of 61/61

Click here to load reader

SITOPLASMA ORGANELLA (Pertemuan 4 & 5)

  • View
    101

  • Download
    25

Embed Size (px)

Text of SITOPLASMA ORGANELLA (Pertemuan 4 & 5)

ORGANELLA SEL

WARNING!!!!! VIRUS BUKAN SEL-------TIDAK PUNYA ORGANELLA

Infeksi virus HIV pada sellemfosit T yang berperan dalam sistem kekebalan

Sitoplasma: - Cairan intraseluler tempat tersuspensinya partikel-partikel yang tidak larut (berbagai senyawa biomolekul, mis: RNA, ribosom, asam amino, enzim, senyawa metabolit dll)

- Sistem koloidal yang bersifat seperti gel- Tempat bersemayam organelorganel (inti, mitokondria, kloroplas, mikrotubulus dll)

Cell organelle

RIBOSOM

SUBUNIT KECIL DISEBUT JUGA 40 S, SEDANGKAN SUBUNIT BESAR 60 S. PD. SUBUNIT 60 S, TERDAPAT ENZIM SINTETASE YANG MERANGKAIKAN SESAMA ASAM AMINO MEMBENTUK PEPTIDA RIBOSOM PD. REK ADALAH SUBUNIT 60 S (RIBOSOM TERIKAT) SUBUNIT 40 S DAN 60 S MENGANDUNG rRNA SINTESIS PROTEIN PADA RIBOSOM BEBAS, LANGSUNG MASUK SITOSOL DAN BERFUNGSI DI SINI. RIBOSOM TERIKAT DAN BEBAS DAPAT SALING BERTUKAR TEMPAT

SISTIM ENDOMEMBRANSELUBUNG NUKLEUS RETIKULUM ENDOPLASMA APARATUS GOLGI LISOSOM VAKUOLA

RETIKULUM ENDOPLASMARE ADALAH SALURAN BERJALA-JALA (LABIRIN MEMBRAN) DINDING SALURAN TERDIRI ATAS 2 LAPIS UNIT MEMBRAN RONGGA SALURAN (LUMEN) DISEBUT CISTERNA DI DALAM CISTERNA TERDAPAT BERBAGAI ENZIM YG DIPERLUKAN UNTUK SINTESIS FOSFOLIPID, KHOLESTEROL, STEROID

RE HALUSFUNGSI REH : SINTESIS PROTEIN YANG TIDAK DISEKRESI SINTESIS STEROID (PD. KEL. BUNTU) METABOLISME DAN TRANSPOR LEMAK DAN ZAT YG LARUT DLM LEMAK METABOLISME GLIKOGEN DETOKSIFIKASI OBAT BEKERJA SAMA DENGAN REK MENSINTESIS ANTIBODI (PD. SEL PLASMA)

RE KASARFUNGSI REK : SINTESIS PROTEIN YG AKAN DISEKRESI SINTESIS GLIKOGEN ATAU POLISAKARIDA GLIKOSILASI PROTEIN TTT YG SUDAH DISINTESIS (PENAMBAHAN OLIGOSAKARIDA THD PROTEIN) SINTESIS LEMAK (LIPID)

Struktur badan Golgi sebagai organela pengemas protein atau senyawa lainnya yang akan didistribusikan kedalam atau keluar sel.

APARATUS GOLGITERDIRI 3 KOMPONEN : CISTERNA VESIKULA VAKUOLA CISTERNA : 5 LEMPENG YG SEJAJAR MELENGKUNG BERBENTUK PIALA.

Bagian vesikula a.g. di bagian bawah dari sisterna (ke arah dalam sel) Bagian vakuola berada di atas (di puncak sel) Baik vesikula maupun vakuola a.g. terdiri atas banyak gelembung. Isi setiap vesikula lebih teran daripada isi vakuola Isi vakuola sudah berupa bahan sekresi (getahan) Bagian vesikula tumbuh dari retikulum endoplasma atau selubung nukleus. Makin dekat ke bagian sisterna, vesikula bergabung membentuk sisterna baru Sisterna sebelah atas pecah menjadi vakuola yg berisi bahan sekresi. OKI, a.g. tumbuh terus menerus dari bawah A.G. dibedakan atas polaritasnya, Kutub bawah yang dekat dengan inti atau RE disebut forming face (muka cis), sdg kutub atas yang dekat dengan membran sel disebut maturing face (muka trans)

Termasuk forming face ad. semua bagian vesikula dan sisterna terbawah. Bagian ini mrpk tempat pemrosesan dan perakitan bahan yg akan disekresi Pd bag. maturing face bahan yg akan disekresi mengalami pematangan, pemadatan dan pembungkusan berupa gelembung atau vakuola. Vakuola bagian atas sel itu disebut juga secretory vesicle (transport vesicle). Vesikula sekresi ada yang berfungsi sebagai cadangan bahan sekresi bagi sel. Pada sel kelenjar yang aktif sekali, vesikula itu bertimbun di bagian puncak sel 3 fungsi utama AG : sekresi, sintesa dan produksi Protein (glikoprotein) yg telah disintesa dalam RE, masuk AG melalui vesikula yg tumbuh dan lepas di bagian ujung RE dan yg dekat dengan AG. Kuncup pada ujung RE lepas menjadi vesikula. Vesikulavesikula bergabung membentuk sisterna.

Di dalam sisterna, protein diproses lagi, lalu dibungkus

bungkus kecil dalam vakuola atau vesikula sekresi. Bahan sekresi dalam vakuola disekresi dengan cara eksositosis AG juga bekerja mensintesa zat, yaitu polisakarida. Contoh pada sel goblet (sel penggetah lendir, dalam sal. pencern.,pernafasan dan kelamin). Polisakarida disintesa dari glukosa, galaktosa atau fruktosa. Fungsi produksi AG ditunjukkan oleh produksi lisosom dan membran sel. Enzim hidrolisa diproduksi dalam RE, yang dialirkan ke sisterna RE deka AG, menumpuk di ujung, mengkuncup, lalu gembungan berisi enzim itu lepas menjadi vesikula. Vesikula menggabung sesama membentuk sisterna AG. Di dalam sisterna AG, enzim diproses dan dimatangkan, lalu dialirkan ke bagian ujung sisterna sebelah atas, kuncup, gembung, lepas menjadi vakuola yang sudah berisi enzim hidrolisa. Vakuola itu disebut sebagai lisosom primer

LISOSOM MEMP. ENZIM HIDROLISIS YG DPT MENGHIDROLISIS PROTEIN, POLISAKARIDA, LEMAK DAN AS. NUKLEAT BENTUK ORGANELLA INI BUNDAR, DISELAPUTI OLEH SELAPIS UNIT MEMBRAN MEMBRAN INI TAHAN THD LISIS DAN IMPERMEABEL THD ENZIM YANG DIKANDUNGNYA ADA LK. 80 JENIS ENZIM YG TERKANDUNG DIDLMNYA (PROTEASE, LIPASE, GLUKOSIDASE, FOSFATASE, NUKLEASE (RNA DAN DNA-ASE) DAN SULFATASE) SISTIM LISOSOM TERDIRI ATAS KOMPONEN : FAGOSOM, LISOSOM (L. PRIMER DAN SEKUNDER) DAN PASCA-LISOSOM (RECIDUAL BODY)

HASIL CERNAAN AKAN KE LUAR LISOSOM SEKUNDER,

SHG. LISOSOM MENGANDUNG BHN SISA ATAU AMPAS CERNAAN PASCA LISOSOM NASIB BADAN SISA : EKSOSITOSIS, TETAP BERTAHAN, PECAH OTOLISIS SEL DIMAKAN MAKROFAG OTOLISIS DST. FUNGSI LISOSOM : SEKRESI, TRANSPORT, AKTIVASI, ABSORPSI REABSORPSI PEMBERSIHAN, PERTAHANAN, MENAWARKAN ZAT, PEMBUAHAN BERBAGAI SEL KELENJAR (EKSOKRIN MAUPUN ENDOKRIN) SEKRESI SEL ENDOTEL PEMBULUH KAPILER DARAH TRANSPORT KELENJAR PENGGETAH ENZIM ATAU HORMON INAKTIF. CONTOH : HORMON TIROGLOBULIN (INAKTIF) MELALUI HIDROLISIS ENZIM-ENZIM LISOSOM MENJADI HORMON TIROKSIN YG AKTIF

OSTEOKLAST : SEL YG BERPERAN DALAM

PEROMBAKAN DAN PEMUGARAN TULANG LISOSOM SBG PENGABSORPSI SEL-SEL TUBULUS GINJAL DAN OSTEOKLAST DALAM TULANG LISOSOM SBG REABSORPSI AKROSOM PD KEPALA SPERMATOZOA LISOSOM YG BESAR YG MENCERNA BAG ZONA PELUCIDA TELUR SHG MEMUDAHKAN SPERMATOZOA MASUK UNTUK MELAKUKAN PEMBUAHAN LISOSOM MENCERNA BENDA ASING YG DIFAGOSITOSIS, MEMAKAN DEBRIS YG BERASAL DARI SEL-SEL YG MATI ATAU RUSAK OLEH BENDA ASING ATAU RACUN SERTA MENAWARKAN RACUN

NUKLEUS NUKLEUS : SELUBUNG, NUKLEOPLASMA, NUKLEOLUS DAN KROMATIN KOMPONEN UTAMA NUKLEUS : KROMATIN KROMATIN MENGANDUNG DNA SELUBUNG NUKLEUS TDRI DR 2 LAPIS UNIT MEMBRAN ANTARA M. LUAR DAN M. DALAM ADA CELAH YANG DISEBUT PERINUCLEAR CISTERNAE (LEBAR 50 NM) CISTERNAE TEPI NUKLEUS BERHUB. DG. CISTERNAE RE PADA BBRP TEMPAT YG BERPERAN SEBAGAI SALURAN TRANSPORT ZAT. PADA SELUBUNG NUKLEUS JUGA DIDAPATI LUBANG-LUBANG HALUS : PORI INTI (DIAMETER 80 NM) BENTUK SETIAP PORUS HAMPIR POLIGONAL. PORI MENEMPATI SEKITAR 40% SELURUH PERMUKAAN SELUBUNG NUKLEUS. PORI BERPERAN SBG DIAFRAGMA : PINTU KE LUAR MASUK ZAT YG BERSIFAT STATIS

KEHADIRAN PORI BERSIFAT DINAMIS MAKIN AKTIF NUKLEUS, MAKIN BANYAK PORI DENGAN LETAK YANG DAPAT BERUBAH-UBAH KETIKA SEL MEMBELAH, SELUBUNG INTI HANCUR DAN TERSEBAR DALAM SITOPLASMA BERUPA VESIKULA DAN PATAHAN-PATAHAN MEMBRAN. ASOSIASI KEMBALI DARI VESIKULA BEKAS HANCURAN SELUBUNG MEMBENTUK SELUBUNG INTI KEMBALI. ATAU DIDUGA BERASAL DARI RE CAIRAN NUKLEUS LEBIH KENTAL DRPD SITOPLASMA (NUKLEOPLASMA = KARIOPLASMA) DI DALAM NUKLEOPLASMA TERENDAM KROMATIN DAN NUKLEOLUS. NUKLEOPLASMA MENGANDUNG PROTEIN, ENZIM, METABOLIT DAN ION NUKLEOLUS : DISEBUT JUGA BUTIR INTI ATAU ANAK INTI

NUKLEOLUS BERBENTUK BUNDAR, DIAMETER 0,3 m, TAK BERMEMBRAN, BERISI RNA (BASOFIL) STRUKTUR BERBENTUK JALA BENANG HALUS YANG MENYERAP ZAT WARNA MIKROTEKNIK : KROMATIN KROMATIN TERSUSUN OLEH : DNA DAN PROTEIN KROMATIN PD INTERFASE TERDIRI ATAS 2 MACAM YAITU HETEROKROMATIN DAN EUKROMATIN HETEROKROMATIN : PADAT, GELAP, LEBIH BANYAK MENUMPUK DI TEPI INTI SEHINGGA SELUBUNG NUKLEUS TAMPAK AMAT JELAS DI BAWAH MIKROSKOP CAHAYA HETEROKROMATIN TERDIRI DARI DNA YANG MELILIT RAPAT, NON AKTIF EUKROMATIN : KURANG MENARIK ZAT WARNA, KARENA ITU DI BAWAH MC. BERWARNA TERANG. EUKROMATIN MEMPUNYAI DNA YANG LONGGAR KARENA SEDANG AKTIF

PROTEIN KROMATIN TERDIRI DARI HISTON DAN ADA JUGA PROTEIN NON-HISTON DISELA-SELA HISTON HISTON BERUPA BUTIRAN ATAU MANIK DAN DNA MELILIT TIAP MANIK STRUKTUR DASAR KROMATIN ADALAH NUKLEOSOM (200 BASA DNA) LILITAN ITU AKAN LEPAS DARI BENAMANNYA PADA HISTON MELALUI PERAN ENZIM POLIMERASE JIKA SEL MEMBELAH, PILINAN BENANG DNA KROMATIN AKAN MERAPAT DAN MEMADAT SEKALI, SEHINGGA JADI PENDEK DAN TEBAL, YG DISEBUT KROMOSOM KETIKA DALAM BENTUK KROMOSOM, BAHAN GENETISNYA TERDIRI DARI 2 DAERAH YAITU KEPALA (SENTROMER, KINETOKOR) DAN LENGAN SENTROMER LAZIMNYA HANYA 1 PADA TIAP KROMOSOM, SEDANGKAN LENGAN ADA 2. LENGAN INI ADA YANG SAMA PANJANG, ADA YANG SATU LEBIH PENDEK DAN ADA PULA YANG SATU PENDEK SEKALI

BENTUK DAN PANJANG KROMOSOM SETIAP SEL

BERMACAM-MACAM DI ANTARA YG BERMACAM-MACAM ADA YG SAMA 2 BUAH (SEPASANG-SEPASANG) YG DISEBUT KROMOSOM HOMOLOG MANUSIA MEMILIKI 46 KROMOSOM DALAM TIAP SELNYA. BERARTI JUMLAH MACAM KROMOSOM ORANG ADA X 46 = 23 SETIAP MACAM KROMOSOM (KROMATIN KETIKA SEL DALAM INTERFASE) MENGANDUNG DNA UNIT BAHAN GENETIS (HEREDITAS) IALAH GEN GEN TERSUSUN OLEH DNA ADA 1 GEN MENUMBUHKAN 1 KARAKTER, ADA BANYAK GEN MENUMBUHKAN 1 KARAKTER DAN ADA PULA 1 GEN MENUMBUHKAN BANYAK KARAKTER DI BAWAH MIKROSKOP, GEN TIDAK DAPAT DILIHAT, KECUALI DNA. OKI., GEN HANYA NAMA FUNGSIONAL, BUKAN STRUKTURAL. NAMA STRUKTURNYA ADALAH DNA.

WAKTU SEL MEMBELAH, KROMOSOM AKAN

MENGGANDA JADI SEPASANG YG DISEBUT KROMATID (KROMOSOM ANAK) NUKELUS ADALAH PUSAT SEL. DG DMK, FUNGSI NUKLEUS : 1) MENGONTROL DAN MENGHASILKAN ZAT YG PERLU UNTUK METABOLISME; 2) BERISI BAHAN GENETIS YG AKAN DITURUNKAN UNTUK FUNGSI 1), DNA MENJALANI TRANSKRIPSI, SEDANGKAN 2) MELALUI REPLIKASI (DNA DALAM KROMATIN MENGGANDA MENJADI DNA-DNA ANAKAN) TRANSKRIPSI DAN REPLIKASI MEMERLUKAN ATP, NUKLEOSIDA, FOSFAT, RIBOSA, HISTON, PROTEIN NON-HISTON, ASAM AMINO DAN ENZIM-ENZIM TTT. BERLANGSUNGNYA TRANSKRIPSI MENUNJUKKAN FASE EUKROMATIN, SEDANGKAN KROMATIN YG TIDAK AKTIF MELAKUKAN TRANSKRIPSI MENUNJUKKAN KEMBALI PD FASE HETEROKROMATIN

VAKUOLA Organel ini sebenarnya lisosom juga. Perbedaan yangmendasar terletak pada ukuran. Apabila lisosom (lisosom primer) merupakan vesikula sekresi maka ukurannya lebih kecil dibandingkan vakuola. Hal ini berkaitan dengan fungsi vakuola yang bermacammacam. Fungsi vakuola diantaranya adalah : 1. menyimpan dan mencerna makanan Contoh : berbagai jenis obat yang merusak sel akan masuk ke dalam vakuola autofagi, untuk ditawarkan dengan jalan mencernanya dengan enzim-enzim 2. mendekatkan sitoplasma ke dinding, agar keluar masuk zat lancar dan cepat Contoh : vakuola tumbuhan. Saat sel muda, vakuolanya berukuran kecil dan tersebar. Namun setelah sel dewasa, ukuran vakuola hampir mengisi bagian terbesar sel.

3. membuat sel muda menjadi tegang-kukuh. Tekanan osmosis vakuola yang besar, mendorong sitoplasma ke pinggir dan mengakibatkan sel nampak tegang-kukuh. 4. Osmoregulator Mengumpulkan dan membuang ampas metabolisme bentuk cair serta mengatur kadar air dan garam tubuh. Fungsi osmoregulator ini terdapat pada vakuola kontraktil. Vakuola kontraktil terdiri dari saluran-saluran radial yang kecil pendek dan sebuah gembungan di tengah. Peran vakuola pada tumbuhan lebih penting, serta memiliki membran yang memisahkannya dari sitoplasma. Membran vakuola disebut tonoplast

Vakuola pada tumbuhan merupakan rongga

menyerupai gembungan dalam sitoplasma, berisi beraneka bahan cair. Bahan yang terkandung dan merupakan petunjuk fungsinya pula ada 4 golongan yaitu : 1. Simpanan bahan makanan : asam amino, gula, protein, mineral, asam-asam organic 2. Ampas metabolisme : memblokir agar tak mengganggu kegiatan dalam sitoplasma. Contoh gas CO2 dan NH3, kristal garam-garam yang tak perlu 3. Zat warna (pigmen) 4. Simpanan produksi : minyak atsiri (mudah menguap), madu, dan lain-lain.

SUBSTANSI ERGASTIKatsiri dan hars Bersifat padat : kristal Ca-oksalat, kristal kersik (silika), kristal kalsium karbonat, Amilum Butir aleuron

Bersifat cair : cairan sel, lemak, minyak

Substansi ergastik cair Cairan sel :* asam-asam organik : asam sitrat, asam anggur, asam apel, asam oksalat * karbohidrat - monosakarida : glukosa, fruktosa - disakarida : sakarosa, maltosa - polisakarida : inulin, lendir * amida : protein

* Alkaloid : zat-zat yang menyebabkan tumbuhan berkhasiat obat, misalnya - chinin dan ciuchonin pada Cinchona

succirubrapiperine pada Piper betle cocain pada koka Jawa papaver pada Papaver somniferum atropin pada Atropa beladona hyoscianin pada Datura metel

* Zat penyamak, campuran dari bermacam-macam zat, misalnya glicosid dan asam galus * Zat-zat warna (pigmen) - anthocyanin, memberi warna pada buah dan sayur - anthoxanthin

LemakTerdapat pada biji-biji berbagai makanan cadangan. Misalnya pada kacang tanah, kelapa. Dalam sel-sel yang plasmanya banyak mengandung air, lemak terdapat sebagai tetes-tetes minyak Minyak atsiri dan hars Di dalam sel terdapat tetes-tetes yang dapat membias cahaya. Misalnya pada kulit buah jeruk, kulit batang kayu manis, buah cabe, daun kayu putih, rhizome jahe dan daun mahkota bunga mawar

Substansi ergastik padat Kristal Ca-oksalat* kristal pasir : tangkai daun Amaranthus sp., daun Atropa belladona * kristal bentuk prisma/piramida : tangkai daun Begonia sp., daun Citrus sp. * kristal bentuk roset/cluster/drusen : tulang daun Carica papaya, daun Nerium oleander dan Ixora sp.

* kristal bentuk jarum/rafida : tangkai daun Colocasia sp., buah Ananas comosus * kristal bentuk batang (stiloid), lebih besar dan tebal dari rafida : pada tumbuhan familia Iridaceae, Agavaceae

PEROKSISOM Disebut juga mikrobodi, diameter bervariasi denganrata-rata 400 nm. Organel bentuk bundar atau lonjong, unit membrane tunggal Tidak termasuk sistim endomembran. Gabungan protein dan lipid (sitosol) dan kemudian memperbanyak jumlahnya dengan membelah diri menjadi dua setelah ukuran ttt Peroksisom banyak dijumpai pada sel-sel tubulus ginjal dan hati, mengandung enzim-enzim katalase dan oksidase. OKI mempunyai kemampuan mentransfer dari berbagai substrat ke oksigen Fungsi utama : menetralkan peroksida yg sangat besar daya reduktornya dalam sitosol sehingga terbentuk air dan oksigen

MITOKONDRIA

Diagram tiga demensi mitokondria dengan bagian-bagian yang berfungsi dalam respirasi seluler yang dimulai dari siklus Kreb, transport elektron dan fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP dari oksidasi substrat (glukosa). Mitokondria juga memiliki DNA yang berisi gen-gen untuk enzim yang terlibat dalam respirasi. DNA mitokondria akan bereplikasi menjadi DNA baru yang diberikan ke mitrokondria anakan. DNA mitokondria bersifat maternalis ( hasil perkembangan dari DNA mitokondria sel telur)

3/22/2013

Rarastp/PSBiotekUGM/BioSeL/08

49

SITOSKELETON FUNGSI : TUMPUAN STRUKTURAL SEL, MOTILITAS DAN PENGATURAN AKTIVITAS BIOKIMIAWI DALAM SEL TUMPUAN STRUKTURAL : DUKUNGAN MEKANIS DAN MEMPERTAHANKAN BENTUK SEL MOTILITAS : GERAKAN SILIA DAN FLAGELLA; KONTRAKSI OTOT, ALIRAN SITOPLASMA PENGATURAN AKTIVITAS BIOKIMIAWI : PENYALURAN SINYAL MEKANIS DARI PERMUKAAN SEL KE BAGIAN DALAM KOMPONEN SITOSKELETON : MIKROTUBUL (PALING TEBAL= 25 nm), MIKROFILAMEN (FILAMEN AKTIN = 7 nm) : YG PALING HALUS, DAN FILAMEN INTERMEDIAT : BERDIAMETER DALAM KISARAN MENENGAH (8-12 nm)

(F. INTERMEDIAT)

MIKROTUBUL STRUKTUR : BATANG LURUS, TABUNG BERONGGA, DIBANGUN OLEH TUBULIN ( dan - TUBULIN) MIKROTUBUL MENYUSUN ORGAN SILIA DAN FLAGELLA, SEL SARAF, BENANG SPHINDLE FUNGSI : MEMPERTAHANKAN BENTK\UK SEL (BALOK PENAHAN TEKANAN), MOTILITAS SEL, PERGERAKAN KROMOSOM DAN ORGANEL CONTOH : GERAKAN MENGHISAP OLEH MIKROVILLI PD USUS HALUS. GERAKAN MENGGELINCIR SESAMA MIKROTUBUL

MIKROFILAMEN TERSUSUN DARI AKTIN : FILAMEN AKTIN YG BANYAKDIJUMPAI PADA OTOT POLOS DAN SEL-SEL YG MEMILIKI TONJOLAN GERAK, SEL SARAF (NEUROFILAMEN), OTOT LURIK DAN SEL-SEL YG MEMILIKI TONJOLAN GERAK (F. MIOSIN) F. AKTIN, NEUROFILAMEN, F. MIOSIN : MEMBANTU MENDUKUNG BENTUK SEL DENGAN MENAHAN TEGANGAN (GAYA TARIK). GABUNGAN INI MEMBUAT KORTEKS SEL (LAPISAN SITOPLASMA LUAR) MEMPUNYAI KEKENTALAN SEMI-PADAT (GEL) YG BERB EDA DNG SITOPLASMA YG LEBIH CAIR (SOL) FUNGSI : MEMPERTAHANKAN BENTUK SEL (MENAHAN GAYA TARIK), PERUBAHAN BENTUK SEL, KONTRAKSI OTOT, PENGALIRAN SITOPLASMA, MOTILITAS SEL DAN PEMBELAHAN SEL

FILAMEN INTERMEDIAT TERSUSUN OLEH SUBUNIT MOLEKULER PROTEIN FIBROSA YG BERMACAM-MACAM, MISALNYA : KERATIN (KULIT), VIMENTIN (FIBROBLAST), DAN DESMIN (SEL OTOT) PERALATAN SEL YG LEBIH PERMANEN DIBANDING MIKROTUBUL/FILAMEN FUNGSI : MEMPERTAHANKAN BENTUK SEL (PENAHAN GAYA TARIK), TEMPAT BERTAUTNYA NUKLEUS DAN ORGANEL TTT LAINNYA, PEMBENTUKAN LAMINA NUKLEUS YG MELAPISI BAGIAN DALAM SELUBUNG NUKLEUS

SENTRIOL Organella ini terletak dekat inti Memiliki rangka mikrotubul yg tersusun secara radial Mikrotubul sentriol beruntai 3 : triplet. Banyaknyatriplet tiap sentriol = 9 Fungsi : membentuk benang sphindle serta untuk orientasi pembelahan sel, membentuk rangka organel-gerak serta mengontrol pergerakannya; membentuk rangka sel : mikrotubul dan mikrofilamen Pada saat sel membelah, sentriol mengganda menjadi 2 pasang. Tiap pasang berpisah dan berpindah ke kutub yang berseberangan Setiap sel yg memiliki silia dan flagella selalu memiliki sentriol

OSMOREGULASI PEROLEHAN DAN KEHILANGAN AIR DALAM SEL HARUS SEIMBANG (OSMOLARITASNYA SAMA : ISOOSMOTIK=ISOTONIK) HEWAN LAUT HARUS ISOOSMOTIK DNG LINGK. AIR ASINNYA OSMOKONFORMER : TDK AKTIF MENYESUAIKAN OSMOLARITAS INTERNAL OSMOREGULATOR : HARUS MENYESUAIKAN OSMOLARITAS INTERNAL

APABILA LINGKUNGANNYA HIPOOSMOTIK, MAKA

ORGANISME HARUS MEMBUANG KELEBIHAN AIR (URIN). DMK PULA SEBALIKNYA KEMAMPUAN OSMOREGULASI YG MEMBUAT HEWAN MAMPU BERTAHAN HIDUP SALMON (EURYHALIN : DAPAT BERTAHAN HIDUP DLM LINGKUNGAN DNG FLUKTUASI OSMOLARITAS EKSTERNAL YG SANGAT BESAR) SAAT DI LAUT : MENGAMBIL AIR LAUT DAN MENGEKSKRESIKAN KELEBIHAN GARAM AIR TAWAR : BERHENTI MINUM DAN INSANGNYA MENGAMBIL GARAM DR LINGKUNGAN YG HIPOOSMOTIK STENOHALIN : TIDAK DAPAT MENTOLERIR PERUBAHAN YG SANGAT BESAR DLM OSMOLARITAS EKTERNAL (UMUM TERDAPAT PD ORGANISME OSMOKONFORMER DAN OSMOREGULATOR)

Organism and situation Amoeba in freshwater Red blood cell in blood Red blood cell in pure water Red blood cell in seawater Plant cell in freshwater Marine plant cell in seawater Freshwater fishes in freshwater Marine fishes in sea Sharks in sea

Adaptive solution

contractile vacuole isoosmotic cytolysis crenation cell wall isoosmotic urin encer scant, urin >kental isoosmotic (slightly hyperosmotic) Most marine invertebrates in sea isoosmotic