Click here to load reader

157256579 Referat Struma

  • View
    126

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of 157256579 Referat Struma

REFERAT STRUMA NODUSA NON TOKSIK Pembimbing : dr. Haryono, Sp.B

Diajukan Oleh :Saeful Ambari09310150REFERAT

STRUMA

Pembimbing :dr. H.Reiza Farsa, Sp.B

A. Latar BelakangStruma nodusa non toksik adalah pembesaran dari kelenjar tiroid yang berbatas jelas tanpa gejala-gejala hipertiroidKekurangan yodiumKepentingan klinik dari struma nodusa non toksik di samping menyangkut masalah kosmetik, lebih penting lagi kemungkinan terjadinya penekanan terhadap struktur vital di sekitarnya, kemudian berkembang menjadi tirotoksikosis, bahkan dapat timbul proses keganasan. PEMBAHASAN1. AnatomiThyroid terletak di regio colli anterior antara facia colli media dan prevertebralisMelekat di thrakhea, melingkari 1/3nyaTerdiri dari lobus kanan, istmus dan lobus kiriTerdapat 4 kelenjar parathyroid yang melekat di permukaan posterior thyroid

VaskularisasiArteria tiroidea superior (15-20%)Arteria tiroidea inferior (76-78%)Arteria tiroidea ima (1-2%)Aliran tiroidea menuju ke :Laring diatas istmusPara trakheal dekat n. RekurenDepan trakhealln. Rantai jugular

2. FisiologiDiatur oleh TSH (Thyroid Stimulating Hormon)Produk hormon berupa :Tiroksin (T4) BebasTiiodotironin (T3) Aktif

Pengaturan faal tiroid :TRH (Thyrotrophin releasing hormone). Tripeptida yang disentesis oleh hipothalamus. Merangsang hipofisis mensekresi TSH (thyroid stimulating hormone) yang selanjutnya kelenjar tiroid terangsang menjadi hiperplasi dan hiperfungsiTSH (thyroid stimulating hormone). Glikoprotein yang terbentuk oleh dua sub unit (alfa dan beta). Dalam sirkulasi akan meningkatkan reseptor di permukaan sel tiroid (TSH-reseptor-TSH-R) dan terjadi efek hormonal yaitu produksi hormon meningkat.Umpan Balik sekresi hormon (negative feedback). Kedua hormon (T3 dan T4) ini mempunyai umpan balik di tingkat hipofisis. Khususnya hormon bebas. T3 disamping berefek pada hipofisis juga pada tingkat hipotalamus. Sedangkan T4 akan mengurangi kepekaan hipifisis terhadap rangsangan TSH. Otoregulasi.Pengaturan di tingkat kelenjar tiroid sendiri. Produksi hormon juga diatur oleh kadar iodium intra tiroid

Efek metabolisme hormon thyroid :KalorigenikTermoregulasi Metabolisme protein. Metabolisme karbohidrat..Metabolisme lipid. Vitamin A. Konversi provitamin A menjadi vitamin A di hati memerlukan hormon tiroid.Lain-lain : gangguan metabolisme kreatin fosfat menyebabkan miopati, tonus traktus gastrointestinal meninggi, hiperperistaltik sehingga terjadi diare, gangguan faal hati, anemia defesiensi besi dan hipotiroidisme.

Struma2. Klasifikasi StrumaMenurut American society for Study of Goiter membagi :

(cont..)Berdasarkan konsistensinya :

Dikenal beberapa morfologi (konsistensi) berdasarkan gambaran makroskopis yang diketahui dengan pemeriksaan fisik :1. Bentuk kista : Struma kistikMengenai 1 lobusBulat, batas tegas, permukaan licin, sebesar kepalanKadang MultilobarisFluktuasi (+)

2. Bentuk Noduler : Struma nodosaBatas JelasKonsistensi kenyal sampai kerasBila keras curiga neoplasma, umumnya berupa adenocarcinoma tiroidea

3.Etiologi(cont..)4. Penegakan DiagnosisPemeriksaan FisikPemeriksaan PenunjangPemeriksan Laboratorium :TSH, FT4, FT3 Fungsi thyroid

Pemeriksaan Radiologi : Cervical AP/ Lateral Deviasi trakheaKalsifiksi curiga keganasan

USG :Lokasi, jumlah, dan jumlah nodulLesi kistik / padatPemeriksaan histopatologis :- Pemeriksaan jamur halus (FNAB)- Pemeriksaan potong beu (vries coupe, frozen section)- pemeriksaan bok parafin (Patologi anatomi)Pemeriksaan Tambahan LainTes fungsi paru dapat dilakukan bila ada gejala klinis kompresi trachea. Perubahan karakteristik kompresi trachea ekternal asimptomatik dapat dideteksi dengan flow-volume loop tracings. Laringoscop direct dapat juga digunakan untuk mengetahui kompresi trachea.

Indeks Diagnostik WayneGejala SubyektifAngkaGejala ObyektifAdaTidakDispnneu+1Tiroid teraba+3-3Palpitasi+2Bruit di atas sistol+2-2Capai/lelah+2Eksoftalmus+2-Senang panas-5Lid Retraksi+2-Senang dingin+5Lid Lag+1-Keringat berlebih+3Hiperkenesis+4-2Nervous+2Tangan Panas+2-2Tangan basah+1NadiTangan panas-180 x/menit-Nafsu makan naik+381-90 x/menit-Nafsu makanturun-3> 90 x/menit +3Berat badan naik-319 hipertiroidBerat badan turun +3Fibrilasi Atrium+4JumlahIndeks Diagnosik New CastleItemGradeScoreAge of onset15-2425-3435-4445-55550481216Psychological precipitantAdaTidak-50Frequent checkingAdaTidak-30Severe anticipator anxietyAdaTidak-30Increase appetiteAdaTidak50GoiterAdaTidak30ItemGradeScoreHiperkinesisAdaTidak40Fine finger tremorAdaTidak70Pulse rate> 90/mnt80-90 70 tahunGender laki- lakiNodul disertai disfagi ,serak atau obstruksi jalan napasPertumbuhan nodul cepat ( beberapa minggu bulan )Riwayat radiasi daerah leher waktu usia anak anak atau dewasaRiwayat keluarga kanker tiroid medulerNodul yang tunggal ,berbatas tegas , keras, irregular dan sulit digerakan Paralysis pita suaraTemuan limpadenofati servikalMetastasis jauh ( paru-paru ),TatalaksanaMediamentosa : Nontoxica dengan Thyrax 50mg/hari (supresi TSH)Toxica dilakukan ugolisasi:- sol. Lugol (fortior) 3 x 10tts/hari (selama 7- 10 hari sebelum operasi)- Obat anti thyroid (PTU / Neo Mercazole) selama menunggu OP tetap diberikan - Sol. Lugol dihentikan setelah operasi, tetapi anti thyroid tetap diberikan sampai 2 hari setelah operasi

Operatif :LobectomyIsmolobectomyTotal thyroidectomySubtotal thyroidectomyIndikasi Operasi :Struma uni atau multinodusa dengan kemungkinan keganasanStruma multinodusa dengan gejala obstruktifKosmetik Kriteria tatalaksana didasarkan pada hasil pemeriksaan FNAB :A : Ganas operasi tirodektomi near total B : Curiga operasi dengan lebih dulu melakukan potong beku (VC)- Bila hasil ganas operasi tiroidektomi near total- Bila hasil jinak operasi lobektomi, atau tiroidektomi near total. alternatif : sidik tiroid,bila hasil cold nodule operasi

C : Tak cukup / sediaan tak representatif Jika nodul solid ( saat BAJAH ) : ulang BAJAH. Bila klinis curiga ganas tinggi operasi lobektomi Bila klinis curiga ganas rendah observasiJika nodul kistik (saat BAJAH ) : aspirasi-Bila kista regresi observasi -Bila kista rekurens,klinis curiga ganas rendah observasi-Bila kista rekurens,klinis curiga ganas tinggi operasi lobektomi

D : jinak terapi dengan levo-tiroksin ( LT 4) dosis subtoksisDosis dititrasi mulai 2 x 25 ug ( 3 hari Dilanjutkan 3 x 25 ug ( 3 4 hari )Bila tidak ada efek samping atau tanda toksis:dosis - menjadi 2 x 100 ug sampai 4-6 minggu , kemudian evaluasi TSH ( target 0,1 - 0,3 ulU /L)Supresi TSH dipertahankan selama 6 bulan Evaluasi dengan USG : apakah nodul berhasil mengecil atau tidak ( berhasil bila mengecil > 50 % dari volume awal )Bila nodul mengecil atau tetap L tiroksin dihentikan dan diobservasiBila setelah itu struma membesar lagi L-tiroksin dimulsi lagi(target TSH 0,1-0,3 ul U/L)Bila setelah 1- tiroksin dihentikan ,struma tidak berubah diobservasi.Bila nodul membesar dalam 6 bulan atau saat terapi supresi obat dihentikan dan operasi tiroidektomi dan dilakukan pemeriksaan histopatologiTerima Kasih