Click here to load reader

tentang mikologi

  • View
    36

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

biologi

Text of tentang mikologi

BAB 1. PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGSeringkali kita tidak menyadari, seiring dengan perkembangan zaman dan bertambahnya usia, macam penyakit pun telah mengalami perkembangan. Hal ini tidak didukung dengan kualitas hidup yang baik, sehingga mempengaruhi kondisi tubuh dan kesehatan. Saat ini kita telah memasuki usia di mana sistem imun menurun atau fungsinya tidak seimbang lagi. Hampir semua pembentukan penyakit disebabkan oleh merosotnya sistem imun sehingga kita harus menjaga dengan baik sistem imun kita demi melindungi diri sendiri.Sebuah sistem imun yang sehat dan efektif dapat mengalahkan sumber penyakit apapun dari luar. Oleh karena itu, kita harus membuat sistem imun berubah menjadi mesin tempur yang efektif guna melawan semua penyakit. Dunia ilmiah telah secara luas meneliti bahwa ada sebuah substansi penguat imun (immunopotentiator) paling kuat yang ditemukan di alam. Substansi tersebut bernama Beta Glucan. Beta Glucan merupakan karbohidrat yang tersusun oleh serangkaian glukosa dengan struktur kimia yang berbeda- beda tergantung dari sumber diperolehnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jurusan Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Nevada di Amerika Serikat menjelaskan bahwa ukuran partikel Beta Glucan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi repson imun. Molekul Beta Glucan diekstraksi secara langsung dari dinding sel ragi roti menggunakan metode yang telah dipatenkan, di mana metode ekstrak tersebut mempertahankan keutuhan struktur terutama rantai bercabangnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH1. Apa yang pengertian beta glucan ?2. Bagaimana proses ekstraksi untuk mendapatkan ekstrak beta glukon ?3. Bagaimana beta glukan bekerja dalam sistem imun ?4. Bagaimana manfaat dan pengaruh dari beta glucan ?

1.3 TUJUAN1. Untuk mengetahui pengertian beta glucan ?2. Untuk mengetahui proses ekstraksi untuk mendapatkan ekstrak beta glukon ? 3. Untuk mengetahui beta glukan bekerja dalam sistem imun ?4. Untuk mengetahui manfaat dan pengaruh dari beta glucan ?

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKAGlukan merupakan polisakarida dengan monomer glukosa yang terhubung melalui ikatan glikosida. Jenis glukan yang banyak diaplikasikan dalam industri adalah beta glukan. Beta glukan adalah homopolimer glukosa yang diikat melauui ikatan -(1-3) dan (1-6)-glukosida (Ha et al., 2002). Dan dinding sel bebrapa bakteri, tumbuhan, dan khamir (Hunter et al., 2002). -glukan mampu mengatasi penyakit jantung koroner dan mengurangi resiko alergi akibat mengkonsumsi obat-obat lain. Menurut Cheeseman dan Malcon (2000), sifat fisika dan kimia yang dimiliki senyawa - glukan yaitu:1. Di alam, berupa senyawa bewarna putih berupa gumpalan besar dan tidak berbentuk kristal2. Tidak mempunyai rasa manis3. Tidak larut dalam air netral dan dapat dipisahkan dengan mudah dalam larutan alkali4. Bila di campur dengan air makan akan membentuk larutan koloid5. Berbentuk ge; pada suhu 54o CDua kegunaan -glukan utama yaitu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan kadar kolestrol. Beta glukan diketahui mampu melakukan stimulasi makrofag atau leukosit yang berperan penting sebagai pertahanan awal pemeliharaa awal sistem kekebalan tubuh. Beta glukan membantu makrofag menjadi lebih siap untuk menyerang benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Makrofag terdapat pada seluruh jaringan, organ, darah, dan urat yang digolongkan sebagai pagosit yang membinasakn, menghancurkan dan menyingkirkan partike; asing dalam sel imun.Beberapa sifat beta glukan menguntungkan bagi kesehatan karena merupakan bahan yang alami, tidak beracun, tidak mimiliki efek samping yang meruhikan, membnatu regenerasi dan memperbaiki jaringan, mengaktivasi dan memperkuat sistem kekebalan, serta mempetinggi keefektifan obat antibiotik dan antiviral (Yenti, 2005). Dalam industri farmasi, beta glukan dapat berfungsi untuk anti infeksi, mengobati luka luar, anti tumor, anti oksidan, dan menurunkan kadar gula darah karena meningkatkan prooduksi insulin (Hendra, 2005).Polimer glukan ini merupakan serat yang tidak dapat dicerna, karena manusi tidak memiliki enzim yang dapat menghidrolisis ikatan-glikosidik. Serat-serat yang tidak larut ini tidak dapat di metabolisme pada saluran pencernaan sehingga bermanfaat dalam diet yang berfungsi mengurangi kegemukan (Yenti, 2005).Beta glukan merupakan imunostimultan yang berasal dari dinding sel khamis S.cereviciae atau dinding sel tanaman tinggi yang memiliki berat molekul tinggi dan bercabang-cabang dan mengandung lebih drai 250.000 glukosa (Robinson, 1995). -1,3- glukan memiliki derajat polimerisasi sebesar 1500 dengan berat milekul 240.000 dan panjang serat sekitar 660nm. (Lipke dan Ovalle, 1998).- glukan yang berasal dari dinding sel khamir memiliki struktur dengan ikatan 1,3 dan 1,6 glukan, sedangkan pada gandung mengandung ikatan -1,3 dan 1,4 glukan.Rumus kimia untuk beta glukan (C6H10O5)n dengan struktur kimia sebagai berikut :

Gambar polimer dari beta glukanUntuk memproduksi beta glukan dari mikroba, perlu di perhatikan bebrapa hal yang dapat mempengaruhi produk yang dihasilkan. Hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya, yaitu pemilihab galur mikroa, nutrisi dan proses produksi.a. Galur mikrobaMikroorganisme adalah kunci keberhasilan dari suatu fermentasi. Mikroorganisme harus memiliki bberapa keunggulan yang diperlukan untuk berhasilnya suatu proses biologis (Gumbira. 1987). Ciri-ciri yang perlu dimiliki oleh mikroorganisme yang unggul adalah Galut tersut berupa kultur yang murni dan bebas dari mikroorganisme lainnya. Secara genetik harus stabil Galur tersut harus mampu tumbuh dengan cepat. Sesaat setelah diinokulasi pada tangki pembibitan atau wadah lain yang dijadikan reaktor. Galur tersebut dapat menghasilkan produk yang diinginkan dalam jangka waktu yang pendek Jika memungkinkan, galur mikroba tersebut hendaknya mampu melindungi dirinya sendiri dari kontaminasi dengan cara menyesuaikan diri dengan lingkungan. Galur tersebut mampu memproduksi produk yang diinginkan tanpa menghasilkan produk lain yang bersifat beracunb. NutrisiSemua mahkluk hidup mempunyai persyaratab yang sama dalam al pemenuhan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Semua mahkluk hidup membutuhkan sumber energi, sumber karbon, nitrogen, unsur logam, vitamin dan air. Komposisi nutrisi mempengaruhi hasil metabolisme dari mikroorganisme. Pemilihan media yang baik sama pentingnya dengan pemilihan mikroorganisme yang digunakan untuk menghasilkan produk yang dikehendaki. Bberapa faktor yang mempengaruhi pemulihan media dalah tersedia dan mudah didapat, sifat proses biologi, dan faktor harga (Margaretha dkk, 1997).

a. Sumber karbonKhamir akan tumbuh pada media yang mengandung karbohidrat atau sumber nergi, nitrogen yang cukup untuk sintesis protein, garam mineral, dan faktor lain yang mendukung pertumbuhan. Pada umunya oksigen harus tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme, tetapu pada S. Cereviciae tidak selalu diperlukan kebutuha akan oksigen (Macy dan Miller, 1983). Sumber karbon yang digunakan dapat berupa monosakarida seperti gluosa, manosa, fruktosa, galaktosa dan fula pentosa (Wang, dkk, 1980)Disakarida sperti sukrosa dan maltosa juga dsapat difermentasi oleh khamir S. Cereviciae. Trisakarida seperti maltotriosa dan rafinosa juga di fermentasikan oleh khamir meskipun pada bebrapa galur hanya dapat menghidrolisis rafinosa sebagianb. Sebagian besar mikroba yang digunakan dalam industri fermentasi dapat menggunakan senyawa anorganik maupun senyawa organik sebagai sumber nitrogen. Sumber nitrogen anorganik antara lain gas ammonia, garam amonium kecuali nitrat. Sedangkan asam amino, protein, dan urea merupakan sumber nitrogen organik. Fungsi nitrogen dalam sel adalah mengatur keseimbangan asam basa, mempercepat proses penyembuhan, sebagai pembentukan enzim, menyusun 50% berta kering organisme berpa makromolekul, dan sebagai energi (Kusmiati, dkk, 2007).-Glukan merupakan homopolimer glukosa yang diikatmelalui ikatan -(1,3) dan -(1,6)-glukosida (Ha et al., 2002) dan banyak ditemukan pada dinding sel beberapa bakteri, tumbuhan, dan khamir (Hunter et al., 2002). Saccharomyces cerevisiaetermasuk khamir uniseluler yang tersebar luas di alam dan merupakan galur potensial penghasil -glukan, karena sebagian besar dinding selnya tersusun atas -glukan (Lee et al., 2001). Mikrobia ini bersifat nonpatogenik dan nontoksik, sehingga sejak dahulu banyak digunakan dalam berbagai proses fermentasi seperti pada pembuatan roti, asam laktat, dan alkohol (Lee, 1992).-Glukan terbukti secara ilmiah sebagai biological defense modifier (BDM) dan termasuk kategori generally recognized as safe (GRAS) menurut FDA, serta tidak memiliki toksisitas atau efek samping (Ber, 1997). -Glukan memiliki berbagai aktivitas biologis sebagai antitumor, antioksidan, antikolesterol, anti penuaan dini, dan peningkat sistem imun (Kulickle et al., 1996; Lee et al., 2001; Miura etal., 2003). Selain itu, senyawa ini dapat juga dimanfaatkan sebagai zat aditif dalam industri makanan (Cheeseman &Brown, 1995).

BAB 3. PEMBAHASAN3.1 PengertianBeta glukan merupakan senyawa metabolit sekunder yang dapat diisolasi dari tanaman , kelompok cendawan dan mikroorganisme. Beta glukan merupakan homopolimer glukosa yang diikat melalui ikatan -(1,3) dan -(1,6)-glukosida dan banyak ditemukan pada dinding sel. -glukan merupakan komponen utama polisakarida yang terdapat pada dinding sel. Beberapa mikroorganisme, seperti ragi dan jamur/cendawan dan juga sereal seperti gandum dan jelai, mempunyai nilai ekonomi tinggi karena mengandung sejumlah besar -glukan. Zat-zat yang terkandung dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, modulasi imunitas humoral dan selular, dengan demikian memiliki efek menguntungkan dalam memerangi infeksi bakteri, virus, jamur dan parasit. -glukan jugamenunjukkan sifat hipokolesterolemik dan sifat antikoagulan. Akhir akhir initelahterbukti sebagai senyawa anti-sitotoksik, antimutagenik dan anti-tumorogenic, sehingga dapat diharap