SKL Penyiar Televisi Level 3 Berbasis KKNI

  • Published on
    17-Jan-2017

  • View
    213

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Direktorat Pembinaan Kursus Dan PelatihanDirektorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal Dan Informal</p><p>Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan2014</p><p>STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)KURSUS DAN PELATIHAN</p><p>PENYIAR TELEVISI LEVEL IIIberbasis</p></li><li><p>1 | P a g e</p><p>DAFTAR ISI</p><p>HalDaftar IsiI. Penyusunan SKL</p><p>A. Latar BelakangB. TujuanC. Uraian Program</p><p>II. PengertianA. Capaian PembelajaranB. Deskripsi umum KKNIC. Deskripsi kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNID. Deskripsi capaian pembelajaran khususE. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI</p><p>1. Kompetensi2. Elemen Kompetensi3. Indikator Kelulusan</p><p>F. KurikulumG. RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau)</p><p>III. Profil Lulusan dan jabatan kerja</p><p>IV. Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes)A. Deskripsi umum KKNIB. Deskripsi kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNIC. Deskripsi capaian pembelajaran khusus</p><p>V. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI</p><p>VI. Rekognisi Pembelajaran Lampau</p><p>VII. Arah Pengembangan</p></li><li><p>2 | P a g e</p><p>I. PENYUSUNAN SKL</p><p>A. Latar Belakang</p><p>Indonesia memiliki berbagai keunggulan untuk mampu berkembang menjadi negaramaju. Keanekaragaman sumber daya alam, flora dan fauna, kultur, penduduk sertaletak geografis yang unik merupakan modal dasar yang kuat untuk melakukanpengembangan di berbagai sektor kehidupan yang pada saatnya dapat menciptakandaya saing yang unggul di dunia internasional. Dalam berbagai hal, kemampuanbersaing dalam sektor sumber daya manusia tidak hanya membutuhkan keunggulandalam hal mutu akan tetapi juga memerlukan upaya-upaya pengenalan, pengakuan,serta penyetaraan kualifikasi pada bidang-bidang keilmuan dan keahlian yang relevanbaik secara bilateral, regional maupun internasional.</p><p>Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) secara khusus dikembangkan untukmenjadi suatu rujukan nasional bagi upaya-upaya meningkatkan mutu dan daya saingbangsa Indonesia di sektor sumber daya manusia. Pencapaian setiap tingkat kualifikasisumber daya manusia Indonesia berhubungan langsung dengan tingkat capaianpembelajaran baik yang dihasilkan melalui sistem pendidikan maupun sistem pelatihankerja yang dikembangkan dan diberlakukan secara nasional. Oleh karena itu upayapeningkatan mutu dan daya saing bangsa akan sekaligus pula memperkuat jati diribangsa Indonesia.</p><p>Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan salah satu langkah untukmewujudkan mutu dan jati diri bangsa Indonesia dalam sektor sumber daya manusiayang dikaitkan dengan program pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan secaranasional. Setiap tingkat kualifikasi yang dicakup dalam KKNI memiliki makna dankesetaraan dengan capaian pembelajaran yang dimiliki setiap insan pekerja Indonesiadalam menciptakan hasil karya dan kontribusi yang bermutu di bidang pekerjaannyamasing-masing.</p><p>Kebutuhan Indonesia untuk segera memiliki KKNI sudah sangat mendesak mengingattantangan dan persaingan global pasar tenaga kerja nasional maupun internasionalyang semakin terbuka. Pergerakan tenaga kerja dari dan ke Indonesia tidak lagi dapatdibendung dengan peraturan atau regulasi yang bersifat protektif. Ratifikasi yang telahdilakukan Indonesia untuk berbagai konvensi regional maupun internasional, secaranyata menempatkan Indonesia sebagai sebuah negara yang semakin terbuka danmudah tersusupi oleh kekuatan asing melalui berbagai sektor termasuk sektorperekonomian, pendidikan, sektor ketenagakerjaan dan lain-lain. Oleh karena itu,persaingan global tidak lagi terjadi pada ranah internasional akan tetapi sudah nyataberada pada ranah nasional.</p><p>Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi tantangan globalisasi pada sektorketenagakerjaan adalah meningkatkan ketahanan sistem pendidikan dan pelatihansecara nasional dengan berbagai cara antara lain.</p></li><li><p>3 | P a g e</p><p>1. Meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan2. Mengembangkan sistem kesetaraan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang</p><p>diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, pengalaman kerja maupunpengalaman mandiri dengan kriteria kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatujenis bidang dan tingkat pekerjaan</p><p>3. Mmeningkatkan kerjasama dan pengakuan timbal balik yang salingmenguntungkan antara institusi penghasil dengan pengguna tenaga kerja</p><p>4. Meningkatkan pengakuan dan kesetaraan kualifikasi ketenagakerjaan Indonesiadengan negara-negara lain di dunia baik terhadap capaian pembelajaran yangditetapkan oleh institusi pendidikan dan pelatihan maupun terhadap kriteriakompetensi yang dipersyaratkan untuk suatu bidang dan tingkat pekerjaantertentu</p><p>Secara mendasar langkah-langkah pengembangan tersebut mencakup permasalahanyang bersifat multi aspek dan keberhasilannya sangat tergantung dari sinergi dan peranproaktif dari berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan mutu sumber dayamanusia nasional termasuk Kemdikbud, Kemnakertrans, asosiasi profesi, asosiasiindustri, institusi pendidikan dan pelatihan serta masyarakat luas.</p><p>Secara umum, kondisi awal yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan suatu programpenyetaraan kualifikasi ketenagakerjaan tersebut nampak belum cukup kondusif dalambeberapa hal seperti misalnya belum meratanya kesadaran mutu di kalangan institusipenghasil tenaga kerja, belum tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya kesetaraankualifikasi antara capaian pembelajaran yang dihasilkan oleh penghasil tenaga kerjadengan deskripsi keilmuan, keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan di bidang kerjaatau profesi termasuk terbatasnya pemahaman mengenai dinamika tantangan sektortenaga kerja di tingkat dunia. Oleh karena itu upaya-upaya untuk mencapai keselarasanmutu dan penjenjangan kualifikasi lulusan dari institusi pendidikan formal dan nonformal, dengan deskripsi kompetensi kerja yang diharapkan oleh pengguna lulusanperlu diwujudkan dengan segera.</p><p>Di jalur pendidikan non formal, pada tahun 2012 tercatat sekitar 17.000 lembaga kursusdan pelatihan yang menyelenggarakan pendidikan non formal dalam bentuk beragamjenis kursus dan pelatihan (sumber: nilek.online) di bawah pembinaan KementerianPendidikan dan Kebudayaan. Maka, salah satu infrastruktur yang penting dalammencapai keselarasan mutu dan penjenjangan kualifikasi antara lulusan dari institusipenyelenggara kursus dan pelatihan dengan deskripsi kompetensi kerja yangdiharapkan oleh pengguna lulusan adalah dokumen Standar Kompetensi Lulusandisingkat SKL, sebagaimana dinyatakan pada PP Nomor 19 tahun 2005 tentang StandarNasional Pendidikan dalam hal penyusunan suatu SKL dan Permendiknas Nomor 47tahun 2010 tentang SKL Kursus dan pelatihan.</p><p>Terkait dengan kepentingan yang strategis dan telah kuat aspek hukumnya, SKL disusunsebagai pelaksanaan amanah PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan dalam hal penyusunan suatu Standar Kompetensi Lulusan danPermendiknas Nomor 47 tahun 2010 tentang SKL Kursus dan pelatihan. Pada tahun</p></li><li><p>4 | P a g e</p><p>2009, dokumen SKL untuk 16 bidang telah selesai disusun dan ditetapkan olehMendiknas tahun 2010. Selanjutnya SKL 10 bidang kursus dan pelatihan telah berhasildisusun tahun 2010 dan ditetapkan tahun 2011. Dengan terbitnya Peraturan PresidenNomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, maka SKL yangtelah disusun tersebut perlu dikaji keselarasannya dengan kualifikasi pada KKNI. RevisiSKL ini juga sekaligus dimaksudkan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhankompetensi kerja dari pengguna lulusan di dunia kerja dan dunia industri.</p><p>B. Tujuan Penyusunan SKL</p><p>SKL disusun untuk digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusanpeserta didik pada lembaga kursus dan pelatihan serta bagi yang belajar mandiri dansebagai acuan dalam menyusun, merevisi, atau memutakhirkan kurikulum, baik padaaspek perencanaan maupun implementasinya.</p><p>C. Uraian Program</p><p>Industri penyiaran di tanah air berkembang sangat pesat. Hal ini ditandai denganbanyaknya siaran televisi nasional, lokal, komunitas dan berlangganan. Perkembanganini mempengaruhi dan menyadarkan banyak pihak bahwa penyiaran televisi dapatmenciptakan lapangan pekerjaan dengan keahlian-keahlian khusus yang sangatmenjanjikan. Fakta menunjukkan terdapat sekitar 90 pekerjaan khusus (profesi) yangberkaitan dengan dunia penyiaran, satu di antaranya adalah profesi Penyiar Televisi.Profesi ini pada prinsipnya adalah melakukan pekerjaan menyampaikan ataumenyajikan program televisi kepada pemirsa televisi. Adapun penyampaian ataupenyajian program televisi tidak hanya meliputi penyampaian di dalam studio televisitetapi juga di luar studio televisi yang lebih dikenal sebagai lokasi program ataulapangan. Terutama yang menggunakan jasa Penyiar Televisi tersebut adalah stasiunpenyiaran televisi. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa seorang Penyiar Televisijuga mampu bekerja sebagai presenter di production house, atau di acara-acara videoshooting untuk sebuah dokumentasi atau mengisi suara di jasa periklanan.Oleh karena itu kursus dan pelatihan Penyiar Televisi sangat dibutuhkan untukmemenuhi kebutuhan tersebut diatas.</p><p>1. Tujuan umumTujuan umum kursus dan pelatihan Penyiar Televisi ini adalah agar peserta didikmampu:Menyampaikan acara televisi kepada pemirsa dalam bentuk monolog sesuaidengan naskah yang telah ditentukan karakter dan tema dengan standar mutuPenyiaran Televisi (TV Broadcasting); serta penampilan diri yang tepat denganmelakukan gerak dan gaya tubuh (gesture); mengucapkan kalimat dengan lafal danirama (vokal) yang tepat, serta tata rias, tata rambut serta busana yang sesuaidengan karakter dan tema acara yang disampaikan berdasarkan standar PenyiaranTelevisi.</p><p>2. Tujuan KhususSecara khusus SKL kursus dan pelatihan Penyiar Televisi ini bertujuan agar peserta</p></li><li><p>5 | P a g e</p><p>didik mampu:a. Menterjemahkan ide sutradara menjadi suatu naskah acara televisib. Mengidentifikasi tema dan karakter acara televisic. Menyusun kalimat dan membuat naskah acara televisi yang sesuai dengan</p><p>karakter dan tema yang telah ditentukand. Melakukan penyampaian program acara televisi kepada pemirsa sesuai dengan</p><p>naskah acara televisi yang telah ditentukan karakter dan temanya, disertaigesture dan standar vokal penyiar televisi di studio maupun di lokasi di luarstudio *</p><p>e. Bekerja dalam tim keberagaman kompetensi Produksi Siaran Televisi (TelevisionProduction)</p><p>f. Berinisiatif secara kreatif melakukan improvisasi dalam penyampaian programacara televisi, sehingga tercipta acara yang lebih menarik bagi pemirsa</p><p>Keahlian seorang Penyiar Televisi dalam menyampaikan program secara menarikdari program-program bertema dan karakter hiburan, berita, feature ataudokumenter akan menjadi salah satu penentu kualitas industri penyiaran televisi.</p><p>Kursus dan pelatihan Penyiar Televisi dapat diikuti oleh setiap warga negaraIndonesia dengan persyaratan pendidikan minimal SMA/sederajat dengan kualitaslulusan setara dengan level III KKNI. Lama kursus dan pelatihan Penyiar Televisiadalah 84 jam pelajaran @ 45 menit dengan metode pembelajaran.a. Presentasi audio visualb. Ceramahc. Demonstrasi/simulasid. Pemecahan masalahe. Praktik</p><p>Setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan Penyiar Televisi akan diberikanevaluasi akhir, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalammemahami dan mempraktikkan materi yang sudah diberikan pengajar/instruktur.Evaluasi terdiri dari.</p><p>A. Ujian Komprehensif (Ujian Tertulis) untuk semua mata pelajaran yang telahdiberikan selama kursus dan pelatihan</p><p>B. Ujian Praktik dengan mempresentasikan program acara televisI</p><p>Setelah peserta berhasil melalui dua jenis ujian yang dilaksanakan oleh lembagakursus dan pelatihan, akan diberikan tanda lulus bidang keahlian Penyiar Televisi.</p><p>3. Uji KompetensiUji kompetensi diperlukan peserta didik untuk mendapat pengakuan keahlian secaranasional dan internasional di bidang Penyiar Televisi. Uji kompetensi diatur dalamPetunjuk Teknis Uji Kompetensi yang diterbitkan oleh Lembaga SertifikasiKompetensi (LSK) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dilaksanakan disuatu tempat yang disebut Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah diverifikasi olehLSK.</p></li><li><p>6 | P a g e</p><p>4. Sertifikasi LulusanPeserta yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti Uji Kompetensi akanmendapatkan satu lembar Sertifikat Kompetensi. Blanko Sertifikat Kompetensiditerbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan pengisianblanko Sertifikat Kompetensi dilakukan oleh LSK Broadcasting. Dengan demikianSertifikat berlaku sebagai pengakuan Kompeten di bidang Penyiar Televisi.</p></li><li><p>7 | P a g e</p><p>II. PENGERTIAN</p><p>A. Capaian pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasipengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.1. Pengetahuan adalah penguasaan teori oleh seseorang pada suatu bidang keilmuan</p><p>dan keahlian tertentu atau pemahaman tentang konsep, fakta, informasi, danmetodologi pada bidang pekerjaan tertentu.</p><p>2. Sikap adalah penghayatan seseorang terhadap nilai, norma, dan aspek di sekitarkehidupannya yang tumbuh dari proses pendidikan, pengalaman kerja, lingkungankehidupan keluarga, atau masyarakat secara luas.</p><p>3. Keterampilan adalah kemampuan psikomotorik dan kemampuan menggunakanmetode, bahan, dan instrumen, yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, danpengalaman kerja.</p><p>4. Kompetensi adalah akumulasi kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatudeskripsi kerja secara terukur melalui asesmen yang terstruktur, secara mandiri danbertanggung jawab di dalam lingkungan kerja.</p><p>5. Pengalaman kerja adalah internalisasi kemampuan dalam melakukan pekerjaan dibidang tertentu dan jangka waktu tertentu.</p><p>B. Deskripsi umum KKNI adalah deskripsi menyatakan karakter, kepribadian, sikap dalamberkarya, etika, moral dari setiap manusia Indonesia pada setiap jenjang kualifikasisebagaimana dinyatakan pada lampiran Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012.</p><p>C. Deskripsi kualifikasi KKNI adalah deskripsi yang menyatakan ilmu pengetahuan,pengetahuan praktis, pengetahuan, afeksi dan kompetensi yang dicapai seseorangsesuai dengan jenjang kualifikasi 1 sampai 9 sebagaimana dinyatakan pada lampiranPeraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012.</p><p>D. Deskripsi capaian pembelajaran khusus adalah deskripsi capaian minimum dari setiapprogram kursus dan pelatihan yang mencakup deskripsi umum dan selaras denganDeskripsi Kualifikasi KKNI.</p><p>E. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI adalah kemampuan yang dibutuhkan untukmelaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikapkerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan unjuk kerja yangdipersyaratkan dan diturunkan dari capaian pembelajaran khusus pada level KKNI yangsesuai. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI dinyatakan oleh tiga parameteryaitu:1. Kompetensi : (lihat pengertian di atas)2. Unit Kompetensi : pernyataan kompetensi yang lebih rinci3. Indikator kelulusan : unsur yang menjadi tolok ukur keberhasilan yang</p><p>menyatakan seseorang kompeten atau tidak</p><p>F. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, danbahan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya sebagai pedomanpenyelenggraan kegiatan pembelajaran untuk menghasilkan lulusan dengan capaianpembelajaran khusus.</p></li><li><p>8 | P a g e</p><p>G. Rekognisi Pembalajaran Lampau (RPL) adalah pengakuan...</p></li></ul>