Click here to load reader

Referat Struma Fikiawati

  • View
    240

  • Download
    15

Embed Size (px)

Text of Referat Struma Fikiawati

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat dan hidayahNya penulis dapat menyelesaikan referat Bedah yang berjudul STRUMA ini dapat terselesaikan sebagai salah satu syarat menyelesaikan kepaniteraan klinik Ilmu Bedah RSPAU dr.Esnawan Antariksa. Banyak terima kasih penulis sampaikan kepada pembimbing penulis, dr. Aplin Ismunanto, Sp. B, atas segenap waktu, tenaga, dan pikiran yang telah diberikan selama proses pembuatan referat ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh rekanrekan kepaniteraan klinik Ilmu Bedah RSPAU dr. Esnawan Antariksa atas kebersamaan dan kerja sama yang terjalin selama ini. Seiring dengan perkembangan jaman, banyak sekali perubahan di bidang pengetahuan medis yang mengarah kepada kemajuan dan perbaikan kualitas kesehatan, banyak data dan fakta yang signifikan perlu diketahui terutama oleh tenaga medis untuk menegakkan diagnose dengan baik. Sebagai tenaga medis yang berkualitas, diperlukan pengetahuan yang cukup agar dapat memberikan penanganan yang tepat. Untuk itu melalui referat ini penulis mencoba untuk sedikit menjabarkan mengenai penyakit Struma, yang mungkin akan ditemukan dipraktek sehari-hari. Akhir kata, penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun akan sangat diharapkan demi penyempurnaannya. Semoga referat ini dapat member informasi yang berguna bagi para pembaca.

Jakarta, Desember 2011

1

DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan ............................ Bab II Pembahasan Bab III Kesimpulan Daftar pustaka ........................... ............................

2

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Struma adalah tumor atau pembesaran pada kelenjar tiroid. Biasanya dianggap membesar bila kelenjar tiroid lebih dari 2x ukuran normal (Arif Mansjoer, 2000). Hyperthyroid disebabkan oleh hypersekresi dari hormon-hormon thyroid tetapi yang mempengaruhi adalah faktor : umur, temperatur, iklim yang berubah, kehamilan, infeksi, kekurangan yodium dan lain-lain. Survey epidemiologi untuk struma endemik sering ditemukan di daerah pegunungan seperti pengunungan Alpen, Himalaya, Bukit Barisan, dan sebagainya dan juga terlihat di dataran rendah seperti Finlandia, Belanda, dan sebagainya (http://nersgoeng. blogspot.com). Sekitar 2,25 miliar penduduk di muka bumi ini masih berisiko terkena gangguan akibat kurang yodium (GAKY). Kondisi itu ironis dengan membaiknya pemahaman dan kesadaran masyarakat global terhadap pentingnya yodium bagi kesehatan. Menurut guru besar neuorolgi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Dr dr Bambang Hartono Sp.S (K), data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan GAKY termasuk masalah kesehatan dunia yang menonjol, sebab tercatat 130 negara di dunia mengalami problem ini (http://cyberwoman.cbn.net.id) Dilihat dari benua dan wilayahnya, populasi yang berisiko GAKY adalah 48 persen tinggal di Afrika, 25 persen di Amerika, 74 persen di Mediterania Timur, 32 persen di Eropa, 31 persen di Pasifik Barat, dan 41 persen di Asia Tenggara. Pada 1980-1982 dalam survei struma nasional di Indonesia, ditunjukkan bahwa dua pertiga dari seluruh kabupaten adalah daerah endemik berat, dengan prevalensi struma mencapai 80-90 persen di beberapa kabupaten dan kretin endemik mencapai 10-15 persen dari populasi pada beberapa wilayah. Melalui program penanggulangan, pada 1988 prevalensi struma turun menjadi 25 persen, kemudian menjadi 9,8 persen pada 1998. Laporan terakhir pada 2003, kata Bambang, terjadi perbaikan pada beberapa daerah walaupun ada kecenderungan memburuk di beberapa daerah lainnya (http://cyberwoman.cbn ) Untuk struma toksika prevalensinya 10 kali lebih sering pada wanita dibanding pria. Di Inggris, prevalensi Hypertiroidisme pada praktek umum adalah 25 35 kasus dalam 10.000 wanita, sedang di rumah sakit didapatkan 3 kasus dalam 10.000 pasien. Pada wanita ditemukan 20 27 kasus dalam 1.000 wanita, sedangkan pria 1 5 per 1.000 pria. Data dari Whickham Survey pada pemeriksaan penyaring kesehatan dengan menggunakan Free3

Thyroxine Index (FT4) menunjukkan prevalensi Hipertiroidisme pada masyarakat sebanyak 2% ( http://wadheomara.blogspot.com/2010/04/struma.html) Hasil Survei Nasional Pemetaan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) 1996/1998 menunjukkan prevalensi struma (Total Goitre Rate/TGR) anak Indonesia rata-rata sembilan akhir kurang Pelita persen. VI sebesar lima dari Angka 18 persen ini persen. untuk lebih Namun rendah perlu dari ditekan eliminasi target sampai GAKY demikian mencapai

tahun 2000. Data itu dikemukakan Koordinator Survei Nasional Pemetaan GAKY yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi didapat hasil ekskresi yodium urin (EYU) pada ibu hamil 147 mikrogram per liter. Hasil ini cukup baik karena di atas nilai median 100 mikrogram per liter (Kompas, Jumat, 18 Desember 1998). Data yang diperoleh dari Rekam Medik Rumah Sakit RK Charitas Palembang diperoleh data penderita Struma pada tahun 2008 sebanyak 50 orang, tahun 2009 sebanyak 42 orang, dan periode Januari sampai dengan Juni 2010 sebanyak 19 orang. Dari latar belakang di atas dapat kita lihat bahwa penyakit akibat kekurangan yodium seperti struma masih merupakan ancaman kesehatan bagi masyarakat kita, peran perawat dalam memberikan perawatan dan penyuluhan tentang penyakit struma ini tentunya sangat menentukan dalam menekan angka prevalensi yang setiap tahunnya cendrung tidak mengalami penurunan, oleh karena itu penulis melakukan asuhan keperawatan terhadap penderita gangguan system endokrin dalam sebuah karya tulis ilmiah yang berjudul, Asuhan Keperawatan pada Klien Ny.N dengan Gangguan Sistem Endokrin; Pre dan Post Operasi Struma di Pavilyun Lukas 17-2 Rumah Sakit RK Charitas Palembang

BAB II4

PEMBAHASAN

1. Pengertian Struma adalah tumor atau pembesaran pada kelenjar tiroid. Biasanya dianggap membesar bila kelenjar tiroid lebih dari 2 kali ukuran normal (Arif Mansjoer, 2000).Pembesaran kelenjar tiroid sebagai akibat pertambahan ukuran sel/jaringan (http://as-kep.blogspot.com, 2009). Struma adalah pembesaran kelenjar struma yang disebabkan oleh penambahan jaringan kelenjar struma yang menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah banyak sehingga menimbulkan keluhan seperti berdebar - debar, keringat, gemetaran, bicara jadi gagap, mencret, berat badan menurun, mata membesar, penyakit ini dinamakan hipertiroid (Agung Santoso, 2009). 2. Anatomi FisiologiGambar 2.1. Kelenjar Tiroid

Anatomi5

Kelenjar tiroid terletak di leher, antara fasia koli media dengan prevertebralis. Di ruang yang sama terletak trakea, esofagus, pembuluh darah besar dan saraf. Kelenjar tiroid melekat pada trakea sambil melingkarinya dua pertiga sampai tiga perempat lingkaran. Keempat kelenjar paratiroid umumnya terletak pada permukaan belakang kelenjar tiroid. Tetapi lokasi dan, mungkin juga, jumlah kelenjar ini sering bervariasi. Arteri karotis komunis, arteri jugularis interna, dan nervus vagus terletak bersama di dalam sarung tertutup di laterodorsal tiroid. Nervus rekurens terletak di dorsal tiroid sebelum masuk laring. Nervus frenikus dan trunkus simpatikus tidak masuk ke dalam ruang antara fasia media dan prevertebralis. Perdarahan kelenjar tiroid yang kaya berasal dari empat sumber yaitu a. karotis eksterna (a. tiroidea superior) dan kedua a. brakhialis (a. tiroidea anterior). Fisiologi Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid utama yaitu tirotoksin (T4). Bentuk aktif hormon ini adalah triyodotironin (T3), yang sebagian besar berasal dari konversi hormon T4 di perifer, dan sebagian kecil langsung dibentuk oleh kelenjar tiroid. Yodida inorganik yang diserap dari saluran cerna merupakan bahan baku hormon tiroid. Zat ini dipekatkan kadarnya menjadi 30-40 kali secara selektif dalam kelenjar tiroid. Yodida inorganik mengalami oksidasi menjadi bentuk organik dan selanjutnya menjadi bagian dari tirosin yang terdapat dalam tiroglobulin sebagai monoyodotirosin (MIT) atau diyodotirosin (DIT). Senyawa DIT yang terbentuk dari MIT menghasilkan T3 atau T4 yang disimpan di dalam koloid kelenjar tiroid. Sebagian besar T4 dilepaskan ke dalam sirkulasi, sedangkan sisanya tetap di dalam kelenjar yang kemudian mengalami deyodisasi untuk selanjutnya menjalani daur ulang. Dalam sirkulasi, hormon tiroid terikat pada glonulin, globulin pengikat tiroid ( thyroidbinding globulin, TBG) atau prealbumin pengikat tiroksin (thyroxine-binding pre-albumin, TBPA). Sekresi hormon tiroid dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid (thyroid stimulating hormone, TSH) yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Kelenjar ini secara langsung dipengaruhi dan diatur oleh kadar hormon tiriod dalam sirkulasi, yang bertindak sebagai umpan balik negatif terhadap lobus anterior hipofisis, dan terhadap pelepasan tirotropin (thyrotropine releasing hormone, TRH) dari hipotalamus. Hormon tiroid mempunyai pengaruh yang bermacam-macam terhadap jaringan tubuh yang berhubungan6

dengan metabolisme sel. Kelenjar tiroid juga mengeluarkan kalsitonin dan parafolikuler. Kalsitonin adalah peptida yang menurunkan kadar kalsium serum, mungkin melalui pengaruhnya terhadap tulang. 3. Etiologi Penyebab kelainan ini bermacam-macam diantaranya adalah defisiensi yodium. Pada setiap orang dapat dijumpai masa di mana kebutuhan terhadap tiroksin bertambah, terutama masa pertumbuhan, pubertas, menstruasi, kehamilan, laktasi, menopause, infeksi, atau stres lain. Pada masa-masa tersebut dapat ditemui hiperplasi dan involusi kelenjar tiroid. Penambahan ini dapat menimbulkan nodularitas kelenjar timid serta kelainan arsitektur yang dapat berlanjut dengan berkurangnya aliran darah di daerah tersebut sehingga terjadi iskemia. 4. Klasifikasi Struma Berdasarkan Fisiologisnya Berdasakan fisiologisnya struma dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Eutiroidisme Eutiroidisme adalah suatu k