of 38 /38
PEMBELAHAN SEL

Siklus Pembelahan Sel

Embed Size (px)

Text of Siklus Pembelahan Sel

PEMBELAHAN SEL

SIKLUS SEL

G1(gap 1): periode setelah mitosis, gen-gen aktif berekspresi S (sintesis): fase sintesis DNA (replikasi), kromosom dua kromatid G2 (gap 2): setelah S, terjadi aktifitas gen-gen untuk mengontrol pembentukan protein/ enzim untuk persiapan pembelahan M : fase pembelahan sel G0: fase istirahat/dormant

Siklus Sel

Regulasi Siklus Sel

Berbeda-beda pada beberapa jenis sel yang berbeda Beberapa sel membelah cepat, sel lain membutuhkan waktu yang lebih lama Sel kanker pembelahan cepat, sel anak akan terus membelah sebelum dewasa secara fungsional

Pembelahan sel prokaryotik

Pembelahan biner

Rod-Shaped Bacterium, hemorrhagic E. coli, strain 0157:H7 (division) (SEM x22,810).

Pembelahan sel eukaryotik

Ukuran sel lebih besar dari prokaryotik Lebih banyak mengandung DNA Lebih rumit Replikasi segregasi cytokinesis

Pembelahan Sel

Mitosis: pembelahan pada sel somatik yang menghasilkan sel anakan yang sama dengan sel induk. Meiosis: pembelahan reduksi yang memisahkan kromosom-kromosom yang homolog. Terjadi pada proses gametogenesis.

Mitosis

Profase Prometafase Metafase Anafase Telofase

Interfase

Tahap interfase merupakan tahap persiapan yang esensial untuk pembelahan sel karena pada tahap ini kromosom direplikasi. Saat pembelahan sel, kromatin dikemas sangat padat/kompak sehingga tampak sebagai kromosom. Selama interfase, kromatin tidak terlalu terkondensasi untuk ekspresi informasi genetik

ProfaseKromatin dalam nukleus mulai terkondensasi dan terlihat sebagai kromosom. Nukleolus menghilang Sentrosom mulai bergerak ke ujung nukleus yang berlawanan dan suatu benang mikrotubul mulai memanjang pada sentromer untuk membentuk benang mitosis (mitotic spindle)

The events of Prophase

Prometafase

Profase akhir atau prometafase, dimulai dengan penghancuran membran inti menjadi vesikel-vesikel membran kecil (seperti RE) Selama periode ini kromosom terus berkondensasi serta berangsur-angsur memendek dan menebal hingga siap untuk bermitosis Mikrotubul kinetochore terlihat dan menempel pada mikrotubul polar, kromosom mulai bergerak

Metafase

Mikrotubul meluas menuju setiap ujung yang berlawanan dan membentuk spindle pole atau mitotic center. Pada sel hewan, setiap spindle pole mengandung sepasang sentriole. Benang mitosis memposisikan kromosom berjajar pada bagian tengah sel (disebut keping metafase). Pengaturan ini memastikan bahwa setiap sel anak menerima satu salinan kromosom.

Tahap-tahap anafase

Anafase terbagi menjadi dua proses, yaitu :Anafase A (anafase awal) : Pasangan kromosom pada keping metafase terpisah dan kromatid bergerak menuju spindle poles pada sisi sel yang berlawanan karena terjadi pemendekan mikrotubul kinetochore (gambar (a) dan (b)). Anafase B (anafase akhir) : Saat kromosom sudah bermigrasi ke spindle pole, mikrotubul kinetochore mulai menghilang sementara mikrotubul polar terus memanjang untuk pemisahan lebih lanjut spindel pole (gambar (c) sampai (f))

Telofase

Membran inti mulai terbentuk kembali di sekeliling kromosom. Nukleolus muncul dan kromosom mulai menghilang. Saat telofase selesai dan membran sel baru sedang terbentuk, pembentukan nukleus sudah hampir selesai. Langkah akhir telofase melibatkan inisiasi pembelahan membran plasma pada setiap anak sel untuk membentuk dua sel yang terpisah pada fase pembelahan sel berikutnya (sitokinesis)

Sitokinesis

Proses sitokinesis dimulai sejak anafase akhir dengan mulai terbentuknya cincin kontraktil di bawah membran plasma yang paralel terhadap keping metafase. cincin ini perlahan akan mengecil & menyebabkan pelipatan membran plasma ke arah dalam hingga sel terbagi dua

G2 OF INTERPHASE

PROPHASE

PROMETAPHASE

Centrosomes (with centriole pairs)

Chromatin (duplicated)

Early mitotic spindle

Aster Centromere

Fragments of nuclear envelope

Kinetochore Nonkinetochore microtubules

Figure 12.6

Nucleolus

Nuclear Plasma envelope membrane

Chromosome, consisting of two sister chromatids

Kinetochore microtubule

METAPHASE

ANAPHASE

TELOPHASE AND CYTOKINESIS

Metaphase plate

Cleavage furrow

Nucleolus forming

Figure 12.6

Spindle

Centrosome at one spindle pole

Daughter chromosomes

Nuclear envelope forming

The mitotic spindle mikrotubul yang mengontrol pergerakan kromosom selama mitosis

Spindle muncul dari sentromer spindle microtubules asters

Perakitan spindle microtubules dimulai dari sentrosom - microtubule organizing center Sentrosom bereplikasi membentuk dua sentrosom yang bermigrasi ke kutub yang berlawanan, dan spindle microtubules tumbuh dari sentrosom Aster (a radial array of short microtubules) muncul dari tiap sentrosom

SpindleSpindle memiliki struktur seperti web terbuat dari microtubule . Sangat penting pada mitosis karena mengatur kromosom untuk berada pada posisi yang benarMitotic center

A cell at metaphase

Microtubule

a spindle

Some spindle microtubules Berikatan dengan kinetochores chromosomesAster Sister chromatids Centrosome Metaphase Plate Kinetochores

Overlapping nonkinetochore microtubules Kinetochores microtubules Microtubules0.5 m

Chromosomes

Figure 12.7

Centrosome1 m

Chromosomes attached to spindle during nuclear division

Two kinds of microtubulesKinetochore microtubules : berikatan dengan kinetochores chromosomes dan menggerakkan kromosom ke daerah metafase Nonkinetochores: overlap satu sama lain tetapi tidak berikatan dengan kromosom

1 m

Meiosis2

tahap: Meiosis I dan Meiosis II Meiosis I: profase I, metafase I, anafase I, telofase I Meiosis II: profase II, metafase II, anafase II, telofase II

Pindah Silang

Terjadi saat profase I Pertukaran DNA antara dua nonsister-kromatid pada kromosom yang homolog

Meiosis I

Meiosis II

Mitosis vs MeiosisMitosis Kromosom homolog tidak bersinapsis Tidak terjadi pertukaran genetik antara kromosom-kromosom yang homolog Dihasilkan 2 sel anakan per siklus Meiosis Kromosom homolog bersinapsis terjadi pertukaran genetik (pindah silang) antara kromosom-kromosom yang homolog Dihasilkan 4 sel anakan per siklus

Jumlah kromosom sel anakan sama Jumlah kromosom sel anakan dengan jumlah kromosom sel induk setengah jumlah kromosom sel induk Kandungan genetik sel-sel anakan identik dengan sel induk Kandungan genetik sel-sel anakan berbeda satu sama lain dan berbeda dengan sel induk

A comparison of mitosis and meiosis

A comparison of mitosis and meiosis: summary