Kearifan Lokal Fix-3

  • View
    21

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lokal

Text of Kearifan Lokal Fix-3

BAB A. PENDAHULUANLATAR BELAKANGKearifan lokal di Indonesia saat ini menjadi topik bahasan menarik dibicarakan di tengah semakin menipisnya sumber daya alam dan peliknya upaya pemberdayaan masyarakat. Paling tidak ada dua alasan yang menyebabkan kearifan lokal turut menjadi elemen penentu keberhasilan pembangunan sumber daya masyarakat dan sumber daya alam sekitar. Pertama, karena keprihatinan terhadap peningkatan intentitas kerusakan sumber daya alam khususnya akibat berbagai faktor perilaku manusia. Kedua, tekanan ekonomi yang makin mengglobal dan dominan mempengaruhi kehidupan masyarakat sehingga secara perlahan ataupun cepat menggeser kearifan lokal menjadi kearifan ekonomi. Kedua faktor ini bekerja mendorong masyarakat melakukan hal bersifat destruktif terutama saat mengelola usaha berbau produktif mengandalkan potensi sumber daya alam.Kearifan lokal merupakan modal utama masyarakat dalam membangun dirinya tanpa merusak tatanan sosial yang adaptif dengan lingkungan alam sekitarnya. Kearifan lokal dibangun dari nilai-nilai sosial yang dijunjung dalam struktur sosial masyarakat sendiri dan memiliki fungsi sebagai pedoman, pengontrol, dan rambu-rambu untuk berperilaku dalam berbagai dimensi kehidupan baik saat berhubungan dengan sesama maupun dengan alam. Sekarang eksistensi kearifan lokal dirasakan semakin memudar pada berbagai kelompok.Kondisi lingkungan Indonesia menghasilkan keanekaragaman ekosistem beserta sumber daya alam, melahirkan manusia Indonesia yang berkaitan erat dengan kondisi alam dalam melakukan berbagai aktivitas untuk menunjung kelangsungan hidupnya. Manusia Indonesia menaggapi alam sebagai guru pemberi petunjuk gaya hidup masyarakat, yang terlahir dalam bentuk kebiasaan alami yang dituangkan menjadi adat kehidupan yang berorientasi pada sikap alam terkembang menjadi guru (Salim, 2006). Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) merupakan pembangunan yang berguna untuk memenuhi hak dan kebutuhan dalam kehidupan saat ini tanpa perlu merusak atau menurunkan kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi hak dan kebutuhan hidupnya. Itu berarti, tujuan dari pembangunan berkelanjutan adalah untuk pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang optimal untuk pembangunan tapi tetap serasi dan seimbang dalam pemanfaatannya.Dalam berbagai literatur ilmu sosial, pembangunan atau yang disebut dengan istilah apapun, semestinya diarahkan pada penciptaan kesejahteraan warganya. Itu berarti, tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan manusia ( Human Welfare). Pembangunan yang mensejahterakan rakyat akan memperoleh keberhasilan dalam pembangunan secara nasional sangat tergantung dengan sinergitas kebijakan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat dan antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.1. KONSEP-KONSEP KUNCIa. Pengantar Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan.b. Jenis-jenis Kearifan Lokal.c. Peran Penduduk Dalam Pembangunan Berkelanjutan.d. Penduduk Berkualitas merupakan Modal Dasar Pembangunan Berkelanjutan.e. Prinsip Dasar Pembangunan Berkelanjutan.f. Dimensi Pembangunan Berkelanjutang. Indikator Pembangunan Berkelanjutan.h. Penduduk Berkualitas merupakan Modal Dasar Pembangunan Berkelanjutani. Dimensi Pembangunan Berkelanjutanj. Implementasi Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia k. Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan

2. PETUNJUK1. Pelajari materi bab 1 dengan tekun dan disiplin!2. Penyajian setiap bab meliputi : judul bab dan konsep konsep kunci, petunjuk, kerangka isi, tujuan pembelajaran umum, tujuan pembelajaran khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman, dan soal soal akhir bab yang di sertai dengan kunci jawaban.3. Dalam uraian materi terdapat tes sambil jalan. Tes ini dapat menjadi tuntunan pembaca dalam memahami uraian bahan ajar bagian demi bagian.4. Kerjakan soal-soal latihan dan soal akhir bab dengan tekun dan disiplin!5. Bacalah sumber sumber pendukung untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan anda!6. Ikuti urutan penyajian setiap bab tahap demi tahap.7. Selamat belajar, semoga sukses!

3. TUJUAN PEMBELAJARANa. Tujuan Pembelajaran UmumSetelah mempelajari materi ini, pembaca dan masyarakat diharapkan mampu memahami dan menerapkan kearifan local dalam pembangunan keperawatan.b. Tujuan Pembelajaran KhususSetelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu :1) Menjelaskan pengertian Kearifan Lokal dan Pembangunan Berkelanjutan.2) Menyebutkan Jenis-jenis Kearifan Lokal.3) Menjelaskan Peran Penduduk Dalam Pembangunan Berkelanjutan.4) Menjelaskan Penduduk Berkualitas Merupakan Modal Dasar Pembangunan Berkelanjutan.5) Menjelaskan Prinsip Dasar Pembangunan Berkelanjutan.6) Menyebutkan Dimensi Pembangunan Berkelanjutan.7) Menyebutkan Indikator Pembangunan Berkelanjutan.8) Menjelaskan Penduduk Berkualitas merupakan Modal Dasar Pembangunan Berkelanjutan9) Menjelaskan Dimensi Pembangunan Berkelanjutan10) Implementasi Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia 11) Menjelaskan Kearifan Local Dalam Pembangunan Berkelanjutan

B. PENYAJIAN MATERIa. Pengertian Kearifan Lokal Pengertian kearifan lokal dilihat dari kamus Inggris Indonesia terdiri dari 2 kata yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Local berarti setempat dan wisdom sama dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain maka local wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Jadi kearifan lokal merujuk pada lokalitas dan komunitas tertentu. Menurut Putu Oka Ngakan dalam Andi M. Akhmar dan Syarifudin (2007) kearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya hidup secara arif. Maka dari itu kearifan lokal tidaklah sama pada tempat dan waktu yang berbeda dan suku yang berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh tantangan alam dan kebutuhan hidupnya berbeda-beda, sehingga pengalamannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memunculkan berbagai sistem pengetahuan baik yang berhubungan dengan lingkungan maupun sosial.Sementara itu Keraf (2002) menegaskan bahwa kearifan lokal adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis. Semua bentuk kearifan lokal ini dihayati, dipraktekkan, diajarkan dan diwariskan dari generasi ke generasi sekaligus membentuk pola perilaku manusia terhadap sesama manusia, alam maupun gaib. Menurut Antariksa (2009), kearifan lokal merupakan unsur bagian dari tradisi-budaya masyarakat suatu bangsa, yang muncul menjadi bagian-bagian yang ditempatkan pada tatanan fisik bangunan (arsitektur) dan kawasan (perkotaan) dalam geografi kenusantaraan sebuah bangsa. Dari penjelasan itu dapat dilihat bahwa kearifan lokal merupakan langkah penerapan dari tradisi yang diterjemahkan dalam artefak fisik. Hal terpenting dari kearifan lokal adalah proses sebelum implementasi tradisi pada artefak fisik, yaitu nilai-nilai dari alam untuk mengajak dan mengajarkan tentang bagaimana membaca potensi alam dan menuliskannya kembali sebagai tradisi yang diterima secara universal oleh masyarakat, khususnya dalam berarsitektur. Nilai tradisi untuk menselaraskan kehidupan manusia dengan cara menghargai, memelihara dan melestarikan alam lingkungan.Definisi kearifan lokal secara bebas dapat diartikan nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat. Hal ini berarti, untuk mengetahui suatu kearifan lokal di suatu wilayah maka kita harus bisa memahami nilai-nilai budaya yang ada di dalam wilayah tersebut. Berdasarkan beberapa definisi di atas penulis juga membuat definisi tentang pengertian kearifan lokal. Menurut pendapat penulis, kearifan lokal adalah sebagian bentuk dari tradisi dan budaya yang mempunyai nilai-nilai luhur dan sudah diajarkan sejak lama secara turun temurun. Kearifan lokal menurut UU No.32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup BAB I Pasal 1 butir 30 adalah adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.Pembangunan berkelanjutan adalah suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam, sumber daya manusia, dengan menyerasikan sumber alam dengan pembangunan. Sedangkan pelestarian SDA adalah sebuah usaha sadar yang dilakukan manusia untuk menjaga dan melindungi hasil alam agar tidak habis.

b. Tujuan Kearifan Lokal1. Sebagai alat untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam.2. Untuk pengembangan SDA3. Untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan4. Sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan5. Sebagai etika dan moral

c. Jenis-Jenis Kearifan LokalAdapun jenis-jenis kearifan local antara lain :1. Tata kelola,berkaitan dengan kemasyarakatan yang mengatur kelompok sosial (kades).2. Nilai-nilai adat, tata nilai yang dikembangkan masyarakat tradisional yang mengatur etika.3. Tata cara dan prosedur, bercocok tanam sesuai dengan waktunya untuk melestarikan alam.4. Pemilihan tempat dan ruang.Kearifan lokal yang berwujud nyata, antara lain: 1. Tekstual, contohnya yang ada tertuang dalam kitab kono (primbon), kalinder.2. Tangible, contohnya bangunan yang mencerminkan kearifan lokal.3. Candi borobodur, batik.4. Kearifan lokal yang tidak berwujud; Petuah yang secara verbal, berbentuk nyanyian seperti balamut.Fungsi kearifan lokal, yaitu:1. Pelestarian alam,seperti bercocok tanam.2. Pengembangan pengetahuan.3. Mengembangkan SDM.

d. Contoh Kearifan Lokal di IndonesiaDi Kota Tarakan yang terletak di Pulau Tarakan, Kalimantan Timur, suku asli dari pulau ini adalah suku Tidung. Suku Tidung adalah salah satu jenis atau turunan dari suku Dayak Kalimantan. Para penduduk atau masyarakat asli suku Tidung mempunyai suatu kepercayaan yang menganggap pohon-pohon besar khususnya beringin sebagai tempat keram