Kearifan lokal dalam bidang pertanian

  • View
    39

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Kearifan lokal dalam bidang pertanian

KEARIFAN LOKAL DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM

Kearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya hidup secara arif.

Fungsi kearifan lokal :Untuk konservasi dan pelestarian sumberdaya alamMengembangkan kualitas masyarakat sebagai sumber daya manusiapengembangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuanSebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan

a. Pengertian PertanianPertanian dalam arti luas adalah sema kegiatan yang meliputi bercocok tanam, perikanan, peternakan dan kehutanan. Indonesia termasuk negara agraris, artinya sebagian besar dari penduduk hidup di pertanian.

Adapun faktor yang mendorong pertanian diantaranya:1) Keadaan fisis yang baik untuk pertanian, diantaranya: tanah yang luas dan subur, iklim yang baik, dan lapisan tanah yang gembur dan cukup tebal2) Susunan penduduknya menurut mata pencahariannya menunjukan 10% penduduk Indonesia hidup dari pertanian3) Sektor pertanian menghasilkan lebih dari 50% dari pendapatan nasional4) Penduduk Indonesia cukup banyak, sehingga pertanian membutuhkan banyak tenaga kerja

1. Berdasarkan pengelolaanya, pertanian dibedakan menjadi dua, yaitu:Pertanian rakyatadalah pertanian yang diusahakan oleh rakyat. Pertanian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik konsumsi sendiri maupun konsumsi lokal. Ciri-ciri: modal kecil, lahan sempit, dikelola sederhana, tenaga kerja sederhana, tenaga kerja keluarga sendiri, peralatan sendiri.Pertanian besaradalah pertanian yang diusahakan oleh perusahaan, baik swasta maupun BUMN. Pertanian ini bertujuan untuk keperluan ekspor atau bahan baku industri. Ciri-ciri: modal usaha besar, lahan luas, dikelola secara modern.

Jenis - jenis Pertanian

2. Berdasarkan Jenis Tanamannya PertanianPertanian tanaman pangan adalah usaha pertanian yang berupa bahan pangan. Tanaman pangan dibedakan menjadi tiga yaitu, jenis padi-padian, jenis palawija (ketela pohon, ketela rambat, umbi-umbian, kacang tanah dll) dan jenis holtikultura (buah dan sayuran).

Pertanian tanaman perkebunan adalah usaha pertanian yang bertujuan memenuhi kebutuhan dan perdagangan besar. Tanaman perkebunan dapat dibedakan menjadi tanaman perkebunan musiman (tebu,tembakau,dll) dan tanaman perkebunan tahunan (kopi,karet, coklat,dll)

3. Berdasarkan lahannya pertanian dibedakan menjadi empat, yaitu:Bersawahadalah usaha bercocok tanam yang dilakukan di sawah dengan jenis tanamanBerladangadalah usaha bercocok di lahan kering, pada saat musim hujan dan dilakukan dengan cara berpindah-pindahBertegal, adalah usaha bercocok tanam di lahan kering dengan memanfaatkan air hujan. Hasilnya jagung, kacang, ketela dllBerkebun, adalah usaha bercocok tanam yang dilakukan di sekitar rumah (pekarangan)

CONTOH KEARIFAN LOKAL DALAM BIDANG PERTANIANa. Pranoto Mongso (Jawa)Pranoto mongso atau aturan waktu musim digunakan oleh para tani pedesaan yang didasarkan pada naluri dari leluhur dan dipakai sebagai patokan untuk mengolah pertanian. Berkaitan dengan kearifan tradisional maka pranoto mongso ini memberikan arahan kepada petani untuk bercocok tanam mengikuti tanda-tanda alam dalam mongso yang bersangkutan, tidak memanfaatkan lahan seenaknya sendiri meskipun sarana prasarana mendukung seperti misalnya air dan saluran irigasinya. Melalui perhitungan pranoto mongso maka alam dapat menjaga keseimbangannya.

Dengan adanya pemanasan global sekarang ini yang juga mempengaruhi pergeseran musim hujan, tentunya akan mempengaruhi masa-masa tanam petani. Namun demikian pranoto mongso ini tetap menjadi arahan petani dalam mempersiapkan diri untuk mulai bercocok tanam. Berkaitan dengan tantangan maka pemanasan global juga menjadi tantangan petani dalammelaksanakan pranoto mongso sebagai suatu kearifan lokal di Jawa

B. Nyabuk GunungNyabuk gunung merupakan cara bercocok tanam dengan membuat teras sawah yang dibentuk menurut garis kontur. Cara ini banyak dilakukan di lereng bukit sumbing dan sindoro.Cara ini merupakan suatu bentuk konservasi lahan dalam bercocok tanam karena menurut garis kontur. Hal ini berbeda dengan yang banyak dilakukan di Dieng yang bercocok tanam dengan membuat teras yang memotong kontur sehingga mempermudah terjadinya longsor.

C. Tumpang sariSistem tumpangsari adalah praktek penanaman beragam biji-bijian sebagai bagian dari peladangan berpindah yang banyak meniru kompleksitas dan keragaman sistem vegetasi wilayah sub-tropis dan tropis. Model pertanian ini dilakukan dengan cara menanam beberapa jenis tanaman yang berbeda dalam suatu areal atau petak tanah secara bersamaan. Pada awalnya, sistem pertanian ini dianggap ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan ilmu pertanian modern karena tidak efisien secara kuantitas dan kualitas hasil yang akan didapatkan.

Akan tetapi terdapat tujuan yang baik dan penting adanya kearifan lokal ini, yaitu untuk melindungi tanah dari sinar matahari langsung, mengurangi pemanasan langsung pada permukaan tanah, menjaga permukaan tanah dari proses erosi, penggunaan volume tanah secara efisien dan mengurangi kerentananan tanah dari hama dan serangga perusak. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan kecepatan tumbuh beragam tanaman tersebut membuat tanah menjadi permanen, di samping itu juga karena tanahnya selalu ditutupi oleh tanaman tersebut secara terus menerus serta sistem akar tanaman tersebut yang bervariasi

Subak adalah organisasi masyarakat hukum adat yang bersifat sosial religius dalam pengelolaan sumber daya air dan lahan pertanian. Subak merupakan satu kesatuan dari pemilik sawah dan penggarap sawah yang menerima air irigasi dari satu sumber mata air. Setiap anggota subak bekerja sama dalam mengelola air sehingga terjadi keadilan dalam pendistribusian air. Pada saat air irigasi berkecukupan maka semua anggota subak menikmatinya secara bersama-sama sedangkan pada saat air irigasi dalam kondisi kurang maka semua anggota subak juga mendapatkan jatah air yang sama pula. tidak hanya itu anggota subak juga berkewajiban untuk menjaga lahan mereka agar tetap asri.

Gambar Subak di Bali

Pada dasarnya kegiatan pertanian berkelanjutan adalah pemanfaatan sumber daya terbarukan dan sumber daya tidak terbarukan untuk proses produksi pertanian dengan menekankan dampak negatif terhadap lingkungan yang serendah-rendahnya. Pertanian ini menitikberatkan pada pengolahan sumber daya alam yang memanfaatkan produk hayati ramah lingkungan. Salah satu contoh dari kegiatan pertanian bekelanjutan adalah sistem tumpang sari, rotasi tanaman dan diversivikasi tanaman.

Meningkatkan produksi pertanian dan menjamin ketahanan pangan dalam negeriMenghasilkan pengan berkualitas yang minim bahan kimiaTidak merusak tanah pertanianMenopang kehidupan masyarakat pedesaanTidak membahayakan kesehatanMelestarikan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup

Indikator yang digunakan dalam kegiatan pertanian berkelanjutan :Budidaya tanaman secara alamiMemelihara keanekaragaman geneticMeningkatkan siklus hidup biologis dalam ekosistem pertanianMenghasilkan produk yang bermutu dala jumlah yang memadaiMemelihara dan meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjangMenghindari pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan pertanian

Tujuan pengembangan kegiatan pertanian berkelanjutan adalah meningkatkan kualitas alami lingkungan. Dampak pemakaian bahan kimia dalam kegiatan pertanian dapat ditekan melalui kegiatan pertanian organik yang berwawasan lingkungan.Akan tetapi,dalam kegiatan pertanian berkelanjutan sering mengalami hambatan seperti persediaan modal ataupun sumber daya manusianya.

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DENGAN PRINSIP EKOEFISIENSISUMBER DAYA PERTANIANPola tanam monokultur, keuntungannya :- Memudahkan proses perawatan dan pemanenan sehingga dapat dilakukan secara lebih cepat dan menekan biaya tenaga kerja- Meningkatkan oertumbuhan tanaman dan hasil panen arena unsur hara dan sinar matahari tercukupiPola tanam multikultur, keuntungannya :- Mengurangi serangan hama- Meningkatkan kesuburan tanah dengan menanamm kacang-kacangan- Memutus siklus hidup hama atau penyakit- Menghasilkan diversifikasi hasil panen- Mengendalikan perkembangan hama dan penyakit tanaman