3. menjelaskan pengertian Hadist. 4. menyebutkan fungsi Hadist. 5. menyebutkan cara memfungsikan Al Quran dan Hadist dalam kehidupan. 6. menyebutkan cara menerapkan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup umat islam. C. TujuanPembelajaran Setelah proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, siswadapat: 1. menjelaskan pengertian Al Quran. 2. menyebutkan fungsi Al Quran. 3. menjelaskan pengertian Hadist. 4. menyebutkan fungsi Hadist. 5. menyebutkan cara memfungsikan Al Quran dan Hadist dalam kehidupan. 6. menyebutkan cara menerapkan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup umat islam. D. MateriPembelajaran (rinciandariMateriPokok) MateriFakta: Gambar atau benda nyata. MateriKonsep: 1. pengertian Al Quran. 2. fungsi Al Quran. 3. pengertian Hadist. 4. fungsi Hadist. 5. cara memfungsikan Al Quran dan Hadist dalam kehidupan. 6. menerapkan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup umat islam 14. 13 E. MetodePembelajaran (RinciandariKegiatanPembelajaran) ceramah tanya jawab cooperative learning F. Media, Alat, danSumberPembelajaran 1. Media: AL Quran / gambar / vidio 2. Alat/Bahan: Laptop, Lcd. Al Quran 3. SumberBelajar: Buku Al Quran Hadist kelas Vll G. Langkah-langkahKegiatanPembelajaran 1. PertemuanKesatu: a. Pendahuluan/KegiatanAwal (10 menit) Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh hikmat. Mendata kehadiran siswa dan memeriksa kerapiah pakaian posisi dan tempat duduk Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran Guru menyampaikan kopetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. b. KegiatanInti(.60 menit) Siswa mengamati gambar atau vidio Dalam kelompok siswa bertanya jawab tentang, pengertian , fungsi, Al Quran dan Hadist. Dalam kelompok siswa merumuskan pengertian , fungsi Al Quran dan Hadist. Dalam kelompok siswa memberikan contoh fungsi Al Quran dan hadist. 15. 14 Dalam kelompok siswa menyajikan hasil diskusi tentang pengertian , fungsi Al Quran dan Hadist. c. Penutup (10 menit) Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Guru memberikan konfirmasi atau pelurusan Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa. 2. PertemuanKedua: a. Pendahuluan/KegiatanAwal (10 menit) Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh hikmat. Mendata kehadiran siswa dan memeriksa kerapiah pakaian posisi dan tempat duduk Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran Guru menyampaikan kopetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. b. KegiatanInti ( 60 .menit) Siswa mengamati gambar atau vidio Dalam kelompok siswa bertanya jawab tentang, cara memfungsikan Al Quran dan Hadist. Dalam kelompok siswa merumuskan cara memfungsikan Al Quran dan Hadist. Dalam kelompok siswa memberikan contoh dalam memfungsikan Al Quran dan hadist. Dalam kelompok siswa menyajikan hasil diskusi tentang cara memfungsikan Al Quran dan Hadist. c. Penutup (10 menit), danseterusnya. Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Guru memberikan konfirmasi atau pelurusan Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa. 16. 15 3. pertemuan ketiga a. pendahuluan / kegiatan awal (10 menit ). Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh hikmat. Mendata kehadiran siswa dan memeriksa kerapiah pakaian posisi dan tempat duduk Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran Guru menyampaikan kopetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. b. Kegiatan inti ( 60 menit ). Siswa mengamati gambar atau vidio Dalam kelompok siswa bertanya jawab tentang, cara menerapkan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup umat islam. Dalam kelompok siswa merumuskan cara menerapkan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup umat islam. Dalam kelompok siswa memberikan contoh dalam menerapkan Al Quran dan hadist sebagai pedoman hidup umat islam. Dalam kelompok siswa menyajikan hasil diskusi tentang cara menerapkan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup umat islam. c. Penutup ( 10 menit ). Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Guru memberikan konfirmasi atau pelurusan Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa. H. Penilaian 1. Sikap (observasi, penilaiandiri, penilaianantarteman, danjurnal) a. Observasi Materi : Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup Kelas : Vll ( tujuh ) 17. 16 N o Nama Siswa 1 2 3 4 5 Nilai Predik atya tdk ya tdk ya Tdk ya tdk ya tdk 1 2 3 4 5 Aspek yang dinilai: 1. Keaktifan 2. Kerjasama 3. Keberanianberpendapat 4. Pengendalian diri 5. Menghormati pendapat orang lain PetunjukPenskoran : Jawaban YA diberiskor 1, danjawaban TIDAK diberiskor 0 Perhitunganskorakhirmenggunakanrumus : 4 = Contoh : Jawaban YA sebanyak4, makadiperolehskor 4, danskortertinggi5makaskorakhiryang diperoleh peserta didik adalah : b. PenilaianDiri Mata pelajaran : Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup Kelas : Vll (tujuh ) NamaSiswa : ..................... N o Uraian Aspek yang diamati Nilai Predikat 1 2 3 4 5 1 Mendengarkan pembicaran orang lain 18. 17 2 Tidak memotong pembicaraan orang lain 3 Tidak menganggap benar sendiri 4 Menghargai pendapat orang lain 5 Tidak membenci orang yang berbeda pendapat Dst. Aspek yang dinilai: 1. Selalu 2. Sering 3. Kadang-kadang 4. Pernah 5. Tidak pernah PetunjukPenskoran : JawabanSelalu diberiskor5, sering diberi skor 4 dst. Perhitunganskorakhirmenggunakanrumus : 4 = Contoh : JawabanSelalusebanyak3, Pernah sebanyak 2, maka diperolehskor19, danskortertinggi25makaskorakhiryang diperoleh peserta didik adalah : c. PenilaianAntarTeman Materi : Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup. Kelas : Vll ( tujuh ) Nama (penilai) : ..................... 19. 18 N o Nama Siswa 1 2 3 4 5 Nilai Predik atya tdk ya tdk ya tdk ya tdk ya tdk 1 2 3 4 5 Aspek yang dinilai: 1. Sukamendengarkan orang lain 2. Tidaksukamemotongpembicaraan 3. Tidak menganggap benar sendiri 4. Menghargai pendapat orang lain 5. Tidak membenci orang yang berbeda Pendapat PetunjukPenskoran : Jawaban YA diberiskor 1, danjawaban TIDAK diberiskor 0 Perhitunganskorakhirmenggunakanrumus : 4 = Contoh : Jawaban YA sebanyak4, makadiperolehskor 4, danskortertinggi5makaskorakhiryang diperoleh peserta didik adalah : d. Jurnal Petunjuk : Lembaraninidiisioleh guru untuk menilai sikapsosialpesertadidikdalamkedisiplinan.Berilahtandacek (v) padakolomskorsesuaisikapdisiplin yang ditampilkanolehpesertadidik, dengankriteriasebagaiberikut : Ya = apabilapesertadidikmenunjukkanperbuatansesuaiaspekpengamatan 20. 19 Tidak=apabilapesertadidiktidakmenunjukkanperbuatansesuaiaspekpengamata n. NamaPesertaDidik : . Kelas : Vll ( tujuh ) TanggalPengamatan : .. Materi : Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup No Sikap yang diamati Melakukan Ya Tidak 1 Masukkelastepatwaktu 2 Mengumpulkantugastepatwaktu 3 Memakaiseragamsesuaitatatertib 4 Mengerjakantugas yang diberikan 5 Tertibdalammengikutipembelajaran 6 Mengikutikegiatan praktik/ penilaian proyek denganlangkah yang ditetapkan 7 Membawabukutulissesuaimatapelajaran 8 Membawabukuteksmatapelajaran Jumlah PetunjukPenskoran : Jawaban YA diberiskor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus : 4 = Contoh : Jawaban YA sebanyak 6, maka diperoleh skor 6, dan skor tertinggi 8 maka skor akhir yang diperoleh peserta didik adalah : 6 8 4 = 3,00 21. 20 2. Pengetahuan (TesTulis, lisan, danPenugasan) a. Testulis Materi : Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup Kelas : Vll ( tujuh ) NamaSiswa : ..................... N o Soal Nilai Ket. 1. Jelaskan pengertian Al Quran menurut bahasa dan istilah ! 2. Sebutkan fungsi Al Quran ! 3. Sebutkan fungsi Al Quran menurut surat Al Baqoroh ayat 185 ! 4. Jelaskan pengertian Hadist menurut bahasa dan istilah ! 5. Sebutkan fungsi hadist ! 6. Sebutkan cara memfungsikan Al Quran dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari ! 7. Berilah contoh bahwa Al Quran sebagai pedoman dalam kehidupan bermasarakat ! 8. Berilah contoh penerapan Al Quran dan Hadist dalam kehidupan pribadi ! PetunjukPenskoran : Jawabandiberiskor 1-5 (sesuai dengan tingkatan jawaban). Perhitunganskorakhirmenggunakanrumus : 4 = Contoh : Jawabansebanyak3 soal dengan nilai 4, 2 soal nilai 3, dan 3 soal nilai 5. Maka diperolehskor 12+6+15=33,sedangkan skor maksimal adalah 40, makaskorakhiryang diperoleh peserta didik adalah : b. Teslisan Materi : Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup. Kelas : Vll ( tujuh ). NamaSiswa : ..................... N o Soal Nilai Ket. 1. Bacalah Q.S. yasin/36 :2-5 dengan benar! 22. 21 2. Bacalah Q. S Al baqoroh/ 2: 185 dengan benar ! 3. Terjemahkan Q.S AL Baqoroh/2 : 185 ! 4. Apa maksud al quran sebagai kabar gembira bagi orang yang beriman ? 5. Apa maksud al quran sebagai peringatan bagi orang yang kafir ? 6. Berilah contoh orang yang memfungsikan Al Quran ? 7. Apa [pedoman hidup manusia ? 8. Bagaimana caranya supaya bisa membiasakan bersikap sesuai dengan al quran ? PetunjukPenskoran : Jawabandiberiskor 1-5 (sesuai dengan tingkatan jawaban). Perhitunganskorakhirmenggunakanrumus : 4 = Contoh : Jawabansebanyak3 soal dengan nilai 4, 2 soal nilai 3, dan 3 soal nilai 5. Maka diperolehskor 12+6+15=33,sedangkan skor maksimal adalah 40, makaskorakhiryang diperoleh peserta didik adalah : c. Penugasan Materi : Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup Kelas : Vll ( tujuh ) NamaSiswa : ..................... N o Soal Nilai Ket. 1. Tuliskan Q.S. yasin / 36 : 2-5 dengan benar ! 2. Tuliskan Q.S Al baqoroh / 2 : 185 dengan benar ! 3. Terjemahkan Q.S. baqoroh /2 : 185 ! 4. Apa maksud hadis menafsirkan ayat ayat yang bersifat global ? 5. Bagaimana cara memfungsikan al quran dan hadis dalam kehidupan rumah tangga ? 6. Tulis Q.S Al asr/ 103 :1-3 dengan benar ! 7. Terjemahkan Q.S al asr /103 : 1-3 ! 8. Bagaimana cara menerapkan al quran dalam kehidupan bermasarakat ? Petunjuk Penskoran : Jawaban diberi skor 1-5 (sesuai dengan tingkatan jawaban). Perhitungan skor akhir menggunakan rumus : 23. 22 4 = Contoh : Jawabansebanyak3 soal dengan nilai 4, 2 soal nilai 3, dan 3 soal nilai 5. Maka diperolehskor 12+6+15=33,sedangkan skor maksimal adalah 40, makaskorakhiryang diperoleh peserta didik adalah : 3. Ketrampilan (PraktikdanPortofolio, danPenilaianProyek) a. Praktik Materi : Al Quran Hadist sebagai pedoman hidup. Kelas : Vll (tujuh ) No NamaSiswa Aspek yang diamati Nilai Predikat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 Dst Aspek yang dinilai: 1. Adab 2. Makharijul Huruf 3. Tajwid 4. Kelancaran 5. Seni membaca Petunjuk Penskoran : Jawaban Sangat lancar diberiskor5, lancar diberi skor 4 dst. Perhitungan skor akhir menggunakan rumus : 4 = Contoh : JawabanSangat lancarsebanyak3, Terbata-bata sebanyak 2, maka diperolehskor19, danskortertinggi25makaskorakhiryang diperoleh peserta didik adalah : b. Portofolio Materi : Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup 24. 23 Kelas : Vll ( tujuh ) N o NamaSiswa Aspek yang diamati Nilai Predikat 1 2 3 4 5 1 2 3 Dst Aspek yang dinilai: 1. Kurang 2. Cukup 3. Sedang 4. Baik 5. Sangat baik PetunjukPenskoran : JawabanSangat baik diberiskor5, baik diberi skor 4 dst. Perhitunganskorakhirmenggunakanrumus : 4 = Contoh : JawabanSangat baiksebanyak3, Cukup sebanyak 2, maka diperolehskor19, danskortertinggi25makaskorakhiryang diperoleh peserta didik adalah : Mengetahui Pringsewu, April 2015 Kepala MTsN.1 Pringsewu, Guru Mata Pelajaran, ALMADI, S.Ag,M.Pd.I ERITA Tri.Yustianingsih, S.Ag Nip. 197308031999031002 Nip. 197510232003122003