of 21 /21
Satuan Acara Pembelajaran Terapi Bermain Pada Anak Balita di Bangsal Melati 2 RS Dr. Moewardi Disusun Oleh : Isya Ryan Setyawan P 27220010 065 Page 1 2/7/22

SAP Terapi Bermain A

Embed Size (px)

Text of SAP Terapi Bermain A

Page 1: SAP Terapi Bermain A

Satuan Acara Pembelajaran Terapi Bermain

Pada Anak Balita di Bangsal Melati 2

RS Dr. Moewardi

Disusun Oleh :

Isya Ryan Setyawan

P 27220010 065

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA

D III JURUSAN KEPERAWATAN

2012

Page 1 4/12/23

Page 2: SAP Terapi Bermain A

SAP TERAPI BERMAIN

Pokok Bahasan : Terapi Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit

Sub Pokok Bahasan : Terapi Bermain Anak Balita

Tujuan : Mengoptimalkan tingkat perkembangan anak

Tempat : Bangsal Melati 2 RS Dr. Moewardi

Hari/tanggal : 7 Juni 2012

Waktu : 30 menit (jam 10.00 s.d 10 30).

Sasaran : An. T dan Keluarga

Metode :

1. Ceramah

2. Bermain bersama

Media :

1. Lembar gambar ular tangga

2. Balok dan perlengkapannya

Rencana Pelaksanaan :

No Terapis Waktu Subjek terapi

1 Persiapan

a. Menyiapkan

ruangan.

b. Menyiapkan alat-

5 menit

Page 2 4/12/23

Page 3: SAP Terapi Bermain A

alat.

c. Menyiapkan anak

dan keluarga

2 Proses :

a. Membuk

a proses terapi bermain

dengan mengucap kan

salam, memperkenalkan

diri.

b. Menjela

skan pada anak dan

keluarga tentang tujuan dan

manfaat bermain,

menjelaskan cara

permainan.

c. Mengaja

k anak bermain .

d. Mengev

aluasi respon anak dan

keluarga.

2 menit

5 menit

10 menit

3 menit

Menjawab salam,

Memperkenalkan diri,

Memperhatikan

Bermain bersama dengan

antusias dan mengungkapkan

perasaannya

Page 3 4/12/23

Page 4: SAP Terapi Bermain A

3 Penutup (1 menit).

Menyimpulkan, mengucapkan

salam

1 menit Memperhatikan dan

menawab salam

MATERI TERAPI BERMAIN

PENDAHULUAN:

Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan dan

merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi anak bermain

tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya

makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain. Anak-anak memerlukan berbagai

variasi permainan untuk kesehatan fisik, mentaldan perkembangan emosinya.(Donna

L wong, 2003)

Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya,

kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya,

perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan

dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada

disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga

akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga ia

Page 4 4/12/23

Page 5: SAP Terapi Bermain A

akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila

dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan

bermain.

KEUNTUNGAN BERMAIN

Keuntungan-keuntungan yang didapat dari bermain, antara lain:

1. Membuang ekstra energi.

2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang, otot

dan organ-organ.

3. Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak.

4. Anak belajar mengontrol diri.

5. Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang

hidupnya.

6. Meningkatnya daya kreativitas.

7. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada

disekitar anak.

8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan

kedukaan.

9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya.

Page 5 4/12/23

Page 6: SAP Terapi Bermain A

10. Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan.

11. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya.

MACAM BERMAIN

Menurut Markum A.H 1991 :

1. Bermain aktif

Pada permainan ini anak berperan secara aktif, kesenangan diperoleh dari apa

yang diperbuat oleh mereka sendiri. Bermain aktif meliputi :

a. Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play)

Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat

permainan tersebut, memperhatikan, mengocok-ocok apakah ada

bunyi, mencium, meraba, menekan dan kadang-kadang berusaha

membongkar.

b. Bermain konstruksi (Construction Play)

Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi rumah-

rumahan.

c. Bermain drama (Dramatic Play)

Page 6 4/12/23

Page 7: SAP Terapi Bermain A

Misal bermain sandiwara boneka, main rumah-rumahan dengan

teman-temannya.

d. Bermain fisik

Misalnya bermain bola, bermain tali dan lain-lain.

2. Bermain pasif

Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan

mendengar. Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bernmain aktif dan

membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan keletihannya.

Contoh ; Melihat gambar di buku/majalah.,mendengar cerita atau

musik,menonton televisi dsb.

Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam

bermain, yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini :

1. Kesehatan anak menurun. Anak yang sakit tidak mempunyai energi

untuk aktif bermain.

2. Tidak ada variasi dari alat permainan.

3. Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya.

4. Tidak mempunyai teman bermain.

ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE)

Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat

mengoptimalkan perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat

perkembangannya, serta berguna untuk :

Page 7 4/12/23

Page 8: SAP Terapi Bermain A

1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang

atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari motorik kasar dan halus.

Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda, bola, mainan yang ditarik dan

didorong, tali, dll. Motorik halus : gunting, pensil, bola, balok, lilin, dll.

2. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat yang

benar.Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita, majalah, radio,

tape, TV, dll.

3. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran,

bentuk. Warna, dll. Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita,

puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.

4. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan interaksi

ibu dan anak, keluarga dan masyarakat

Contoh alat permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama, misal

kotak pasir, bola, tali, dll.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM BERMAIN

1. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.

2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.

3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat pada

keterampilan yang lebih majemuk.

4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.

5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.

Page 8 4/12/23

Page 9: SAP Terapi Bermain A

BENTUK- BENTUK PERMAINAN

Menurut soetjiningsih, 1995 :

1. Usia 0 – 12 bulan

Tujuannya adalah :

a. Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan), misalnya mengisap,

menggenggam.

b. Melatih kerjasama mata dan tangan.

c. Melatih kerjasama mata dan telinga.

d. Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.

e. Melatih mengenal sumber asal suara.

f. Melatih kepekaan perabaan.

g. Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang.

Alat permainan yang dianjurkan :

a. Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang.

b. Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka.

c. Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.

d. Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara.

e. Alat permainan berupa selimut dan boneka.

2. Usia 13 – 24 bulan

Tujuannya adalah :

a. Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara.

Page 9 4/12/23

Page 10: SAP Terapi Bermain A

b. Memperkenalkan sumber suara.

c. Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik.

d. Melatih imajinasinya.

e. Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk

kegiatan yang menarik

Alat permainan yang dianjurkan:

a.Genderang, bola dengan giring-giring didalamnya.

b. Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik.

c.Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga(misal: cangkir yang

tidak mudah pecah, sendok botol plastik, ember, waskom, air), balok-

balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar, kertas untuk dicoret-

coret, krayon/pensil berwarna.

3. Usia 25 – 36 bulan

Tujuannya adalah ;

a.Menyalurkan emosi atau perasaan anak.

b. Mengembangkan keterampilan berbahasa.

c.Melatih motorik halus dan kasar.

d. Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung, mengenal

dan membedakan warna).

e.Melatih kerjasama mata dan tangan.

f. Melatih daya imajinansi.

g. Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda.

Page 10 4/12/23

Page 11: SAP Terapi Bermain A

Alat permainan yang dianjurkan :

a.Alat-alat untuk menggambar.

b. Lilin yang dapat dibentuk

c.Pasel (puzzel) sederhana.

d. Manik-manik ukuran besar.

e.Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang berbeda.

f. Bola.

4. Usia 32 – 72 bulan

Tujuannya adalah :

a. Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan.

b. Mengembangkan kemampuan berbahasa.

c. Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah,

mengurangi.

d. Merangsang daya imajinansi dsengan berbagai cara bermain pura-pura

(sandiwara).

e. Membedakan benda dengan permukaan.

f. Menumbuhkan sportivitas.

g. Mengembangkan kepercayaan diri.

h. Mengembangkan kreativitas.

i. Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari, dll).

j. Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus dan

kasar.

Page 11 4/12/23

Page 12: SAP Terapi Bermain A

k. Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar

rumahnya.

l. Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan, misal :

pengertian mengenai terapung dan tenggelam.

m. Memperkenalkan suasana kompetisi dan gotong royong.

Alat permainan yang dianjurkan :

a. Berbagai benda dari sekitar rumah, buku bergambar, majalah anak-

anak, alat gambar & tulis, kertas untuk belajar melipat, gunting, air, dll.

b. Teman-teman bermain : anak sebaya, orang tua, orang lain diluar

rumah.

6. Usia Prasekolah

Alat permainan yang dianjurkan :

a. Alat olah raga.

b. Alat masak

c. Alat menghitung

d. Sepeda roda tiga

e. Benda berbagai macam ukuran.

f. Boneka tangan.

g. Mobil.

h. Kapal terbang.

i. Kapal laut dsb

7. Usia sekolah

Page 12 4/12/23

Page 13: SAP Terapi Bermain A

Jenis permainan yang dianjurkan :

a. Pada anak laki-laki : mekanik.

b. Pada anak perempuan : dengan peran ibu.

8. Usia Praremaja (yang akan dilakukan oleh kelompok)

Karakterisrik permainnya adalah permainan intelaktual, membaca, seni,

mengarang, hobi, video games, permainan pemecahan masalah.

9. Usia remaja

Jenis permainan : permainan keahlian, video, komputer, dll.

BERMAIN KETIKA ANAK MASUK RAWAT INAP

Tujuan kegiatan :

1. Memberi informasi.

2. Memicu normalisasi.

3. Menggunakan sistem pendukung yang dikenal.

4. Mengidentifikasi teknik koping.

Contoh kegiatan :

1. Mendesain tanda selamat datang.

2. Memicu orang tua mengisi angket mengenai ritual anak.

3. Memicu orang tua membawa foto dan mainan.

4. Memberi daftar kegiatan rumah sakit.

5. Proaktif melakukan permainan.

Page 13 4/12/23

Page 14: SAP Terapi Bermain A

Kegiatan untuk kesadaran dan citra diri

Tujuan kegiatan : meningkatkan pengetahuan tentang bagian tubuh internal dan

eksternal, fungsi tubuh dan penerimaan akan tubuhnya.

Kegiatan :

1. Belajar tentang bagian tubuh luar.

2. Belajar tentang bagian tubuh dalam.

3. Belajar tentang fungsi tubuh.

4. Belajar menerima tubuh.

Page 14 4/12/23

Page 15: SAP Terapi Bermain A

Daftar Pustaka

Soetjiningsih, 1988, Tumbuh Kembang Anak, EGC, Jakarta.

Markum.A.H, 1991, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, Jakarta

Wong, Donna L. 2003. Pedoman klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC

Page 15 4/12/23