Presentasi kelompok 2

  • View
    394

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Presentasi kelompok 2

1. Sintesis Senyawa Anorganik Nor Kamariah; Zuhra; Amalinsih; Wenny Y; Victoria A.Pembimbing : Edi Mikrianto, S.Si.,M.Si 2. Tujuan Penelitian : Mengetahui tingkat keaktifan katalis Cu/ZnO/Al 2 O 3yang digunakan pada reaksi reformasi kukus metanol dalam sintesis Hidrogen SINTESIS HIDROGEN DARI METANOL DENGAN KATALIS Cu/ZnO/Al 2 O 3 Sumber : Jurnal Kimia Indonesia 3. Minat pada produksi gas Hidrogen untuk sel bahan bakar terus meningkat, yang dipicu oleh kekhawatiran akan meningkatnya pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil, disamping semakin mahalnya harga minyak bumi. Ketika digunakan sebagai sumber energi, Hidrogen tidak menghasilkan polutan seperti CO, CO 2 , SO 2dan NO xSel bahan bakar yang berasal dari Hidrogen memiliki efisiensi energi yang lebih baik dan dapat mengurangi lepasnya gas rumah kaca dibandingkan dengan pembakaranlangsung Hidrokarbon preview www.kimiawan.org/journal/jki 4. Hidrogen dapat diperoleh secara langsung dari metanol melalui 3 proses :

  • Dekomposisi Metanol
  • Oksidasi Metanol
  • Reformasi Kukus Metanol

Reformasi kukus metanol menjadi alternatif terbaikuntuk sintesis gas Hidrogen.Reaksi ini menghasilkan gas H 2/CO 2 dengan rasio maol 3 : 1 dan tidak menghasilkan gas CO pada suhu reaksi di bawah 300C Dengan demikian, reformasi kukus metanol menjadi proses yang cocok untuk produksi Hidrogen untuk sel bahan bakar Vol. 1 (1), 2006, h. 13-16 PREVIEW 5. Metode Percobaan Sintesis Senyawa Anorganik Sintesis Katalis Cu/ZnO/Al 2 O 3 Katalis Cu/ZnO/Al 2O 3disintesis dengan metode kopresipitasi dari larutan Cu (II), Zn (II), dan Al (III) nitrat yang diendapkan dengan menambahkan larutan Na-Karbonat. Endapan garam karbonat yang terbentuk disaring, dicuci dengan air dan dikeringkan dalam oven pada 110C, kemudian dikalsinasi pada 470C selama 12 jamPada penelitian ini dibuat dua katalis dengan perbandingan mol atom Cu:Zn:Al yang berbeda, yaitu katalis dengan perbandingan Cu:Zn:Al = 1:2:0,1 (disebut katalis I) dan katalis dengan perbandingan mol Cu:Zn:Al = 2:1:0,1 (disebut katalis II) Kamis, 13/10/2011 6. Your Page Name Internet Web Browser http://unlam.ac.id/fmipa/kimia Your Tab Name Google Search Go Karakterisasi Katalis ?? w w 7. Your search results here

  • Karakterisasi Katalis
  • Reaksi reformasi kukus metanol dengan katalis Cu/ZnO/Al 2 O 3dilakukan dalam reaktor mikro berbahanstainless steeldengan diameter internal 8 mm. Katalis yang digunakan setiap reaksi sebanyak 1 gram.
  • Reaksi reformasi kukus metanol dilakukan dengan mengumpankan campuran gas metanol-air dengan perbandingan 1:1,2 dan laju alir 0,066 mL/menit ke dalam reaktor.
  • Reaksi dilakukan pada tekanan atmosfer dan suhu yang divariasikan pada rentang 215-400C
  • Laju pembentukan Hidrogen ditentukan secara kuantitatif dengan menganalisis campuran gas hasil reaksi menggunakan alat kromatografi gas (GC)

Your Page Name Internet Web Browser http://unlam.ac.id/fmipa/kimia Your Tab Name Google Search w w 9. Hasil dan Pembahasan Aktifitas katalitik kedua katalis diuji padareaksi reformasi kukus metanol yang berlangsung sesuai persamaan: CH 3 OH(g) + H 2 O(g) -> CO 2 (g)+ 3H 2 (g) H = 49,47 kJ mol-1 Berdasarkan persamaan reaksi tersebut, reaksibersifat endoterm dan jumlah maksimum mol hidrogen yang dihasilkan per satu mol metanol adalah sebanyak 3 mol. 10.

  • Tingkat konversi metanol dan lajupembentukan hidrogen dalam reaksi reformasikukus metanol yang dikatalisis oleh katalis I padaberbagai suhu ditunjukkan pada Tabel 1, dankeaktifan katalis II ditunjukkan pada Tabel 2.
  • Tabel 1
  • Tabel 2

T (C) Konversi Laju Pembentukan Hidrogen 215 8,8 0,26 250 2,37 0,71 270 44,8 1,34 300 62,9 1,89 320 350 60,0 52,3 1,80 1,57 T (C) Konversi Laju Pembentukan Hidrogen 215 8,8 0,26 250 2,37 0,71 270 44,8 1,34 300 62,9 1,89 320 350 370 400 60,0 52,3 70,0 96,1 1,80 1,57 2,10 2,88 11.

  • Pengukuran luas permukaan kedua katalismenunjukkan bahwa katalis I dengan komposisi Cu yang lebih rendah justru memiliki luas permukaan yang lebih tinggi (43,2 m2/g) daripada luas permukaan katalis II (17,8m2/g).
  • Perbedaan luas permukaan ini dapatdijadikan indikasi bahwa pada katalis I Cuterdistribusi dengan lebih baik dan lebih banyakberada di permukaan dibandingkan pada katalis II.

12.

  • Lebih besarnya luas permukaan katalis I sesuaidengan keaktifannya yang lebih tinggi pada suhu reaksi di bawah 300oC. Walaupun bertindak sebagai pusat aktif, peningkatan persentase Cu tidak menjadikan katalis II lebih aktif pada suhu rendah. Hal ini menunjukkan bahwa ZnO tidak hanya bertindak sebagai pendukung ( support)tetapi turut terlibat dalamreaksi. Peningkatan komposisi Cumendorong terbentuknya partikel kristalin CuOyang lebih besar dan lebih resisten terhadapreduksi.Kombinasi keduanya menyebabkan lebihrendahnya keaktifan katalis II daripada katalis I pada suhu rendah.
  • Pada sisi lain, lebih kecilnya partikel CuO, yang kemudian menjadi partikel Cu setelah reduksi, pada katalis I menyebabkan katalis I lebih rentan terhadapsintering.Hal ini yang menyebabkan berkurangnya keaktifan katalis I pada suhu tinggi

13. Kamis, 13 Oktober 2011 KESIMPULAN Dua katalis Cu/ZnO/Al2O3, dengan perbandingan mol Cu:Zn:Al yang berbeda yaitu 1:2:0,1 dan 2:1:0,1, yang disintesis dengan cara kopresipitasi dari larutan garam nitrat Cu, Zn dan Al menunjukkan keaktifan yang cukup tinggi pada reaksi reformasi kukus metanol pada tekanan atmosfer dan suhu di atas 250oC. Katalis dengan perbandingan mol Cu:Zn:Al = 1:2:0,1 menunjukkan keaktifan yang lebih tinggi pada suhu reaksi di bawah 350oC, sedangkan pada suhu di atas 350oC katalis yang kedua yang lebih aktif. Perbedaan profil keaktifan terhadap suhu kedua katalis ini disebabkan oleh perbedaan distribusi partikel Cu dan kerentanan terhadapsintering. 14. THANKS A BUNCH H hydrogen Li lithium Na sodium K potassium Rb rubidiumCs caesium Fr francium Be beryllium Mg magnesium Ca calcium Sr strontium Ba barium Ra radium Sc scandium Y yttrium Ti titanium Zr zirconium Hf hafnium V vanadium Nb niobium C r chromium Mo molybdenum Mn manganese Tc technetium Fe iron Ru ruthenium Co cobalt Rh rhodium Ni nickel Pd palladium Cu copper Ag silver Zn zinc Cd cadminium Ta tantalum W tungsten Re rhenium Os osminium Ir iridium Pt platinum Au gold Hg mercury B boron Si silicon Ge geramanium As arsenic Sb antimoney Te tellurium Po polonium C carbon P phosphorous N nitrogen O oxygen S sulphur Se selenium Al aluminium Ga galium In indium Tl thallium Sn tin Pb lead Bi bismuth F fluorine Cl chlorine Br bromine I iodine At astatine He helium Ne neon Ar argon Kr krypton Xe xenon Rn radon LanthanideSeries (rare earth) Actinium Series (rare earth) 1 2 3 11 19 37 55 La Lanthanum Ce cerium Pr praseodymium Pm promethium Sm samarium Eu europium Gd gadolinium Tb terbium Dy dysprosium Ho holmium Re erbium Tm thulium Yb ytterbium Lu lutetium Nd neodymium Ac actinium Pa protactinium U uranium Np neptunium Pu plutonium Am americium Cm curium Bk berkelium Cf californium Es einsteinium Fm fermium Md mendelevium Th thorium No nobelium Lr lawrencium 87 4 12 20 38 56 88 39 22 21 40 72 23 41 73 24 42 74 25 43 74 26 44 76 27 45 77 28 46 78 29 47 79 30 48 80 31 49 81 5 13 32 50 82 6 14 33 51 83 7 15 34 52 84 8 16 35 53 85 9 17 36 54 86 10 18 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Non metals Transitionalmetals Metalloids Rare Earth Halogens Other metals Alkaline Earth Nobel Gasses Alkali Metals