of 15 /15
Tentir K.7 Pembelahan Sel dan Siklus Sel (Bu Zetty) Pembelahan sel adalah proses perbanyakan Sel / Proliferasi sel Pembelahan sel dibagi menjadi : 1. Amitosis yaitu Pembelahan yang tidak melewati tahap – tahap pembelahan lanjut. e.g Amoeba. 2. Mitosis Yaitu Pembelahan sel induk yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom yang sama dengan induknya, terjadi pada sel – sel somatis (sel tubuh). Sel anakan bersifat diploid (2n). 3. Meiosis Yaitu Pembelahan sel induk yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom 1 2 kali sel induknya, terjadi pada sel – sel germinal (sel kelamin). Sel anakan bersifat haploid (n) Tujuan Pembelahan Sel 1. Menambah jumlah sel 2. Pertumbuhan & Perkembangan - Pertumbuhan Pertambahan jumlah sel - Perkembangan Pematangan fungsi fisiologis sel 3. Proses regenerasi sel 4. Membentuk individu baru yang bersel tunggal Fase – fase siklus sel :

Tentir Pembelahan & Siklus Sel

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kedokteran

Text of Tentir Pembelahan & Siklus Sel

Tentir K.7 Pembelahan Sel dan Siklus Sel (Bu Zetty)

Pembelahan sel adalah proses perbanyakan Sel / Proliferasi sel Pembelahan sel dibagi menjadi :1. Amitosisyaitu Pembelahan yang tidak melewati tahap tahap pembelahan lanjut. e.g Amoeba.2. MitosisYaitu Pembelahan sel induk yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom yang sama dengan induknya, terjadi pada sel sel somatis (sel tubuh). Sel anakan bersifat diploid (2n).3. MeiosisYaitu Pembelahan sel induk yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom kali sel induknya, terjadi pada sel sel germinal (sel kelamin). Sel anakan bersifat haploid (n)

Tujuan Pembelahan Sel1. Menambah jumlah sel2. Pertumbuhan & Perkembangan- Pertumbuhan Pertambahan jumlah sel- Perkembangan Pematangan fungsi fisiologis sel

3. Proses regenerasi sel4. Membentuk individu baru yang bersel tunggal

Fase fase siklus sel :

Interfase Mencakup sekitar 90% dari siklus sel. Interfase dibagi menjadi beberapa subfase, yaitu :1. G1 Sel dalam keadaan aktif melakukan biosintesis pertumbuhan sel selain replikasi DNA. Pertumbuhan sel (organel dipersiapkan).2. SReplikasi DNA3. G2Mempersiapkan perangkat untuk mitosis dan Biosintesis Histon dan Tubulin

Mitosis Berlangsung di sel somatis Untuk memperbanyak jumlah sel Untuk regenerasi sel Mitosis dibagi menjadi beberapa fase yaitu :1. Profase2. Metafase3. Anafase4. Telofase

Tahap tahap Pembelahan Mitosis G2 Interfase Selaput nukleus (nuclear envelope) membatasi nukleus. Nukleus itu mengandung satu atau lebih nukleolus. Dua sentrosom telah terbentuk melalui replikasi sentrosom tunggal. Pada sel hewan, setiap sentrosom memiliki dua sentriol. Kromosom yang diduplikasi selama fase S, tidak bisa dilihat secara individual karena belum terkondensasi.

Profase Serat serat kromatin menjadi terkumpar lebih rapat, terkondensasi menjadi kromosom diskret. Nukleolus lenyap. Setiap kromosom terduplikasi tampak sebagai dua kromatid saudara identik yang tersambung pada sentromernya dan sepanjang lengannya oleh kohesin (kohesi kromatid saudara). Gelendong mitotik mulai terbentuk. Gelendong ini terdiri atas sentrosom dan mikrotubulus yang menjulur dari sentrosom. Susunan radial mikrotubulus mikrotubulus yang lebih pendek dan menjulur dari sentrosom disebut aster. Sentrosom sentrosom bergerak saling menjauhi, didorong oleh mikrotubulus yang memanjang diantaranya.

Prometafase Selaput nukleus terfragmentasi. Mikrotubulus yang menjulur dari masing masing sentrosom kini dapat memasuki wilayah nukleus. Kromosom semakin menjadi terkondensasi. Masing masing dari kedua kromatid pada setiap kromosom kini memiliki kinetokor, struktur protein terspesialisasi yang terletak pada sentromer. Beberapa mikrotubulus melekat pada kinetokor menjadi mikrotubulus kinetokor; mikrotubulus ini menarik narik kromosom maju mundur. Mikrotubulus nonkinetokor berinterkasi dengan sejenisnya yang berasal dari kutub yang sama.

Metafase Metafase merupakan tahap mitosis yang paling lama, seringkali berlangsung sekitar 20 menit. Sentrosom kini berada pada kutub kutub sel yang bersebrangan. Kromosom berjajar pada lempeng metafase, bidang khayal yang berada di pertengahan jarak antara kutub gelendong. Sentromer sentromer kromosom berada di lempeng metafase. Untuk setiap kromosom, kinetokor kromatid saudara melekat ke mikrotubulus kinetokor yang berasal dari kutub yang bersebrangan.

Anafase Anafase merupakan tahap mitosis yang paling pendek, seringkali berlangsung hanya beberapa menit. Anafase ini dimulai ketika protein kohesin terbelah. Ini memungkinkan kedua kromatid saudara dari setiap pasangan memisah secara tiba tiba. Setiap kromatid pu menjadi satu kromosom yang utuh. Kedua kromosom anakan yang terbebas mulai bergerak menuju ujung ujung sel yang berlawanan saat mikrotubulus kinetokor memendek. Karena mikrotubulus ini melekat ke wilayah sentromer, kromosom bergerak ke sentromer terlebih dahulu. Sel memanjang saat mikrotubulus nonkinetokor memanjang. Pada akhir anafase, kedua ujung sel memiliki koleksi kromosom yang sama dan lengkap.

Telofase Dua nukleus anakan terbentuk dalam sel. Selaput nukleus muncul dari fragmen fragmen selaput nukleus sel induk dan bagian bagian lain dari sistem endomembran. Nukleolus muncul kembali. Kromosom menjadi kurang terkondensasi. Mitosis, pembelahan satu nukleus menjadi dua nukleus yang identik secara genetik sekarang sudah selesai.Sitokenesis Pembelahan sitoplasma biasanya sudah berlangsung cukup jauh pada akhir telofase, sehingga kedua sel anakan muncul tak lama setelah mitosis berakhir. Pada sel hewan, sitokenesis melibatkan pembentukan lekukan penyibakan, yang membagi sel menjadi dua.

MEIOSIS I

Meiosis Berlangsung di sel germinal, pembentukan sel kelamin (gametogenesis) Proses Spermiogenesis dan Oogenesis Terjadi reduksi kromosom menjadi dari induknya Tujuan : Mempertahankan jumlah kromosom dari generasi ke generasi. Fase Meosis dibagi menjadi : Meiosis I Profase I1. Leptoten2. Zygoten3. Pakiten4. Diploten5. Diakenesis Metafase I Anafase I Telofase I Meiosis II Profase II Metafase II Anafase II Telofase II

Meiosis II

Meiosis 11. Profase IA. LeptotenKromatin menebal membentuk kromosom.B. ZygotenKromosom yang homolog mulai berpasangan, kedua sentriol bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.C. PakitenTiap kromosom menebal dan mengganda menjadi dua kromatida dengan satu sentromer.D. DiplotenKromatida membesar dan memendek, bergandengan yang homolog dan menjadi rapat.E. DiakenesisDitandai dengan adanya pindah silang (crossing over) dari bagian kromosom yang telah mengalami duplikasi. Hal ini hanya terjadi pada meiosis saja, yang dapat mengakibatkan terjadinya rekombinasi gen. nucleolus dan dinding inti menghilang. Sentriol berpisah menuju kutub yang berawanan, terbentuk serat gelendong diantara dua kutub.2. Metafase 1Pada tahap ini, tetrad menempatkan dirinya pada bidang ekuator. Membrane inti sudah tidak tampak lagi dan sentromer terikat oleh spindel pembelahan.3. Anafase IPada tahap ini, spindel pembelahan memendek dan menarik belahan tetrad (diad) ke kutub sel berlawanan sehingga kromosom homolog dipisahkan. Kromosom hasil crossing over yang bergerak ke kutub sel membawa materi genetic yang berbeda.4. Telofase IPada tahap ini, membran sel membentuk sekat sehingga terbentuk dua sel anak yang bersifat haploid, tetapi setiap kromosom masih mengandung dua kromatid (sister cromatid) yang terhubung melalui sentromer. Meiosis II1. Profase IIa. Benang benang kromatin berubah kembali menjadi kromosom.b. Kromosom yang terdiri dari 2 kromatida tidak mengalami duplikasi lagi.c. Nukleolus dan dinding inti menghilang.d. Sentriol berpisah menuju kutub yang berlawanan.e. Serat serat gelendong terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.2. Metafase IIKromosom ke bidang ekuator menggantung pada serat gelendong melalui sentromernya.3. Anafase IIKromatida berpisah dari homolognya, dan bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.4. Telofase IIa. Kromosom berubah menjadi benang benang kromatin kembali.b. Nukleolus dan dinding inti terbentuk kembali.c. Serat serat gelendong menghilang dan terbentuk sentrosom kembali.

Sistem Kontrol Siklus Sel Siklus sel diregulasi pada titik titik pemeriksaan tertentu oleh sinyal internal maupun eksternal. Titik pemeriksaan (Checkpoint) pada siklus sel adalah titik kontrol saat sinyal berhenti dan sinyal maju terus dapat meregulasi siklus. Titik pemeriksaan G1 disebut titik restriksi, merupakan titik yang paling penting. Jika sel menerima sinyal maju-terus maka sel akan menyelesaikan fase G1, S, G2 dan M dan akan membelah Jika sel tidak menerima sinyal maju-terus, sel akan keluar dari siklus, beralih ke kondisi tak membelah yang disebut fase G0. Protein kinase adalah enzim yang mengaktivasi atau menginaktivasi protein lain dengan cara memfosforilasinya. Berfungsi memberikan sinyal maju-terus pada titik pemeriksaan G1 dan G2. Terdapat protein kinase dalam bentuk inaktif dan harus melekat pada siklin agar aktif. Kinase ini disebut kinase bergantung-siklin atau cyclin-dependent kinase (Cdk). Puncak aktivitas siklin menunjukkan puncak aktivitas MPF (Maturation-Promoting Factor)/ Faktor pendorong kedewasaan atau biasa disebut M-phase promoting factor karena memicu lewatnya sel melalui titik pemeriksaan G2 untuk memasuki fase M.

5

1

23

4

Keterangan :1. Sintesis siklin bermula pada fase S akhir dan melewati G2. Karena terlindung dari degradasi selama tahap ini, siklin terakumulasi.2. Molekul siklin yang terakumulasi bergabung dengan molekul Cdk hasil siklus-ulang memproduksi molekul MPF yang cukup agar sel melewati titik pemeriksaan G2 dan menginisiasi peristiwa mitosis.3. MPF mendorong mitosis denga cara memfosforilasi berbagai protein. Aktivitas MPF memuncak selama metafase.4. Saat anafase, komponen siklin dari MPF didegradasi, mengakhiri fase M. Sel memasuki fase G2.5. Selama G1, kondisi kondisi dalam sel mendukung degradasi siklin, dan komponen Cdk, dari MPF memasuki siklus kembali.

A. Spermatogenesisadalah proses pembentukan dan pematangan sperma. Terjadi di tubulus semeniferus Berlangsung sejak pubertas Sitoplasma terbagi rata sehingga menghasilkan 4 sel sperma yang fungsional. Terdapat spermatogonium A dan B yang salah satunya akan mengalami spermatogenesis sedangkan yang lainnya akan berfungsi sebagai cadangan (stem cell). Proses perubahan spermatid menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis.

B. Oogenesisadalah proses pembentukan dan pematangan sel telur (ovum) Terjadi di ovarium. Berlangsung sejak di rahim ibu sampai tahap meosis I, kemudian prosesnya dilanjutkan setelah pubertas. Sitoplasma tidak terbagi rata.a. Sitoplasma yang lebih banyak akan menghasilkan Ovum yang fungsional.b. Sitoplasma yang sedikit akan menghasilkan 3 badan polar (Polar Body).Sehingga proses oogenesis menghasilkan 1 Ovum dan 3 Badan Polar. Dipengaruhi oleh kerja hormon FSH, LH, Esterogen, dan Progesteron.

Kelainan 1. Pada siklus sela. Proliferasi yang abnormal e.g. sel kanker2. Pada interfase a. Bila melewati fase S dapat menyebabkan sel yang dihasilkan berukuran dari ukuran normal3. Pada Mitosisa. Poliploidi, tidak terjadi sitokenesisOrganisme memiliki lebih dari dua set kromosom dalam semua sel somatik.b. Non disjunction (Gagal berpisah)c. Mitosis yang tak terkendali

Aberasi Kromosom1. Euploidi Perubahan pada semua set kromosome.g. poliploidi, triploidi (3n), tetraploidi (4n).2. AneuploidiPerubahan pada set kromosom, penambahan pada jumlah tertentu dan perubahan pada struktur kromosom. Jumlaha. Monosomi (2n-1)b. Trisomi (2n+1) Struktura. Delesi Menghilangkan sebuah segmen kromosom.

b. DuplikasiMengakibatkan sebuah segmen berulang.

c. InversiMembalik sebuah segmen dalam kromosom.

d. TranslokasiMemindahkan segmen dari satu kromosom ke kromosom non homolog.