of 45/45
Hendra Rohman, AMd., SKM [email protected] 085743279090 08975829090

RAP rekam medis

  • View
    266

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rekam medis

Text of RAP rekam medis

  • Hendra Rohman, AMd., [email protected]

  • Jika ditinjau proses yang terjadi pada orang sehat, menderita penyakit n terhentinya penyakit tersebut dikenal dengan nama riwayat alamiah perjalanan penyakit (natural history of disease) terutama untuk penyakit infeksi.

    Riwayat Alamiah Penyakit (Natural History of Disease) adalah perkembangan suatu penyakit tanpa adanya campur tangan medis/bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural.

  • Pada umumnya secara umum RAP dibagi menjadi 3 tahap, yakni: tahap patogenesis, pre-patogenesis (masa inkubasi, penyakit dini n penyakit lanjut), n tahap pasca patogenesis (penyakit akhir).

    Pada pembahasan kali ini, riwayat alamiah suatu penyakit akan dibahas secara rinci, maka digolongkan RAP dalam 5 tahap:

  • Tahap ini telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit, tetapi interaksi ini terjadi di luar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada di luar tubuh manusia n belum masuk ke dalam tubuh. Pada keadaan ini belum ditemukan adanya tanda penyakit n daya tahan tubuh penjamu masih kuat n dapat menolak penyakit. Keadaan ini disebut sehat.Patogen agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya

  • Pada tahap ini bibit penyakit masuk ke tubuh penjamu, tetapi gejala penyakit belum nampak. Tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda. Masa inkubasi adalah tenggang waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit, sampai timbulnya gejala penyakit. Misalnya seperti kolera 1-2 hari, yang bersifat menahun misalnya kanker paru, AIDS dll. Jika daya tahan tubuh tidak kuat, tentu penyakit akan berjalan terus yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada bentuk n fungsi tubuh.Pada suatu saat penyakit makin bertambah hebat, sehingga timbul gejalanya.Garis yang membatasi antara tampak n tidak tampaknya gejala penyakit disebut dengan horison klinik.

  • NOPENYAKITPENGERTIANGEJALA KLINISMASA INKUBASI1Shigellosis Disentri BasilerPenyakit diare yang disebabkan oleh: Shigella, contohnya Sh. Dysenteriae, Sh. Flexneri, Sh. Boydii, Sh. SonneiDemamNyeri kepalaNyeri perut hebatDiare sedikit bercampur lendir kemerahan2 hari2Herpes SimplekHerpes simplek adalah penyakit yang mengenai kulit n mukosa, bersifat kronis n residif, disebabkan oleh virus herpes simplek herpes virus homanis. Infeksi herpes dapat menimbulkan implikasi (kesimpulan) serius apabila terjadi pada mata, sekitar serviks, pada bayi baru lahir, atau pada individu yang kekebalannya tertekan. Infeksi herpes pada mata menyebabkan keratitis herpatika. Vesikel berkelompok yang nyeri dapat timbul setelah kontak primer dengan virus tersebut.Infeksi primer dapat terjadi pada sembarang tempat di kulit.Masa inkubasi sekitar 5 hari (berkisar antara 2-12 hari).

  • 3Hepatitis (Radang Hati/Liver)Hepatitis virus akut adalah : penyakit radang hati akut karena infeksi virus hepatotropikUmumnya melalui 4 tahap:Masa tunas/inkubasiMasa prodormal/preikterik: 3 10 hariMasa ikterik : 1 2 mingguMasa penyembuhan : 3 4 bulanMasa tunas/inkubasi:Virus Hb A : 14 45 hariVirus Hb B : 40 180 hariVirus Hb NANB : 15 60 hariVirus delta : 40 180 hari4Parotitis (Gondongan)Penyakit infeksi akut akibat virus mumps. Sering menyerang anak-anak, terutama usia 2 tahun ke atas sampai kurang lebih 15 tahun. Ada beberapa lokasi yang diserang seperti kelenjar ludah di bawah lidah, di bawah rahang, dan di bawah telinga (parotitis)DemamPusingMualNyeri ototMasa inkubasi sekitar 14-24 hari setelah penularan yang terjadi lewat droplet.

  • 5Hepatitis APenyakitHepatitis A disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita biasanya melalui makanan (fecal oral), bukan melalui aktivitas seksual/melalui darah. Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain (B n C). Sementara hepatitis B n C disebarkan melalui media darah n aktivitas seksual n lebih berbahaya dibanding Hepatitis A.LesuLelahKehilangan nafsu makanMualMuntahSakit kepalaMasa inkubasi berlangsung 18-50 hari dengan rata kurang lebih 28 hari6Kusta/LepraPenyakit kusta disebut juga lepra (leprosy) atau Morbus Hansen, n nama lain di India: Korh, Vaahi (Kala Vaah), Motala/Motali Mata, Pathala n Bada Dukh. Nama tersebut berbeda karena daerah yang berbeda menyebutkan lain, seperti pathala di Sondwa n Korh n Kala Vaa di Thandla Umumnya ditemukan dalam 2 (dua) bentuk Pause basiler (PB) n Multi basiler (MB) n menurut WHO untuk menentukan kusta perlu adanya 4 (empat) kriteria, yaitu:Ditemukannya lesi kulit yang khasAdanya gangguan sensasi kulitPenebalan saraf tepiBTA positif dari sediaan sayatan kulit3-20 tahun

  • NO.JENIS PMSPENYEBABMASA INKUBASI1HerpesHerpes ZosterHerpes SimplexVirus ZosterTerdapat dua tipe herpes simlex. Herpec simplec tipe satu disebabkan oleh Virus Herpes Simplex HSV-1, sedangkan Herpes Simplex tipe dua disebabkan oleh virus HSV-2.7 sampai 12 hari2SifilisInfeksi bakteriTreponema pallidumStadium Dini (primer) 9 10 hariStadium II (sekunder) 6 8 mingguStadium III (Laten) 3 7 tahun setelah infeksiSifilis Tersier 10 20 tahun setelah infeksi primer

  • 3GonoroeKumanNeisseria gonorrhoeae1 14 hari, dengan rata 2 5 hari4TrikomoniasisParasitTrichomonas Vaginalis3 28 hari5Kutil Kelamin/Kandiloma Akuminata/Jengger AyamHuman Papiloma Virus(HPV) tipe tertentu dengan kelainan berua fibroepitelioma pada kulit n mukosa.1 8 bulan (rata 2 3 bulan)6KlamidiaBakteriChlamydia trachomatis7 12 hari

  • Tahap ini mulai dihitung dari munculnya gejala penyakit, pada tahap ini penjamu sudah jatuh sakit tetapi masih ringan n masih bisa melakukan aktifitas sehari n karena itu sering tidak berobat. Selanjutnya, bagi yang datang berobat umumnya tidak memerlukan perawatan, karena penyakit masih dapat diatasi dengan berobat jalan. Bila penyakit segera diobati, mungkin bisa sembuh, tetapi jika tidak, bisa bertambah parah. Hal ini tergantung daya tahan tubuh manusia itu sendiri, seperti gizi, istirahat n perawatan yang baik di rumah(self care). Tahap penyakit dini ini sering menjadi masalah besar dalam kesehatan masyarakat, terutama jika tingkat pendidikan penduduk rendah, karena tubuh masih kuat mereka tidak datang berobat, yang akan mendatangkan masalah lanjutan, yaitu telah parahnya penyakit yang di derita, sehingga saat datang berobat sering talah terlambat.

  • Bila penyakit penjamu bertambah parah, karena tidak diobati/tidak tertangani serta tidak memperhatikan anjuran yang diberikan pada penyakit dini, maka penyakit masuk pada tahap lanjut. Penjamu terlihat tak berdaya n tak sanggup lagi melakukan aktifitas. Tahap ini penjamu memerlukan perawatan n pengobatan yang intensif.

  • Perjalanan penyakit pada suatu saat akan berakhir. Berakhirnya perjalanan penyakit tersebut dapat berada dalam lima keadaan, yaitu:

    a)Sembuh sempurna(penyakit berakhir karena pejamu sembuh secara sempurna, artinya bentuk n fungsi tubuh penjamu kembali berfungsi seperti keadaan sebelumnya/bebas dari penyakit)

    b)Sembuh tapi cacatpenyakit penjamu berakhir/bebas dari penyakit/penderita sembuh, tapi kesembuhannya tak sempurna, karena terjadi cacat, adapun yang dimaksudkan dengan cacat, tidak hanya berupa cacat fisik yang dapat dilihat oleh mata, tetapi juga cacat mikroskopik, cacat fungsional, cacat mental n cacat sosial (fisik, mental maupun sosial) n sangat tergantung dari serangan penyakit terhadap organ tubuh penjamu.

  • c)Karierpada karier perjalanan penyakit seolah terhenti, karena gejala penyakit memang tak tampak lagi, padahal dalam tubuh penjamu masih terdapat/ditemukan bibit penyakit, yang pada suatu saat bila daya tahan tubuh penjamu menurun penyakit akan dapat kembuh kembali. Keadaan karier ini tak hanya membahayakan penjamu sendiri, tapi dapat berbahaya terhadap orang lain/masyarakat sekitarnya, karena dapat menjadi sumber penularan penyakit (human reservoir)d)Kronispada tahap ini perjalanan penyakit tampak terhenti, karena gejala penyakit tidak berubah. Dengan kata lain tidak bertambah berat maupun ringan. Keadaan yang seperti tentu saja tidak menggembirakan, karena pada dasarnya pejamu tetap berada dalam keadaan sakit.e)MeninggalApabila keadaan penyakit bertambah parah n tak dapat diobati lagi, sehingga terhentinya perjalanan penyakit karena penjamu meninggal dunia. Keadaan ini bukanlah keadaan/tujuan yang diinginkan dari setiap tindakan kedokteran n keperawatan.

  • Spektrum penyakit adalah berbagai variasi tingkatan simptom n gejala penyakit menurut intensitas infeksi/penyakit pada penderitanya, dari yang ringan, sedang sampai yang berat dengan komplikasi pada organ vital.Intensitas infeksi n derajat penyakit bergantung kepada:Agent jenis kuman, jumlah kuman, kualitas (virulensi kuman/derajat tingkat patogenitas yang diukur oleh banyaknya organisme yang diperlukan untuk menimbulkan penyakit pada jangka waktu tertentu, toksisitas), kemampuan biologis, dsb.Host manusia umur, jenis kelamin, kondisi fisiologis (hormonal), daya tahan tubuh, genetik, faktor gizi, lingkungan yang melemahkan, dsb

  • Suatu penyakit (menular) tidak hanya selesai sampai pada jatuh sakitnya seseorang, tetapi cenderung untuk menyebar. Beberapa komponen dalam proses terinfeksinya penyakit ialah sebagai berikut:AgentReservoirPortals of entry and exitMode of transmissionImmunityDalam proses perjalanan penyakit, perpindahan agen dari pejamu ke reservoir atau sebaliknya, harus melalui pintu masuk tertentu (portal of entry) calon penderita baru n kemudian untuk berpindah ke penderita baru lainnya, kuman akan melalui pintu keluar(portal of exit).

  • Portal of entry/portal of exit, ialah:Melalui konjungtiva (lapisan transparan yang melapisi kornea n kelopak mata), yang biasanya hanya dijumpai pada beberapa penyakit mata tertentu.Melalui saluran nafas (hidung n tenggorokan)melalui droplet (partikel air kecil (seperti hujan rintik) yang mungkin dihasilkan ketika seseorang batuk/bersin/ketika air diubah menjadi kabut) sewaktu reservoir/penderita bicara, bersin,/batuk/melalui udara pernapasan.Melalui pencernaanbaik bersama ludah, muntah maupun bersama tinja.Melalui saluran urogenitaliabiasanya bersama dengan urine/zat lain yang keluar melalui saluran tersebut.Melalui lukapada kulit ataupun mukosa/selaput lendir.Secara mekanikseperti suntikan/gigitan pada beberapa penyakit tertentu.

  • Setelah unsur penyebab telah meninggalkan reservoir (setiap orang, binatang, serangga, tanaman, tanah atau zat lain di mana agen infektif biasanya hidup n berkembang biak) maka untuk mendapatkan potensial yang baru, harus berjalan melalui suatu lingkaran perjalanan khusus/suatu jalur khusus yang disebut jalur penularan (mode of transmission).

    Secara garis besarnya, jalur penularan (mode of transimission)dapat dibagi menjadi 2, yaitu:Penularan langsung:yakni penularan yang terjadi secara langsung dari penderita/reservoir, ke pejamu potensial yang baru.Penularan tidak langsungadalah penularan yang terjadi melalui media tertentu; seperti: - melalui media udara (air borne), - melalui benda tertentu (vechicle borne), n - melalui vektor (vector borne).

  • Fenomena gunung es (iceberg phenomenon) merupakan sebuah metafora (perumpamaan) yang menekankan bahwa bagian yang tak terlihat dari gunung es jauh lebih besar daripada bagian yang terlihat di atas air. Artinya, pada kebanyakan masalah kesehatan populasi, jumlah kasus penyakit yang belum diketahui jauh lebih banyak daripada jumlah kasus penyakit yang telah diketahui. Fenomena gunung es menghalangi penilaian yang tepat tentang besarnya beban penyakit (disease burden) n kebutuhan pelayanan kesehatan yang sesungguhnya, serta pemilihan kasus yang representatif untuk suatu studi. Mempelajari hanya sebagian dari kasus penyakit yang diketahui memberikan gambaran yang tidak akurat tentang sifat n kausa penyakit tersebut.

  • Konsep tingkat pencegahan penyakit ialah mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum kejadian dengan menggunakan langkah yang didasarkan padadata/keterangan bersumber hasil analisis/pengamatan/penelitian epidemiologi.

    Tingkatan pencegahan penyakit:Salah satu kegunaan pengetahuan tentang Riwayat Alamiah Penyakit adalah untuk dipakai dalam merumuskan n melakukan upaya pencegahan

    Dikenal ada 4 tingkat utama pencegahan penyakit, yaitu:1.Pencegahan Tingkat Awal (Priemordial Prevention)2.Pencegahan Tingkat Pertama (Primary Prevention)3.Pencegahan Tingkat Kedua (Secondary Prevention)4.Pencegahan Tingkat Ketiga (Tertiary Prevention)

  • -Pencegahan Tingkat Awal (Priemordial Prevention)Jenis pencegahan yang paling akhir diperkenalkan, adanya perkembangan pengetahuan dalam epidemiologi penyakit kardiovaskular dalam hubungannya dengan diet, dll.Pencegahan ini sering terlambat dilakukan terutama di negara berkembang karena sering harus ada keputusan secara nasional.Tujuan premordial prevention ini adalah untuk menghindari terbentuknya pola hidup sosia-ekonomi n kultural yang mendorong peningkatan resiko penyakit. Upaya ini terutama sesuai untuk ditujukan kepada masalah penyakit tidak menular yang dewasa ini cenderung menunjukkan peningkatannya.

  • Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penegahan awal ini diarahkan kepada mempertahankan kondisi dasar/status kesehatan masyarakat yang bersifat positif yang dapat mengurangi kemungkinan suatu penyakit/faktor resiko dapat berkembang/memberikan efek patologis. Faktor itu tampaknya bersifat sosial/berhubungan dengan gaya hidup n pola makan. Upaya awal terhadap tingkat pencegahan primordial ini merupakan upaya mempertahankan kondisi kesehatan yang posotif yang dapat melindingi masyarakat dari gangguan kondisi kesehatannya yang sudah baik.

  • a.Pemantapan Status Kesehatan (Underliying Condition)Pemakaian makanan bergizi rendah lemak jenuhPengendalian pelarangan merokokPromosi KesehatanPendidikan kesehatan, penyebaran informasi kesehatanKonsultasi gizi .Konsultasi genetikPenyediaan air bersihPembersihan lingkungan/sanitasiOlahraga secara teratur

  • Seperti promosi kesehatan n pencegahan khusus. Sasarannya ialah faktor penyebab, lingkungan n pejamu.Langkah pencegahaan di faktor penyebab misalnya,menurunkan pengaruh serendah mungkin (desinfeksi, pasteurisasi (sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, virus, protozoa, kapang, n khamir), strerilisasi, penyemprotan insektisida) agarmemutus rantai penularan. Langkah pencegahan di faktor lingkunganmisalnya,perbaikan lingkungan fisik agarair, sanitasi lingkungan n perumahan menjadi bersih.

  • Langkah pencegahan di faktor pejamu misalnyaperbaikan status gizi, status kesehatan, pemberian imunisasi.Pencegahan primer ini bertujuan untuk mengurangi incidence/timbulnya dengan mengontrol penyebab dan faktor risiko. misal: penggunaan kondom n jarum suntik disposable/sekali pakai pada pencegahan infeksi HIV, imunisasi, dll. Biasanya merupakan Population Strategymisal: penggunaanseat-belt, program berhenti merokok, dll.target orang sehat.

  • Promosi Kesehatan (Health Promotion)Pencegahan Khusus (Specific protection)Pemberian imunisasi dasar Pemberian vitamin A, tablet penambah zat besiPerlindungan kerja terhadap bahan berbahaya (hazard protection)Isolasi terhadap penderita penyakit menular, misal yang terkena flu burungPerlindungan terhadap bahan yang bersifat karsinogenik, bahan racun maupun alergiPengendalian sumber pencemaran.

  • Pada Tingkat I a. Mengurangi penyebab peranan desinfeksi, pasteurisasi, sterilisasi karantina, mengurangi sumber allergen/toksin/fisika . mengurangi/menghindari setiap perilaku yang memperbesar risk. b. Mengatasi/memodifikasi lingkungan perbaikan fisik: air minum, sanitasi lingkungan perbaikan biologis: Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pemberantasan vektor penyakit perbaikan sosial: kepadatan rumah, hubungan sosial. c. Meningkatkan daya tahan host perbaikan gizi, imunisasi; ketahanan fisik, olahraga, psikologis.

  • Seperti diagnosis dini serta pengobatan tepat. Sasarannya ialahpada penderita/seseorang yang dianggap menderita (suspect)n terancam menderita.Tujuannya adalah untuk diagnosis dini n pengobatan tepat (mencegah meluasnya penyakit/timbulnya wabah n proses penyakit lebih lanjut/akibat samping n komplikasi). Beberapa usaha pencegahannya ialah seperti pencarian penderita, pemberianchemoprophylaxis/pengetahuan untuk menjaga supaya tidak terserang penyakit (prepatogenesis/patogenesis penyakit tertentu).

  • Pencegahan sekunder bertujuan untuk menyembuhkan n mengurangi akibat yang lebihserius lewat diagnosis n pengobatan yang dini. Tertuju pada periode diantara timbulnya penyakit n waktu didiagnosis n usaha prevalensi (jumlah orang dalam populasi yang menderita suatu penyakit/kondisi pada waktu tertentu). Dilaksanakan pada penyakit dengan periode awal mudah diindentifikasi n diobati sehingga perkembangan kearah buruk dapat di stop, perlu metode yang aman n tepat untuk mendeteksi adanya penyakit pada stadium preklinik. Misal : screening pada kanker cervik, pengukuran tekanan darah secara rutin, dllbaru terkena penyakit.

  • Diagnosis Awal n Pengobatan Tepat (Early diagnosis and prompt treatment)Screening (penyaringan)Pejejakan kasus (case finding)Pemeriksaan khusus (laboraturium n tes)Pemberian obat yang rational n efektif

  • Pada Tingkat II -> penderita/terancam akan menderita agar penyakit tidak meluas/menghentikan proses penyakit lebih lanjut: a. Pemberian chemoprophylaxis: Prepathogenesis. b. Pencarian penderita secara dini n aktif. pemeriksaan berkala. screening (pencarian penderita secara umum untuk penyakit tertentu) pengobatan/perawatan pasien

  • Seperti pencegahan terhadap cacat n rehabilitasi. Sasarannya adalah penderita penyakit tertentu. Tujuannya ialah mencegah jangan sampai mengalami cacat n bertambah parahnya penyakit juga kematian dan rehabilitasi (pengembalian kondisi fisik/medis, mental/psikologis n sosial)Pencegahan tersier bertujuan untuk mengurangi komplikasi penting pada pengobatan n rehabilitasi, membuat penderita cocok dengan situasi yang tak dapat disembuhkan. Misal pada rehabilitasi pasien Poliomyelitis, Stroke, kecelakaan dll.penderita penyakit

  • Disability limitation n rehabilitation.-Pencegahan Tingkat Ketiga (Tertiary Prevention)Pembatasan Kecacatan (Disability limitation)Operasi plastik pada bagian/organ yangcacatPemasangan pin pada tungkai yang patahPencegahan terhadap komplikasi n kecacatanPengobatan n perawatan yang sempurna agar penderita sembuh n tak terjadi komplikasiPerbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk dimungkinkan pengobatan n perawatan yang lebih intensif

  • Rehabilitasi (Rehabilitation)Rehabilitasi fisikrehabilitasi cacat tubuh dengan pemberian alatbantu/protaseRehabilitasi sosialrumah perawatan wanita tua/jompoRehabilitasi kerja (vocational services)rehabilitasi masuk ke tempat kerja sebelumnya, mengaktikan optimum organ yang cacatMenyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahanMengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diriPenyuluhan n usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit

  • Pada Tingkat III -> mencegah cacat, kematian penyebab tertentu n rehabilitasi pengobatan perawatan penderita kencing manis, tekanan darah tinggi, saraf dll. rehabilitasi fisik/medis rehabilitasi mental/psycho rehabilitasi sosial

  • Studi tentang RAP merupakan bagian dari studi epidemiologi, dikarenakan terdapat:a) Studietiologi menemukan penyebabb) Studiprognostik mempelajari faktor risiko n perkiraan akhir penyakitc) Studiintervensi mengetahuieffectiveness, nefficiencyprogram pemberantasan n pencegahan penyakit.

  • Masa inkubasi/masa latent.Kelengkapan keluhan (symptom) sebagai bahan informasi dalam menegakkan diagnosisLama n beratnya keluhan yang dialami oleh penderita kejadian penyakit menurut musim (season) kapan penyakit itu lebih frekuen kejadiannyaKecenderungan lokasi geografis serangan penyakit sehingga dapat dengan mudah dideteksi lokasi kejadian penyakit.Untuk diagnostik: masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman penentuan jenis penyakit.

  • Sifat biologis kuman patogen sehingga menjadi bahan informasi untuk pencegahan penyakit.Untuk pencegahan: dengan mengetahui kuman patogen penyebab n rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah ditemukan titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit.Untuk terapi: intervensi/terapi hendaknya diarahkan pada fase paling awal. Lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan. Keterlambatan diagnosis akan berkaitan dengan keterlambatan terapi.